Prediksi IHSG;
Kegagalan dalam kesepakatan pembekuan produksi minyak oleh negara OPEC dan Non-OPEC. Karena tidak tercapainya persetujuan, memicu kekhawatiran akan terkanan terhadap harga minyak mentah. Pertemuan Doha, para investor mengabaikan kegagalan tercapainya kesepakatan pembekuan produksi minyak oleh para produsen utama. Kegagalan pertemuan Doha tidak pengaruhi bursa Eropa dan Amerika (AS). Dengan adanya katalis positif terutama dari pasar Eropa dan AS yang ditutup menguat pada Senin, dan berlanjut pada pasar Asia yang dibuka berada di teritori positif, membuka peluang besar bagi IHSG untuk melaju ke zona hijau pada perdagangan saham hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 4822/4779/4757
Resistance Level : 4887/4909/4953
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 2615, TP 2645
Boleh buy di level 2600-2615
Resistance di 2645 & support di 2555
Waspadai jika tembus di 2555
Batasi resiko di 2545
BMRI: Trading Buy
Close 9700, TP 9850
Boleh buy di level 9600-9700
Resistance di 9850 & support di 9400
Waspadai jika tembus di 9400
Batasi resiko di 9350
BBNI : Trading Buy
Close 5025, TP 5100
Boleh buy di level 4975-5025
Resistance di 5100 & support di 4875
Waspadai jika tembus di 4875
Batasi resiko di 4865
ASII: Trading Buy
Close 7525, TP 7750
Boleh buy di level 7475-7525
Resistance di 7750 & support di 7375
Waspadai jika tembus di 7375
Batasi resiko di 7325
ANTM: Trading Buy
Close 695, TP 720
Boleh buy di level 685-695
Resistance di 720 & support di 650
Waspadai jika tembus di 650
Batasi resiko di 640
SMRA: Trading Buy
Close 1560, TP 1600
Boleh buy di level 1550-1560
Resistance di 1600 & support di 1530
Waspadai jika tembus di 1530
Batasi resiko di 1520
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
TINS, PTBA, GGRM, WSKT, UNVR, MEDC, GIAA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 18-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$39.01 (-1.35)
Gold-(troy oz) US$1,237.38 (3.23)
Nickel-(ton) US$8,915.00 (-80.00)
Tin-(ton) US$17,150.00 (0.00)
Coal (Newc)/ton US$50.85 (-11.55)
CPO Mal/ton* MYR2,611.50 (-10.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,170.00 (-8.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 19 April 2016
Dividend
• SMBR, Cash Dividend 9.00, cum 18 Apr-16, ex 19 Apr-16
• BBTN, Cash Dividend 34.95, cum 19 Apr-16, ex 20 Apr-16
Economic Calendar:
• data Current Account kawasan Euro bulan Pebruari 2016
• indeks ZEW Economic Sentiment kawasan Euro bulan April 2016
• data Building Permits dan Housing Starts AS bulan Maret 2016
• testimoni gubernur BoE Mark Carney didepan parlemen di London
VAS
HEADLINE NEWS
Link Net (LINK) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp42 per saham pada 19 Mei 2015. Untuk cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 22-25 April 2016 dan di pasar tunai 27-28 April 2016 dengan DPS hingga 27 April 2016.
Lippo General Insurance (LPGI) mencatat laba setelah pajak sebesar Rp77,65 miliar hingga periode Desember 2015 atau turun 39,32% dibandingkan laba setelah pajak periode sama tahun sebelumnya yang Rp127,98 miliar. Pendapatan premi bruto mencapai Rp1,07 triliun naik dari pendapatan premi bruto tahun 2014 yang Rp872,68 miliar.
Bank Mega (MEGA) akan membagikan dividen tunainya sebesar Rp75,58 per saham pada 19 Mei mendatang kepada pemegang sahamnya. Untuk cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 22-25 April 2016 dan di pasar tunai 27-28 April 2016 dengan DPS hingga 27 April 2016.
Siantar Top (STTP) berencana melakukan private placement atau Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Saham baru yang akan dikeluarkan sebanyak 113.757.970 saham atau maksimal 10% saham. Harga pelaksanaan saham baru tersebut sekurang-kurangnya Rp8.352 per saham sehingga dana yang diterima perusahaan ini mencapai Rp950.106.563.770.
Adaro Energy (ADRO) akan mengembangkan bisnis non pertambangan agar dapat menjaga kinerja keuangan perseroan di tengah penurunan harga komoditas, terutama batubara yang berada di kisara rendah. Bisnis model perseroan akan menjadi tiga pilar, yakni pertambangan batubara, logistik dan jasa pertambangan, dan ketenagalistrikan. Bisnis di bidang jasa logistik menangani kegiatan transportasi batubara ke pelabuhan lepas pantai untuk selanjutnya dilakukan "transshipment" atau ke terminal penyimpanan yang ada di wilayah pesisir. Untuk bisnis ketenagalistrikan, diharapkan perseroan dapat memainkan peranan penting dalam bisnis itu menyusul rencana pemerintah yang telah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 Megawatt (MW) dalam hingga 2019 mendatang.
Aneka Tambang (ANTM) akan membentuk perusahaan patungan dengan Ferrostaal dan Cronimet Corporation untuk memproduksi nickel pig iron di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. ANTM akan memiliki 25% saham pada proyek senilai USD 800 juta. Sesuai rencana, pembentukan JV akan tergantung dari peningkatan project development agreement (PDA) ke persetujuan pemegang saham. Produksi yang akan dihasilkan dari kerja sama ini adalah produk nickel pig iron dengan kapasitas 19.500 per tahun.
Adaro Energy (ADRO) akan membagikan dividen final sebesar USD 40,3 juta untuk tahun buku 2015. Sebelumnya, pada awal 2016, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar USD 35,1 juta.
Hingga kuartal I-2016, nilai kontrak baru yang dibukukan empat BUMN konstruksi mencapai Rp 19,79 triliun, tumbuh 18% YoY. Dari empat BUMN konstruksi, Wijaya Karya (WIKA) dan Waskita Karya (WSKT) mencatat kenaikan perolehan kontrak baru. Adapun, Adhi Karya (ADHI) dan Pembangunan Perumahan (PTPP) membukukan penurunan. ADHI membukukan kontrak baru sebesar Rp 2,3 triliun sepanjang kuartal I-2016 dibandingkan dengan Rp 2,6 triliun pada kuartal I-2015. Sementara itu, PTPP membukukan kontrak baru Rp 4,17 triliun pada kuartal I-2016 dibandingkan dengan Rp 6,7 triliun.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) akan melakukan penambahan modal tanpa HMETD dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 113.757.970 saham, yang merupakan 10% dari modal disetor. RUPSLB perseroan akan diselenggarakan pada 27 Mei 2016. Harga pelaksanaan saham baru adalah sekurang-kurangnya Rp 8.352 per saham. Dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk pengembangan usaha dan atau tambahan modal kerja dan atau pelunasan lebih awal atas sebagian utang.
Bentoel Internasional Investama (RMBA) akan melangsungkan rights issue maksimal senilai Rp 13,99 triliun. Perseroan menawarkan hingga 29,16 miliar saham baru dengan asumsi harga pelaksanaan Rp 480 per saham. Jumlah saham baru yang diterbitkan tersebut setara 80,1% dari modal ditempatkan dan disetor. Rasio ditetapkan 36:145. RMBA akan menggunakan seluruh hasil rights issue ini untuk mengurangi utang perseroan kepada Rothmans Far East BV sebesar Rp 12 triliun, serta keperluan usaha lainnya.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) memproyeksikan margin laba bersih tahun ini akan mecapai 15%, naik tipis dibandingkan dengan posisi pada 2015 sebesar 14,8%. Peningkatan penjualan dan efisiensi menjadi dua penopang utama stabilitas margin laba bersih perseroan. Penjualan tahun ini diprediksi tumbuh 51% menjadi 29,17 juta ton. Hingga 1Q16, penjualan perseroan mencapai 5,23 juta ton atau 18% dari target yang diusung.
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prospek Agung Podomoro Land (APN) menjadi negatif dari sebelumnya stabil kendati peringkat surat utang tetap ditegaskan di idA-. Penurunan prospek ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak material dapat merugikan bisnis APLN dan kinerja keuangannya akibat sentimen negatif dari kasus proyek reklamasi di Jakarta Utara.
Intraco Penta (INTA) akan menaikkan kepemilikan sahamnya menjadi 49% dari saat ini 30% di proyek pembangkit listrik tenaga uap di Bengkulu yang menghabiskan investasi hingga US$360 juta. Proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x100 megawatt (MW) itu dibangun dan dioperasikan oleh PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB). Dalam perusahaan patungan TLB, INTA melalui anak usahanya yakni PT Inti Daya Perkasa memiliki 30% saham, sedangkan Sinohydro Hong Kong (Holding) Limited, anak usaha Power Construction Corporation of China, memiliki 70% saham.
Logindo Samudramakmur (LEAD) menyatakan siap melego 19 armada kapal untuk meningkatkan efisiensi di tengah tingkat utilisasi kapal yang turun sebagai dampak dari gejolak harga minyak. Sebagian besar kapal yang akan dijual merupakan kapal-kapal tug boat berusia uzur, mulai dari belasan hingga 20 tahun. Perseroan akan menjual kapal-kapal tersebut karena lebih sering melego jangkar dibandingkan berlayar menerima pesanan. Rencana penjualan 19 kapal tersebut juga membuat LEAD berhemat US$437.000 karena menghentikan penyusutan sementara terhadap kapal-kapal tersebut. Sementara itu, untuk kapal - kapal besar, LEAD juga memperpanjang masa penyusutan armada sehingga bisa menghemat biaya hingga US$2,2 juta.
MNC Bank Internasional (BABP) tengah mengkaji persiapan infrastruktur layanan produk consumer banking. Layanan consumer banking yang digarap perseroan adalah produk mobile banking dan juga internet banking untuk korporasi. Perseroan menargetkan layanan consumer banking tersebut bisa selesai pada semester II/2016.
Bank Negara Indonesia (BBNI) berencana mendorong anak usaha, Bank Negara Indonesia Syariah untuk meningkatkan kredit produktif. Pasalnya, sejauh ini kredit anak usaha perseron tersebut masih didominasi oleh kredit konsumsi. Rencananya, perseroan juga akan menyertakan porsi syariah dalam kredit sindikasi.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih mengkaji kemungkinan menggarap pasar Thailand. Tahun ini, BBRI lebih fokus utuk membuka kantor cabang di Timor Leste.
Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) akan melaksanakan kuasi reorganisasi dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) konsolidasian dengan menggunakan porsi agio saham. Dengan kondisi posisi keuangan yang tanpa dibebani defisit masa lampau, perseroan diharapkan lebih mudah memperoleh pendanaan dalam rangka pengembangan usaha. Dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena perseroan dapat membagikan dividen.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dan Telkomsel, anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM), bekerja sama mengembangkan layanan keuangan terhubung antara TCASH dan BTPN WOW yang dipasarkan secara bersama. Kerja sama ini akan memperluas layanan keuangan terhubung, sekaligus memberikan kemudahan bertransaksi dan menabung melalui telepon genggam, khususnya bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan lembaga keuangan formal.
Adaro Energy (ADRO) berupaya meningkatkan kinerjanya seiring belum membaiknya harga komoditas batu bara. ADRO telah mengubah strategi dan tidak lagi hanya berfokus pada bisnis inti perseroan. Saat ini ADRO akan memaksimalkan lini bisnis sektor lainnya seperti logistik dan power plant. Ke depan model bisnis Adaro menjadi 3 pilar, yaitu batubara sepertiga, logistik sepertiga dan power plant atau listrik sepertiga. Pendapatan dari non mining tahun 2015 tercatat meningkat menjadi 40%, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 19%. Pendapatan di sektor logistik pada tahun 2015 berkontribusi sekitar 20% dari total pendapatan perseroan. Pencapaian tersebut masih dapat meningkat lagi sejalan dengan penggalakan program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW yang sebagian besar membutuhkan bahan bakar batu bara. Apabila dalam 5-10 tahun lagi PLTU Batang mulai beroperasi serta membutuhkan batubara 10 juta ton dan Adaro mendapat 7 juta ton, perseroan yakin bisa porsinya tumbuh sampai 33%.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan menyelesaikan proyek perluasan jaringan pipa gas bumi di kawasan bisnis Nagoya, Batam, Kepulauan Riau pada Mei 2016 sepanjang 18,3 km. Jaringan pipa gas bumi itu akan memasok gas bumi ke pelanggan, seperti pusat belanja, rumah makan, hotel, hingga industri. Selain Nagoya, PGN kini juga tengah menyelesaikan proyek jaringan gas (jargas) bumi kota atau "city gas" sebanyak 4.000 sambungan rumah tangga di Kawasan Batu Aji, Batam yang merupakan penugasan dari pemerintah melalui Kementerian ESDM. Saat ini pipa gas bumi yang dimiliki dan dioperasikan PGN di Batam sepanjang 123 km. Dengan selesainya proyek pembangunan pipa distribusi Nagoya ini, jumlah pipa distribusi gas bumi di Batam menjadi 141,3 km. PGN memasok gas bumi ke 672 pelanggan di Batam, meliputi 39 industri besar, 36 pelanggan komersial seperti restoran hingga hotel, serta 597 rumah tangga.
Asuransi Dayin Mitra (ASDM) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 37,53 miliar hingga triwulan I 2016, turun dibandingkan sebelumnya Rp 46,95 miliar di triwulan I 2015. Laba tahun berjalan turun menjadi Rp 5,03 miliar dari sebelumnya Rp 9,46 miliar.
Chitose Internasional (CINT) berencana membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 8 per saham atau setara 27,14% dari laba bersih tahun buku 2015, atau sebesar Rp 8 miliar. Dividen itu akan dibayarkan secepatnya, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Trisula International (TRIS) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 8 per saham. Perseroan mengalokasikan 37% dari laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp 22,5 miliar setara Rp 8,32 miliar. Sisa dari laba bersih tahun buku 2015 akan dibukukan sebagai laba ditahan (retained earning) untuk mendukung pengembangan perseroan tahun 2016.
Trisula International (TRIS) menargetkan penjualan pada tahun 2016 sebesar Rp 1 triliun atau naik dari tahun 2015 yang sebesar Rp 859,74 miliar. Laba bersih diharapkan naik menjadi sebesar Rp 24,8 miliar dari Rp 22,5 miliar. Untuk mendukung target di tahun 2016, perseroan berencana meningkatkan produktivitas dan fokus pada penjualan pakaian untuk tiga merek utama, yaitu JOBB, Jack Nicklaus dan G2000. Selain itu melakukan penghematan biaya impor, dimana manajemen akan menekan volume impor dengan beralih kepada produksi lokal. Perseroan juga akan memperhatikan industri E-Commerce guna mendorong penjualan beberapa online store atas brand unggulannya. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak baik terhadap efisiensi biaya operasional perseroan.
Trisula International (TRIS) mengkaji rencana akuisisi dua brand baru pada tahun 2016, tetapi masih melihat kondisi perekonomian dan industri pakaian pada tahun 2016. Perseroan tengah mengkaji 2 perusahaan untuk diakuisisi brand-nya. Nantinya TRIS akan memilih salah satu dari perusahaan tersebut. Pada tahun 2016 Perseroan berencana meningkatkan produktivitas per m2 menjadi Rp 2,98 juta per bulan dan lebih fokus penjualan 3 merek utama, yaitu JOBB, Jack Nicklaus dan G200. Perseroan akan menekan volume impor dengan beralih kepada produksi lokal untuk melakukan penghematan biaya impor. Industri E-Commerce turut mendorong Perseroan untuk meningkatkan penjualan melalui beberapa online store atas brand unggulannya. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak baik terhadap efisiensi biaya operasional Perseroan. Di pasar internasional, beberapa rencana Perseroan akan terfokus pada costumer service, peningkatan kualitas, serta konsolidasi back office dan fasilitas produksi sebagai bagian dari efisiensi dan efektivitas. Selain itu perseroan juga berencana mengakuisisi sebagian saham PT Nissel Garment Manufacture (sebuah pabrik garmen memproduksi pakaian wanita) senilai Rp 3,3 miliar. Secara internal Perseroan berencana mengalihkan 94% kepemilikan saham PT Trisula Garmindo Manufacturing kepada PT Trisco Tailor Apparel Manufacturing, sebagai bentuk optimalisasi "customer mix" serta konsolidasi dan penyatuan fungsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem kerja. Melalui restrukturisasi ini, perseroan menargetkan pertumbuhan baik dari sisi volume penjualan maupun profitibilitas yang tinggi di masa mendatang.
Trisula International (TRIS) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2016 sebesar USD 1 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung bisnis Perseroan. Sekitar USD 700 ribu - USD 800 ribu dana capex untuk manufacturing atau penambahan mesin-mesin itu dan Rp 3 miliar untuk ritel, pembelian tanah untuk kantor dan pabrik baru. Hingga kuartal I 2016 realisasi dana capex mencapai Rp 3 miliar. Dana itu telah digunakan untuk akuisisi tanah seluas 1.400 meter persegi di Ciputat, Tangerang Selatan. Dana capex tahun ini akan bersumber dari hasil kombinasi antara kas internal serta pinjaman perbankan sebesar 20%.
Trisula International (TRIS) berencana menyatukan pabrik dan kantornya dalam satu area di Ciputat, Tangerang dalam rangka efisiensi. Pembangunan pabrik & kantor baru yang akan berdiri diatas lahan 1.400 meter persegi akan membutuhkan total dana investasi sekitar Rp 18 miliar. Sumber pendanaan akan berasal dari hasil divestasi kantor dan pabrik yang lama milik perseroan. Pembangunan pabrik & kantor tersebut selama 1-1,5 tahun. Saat ini perseroan sedang men-design dan mengurus izin-izinnya terlebih dahulu. Pembangunan pabrik ditargetkan segera dibangun di awal tahun 2017 dan selesai di tahun 2018. Jika pabrik itu jadi, maka nantinya Perseroan akan menghemat biaya 2% - 3%. Pada kuartal I 2016 Perseroan telah mengakuisisi lahan 1.400 meter persegi. Dana yang telah dikeluarkan mencapai Rp 3 miliar, yang masuk dalam anggaran belanja modal Perseroan tahun 2016 sekitar USD 1 juta.
Lotte Chemical Titan (FPNI) pada 14 April 2016 telah melakukan perjanjian IT Support Service dengan pihak afiliasi, yaitu Lotte Chemical Corporation (LCC), terhitung sejak 1 Januari 2016 sampai 31 Desember 2016 dan dapat diperpanjang otomatis. Sebagai imbalan atas jasa LLC itu, Perseroan akan dikenakan biaya sebesar KW 3.624.000 atau setara dengan Rp 41.603.520 yang nilainya tidak melebihi 0,5% dari modal disetor perseroan.
Bank MNC Internasional (BABP) menggandeng PT Andalan Finance Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan penyaluran kredit khususnya di sektor kendaraan bermotor. Perseroan memberikan fasilitas kredit Rp 200 miliar. MNC Bank pernah menyalurkan kredit melalui Andalan Finance sebesar Rp 200 miliar pada tahun 2012. Total fasilitas kredit yang telah diberikan MNC Bank kepada Andalan Finance mencapai Rp 400 miliar
Kegagalan dalam kesepakatan pembekuan produksi minyak oleh negara OPEC dan Non-OPEC. Karena tidak tercapainya persetujuan, memicu kekhawatiran akan terkanan terhadap harga minyak mentah. Pertemuan Doha, para investor mengabaikan kegagalan tercapainya kesepakatan pembekuan produksi minyak oleh para produsen utama. Kegagalan pertemuan Doha tidak pengaruhi bursa Eropa dan Amerika (AS). Dengan adanya katalis positif terutama dari pasar Eropa dan AS yang ditutup menguat pada Senin, dan berlanjut pada pasar Asia yang dibuka berada di teritori positif, membuka peluang besar bagi IHSG untuk melaju ke zona hijau pada perdagangan saham hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 4822/4779/4757
Resistance Level : 4887/4909/4953
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 2615, TP 2645
Boleh buy di level 2600-2615
Resistance di 2645 & support di 2555
Waspadai jika tembus di 2555
Batasi resiko di 2545
BMRI: Trading Buy
Close 9700, TP 9850
Boleh buy di level 9600-9700
Resistance di 9850 & support di 9400
Waspadai jika tembus di 9400
Batasi resiko di 9350
BBNI : Trading Buy
Close 5025, TP 5100
Boleh buy di level 4975-5025
Resistance di 5100 & support di 4875
Waspadai jika tembus di 4875
Batasi resiko di 4865
ASII: Trading Buy
Close 7525, TP 7750
Boleh buy di level 7475-7525
Resistance di 7750 & support di 7375
Waspadai jika tembus di 7375
Batasi resiko di 7325
ANTM: Trading Buy
Close 695, TP 720
Boleh buy di level 685-695
Resistance di 720 & support di 650
Waspadai jika tembus di 650
Batasi resiko di 640
SMRA: Trading Buy
Close 1560, TP 1600
Boleh buy di level 1550-1560
Resistance di 1600 & support di 1530
Waspadai jika tembus di 1530
Batasi resiko di 1520
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
TINS, PTBA, GGRM, WSKT, UNVR, MEDC, GIAA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 18-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$39.01 (-1.35)
Gold-(troy oz) US$1,237.38 (3.23)
Nickel-(ton) US$8,915.00 (-80.00)
Tin-(ton) US$17,150.00 (0.00)
Coal (Newc)/ton US$50.85 (-11.55)
CPO Mal/ton* MYR2,611.50 (-10.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,170.00 (-8.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 19 April 2016
Dividend
• SMBR, Cash Dividend 9.00, cum 18 Apr-16, ex 19 Apr-16
• BBTN, Cash Dividend 34.95, cum 19 Apr-16, ex 20 Apr-16
Economic Calendar:
• data Current Account kawasan Euro bulan Pebruari 2016
• indeks ZEW Economic Sentiment kawasan Euro bulan April 2016
• data Building Permits dan Housing Starts AS bulan Maret 2016
• testimoni gubernur BoE Mark Carney didepan parlemen di London
VAS
HEADLINE NEWS
Link Net (LINK) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp42 per saham pada 19 Mei 2015. Untuk cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 22-25 April 2016 dan di pasar tunai 27-28 April 2016 dengan DPS hingga 27 April 2016.
Lippo General Insurance (LPGI) mencatat laba setelah pajak sebesar Rp77,65 miliar hingga periode Desember 2015 atau turun 39,32% dibandingkan laba setelah pajak periode sama tahun sebelumnya yang Rp127,98 miliar. Pendapatan premi bruto mencapai Rp1,07 triliun naik dari pendapatan premi bruto tahun 2014 yang Rp872,68 miliar.
Bank Mega (MEGA) akan membagikan dividen tunainya sebesar Rp75,58 per saham pada 19 Mei mendatang kepada pemegang sahamnya. Untuk cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 22-25 April 2016 dan di pasar tunai 27-28 April 2016 dengan DPS hingga 27 April 2016.
Siantar Top (STTP) berencana melakukan private placement atau Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Saham baru yang akan dikeluarkan sebanyak 113.757.970 saham atau maksimal 10% saham. Harga pelaksanaan saham baru tersebut sekurang-kurangnya Rp8.352 per saham sehingga dana yang diterima perusahaan ini mencapai Rp950.106.563.770.
Adaro Energy (ADRO) akan mengembangkan bisnis non pertambangan agar dapat menjaga kinerja keuangan perseroan di tengah penurunan harga komoditas, terutama batubara yang berada di kisara rendah. Bisnis model perseroan akan menjadi tiga pilar, yakni pertambangan batubara, logistik dan jasa pertambangan, dan ketenagalistrikan. Bisnis di bidang jasa logistik menangani kegiatan transportasi batubara ke pelabuhan lepas pantai untuk selanjutnya dilakukan "transshipment" atau ke terminal penyimpanan yang ada di wilayah pesisir. Untuk bisnis ketenagalistrikan, diharapkan perseroan dapat memainkan peranan penting dalam bisnis itu menyusul rencana pemerintah yang telah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 Megawatt (MW) dalam hingga 2019 mendatang.
Aneka Tambang (ANTM) akan membentuk perusahaan patungan dengan Ferrostaal dan Cronimet Corporation untuk memproduksi nickel pig iron di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. ANTM akan memiliki 25% saham pada proyek senilai USD 800 juta. Sesuai rencana, pembentukan JV akan tergantung dari peningkatan project development agreement (PDA) ke persetujuan pemegang saham. Produksi yang akan dihasilkan dari kerja sama ini adalah produk nickel pig iron dengan kapasitas 19.500 per tahun.
Adaro Energy (ADRO) akan membagikan dividen final sebesar USD 40,3 juta untuk tahun buku 2015. Sebelumnya, pada awal 2016, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar USD 35,1 juta.
Hingga kuartal I-2016, nilai kontrak baru yang dibukukan empat BUMN konstruksi mencapai Rp 19,79 triliun, tumbuh 18% YoY. Dari empat BUMN konstruksi, Wijaya Karya (WIKA) dan Waskita Karya (WSKT) mencatat kenaikan perolehan kontrak baru. Adapun, Adhi Karya (ADHI) dan Pembangunan Perumahan (PTPP) membukukan penurunan. ADHI membukukan kontrak baru sebesar Rp 2,3 triliun sepanjang kuartal I-2016 dibandingkan dengan Rp 2,6 triliun pada kuartal I-2015. Sementara itu, PTPP membukukan kontrak baru Rp 4,17 triliun pada kuartal I-2016 dibandingkan dengan Rp 6,7 triliun.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) akan melakukan penambahan modal tanpa HMETD dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 113.757.970 saham, yang merupakan 10% dari modal disetor. RUPSLB perseroan akan diselenggarakan pada 27 Mei 2016. Harga pelaksanaan saham baru adalah sekurang-kurangnya Rp 8.352 per saham. Dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk pengembangan usaha dan atau tambahan modal kerja dan atau pelunasan lebih awal atas sebagian utang.
Bentoel Internasional Investama (RMBA) akan melangsungkan rights issue maksimal senilai Rp 13,99 triliun. Perseroan menawarkan hingga 29,16 miliar saham baru dengan asumsi harga pelaksanaan Rp 480 per saham. Jumlah saham baru yang diterbitkan tersebut setara 80,1% dari modal ditempatkan dan disetor. Rasio ditetapkan 36:145. RMBA akan menggunakan seluruh hasil rights issue ini untuk mengurangi utang perseroan kepada Rothmans Far East BV sebesar Rp 12 triliun, serta keperluan usaha lainnya.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) memproyeksikan margin laba bersih tahun ini akan mecapai 15%, naik tipis dibandingkan dengan posisi pada 2015 sebesar 14,8%. Peningkatan penjualan dan efisiensi menjadi dua penopang utama stabilitas margin laba bersih perseroan. Penjualan tahun ini diprediksi tumbuh 51% menjadi 29,17 juta ton. Hingga 1Q16, penjualan perseroan mencapai 5,23 juta ton atau 18% dari target yang diusung.
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prospek Agung Podomoro Land (APN) menjadi negatif dari sebelumnya stabil kendati peringkat surat utang tetap ditegaskan di idA-. Penurunan prospek ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak material dapat merugikan bisnis APLN dan kinerja keuangannya akibat sentimen negatif dari kasus proyek reklamasi di Jakarta Utara.
Intraco Penta (INTA) akan menaikkan kepemilikan sahamnya menjadi 49% dari saat ini 30% di proyek pembangkit listrik tenaga uap di Bengkulu yang menghabiskan investasi hingga US$360 juta. Proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x100 megawatt (MW) itu dibangun dan dioperasikan oleh PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB). Dalam perusahaan patungan TLB, INTA melalui anak usahanya yakni PT Inti Daya Perkasa memiliki 30% saham, sedangkan Sinohydro Hong Kong (Holding) Limited, anak usaha Power Construction Corporation of China, memiliki 70% saham.
Logindo Samudramakmur (LEAD) menyatakan siap melego 19 armada kapal untuk meningkatkan efisiensi di tengah tingkat utilisasi kapal yang turun sebagai dampak dari gejolak harga minyak. Sebagian besar kapal yang akan dijual merupakan kapal-kapal tug boat berusia uzur, mulai dari belasan hingga 20 tahun. Perseroan akan menjual kapal-kapal tersebut karena lebih sering melego jangkar dibandingkan berlayar menerima pesanan. Rencana penjualan 19 kapal tersebut juga membuat LEAD berhemat US$437.000 karena menghentikan penyusutan sementara terhadap kapal-kapal tersebut. Sementara itu, untuk kapal - kapal besar, LEAD juga memperpanjang masa penyusutan armada sehingga bisa menghemat biaya hingga US$2,2 juta.
MNC Bank Internasional (BABP) tengah mengkaji persiapan infrastruktur layanan produk consumer banking. Layanan consumer banking yang digarap perseroan adalah produk mobile banking dan juga internet banking untuk korporasi. Perseroan menargetkan layanan consumer banking tersebut bisa selesai pada semester II/2016.
Bank Negara Indonesia (BBNI) berencana mendorong anak usaha, Bank Negara Indonesia Syariah untuk meningkatkan kredit produktif. Pasalnya, sejauh ini kredit anak usaha perseron tersebut masih didominasi oleh kredit konsumsi. Rencananya, perseroan juga akan menyertakan porsi syariah dalam kredit sindikasi.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih mengkaji kemungkinan menggarap pasar Thailand. Tahun ini, BBRI lebih fokus utuk membuka kantor cabang di Timor Leste.
Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) akan melaksanakan kuasi reorganisasi dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) konsolidasian dengan menggunakan porsi agio saham. Dengan kondisi posisi keuangan yang tanpa dibebani defisit masa lampau, perseroan diharapkan lebih mudah memperoleh pendanaan dalam rangka pengembangan usaha. Dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena perseroan dapat membagikan dividen.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dan Telkomsel, anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM), bekerja sama mengembangkan layanan keuangan terhubung antara TCASH dan BTPN WOW yang dipasarkan secara bersama. Kerja sama ini akan memperluas layanan keuangan terhubung, sekaligus memberikan kemudahan bertransaksi dan menabung melalui telepon genggam, khususnya bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan lembaga keuangan formal.
Adaro Energy (ADRO) berupaya meningkatkan kinerjanya seiring belum membaiknya harga komoditas batu bara. ADRO telah mengubah strategi dan tidak lagi hanya berfokus pada bisnis inti perseroan. Saat ini ADRO akan memaksimalkan lini bisnis sektor lainnya seperti logistik dan power plant. Ke depan model bisnis Adaro menjadi 3 pilar, yaitu batubara sepertiga, logistik sepertiga dan power plant atau listrik sepertiga. Pendapatan dari non mining tahun 2015 tercatat meningkat menjadi 40%, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 19%. Pendapatan di sektor logistik pada tahun 2015 berkontribusi sekitar 20% dari total pendapatan perseroan. Pencapaian tersebut masih dapat meningkat lagi sejalan dengan penggalakan program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW yang sebagian besar membutuhkan bahan bakar batu bara. Apabila dalam 5-10 tahun lagi PLTU Batang mulai beroperasi serta membutuhkan batubara 10 juta ton dan Adaro mendapat 7 juta ton, perseroan yakin bisa porsinya tumbuh sampai 33%.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan menyelesaikan proyek perluasan jaringan pipa gas bumi di kawasan bisnis Nagoya, Batam, Kepulauan Riau pada Mei 2016 sepanjang 18,3 km. Jaringan pipa gas bumi itu akan memasok gas bumi ke pelanggan, seperti pusat belanja, rumah makan, hotel, hingga industri. Selain Nagoya, PGN kini juga tengah menyelesaikan proyek jaringan gas (jargas) bumi kota atau "city gas" sebanyak 4.000 sambungan rumah tangga di Kawasan Batu Aji, Batam yang merupakan penugasan dari pemerintah melalui Kementerian ESDM. Saat ini pipa gas bumi yang dimiliki dan dioperasikan PGN di Batam sepanjang 123 km. Dengan selesainya proyek pembangunan pipa distribusi Nagoya ini, jumlah pipa distribusi gas bumi di Batam menjadi 141,3 km. PGN memasok gas bumi ke 672 pelanggan di Batam, meliputi 39 industri besar, 36 pelanggan komersial seperti restoran hingga hotel, serta 597 rumah tangga.
Asuransi Dayin Mitra (ASDM) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 37,53 miliar hingga triwulan I 2016, turun dibandingkan sebelumnya Rp 46,95 miliar di triwulan I 2015. Laba tahun berjalan turun menjadi Rp 5,03 miliar dari sebelumnya Rp 9,46 miliar.
Chitose Internasional (CINT) berencana membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 8 per saham atau setara 27,14% dari laba bersih tahun buku 2015, atau sebesar Rp 8 miliar. Dividen itu akan dibayarkan secepatnya, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Trisula International (TRIS) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 8 per saham. Perseroan mengalokasikan 37% dari laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp 22,5 miliar setara Rp 8,32 miliar. Sisa dari laba bersih tahun buku 2015 akan dibukukan sebagai laba ditahan (retained earning) untuk mendukung pengembangan perseroan tahun 2016.
Trisula International (TRIS) menargetkan penjualan pada tahun 2016 sebesar Rp 1 triliun atau naik dari tahun 2015 yang sebesar Rp 859,74 miliar. Laba bersih diharapkan naik menjadi sebesar Rp 24,8 miliar dari Rp 22,5 miliar. Untuk mendukung target di tahun 2016, perseroan berencana meningkatkan produktivitas dan fokus pada penjualan pakaian untuk tiga merek utama, yaitu JOBB, Jack Nicklaus dan G2000. Selain itu melakukan penghematan biaya impor, dimana manajemen akan menekan volume impor dengan beralih kepada produksi lokal. Perseroan juga akan memperhatikan industri E-Commerce guna mendorong penjualan beberapa online store atas brand unggulannya. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak baik terhadap efisiensi biaya operasional perseroan.
Trisula International (TRIS) mengkaji rencana akuisisi dua brand baru pada tahun 2016, tetapi masih melihat kondisi perekonomian dan industri pakaian pada tahun 2016. Perseroan tengah mengkaji 2 perusahaan untuk diakuisisi brand-nya. Nantinya TRIS akan memilih salah satu dari perusahaan tersebut. Pada tahun 2016 Perseroan berencana meningkatkan produktivitas per m2 menjadi Rp 2,98 juta per bulan dan lebih fokus penjualan 3 merek utama, yaitu JOBB, Jack Nicklaus dan G200. Perseroan akan menekan volume impor dengan beralih kepada produksi lokal untuk melakukan penghematan biaya impor. Industri E-Commerce turut mendorong Perseroan untuk meningkatkan penjualan melalui beberapa online store atas brand unggulannya. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak baik terhadap efisiensi biaya operasional Perseroan. Di pasar internasional, beberapa rencana Perseroan akan terfokus pada costumer service, peningkatan kualitas, serta konsolidasi back office dan fasilitas produksi sebagai bagian dari efisiensi dan efektivitas. Selain itu perseroan juga berencana mengakuisisi sebagian saham PT Nissel Garment Manufacture (sebuah pabrik garmen memproduksi pakaian wanita) senilai Rp 3,3 miliar. Secara internal Perseroan berencana mengalihkan 94% kepemilikan saham PT Trisula Garmindo Manufacturing kepada PT Trisco Tailor Apparel Manufacturing, sebagai bentuk optimalisasi "customer mix" serta konsolidasi dan penyatuan fungsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem kerja. Melalui restrukturisasi ini, perseroan menargetkan pertumbuhan baik dari sisi volume penjualan maupun profitibilitas yang tinggi di masa mendatang.
Trisula International (TRIS) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2016 sebesar USD 1 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung bisnis Perseroan. Sekitar USD 700 ribu - USD 800 ribu dana capex untuk manufacturing atau penambahan mesin-mesin itu dan Rp 3 miliar untuk ritel, pembelian tanah untuk kantor dan pabrik baru. Hingga kuartal I 2016 realisasi dana capex mencapai Rp 3 miliar. Dana itu telah digunakan untuk akuisisi tanah seluas 1.400 meter persegi di Ciputat, Tangerang Selatan. Dana capex tahun ini akan bersumber dari hasil kombinasi antara kas internal serta pinjaman perbankan sebesar 20%.
Trisula International (TRIS) berencana menyatukan pabrik dan kantornya dalam satu area di Ciputat, Tangerang dalam rangka efisiensi. Pembangunan pabrik & kantor baru yang akan berdiri diatas lahan 1.400 meter persegi akan membutuhkan total dana investasi sekitar Rp 18 miliar. Sumber pendanaan akan berasal dari hasil divestasi kantor dan pabrik yang lama milik perseroan. Pembangunan pabrik & kantor tersebut selama 1-1,5 tahun. Saat ini perseroan sedang men-design dan mengurus izin-izinnya terlebih dahulu. Pembangunan pabrik ditargetkan segera dibangun di awal tahun 2017 dan selesai di tahun 2018. Jika pabrik itu jadi, maka nantinya Perseroan akan menghemat biaya 2% - 3%. Pada kuartal I 2016 Perseroan telah mengakuisisi lahan 1.400 meter persegi. Dana yang telah dikeluarkan mencapai Rp 3 miliar, yang masuk dalam anggaran belanja modal Perseroan tahun 2016 sekitar USD 1 juta.
Lotte Chemical Titan (FPNI) pada 14 April 2016 telah melakukan perjanjian IT Support Service dengan pihak afiliasi, yaitu Lotte Chemical Corporation (LCC), terhitung sejak 1 Januari 2016 sampai 31 Desember 2016 dan dapat diperpanjang otomatis. Sebagai imbalan atas jasa LLC itu, Perseroan akan dikenakan biaya sebesar KW 3.624.000 atau setara dengan Rp 41.603.520 yang nilainya tidak melebihi 0,5% dari modal disetor perseroan.
Bank MNC Internasional (BABP) menggandeng PT Andalan Finance Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan penyaluran kredit khususnya di sektor kendaraan bermotor. Perseroan memberikan fasilitas kredit Rp 200 miliar. MNC Bank pernah menyalurkan kredit melalui Andalan Finance sebesar Rp 200 miliar pada tahun 2012. Total fasilitas kredit yang telah diberikan MNC Bank kepada Andalan Finance mencapai Rp 400 miliar











0 comments:
Posting Komentar