Prediksi IHSG;
Tekanan yang luar biasa terjadi di bursa saham Asia pada Senin kemarin dimotori oleh anjloknya indeks saham bursa Jepang seiring apresiasi Yen yang mendekati level tertinggi dalam hampir 18 bulan. Penguatan Yen akibat Bank of Japan menahan diri untuk meningkatkan stimulus guna mendorong perekonomian di tengah memudarnya prospek kenaikan suku bunga AS pada Juni 2016. Pasar mengkhawatirkan ekonomi Jepang menyusul kebijakan BoJ tersebut dan rally Yen, sehingga berisiko terhadap target inflasi BoJ. Di sisi lain, selain sentimen negatif eksternal dan sentimen inflasi dalam negeri, perubahan fraksi harga baru di Bursa Efek Indonesia yang efektif berlaku sejak 2 Mei 2016 diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Selain itu diperkirakan tekanan indeks Asia hari ini cenderung berkurang, maka terbuka peluang apresiasi bagi IHSG hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4774/4740/4709
Resistance Level : 4839/4870/4904
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WSKT: Trading Buy
Close 2370, TP 2400
Boleh buy di level 2360-2370
Resistance di 2400 & support di 2330
Waspadai jika tembus di 2330
Batasi resiko di 2320
PTPP: Trading Buy
Close 3670, TP 3700
Boleh buy di level 3660-3670
Resistance di 3700 & support di 3620
Waspadai jika tembus di 3620
Batasi resiko di 3610
ANTM : Trading Buy
Close 755, TP 775
Boleh buy di level 745-755
Resistance di 775 & support di 735
Waspadai jika tembus di 735
Batasi resiko di 725
ICBP: Trading Buy
Close 15300, TP 15600
Boleh buy di level 15200-15300
Resistance di 15600 & support di 15200
Waspadai jika tembus di 15200
Batasi resiko di 15100
SCMA: Trading Buy
Close 3280, TP 3360
Boleh buy di level 3270-3280
Resistance di 3360 & support di 3160
Waspadai jika tembus di 3160
Batasi resiko di 3150
SILO: Trading Buy
Close 8725, TP 8825
Boleh buy di level 8600-8725
Resistance di 8825 & support di 8600
Waspadai jika tembus di 8600
Batasi resiko di 8550
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, TLKM, BBTN, MEDC, ANTM
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 2-May-16
Crude Oil-(barel) US$45.51 (-0.41)
Gold-(troy oz) US$1,297.30 (4.30)
Nickel-(ton) US$9,445.00 (150.00)
Tin-(ton) US$17,220.00 (130.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,577.50 (-58.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,159.00 (-21.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 03 Mei 2016
RUPSLB
• MYOH - RUPST/LB
• SSIA - RUPST
• BCAP - RUPST/LB
• BABP - RUPST/LB
Dividend
• BFIN, Cash Dividend 70.00, cum 02 May-16, ex 03 May-16
• UNTR, Cash Dividend 440.00, cum 02 May-16, ex 03 May-16
• LPGI, Cash Dividend 165.00, cum 02 May-16, ex 03 May-16
• MARI, Cash Dividend 5.10, cum 03 May-16, ex 04 May-16
• SMSM, Cash Dividend 35.00, cum 03 May-16, ex 04 May-16
Economic Calendar:
• indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan April 2016
• indeks Manufacturing PMI Inggris bulan April 2016
• pidato anggota FOMC Loretta Mester
VAS
HEADLINE NEWS
Matahari Putra Prima (MPPA) membukukan penurunan penjualan bersih menjadi Rp3,26 triliun per Maret 2016 dari penjualan bersih triwulan pertama tahun sebelumnya yang Rp3,34 triliun. Perseroan menctatkan Rugi bersih sebesar Rp123,07 miliar dari laba bersih triwulan pertama tahun sebelumnya sebesar Rp81,58 miliar.
Adaro Energy (ADRO) membukukan pendapatan sebesar USD 586 juta pada kuartal I-2016, turun 18% YoY. Penurunan pendapatan perseroan terjadi terutama akibat penurunan harga jual rata-rata batubara tahun ini. Adapun laba inti naik 5% YoY menjadi USD 81 juta. ADRO tercatat menurunkan biaya kas batubara sebesar 26% menjadi USD 20,94 per ton. Jumlah tersebut lebih rendah dari target yang ditetapkan pada rentang USD 26-28 per ton, terutama karena penurunan nisbah kupas, penurunan biaya bahan bakar, serta peningkatan efisiensi pertambangan. Perseroan mencatat penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar 17% YoY, serta volume penjualan yang stabil sebesar 13,5 juta ton.
Mayoritas pemegang saham publik berencana mengeksekusi haknya terkait rights issue XL Axiata (EXCL). Bila tidak, Mandiri Sekuritas dan Credit Suisse Securities selaku pembeli siaga akan menyerap saham baru tersebut. Pemegang saham utama, Axiata Investment Sdn Bhd, telah berkomitmen menyerap saham baru EXCL sesuai kepemilikannya saat ini. Perseroan berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan sebanyak 2,75 miliar saham baru, setara dengan 24,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Wijaya Karya (WIKA) agresif menggarap berbagai proyek infrastruktur di luar negeri, seperti Timor Leste, Myanmar, Malaysia, dan Arab Saudi, senilai Rp 2,5 triliun. Proyek yang tengah dikerjakan itu di antaranya bandara Oecusse senilai Rp 1,4 triliun, jembatan Comoro, dan pelabuhan Hera senilai Rp 200 miliar di Timor Leste. Untuk proyek infrastruktur di Myanmar, perseroan menggarap Jalan Maubin-Phyapon senilai Rp 100 miliar, sedangkan di Malaysia, yakni Jembatan Santubong di Malaysia senilai Rp 120 miliar dan Mydin Supermall Kuching Malaysia senilai Rp 100 miliar. Sementara itu, untuk proyek-proyek di Arab Saudi, WIKA mengincar target hingga Rp 600 miliar.
Lippo Cikarang (LPCK) membukukan pendapatan Rp 546 miliar pada kuartal I-2016, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 553 miliar. Pendapatan dari hunian dan apartemen tumbuh 7% YoY menjadi Rp 194 miliar pada kuartal I-2016. Adapun pendapatan dari divisi industri sebesar Rp 176 miliar. Laba bruto turun 16% YoY menjadi Rp 280 miliar pada kuartal I-2016 karena penjualan lahan industri kerja sama operasi (KSO) di Delta Silicon 8 dengan profit margin yang lebih rendah. Laba bersih turun 19% YoY menjadi Rp 223 miliar.
Mitra Palmil, anak usaha Mitra Pemuda (MTRA), menjadi subkontraktor untuk mengerjakan struktur baja pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2017. Adapun proyek pembangunan Stasiun Sudirman Baru milik KAI tersebut dikerjakan oleh Waskita Karya (WSKT). Pekerjaan struktur baja yang akan dikerjakan Mitra Palmil meliputi pekerjaan baja struktur atap, struktur lantai, struktur fondasi, dan struktur ramp parkir. Nilai kontraknya sebesar Rp 30,58 miliar.
Sri Rejeki Isman (SRIL) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 5% YoY menjadi USD 15,5 juta hingga kuartal I-2016. Peningkatan laba ditopang atas pertumbuhan penjualan bersamaan dengan peningkatan margin keuntungan. Pendapatan perseroan bertumbuh sekitar 1% YoY menjadi USD 168,2 juta. Penjualan segmen bisnis benang dan kain berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan. Kedua segmen tersebut tumbuh masing-masing sebesar 5% dan 15%. Peningkatan kinerja keuangan tersebut juga sejalan dengan strategi perseroan yang memfokuskan penjualan produk-produk yang bernilai tambah tinggi.
Bank Yudha Bhakti (BBYB) mencatatkan pendapatan bunga bersih Rp46,35 miliar per Maret 2016 naik dibandingkan pendapatan bunga bersih triwulan pertama tahun lalu yang Rp32,98 miliar. Sedangkan laba setelah pajak naik jadi Rp12,02 miliar dari laba triwulan tahun lalu yang Rp5,92 miliar.
Link Net (LINK) mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal pertama 2016 sebesar 12 persen menjadi Rp673,8 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp599,9 miliar. Kenaikan pendapatan turut mendorong laba bersih perseroan menjadi sebesar Rp188 miliar pada kuartal pertama 2016, mengalami peningkatan sekitar 29 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp145 miliar.
Multipolar (MLPL) tercatat masih menderita rugi sebesar Rp124,65 miliar per Maret 2016, namun turun dibandingkan rugi Rp254,48 miliar periode sama tahun sebelumnya. Untuk penjualan turun menjadi Rp4,16 triliun dari penjualan triwulan tahun lalu yang Rp4,36 triliun.
Golden Eagle Energy (SMMT) meraih kenaikan penjualan bersih per Maret 2016 menjadi Rp12,18 miliar dibandingkan penjualan bersih triwulan tahun sebelumnya yang Rp8,10 miliar. Dari sisi bottom line, namun mencatatkan rugi bersih turun menjadi Rp3,93 miliar dari rugi bersih triwulan tahun lalu yang Rp11,95 miliar.
Berlian Laju Tanker (BLTA) membukuakn penurunan pendapatan usaha per Desember 2015 menjadi US$253,19 juta dibandingkan pendapatan usaha periode sama tahun sebelumnya yang US$315,42 juta. Namun, laba bersih naik jadi US$187,21 juta dari rugi bersih US$40,04 juta di tahun 2014.
Delta Dunia Makmur (DOID) berhasil membukukan laba sebesar US$3,06 juta hingga Maret 2016 dari rugi sebesar US$10,43 juta di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan naik jadi US$126,81 juta dibandingkan pendapatan Maret 2015 yang US$122,17 juta.
Soechi Lines (SOCI) mengalami penurunan laba yang didistribusikan ke entitas induk per Maret 2016 menjadi US$2,97 juta usai meraih laba periode sama tahun sebelumnya yang US$12,20 juta. Pendapatan turun tipis menjadi US$33,13 juta dari pendapatan di triwulan tahun sebelumnya yang US$33,95 juta.
Bumi Citra Permai (BCIP) mencatatkan laba sebesar Rp10,47 miliar hingga Maret 2016 dibandingkan rugi sebesar Rp5,49 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih naik menjadi Rp37,25 miliar dari pendapatan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp19,10 miliar.
Bank CIMB Niaga (BNGA) meraih pendapatan bunga bersih Rp2,83 triliun per Maret 2016 naik dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp2,79 triliun. Laba bersih yang dibukukan sebesar Rp268,68 miliar naik dari laba bersih triwulan tahun sebelumnya yang Rp82,72 miliar.
Bank Negara Indonesia (BBNI) meningkatkan akses layanan keuangan kepada nelayan di Bengkalis, Riau, melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pengenalan program pembiayaan Jangkau, Sinergi dan Guideline (Acuan) atau disebut "Jaring". Perseroan ingin meningkatkan pembiayaan ke sektor kemaritiman, dan meningkatkan akses nelayan terhadap jasa keuangan di daerah, khususnya di pesisir Riau.
XL Axiata (EXCL) memastikan tetap akan melaksanakan Rights Issue sesuai rencana semula. EXCL akan melakukan penerbitan penerbitan saham baru (rights issue) guna menggalang dana yang akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman dari pemegang saham sebesar USD 500 juta. Pelaksanaan rights issue akan berlangsung di semester I 2016. Hasil dari rights issue dan penjualan menara akan memperbaiki neraca XL, karena akan digunakan untuk membayar utang dalam US Dollar dan Rupiah, seiring dengan langkah XL mengurangi risiko forex, di mana semua hutang XL sepenuhnya sudah disertai lindung nilai hingga jatuh tempo.
Bank Tabungan Negara (BBTN) melakukan sinergi dengan PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau PT Taspen dalam fasilitas KPR untuk PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau para Pensiunan PNS. Kerja sama ini memungkinkan para PNS untuk mendapatkan tenor lebih panjang dalam permohonan fasilitas KPR, khhususnya bagi para PNS yang mendekati masa pensiun.
Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Bukopin (BBKP) menyetujui untuk membagi dividen tunai sebesar Rp 31,70898 per saham atau setara 30% dari laba bersih tahun buku 2015. Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang terdaftar pada 12 Mei 2016. Pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 1 Juni 2016.
Asahimas Flat Glass (AMFG) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 56,63 miliar, turun 43,78% YoY dari sebelumnya Rp 100,74 miliar. Penurunan laba bersih perseroan karena terjadi kerugian selisih kurs dan penurunan pendapatan keuangan.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) mendapat mandat pemerintah untuk membangun proyek infrastruktur jaringan gas (jargas) bumi sebanyak 24.000 di Surabaya, Jawa Timur. PGAS akan membagi 24.000 jargas dalam 3 cluster besar, yaitu Surabaya Timur, Surabaya Tengah dan Surabaya Selatan. Nilai proyek sambungan gas rumah tangga di Surabaya sebesar Rp 285,21 miliar (APBN). Untuk membangun pengerjaannya, PGN menggandeng kontraktor pelaksana yaitu PT Hutama Karya. PGAS akan membangun pipa sepanjang total 167 km dengan diameter pipa polyetilen ukuran 63 mm dan 180 mm. Pemasangan metering station di 3 lokasi. Dengan target pemasangan per hari adalah pipa sepanjang 1 km dan 150 alamat rumah.
Ciputra Development (CTRA) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 144 miliar atau turun 37% dibandingkan sebelumnya senilai Rp 228 miliar. Pendapatan turun 1,8% menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,4 triliun. Selama kuartal I 2016 anak usaha perseroan yaitu Ciputra Surya (CTRS), Ciputra Property (CTRP) dan Ciputra Residence berkontribusi terhadap pendapatan masing-masing CTRS sebesar Rp 436 miliar (33%), CTRP sebesar Rp 405 miliar (31%), CTRR sebesar Rp 315 miliar (24%) dan lainnya Rp 149 miliar (11%).
Pembangunan Perumahan (PTPP) meraih kontrak baru sebesar Rp 4,98 triliun hingga April 2016 atau sekitar 16,08% dari target total kontrak baru tahun 2016 sebesar Rp 31 triliun. Kontrak baru sebesar Rp 4,98 triliun itu terdiri dari kontrak baru induk perusahaan sebesar Rp 3,31 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp 1,67 triliun. Perseroan menganggarkan dana belanja modal (capex) tahun 2016 sebesar Rp 2,8 triliun. Perseroan akan menggunakan dana kas internal sebagai sumber dana cpaex. Perseroan memiliki hasil operasi perseroan tahun 2015 sebesar Rp 3,2 triliun. Saat ini perseroan sedang mengkaji rencana penggalangan dana melalui dua instrumen, yaitu pinjaman perbankan dan penerbitan surat utang atau obligasi.
Malindo Feedmill (MAIN) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I 2016 senilai Rp 52,15 miliar dari sebelumnya membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 59,74 miliar. Penjualan naik 16,07% menjadi Rp 1,3 triliun dari sebelumnya Rp 1,12 triliun. Kenaikan penjualan terjadi hampir di seluruh bisnis. Kontribusi paling besar berasal dari penjualan pangan yang mencapai Rp 850,80 miliar. Sedang penjualan anak ayam usia sehari senilai Rp 233,36 miliar, ayam pedaging sebesar Rp 106,27 miliar, makanan olahan Rp 17,03 miliar serta penjualan lain-lain tercatat Rp 92,86 miliar.
Bursa Efek Indonesia menerapkan fraksi harga baru efektif mulai 2 Mei 2016. Fraksi harga baru itu adalah harga saham di kisaran Rp 50-Rp 200 memiliki fraksi harga Rp 1, harga saham Rp 200- Rp 500 memiliki fraksi harga Rp 2, harga saham Rp 500-Rp 2.000 memiliki fraksi harga Rp 5, harga saham Rp 2.000-Rp 5.000 memiliki fraksi harga Rp 10, harga saham Rp 5.000 memiliki fraksi harga Rp 25.
Tekanan yang luar biasa terjadi di bursa saham Asia pada Senin kemarin dimotori oleh anjloknya indeks saham bursa Jepang seiring apresiasi Yen yang mendekati level tertinggi dalam hampir 18 bulan. Penguatan Yen akibat Bank of Japan menahan diri untuk meningkatkan stimulus guna mendorong perekonomian di tengah memudarnya prospek kenaikan suku bunga AS pada Juni 2016. Pasar mengkhawatirkan ekonomi Jepang menyusul kebijakan BoJ tersebut dan rally Yen, sehingga berisiko terhadap target inflasi BoJ. Di sisi lain, selain sentimen negatif eksternal dan sentimen inflasi dalam negeri, perubahan fraksi harga baru di Bursa Efek Indonesia yang efektif berlaku sejak 2 Mei 2016 diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Selain itu diperkirakan tekanan indeks Asia hari ini cenderung berkurang, maka terbuka peluang apresiasi bagi IHSG hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4774/4740/4709
Resistance Level : 4839/4870/4904
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WSKT: Trading Buy
Close 2370, TP 2400
Boleh buy di level 2360-2370
Resistance di 2400 & support di 2330
Waspadai jika tembus di 2330
Batasi resiko di 2320
PTPP: Trading Buy
Close 3670, TP 3700
Boleh buy di level 3660-3670
Resistance di 3700 & support di 3620
Waspadai jika tembus di 3620
Batasi resiko di 3610
ANTM : Trading Buy
Close 755, TP 775
Boleh buy di level 745-755
Resistance di 775 & support di 735
Waspadai jika tembus di 735
Batasi resiko di 725
ICBP: Trading Buy
Close 15300, TP 15600
Boleh buy di level 15200-15300
Resistance di 15600 & support di 15200
Waspadai jika tembus di 15200
Batasi resiko di 15100
SCMA: Trading Buy
Close 3280, TP 3360
Boleh buy di level 3270-3280
Resistance di 3360 & support di 3160
Waspadai jika tembus di 3160
Batasi resiko di 3150
SILO: Trading Buy
Close 8725, TP 8825
Boleh buy di level 8600-8725
Resistance di 8825 & support di 8600
Waspadai jika tembus di 8600
Batasi resiko di 8550
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INDF, TLKM, BBTN, MEDC, ANTM
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 2-May-16
Crude Oil-(barel) US$45.51 (-0.41)
Gold-(troy oz) US$1,297.30 (4.30)
Nickel-(ton) US$9,445.00 (150.00)
Tin-(ton) US$17,220.00 (130.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,577.50 (-58.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,159.00 (-21.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 03 Mei 2016
RUPSLB
• MYOH - RUPST/LB
• SSIA - RUPST
• BCAP - RUPST/LB
• BABP - RUPST/LB
Dividend
• BFIN, Cash Dividend 70.00, cum 02 May-16, ex 03 May-16
• UNTR, Cash Dividend 440.00, cum 02 May-16, ex 03 May-16
• LPGI, Cash Dividend 165.00, cum 02 May-16, ex 03 May-16
• MARI, Cash Dividend 5.10, cum 03 May-16, ex 04 May-16
• SMSM, Cash Dividend 35.00, cum 03 May-16, ex 04 May-16
Economic Calendar:
• indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan April 2016
• indeks Manufacturing PMI Inggris bulan April 2016
• pidato anggota FOMC Loretta Mester
VAS
HEADLINE NEWS
Matahari Putra Prima (MPPA) membukukan penurunan penjualan bersih menjadi Rp3,26 triliun per Maret 2016 dari penjualan bersih triwulan pertama tahun sebelumnya yang Rp3,34 triliun. Perseroan menctatkan Rugi bersih sebesar Rp123,07 miliar dari laba bersih triwulan pertama tahun sebelumnya sebesar Rp81,58 miliar.
Adaro Energy (ADRO) membukukan pendapatan sebesar USD 586 juta pada kuartal I-2016, turun 18% YoY. Penurunan pendapatan perseroan terjadi terutama akibat penurunan harga jual rata-rata batubara tahun ini. Adapun laba inti naik 5% YoY menjadi USD 81 juta. ADRO tercatat menurunkan biaya kas batubara sebesar 26% menjadi USD 20,94 per ton. Jumlah tersebut lebih rendah dari target yang ditetapkan pada rentang USD 26-28 per ton, terutama karena penurunan nisbah kupas, penurunan biaya bahan bakar, serta peningkatan efisiensi pertambangan. Perseroan mencatat penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar 17% YoY, serta volume penjualan yang stabil sebesar 13,5 juta ton.
Mayoritas pemegang saham publik berencana mengeksekusi haknya terkait rights issue XL Axiata (EXCL). Bila tidak, Mandiri Sekuritas dan Credit Suisse Securities selaku pembeli siaga akan menyerap saham baru tersebut. Pemegang saham utama, Axiata Investment Sdn Bhd, telah berkomitmen menyerap saham baru EXCL sesuai kepemilikannya saat ini. Perseroan berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan sebanyak 2,75 miliar saham baru, setara dengan 24,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Wijaya Karya (WIKA) agresif menggarap berbagai proyek infrastruktur di luar negeri, seperti Timor Leste, Myanmar, Malaysia, dan Arab Saudi, senilai Rp 2,5 triliun. Proyek yang tengah dikerjakan itu di antaranya bandara Oecusse senilai Rp 1,4 triliun, jembatan Comoro, dan pelabuhan Hera senilai Rp 200 miliar di Timor Leste. Untuk proyek infrastruktur di Myanmar, perseroan menggarap Jalan Maubin-Phyapon senilai Rp 100 miliar, sedangkan di Malaysia, yakni Jembatan Santubong di Malaysia senilai Rp 120 miliar dan Mydin Supermall Kuching Malaysia senilai Rp 100 miliar. Sementara itu, untuk proyek-proyek di Arab Saudi, WIKA mengincar target hingga Rp 600 miliar.
Lippo Cikarang (LPCK) membukukan pendapatan Rp 546 miliar pada kuartal I-2016, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 553 miliar. Pendapatan dari hunian dan apartemen tumbuh 7% YoY menjadi Rp 194 miliar pada kuartal I-2016. Adapun pendapatan dari divisi industri sebesar Rp 176 miliar. Laba bruto turun 16% YoY menjadi Rp 280 miliar pada kuartal I-2016 karena penjualan lahan industri kerja sama operasi (KSO) di Delta Silicon 8 dengan profit margin yang lebih rendah. Laba bersih turun 19% YoY menjadi Rp 223 miliar.
Mitra Palmil, anak usaha Mitra Pemuda (MTRA), menjadi subkontraktor untuk mengerjakan struktur baja pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2017. Adapun proyek pembangunan Stasiun Sudirman Baru milik KAI tersebut dikerjakan oleh Waskita Karya (WSKT). Pekerjaan struktur baja yang akan dikerjakan Mitra Palmil meliputi pekerjaan baja struktur atap, struktur lantai, struktur fondasi, dan struktur ramp parkir. Nilai kontraknya sebesar Rp 30,58 miliar.
Sri Rejeki Isman (SRIL) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 5% YoY menjadi USD 15,5 juta hingga kuartal I-2016. Peningkatan laba ditopang atas pertumbuhan penjualan bersamaan dengan peningkatan margin keuntungan. Pendapatan perseroan bertumbuh sekitar 1% YoY menjadi USD 168,2 juta. Penjualan segmen bisnis benang dan kain berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan. Kedua segmen tersebut tumbuh masing-masing sebesar 5% dan 15%. Peningkatan kinerja keuangan tersebut juga sejalan dengan strategi perseroan yang memfokuskan penjualan produk-produk yang bernilai tambah tinggi.
Bank Yudha Bhakti (BBYB) mencatatkan pendapatan bunga bersih Rp46,35 miliar per Maret 2016 naik dibandingkan pendapatan bunga bersih triwulan pertama tahun lalu yang Rp32,98 miliar. Sedangkan laba setelah pajak naik jadi Rp12,02 miliar dari laba triwulan tahun lalu yang Rp5,92 miliar.
Link Net (LINK) mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal pertama 2016 sebesar 12 persen menjadi Rp673,8 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp599,9 miliar. Kenaikan pendapatan turut mendorong laba bersih perseroan menjadi sebesar Rp188 miliar pada kuartal pertama 2016, mengalami peningkatan sekitar 29 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp145 miliar.
Multipolar (MLPL) tercatat masih menderita rugi sebesar Rp124,65 miliar per Maret 2016, namun turun dibandingkan rugi Rp254,48 miliar periode sama tahun sebelumnya. Untuk penjualan turun menjadi Rp4,16 triliun dari penjualan triwulan tahun lalu yang Rp4,36 triliun.
Golden Eagle Energy (SMMT) meraih kenaikan penjualan bersih per Maret 2016 menjadi Rp12,18 miliar dibandingkan penjualan bersih triwulan tahun sebelumnya yang Rp8,10 miliar. Dari sisi bottom line, namun mencatatkan rugi bersih turun menjadi Rp3,93 miliar dari rugi bersih triwulan tahun lalu yang Rp11,95 miliar.
Berlian Laju Tanker (BLTA) membukuakn penurunan pendapatan usaha per Desember 2015 menjadi US$253,19 juta dibandingkan pendapatan usaha periode sama tahun sebelumnya yang US$315,42 juta. Namun, laba bersih naik jadi US$187,21 juta dari rugi bersih US$40,04 juta di tahun 2014.
Delta Dunia Makmur (DOID) berhasil membukukan laba sebesar US$3,06 juta hingga Maret 2016 dari rugi sebesar US$10,43 juta di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan naik jadi US$126,81 juta dibandingkan pendapatan Maret 2015 yang US$122,17 juta.
Soechi Lines (SOCI) mengalami penurunan laba yang didistribusikan ke entitas induk per Maret 2016 menjadi US$2,97 juta usai meraih laba periode sama tahun sebelumnya yang US$12,20 juta. Pendapatan turun tipis menjadi US$33,13 juta dari pendapatan di triwulan tahun sebelumnya yang US$33,95 juta.
Bumi Citra Permai (BCIP) mencatatkan laba sebesar Rp10,47 miliar hingga Maret 2016 dibandingkan rugi sebesar Rp5,49 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih naik menjadi Rp37,25 miliar dari pendapatan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp19,10 miliar.
Bank CIMB Niaga (BNGA) meraih pendapatan bunga bersih Rp2,83 triliun per Maret 2016 naik dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp2,79 triliun. Laba bersih yang dibukukan sebesar Rp268,68 miliar naik dari laba bersih triwulan tahun sebelumnya yang Rp82,72 miliar.
Bank Negara Indonesia (BBNI) meningkatkan akses layanan keuangan kepada nelayan di Bengkalis, Riau, melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pengenalan program pembiayaan Jangkau, Sinergi dan Guideline (Acuan) atau disebut "Jaring". Perseroan ingin meningkatkan pembiayaan ke sektor kemaritiman, dan meningkatkan akses nelayan terhadap jasa keuangan di daerah, khususnya di pesisir Riau.
XL Axiata (EXCL) memastikan tetap akan melaksanakan Rights Issue sesuai rencana semula. EXCL akan melakukan penerbitan penerbitan saham baru (rights issue) guna menggalang dana yang akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman dari pemegang saham sebesar USD 500 juta. Pelaksanaan rights issue akan berlangsung di semester I 2016. Hasil dari rights issue dan penjualan menara akan memperbaiki neraca XL, karena akan digunakan untuk membayar utang dalam US Dollar dan Rupiah, seiring dengan langkah XL mengurangi risiko forex, di mana semua hutang XL sepenuhnya sudah disertai lindung nilai hingga jatuh tempo.
Bank Tabungan Negara (BBTN) melakukan sinergi dengan PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau PT Taspen dalam fasilitas KPR untuk PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau para Pensiunan PNS. Kerja sama ini memungkinkan para PNS untuk mendapatkan tenor lebih panjang dalam permohonan fasilitas KPR, khhususnya bagi para PNS yang mendekati masa pensiun.
Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Bukopin (BBKP) menyetujui untuk membagi dividen tunai sebesar Rp 31,70898 per saham atau setara 30% dari laba bersih tahun buku 2015. Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang terdaftar pada 12 Mei 2016. Pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 1 Juni 2016.
Asahimas Flat Glass (AMFG) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 56,63 miliar, turun 43,78% YoY dari sebelumnya Rp 100,74 miliar. Penurunan laba bersih perseroan karena terjadi kerugian selisih kurs dan penurunan pendapatan keuangan.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) mendapat mandat pemerintah untuk membangun proyek infrastruktur jaringan gas (jargas) bumi sebanyak 24.000 di Surabaya, Jawa Timur. PGAS akan membagi 24.000 jargas dalam 3 cluster besar, yaitu Surabaya Timur, Surabaya Tengah dan Surabaya Selatan. Nilai proyek sambungan gas rumah tangga di Surabaya sebesar Rp 285,21 miliar (APBN). Untuk membangun pengerjaannya, PGN menggandeng kontraktor pelaksana yaitu PT Hutama Karya. PGAS akan membangun pipa sepanjang total 167 km dengan diameter pipa polyetilen ukuran 63 mm dan 180 mm. Pemasangan metering station di 3 lokasi. Dengan target pemasangan per hari adalah pipa sepanjang 1 km dan 150 alamat rumah.
Ciputra Development (CTRA) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 144 miliar atau turun 37% dibandingkan sebelumnya senilai Rp 228 miliar. Pendapatan turun 1,8% menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,4 triliun. Selama kuartal I 2016 anak usaha perseroan yaitu Ciputra Surya (CTRS), Ciputra Property (CTRP) dan Ciputra Residence berkontribusi terhadap pendapatan masing-masing CTRS sebesar Rp 436 miliar (33%), CTRP sebesar Rp 405 miliar (31%), CTRR sebesar Rp 315 miliar (24%) dan lainnya Rp 149 miliar (11%).
Pembangunan Perumahan (PTPP) meraih kontrak baru sebesar Rp 4,98 triliun hingga April 2016 atau sekitar 16,08% dari target total kontrak baru tahun 2016 sebesar Rp 31 triliun. Kontrak baru sebesar Rp 4,98 triliun itu terdiri dari kontrak baru induk perusahaan sebesar Rp 3,31 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp 1,67 triliun. Perseroan menganggarkan dana belanja modal (capex) tahun 2016 sebesar Rp 2,8 triliun. Perseroan akan menggunakan dana kas internal sebagai sumber dana cpaex. Perseroan memiliki hasil operasi perseroan tahun 2015 sebesar Rp 3,2 triliun. Saat ini perseroan sedang mengkaji rencana penggalangan dana melalui dua instrumen, yaitu pinjaman perbankan dan penerbitan surat utang atau obligasi.
Malindo Feedmill (MAIN) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I 2016 senilai Rp 52,15 miliar dari sebelumnya membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 59,74 miliar. Penjualan naik 16,07% menjadi Rp 1,3 triliun dari sebelumnya Rp 1,12 triliun. Kenaikan penjualan terjadi hampir di seluruh bisnis. Kontribusi paling besar berasal dari penjualan pangan yang mencapai Rp 850,80 miliar. Sedang penjualan anak ayam usia sehari senilai Rp 233,36 miliar, ayam pedaging sebesar Rp 106,27 miliar, makanan olahan Rp 17,03 miliar serta penjualan lain-lain tercatat Rp 92,86 miliar.
Bursa Efek Indonesia menerapkan fraksi harga baru efektif mulai 2 Mei 2016. Fraksi harga baru itu adalah harga saham di kisaran Rp 50-Rp 200 memiliki fraksi harga Rp 1, harga saham Rp 200- Rp 500 memiliki fraksi harga Rp 2, harga saham Rp 500-Rp 2.000 memiliki fraksi harga Rp 5, harga saham Rp 2.000-Rp 5.000 memiliki fraksi harga Rp 10, harga saham Rp 5.000 memiliki fraksi harga Rp 25.











0 comments:
Posting Komentar