BoJ MENGECEWAKAN PASAR; JPY MENGUAT Bank of Japan hanya mengeluarkan langkah kecil pada rapat pagi ini antara lain BoJ meningkatkan pembelian ETF dan menggandakan nilai program kredit USD, sementara program utamanya --suku bunga & target basis moneter-- tidak berubah, sesuai prediksi. AKIBATNYA, JPY MENGUAT karena sebagian besar analis (namun bukan FXPRIMUS!) mengharapkan stimulus lebih besar. BoJ mengakui bahwa ada risiko bahwa target inflasi 2% tidak akan tercapai dalam periode target bank sentral ini (bukankah ini berita lama? Jepang tidak pernah mencapai inflasi 2% sejak 1992, kecuali setelah peningkatan tarif pajak) dan meminta "peninjauan komprehensif" akan dampak program pelonggaran untuk dibahas pada rapat berikutnya di tanggal 21 September. Menurut saya, BoJ sudah hampir kehabisan langkah berkaitan dengan kebijakan moneter. Karena itu, USD/JPY berpotensi tertekan (dengan kata lain, JPY menguat).
USD TERUS MELEMAH sebagai dampak rapat FOMC dan indikator AS yang mengecewakan (defisit perdagangan Juni melebar, indeks manufaktur Kansas City Fed negatif)
HARGA MINYAK ANJLOK karena beberapa terminal minyak terbesar Libya akan kembali dibuka setelah pemerintah Libya berhasil mengatasi perseteruan dengan pihak pemberontak. Produksi Libya merosot dari 1.6 juta barel per hari sebelum perang saudara menjadi hanya 320 ribu barel per hari saat ini. CAD, sejumlah mata uang komoditas lainnya melemah.
HARI INI: Data pengangguran, IHK, PDB Q2 Uni Eropa, PDB Q2, indeks biaya tenaga kerja AS, PMI Chicago, PDB Mei Kanada
USD TERUS MELEMAH sebagai dampak rapat FOMC dan indikator AS yang mengecewakan (defisit perdagangan Juni melebar, indeks manufaktur Kansas City Fed negatif)
HARGA MINYAK ANJLOK karena beberapa terminal minyak terbesar Libya akan kembali dibuka setelah pemerintah Libya berhasil mengatasi perseteruan dengan pihak pemberontak. Produksi Libya merosot dari 1.6 juta barel per hari sebelum perang saudara menjadi hanya 320 ribu barel per hari saat ini. CAD, sejumlah mata uang komoditas lainnya melemah.
HARI INI: Data pengangguran, IHK, PDB Q2 Uni Eropa, PDB Q2, indeks biaya tenaga kerja AS, PMI Chicago, PDB Mei Kanada











0 comments:
Posting Komentar