Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 31 Maret 2016

Vier Market IHSG 31Maret16

Prediksi IHSG;
Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM), kemarin sore, Rabu 30 Maret 2016 mengumumkan penurunan harga BBM Subsidi jenis Premium dan Solar. Pemerintah memutuskan menurunkan harga premium dan solar sebesar Rp 500 per liter yang mulai berlaku pada tanggal 1 April 2016. Penurunan harga BBM ini berpotensi mendorong baik pergerakan pasar modal maupun perekonomian Indonesia, menyusul inflasi yang terjaga dan disposal income yang lebih tinggi. Dari ekternal pernyataan Yellen bahwa kenaikan Fed rate bertahap kemungkinan akan terjadi di tahun depan, karena melihat situasi global yang telah meningkatkan resiko, menambah dikungan bagi pasar. Akumulasi sentimen positif ke pasar tersebut, membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4795/4773/4754
Resistance Level : 4836/4855/4877
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
INDF: Trading Buy
 Close 7250, TP 7375
 Boleh buy di level 7125-7250
 Resistance di 7375 & support di 7025
 Waspadai jika tembus di 7025
 Batasi resiko di 7000
ERAA: Trading Buy
 Close 710, TP 730
 Boleh buy di level  700-710
 Resistance di 730 & support di 670
 Waspadai jika tembus di 670
 Batasi resiko di 660
SCMA : Trading Buy
 Close 3170, TP 3265
 Boleh buy di level  3160-3170
 Resistance di 3265 & support di 3110
 Waspadai jika tembus di 3110
 Batasi resiko di 2100
LPKR:  Trading Buy
 Close 1055, TP 1085
 Boleh buy di level  1045-1055
 Resistance di 1085 & support di 1040
 Waspadai jika tembus di 1040
 Batasi resiko di 1030
BMTR:  Trading Buy
 Close 1120, TP 1155
 Boleh buy di level  1110-1120
 Resistance di 1155 & support di 1060
 Waspadai jika tembus di 1060
 Batasi resiko di 1050
BHIT:  Trading Buy
 Close 184, TP 199
 Boleh buy di level  182-184
 Resistance di 190 & support di 175
 Waspadai jika tembus di 175
 Batasi resiko di 173
Ket.  TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
NIRO, MNCN, ROTI, AKRA, TINS, BMRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 30-Mar-16
 Crude Oil-(barel) US$38.92  (0.64)
 Gold-(troy oz) US$1,237.94  (-4.38)
 Nickel-(ton) US$8,450.00  (-200.00)
 Tin-(ton) US$16,800.00  (-500.00)
 Coal (Newc)/ton US$51.25  (-11.15)
 CPO Mal/ton* MYR2,670.00 (19.50)
                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,256.00 (-139.00)
*running 
Agenda hari ini  - Kamis, 31 Maret 2016
RUPSLB
• FMII – RUPSLB
• NIKL – RUPST
• CSAP – RUPST/LB
• ANTM – RUPST
Dividen
• SDPC Cash Dividend 3.00, Cum 30 Mar-16, ex 31 Mar-16
• BBRI Cash Dividend 311.66, Cum 31 Mar-16, ex 01 Apr-16
Economic Calendar:
• data Retail Sales Jerman bulan Pebruari 2016
• pidato gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney
• data jumlah pencari kerja di Jerman bulan Maret 2016
• data Gross Domestic Product (GDP) Inggris kwartal ke 4 tahun 2015 (Final)
• data Current Account Inggris kwartal ke 4 tahun 2015
• data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan Maret 2016
• data Jobless Claims AS per 25 Maret 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Indofood Sukses Makmur (INDF) meningkatkan kepemilikan saham pada perusahaan kebun milik Grup Salim PT Salim Invomas Pratama Tbk. sebanyak 991.400 lembar saham. Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham emiten bersaham INDF itu meningkat menjadi 1.035.306.400 lembar saham atau sekitar 6,68% dari jumlah saham beredar SIMP.
Jasa Marga (JMR) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp13 triliun untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2016. Obligasi menjadi salah satu pilihan korporasi untuk mendapatkan pendanaan dalam rangka membiayai belanja modal yang mencapai Rp13,8 triliun tahun ini. Pada tahun 2016 perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp13,89 triliun, meningkat dibanding tahun 2015 yang hanya sekitar Rp4,15 triliun. Belanja modal akan dialokasikan untuk pembangunan jalan tol baru senilai Rp11,34 triliun, dan untuk keperluan operasional perusahaan sekitar Rp1,3 triliun dan selebihnya untuk keperluan operasi lainnya.
Link net (LINK) telah menerima fasilitas leasing dari PT Century Tokyo Leasing Indonesia pada 28 Maret 2016. Jumlah fasilitas sebesar US$10.000.000 untuk jangka waktu lima tahun. Saham LINK kemarin ditutup di level Rp4135 per lembar naik Rp190 per lembar saham. Fasilitas itu diterima berdasarkan perjanjian induk pembiayaan investasi dan perjanjian pendukung lainnya.
Aset perkantoran Bumi Serpong Damai (BSDE) dinilai paling siap dilepas untuk menjadi underlying dana investasi real estate (DIRE) karena sudah mencapai tingkat valuasi yang menguntungkan serta pendapatan sewa yang relative stabil. Perusahaan tertarik melepas aset ke dalam struktur DIRE menyusul pemberian diskon pajak oleh pemerintah di instrmen DIRE. Saat ini, BSDE memiliki sejumlah aset perkantoran yang tersebar di Medan, Jakarta, Tangerang dan Surabaya. Hingga 2015, pendapatan sewa dari property investasi mencapai Rp722,19 miliar, tumbuh 24,31% secara tahunan. BSDE juga membukukan pendapatan dari pengolahan gedung sejumlah Rp258,21 miliar, atau naik 4%.
Ramayana Lestari Sentosa (RALS) alami penurunan pendapatan per Desember 2015 menjadi Rp5,53 triliun dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp5,86 triliun. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp336,05 miliar turun dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp355,66 miliar. Sedangkan total aset per Desember 2015 mencapai Rp4,57 triliun naik tipis dari total aset per Desember 2014 yang Rp4,56 triliun.
Jasa Marga (JSMR) berencana melepas 10% saham milik pemerintah kepada investor publik untuk tambahan modal perseroan apabila tidak diberikan penyertaan modal negara (PMN) pada 2016. Dengan pelepasan tersebut, JSMR berpotensi mendapatkan Rp 8 triliun. Penambahan modal tersebut diperlukan untuk menopang sejumlah proyek jalan tol yang diincar seperti ruas Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung dan Pandaan-Malang.
Jasa Marga (JSMR) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 13,89 triliun di tahun 2016, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,15 triliun. Dana tersebut paling besar akan diperuntukkan untuk mendukung bisnis perusahaan, seperti pembangunan jalan tol baru sejumlah Rp 11,34 triliun dan sisanya untuk operasional sejumlah Rp 1,3 triliun. Pada 2016, perseroan menargetkan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi dapat mencapai Rp 8,66 triliun atau tumbuh 13,5% YoY. Pendapatan tersebut didukung oleh pertumbuhan volume lalu lintas sebesar 2,25% YoY menjadi 1,41 miliar kendaraan yang melintas.
Bumi Serpong Damai (BSDE) menyiapkan belanja modal Rp 4 triliun pada tahun ini untuk ekspansi penambahan lahan, pembangunan infrastruktur kawasan, dan pembangunan proyek-proyek properti. Untuk akuisisi lahan, perseroan akan memprioritaskan pembebasan lahan di wilayah yang sudah mendapat izin lokasi. Pada April 2016, BSDE akan meluncurkan proyek apartemen The Element yang berlokasi di kawasan Rasuna Said. Perseroan akan membangun dua menara apartemen dengan harga Rp 45 juta per m2. Selain itu, BSDE juga akan merilis proyek Aerium di Jakarta Barat. Perseroan akan membangun dua menara apartemen dengan harga mulai dari Rp 30 juta per m2. Sementara itu, di Surabaya, BSDE akan membangun dua menara apartemen di bilang Jagir. Perseroan juga akan mengembangkan lahan seluas 5,4 ha menjadi superblok di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Dari empat proyek ini, BSDE menargetkan marketing sales sebesar Rp 1,3 triliun. Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan marketing sales Rp 6,8 triliun atau sama dengan realisasi tahun lalu. Kontribusi dari BSD City tetap akan mendominasi yaitu sebesar 65%.
