Everyone Can Trade

JustForex

Rabu, 18 Mei 2016

View Market IHSG 18Mei16

Prediksi IHSG;
Pasca data ekonomi April yang mengecewakan, pemerintah Cina akan mendorong reformasi di bidang pasokan dan meningkatkan jumlah pekerja berpenghasilan menengah dan meningkatkan langkah reformasi struktural dan finansial. Hal itu memunculkan spekulasi Cina pesimistis akan mengucurkan stimulus moneter lanjutan Kekhawatiran bahwa Cina tidak akan memberi stimulus moneter dapat menekan bursa saham Cina lebih lanjut.  Pekan ini investor juga mencermati pertemuan menteri keuangan dan bank sentral negara G7 di Jepang pada 19-20 Mei 2016.  Pertemuan G7 itu akan membahas devaluasi mata uang, menyusul pernyataan Jepang yang akan mengintervensi pasar untuk meredam kenaikan Yen terhadap US dolar. Pelaku pasar saham Indonesia diperkirakan wait and see menanti sejumlah data ekonomi global, namun tetap menyikapi perkembangan yang terjadi pasar global, terutama pasar Asia yang cenderung melemah hari ini. Bersanding potensi pasar Asia tersebut, IHSG diperkirakan rawan terkoreksi.

Perspektif tenikal
Support Level : 4716/4703/4688
Resistance Level : 4744/4758/4772
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

ADHI: Trading Buy
 Close 6325, TP 6450
 Boleh buy di level 6275-6325
 Resistance di 6450 & support di 6200
 Waspadai jika tembus di 6200
 Batasi resiko di 6100

ADHI: Trading Buy
 Close 2560, TP 2600
 Boleh buy di level  2540-2560
 Resistance di 2600 & support di 2510
 Waspadai jika tembus di 2510
 Batasi resiko di 2490

ICBP : Trading Buy
 Close 15900, TP 16100
 Boleh buy di level  15800-15900
 Resistance di 16100 & support di 15550
 Waspadai jika tembus di 15550
 Batasi resiko di 15450

INAF:  Trading Buy
 Close 950, TP 1000
 Boleh buy di level  930-950
 Resistance di 1000 & support di 900
 Waspadai jika tembus di 900
 Batasi resiko di 880

ELSA:  Trading Buy
 Close 515, TP 535
 Boleh buy di level  505-515
 Resistance di 535 & support di 500
 Waspadai jika tembus di 500
 Batasi resiko di 490

ISSP:  Trading Buy
 Close 242, TP 250
 Boleh buy di level  240-242
 Resistance di 250 & support di 236
 Waspadai jika tembus di 236
 Batasi resiko di 233

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
AALI, PTBA, ADRO, ASII, SMGR, WTON

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 17-May-16
 Crude Oil-(barel) US$47.77  (0.05)
 Gold-(troy oz) US$1,270.41  (-3.79)
 Nickel-(ton) US$8,720.00  (80.00)
 Tin-(ton) US$16,905.00  (250.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.65  (-11.75)
 CPO Mal/ton* MYR2,658.50 (16.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,295.00 (-15.00)
*running

Agenda hari ini  - Rabu, 18 Mei 2016
RUPSLB
• RAJA - RUPST
• SCMA - RUPST
• ADMF - RUPST
• GDYR - RUPST

Dividen
• INTP, cash dividend 415.00, cum 17 May-16, ex 18 May-16
• APII, cash dividend 2.83, cum 17 May-16, ex 18 May-16
• DMAS, cash dividend 11.00, cum 18 May-16, ex 19 May-16
• PBRX, cash dividend 2.00, cum 18 May-16, ex 19 May-16

Economic Calendar:
• data Preliminary GDP Jepang kwartal pertama tahun 2016
• indeks upah rata-rata di Inggris bulan Maret 2016 (3m/y)
• data Jobless Claims Inggris bulan April 2016
• data tingkat pengangguran di Inggris bulan Maret 2016
• data CPI kawasan Euro bulan April 2016 (Final)
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 13 Mei 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Ciputra Development (CTRA) berencana meminta persetujuan pemegang sahamnya untuk membagikan dividen saham pada 15 juni mendatang. Rencananya perseroan akan membagikan dividen saham dengan melakukan pengeluaran saham baru dari portepel sebesar-besarnya Rp128.37 miliar. Selain itu juga akan dikeluarkan dividen interim yang semata-mata untuk digunakan pembayaran atas pajak yang timbul akibat pembagian dividen saham.

Ciputra Property (CTRP) berencana melakukan pembagian dividen saham. CTRP akan mengeluarkan dividen saham dengan cara melakukan pengeluaran saham baru dari portepel sebesar Rp32,75 miliar. cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 12-13 Juli 2016 dan di pasar tunai 15 - 18 Juli 2016 dengan pembagian dividen saham pada 26 Juli 2016.

Ciputra Surya (CTRS) berencana melakukan pembagian dividen saham. berencana mengeluarkan saham baru dari portepel sebesar maksimal Rp59,7 miliar. Untuk cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 12-13 Juli 2016 dan di pasar tunai 15 - 18 Juli 2016 dengan pembagian dividen saham pada 26 Juli 2016.

Semen Indonesia (SMGR) berencana menarik pinjaman perbankan senilai Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun untuk berbagai keperluan perseroan pada 2016. Perseroan telah menarik pinjaman senilai Rp300 miliar untuk pembangunan pabrik Indarung VI, Sumatra Barat pada 2016.

Metropolitan Kentjana (MKPI) dan Plaza Indonesia (PLIN) memproyeksikan kenaikan tarif sewa mal akan terbatas di bawah 15%. Hal tersebut menyusul tingkat konsumsi masyarakat yang belum pulih seiring dengan laju ekonomi yang masih melambat. Kenaikan tarif sewa pusat perbelanjaan tahun ini hanya diberlakukan untuk penyewa atau tenant yang memperpanjang masa kontrak.

Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) berencana mengoperasikan gudang sewa pada Juli 2016. Operasional dari gudang sewa diharapkan dapat mendorong pendapatan berulang atau recurring income dalam jangka panjang. Luas area sewa bersih gudang yang akan diluncurkan mencapai 25.000 meter persegi.

Nusantara Infrastructure (META) membukukan kenaikan laba bersih triwulan I 2016 sebesar 40,24% menjadi Rp36,98 miliar jika dibandingkan dengan laba bersih yang diraih periode sama tahun sebelumnya Rp26,37 miliar. Pendapatan meningkat menjadi Rp162,87 miliar dari pendapatan triwulan tahun lalu yang Rp129,47 miliar.

Tifa Finance (TIFA) kembali meraih fasilitas pinjaman dari salah satu bank BUMN di Indonesia guna menjalankan kegiatan usaha. Pinjaman kredit untuk modal kerja ini diperoleh sebesar Rp150 miliar. Sebelumnya, perseroan juga melaporkan telah meraih kredit dari Bank Danamon Indonesia sebesar Rp25 miliar.

Delta Djakarta (DLTA) membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar 50,4 persen untuk Tahun Buku 2015 atau sekitar Rp97 miliar dari total laba bersih yang didistribusikan. Pembagian dividen tersebut setara dengan Rp120 per lembar saham atau sama dengan yang diberikan pada tahun lalu.

Smartfren Telecom (FREN) pada 13 Mei 2016 telah memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk kepentingan anak perusahaan yaitu PT Smart Telecom (Smartel). Jaminan perusahaan ini diberikan sebagai dukungan untuk Smartel dalam melaksanakan perjanjian pinjaman dengan China Development Bank Corporation (CDB) dengan nilai USD 200.000.000 untuk periode 4 tahun. Pinjaman itu akan digunakan oleh Smartel dan anak perusahaan sebagai tambahan modal kerja, yakni pembelian telepon genggam dan peralatan komunikasi nirkabel lainnya.

Eratex Djaja (ERTX) menargetkan pendapatan tahun 2016 sebesar USD 70,50 juta atau meningkat dibandingkan tahun 2015 yang sebesar USD 69,18 juta. Laba usaha ditargetkan mencapai USD 5,69 juta di 2016 dari sebelumnya USD 6,11 juta. Laba bersih diperkirakan akan naik menjadi USD 4,85 juta dari laba bersih tahun 2015 yang sebesar USD 2,567 juta. Eratex merasa bisa mencapai target kenaikan laba disebabkan perubahan global bisnis garmen dari Cina ke negara-negara di Asia Tenggara.

Berlina (BRNA) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 325,28 juta saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan menargetkan dana sekitar Rp 250 miliar (sebelum dikurangi biaya emisi) melalui penerbitan saham baru tersebut. Harga pelaksanaan final HMETD akan ditentukan dewan komisaris perseroan. Rencana penambahan modal dengan HMETD akan berpengaruh terhadap pemegang saham, di mana pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk melakukan pembelian saham baru akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 30%. Rencana itu akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 23 Juni 2016.

Dharma Satya Nusantara (DSNG) telah mencapai kesepakatan bersyarat dengan perusahaan kelapa sawit dari Inggris, R.E.A Holdings Plc. DSN melalui anak usahanya, yaitu PT Swakarsa Sinarsentosa (SWA) bermaksud mengakuisisi anak usaha operasional utama REA di Indonesia, yakni PT REA Kaltim Plantations. SWA juga bermaksud untuk menyediakan pinjaman kepada REA Kaltim dan anak-anak usahanya sejumlah setara dengan 15/85 dari keseluruhan jumlah pokok pinjaman yang dipinjam oleh REA Kaltim dan anak-anak usahanya dari REA dan anak usaha yang seluruhnya dimiliki oleh REA Kaltim yakni R.E.A Services Limited. Selain itu DSN menyetujui sebelum 10 Juni 2016 akan memberikan pinjaman untuk REA Kaltim senilai USD 10 juta. DSN juga memiliki kemungkinan untuk meningkatkan kepemilikannya pada REA Kaltim sampai dengan maksimal 49% secara bertahap selama jangka waktu 5 tahun. Nilai akuisisi maupun potensi produksi dari akuisisi tergantung pada proses due diligence. Due diligence ditargetkan selesai paling lambat 31 Oktober 2016.

Dharma Satya Nusantara (DSNG) tidak menetapkan target yang agresif tahun 2016 ini karena dampak El Nino. Perusahaan hanya berharap produksi crude palm oil (CPO) tumbuh 5%-10% dari realisasi produksi sebanyak 407.000 ton pada tahun 2015. Per akhir kuartal I 2016, Dharma Satya Nusantara (DSNG) memiliki lahan tertanam seluas 90.288 ha, yang terdiri dari kebun inti 69.368 ha dan kebun plasma 20.920 ha. Rata-rata usia tanaman adalah 7,6 tahun. Pada kuartal I 2016, produksi tandan buah segar (TBS) DSNG turun 15,2% YoY menjadi 253.592 ton. Produksi CPO turun 7,6% menjadi 72.287 ton. Harga jual rata-rata CPO DSN turun menjadi Rp 6,49 juta per ton, dari Rp 7,78 juta per ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

RUPST Indo Acidatama (SRSN) memutuskan tidak membagi dividen dari laba tahun buku 2015. RUPS memutuskan untuk mengalokasikan laba tahun 2015 senilai Rp 16,04 miliar untuk memperkuat cadangan perseroan.

Penjualan Pyridam Farma (PYFA) pada kuartal I 2016 turun sekitar 5,05% menjadi Rp 53 miliar dari sebelumnya Rp 55,82 miliar. Penjualan lokal produk farmasi dan jasa maklon perseroan tercatat Rp 51 miliar, dari sebelumnya Rp 53,57 miliar. Penjualan produk dan alat kesehatan turun menjadi Rp 1,874 miliar dari sebelumnya Rp 1,878 miliar. Sementara penjualan ekspor produk farmasi turun hingga 66,36% menjadi Rp 124,71 juta dari sebelumnya Rp 370,77 juta. Laba bersih tahun berjalan perseroan turun 15,80% menjadi Rp 949,54 juta dari sebelumnya Rp 1,12 miliar.

Pakuwon Jati (PWON) mencatat pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk kuartal I 2016 sebesar 65,30% menjadi Rp 543,22 miliar dari sebelumnya Rp 328,62 miliar. Penjualan tercatat Rp 1,24 triliun atau tumbuh 6,9% dari Rp 1,16 triliun. Perseroan membukukan laba selisih kurs mata uang asing senilai Rp 85,45 miliar dari sebelumnya rugi selisih kurs senilai Rp 146,63 miliar.

Rimau Multi Putra Pratama (CMPP) membukukan pertumbuhan laba bersih 30,06% pada kuartal I 2016 menjadi Rp 3,52 miliar dari Rp 2,71 miliar. Pendapatan usaha tercatat Rp 33,82 miliar, naik 117% dari Rp 15,57 miliar per Maret 2015.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured