Prediksi IHSG;
Kendati pada pertemuan terakhir, The Fed mempertahankan Fed rate di kisaran 0,25%-0,5%, Namun masih ada peluang kenaikan atas suku bunga ini The Fed akan melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga secara bertahap. Disebutkan bahwa The Fed terus memonitor dengan cermat indikator inflasi dan pembangunan global. Hal itu dinilai sebagai The Fed masih memiliki keraguan terhadap kedua faktor tersebut. Paket Kebijakan XII, kinerja perusahaan kuartal I 2016 dan sentimen domestik lain diperkirakan lebih dominan di bursa saham domestik pada perdagangan hari ini dibandingkan sentimen eksternal. Diprediksikan IHSG berpeluang menguat terbatas, karena dibatasi oleh faktor teknis.
Perspektif tenikal
Support Level : 4827/4806/4781
Resistance Level : 4873/4899/4920
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
INDF: Trading Buy
Close 6950, TP 7100
Boleh buy di level 6850-6950
Resistance di 7100 & support di 6850
Waspadai jika tembus di 6850
Batasi resiko di 6800
ICBP: Trading Buy
Close 15025, TP 15325
Boleh buy di level 14950-15025
Resistance di 15325 & support di 14875
Waspadai jika tembus di 14875
Batasi resiko di 14800
ANTM : Trading Buy
Close 740, TP 755
Boleh buy di level 730-740
Resistance di 755 & support di 710
Waspadai jika tembus di 710
Batasi resiko di 700
JSMR: Trading Buy
Close 5400, TP 5500
Boleh buy di level 5300-5400
Resistance di 5500 & support di 5275
Waspadai jika tembus di 5275
Batasi resiko di 5225
PWON: Trading Buy
Close 535, TP 550
Boleh buy di level 525-535
Resistance di 550 & support di 520
Waspadai jika tembus di 520
Batasi resiko di 510
BMTR: Trading Buy
Close 1230, TP 1275
Boleh buy di level 1220-1230
Resistance di 1275 & support di 1170
Waspadai jika tembus di 1170
Batasi resiko di 1160
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
AALI, INDF, PTPP, WSKT, BMRI, BBRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 28-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$45.37 (0.04)
Gold-(troy oz) US$1,258.05 (12.22)
Nickel-(ton) US$9,200.00 (10.00)
Tin-(ton) US$17,075.00 (-350.00)
Coal (Newc)/ton US$50.95 (-11.45)
CPO Mal/ton* MYR2,636.00 (-6.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,189.50 (-12.50)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 29 April 2016
RUPSLB
• DEWA – RUPST/LB
• PTPP – RUPST
Dividen
• TLKM, Cash dividend 94.63, Cum 29 Apr-16, Ex 02 May-16
Economic Calendar:
• data Retail Sales Jerman bulan Maret 2016
• data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan April 2016
• data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Maret 2016
• data indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016 (Final).
VAS
HEADLINE NEWS
Wijaya Karya (WIKA) akan melakukan beberapa aksi korporasi di pasar modal untuk mencari pendanaan guna mengikuti tender dari proyek-proyek yang sedang diincar. Perseroan berencana menerbitkan saham baru (rights issue) mencapai Rp 2 triliun pada tahun 2016. Rights issue tersebut tetap akan dilaksanakan meskipun perseroan memperoleh dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Dalam rights issue tersebut, nantinya sebagian atau 9%-10% saham milik pemerintah akan dilepas ke pasar. Saat ini pemerintah menguasai sebesar 65% saham di Wijaya Karya. Dengan adanya right issue, maka saham pemerintah akan berkurang menjadi sebesar 55%. Setelah rights issue, perseroan akan mendapat ruang untuk mencari dana sebesar Rp 6 triliun baik melalui pasar modal atau perbankan. Namun perseroan akan menerbitkan surat utang (medium term notes/MTN). Dengan demikian banyak yang bisa dilakukan WIKA di infrastruktur baik jalan tol, power plant dan lain-lain.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Wjaya Karya (WIKA) menyetujui untuk mengalokasikan sekitar 20% laba bersih tahun buku 2015 atau sebesar Rp 125,01 miliar sebagai dividen tunai. Nilai dividen itu setara dengan Rp 20,634 per saham.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjajaki peluang kerja sama dengan PT Bank Sulteng di berbagai produk layanan perbankan. Peluang kerja sama itu dilakukan untuk mengantisipasi era pasar bebas di bidang perbankan pada tahun 2020 dimana bank-bank di Asia Tenggara akan membuka bank di Indonesia.
RUPST Bank Danamon (BDMN) menyetujui pembayaran dividen tahun buku 2015 sebesar 30% dari laba bersih Perseroan setelah pajak atau kurang lebih Rp 717.991.500.000. Dividen itu setara Rp 74,90 per saham.
Vale Indonesia (INCO) mencatatkan pendapatan per Maret 2016 sebesar USD 108,71 juta, turun dari sebelumnya USD 211,88 juta. Rugi bersih tercatat USD 15,42 juta dari sebelumnya USD 25,05 juta.
Wijaya Karya (WIKA) tengah membidik kontrak di luar negeri. Di Arab Saudi, perseroan sedang menjajaki proyek dua hotel dan asrama haji. Potensi ketiga proyek tersebut sebesar USD 50-100 juta. Selain itu, WIKA juga tengah membidik proyek senilai USD 500-700 juta di Timor Leste. Sementara itu, hingga 28 April 2016, kontrak baru perseroan tercatat sebesar Rp 8,76 triliun.
Elnusa (ELSA) akan bekerja sama dengan Chevron dan Pertamina untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga flare gas. Kedua perusahaan akan menyediakan flare gas dan perseroan menjadi operator pembangkit listriknya. Pembangkit listrik tenaga flare gas dapat menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel milik perusahaan-perusahaan minyak sehingga lebih efisien.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan laba bersih pada kuartal I-2016 sebesar Rp 6,14 triliun, meningkat 0,6% YoY. Perolehan laba bersih tersebut ditopang pendapatan bunga yang mencapai Rp 21,84 triliun atau naik 8,7% YoY. Pendapatan non bunga mencapai Rp 3,91 triliun pada 1Q16 atau tumbuh 29,55% YoY. Penyaluran kredit tumbuh 18,65% YoY menjadi Rp 561,11 triliun pada 1Q16. Rasio NPL pada kuartal I-2016 mencapai 2,2%, naik dibandingkan kuartal I-2015 sebesar 2,17%. Sementara itu, peningkatan CASA menyebabkan penurunan biaya dana sebanyak 76 bps menjadi 3,98%.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) membukukan peningkatan laba bersih 15,8% YoY menjadi Rp 449 miliar pada 1Q16. Sementara itu, NPL membaik signifikan menjadi 2,8% dibandingkan 1Q15 sebesar 4,2%. Penyaluran kredit perseroan tumbuh 11,3% YoY menjadi Rp 55,22 triliun pada 1Q16. Posisi NIM BJBR relatif stabil di level 6,9%. Tahun ini, perseroan menargetkan kenaikan laba bersih 12% dan pertumbuhan kredit pada kisaran 13-15%.
Dalam RUPS Tahunan 27 Mei 2016, Kawasan Industri Jababeka (KIJA) mengusulkan pembagian dividen saham dari laba tahun buku 2015 dengan besaran diusulkan senilai Rp 81.283.645.878. Selain pembagian dividen saham, perseroan sedang mempersiapkan pembagian dividen interim Januari-Maret 2016 yang digunakan semata-mata untuk melakukan pembayaran atas pajak penghasilan kepada pemegang saham yang muncul dari pembagian dividen saham dan interim tersebut. Dengan memperhatikan jumlah saham yang diterbitkan sampai saat ini yaitu 20.662.178.685, maka rasio dividen saham tergantung dengan harga penutupan 26 Mei 2016. Perseroan akan mengusulkan rasio pembagian dividen saham dalam RUPS Tahunan 27 Mei serta akan mengumumkannya pada 31 Mei.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) AKR Corporindo (AKRA) menyetujui untuk membagikan dividen tunai senilai total Rp 473,77 miliar atau setara 45,84% dari laba bersih tahun buku 2015. Perseroan telah membagikan dividen sebesar Rp 393,97 miliar atau sebesar Rp 100 per saham pada tahun 2015. Sisa dividen yang akan dibayarkan sebesar Rp 79,81 miliar atau sebesar Rp 20 per saham.
Bank Vicktoria (BVIC) siap mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). KEK Bitung merupakan pusat bisnis yang nantinya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan otomatis membutuhkan jasa keuangan seperti perbankan. Bank Vicktoria siap melakukan ekspansi ke Indonesia Timur untuk membidik pasar di wilayah tersebut yang memiliki potensi yang cukup besar.
Jasa Marga (JSMR) meraih laba per Maret 2016 sebesar Rp 408,52 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 350,13 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 2,90 triliun dari sebelumnya Rp 1,97 triliun.
Lippo Cikarang (LPKR) membukukan penurunan laba per Maret 2016 menjadi Rp 223,09 miliar dari sebelumnya Rp 275,03 miliar. Pendapatan usaha turun menjadi Rp 546,11 miliar dari sebelumnya Rp 553,23 miliar.
Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) membukukan kenaikan penjualan bersih per Maret 2016 sebesar Rp 6,43 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 5,93 triliun. Laba bersih sebesar Rp 277,22 miliar dari rugi bersih Rp 221,73 miliar.
Pakuwon Jati (PWON) meraih pendapatan bersih per triwulan I 2016 sebesar Rp 1,24 triliun, naik dari sebelumnya Rp 1,16 triliun. Laba bersih tercatat Rp 543,22 miliar, naik dari sebelumnya Rp 328,62 miliar.
Mulia Industrindo (MLIA) meraih penjualan bersih per Maret 2016 sebesar Rp 1,46 triliun naik dari sebelumnya Rp1,36 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 84,20 miliar naik dari Rp 43,79 miliar.
KMI Wire and Cable (KBLI) meraih penjualan bersih di triwulan pertama 2016 sebesar Rp 664,94 miliar dari sebelumnya Rp 632,62 miliar. Laba bersih naik menjadi Rp 61,92 miliar dari Rp 19,85 miliar.
Kimia Farma (KAEF) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 41,99 miliar atau Rp 7,56 per saham dibandingkan sebelumnya Rp 43,90 miliar atau Rp 7,91 per saham. Pendapatan naik menjadi Rp 1,14 triliun dari sebelumnya Rp 1,01 triliun.
Colorpak Indonesia (CLPI) membukukan laba per Maret 2016 sebesar USD 1,55 juta dibandingkan sebelumnya USD 775,56 ribu. Penjualan neto naik menjadi USD 12,75 juta dari sebelumnya USD 12,36 juta.
Indika Energy (INDY) membukukan rugi USD 4,85 juta per Maret 2016 dibandingkan laba USD 11,62 juta. Pendapatan turun menjadi USD 195,07 juta dari sebelumnya Rp 314,34 juta.
Mandom Indonesia (TCID) mencatatkan penjualan bersih per Maret 2016 menjadi Rp 611,57 miliar, turun dari Rp 653,79 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 54,78 miliar dari sebelumnya Rp 62,27 miliar.
Kendati pada pertemuan terakhir, The Fed mempertahankan Fed rate di kisaran 0,25%-0,5%, Namun masih ada peluang kenaikan atas suku bunga ini The Fed akan melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga secara bertahap. Disebutkan bahwa The Fed terus memonitor dengan cermat indikator inflasi dan pembangunan global. Hal itu dinilai sebagai The Fed masih memiliki keraguan terhadap kedua faktor tersebut. Paket Kebijakan XII, kinerja perusahaan kuartal I 2016 dan sentimen domestik lain diperkirakan lebih dominan di bursa saham domestik pada perdagangan hari ini dibandingkan sentimen eksternal. Diprediksikan IHSG berpeluang menguat terbatas, karena dibatasi oleh faktor teknis.
Perspektif tenikal
Support Level : 4827/4806/4781
Resistance Level : 4873/4899/4920
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
INDF: Trading Buy
Close 6950, TP 7100
Boleh buy di level 6850-6950
Resistance di 7100 & support di 6850
Waspadai jika tembus di 6850
Batasi resiko di 6800
ICBP: Trading Buy
Close 15025, TP 15325
Boleh buy di level 14950-15025
Resistance di 15325 & support di 14875
Waspadai jika tembus di 14875
Batasi resiko di 14800
ANTM : Trading Buy
Close 740, TP 755
Boleh buy di level 730-740
Resistance di 755 & support di 710
Waspadai jika tembus di 710
Batasi resiko di 700
JSMR: Trading Buy
Close 5400, TP 5500
Boleh buy di level 5300-5400
Resistance di 5500 & support di 5275
Waspadai jika tembus di 5275
Batasi resiko di 5225
PWON: Trading Buy
Close 535, TP 550
Boleh buy di level 525-535
Resistance di 550 & support di 520
Waspadai jika tembus di 520
Batasi resiko di 510
BMTR: Trading Buy
Close 1230, TP 1275
Boleh buy di level 1220-1230
Resistance di 1275 & support di 1170
Waspadai jika tembus di 1170
Batasi resiko di 1160
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
AALI, INDF, PTPP, WSKT, BMRI, BBRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 28-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$45.37 (0.04)
Gold-(troy oz) US$1,258.05 (12.22)
Nickel-(ton) US$9,200.00 (10.00)
Tin-(ton) US$17,075.00 (-350.00)
Coal (Newc)/ton US$50.95 (-11.45)
CPO Mal/ton* MYR2,636.00 (-6.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,189.50 (-12.50)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 29 April 2016
RUPSLB
• DEWA – RUPST/LB
• PTPP – RUPST
Dividen
• TLKM, Cash dividend 94.63, Cum 29 Apr-16, Ex 02 May-16
Economic Calendar:
• data Retail Sales Jerman bulan Maret 2016
• data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan April 2016
• data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Maret 2016
• data indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016 (Final).
VAS
HEADLINE NEWS
Wijaya Karya (WIKA) akan melakukan beberapa aksi korporasi di pasar modal untuk mencari pendanaan guna mengikuti tender dari proyek-proyek yang sedang diincar. Perseroan berencana menerbitkan saham baru (rights issue) mencapai Rp 2 triliun pada tahun 2016. Rights issue tersebut tetap akan dilaksanakan meskipun perseroan memperoleh dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN). Dalam rights issue tersebut, nantinya sebagian atau 9%-10% saham milik pemerintah akan dilepas ke pasar. Saat ini pemerintah menguasai sebesar 65% saham di Wijaya Karya. Dengan adanya right issue, maka saham pemerintah akan berkurang menjadi sebesar 55%. Setelah rights issue, perseroan akan mendapat ruang untuk mencari dana sebesar Rp 6 triliun baik melalui pasar modal atau perbankan. Namun perseroan akan menerbitkan surat utang (medium term notes/MTN). Dengan demikian banyak yang bisa dilakukan WIKA di infrastruktur baik jalan tol, power plant dan lain-lain.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Wjaya Karya (WIKA) menyetujui untuk mengalokasikan sekitar 20% laba bersih tahun buku 2015 atau sebesar Rp 125,01 miliar sebagai dividen tunai. Nilai dividen itu setara dengan Rp 20,634 per saham.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjajaki peluang kerja sama dengan PT Bank Sulteng di berbagai produk layanan perbankan. Peluang kerja sama itu dilakukan untuk mengantisipasi era pasar bebas di bidang perbankan pada tahun 2020 dimana bank-bank di Asia Tenggara akan membuka bank di Indonesia.
RUPST Bank Danamon (BDMN) menyetujui pembayaran dividen tahun buku 2015 sebesar 30% dari laba bersih Perseroan setelah pajak atau kurang lebih Rp 717.991.500.000. Dividen itu setara Rp 74,90 per saham.
Vale Indonesia (INCO) mencatatkan pendapatan per Maret 2016 sebesar USD 108,71 juta, turun dari sebelumnya USD 211,88 juta. Rugi bersih tercatat USD 15,42 juta dari sebelumnya USD 25,05 juta.
Wijaya Karya (WIKA) tengah membidik kontrak di luar negeri. Di Arab Saudi, perseroan sedang menjajaki proyek dua hotel dan asrama haji. Potensi ketiga proyek tersebut sebesar USD 50-100 juta. Selain itu, WIKA juga tengah membidik proyek senilai USD 500-700 juta di Timor Leste. Sementara itu, hingga 28 April 2016, kontrak baru perseroan tercatat sebesar Rp 8,76 triliun.
Elnusa (ELSA) akan bekerja sama dengan Chevron dan Pertamina untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga flare gas. Kedua perusahaan akan menyediakan flare gas dan perseroan menjadi operator pembangkit listriknya. Pembangkit listrik tenaga flare gas dapat menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel milik perusahaan-perusahaan minyak sehingga lebih efisien.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan laba bersih pada kuartal I-2016 sebesar Rp 6,14 triliun, meningkat 0,6% YoY. Perolehan laba bersih tersebut ditopang pendapatan bunga yang mencapai Rp 21,84 triliun atau naik 8,7% YoY. Pendapatan non bunga mencapai Rp 3,91 triliun pada 1Q16 atau tumbuh 29,55% YoY. Penyaluran kredit tumbuh 18,65% YoY menjadi Rp 561,11 triliun pada 1Q16. Rasio NPL pada kuartal I-2016 mencapai 2,2%, naik dibandingkan kuartal I-2015 sebesar 2,17%. Sementara itu, peningkatan CASA menyebabkan penurunan biaya dana sebanyak 76 bps menjadi 3,98%.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) membukukan peningkatan laba bersih 15,8% YoY menjadi Rp 449 miliar pada 1Q16. Sementara itu, NPL membaik signifikan menjadi 2,8% dibandingkan 1Q15 sebesar 4,2%. Penyaluran kredit perseroan tumbuh 11,3% YoY menjadi Rp 55,22 triliun pada 1Q16. Posisi NIM BJBR relatif stabil di level 6,9%. Tahun ini, perseroan menargetkan kenaikan laba bersih 12% dan pertumbuhan kredit pada kisaran 13-15%.
Dalam RUPS Tahunan 27 Mei 2016, Kawasan Industri Jababeka (KIJA) mengusulkan pembagian dividen saham dari laba tahun buku 2015 dengan besaran diusulkan senilai Rp 81.283.645.878. Selain pembagian dividen saham, perseroan sedang mempersiapkan pembagian dividen interim Januari-Maret 2016 yang digunakan semata-mata untuk melakukan pembayaran atas pajak penghasilan kepada pemegang saham yang muncul dari pembagian dividen saham dan interim tersebut. Dengan memperhatikan jumlah saham yang diterbitkan sampai saat ini yaitu 20.662.178.685, maka rasio dividen saham tergantung dengan harga penutupan 26 Mei 2016. Perseroan akan mengusulkan rasio pembagian dividen saham dalam RUPS Tahunan 27 Mei serta akan mengumumkannya pada 31 Mei.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) AKR Corporindo (AKRA) menyetujui untuk membagikan dividen tunai senilai total Rp 473,77 miliar atau setara 45,84% dari laba bersih tahun buku 2015. Perseroan telah membagikan dividen sebesar Rp 393,97 miliar atau sebesar Rp 100 per saham pada tahun 2015. Sisa dividen yang akan dibayarkan sebesar Rp 79,81 miliar atau sebesar Rp 20 per saham.
Bank Vicktoria (BVIC) siap mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). KEK Bitung merupakan pusat bisnis yang nantinya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan otomatis membutuhkan jasa keuangan seperti perbankan. Bank Vicktoria siap melakukan ekspansi ke Indonesia Timur untuk membidik pasar di wilayah tersebut yang memiliki potensi yang cukup besar.
Jasa Marga (JSMR) meraih laba per Maret 2016 sebesar Rp 408,52 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 350,13 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 2,90 triliun dari sebelumnya Rp 1,97 triliun.
Lippo Cikarang (LPKR) membukukan penurunan laba per Maret 2016 menjadi Rp 223,09 miliar dari sebelumnya Rp 275,03 miliar. Pendapatan usaha turun menjadi Rp 546,11 miliar dari sebelumnya Rp 553,23 miliar.
Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) membukukan kenaikan penjualan bersih per Maret 2016 sebesar Rp 6,43 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 5,93 triliun. Laba bersih sebesar Rp 277,22 miliar dari rugi bersih Rp 221,73 miliar.
Pakuwon Jati (PWON) meraih pendapatan bersih per triwulan I 2016 sebesar Rp 1,24 triliun, naik dari sebelumnya Rp 1,16 triliun. Laba bersih tercatat Rp 543,22 miliar, naik dari sebelumnya Rp 328,62 miliar.
Mulia Industrindo (MLIA) meraih penjualan bersih per Maret 2016 sebesar Rp 1,46 triliun naik dari sebelumnya Rp1,36 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 84,20 miliar naik dari Rp 43,79 miliar.
KMI Wire and Cable (KBLI) meraih penjualan bersih di triwulan pertama 2016 sebesar Rp 664,94 miliar dari sebelumnya Rp 632,62 miliar. Laba bersih naik menjadi Rp 61,92 miliar dari Rp 19,85 miliar.
Kimia Farma (KAEF) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 41,99 miliar atau Rp 7,56 per saham dibandingkan sebelumnya Rp 43,90 miliar atau Rp 7,91 per saham. Pendapatan naik menjadi Rp 1,14 triliun dari sebelumnya Rp 1,01 triliun.
Colorpak Indonesia (CLPI) membukukan laba per Maret 2016 sebesar USD 1,55 juta dibandingkan sebelumnya USD 775,56 ribu. Penjualan neto naik menjadi USD 12,75 juta dari sebelumnya USD 12,36 juta.
Indika Energy (INDY) membukukan rugi USD 4,85 juta per Maret 2016 dibandingkan laba USD 11,62 juta. Pendapatan turun menjadi USD 195,07 juta dari sebelumnya Rp 314,34 juta.
Mandom Indonesia (TCID) mencatatkan penjualan bersih per Maret 2016 menjadi Rp 611,57 miliar, turun dari Rp 653,79 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 54,78 miliar dari sebelumnya Rp 62,27 miliar.











0 comments:
Posting Komentar