Bumi Serpong Damai (BSDE) memproyeksi tahap konstruksi tol Serpong-Balaraja dapat dimulai pada kuartal III-2016. Konsorsium yang dipimpin perseroan juga tengah menjajaki pinjaman dari perbankan lokal untuk mendanai proyek tol sepanjang 30 km. Porsi saham BSDE di konsorsium tersebut mencapai 50%. Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun ruas tol tersebut mencapai Rp 6,03 triliun.
Sri Rejeki Isman (SRIL) menargetkan pertumbuhan pendapatan 8-10% tahun ini. Perseroan juga menargetkan pasar ekspor baru dapat berkontribusi 2-4% dari pendapatan. Pada tahun ini, SRIL mengalokasikan anggaran belanja modal senilai USD 50 juta. Perseroan membatalkan emisi obligasi global hingga USD 420 juta untuk refinancing tahun ini karena ditundanya proyek pembangkit listrik.
Bank Permata (BNLI) akan melakukan rights issue sebanyak-banyaknya 21,2 miliar saham kelas B, dengan nilai nominal Rp 125 per saham. Cum right di pasar reguler pada 17 Mei 2016. Periode perdagangan HMETD pada 24-30 Mei 2016. Dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk memperkokoh struktur permodalan perseroan dan seluruhnya akan digunakan untuk membiayai peningkatan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha.
Bank OCBC NISP (NISP) menargetkan penghimpunan dana senilai Rp 2 triliun dari penerbitan obligasi berkelanjutan II pada tahap pertama. Penerbitan obligasi tersebut ditujukan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan guna mendukung pertumbuhan bisnis. Seluruhnya akan digunakan untuk penyaluran kredit modal kerja.
Dharma Satya Nusantara (DSNG) membukukan pendapatan bersih tahun 2015 sebesar Rp 4,43 triliun atau turun sebesar 9,7% dibandingkan tahun 2014 yang mencapai Rp 4,90 triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) sepanjang tahun 2015 lalu. Penurunan harga CPO dan pendapatan bersih tersebut mengakibatkan perolehan EBITDA Perseroan yang lebih rendah pada tahun 2015. Perusahaan membukukan EBITDA sebesar Rp 1,03 triliun pada tahun 2015, turun sekitar 22,4% dari tahun 2014.
Agung Podomoro (APLN) membukukan penurunan laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp808,95 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp851,79 miliar. Padahal, penjualan usaha naik menjadi Rp5,97 triliun dari penjualan usaha tahun sebelumnya yang Rp5,29 triliun.
Penjualan bersih Fajar Surya Wisesa (FASW) mengalami penurunan per Desember 2015 menjadi Rp4,95 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya meraih penjualan bersih Rp5,45 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp308,89 miliar dibandingkan periode sama yang membukukan laba bersih Rp91,50 miliar di tahun 2014.
Sat Nusapersada (PTSN) membukukan laba sebesar US$108,61 ribu di tahun 2015 lalu dibandingkan rugi sebesar US$2,80 juta di tahun 2014. Perolehan laba tersebut seiring adanya akun manfaat pajak pada tahun lalu. Sisi operasional lainnya, pendapatan turun menjadi US$86,14 juta dari pendapatan tahun sebelumnay US$112,99 juta.
MNC Kapital (KPIG) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 41,05% per Desember 2015 menjadi Rp228,24 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang Rp387,18 miliar. Sedangkan pendapatan usaha naik mejadi Rp1,13 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp1,01 triliun.
Sekar Laut (SKLT) meraih pendapatan sebesar Rp745,10 miliar per Desember 2015 naik dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang Rp681,42 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut, mendorong laba bersih naik menjadi Rp20,41 miliar dari laba bersih tahun sebelumnya yang Rp17,33 miliar.
Tifa Finance (TIFA) membukukan penurunan laba bersih menjadi Rp20,06 miliar per Desember 2015 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp36,30 miliar. Penurunan laba disebabkan pendapatan turun menjadi Rp164,85 miliar dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp167,48 miliar.
Asahimas Flat Glass (AMFG) meraih penjualan sebesar Rp3,66 triliun per Desember 2015 turun tipis dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp3,67 triliun. Penurunan pendapatan tersebut mengakibatkan laba bersih turun menjadi Rp341,34 miliar dari laba bersih tahun sebelumnya Rp464,15 miliar.
Ramayana Lestari Sentosa (RALS) membukukan penurunan pendapatan per Desember 2015 menjadi Rp5,53 triliun dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang Rp5,86 triliun. Akibatnya laba bersih diraih Rp336,05 miliar turun dari laba bersih tahun sebelumnya yang Rp355,66 miliar.
Pan Brothers (PBRX) mencatatkan alami penurunan laba bersih sebesar 1,95% hingga Desember 2015 menjadi US$9,38 juta dibandingkan laba bersih di periode sama tahun sebelumnya US$9,57 juta. Penjualan bersih padahal meningkat menjadi US$418,57 juta dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang US$338,53 juta.
MNC Kapital Indonesia (BCAP) membukukan pendapatan sebesar Rp1,28 triliun di tahun 2015 naik dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp976 miliar. Sedangkan dari sisi bottom line, tercatat perseroan membukukan rugi bersih tercatat Rp38,33 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya meraih laba bersih sebesar Rp29,34 miliar.
Mayora Indah (MYOR) mencatatkan kenaikan laba bersih lebih dari 200% per Desember 2015 menjadi Rp1,22 triliun dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp403,43 miliar. Sementara itu, penjualan bersih naik tipis menjadi Rp14,81 triliun dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp14,16 triliun.
Hingga kuartal I 2016 Wijaya Karya Beton (WTON) membukukan total kontrak baru sebesar Rp 2,6 triliun. Kontrak baru ini sudah termasuk carry over kontrak tahun 2015 sebesar Rp 1,6 triliun, sehingga kontrak baru sebesar Rp 1 triliun. Kontrak baru hingga Maret 2016 mencapai Rp 1 triliun. Sekitar 55% kontrak baru merupakan proyek infrastruktur pemerintah dan 45% dari proyek swasta seperti pembangunan gedung dan lain-lain. Kontrak baru Rp 1 triliun tersebut diperoleh dari beberapa proyek, salah satunya proyek kereta api elevated di Medan, Sumatera Utara, proyek swasta di Jatim untuk membangun apartemen, proyek kelistrikan di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Selain itu perseroan juga memperoleh proyek pengerjaan tanggul raksasa atau pengaman pantai di Jakarta. Wika Beton menargetkan perolehan kontrak baru sepanjang tahun 2016 sebesar Rp 4,3 triliun, termasuk carry over kontrak Rp 1,72 triliun di tahun 2015. WTON menargetkan penjualan tahun 2016 sebesar Rp 4 triliun dan laba bersih Rp 301 miliar. 
Semen Indonesia (SMGR) siap mendukung pembangunan nasional, sebab saat ini produksi Semen Indonesia mencapai sekitar 90 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional masih sekitar 60 juta ton, sehingga masih over suplai atau melebihi kebutuhan nasional. Secara nasional komsumsi semen pada tahun 2015 mencapai 62 juta ton, atau tumbuh sebesar 2% dibanding tahun 2014. Pertumbuhan itu diakibatkan gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah pada tahun 2015, sehingga meningkatkan konsumsi semen. Dengan meningkatnya konsumsi tersebut Indonesia menjadi pasar semen yang menjanjikan bagi dunia, apalagi proyek infrastruktur dalam empat tahun ke depan direncanakan juga akan terus bergulir.
PT Medco E&P Malaka, anak usaha Medco Energi Internasional (MEDC), menandatangani kontrak pembangunan EPC (engineering, procurement, and construction) proyek gas di Blok A, Provinsi Aceh senilai USD 240 juta dengan konsorsium PT JGC Indonesia dan PT Encona Inti Industri. Gas bumi produksi pertama Blok A akan dimulai pada kuartal I 2018. Perjanjian jual beli gas (PJBG) telah ditandatangani Medco dengan PT Pertamina (Persero) pada Januari 2015. Sesuai PJBG, Medco akan memasok gas bumi ke PT Pertamina sebesar 58 British thermal unit (BBTU) per hari atau secara total mencapai 198 triliun BTU selama jangka waktu 13 tahun. Penandatanganan kontrak EPC tersebut merupakan fase pertama dari rencana pengembangan dan monetisasi cadangan Blok A, Aceh.
Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (BJBR) menandatangani perjanjian kerja sama dengan anak perusahaan dan perusahaan terelasi, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemprov Jabar terkait tata kelola perusahaan dan manajemen risiko. Perjanjian kerja sama dengan tata kelola dan pengelolaan risiko dilakukan Bank BJB dengan 10 direktur utama BPR yakni BPR Intan Jabar, BPR Karya Utama Jabar, BPR Cipatujah Jabar, BPR LPK Cimerak Ciamis.BPR Cianjur Jabar, BPR LPK Cigasong, BPR LPK Panyingkiran, BPT Cigambul, BPR LPK Banjaran dan BPR LPK Bekasi. Perjanjian itu dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Kuangan Nomor 18/POJK.03/2014 tentang tata kelola terintegrasi konglomerasi keuangan dan peraturan OJK Nomor 17/POJK.03/2014 tentang penerapan manajemen risiko terintegrasi bagi konglomerasi keuangan.
Bank Mitraniaga (NAGA) mencatat laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 11,09 miliar, naik dari Rp 6,20 miliar di tahun 2014. Pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp 48,74 miliar dari sebelumnya Rp 32,02 miliar. Laba operasional naik menjadi Rp 14,58 miliar dari sebelumnya Rp 8,43 miliar dan laba sebelum pajak tercatat Rp 14,58 miliar sebelumnya Rp 8,82 miliar. 
Indonesia Transport & Infrastructure (IATA) meraih pendapatan usaha tahun 2015 sebesar USD 17,17 juta dari sebelumnya USD 23,57 juta. Rugi sebelum pajak tercatat USD 12,73 juta naik dari rugi sebelum pajak tahun 2014 yang sebesar USD 3,26 juta dan rugi bersih tercatat USD 11,09 juta naik dari rugi bersih tahun 2014 sebesar USD 3,61 juta.
Dharma Samudera (DSFI) membukukan kenaikan laba bersih tahun 2015 menjadi Rp 13,54 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 11,89 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 557,25 miliar dari sebelumnya Rp 450,59 miliar.
Golden Retailindo (GOLD) membukukan kerugian sebesar Rp 4,33 miliar per Desember 2015 dibandingkan laba bersih Rp 3 miliar di tahun 2014. Pendapatan naik menjadi Rp 53,38 miliar dari sebelumnya Rp 45,96 miliar.
Sona Topas Tourism (SONA) membukukan penurunan laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp 36,87 miliar dari sebelumnya Rp 107,85 miliar. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 1,43 triliun dari sebelumnya Rp 1,22 triliun.
Pelayaran Nelly Dwi Putri (NELY) mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 28,42 miliar per Desember 2015 dibandingkan sebelumnya Rp 23,46 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 192,72 miliar dari sebelumnya Rp 219,32 miliar.
Laba bersih Tunas Alfin (TALF) per Desember 2015 turun 41,75% menjadi Rp 33,71 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 57,88 miliar. Penjualan neto turun menjadi Rp 476,38 miliar dari sebelumnya Rp 558,08 miliar.
Laba bersih Inter Delta (INTD) per Desember 2015 turun menjadi Rp 2,51 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 3,55 miliar. Penjualan bersih turun menjadi Rp 85,86 miliar dari sebelumnya Rp 93,82 miliar.
Laba bersih Metropolitan Kentjana (MKPI) tahun 2015 naik 103% menjadi Rp 889,62 miliar atau Rp 943,31 per saham dibandingkan sebelumnya Rp 437,86 miliar atau Rp 456,75 per saham. Pendapatan naik menjadi Rp 2,09 triliun dari sebelumnya Rp 1,15 triliun.
Buana Finance (BBLD) mencatatkan pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 548,66 miliar atau turun dibandingkan sebelumnya Rp 601,79 miliar. Laba sebelum pajak menjadi Rp 149,05 miliar.
Ekadharma International (EKAD) membukukan kenaikan laba bersih tahun 2015 sebesar 17%, menjadi Rp 47,14 miliar atau Rp 67 per saham dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 40,27 miliar atau Rp 58 per saham. Penjualan bersih naik menjadi Rp 531,54 miliar dari sebelumnya Rp 526,57 miliar.
Victoria Insurance (VINS) mencatatkan kenaikan laba di tahun 2015 menjadi Rp 16,97 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 8,29 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 34,22 miliar dari sebelumnya Rp 18,57 miliar.
Nippon Sari Roti (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih tahun 2015 sebesar 43,40% menjadi Rp 270,54 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 188,65 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 2,17 triliun dari sebelumnya Rp 1,88 triliun.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured