Prediksi IHSG;
Permasalahan dalam perekonomian Cina mengakibatkan investor skeptis. Bahkan, investor kecewa atas restrukturisasi ekonomi dan meningkatnya risiko kredit di Cina. Apalagi People’s Bank of China (PBoC) mengisyaratkan tidak akan menambah stimulus moneter setelah perekonomian Cina menunjukkan sinyal stabil. Dari dalam negeri, investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dimulai kemarin dan akan diumumkan pada hari ini tentang kebijakan BI Rate. Kami memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 6,75%, karena BI akan menerapkan suku bunga acuan baru, yaitu BI 7-Day Repo Rate pada Agustus 2016. Disisi lain, perlambatan ekonomi Cina dan indikasi kenaikan Fed rate masih menjadi tantangan bagi Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi. Selain dari sentimen diatas, setidaknya kenaikan indeks saham Asia pada pembukaan sesi I hari ini bisa menjadi katalis positif bagi IHSG ke zona hijau
Perspektif tenikal
Support Level : 4862/4847/4836
Resistance Level : 4887/4898/4913
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNTR: Trading Buy
Close 16900, TP 17250
Boleh buy di level 16750-16900
Resistance di 17250 & support di 16350
Waspadai jika tembus di 16350
Batasi resiko di 16250
PTBA: Trading Buy
Close 7600, TP 7725
Boleh buy di level 7550-7600
Resistance di 7725 & support di 7425
Waspadai jika tembus di 7425
Batasi resiko di 7375
ANTM : Trading Buy
Close 720, TP 740
Boleh buy di level 710-720
Resistance di 740 & support di 700
Waspadai jika tembus di 700
Batasi resiko di 690
ELSA: Trading Buy
Close 420, TP 440
Boleh buy di level 415-420
Resistance di 440 & support di 399
Waspadai jika tembus di 399
Batasi resiko di 395
JPFA: Trading Buy
Close 995, TP 1020
Boleh buy di level 985-995
Resistance di 1020 & support di 960
Waspadai jika tembus di 960
Batasi resiko di 950
MNCN: Trading Buy
Close 2170, TP 2200
Boleh buy di level 2150-2170
Resistance di 2200 & support di 2110
Waspadai jika tembus di 2110
Batasi resiko di 2100
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
LSIP, ASII, INDF, PTPP, ADHI, TLKM, BBRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 20-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$40.10 (-0.98)
Gold-(troy oz) US$1,252.72 (2.53)
Nickel-(ton) US$9,270.00 (130.00)
Tin-(ton) US$17,150.00 (85.00)
Coal (Newc)/ton US$50.60 (-11.80)
CPO Mal/ton* MYR2,638.50 (18.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,144.00 (8.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 21 April 2016
RUPSLB
• TCID - RUPST
• AUTO - RUPST
• BTEK - RUPST/LB
• TURI - RUPST/LB
Dividend
• MPPA, Cash Dividend 26.00, cum 20 Apr-16, ex 21 Apr-16
Economic Calendar:
• data Retail Sales Inggris bulan Maret 2016
• hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan April 2016
• konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
• data Jobless Claims AS per 15 April 2016
• indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan April 2016
• indeks kepercayaan konsumen kawasan Euro versi Eurostat bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Agung Podomoro Land (APLN) menegaskan akan terus menjalankan pengurukan pulau G Pluit City, meski reklamasi Teluk Jakarta dihentikan sementara oleh pemerintah. Hingga 20 April 2016, perseroan belum menerima pemberitahuan tertulis dari pemangku kebijakan proyek tersebut. Baik dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, maupun Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk melakukan penghentian sementara pekerjaan pembuatan Pulau G.
PP Properti (PPRO) pada kuartal I/2016 membukukan peningkatan pendapatan penjualan sekitar 23% dengan penaikan laba bersih sekitar 13% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan perseroan pada triwulan pertama tahun ini perkirakan sebesar Rp477 miliar, sedangkan laba bersih tercatat sekitar Rp90,7 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mengantongi laba bersih sebesar Rp80,32 miliar dengan pendapatan usaha Rp387,89 miliar.
Astra Graphia (ASGR) membagikan 60% laba bersih atau senilai Rp159,07 miliar atau Rp118 per lembar saham kepada para pemegang saham. Nilai tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp25 per lembar saham yang telah dibayarkan pada 16 Oktober 2015. Sisa dividen sebesar Rp93 per lembar saham akan dibayarkan pada 20 Mei 2016.
Manajemen Waskita Karya (WSKT) menyatakan telah mengumpulkan pendapatan lebih dari Rp3,5 triliun dan laba bersih di atas Rp100 miliar pada kuartal I/2016. Dibandingkan dengan pencapaian kuartal I/2015, WSKT tumbuh 114% dibandingkan dengan Rp1,4 triliun. Para kuartal I/2015, laba bersih perusahaan mencapai Rp11,95 miliar. Adapun, sampai Maret 2016, WSKT diperkirakan mengumpulkan kontrak baru sekitar Rp8 triliun atau menjadi BUMN konstruksi dengan kontrak paling besar. Pada 2016, WSKT menargetkan kontrak baru sebesar Rp63 triliun.
Obligasi yang diterbitkan OCBC NISP (NISP) mengalami oversubscribed sebesar 1,75 kali. NISP menawarkan obligasi tahap I dengan target maksimal Rp2 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP dengan target dana Rp8 triliun. Obligasi tersebut mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Penjamin pelaksana emisi obligasi berkelanjutan yaitu PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT RHB Securities Indonesia dan PT BCA Sekuritas.
Waskita Karya (WSKT) siap menggunakan dana talangan untuk pembebasan lahan jalan tol Batang-Semarang yang resmi digarap anak usahanya, Waskita Tollroad dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Perseroan siap memberikan dana talangan sampai Rp5 triliun untuk tahun ini. Pemerintah menetapkan konsorsium BUMN, yang terdiri atas Jasa Marga dan Waskita Tollroad, sebagai pemenang tender ulang proyek jalan tol sepanjang 75 kilometer itu.
Antam (ANTM) menggandeng dua perusahaan asal Jerman yaitu Cronimet Holding GmbH dan Ferrostaal Industrial Projects GmbH untuk bekerja sama dalam mengembangan fasilitas produksi feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Proyek kerja sama yang baru ditandatangani dengan Cronimet dan Ferrostaal ini memiliki tujuan yang sama seperti proyek berbasis nikel lainnya.
Wijaya Karya (WIKA) menyasar proyek revitalisasi Stadion Balap Sepeda, Velodrome, di Rawamangun Jakarta Timur senilai Rp 450 miliar. Saat ini perseroan sedang melakukan proses tender atau lelang proyek. Stadion ini nantinya akan digunakan untuk perhelatan Asian Games 2018. Selain itu perseroan juga sedang melakukan proses tender proyek Automated People Mover Systems (APMS) atau monorel Bandara Internasional Soekarno-Hatta antara terminal 1 dan 2 senilai Rp 418 miliar.
Waskita Karya (WSKT) melalui anak usahanya, yaitu PT Waskita Toll Road, telah ditunjuk sebagai pemenang tender pembangunan jalan tol Batang-Semarang. WSKT akan menjadi rekanan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Jasa Marga (JSMR) sebagai perusahaan konsorsium dalam pembangunan tol Batang-Semarang. Sepanjang tahun 2016 seluruh proyek perseroan akan menggunakan dana talangan internal induk perseroan yang sebesar Rp 5 triliun untuk pembebasan lahan, termasuk pembebasan lahan jalan tol Batang-Semarang. Saat ini pembebasan lahan jalan tol Batang-Semarang sepanjang 75 km baru terlaksana 20,17% dengan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 554 miliar. Namun perseroan belum menandatangani BUJT terkait Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sesuai ketentuan Dokumen Lelang. Penandatanganan akan dilakukan paling lambat minggu depan. Perseroan berharap sudah mulai menjalankan proyek setelah melakukan tanda tangan BUJT. Masa pembangunan paling lama 30 bulan atau 2,5 tahun.
PP Properti (PPRO) menargetkan total aset tahun 2016 mencapai Rp 7,9 triliun, meningkat dari tahun 2015 yang sebesar Rp 5,3 triliun. Perseroan juga menargetkan profit sebesar Rp 365 miliar dari sebelumnya Rp 300,33 miliar di tahun 2015. Hingga kuartal I 2016 net profit PP Properti diperkirakan mencapai Rp 90 miliar atau meningkat 3,7% YoY, dengan perkiraan pre sales lebih dari Rp 550 miliar.
PP Properti (PPRO) menyiapkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 1,25 triliun, atau naik 67% dari belanja modal tahun 2015 senilai Rp 750 miliar. Sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk akuisisi cadangan landbank atau lahan. Landbank yang akan diakuisisi akan berlokasi di area yang strategis dan bernilai tinggi serta tidak jauh dari pintu tol.
PP Properti (PPRO) berencana membangun 40 tower hingga 20 tahun ke depan pada proyek Grand Kamala Lagoon (GKL), di Bekasi, Jawa Barat. Proyek tersebut merupakan existing dari GKL. Perseroan merencanakan di Bekasi akan dibangun 40 tower dengan konsep mixed use sampai tahun 2035. GKL saat ini sudah memiliki dua tower yakni Emerald dan Barclay. Tahun 2016 perseroan berencana menambah dua tower lagi di proyek tersebut. Grand Kamala Lagoon memiliki luas lahan sebesar 29 hektar.
PP Properti (PPRO) menargetkan revenue dari dua proyek yaitu Gran Kamala Lagoon, Bekasi dan Grand Sungkono Lagoon, Surabaya sebesar Rp 107 triliun untuk 20 tahun. Revenue dari dua proyek itu targetnya masing-masing untuk Grand Kamala Lagoon Rp 100 triliun dan Grand Sungkono Rp 7 triliun.
PP Properti (PPRO) mengandalkan strategi berupa join venture atau kerja sama lahan untuk setiap pengadaan lahan. Hingga saat ini total landbank yang dikuasai oleh PPRO seluas 61 hektare. Lahan tersebut meliputi 58 hektar berada di Pulau Jawa, dan 3 hektar di Balikpapan. Perseroan mengakuisisi anak perusahaan yang memiliki mal dan hotel di Balikpapan dari induk perusahaan. Saat ini perseroan sedang re-branding.
Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) dimohonkan untuk restrukturisasi utang lewat jalur penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Pemohon adalah salah satu mitra usaha, yaitu PT Era Srikandi Prima. DAJK memiliki utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih kepada Era Srikandi sebesar Rp 930,76 juta. Utang itu bermula dari kedua pihak menjalin kesepakatan dalam pemesanan dan pengiriman barang.
PT GMF AeroAsia, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA) di bidang perawatan pesawat, menyatakan belum memutuskan untuk pembangunan hanggar perawatan pesawat di pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau yang dijalin dengan perusahaan asal Singapura. Nota kesepakatan kerja sama antara GMF dan Bintan Aviation Investment (BAI) anak perusahaan Gallant Venture, Ltd dari Singapura, ditandatangani pada 8 Desember 2014. Nota kesepakatan itu adalah untuk pembangunan hanggar perawatan pesawat berbadan lebar dan pendirian perusahaan patungan yang mengelola bisnis perawatan pesawat di Pulau Bintan. GMF memiliki rencana jangka menengah dan jangka panjang yang telah disesuaikan dengan kebutuhan internal sekaligus mengantisipasi kondisi eksternal. Salah satu rencana yang sedang dimatangkan adalah menambah satu hanggar lagi (Hanggar 5) di Cengkareng. Saat ini GMF telah mengoperasikan 4 hanggar untuk perawatan pesawat "wide body" maupun "narrow body" di kawasan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.
Bank Mandiri (BMRI) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan pada semester II 2016 dalam denominasi rupiah. Penerbitan surat utang ini dilakukan guna memperkuat struktur permodalan yang nantinya dialokasikan pada ekspansi bisnis. Manajemen memperkirakan obligasi yang dibutuhkan mencapai Rp 10 triliun, namun masih akan melihat kebutuhan permodalan Bank Mandiri.
Bank Mandiri (BMRI) melakukan kerja sama dengan KfW IPEX-Bank, lembaga pembiayaan proyek dan ekspor asal Jerman, guna mendorong pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur. Bank Mandiri dan KfW IPEX-Bank akan mengkaji berbagai alternatif skema pembiayaan infrastruktur yang dapat dilakukan, termasuk skema join loan, syndicated loan, ECA covered loan, dan corporate lending. Proyek infrastruktur yang diincar antara lain transportasi dalam kota, pelabuhan dan bandara.
Waskita Karya (WSKT) berharap anak usahanya, yaitu PT Waskita Beton Precast, bisa mempercepat proses penawaran sebagian saham guna menghimpun dana dari pasar modal (initial public offering/IPO) dari target awal pada September 2016. Saat ini sedang proses penunjukan lembaga penunjang, dan diharapkan pada Agustus atau September 2016 tercatat di bursa. Perseroan akan melepas hingga 40% saham anak perusahaan di bursa. Perseroan menargetkan perolehan dana hingga Rp 3 triliun-Rp 4 triliun dari IPO itu. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produksi beton precast (pracetak) dan ready mix (beton segar siap pakai) yang menjadi andalan anak perusahaan itu.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra Graphia (ASGR) menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar 60% dari laba bersih tahun 2015 atau Rp 118 per saham. Perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 25 per saham pada 16 Oktober 2015. Sisa dividen sebesar Rp 93 per saham akan dibayarkan pada 20 Mei 2016.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Radana Finance Bhaskara (HDFA) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 3,5 per saham. Dividen tersebut setara 20% dari laba bersih atau senilai total Rp 8,1 miliar.
Radana Bhaskara Finance (HDFA) hingga kuartal I 2016 membukukan peningkatan laba bersih sebesar sekitar 3,4% menjadi Rp 10,07 miliar dari sebelumnya Rp 9,07 miliar. Penyaluran pembiayaan hingga kuartal I 2016 telah mencapai Rp 546,1 miliar atau meningkat 36,32% YoY dari sebelumnya Rp 400,6 miliar. Penjualan naik 18,79% secara unit dan 36,32% secara rupiah. Pada tahun 2016 perseroan menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 2,4 triliun, meningkat 16% YoY dibanding tahun sebelumnya Rp 2,04 triliun.
Radana Bhaskara Finance (HDFA) menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 2,4 triliun di tahun 2016 atau naik sekitar 16% YoY dibandingkan sebelumnya Rp 2,04 triliun. Porsi pembiayaan kendaraan roda dua baru dan bekas masing-masing sebesar Rp 1,49 triliun dan Rp 330 miliar. Porsi pembiayaan kendaraan roda empat bekas mencapai Rp 220 miliar. Perseroan optimis dapat mencapai target tersebut meski pasar otomotif sedang mengalami perlambatan, karena perseroan akan mendorong pembiayaan di sektor multiguna. Dana untuk melakukan pembiayaan mayoritas atau 90% berasal dari pinjaman perbankan dan 10% akan berasal dari pasar modal melalui penerbitan surat utan atau medium term notes (MTN).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) menyetujui untuk akan mengalokasikan 20% dari laba bersih tahun 2015 untuk dividen atau sekitar Rp 15,2 miliar. Dividen itu setara Rp 1,36 per saham dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2016.
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2016 sebesar 15% YoY. Perseroan optimis target realisasi kredit di tahun 2016 akan tercapai, mengingat hingga kuartal I 2016 penyaluran kredit BRI Agro sudah mencapai Rp 6,04 triliun. Pencapaian kredit di kuartal I 2016 meningkat kurang lebih 30% YoY. Penyaluran kredit terbesar ke sektor perkebunan karena perusahaan masih tetap fokus di bidang agro bisnis.
Pendapatan usaha Perdana Karya Perkasa (PKPK) per Desember 2015 turun menjadi Rp 19,79 miliar dari sebelumnya Rp 76,40 miliar. Perseroan mencatatkan rugi bersih Rp 60,52 miliar dari rugi bersih tahun 2014 sebesar Rp 23,45 miliar.
Acset Indonusa (ACST) menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 3,5 triliun di sepanjang tahun 2016 atau meningkat dari sebelumnya sebesar Rp 3,1 triliun. Hingga kuartal I 2016 ACST telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 2,4 triliun atau mencapai 68,57% dari target. Kontrak baru senilai Rp 1,8 triliun itu berasal dari proyek pengerjaan struktur gedung Indonesia 1 dan sisanya dari proyek lain. Perseroan masih akan fokus pada proyek bangunan tinggi (high rise) serta proyek infrastruktur, termasuk proyek yang ada di dalam Grup Astra.
Petrosea (PTRO) menurunkan nilai belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 secara signifikan dibanding tahun 2015 seiring tren penurunan harga batu bara di tahun 2015. Perseroan akan mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas yang sudah dimiliki. Capex itu akan dipergunakan pada kontrak-kontrak baru dengan PT Indoasia Cemerlang, PT Maruwai Coal, PT Indonesia Bulk Terminal dan PT Freeport Indonesia.
Tifa Finance (TIFA) telah menandatangani perjanjian kredit dengan PT Rabobank International Indonesia pada 18 April 2016 untuk fasilitas kredit pinjaman angsuran berjangka sebesar Rp 50.000.000.000. Jangka waktu kredit selama 36 bulan. Pinjaman ini dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 110% dari plafond atau jumlah pencairan.
Permasalahan dalam perekonomian Cina mengakibatkan investor skeptis. Bahkan, investor kecewa atas restrukturisasi ekonomi dan meningkatnya risiko kredit di Cina. Apalagi People’s Bank of China (PBoC) mengisyaratkan tidak akan menambah stimulus moneter setelah perekonomian Cina menunjukkan sinyal stabil. Dari dalam negeri, investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dimulai kemarin dan akan diumumkan pada hari ini tentang kebijakan BI Rate. Kami memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 6,75%, karena BI akan menerapkan suku bunga acuan baru, yaitu BI 7-Day Repo Rate pada Agustus 2016. Disisi lain, perlambatan ekonomi Cina dan indikasi kenaikan Fed rate masih menjadi tantangan bagi Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi. Selain dari sentimen diatas, setidaknya kenaikan indeks saham Asia pada pembukaan sesi I hari ini bisa menjadi katalis positif bagi IHSG ke zona hijau
Perspektif tenikal
Support Level : 4862/4847/4836
Resistance Level : 4887/4898/4913
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNTR: Trading Buy
Close 16900, TP 17250
Boleh buy di level 16750-16900
Resistance di 17250 & support di 16350
Waspadai jika tembus di 16350
Batasi resiko di 16250
PTBA: Trading Buy
Close 7600, TP 7725
Boleh buy di level 7550-7600
Resistance di 7725 & support di 7425
Waspadai jika tembus di 7425
Batasi resiko di 7375
ANTM : Trading Buy
Close 720, TP 740
Boleh buy di level 710-720
Resistance di 740 & support di 700
Waspadai jika tembus di 700
Batasi resiko di 690
ELSA: Trading Buy
Close 420, TP 440
Boleh buy di level 415-420
Resistance di 440 & support di 399
Waspadai jika tembus di 399
Batasi resiko di 395
JPFA: Trading Buy
Close 995, TP 1020
Boleh buy di level 985-995
Resistance di 1020 & support di 960
Waspadai jika tembus di 960
Batasi resiko di 950
MNCN: Trading Buy
Close 2170, TP 2200
Boleh buy di level 2150-2170
Resistance di 2200 & support di 2110
Waspadai jika tembus di 2110
Batasi resiko di 2100
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
LSIP, ASII, INDF, PTPP, ADHI, TLKM, BBRI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 20-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$40.10 (-0.98)
Gold-(troy oz) US$1,252.72 (2.53)
Nickel-(ton) US$9,270.00 (130.00)
Tin-(ton) US$17,150.00 (85.00)
Coal (Newc)/ton US$50.60 (-11.80)
CPO Mal/ton* MYR2,638.50 (18.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,144.00 (8.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 21 April 2016
RUPSLB
• TCID - RUPST
• AUTO - RUPST
• BTEK - RUPST/LB
• TURI - RUPST/LB
Dividend
• MPPA, Cash Dividend 26.00, cum 20 Apr-16, ex 21 Apr-16
Economic Calendar:
• data Retail Sales Inggris bulan Maret 2016
• hasil meeting ECB: pengumuman suku bunga bulan April 2016
• konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
• data Jobless Claims AS per 15 April 2016
• indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan April 2016
• indeks kepercayaan konsumen kawasan Euro versi Eurostat bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Agung Podomoro Land (APLN) menegaskan akan terus menjalankan pengurukan pulau G Pluit City, meski reklamasi Teluk Jakarta dihentikan sementara oleh pemerintah. Hingga 20 April 2016, perseroan belum menerima pemberitahuan tertulis dari pemangku kebijakan proyek tersebut. Baik dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, maupun Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk melakukan penghentian sementara pekerjaan pembuatan Pulau G.
PP Properti (PPRO) pada kuartal I/2016 membukukan peningkatan pendapatan penjualan sekitar 23% dengan penaikan laba bersih sekitar 13% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan perseroan pada triwulan pertama tahun ini perkirakan sebesar Rp477 miliar, sedangkan laba bersih tercatat sekitar Rp90,7 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mengantongi laba bersih sebesar Rp80,32 miliar dengan pendapatan usaha Rp387,89 miliar.
Astra Graphia (ASGR) membagikan 60% laba bersih atau senilai Rp159,07 miliar atau Rp118 per lembar saham kepada para pemegang saham. Nilai tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp25 per lembar saham yang telah dibayarkan pada 16 Oktober 2015. Sisa dividen sebesar Rp93 per lembar saham akan dibayarkan pada 20 Mei 2016.
Manajemen Waskita Karya (WSKT) menyatakan telah mengumpulkan pendapatan lebih dari Rp3,5 triliun dan laba bersih di atas Rp100 miliar pada kuartal I/2016. Dibandingkan dengan pencapaian kuartal I/2015, WSKT tumbuh 114% dibandingkan dengan Rp1,4 triliun. Para kuartal I/2015, laba bersih perusahaan mencapai Rp11,95 miliar. Adapun, sampai Maret 2016, WSKT diperkirakan mengumpulkan kontrak baru sekitar Rp8 triliun atau menjadi BUMN konstruksi dengan kontrak paling besar. Pada 2016, WSKT menargetkan kontrak baru sebesar Rp63 triliun.
Obligasi yang diterbitkan OCBC NISP (NISP) mengalami oversubscribed sebesar 1,75 kali. NISP menawarkan obligasi tahap I dengan target maksimal Rp2 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP dengan target dana Rp8 triliun. Obligasi tersebut mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Penjamin pelaksana emisi obligasi berkelanjutan yaitu PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT RHB Securities Indonesia dan PT BCA Sekuritas.
Waskita Karya (WSKT) siap menggunakan dana talangan untuk pembebasan lahan jalan tol Batang-Semarang yang resmi digarap anak usahanya, Waskita Tollroad dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Perseroan siap memberikan dana talangan sampai Rp5 triliun untuk tahun ini. Pemerintah menetapkan konsorsium BUMN, yang terdiri atas Jasa Marga dan Waskita Tollroad, sebagai pemenang tender ulang proyek jalan tol sepanjang 75 kilometer itu.
Antam (ANTM) menggandeng dua perusahaan asal Jerman yaitu Cronimet Holding GmbH dan Ferrostaal Industrial Projects GmbH untuk bekerja sama dalam mengembangan fasilitas produksi feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Proyek kerja sama yang baru ditandatangani dengan Cronimet dan Ferrostaal ini memiliki tujuan yang sama seperti proyek berbasis nikel lainnya.
Wijaya Karya (WIKA) menyasar proyek revitalisasi Stadion Balap Sepeda, Velodrome, di Rawamangun Jakarta Timur senilai Rp 450 miliar. Saat ini perseroan sedang melakukan proses tender atau lelang proyek. Stadion ini nantinya akan digunakan untuk perhelatan Asian Games 2018. Selain itu perseroan juga sedang melakukan proses tender proyek Automated People Mover Systems (APMS) atau monorel Bandara Internasional Soekarno-Hatta antara terminal 1 dan 2 senilai Rp 418 miliar.
Waskita Karya (WSKT) melalui anak usahanya, yaitu PT Waskita Toll Road, telah ditunjuk sebagai pemenang tender pembangunan jalan tol Batang-Semarang. WSKT akan menjadi rekanan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Jasa Marga (JSMR) sebagai perusahaan konsorsium dalam pembangunan tol Batang-Semarang. Sepanjang tahun 2016 seluruh proyek perseroan akan menggunakan dana talangan internal induk perseroan yang sebesar Rp 5 triliun untuk pembebasan lahan, termasuk pembebasan lahan jalan tol Batang-Semarang. Saat ini pembebasan lahan jalan tol Batang-Semarang sepanjang 75 km baru terlaksana 20,17% dengan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 554 miliar. Namun perseroan belum menandatangani BUJT terkait Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sesuai ketentuan Dokumen Lelang. Penandatanganan akan dilakukan paling lambat minggu depan. Perseroan berharap sudah mulai menjalankan proyek setelah melakukan tanda tangan BUJT. Masa pembangunan paling lama 30 bulan atau 2,5 tahun.
PP Properti (PPRO) menargetkan total aset tahun 2016 mencapai Rp 7,9 triliun, meningkat dari tahun 2015 yang sebesar Rp 5,3 triliun. Perseroan juga menargetkan profit sebesar Rp 365 miliar dari sebelumnya Rp 300,33 miliar di tahun 2015. Hingga kuartal I 2016 net profit PP Properti diperkirakan mencapai Rp 90 miliar atau meningkat 3,7% YoY, dengan perkiraan pre sales lebih dari Rp 550 miliar.
PP Properti (PPRO) menyiapkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 1,25 triliun, atau naik 67% dari belanja modal tahun 2015 senilai Rp 750 miliar. Sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk akuisisi cadangan landbank atau lahan. Landbank yang akan diakuisisi akan berlokasi di area yang strategis dan bernilai tinggi serta tidak jauh dari pintu tol.
PP Properti (PPRO) berencana membangun 40 tower hingga 20 tahun ke depan pada proyek Grand Kamala Lagoon (GKL), di Bekasi, Jawa Barat. Proyek tersebut merupakan existing dari GKL. Perseroan merencanakan di Bekasi akan dibangun 40 tower dengan konsep mixed use sampai tahun 2035. GKL saat ini sudah memiliki dua tower yakni Emerald dan Barclay. Tahun 2016 perseroan berencana menambah dua tower lagi di proyek tersebut. Grand Kamala Lagoon memiliki luas lahan sebesar 29 hektar.
PP Properti (PPRO) menargetkan revenue dari dua proyek yaitu Gran Kamala Lagoon, Bekasi dan Grand Sungkono Lagoon, Surabaya sebesar Rp 107 triliun untuk 20 tahun. Revenue dari dua proyek itu targetnya masing-masing untuk Grand Kamala Lagoon Rp 100 triliun dan Grand Sungkono Rp 7 triliun.
PP Properti (PPRO) mengandalkan strategi berupa join venture atau kerja sama lahan untuk setiap pengadaan lahan. Hingga saat ini total landbank yang dikuasai oleh PPRO seluas 61 hektare. Lahan tersebut meliputi 58 hektar berada di Pulau Jawa, dan 3 hektar di Balikpapan. Perseroan mengakuisisi anak perusahaan yang memiliki mal dan hotel di Balikpapan dari induk perusahaan. Saat ini perseroan sedang re-branding.
Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) dimohonkan untuk restrukturisasi utang lewat jalur penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Pemohon adalah salah satu mitra usaha, yaitu PT Era Srikandi Prima. DAJK memiliki utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih kepada Era Srikandi sebesar Rp 930,76 juta. Utang itu bermula dari kedua pihak menjalin kesepakatan dalam pemesanan dan pengiriman barang.
PT GMF AeroAsia, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA) di bidang perawatan pesawat, menyatakan belum memutuskan untuk pembangunan hanggar perawatan pesawat di pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau yang dijalin dengan perusahaan asal Singapura. Nota kesepakatan kerja sama antara GMF dan Bintan Aviation Investment (BAI) anak perusahaan Gallant Venture, Ltd dari Singapura, ditandatangani pada 8 Desember 2014. Nota kesepakatan itu adalah untuk pembangunan hanggar perawatan pesawat berbadan lebar dan pendirian perusahaan patungan yang mengelola bisnis perawatan pesawat di Pulau Bintan. GMF memiliki rencana jangka menengah dan jangka panjang yang telah disesuaikan dengan kebutuhan internal sekaligus mengantisipasi kondisi eksternal. Salah satu rencana yang sedang dimatangkan adalah menambah satu hanggar lagi (Hanggar 5) di Cengkareng. Saat ini GMF telah mengoperasikan 4 hanggar untuk perawatan pesawat "wide body" maupun "narrow body" di kawasan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.
Bank Mandiri (BMRI) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan pada semester II 2016 dalam denominasi rupiah. Penerbitan surat utang ini dilakukan guna memperkuat struktur permodalan yang nantinya dialokasikan pada ekspansi bisnis. Manajemen memperkirakan obligasi yang dibutuhkan mencapai Rp 10 triliun, namun masih akan melihat kebutuhan permodalan Bank Mandiri.
Bank Mandiri (BMRI) melakukan kerja sama dengan KfW IPEX-Bank, lembaga pembiayaan proyek dan ekspor asal Jerman, guna mendorong pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur. Bank Mandiri dan KfW IPEX-Bank akan mengkaji berbagai alternatif skema pembiayaan infrastruktur yang dapat dilakukan, termasuk skema join loan, syndicated loan, ECA covered loan, dan corporate lending. Proyek infrastruktur yang diincar antara lain transportasi dalam kota, pelabuhan dan bandara.
Waskita Karya (WSKT) berharap anak usahanya, yaitu PT Waskita Beton Precast, bisa mempercepat proses penawaran sebagian saham guna menghimpun dana dari pasar modal (initial public offering/IPO) dari target awal pada September 2016. Saat ini sedang proses penunjukan lembaga penunjang, dan diharapkan pada Agustus atau September 2016 tercatat di bursa. Perseroan akan melepas hingga 40% saham anak perusahaan di bursa. Perseroan menargetkan perolehan dana hingga Rp 3 triliun-Rp 4 triliun dari IPO itu. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produksi beton precast (pracetak) dan ready mix (beton segar siap pakai) yang menjadi andalan anak perusahaan itu.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra Graphia (ASGR) menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar 60% dari laba bersih tahun 2015 atau Rp 118 per saham. Perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 25 per saham pada 16 Oktober 2015. Sisa dividen sebesar Rp 93 per saham akan dibayarkan pada 20 Mei 2016.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Radana Finance Bhaskara (HDFA) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp 3,5 per saham. Dividen tersebut setara 20% dari laba bersih atau senilai total Rp 8,1 miliar.
Radana Bhaskara Finance (HDFA) hingga kuartal I 2016 membukukan peningkatan laba bersih sebesar sekitar 3,4% menjadi Rp 10,07 miliar dari sebelumnya Rp 9,07 miliar. Penyaluran pembiayaan hingga kuartal I 2016 telah mencapai Rp 546,1 miliar atau meningkat 36,32% YoY dari sebelumnya Rp 400,6 miliar. Penjualan naik 18,79% secara unit dan 36,32% secara rupiah. Pada tahun 2016 perseroan menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 2,4 triliun, meningkat 16% YoY dibanding tahun sebelumnya Rp 2,04 triliun.
Radana Bhaskara Finance (HDFA) menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 2,4 triliun di tahun 2016 atau naik sekitar 16% YoY dibandingkan sebelumnya Rp 2,04 triliun. Porsi pembiayaan kendaraan roda dua baru dan bekas masing-masing sebesar Rp 1,49 triliun dan Rp 330 miliar. Porsi pembiayaan kendaraan roda empat bekas mencapai Rp 220 miliar. Perseroan optimis dapat mencapai target tersebut meski pasar otomotif sedang mengalami perlambatan, karena perseroan akan mendorong pembiayaan di sektor multiguna. Dana untuk melakukan pembiayaan mayoritas atau 90% berasal dari pinjaman perbankan dan 10% akan berasal dari pasar modal melalui penerbitan surat utan atau medium term notes (MTN).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) menyetujui untuk akan mengalokasikan 20% dari laba bersih tahun 2015 untuk dividen atau sekitar Rp 15,2 miliar. Dividen itu setara Rp 1,36 per saham dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2016.
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2016 sebesar 15% YoY. Perseroan optimis target realisasi kredit di tahun 2016 akan tercapai, mengingat hingga kuartal I 2016 penyaluran kredit BRI Agro sudah mencapai Rp 6,04 triliun. Pencapaian kredit di kuartal I 2016 meningkat kurang lebih 30% YoY. Penyaluran kredit terbesar ke sektor perkebunan karena perusahaan masih tetap fokus di bidang agro bisnis.
Pendapatan usaha Perdana Karya Perkasa (PKPK) per Desember 2015 turun menjadi Rp 19,79 miliar dari sebelumnya Rp 76,40 miliar. Perseroan mencatatkan rugi bersih Rp 60,52 miliar dari rugi bersih tahun 2014 sebesar Rp 23,45 miliar.
Acset Indonusa (ACST) menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 3,5 triliun di sepanjang tahun 2016 atau meningkat dari sebelumnya sebesar Rp 3,1 triliun. Hingga kuartal I 2016 ACST telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 2,4 triliun atau mencapai 68,57% dari target. Kontrak baru senilai Rp 1,8 triliun itu berasal dari proyek pengerjaan struktur gedung Indonesia 1 dan sisanya dari proyek lain. Perseroan masih akan fokus pada proyek bangunan tinggi (high rise) serta proyek infrastruktur, termasuk proyek yang ada di dalam Grup Astra.
Petrosea (PTRO) menurunkan nilai belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 secara signifikan dibanding tahun 2015 seiring tren penurunan harga batu bara di tahun 2015. Perseroan akan mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas yang sudah dimiliki. Capex itu akan dipergunakan pada kontrak-kontrak baru dengan PT Indoasia Cemerlang, PT Maruwai Coal, PT Indonesia Bulk Terminal dan PT Freeport Indonesia.
Tifa Finance (TIFA) telah menandatangani perjanjian kredit dengan PT Rabobank International Indonesia pada 18 April 2016 untuk fasilitas kredit pinjaman angsuran berjangka sebesar Rp 50.000.000.000. Jangka waktu kredit selama 36 bulan. Pinjaman ini dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 110% dari plafond atau jumlah pencairan.











0 comments:
Posting Komentar