Everyone Can Trade

JustForex

Senin, 01 Agustus 2016

Forex Market Review 01Agustus16

Reserve Bank of Australia, Bank of England, Data Ketenagakerjaan Amerika Serikat

Rangkaian rapat bank sentral akan berakhir pekan ini. Rapat Reserve Bank of Australia (RBA) dan Bank of England (BoE) diprediksi akan memotong suku bunga, berbeda dengansejumlah rapat pekan lalu termasuk rapat Bank of Japan yang tidak menghasilkankebijakan apa pun. Peristiwa besar lainnya pekan ini, seperti pekan pertama setiap bulan, adalah rilis data ketenagakerjaan non pertanian (NFP) Amerika Serikat diprediksi kembali ke level yang lebih normal dibandingkan level Juni yang luar biasa tinggi. Kita juga akan mengetahuiPMI final bulan Juli termasuk PMI dari China. Selain rilis data, peserta pasar juga akan memantau harga minyak.

RBA sangat diprediksiakan memotong suku bunga lagi.Alasannya sederhana:  pada rapat terakhir RBA, Gubernur RBA Stevens mengakhiri pernyataannya dengan perkataan, "Informasi lebih lanjut selama periode mendatang akan memungkinkan Dewan untuk menyempurnakan penilaiannya tentang prospek pertumbuhan dan inflasi serta menyesuaikan posisi kebijakan yang paling tepat". Kalimat ini mengindikasikan bahwa perubahan kebijakan dapat terjadi. "Informasi lebih lanjut" ini ternyata muncul sekitar satu pekan setelahnya, saat data inflasi headline kuartal 2 dilaporkan semakin merosot pada basis YoY. Pasar menetapkan probabilitas 67% akan ada pemotongan suku bunga pekan ini. Selain itu, 20 dari 25 analis yang disurvei Bloomberg pun memprediksi demikian. Peluang tersebut cukup besar namun belum mutlak, artinya AUD mungkin agakmelemah apabila suku bunga dipotong.

 

Langkah BoE berikutnya lebih sulit diterka. Tidak ada keraguan bahwa BoE akan mengambil langkah mengingat serangkaian data pasca Brexit membuat salah satu dari dua anggota hawkish BoE (Martin Weale) berubah pikiran dan mendukung stimulus langsung. Pasar memperkirakan probabilitas 100% akan ada pemotongan suku bunga, dan sebagian besar ekonom memprediksi pemangkasan 25 bps menjadi 0.25%. Pasar memperkirakan SONIA (suku bunga overnight Sterling) akan turun 10 bps hingga Maret mendatang. Program pembelian aset lebih banyak menjadi perdebatan:  walaupun sebagian besar ekonom memprediksi bahwa program ini tidak akan berubah di level 275 miliar, sebagian lainnya memprediksi peningkatan hingga 525 miliar. Pemotongan suku bunga dan tidak adanyaperubahan program pembelian aset sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar; perlu kejutan lebih dari itu untuk dapat menyebabkan GBP melemah.

 

Data ketenagakerjaan non pertanian AS diprediksi kembali mendekati rata-rata bergerak 6 bulan (prediksi 175k vs rata-rata 172k). Level ini sesuai dengan prediksi laporan ADP hari Rabu yaitu 170k. Angka tersebut meningkat dari rata-rata April-Juni yaitu 147k sehingga menggambarkan bahwa pasar tenaga kerja menguat - sebuah fakta yang sesuai dengan pernyataan terkini FOMC bahwa "pasar tenaga kerja telah menguat". Hal ini dapat menyebabkan pemulihan ekspektasi Fed dan memperkuat USD.

 

Selain sejumlah peristiwa di atas, sorotan utama lainnya adalah data PMI final Juni, termasuk PMI China yang dirilis hari ini, baik versi resmi maupun Caixin. Indeks manufaktur ISM sepertinya akan menjadi rilis yang paling penting. Data PDB kuartal 2 Amerika Serikat jauh lebih lemah dari ekspektasi sehingga pasar menunggu sinyal kekuatan ekonomi AS untuk menentukan pendapat apakah Fed akan mendongkrak suku bunga AS tahun ini. Indeks manufaktur ISM hari ini diprediksi tidak berubah sementara indeks prices paid diprediksi sedikit meningkat. Perubahan ini mungkin tidak cukup untuk memengaruhi pandangan tentang FOMC sehingga dapat berdampak negatif untuk USD.

 

PMI final biasanya tidak terlalu memengaruhi pasar, namun revisi terhadapp PMI manufaktur Inggris final hari ini atau PMI sektor jasa hari Rabu akan sangat diperhatikan. Selain itu, PMI konstruksi Inggris dirilis hari Selasa dan diprediksi akan anjlok ke 44.0 dari level bulan lalu yang sudah rendah yaitu 46.0. Apabila demikian, GBP dapat semakin melemah.

 

 Selain rilis data, pasar juga memantau harga minyak.Sektor energi telah menjadi beban tersendiri untuk saham global. Sektor minyak S&P 500 merosot sekitar 2% di bulan Juli walaupun pasar secara keseluruhan menguat 3.6%. Brent mencapai level tertinggi $52.51 di awal Juni, namun merosot $10 atau 19% dalam dua bulan saja. Penurunan 20% akan membuat pasar minyak dianggap sebagai pasar bearish. Penurunan harga minyak di bawah $40 akan memicu keraguan tentang ekonomi dan menghapus harapan bahwa inflasi dapat segera pulih ke level normal. CAD dapat terpengaruh negatif apabila harga minyak semakin merosot.


 

 

 

 

Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured