Prediksi IHSG;
BPS hari ini akan mengumumkan data inflasi bulan April 2016. Diperkirakan pada April 2016 akan terjadi deflasi 0,28% dan secara tahunan diperkirakan terjadi inflasi 3,81% YoY. Perdagangan di bursa saham pada pekan ini diperkirakan relatif sepi atau investor berhati-hati karena hari perdagangan bursa pada pekan ini pendek yaitu 3 hari bursa. Menjelang libur panjang akhir pekan ini ada potensi investor merealisasikan gain selama 3 hari perdagangan ini. Apalagi sebagian besar emiten telah merilis kinerja kuartal I 2016 dan sebagian telah terefleksi di pasar. Demikian pula dengan pengumuman Paket Kebijakan XII yang telah diumuman pekan lalu.
Perspektif tenikal
Secara teknis potensial terjadi up reversal bagi iHGS pada pekan ini terbuka, pasalnya leading indikator dari Stochastic dan MACD mengkonfirmasikan positif bagi pergerakan IHSG dengan terbentuk golden cross pattern. Namun, dari lagging indikator masih menkonfirmasikan negatif. Support level IHSG di 4787 dan resistance level di 4920.
Support Level : 4825/4812/4804
Resistance Level : 4846/4853/4867
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ASII: Trading Buy
Close 6725, TP 6975
Boleh buy di level 6675-6725
Resistance di 6800 & support di 6625
Waspadai jika tembus di 6625
Batasi resiko di 6575
UNTR: Trading Buy
Close 15000, TP 15150
Boleh buy di level 14750-15000
Resistance di 15150 & support di 14750
Waspadai jika tembus di 14750
Batasi resiko di 14650
KLBF : Trading Buy
Close 1375, TP 1390
Boleh buy di level 1360-1375
Resistance di 1390 & support di 1340
Waspadai jika tembus di 1340
Batasi resiko di 1330
ADHI: Trading Buy
Close 2675, TP 2690
Boleh buy di level 2665-2675
Resistance di 2690 & support di 2655
Waspadai jika tembus di 2655
Batasi resiko di 2645
WSKT: Trading Buy
Close 2345, TP 2360
Boleh buy di level 2335-2345
Resistance di 2360 & support di 2330
Waspadai jika tembus di 2330
Batasi resiko di 2320
ANTM: Trading Buy
Close 760, TP 780
Boleh buy di level 750-760
Resistance di 780 & support di 740
Waspadai jika tembus di 740
Batasi resiko di 730
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
MEDC, ANTM, INDF, KLBF, PTPP, WIKA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 29-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$46.49 (0.46)
Gold-(troy oz) US$1,276.91 (10.66)
Nickel-(ton) US$9,295.00 (95.00)
Tin-(ton) US$17,090.00 (15.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,577.50 (-58.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,180.00 (-10.00)
*running
Agenda Pekan ini, 02-06 Mei 2016
RUPSLB
· BMTR - RUPST/LB - 02-May-16
· MNCN - RUPST/LB - 02-May-16
· MYOH - RUPST/LB - 03-May-16
· SSIA - RUPST - 03-May-16
· BCAP - RUPST/LB - 03-May-16
· BABP - RUPST/LB - 03-May-16
· KPIG - RUPST/LB - 04-May-16
· MLPL SSIA - RUPST - 04-May-16
· BHIT - RUPST/LB - 04-May-16
UPCOMING IPO'S
· BFIN, Cash Dividend 70.00, ex 02 May-16, cum 03 May-16
· UNTR, Cash Dividend 440.00, ex 02 May-16, cum 03 May-16
· LPGI, Cash Dividend 165.00, ex 02 May-16, cum 03 May-16
· MARI, Cash Dividend 5.10, ex 03 May-16, cum 04 May-16
· SMSM, Cash Dividend 35.00, ex 03 May-16, cum 04 May-16
· ARNA, Cash Dividend 5.00, ex 04 May-16, cum 09 May-16
· HMSP, Cash Dividend 2225.00, ex 04 May-16, cum 09 May-16
· ASII, Cash Dividend 113.00, ex 04 May-16, cum 09 May-16
· TMAS, Cash Dividend 41.70, ex 04 May-16, cum 09 May-16
Economic Calendar:
Senin, 2 Mei 2016:
· pidato anggota FOMC William Dudley
· pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann
· pidato presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi
· indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan April 2016
Selasa, 3 Mei 2016:
· indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan April 2016
· indeks Manufacturing PMI Inggris bulan April 2016
· pidato anggota FOMC Loretta Mester
Rabu, 4 Mei 2016:
· indeks Construction PMI Inggris bulan April 2016
· pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann
· data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan April 2016
· indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan April 2016
· data Factory Orders AS bulan Maret 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 29 April 2016
Kamis, 5 Mei 2016:
· indeks Caixin Services PMI China bulan April 2016
· indeks Services PMI Inggris bulan April 2016
· data Jobless Claims AS per 29 April 2016
· pidato anggota FOMC James Bullard
Jum’at, 6 Mei 2016:
· data Non Farm Payrolls AS bulan April 2016
· data upah rata-rata per jam di AS bulan April 2016
· data tingkat pengangguran di AS bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Darma Henwa (DEWA), mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 sebesar USD 83 juta. Sebesar 60% dari dana capex atau sekitar USD 49,8 juta untuk pembelian alat baru dan 40% atau sebesar USD 33,2 juta untuk peremajaan alat yang ada. Perseroan akan membeli truk, grader dan ekskavator baru untuk mendukung kegiatan pertambangan di 2016. Hingga kuartal I 2016 belanja modal sudah terserap USD 16 juta, dimana sebesar USD 13 juta diambil dari kas internal dan sisanya USD 3 juta dari utang bank. Sumber pendanaan keseluruhan dana belanja modal akan menggunakan kombinasi pendanaan dari kas internal dan pendanaan eksternal. Perseroan akan menggunakan kas sebesar USD 20 juta, dan untuk eksternal perseroan memiliki beberapa opsi pinjaman dari vendor financing yang sudah bekerja sama dengan perseroan sebesar USD 23 Juta serta sisanya dari utang bank dan leasing. Saat ini perseroan memiliki standby loan sekitar USD 15 juta, baik yang sudah commited dan masih didiskusikan. Dua bank yang sudah kerja sama yaitu Bank Muamalat dan Bank Victoria (BVIC) dan akan ada dua tambahan bank baru lagi pada tahun 2016.
Holcim Indonesia (SMCB) meraih laba per Maret 2016 sebesar Rp 66,98 miliar dari sebelumnya Rp 32,69 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 2,45 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,98 triliun.
Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal I 2016 sebesar 6% menjadi Rp 4,1 triliun. Pertumbuhan positif ini didukung oleh kinerja sejumlah anak usaha, khususnya bisnis ritel & distribusi, serta consumer parts otomotif yang secara total berkontribusi 86% terhadap total pendapatan grup. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk (NPATMI) tercatat sebesar Rp 72 miliar, turun 38% YoY dibandingkan kuartal I 2015 namun membaik sebesar Rp 123 miliar jika dibandingkan dengan kuartal IV 2015.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan penjualan obligasi negara untuk investor ritel atau Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR002 mencapai Rp 150 miliar kepada nasabah individu BRI yang berjumlah lebih dari 50 juta nasabah. BRI menetapkan nilai minimal pembelian SBR002 sebesar Rp 5 juta dan maksimal adalah Rp 5 miliar per investor, dengan kupon mengambang dengan besaran minimal yang mengacu tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan sebesar 7,5%.
Penjualan bersih Pan Brothers (PBRX) per Maret 2016 naik menjadi USD 91,38 juta dibandingkan sebelumnya USD 75,76 juta. Laba bersih tercatat USD 3,37 juta naik dibandingkan sebelumnya USD 681,02 ribu.
Impack Pratama (IMPC) meraih penjualan neto per Maret 2016 sebesar Rp 263,84 miliar turun dari sebelumnya Rp 317,45 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 27,33 miliar naik sebelumnya Rp 21,30 miliar.
Alam Sutera Realty (ASRI) meraih pendapatan per Maret 2016 sebesar Rp 842,86 miliar, turun dibandingkan sebelumnya Rp 990,65 miliar. Laba bersih naik menjadi Rp 527,39 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 279,57 miliar.
Metland (MTLA) meraih kenaikan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp 65,09 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 59,70 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 246,49 miliar dari penjualan sebelumnya Rp 223,11 miliar.
Polychem Indonesia (ADMG) membukukan kenaikan rugi bersih menjadi USD 10,08 juta per Maret 2016 dibandingkan sebelumnya rugi USD 7,68 juta. Penjualan bersih turun menjadi USD 74,11 juta dari sebelumnya USD 87,22 juta.
Sinar Mas Multiartha (SMMA) meraih pendapatan per Maret 2016 sebesar Rp 4,59 triliun naik dibandingkan sebelumnya Rp 4,31 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 276,99 miliar dari sebelumnya Rp 267,49 miliar.
Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) meraih laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 148,42 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 138,43 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 511,30 miliar dari sebelumnya Rp 427,81 miliar.
Ciputra Property (CTRP) meraih laba per Maret 2016 sebesar Rp 31,39 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 31,05 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 404,85 miliar dari sebelumnya Rp 329,68 miliar.
Mitrabara Adiperdana (MBSS) meraih penjualan neto per Maret 2016 sebesar USD 52,74 juta dibandingkan sebelumnya USD 40,42 juta. Laba bersih diraih USD 8,11 juta dari sebelumnya yang USD 6,34 juta.
Express Transindo (TAXI) menderita rugi per Maret 2016 sebesar Rp 9,83 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 20,32 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 210,48 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 247,09 miliar.
Wintermars Offshore (WINS) menderita rugi USD 1,41 juta per Maret 2016 dari sebelumnya meraih laba USD 76,12 ribu. Pendapatan turun menjadi USD 23,26 juta dari sebelumnya USD 29,25 juta.
Lippo Karawaci (LPKR) meraih kenaikan pendapatan bersih kuartal I 2016 sebesar Rp 2,54 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 2,38 triliun. Laba bersih turun menjadi Rp 308,67 miliar dari sebelumnya yang Rp 417,37 miliar.
Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) meraih kenaikan pendapatan usaha sebesar Rp 527,86 miliar hingga Maret 2016 dibandingkan sebelumnya Rp 141,72 miliar. Rugi bersih perseroan mencapai Rp 28,35 miliar turun dari rugi bersih Rp 48,28 miliar di triwulan I 2015.
Citatah (CTTH) meraih laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 9,56 miliar, naik dibandingkan sebelumnya Rp 1,35 miliar atau menjadi Rp 7,77 per saham dari Rp 1,10 per saham. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 77,54 miliar dari sebelumnya Rp 46,16 miliar.
Kalbe Farma (KLBF) mencatatkan kenaikan penjualan neto per Maret 2016 menjadi Rp 4,55 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 4,24 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 563,24 miliar dari sebelumnya Rp 528,66 miliar.
Bank Tabungan Negara (BBTN) akan memberikan dukungan pembiayaan pembangunan 100.000 homestay di destinasi pariwisata terpilih Indonesia. Bank BTN juga akan mendukung pembiayaan bagi pembangunan 50.000 sarana toilet publik. Pembangunan akan dilakukan di 10 destinasi antara lain Manadalika, Labuan Bajo, Pulau Morotasi, Tanjung Kalayang, Danau Toba, Wakatobi, Gunung Bromo, Candi Borobudur, Pantai Tanjung Lesung dan Kepulauan Seribu.
Wijaya Karya (WIKA) berencana melepas saham anak usahanya, yakni PT Wika Realty melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Rencana tersebut akan direalisasikan pada September 2016. Perseroan menargetkan dana emisi IPO mencapai Rp 1 triliun.
Pendapatan Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) per Maret 2016 turun menjadi Rp 268,79 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 430,09 miliar. Beban kontrak turun menjadi Rp 238,29 miliar dari beban kontrak tahun 2015 sebesar Rp 381,38 miliar dan laba bruto turun menjadi Rp 30,50 miliar dari sebelumnya Rp 48,70 miliar. Laba bersih tercatat Rp 1,06 miliar, turun dari sebelumnya Rp 11,06 miliar.
Fast Food Indonesia (FAST) mencatatkan penurunan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp 8,29 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 8,86 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 1,10 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1 triliun.
Bank Central Asia (BBCA) berencana mengakuisi bank dan mengalokasikan anggaran Rp 1,5 triliun, termasuk untuk menyuntikkan modal anak usaha. BCA akan mulai menyeleksi bank kecil yang berpotensi besar untuk pengembangan bisnis di Indonesia. Perseroan kemungkinan akan melakukan injeksi modal kepada anak usaha pada semester II 2016. Untuk injeksi kepada anak usaha, salah satu program yang ingin dikembangkan adalah BCA Syariah agar bisa masuk ke layanan bank nirkantor (branchless banking)
BPS hari ini akan mengumumkan data inflasi bulan April 2016. Diperkirakan pada April 2016 akan terjadi deflasi 0,28% dan secara tahunan diperkirakan terjadi inflasi 3,81% YoY. Perdagangan di bursa saham pada pekan ini diperkirakan relatif sepi atau investor berhati-hati karena hari perdagangan bursa pada pekan ini pendek yaitu 3 hari bursa. Menjelang libur panjang akhir pekan ini ada potensi investor merealisasikan gain selama 3 hari perdagangan ini. Apalagi sebagian besar emiten telah merilis kinerja kuartal I 2016 dan sebagian telah terefleksi di pasar. Demikian pula dengan pengumuman Paket Kebijakan XII yang telah diumuman pekan lalu.
Perspektif tenikal
Secara teknis potensial terjadi up reversal bagi iHGS pada pekan ini terbuka, pasalnya leading indikator dari Stochastic dan MACD mengkonfirmasikan positif bagi pergerakan IHSG dengan terbentuk golden cross pattern. Namun, dari lagging indikator masih menkonfirmasikan negatif. Support level IHSG di 4787 dan resistance level di 4920.
Support Level : 4825/4812/4804
Resistance Level : 4846/4853/4867
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ASII: Trading Buy
Close 6725, TP 6975
Boleh buy di level 6675-6725
Resistance di 6800 & support di 6625
Waspadai jika tembus di 6625
Batasi resiko di 6575
UNTR: Trading Buy
Close 15000, TP 15150
Boleh buy di level 14750-15000
Resistance di 15150 & support di 14750
Waspadai jika tembus di 14750
Batasi resiko di 14650
KLBF : Trading Buy
Close 1375, TP 1390
Boleh buy di level 1360-1375
Resistance di 1390 & support di 1340
Waspadai jika tembus di 1340
Batasi resiko di 1330
ADHI: Trading Buy
Close 2675, TP 2690
Boleh buy di level 2665-2675
Resistance di 2690 & support di 2655
Waspadai jika tembus di 2655
Batasi resiko di 2645
WSKT: Trading Buy
Close 2345, TP 2360
Boleh buy di level 2335-2345
Resistance di 2360 & support di 2330
Waspadai jika tembus di 2330
Batasi resiko di 2320
ANTM: Trading Buy
Close 760, TP 780
Boleh buy di level 750-760
Resistance di 780 & support di 740
Waspadai jika tembus di 740
Batasi resiko di 730
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
MEDC, ANTM, INDF, KLBF, PTPP, WIKA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 29-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$46.49 (0.46)
Gold-(troy oz) US$1,276.91 (10.66)
Nickel-(ton) US$9,295.00 (95.00)
Tin-(ton) US$17,090.00 (15.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,577.50 (-58.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,180.00 (-10.00)
*running
Agenda Pekan ini, 02-06 Mei 2016
RUPSLB
· BMTR - RUPST/LB - 02-May-16
· MNCN - RUPST/LB - 02-May-16
· MYOH - RUPST/LB - 03-May-16
· SSIA - RUPST - 03-May-16
· BCAP - RUPST/LB - 03-May-16
· BABP - RUPST/LB - 03-May-16
· KPIG - RUPST/LB - 04-May-16
· MLPL SSIA - RUPST - 04-May-16
· BHIT - RUPST/LB - 04-May-16
UPCOMING IPO'S
· BFIN, Cash Dividend 70.00, ex 02 May-16, cum 03 May-16
· UNTR, Cash Dividend 440.00, ex 02 May-16, cum 03 May-16
· LPGI, Cash Dividend 165.00, ex 02 May-16, cum 03 May-16
· MARI, Cash Dividend 5.10, ex 03 May-16, cum 04 May-16
· SMSM, Cash Dividend 35.00, ex 03 May-16, cum 04 May-16
· ARNA, Cash Dividend 5.00, ex 04 May-16, cum 09 May-16
· HMSP, Cash Dividend 2225.00, ex 04 May-16, cum 09 May-16
· ASII, Cash Dividend 113.00, ex 04 May-16, cum 09 May-16
· TMAS, Cash Dividend 41.70, ex 04 May-16, cum 09 May-16
Economic Calendar:
Senin, 2 Mei 2016:
· pidato anggota FOMC William Dudley
· pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann
· pidato presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi
· indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan April 2016
Selasa, 3 Mei 2016:
· indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan April 2016
· indeks Manufacturing PMI Inggris bulan April 2016
· pidato anggota FOMC Loretta Mester
Rabu, 4 Mei 2016:
· indeks Construction PMI Inggris bulan April 2016
· pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann
· data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan April 2016
· indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan April 2016
· data Factory Orders AS bulan Maret 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 29 April 2016
Kamis, 5 Mei 2016:
· indeks Caixin Services PMI China bulan April 2016
· indeks Services PMI Inggris bulan April 2016
· data Jobless Claims AS per 29 April 2016
· pidato anggota FOMC James Bullard
Jum’at, 6 Mei 2016:
· data Non Farm Payrolls AS bulan April 2016
· data upah rata-rata per jam di AS bulan April 2016
· data tingkat pengangguran di AS bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Darma Henwa (DEWA), mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 sebesar USD 83 juta. Sebesar 60% dari dana capex atau sekitar USD 49,8 juta untuk pembelian alat baru dan 40% atau sebesar USD 33,2 juta untuk peremajaan alat yang ada. Perseroan akan membeli truk, grader dan ekskavator baru untuk mendukung kegiatan pertambangan di 2016. Hingga kuartal I 2016 belanja modal sudah terserap USD 16 juta, dimana sebesar USD 13 juta diambil dari kas internal dan sisanya USD 3 juta dari utang bank. Sumber pendanaan keseluruhan dana belanja modal akan menggunakan kombinasi pendanaan dari kas internal dan pendanaan eksternal. Perseroan akan menggunakan kas sebesar USD 20 juta, dan untuk eksternal perseroan memiliki beberapa opsi pinjaman dari vendor financing yang sudah bekerja sama dengan perseroan sebesar USD 23 Juta serta sisanya dari utang bank dan leasing. Saat ini perseroan memiliki standby loan sekitar USD 15 juta, baik yang sudah commited dan masih didiskusikan. Dua bank yang sudah kerja sama yaitu Bank Muamalat dan Bank Victoria (BVIC) dan akan ada dua tambahan bank baru lagi pada tahun 2016.
Holcim Indonesia (SMCB) meraih laba per Maret 2016 sebesar Rp 66,98 miliar dari sebelumnya Rp 32,69 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 2,45 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,98 triliun.
Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal I 2016 sebesar 6% menjadi Rp 4,1 triliun. Pertumbuhan positif ini didukung oleh kinerja sejumlah anak usaha, khususnya bisnis ritel & distribusi, serta consumer parts otomotif yang secara total berkontribusi 86% terhadap total pendapatan grup. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk (NPATMI) tercatat sebesar Rp 72 miliar, turun 38% YoY dibandingkan kuartal I 2015 namun membaik sebesar Rp 123 miliar jika dibandingkan dengan kuartal IV 2015.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan penjualan obligasi negara untuk investor ritel atau Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR002 mencapai Rp 150 miliar kepada nasabah individu BRI yang berjumlah lebih dari 50 juta nasabah. BRI menetapkan nilai minimal pembelian SBR002 sebesar Rp 5 juta dan maksimal adalah Rp 5 miliar per investor, dengan kupon mengambang dengan besaran minimal yang mengacu tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan sebesar 7,5%.
Penjualan bersih Pan Brothers (PBRX) per Maret 2016 naik menjadi USD 91,38 juta dibandingkan sebelumnya USD 75,76 juta. Laba bersih tercatat USD 3,37 juta naik dibandingkan sebelumnya USD 681,02 ribu.
Impack Pratama (IMPC) meraih penjualan neto per Maret 2016 sebesar Rp 263,84 miliar turun dari sebelumnya Rp 317,45 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 27,33 miliar naik sebelumnya Rp 21,30 miliar.
Alam Sutera Realty (ASRI) meraih pendapatan per Maret 2016 sebesar Rp 842,86 miliar, turun dibandingkan sebelumnya Rp 990,65 miliar. Laba bersih naik menjadi Rp 527,39 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 279,57 miliar.
Metland (MTLA) meraih kenaikan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp 65,09 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 59,70 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 246,49 miliar dari penjualan sebelumnya Rp 223,11 miliar.
Polychem Indonesia (ADMG) membukukan kenaikan rugi bersih menjadi USD 10,08 juta per Maret 2016 dibandingkan sebelumnya rugi USD 7,68 juta. Penjualan bersih turun menjadi USD 74,11 juta dari sebelumnya USD 87,22 juta.
Sinar Mas Multiartha (SMMA) meraih pendapatan per Maret 2016 sebesar Rp 4,59 triliun naik dibandingkan sebelumnya Rp 4,31 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 276,99 miliar dari sebelumnya Rp 267,49 miliar.
Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) meraih laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 148,42 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 138,43 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 511,30 miliar dari sebelumnya Rp 427,81 miliar.
Ciputra Property (CTRP) meraih laba per Maret 2016 sebesar Rp 31,39 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 31,05 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 404,85 miliar dari sebelumnya Rp 329,68 miliar.
Mitrabara Adiperdana (MBSS) meraih penjualan neto per Maret 2016 sebesar USD 52,74 juta dibandingkan sebelumnya USD 40,42 juta. Laba bersih diraih USD 8,11 juta dari sebelumnya yang USD 6,34 juta.
Express Transindo (TAXI) menderita rugi per Maret 2016 sebesar Rp 9,83 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 20,32 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 210,48 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 247,09 miliar.
Wintermars Offshore (WINS) menderita rugi USD 1,41 juta per Maret 2016 dari sebelumnya meraih laba USD 76,12 ribu. Pendapatan turun menjadi USD 23,26 juta dari sebelumnya USD 29,25 juta.
Lippo Karawaci (LPKR) meraih kenaikan pendapatan bersih kuartal I 2016 sebesar Rp 2,54 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 2,38 triliun. Laba bersih turun menjadi Rp 308,67 miliar dari sebelumnya yang Rp 417,37 miliar.
Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) meraih kenaikan pendapatan usaha sebesar Rp 527,86 miliar hingga Maret 2016 dibandingkan sebelumnya Rp 141,72 miliar. Rugi bersih perseroan mencapai Rp 28,35 miliar turun dari rugi bersih Rp 48,28 miliar di triwulan I 2015.
Citatah (CTTH) meraih laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 9,56 miliar, naik dibandingkan sebelumnya Rp 1,35 miliar atau menjadi Rp 7,77 per saham dari Rp 1,10 per saham. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 77,54 miliar dari sebelumnya Rp 46,16 miliar.
Kalbe Farma (KLBF) mencatatkan kenaikan penjualan neto per Maret 2016 menjadi Rp 4,55 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 4,24 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 563,24 miliar dari sebelumnya Rp 528,66 miliar.
Bank Tabungan Negara (BBTN) akan memberikan dukungan pembiayaan pembangunan 100.000 homestay di destinasi pariwisata terpilih Indonesia. Bank BTN juga akan mendukung pembiayaan bagi pembangunan 50.000 sarana toilet publik. Pembangunan akan dilakukan di 10 destinasi antara lain Manadalika, Labuan Bajo, Pulau Morotasi, Tanjung Kalayang, Danau Toba, Wakatobi, Gunung Bromo, Candi Borobudur, Pantai Tanjung Lesung dan Kepulauan Seribu.
Wijaya Karya (WIKA) berencana melepas saham anak usahanya, yakni PT Wika Realty melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Rencana tersebut akan direalisasikan pada September 2016. Perseroan menargetkan dana emisi IPO mencapai Rp 1 triliun.
Pendapatan Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) per Maret 2016 turun menjadi Rp 268,79 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 430,09 miliar. Beban kontrak turun menjadi Rp 238,29 miliar dari beban kontrak tahun 2015 sebesar Rp 381,38 miliar dan laba bruto turun menjadi Rp 30,50 miliar dari sebelumnya Rp 48,70 miliar. Laba bersih tercatat Rp 1,06 miliar, turun dari sebelumnya Rp 11,06 miliar.
Fast Food Indonesia (FAST) mencatatkan penurunan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp 8,29 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 8,86 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 1,10 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1 triliun.
Bank Central Asia (BBCA) berencana mengakuisi bank dan mengalokasikan anggaran Rp 1,5 triliun, termasuk untuk menyuntikkan modal anak usaha. BCA akan mulai menyeleksi bank kecil yang berpotensi besar untuk pengembangan bisnis di Indonesia. Perseroan kemungkinan akan melakukan injeksi modal kepada anak usaha pada semester II 2016. Untuk injeksi kepada anak usaha, salah satu program yang ingin dikembangkan adalah BCA Syariah agar bisa masuk ke layanan bank nirkantor (branchless banking)











0 comments:
Posting Komentar