Everyone Can Trade

JustForex

Senin, 01 Agustus 2016

View Market IHSG 01Agustus16

VIEW MARKET
Prediksi IHSG;
Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia II 2015 realisasinya diatas ekspektasi pasar, diperkirakan dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG dalam pekan ini. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2016 mencapai 5,2% atau lebih tinggi dari kuartal-kuartal sebelumnya. Pada, kuartal I/2016 pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 4,92%, sementara BI memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II/2016 sebesar 4,94%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi akhir tahun 2016 mencapai 5,09% atau masih berada dalam rentang bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh bank sentral pada kisaran 5%-5,4%
Sementara itu, para pemangku kebijakan terus merapatkan barisan demi menciptakan perekonomian yang lebih baik ditahun ini dan dapat berlanjut di tahun berikutnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan pertemuan antar otoritas moneter dan fiskal untuk membahas perkembangan perekonomian nasional akan dilakukan secara rutin.
Pemerintah akan menggenjot pelaksanaan Undang-Undang tax amnesty. Mengingat waktu yang sangat terbatas, karena tax amnesty memiliki limit waktu, hingga Maret 2017 yang dibagi dalam tiga periode. Periode pertama ini sangat menentukan kepercayaan para pelaku usaha dan pasar terhadap pemerintah terkait kebijakan itu.
Sentimen dari dalam negeri diperkirakan masih memiliki dukungan bagi pergerakan IHSG untuk memposisikan ke level yang lebih baik dibanding posisi dipekan lalu.

Perspektif tenikal
Perspektif teknikal masih mengkonfirmasikan positifi bagi IHSG dalam pekan ini. Sinyal tersebut terindikasi dari Stochastic dan MACD yang mengkonfirmasikan upside bagi indeks. Konfirmasi bagi indeks lainnya yang positif terindikasi dari langging indikator baik MA5 dan MA20 mengisyaratkan uptrend bagi IHSG

Support Level : 5177/5137/5058
Resistance Level : 5295/5373/5413
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down to up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

ASII: Trading Buy
 Close 7725, TP 7875
 Boleh buy di level 7675-7725
 Resistance di 7875 & support di 7525
 Waspadai jika tembus di 7525
 Batasi resiko di 7475

PTPP: Trading Buy
 Close 3860, TP 3950
 Boleh buy di level  3850-3860
 Resistance di 3950 & support di 3810
 Waspadai jika tembus di 3810
 Batasi resiko di 3800

PWON : Trading Buy
 Close 650, TP 670
 Boleh buy di level  640-650
 Resistance di 670 & support di 630
 Waspadai jika tembus di 630
 Batasi resiko di 620

ROTI:  Trading Buy
 Close 1565, TP 1630
 Boleh buy di level  1555-1565
 Resistance di 1630 & support di 1515
 Waspadai jika tembus di 1515
 Batasi resiko di 1505

KAEF:  Trading Buy
 Close 1245, TP 1265
 Boleh buy di level  1235-1245
 Resistance di 1265 & support di 1230
 Waspadai jika tembus di 1230
 Batasi resiko di 1220

SILO:  Trading Buy
 Close 9775, TP 10525
 Boleh buy di level  9700-9775
 Resistance di 10525 & support di 9400
 Waspadai jika tembus di 9400
 Batasi resiko di 9350

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
ITMG, ADHI, BBRI, INCO, ACES, SMBR, PTBA, TLKM, SIDO, WTON

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 29-Jul-16
 Crude Oil-(barel) US$40.67  (-0.47)
 Gold-(troy oz) US$1,333.34  (-2.43)
 Nickel-(ton) US$10,695.00  (340.00)
 Tin-(ton) US$17,775.00  (75.00)
 Coal (Newc)/ton US$61.25  (-1.15)
 CPO Mal/ton* MYR2,342.50 (-19.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,112.00 (14.00)
*running

Agenda pekan ini  - 1 – 5 Agustus 2016
RUPSLB
·   ARTI  - RUPST/LB - 03-Aug-16
·   SCPI - RUPST - 03-Aug-16
·   MKPI - RUPSLB - 05-Aug-16

Stock Split
·   BTON, ex date 01 Aug’16
·   AIMS, ex date 02 Aug’16
·   MYOR, ex date 04 Aug’16

Right issue
·   BEKS, ratio 1000:3294, price 18.35, cum 05 Aug’16, ex 08 Aug’16
·   POOL, ratio 1:7, price 250.00, cum 05 Aug’16, ex 08 Aug’16

Economic Calendar:
Senin, 1 Agustus 2016:
·   indeks Manufacturing PMI dan Non Manufacturing China Juli 2016
·   pidato anggota FOMC William Dudley
·   indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Juli 2016
·   indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Juli 2016 (Final)
·   indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Juli 2016

Selasa, 2 Agustus 2016:
·   indeks Construction PMI Inggris bulan Juli 2016
·   data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Juni 2016

Rabu, 3 Agustus 2016:
·   indeks Caixin Services PMI China bulan Juli 2016
·   indeks Services PMI Inggris bulan Juli 2016
·   data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Juli 2016
·   indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Juli 2016
·   data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 29 Juli 2016

Kamis, 4 Agustus 2016:
·   pengumuman suku bunga BoE bulan Agustus 2016
·   notulen meeting BoE 4 Agustus 2016
·   BoE Inflation Report
·   konperensi pers gubernur BoE Mark Carney mengenai BoE Inflation Report
·   data Jobless Claims AS per 29 Juli 2016
·   data Factory Orders AS bulan Juni 2016

Jum’at, 5 Agustus 2016:
·   data Factory Orders Jerman bulan Juni 2016
·   indeks harga perumahan di Inggris versi Halifax bulan Juli 2016
·   data Non Farm Payrolls AS bulan Juli 2016
·   data upah rata-rata per jam di AS bulan Juli 2016
·   data tingkat pengangguran di AS bulan Juli 2016
·   data neraca perdagangan AS bulan Juni 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Manajemen Bank Central Asia (BBCA) menilai bahwa meningkatnya rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan pada akhir Juni 2016 menjadi 1,4% dibandingkan Juni 2015 masih dapat ditoleransi. Outstanding portofolio kredit tercatat sebesar Rp 387 triliun pada akhir Juni 2016, naik 11,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, didorong oleh penyaluran kredit korporasi sebesar Rp 135,4 triliun. Kredit komersil dan usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai Rp 146,5 triliun. Sementara kredit konsumer mencapai Rp 105,2 triliun, kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor masing-masing sebesar Rp 6,17 triliun dan Rp 34 triliun serta outstanding kartu kredit mencapai Rp 9,5 triliun. Pada semester I 2016 BCA membentuk tambahan cadangan biaya sebesar Rp 2 triliun untuk mempertahankan kecukupan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan. Per Juni 2016 rasio cadangan terhadap total kredit bermasalah tercatat sebesar 193%. BCA secara proaktif mempertahankan posisi likuiditas dan basis permodalan yang solid. Pada periode itu rasio kredit terhadap pendanaan tercatat sebesar 77,9%, rasio kecukupan modal mencapai 20,3%. Dana pihak ketiga meningkat sebesar 7,8% YoY menjadi Rp 490,6 triliun pada akhir Juni 2016, ditopang oleh pertumbuhan rekening giro dan tabungan (CASA). Dana CASA tumbuh 10,2% secara tahunan mencapai Rp 381,3 triliun, berkontribusi sebesar 77,7% terhadap dana pihak ketiga BCA pada akhir Juni 2016.

Bank Central Asia (BBCA) menggandeng penasehat pajak memberikan pemahaman dan penjelasan kepada nasabah dalam rangka mendukung program amnesti pajak. Saat ini BCA terus melakukan pengkajian untuk membuat produk sebagai penampung dana repatriasi dari hasil kebijakan amnesti pajak. Saat ini ada dua produk yang disediakan berupa reksa dana dan asuransi. BCA belum menargetkan jumlah dana dari program amnesti pajak yang masuk. Saat ini manajemen BCA terus fokus untuk meningkatkan kepercayaan nasabahnya.

Ciputra Group tetap optimis semester II 2016 pasar properti akan semakin baik. Kebijakan pemerintah tentang kelonggaran loan to value (LTV) akan membuat pasar properti lebih bergairah. Apalagi industri perbankan juga menurunkan suku bunganya hingga single digit. Optimisme tersebut semakin bertambah menyusul adanya kebijakan tax amnesty/pengampunan pajak. Oleh karena itu Ciputra Group akan mendorong pengembangan market semester II 2016. Ada beberapa proyek baru yang akan dikembangkan baik housing, apartemen mapun komersial. Perseroan mengharapkan pertumbuhan 20% pada semester II 2016.

Total Bangun Persada (TOTL) membukukan laba bersih per Juni 2016 sebesar Rp 116,70 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 104,28 miliar. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 1,25 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,09 triliun.

Tjiwi Kimia (TKIM) mencatatkan penurunan laba per Juni 2016 menjadi USD 3,28 juta dibandingkan sebelumnya USD 14,09 juta. Penjualan neto turun menjadi USD 530,84 juta dibandingkan sebelumnya USD 587,62 juta.

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) meraih laba bersih Rp 2,43 triliun hingga Juni 2016 sebelumnya Rp 2,31 triliun. Pendapatan turun menjadi Rp 7,74 triliun dari sebelumnya Rp 8,87 triliun.

First Media (KBLV) membukukan kenaikan rugi bersih per Juni 2016 menjadi Rp 389,62 miliar dari sebelumnya rugi bersih Rp 276,71 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 664,09 miliar dari sebelumnya Rp 475,10 miliar.

Pendapatan Bakrie & Brothers (BNBR) per Juni 2016 turun menjadi Rp 919,94 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 2,28 triliun. Perseroan mencatat rugi yang didistribusikan ke entitas induk sebesar Rp 1,40 miliar dari rugi Rp 378,17 miliar pada tahun sebelumnya.

Pendapatan Tunas Ridean (TURI) hingga periode Juni 2016 mencapai Rp 6,25 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 5,24 triliun. Laba yang didistribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp 290,24 miliar dari sebelumnya Rp 126,24 miliar.

Indopoly Swakarsa (IPOL) membukukan kenaikan laba bersih per Juni 2016 menjadi USD 2,31 juta dibandingkan sebelumnya USD 1,11 juta. Penjualan turun menjadi USD 93,86 juta dibandingkan sebelumnya USD 100,32 juta.

Bentoel Investama (RMBA) meraih pendapatan bersih Rp 9,64 triliun per Juni 2016 sebelumnya Rp 7,82 triliun. Rugi bersih turun menjadi Rp 675,95 miliar dari rugi bersih Rp 740,99 miliar.

Penjualan Erajaya Swasembada (ERAA) per Juni 2016 naik menjadi Rp 10,36 dibandingkan penjualan sebelumnya Rp 8,68 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 126,26 miliar dari sebelumnya Rp 110,27 miliar.

Catur Sentosa Adiprana (CSAP) meraih laba bersih per Juni 2016 sebesar Rp 35,21 miliar dari sebelumnya Rp 23,25 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 3,97 triliun dari sebelumnya Rp 3,59 triliun.

Pendapatan Mandala Multfinance (MFIN) per Juni 2016 turun menjadi Rp 781,50 miliar dibandingkan pendapatan sebelumnya Rp 853,09 miliar. Sedangkan laba bersih menjadi Rp 128,24 miliar, turun dibandingkan sebelumnya Rp 132,43 miliar.

Alam Sutera Realty (ASRI) meraih laba bersih Rp 558,07 miliar hingga Juni 2016 naik dibandingkan sebelumnya Rp 454,35 miliar. Penjualan turun menjadi Rp 1,28 triliun dari sebelumnya Rp 1,73 triliun.

Pendapatan usaha Eka Sari Lorena (LRNA) per Jui 2016 turun menjadi Rp 59,94 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 71,86 triliun. Perseroan mencatatkan rugi Rp 12,60 miliar dari sebelumnya meraih laba Rp 536,99 juta.

Pendapatan Clipan Finance (CFIN) per Juni 2016 turun 12,44% menjadi Rp 486,32 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 555,46 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 92,07 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 186,70 miliar.

Pendapatan Express Transindo (TAXI) membukukan penurunan pendapatan pada semester I 2016 menjadi Rp 374,06 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 510,39 miliar. Rugi bersih tercatat Rp 42,89 miliar dari sebelumnya laba bersih Rp 32,49 miliar.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured