Rapat FOMC, Rapat BoJ, PDB Inggris, Uni Eropa & AS Kuartal 2, Inflasi Inggris
Setelah Brexit, sebagian bank sentral menuruti petuahTzu, pendiri Taoisme, yang berbunyi "dengan berdiam diri, segalanya akan tertangani."Inilah sikap yang diambil Bank of England dua pekan lalu, ECB pekan lalu, dan sepertinya akan dilakukan pula oleh Fed dan Bank of Japan pekan ini. Semakin besar reli pasar dan semakin surut gejolak pasca Brexit, bank sentral semakin tidak perlu tergesa-gesa mengambil tindakan.
Indeks VIX - yang dianggap sebagai "tolok ukur rasa takut" - telah merosot tajam sejak voting Brexit,turun menjadi kurang dari setengah level pada hari setelah voting dan level terendah sejak Agustus 2014. Gonjang-ganjing yang dikhawatirkan akan terjadi ternyata tidak menjadi kenyataan - atau setidaknya belum - jadi para pengambil keputusan mungkin tidak merasa ada desakan untuk mengambil langkah darurat. Bank of England menunggu data proyeksi terbaru bulan depan untuk mengambil langkah berikutnya, dan jika BoE saja bisa menunggu, maka bank sentral lainnya pun seharusnya bisa. Presiden ECB Mario Draghi terlihat lebih khawatir tentang perbankan Italia dibandingkan Brexit.
Pengecualian dalam hal ini mungkin adalah Bank of Japan yang langkah berikutnya masih sangat dipertanyakan.Mengingat IHK Jepang terus menampilkan deflasi, janji BoJ untuk mengembalikan inflasi ke level 2% "secepat mungkin" mulai terdengar sebagai janji kosong. Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan akan kemampuan BoJ untuk memenuhi target itu. Oleh sebab itu, sejumlah analis memprediksi BoJ akan meningkatkan stimulus pada rapat hari Jumat ini, mungkin dengan meningkatkan pembelian obligasi pemerintah Jepang atau ETF dan/atau dengan memotong suku bunga menjadi semakin negatif. Saya pribadi menduga bahwa BoJ mungkin tidak akan mengambil langkah apa pun mengingat penghindaran risiko mulai berkurang dan USD/JPY menguat.Jika demikian, USD/JPY berpotensi melemah.
Sehubungan dengan Fed, pasar memperkirakan bahwa tidak akan ada perubahan suku bungabaik turun maupun naik. Tidak ada konferensi pers setelah rapat ini, jadi kita hanya bisa mengandalkan pernyataan FOMC (dan notulen rapat). Poin utama rapat ini antara lain bagaimana pulihnya jumlah tenaga kerja di bulan Juni memengaruhi pandangan FOMC tentang pasar tenaga kerja, dan apakah FOMC akan terus "memantau dengan cermat... perkembangan ekonomi dan finansial global mengingat Brexit telah berlalu dan volatilitas pun sudah reda
Topik penting lain pekan ini adalah data PDB awal kuartal 2 dari Inggris di hari Rabu dan dari Uni Eropa dan AS di hari Jumat. Karena data PDB ini pra-Brexit, maka data ini sangat mungkin dianggap usang. PDB Inggris khususnya akan diabaikan karena diprediksi menampilkan akselerasi pertumbuhan. PDB Uni Eropa diprediksi menampilkan bahwa pertumbuhan merosot, sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter pada rapat ECB September ini mungkin akan meningkat. Dampaknya negatif untuk EUR. Sebaliknya, data PDB AS diprediksi menampilkan pemulihan ke level pertumbuhan di atas 2% sehingga mendukung pengetatan kebijakan moneter Fed. Dampaknya positif untuk USD. Sayangnya ada satu masalah. Deflator belanja konsumsi personal (PCE) intiAS, tolok ukur inflasi utama Fed, diprediksi menampilkan bahwa inflasi melambat. Dampaknya negatif untuk USD.
Indikator penting AS lainnya yang diumumkan pekan ini adalah indeks manufaktur Dallas & Richmond Fed, Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board, penjualan rumah baru, dan barang tahan lama.
Seperti biasa, banyak data penting Jepang yang dirilis pada pekan terakhir dalam setiap bulan. Rilis terpenting adalah Indeks Harga Konsumen Jepang yang diprediksi menampilkan bahwa deflasi nasional terus berlanjut. Dampak dari seluruh data Jepang ini kemungkinan tidak besar karena akan terhalangi oleh reaksi pasar terhadap rapat BoJ.
Seperti biasa, banyak data penting Jepang yang dirilis pada pekan terakhir dalam setiap bulan. Rilis terpenting adalah Indeks Harga Konsumen Jepang yang diprediksi menampilkan bahwa deflasi nasional terus berlanjut. Dampak dari seluruh data Jepang ini kemungkinan tidak besar karena akan terhalangi oleh reaksi pasar terhadap rapat BoJ.
Dari Zona Euro, indeks Ifo Jerman yang dirilis hari ini diprediksi melemah. Ini tidak mengejutkan mengingat indeks ZEW pekan lalu juga anjlok dan PMI manufaktur bulan Juli pun memburuk.
Pasar akan memantau rilis datainflasi Jerman di hari Kamis ini untuk melihat apakah laju inflasi sedikit meningkat sesuai ekspektasi. Ini dapat berdampak positif untuk Euro. IHK Uni Eropa di hari Jumat juga diprediksi mengalami sedikit akselerasi.











0 comments:
Posting Komentar