Prediksi IHSG;
Aksi mogok pekerja perminyakan Kuwait telah memasuki hari ketiga kondisi telah mengeliminir kekecewaan pasar terkait kegagalan pertemuan pembekuan output yang dilakukan negara OPEC dan non OPEC di Doha. Sebelumnya, kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan minyak global bakal berjalan cukup lama, akibatnya kecemasan ini harga minyak turun tajam pada awal pekan ini. Sementara itu, sentimen harga minyak hari ini akan dipengaruhi oleh data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 April 2016. Data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 April 2016 yang rilis hari ini akan menjadi perhatian pasar. Sementara itu, kondisi dari pasar Eropa dan Amerika menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia yang kembali ditutup menguat pada Selasa. Akumulasi faktor positif bertambah menyusul positifnya pasar Asia pada pembukaan hari ini. Sentimen global tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk kembali melaju ke zona hijau pada hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 4869/4856/4847
Resistance Level : 4891/4899/4912
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
PTPP: Trading Buy
Close 3815, TP 3915
Boleh buy di level 3800-3815
Resistance di 3840 & support di 3765
Waspadai jika tembus di 3765
Batasi resiko di 3755
WIKA: Trading Buy
Close 2660, TP 2690
Boleh buy di level 2645-2660
Resistance di 2690 & support di 2610
Waspadai jika tembus di 2610
Batasi resiko di 2600
KRAS : Trading Buy
Close 625, TP 645
Boleh buy di level 620-625
Resistance di 645 & support di 605
Waspadai jika tembus di 605
Batasi resiko di 600
PNLF: Trading Buy
Close 191, TP 195
Boleh buy di level 188-191
Resistance di 195 & support di 184
Waspadai jika tembus di 184
Batasi resiko di 182
BSDE: Trading Buy
Close 1930, TP 1965
Boleh buy di level 1910-1930
Resistance di 1965 & support di 1870
Waspadai jika tembus di 1870
Batasi resiko di 1860
SMRA: Trading Buy
Close 1635, TP 1660
Boleh buy di level 1625-1635
Resistance di 1660 & support di 1585
Waspadai jika tembus di 1585
Batasi resiko di 1575
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
CTRA, SMBR, LSIP, UNVR, ADHI, INAF.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 19-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$40.25 (0.47)
Gold-(troy oz) US$1,242.65 (10.16)
Nickel-(ton) US$9,140.00 (225.00)
Tin-(ton) US$17,065.00 (-85.00)
Coal (Newc)/ton US$50.80 (-11.60)
CPO Mal/ton* MYR2,620.00 (8.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,135.50 (-34.50)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 20 April 2016
RUPSLB
• AGRO - RUPST
• ASGR - RUPST
• PTRO - RUPST/LB
Dividend
• BBTN, Cash Dividend 34.95, cum 19 Apr-16, ex 20 Apr-16
• MPPA, Cash Dividend 26.00, cum 20 Apr-16, ex 21 Apr-16
Economic Calendar:
• indeks harga Global Dairy Trade (GDT) (Berdampak tinggi pada NZD)
• indeks upah rata-rata di Inggris bulan Pebruari 2016 (3m/y)
• data Jobless Claims Inggris bulan Maret 2016
• data tingkat pengangguran di Inggris bulan Pebruari 2016
• data Existing Home Sales AS bulan Maret 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sepakat untuk mengucurkan kredit modal kerja kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 500 miliar dengan tenor selama 2 tahun dan bunga sekitar 10,5%. Kucuran kredit modal kerja kepada PNM merupakan bentuk sinergi antara BUMN untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat. PNM merupakan salah satu BUMN yang memfasilitasi pengusaha yang tidak bankable.
Adaro Energi (ADRO) mengklaim sudah menyepakati 6 isu yang menjadi tolok ukur dari renegosiasi kontrak tersebut, yakni luas wilayah kerja, kelanjutan operasi pertambangan, penerimaan negara, kewajiban pengolahan dan pemurnian, kewajiban divestasi, dan kewajiban penggunaan tenaga kerja serta barang dan jasa dalam negeri. Disebutkan bahwa perusahaan tambang yang melakukan studi penggunaan lahan dan disetujui pemerintah tidak ada pengurangan wilayah. Namun perseroan akan mengembalikan wilayah meski tidak besar.
Garuda Indonesia (GIAA) optimis target 20% penerimaan dari sektor kargo bisa sampai tahun 2016. Pangsa pasar kargo di Indonesia meliputi semua tujuan penerbangan Garuda Indonesia. Sementara di luar negeri, beberapa wilayah pasar kargo utama, seperti Timur Tengah, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Garuda Indonesia mengharapkan pendapatan dari kargo dapat mencapai USD 1 miliar dari saat ini baru USD 250-300 juta.
Garuda Indonesia (GIAA) menargetkan total transaksi mencapai senilai Rp 250 miliar selama pelaksanaan Garuda Indonesia Travel Fair pada 29 April-1 Mei 2016. Perseroan mengharapkan ada peningkatan sekitar 15%-20% dari pelaksanaan GATF 2015 yang total penjualan mencapai Rp 238 miliar. Perseroan memproyeksikan GATF akan dihadiri oleh 150.000 pengunjung, meningkat dari 117.000 pengunjung dari tahun sebelumnya. Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi mitra Garuda Indonesia dalam GATF ini.
Acset Indonusa (ACST) menargetkan perolehan dana sekitar Rp 600 miliar dari rights issue. Perseroan berencana menerbitkan 300 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Sebanyak 20% dana hasil rights issue akan digunakan untuk belanja modal perseroan selama dua tahun. Sisanya 80% akan digunakan untuk operational expenditure dalam mendukung proyek konstruksi yang akan digarap.
Hingga kuartal I-2016, Acset Indonusa (ACST) memperoleh kontrak baru sebanyak Rp 2,4 triliun atau 68,57% dari total target tahun ini yang ditetapkan Rp 3,5 triliun. Sebagian besar kontribusi kontrak baru berasal dari kontrak pengerjaan Gedung Indonesia I di Jakarta Pusat senilai Rp 1,8 triliun. Adapun nilai proyek Gedung Indonesia I mencapai Rp 4 triliun dengan masa konstruksi tiga tahun. Perseroan memiliki bagian pengerjaan 45% konstruksi dan fondasi.
Acset Indonusa (ACST) sepakat membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 33,5 per saham. Nilai tersebut setara 40% dari laba bersih perseroan tahun lalu yang sebesar Rp 41,9 miliar.
Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 300-500 miliar tahun ini. Dana hasil emisi surat utang ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan modal kerja tahun ini. Belanja modal perseroan akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan gudang, peningkatan kapasitas mesin diameter kecil, serta pengembangan lahan perseroan di Gresik, Jawa Timur.
Trisula International (TRIS) mengkaji rencana akuisisi dua brand baru pada tahun ini. Selain itu, pada tahun ini, perseroan berencana meningkatkan produktivitas per m2 menjadi Rp 2,98 juta per bulan dan lebih fokus penjualan 3 merek utama, yaitu JOBB, Jack Nicklaus dan G200. Untuk melakukan penghematan biaya impor, perseroan akan menekan volume impor dengan beralih kepada produksi lokal. TRIS juga akan meningkatkan penjualan melalui beberapa online store atas brand unggulannya.
Garuda Indonesia (GIAA) kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2016 dengan target transaksi sebesar Rp 250 miliar dan 150 ribu pengunjung selama dua kali pelaksanaan GATF tahun ini.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) membukukan kredit Rp 59,3 triliun pada kuartal I-2016, tumbuh 11% YoY. Pertumbuhan kredit didorong oleh penyaluran dana ke segmen UMKM dan masyarakat prasejahtera produktif. Kredit ke pelaku UMKM tumbuh 15% YoY menjadi Rp 15,8 triliun, sedangkan pembiayaan ke segmen prasejahtera produktif yang disalurkan BTPN Syariah meningkat 47% YoY menjadi Rp 3,9 triliun. NPL tercatat sebesar 0,7%. Per 31 Maret 2016, LDR mencapai 96%. Pada kuartal I-2016, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 429 miliar, lebih rendah 11% YoY.
Bank Bukopin (BBKP) mendapatkan peringkat perusahaan pada level A+ dari Pefindo. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil. Hal ini mencerminkan posisi bank yang kuat di industri perbankan, kemitraan bisnis strategis dengan sektor BUMN, serta permodalan yang kuat.
Millenium Pharmacon International (SDPC) pada tahun ini menargetkan kontribusi pendapatan bersih dari program jaminan kesehatan nasional (JKN) sebesar 3% terhadap total pendapatan yang diproyeksikan tumbuh hingga 20%. Tahun lalu, kontribusi pendapatan dari JKN hanya sebesar 2%. Pada tahun 2015, penjualan bersih perseroan mencapai Rp1,71 triliun. Jika target pertumbuhan penjualan perseroan tercapai, maka pendapatan pada 2016 diperkirakan mencapai Rp2,04 triliun. Dengan demikian, pendapatan dari JKN ditargetkan mencapai Rp61,47 miliar.
Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I/2016 dengan pertumbuhan kuantitas penjualan sebesar 23,88% dan penaikan pendapatan sebesar 2,55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada tiga bulan pertama tahun ini, perseroan menjual 92.941 ton pipa baja senilai Rp767,88 miliar, sedangkan pada kuartal pertama tahun lalu perseroan hanya menjual 75.025 ton pipa baja dengan nilai Rp748,82 miliar. Perseroan optimis target pertumbuhan yang dibidik tahun ini akan tercapai, dimana volume penjualan ditargetkan meningkat 20% dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 100%.
Surya Esa Perkasa (ESSA) menandatangani credit agreement dengan Trinugraha Akraya Sejahtera, Standard Chartered Singapore Branch dan Standard Chartered Jakarta Branch pada tanggal 31 Maret 2016. Pinjaman ini akan digunakan untuk rencana pembangunan pabrik amoniak dengan kapasitas sebesar 2.000 MPTD di Sulawesi Indonesia oleh PT Panca Amara Utama, entitas anak perusahaan. Perusahaan menandatangani letter of credit sebesar US$49,4 juta mewakili 38,89% dari ekuitas perusahaan berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2015.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) akan melakukan private placement atau penambahan modal tanpa HMETD sebanyak-banyaknya 113.757.970 saham atau maksimal 10%. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 27 Mei 2016. Harga penawaran saham baru tersebut minimal sebesar Rp 8.352 per saham, sehingga dana yang bisa diraih sebesar Rp 950.106.563.770. Dana hasil private placement itu rencananya akan digunakan untuk pengembangan anak usaha dan tambahan modal kerja serta pelunasan lebih awal utang perseroan.
Lautan Luas (LTLS) membukukan pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 6,46 triliun atau tumbuh 9,86% YoY. Total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 128 miliar atau turun 29,12% dari sebelumnya senilai Rp 180,75 miliar.
Cakra Mineral (CKRA) meraih penjualan neto per Desember 2015 sebesar Rp 22,10 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 30,59 miliar. Rugi bersih tercatat Rp 42,05 miliar turun dari rugi bersih tahun 2014 yang sebesar Rp 304,46 miliar.
BFI Finance Indonesia (BFIN) menargetkan pembiayaan baru tahun 2016 tumbuh sekitar 11% menjadi Rp 11,2 triliun dari Rp 10,05 triliun di tahun 2014. Target pertumbuhan tahun 2016 lebih tinggi dari pencapaian pertumbuhan tahun 2015 yang sebesar 8,2%. Sementara target piutang yang dikelola sekitar 9% menjadi Rp 13,41 triliun dari Rp 12,22 triliun pada tahun 2015. Target pertumbuhan tahun 2016 sama dengan pencapaian pertumbuhan tahun 2015, yakni 9%. Pertumbuhan piutang yang dikelola tahun 2015 didorong oleh sektor mobil bekas. Selain itu perseroan menargetkan jumlah jaringan tahun 2016 bisa mencapai 280 jaringan (outlet) atau tumbuh 4,9% dari jumlah tahun 2015 yang sudah mencapai 267 jaringan.
Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) mengalami kenaikan rugi yang dapat diatribusikan ke entitas induk hingga 298,45% menjadi Rp 505,96 miliar pada tahun 2015 dari tahun 2014 yang sekitar Rp 126,98 miliar. Sedang penjualan naik sekitar 11,99% menjadi Rp 1,11 triliun pada 2015 dari Rp 993,41 miliar pada 2014.
Aksi mogok pekerja perminyakan Kuwait telah memasuki hari ketiga kondisi telah mengeliminir kekecewaan pasar terkait kegagalan pertemuan pembekuan output yang dilakukan negara OPEC dan non OPEC di Doha. Sebelumnya, kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan minyak global bakal berjalan cukup lama, akibatnya kecemasan ini harga minyak turun tajam pada awal pekan ini. Sementara itu, sentimen harga minyak hari ini akan dipengaruhi oleh data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 April 2016. Data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 April 2016 yang rilis hari ini akan menjadi perhatian pasar. Sementara itu, kondisi dari pasar Eropa dan Amerika menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia yang kembali ditutup menguat pada Selasa. Akumulasi faktor positif bertambah menyusul positifnya pasar Asia pada pembukaan hari ini. Sentimen global tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk kembali melaju ke zona hijau pada hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 4869/4856/4847
Resistance Level : 4891/4899/4912
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
PTPP: Trading Buy
Close 3815, TP 3915
Boleh buy di level 3800-3815
Resistance di 3840 & support di 3765
Waspadai jika tembus di 3765
Batasi resiko di 3755
WIKA: Trading Buy
Close 2660, TP 2690
Boleh buy di level 2645-2660
Resistance di 2690 & support di 2610
Waspadai jika tembus di 2610
Batasi resiko di 2600
KRAS : Trading Buy
Close 625, TP 645
Boleh buy di level 620-625
Resistance di 645 & support di 605
Waspadai jika tembus di 605
Batasi resiko di 600
PNLF: Trading Buy
Close 191, TP 195
Boleh buy di level 188-191
Resistance di 195 & support di 184
Waspadai jika tembus di 184
Batasi resiko di 182
BSDE: Trading Buy
Close 1930, TP 1965
Boleh buy di level 1910-1930
Resistance di 1965 & support di 1870
Waspadai jika tembus di 1870
Batasi resiko di 1860
SMRA: Trading Buy
Close 1635, TP 1660
Boleh buy di level 1625-1635
Resistance di 1660 & support di 1585
Waspadai jika tembus di 1585
Batasi resiko di 1575
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
CTRA, SMBR, LSIP, UNVR, ADHI, INAF.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 19-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$40.25 (0.47)
Gold-(troy oz) US$1,242.65 (10.16)
Nickel-(ton) US$9,140.00 (225.00)
Tin-(ton) US$17,065.00 (-85.00)
Coal (Newc)/ton US$50.80 (-11.60)
CPO Mal/ton* MYR2,620.00 (8.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,135.50 (-34.50)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 20 April 2016
RUPSLB
• AGRO - RUPST
• ASGR - RUPST
• PTRO - RUPST/LB
Dividend
• BBTN, Cash Dividend 34.95, cum 19 Apr-16, ex 20 Apr-16
• MPPA, Cash Dividend 26.00, cum 20 Apr-16, ex 21 Apr-16
Economic Calendar:
• indeks harga Global Dairy Trade (GDT) (Berdampak tinggi pada NZD)
• indeks upah rata-rata di Inggris bulan Pebruari 2016 (3m/y)
• data Jobless Claims Inggris bulan Maret 2016
• data tingkat pengangguran di Inggris bulan Pebruari 2016
• data Existing Home Sales AS bulan Maret 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 15 April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sepakat untuk mengucurkan kredit modal kerja kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 500 miliar dengan tenor selama 2 tahun dan bunga sekitar 10,5%. Kucuran kredit modal kerja kepada PNM merupakan bentuk sinergi antara BUMN untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat. PNM merupakan salah satu BUMN yang memfasilitasi pengusaha yang tidak bankable.
Adaro Energi (ADRO) mengklaim sudah menyepakati 6 isu yang menjadi tolok ukur dari renegosiasi kontrak tersebut, yakni luas wilayah kerja, kelanjutan operasi pertambangan, penerimaan negara, kewajiban pengolahan dan pemurnian, kewajiban divestasi, dan kewajiban penggunaan tenaga kerja serta barang dan jasa dalam negeri. Disebutkan bahwa perusahaan tambang yang melakukan studi penggunaan lahan dan disetujui pemerintah tidak ada pengurangan wilayah. Namun perseroan akan mengembalikan wilayah meski tidak besar.
Garuda Indonesia (GIAA) optimis target 20% penerimaan dari sektor kargo bisa sampai tahun 2016. Pangsa pasar kargo di Indonesia meliputi semua tujuan penerbangan Garuda Indonesia. Sementara di luar negeri, beberapa wilayah pasar kargo utama, seperti Timur Tengah, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Garuda Indonesia mengharapkan pendapatan dari kargo dapat mencapai USD 1 miliar dari saat ini baru USD 250-300 juta.
Garuda Indonesia (GIAA) menargetkan total transaksi mencapai senilai Rp 250 miliar selama pelaksanaan Garuda Indonesia Travel Fair pada 29 April-1 Mei 2016. Perseroan mengharapkan ada peningkatan sekitar 15%-20% dari pelaksanaan GATF 2015 yang total penjualan mencapai Rp 238 miliar. Perseroan memproyeksikan GATF akan dihadiri oleh 150.000 pengunjung, meningkat dari 117.000 pengunjung dari tahun sebelumnya. Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi mitra Garuda Indonesia dalam GATF ini.
Acset Indonusa (ACST) menargetkan perolehan dana sekitar Rp 600 miliar dari rights issue. Perseroan berencana menerbitkan 300 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Sebanyak 20% dana hasil rights issue akan digunakan untuk belanja modal perseroan selama dua tahun. Sisanya 80% akan digunakan untuk operational expenditure dalam mendukung proyek konstruksi yang akan digarap.
Hingga kuartal I-2016, Acset Indonusa (ACST) memperoleh kontrak baru sebanyak Rp 2,4 triliun atau 68,57% dari total target tahun ini yang ditetapkan Rp 3,5 triliun. Sebagian besar kontribusi kontrak baru berasal dari kontrak pengerjaan Gedung Indonesia I di Jakarta Pusat senilai Rp 1,8 triliun. Adapun nilai proyek Gedung Indonesia I mencapai Rp 4 triliun dengan masa konstruksi tiga tahun. Perseroan memiliki bagian pengerjaan 45% konstruksi dan fondasi.
Acset Indonusa (ACST) sepakat membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 33,5 per saham. Nilai tersebut setara 40% dari laba bersih perseroan tahun lalu yang sebesar Rp 41,9 miliar.
Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 300-500 miliar tahun ini. Dana hasil emisi surat utang ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan modal kerja tahun ini. Belanja modal perseroan akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan gudang, peningkatan kapasitas mesin diameter kecil, serta pengembangan lahan perseroan di Gresik, Jawa Timur.
Trisula International (TRIS) mengkaji rencana akuisisi dua brand baru pada tahun ini. Selain itu, pada tahun ini, perseroan berencana meningkatkan produktivitas per m2 menjadi Rp 2,98 juta per bulan dan lebih fokus penjualan 3 merek utama, yaitu JOBB, Jack Nicklaus dan G200. Untuk melakukan penghematan biaya impor, perseroan akan menekan volume impor dengan beralih kepada produksi lokal. TRIS juga akan meningkatkan penjualan melalui beberapa online store atas brand unggulannya.
Garuda Indonesia (GIAA) kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2016 dengan target transaksi sebesar Rp 250 miliar dan 150 ribu pengunjung selama dua kali pelaksanaan GATF tahun ini.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) membukukan kredit Rp 59,3 triliun pada kuartal I-2016, tumbuh 11% YoY. Pertumbuhan kredit didorong oleh penyaluran dana ke segmen UMKM dan masyarakat prasejahtera produktif. Kredit ke pelaku UMKM tumbuh 15% YoY menjadi Rp 15,8 triliun, sedangkan pembiayaan ke segmen prasejahtera produktif yang disalurkan BTPN Syariah meningkat 47% YoY menjadi Rp 3,9 triliun. NPL tercatat sebesar 0,7%. Per 31 Maret 2016, LDR mencapai 96%. Pada kuartal I-2016, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 429 miliar, lebih rendah 11% YoY.
Bank Bukopin (BBKP) mendapatkan peringkat perusahaan pada level A+ dari Pefindo. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil. Hal ini mencerminkan posisi bank yang kuat di industri perbankan, kemitraan bisnis strategis dengan sektor BUMN, serta permodalan yang kuat.
Millenium Pharmacon International (SDPC) pada tahun ini menargetkan kontribusi pendapatan bersih dari program jaminan kesehatan nasional (JKN) sebesar 3% terhadap total pendapatan yang diproyeksikan tumbuh hingga 20%. Tahun lalu, kontribusi pendapatan dari JKN hanya sebesar 2%. Pada tahun 2015, penjualan bersih perseroan mencapai Rp1,71 triliun. Jika target pertumbuhan penjualan perseroan tercapai, maka pendapatan pada 2016 diperkirakan mencapai Rp2,04 triliun. Dengan demikian, pendapatan dari JKN ditargetkan mencapai Rp61,47 miliar.
Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I/2016 dengan pertumbuhan kuantitas penjualan sebesar 23,88% dan penaikan pendapatan sebesar 2,55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada tiga bulan pertama tahun ini, perseroan menjual 92.941 ton pipa baja senilai Rp767,88 miliar, sedangkan pada kuartal pertama tahun lalu perseroan hanya menjual 75.025 ton pipa baja dengan nilai Rp748,82 miliar. Perseroan optimis target pertumbuhan yang dibidik tahun ini akan tercapai, dimana volume penjualan ditargetkan meningkat 20% dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 100%.
Surya Esa Perkasa (ESSA) menandatangani credit agreement dengan Trinugraha Akraya Sejahtera, Standard Chartered Singapore Branch dan Standard Chartered Jakarta Branch pada tanggal 31 Maret 2016. Pinjaman ini akan digunakan untuk rencana pembangunan pabrik amoniak dengan kapasitas sebesar 2.000 MPTD di Sulawesi Indonesia oleh PT Panca Amara Utama, entitas anak perusahaan. Perusahaan menandatangani letter of credit sebesar US$49,4 juta mewakili 38,89% dari ekuitas perusahaan berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2015.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) akan melakukan private placement atau penambahan modal tanpa HMETD sebanyak-banyaknya 113.757.970 saham atau maksimal 10%. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 27 Mei 2016. Harga penawaran saham baru tersebut minimal sebesar Rp 8.352 per saham, sehingga dana yang bisa diraih sebesar Rp 950.106.563.770. Dana hasil private placement itu rencananya akan digunakan untuk pengembangan anak usaha dan tambahan modal kerja serta pelunasan lebih awal utang perseroan.
Lautan Luas (LTLS) membukukan pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 6,46 triliun atau tumbuh 9,86% YoY. Total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 128 miliar atau turun 29,12% dari sebelumnya senilai Rp 180,75 miliar.
Cakra Mineral (CKRA) meraih penjualan neto per Desember 2015 sebesar Rp 22,10 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 30,59 miliar. Rugi bersih tercatat Rp 42,05 miliar turun dari rugi bersih tahun 2014 yang sebesar Rp 304,46 miliar.
BFI Finance Indonesia (BFIN) menargetkan pembiayaan baru tahun 2016 tumbuh sekitar 11% menjadi Rp 11,2 triliun dari Rp 10,05 triliun di tahun 2014. Target pertumbuhan tahun 2016 lebih tinggi dari pencapaian pertumbuhan tahun 2015 yang sebesar 8,2%. Sementara target piutang yang dikelola sekitar 9% menjadi Rp 13,41 triliun dari Rp 12,22 triliun pada tahun 2015. Target pertumbuhan tahun 2016 sama dengan pencapaian pertumbuhan tahun 2015, yakni 9%. Pertumbuhan piutang yang dikelola tahun 2015 didorong oleh sektor mobil bekas. Selain itu perseroan menargetkan jumlah jaringan tahun 2016 bisa mencapai 280 jaringan (outlet) atau tumbuh 4,9% dari jumlah tahun 2015 yang sudah mencapai 267 jaringan.
Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) mengalami kenaikan rugi yang dapat diatribusikan ke entitas induk hingga 298,45% menjadi Rp 505,96 miliar pada tahun 2015 dari tahun 2014 yang sekitar Rp 126,98 miliar. Sedang penjualan naik sekitar 11,99% menjadi Rp 1,11 triliun pada 2015 dari Rp 993,41 miliar pada 2014.











0 comments:
Posting Komentar