Prediksi IHSG;
Badan Pusat Statistik (BPS) perkirakan angka perdagangan ekspor dan impor cenderung bergerak positif pada Maret, seiring membaiknya kondisi perdagangan internasional. Langkah yang diambil pemerintah untuk menstabilkan neraca perdagangan sudah tepat yakni dengan menitikberatkan kepada perbaikan di sisi ekspor. Fakto lain, karena perdagangan internasional yang sehat. Disamping, pemerintah menekan impor, disisi lain mendorong ekspor. Dipihak lain, Cina telah menunjukan pemulihan neraca perdagangannya. Ekspor Cina mengalami peningkatan pada bulan Maret seiring pemulihan harga komoditas meredam penurunan impor. Ekspor dalam yuan melonjak 18,7% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan penurunan 21% pada bulan Februari. Sedangkan impor mencatat penurunan 17 bulan beruntun, meskipun mampu memperkecil penurunan menjadi 1,7%.
Perspektif tenikal
Support Level : 4838/4822/4813
Resistance Level : 4863/4872/4888
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2805, TP 2855
Boleh buy di level 2735-2805
Resistance di 2855 & support di 2735
Waspadai jika tembus di 2735
Batasi resiko di 2615
WSKT: Trading Buy
Close 2200, TP 2230
Boleh buy di level 2180-2200
Resistance di 2230 & support di 2180
Waspadai jika tembus di 2180
Batasi resiko di 2130
ANTM : Trading Buy
Close 695, TP 710
Boleh buy di level 665-695
Resistance di 710 & support di 665
Waspadai jika tembus di 665
Batasi resiko di 620
KLBF: Trading Buy
Close 1390, TP 1420
Boleh buy di level 1375-1390
Resistance di 1420 & support di 1375
Waspadai jika tembus di 1375
Batasi resiko di 1330
SMRA: Trading Buy
Close 1500, TP 1525
Boleh buy di level 1475-1500
Resistance di 1525 & support di 1475
Waspadai jika tembus di 1475
Batasi resiko di 1450
JPFA: Trading Buy
Close 900, TP 950
Boleh buy di level 855-900
Resistance di 950 & support di 855
Waspadai jika tembus di 855
Batasi resiko di 805
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
TLKM, EXCL, WTON. PWON, WSKT, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 13-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$41.61 (-0.56)
Gold-(troy oz) US$1,244.97 (-10.57)
Nickel-(ton) US$8,860.00 (300.00)
Tin-(ton) US$16,775.00 (50.00)
Coal (Newc)/ton US$50.25 (-12.15)
CPO Mal/ton* MYR2,612.00 (-25.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,157.50 (42.50)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 14 April 2016
UPCOMING IPO'S
Indonesia Pondasi Raya, IPO Price 1280.
Ateliers Mecaniques D'Indonesis, IPO Price 128
Economic Calendar:
US Import Price Index MoM, diperkirakan turun menjadi -0.8% dari -0.5%
US Import Price Index YoY, diperkirakan naik menjadi -9.6% dari -10.5%
US Initial Jobless Claims, diperkirakan turun menjadi 266 ribu dari 269 ribu
VAS
HEADLINE NEWS
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terus melakukan penjajakan mencari kawasan tambang yang berlokasi di Kalimantan dan Sumatera guna memacu peningkatan kapasitas produksi tambang. Pengambilalihan tambang dapat direalisasikan jika sesuai dengan kebutuhan perseroan. Perseroan juga optimis dengan terbentuknya holding BUMN tambang yang direncanakan akhir tahun 2016 dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham.
Dok Perkapalan dan Air Kantung, anak usaha Timah (TINS), mengincar pendapatan lebih dari Rp100 miliar pada 2016 atau meningkat sekitar 63% dibandingkan dengan Rp61 miliar pada 2015. Anak usaha tersebut tengah melakukan pembenahan sarana produksi internal, yakni memperbesar kapasitas galangan.
Kementerian BUMN menyiapkan Pertamina sebagai induk usaha sektor energi. Pembentukan holding yang turut melibatkan Perusahaan Gas Negara (PGAS) itu harus meningkatkan efisiensi tata kelola bisnis minyak dan gas. Menteri BUMN telah menetapkan holding perusahaan migas dengan memilih Pertamina sebagai perusahaan induk dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) sebagai anak usahanya.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih mengkaji kemungkinan membuka kantor cabang di Thailand. Kajian itu dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani kerja sama dengan otoritas bank Thailand. BRI siap melakukan seleksi ketat untuk memilih pasar mana yang memang memiliki peluang besar bagi aktivitas bisnis BRI. BRI membidik para pengusaha yang berorientasi ekspor. Dengan membuka kantor cabang di Thailand, BRI berharap aktivitas bisnis bisa terus bertumbuh dan berkembang lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang. Selain itu diharapkan bisa meningkatkan kapasitas untuk bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) siap untuk meluncurkan satelit yang bernama BRIsat dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis perbankan di masa mendatang. Persiapan peluncuran satelit sudah mencapai 95%. Saat ini perusahaan yang ditunjuk BRI terkait BRIsat tengah melakukan tahap pengecekan akhir.
Rencana Bank Rakyat Indonesia (BBRI) untuk memiliki satelit sendiri akan terwujud dalam waktu dekat. Satelit yang dinamakan BRISat ini diperkirakan akan diluncurkan pada 8 Juni 2016 di Kourou, French Guina. Dengan memiliki satelit sendiri, perseroan dapat meningkatkan layanan kepada para nasabah dan lebih menjangkau masyarakat yang saat ini belum tersentuh layanan perbankan serta dapat menghemat beban operasional.
Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadikan pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) sebagai recana prioritas. Perseroan tengah menyusun road map internal terkait pemisahan tersebut dan diperkirakan tahun depan spin off sudah dapat dilakukan.
Bank Bukopin (BBKP) menargetkan transaksi electronic channel (e-channel) tumbuh 10% tahun ini dibandingkan akhir 2015 yang mencapai 19,7 juta kali. Untuk menunjang peningkatan transaksi, perseroan meluncurkan layanan mobile banking.
Bank Dinar Indonesia (DNAR) menargetkan pertumbuhan laba pada tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena tren penyaluran kredit yang masih lesu. Pertumbuhan laba setelah pajak pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp16,5 miliar, naik 20% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp14,02 miliar. Pencapaian laba tahun lalu meningkat 356,50% dari pencapian tahun sebelumnya Rp3,07 miliar.
Matahari Putra Prima (MPPA) telah merealisasikan sekitar 30%-40% atau sekitar Rp 200-240 miliar dari dana belanja modal (capital expenditure/capex) hingga kuartal I 2016. Pada tahun ini Perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 500-600 miliar. Dana sudah digunakan untuk persiapan pembukaan gerai-gerai baru MPPA. Perseroan akan membuka 32-45 gerai baru pada tahun 2016, yaitu sekitar 6-7 gerai hypermart, 3-4 gerai Foofmart, 3-4 SmartClub, 10-15 gerai FMX, 10-15 gerai Boston Health & Beauty. Saat ini perseroan baru membuka 2 gerai Boston, 2 FoodMart. Sedangkan gerai Hypermart belum dibuka. Sumber pendanaan capex 2016 dari hasil Ebitda (kas internal) perusahaan. Jika diperlukan atau belum cukup, perseroan akan mengunakan fasilitas kredit yang sudah ada.
Matahari Putra Prima (MPPA) akan membagikan sisa dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 139,8 miliar atau Rp 26 per saham. Sebelumnya pada awal Desember 2015, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 37,6 miliar atau Rp 7 per saham. Total dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 177,5 miliar atau Rp 33 per saham. Tanggal pembayaran dividen tunai akhir akan diumumkan kemudian.
Sarana Menara Nusantara (TOWR) akan melangsungkan penambahan modal tanpa HMETD senilai Rp 4,18 triliun. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 1,02 miliar saham baru atau 10% dari modal disetor. Harga pelaksanaan non-preemptive rights itu sekitar Rp 4.105 per saham. Tujuan dari penerbitan saham baru ini adalah memperkuat struktur permodalan dalam rangka pengembangan usaha perseroan maupun anak usaha. Dana yang diperoleh digunakan untuk tambahan modal perseroan pada Protelindo. Sesuai rencana, Protelindo akan membangun atau membeli menara telekomunikasi, serta melakukan investasi pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang telekomunikasi.
Waskita Karya (WSKT) berencana melakukan divestasi anak usaha, Waskita Toll Road, dengan melepas 40% saham kepada investor. Rencana investasi dimaksudkan untuk mengumpulkan dana guna menyelesaikan konsesi tol yang telah diperoleh.
PP Properti (PPRO) tengah mempersiapkan rencana pembangunan gedung pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat seluas 21 hektare (Ha). Perseroan akan bekerjasama dengan pengembang lokal dan membentuk joint venture pada kuartal III/2016. PPRO akan memegang saham mayoritas dengan perkiraan investasi awal pembangunan senilai Rp250 miliar.
Kinerja Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) diperkirakan meningkat tahun ini seiring tumbuhnya permintaan lahan industri di Bekasi yang didorong oleh foreign direct investment (FDI). Pada 2015, kinerja perseroan menurun yang disebabkan rendahnya permintaan lahan industri. Tahun ini, BEST menargetkan marketing sales lahan industri mencapai 25-30 ha. Harga jual lahan di kawasan industri MM2100 Cibitung tahun ini akan tumbuh rata-rata 10% YoY.
Untuk ekspansi tahun ini, Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) menyiapkan belanja modal Rp 700-800 miliar. Sekitar Rp 400-500 miliar akan digunakan untuk akuisisi lahan dan pembangunan infrastruktur, sedangkan Rp 300 miliar sisanya akan digunakan untuk mengembangkan proyek hotel, gedung perkantoran, dan pergudangan. Tahun ini, perseroan menargetkan akuisisi lahan seluas 20-30 ha di area sekitar kawasan industri MM2100.
Mitra Keluarga (MIKA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 sebesar Rp 357 miliar, atau meningkat 25,7% dibandingkan dengan capex tahun 2015 yang sebesar Rp 284 miliar. Dana capex tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit serta pembelian tanah dan peralatan medis. Sumber dana capex dari hasil Initial Public Offering (IPO), tidak ada pinjaman dari bank. Pembangunan rumah sakit dan peralatan medis diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar USD 15 juta, sementara untuk pembelian tanah dianggarkan sekitar USD 7 juta – USD 8 juta. Hingga tahun 2019 perseroan menargetkan membangun 6 rumah sakit dengan rincian tahun depan 1 rumah sakit, pada 2017 2 rumah sakit, tahun 2018 sebanyak 2 rumah sakit dan pada 2019 sebanyak 1 rumah sakit. Pembangunan rumah sakit itu sebanyak 5 rumah sakit di Jabodetabek dan 1 di Surabaya.
Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) mendapatkan gugatan malpraktik. Nilai gugatan kepada perseroan sebesar Rp 300 miliar, terdiri dari Rp 100 miliar untuk ganti rugi dan Rp 200 miliar untuk kerugian immateriil. Dalam hal gugatan dikabulkan oleh pengadilan, perseroan dikenakan sanksi untuk membayar seluruh ganti rugi yang diminta. Nilai gugatan tersebut memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional dan kinerja perseroan terutama dari segi keuangan.
Wismilak Inti Makmur (WIIM) mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 mencapai sebesar Rp 70 miliar, atau hampir sama dengan tahun 2015 di kisaran Rp 60 miliar- 70 miliar. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk mendirikan satu gedung (pabrik) produksi sigaret kretek tangan (SKT) yang akan dapat menampung sekitar 1.600 orang. Satu yang cukup besar pembangunan sarana produksi di Bojonegoro untuk fasilitas SKT, karena pertumbuhan SKT WIIM 20%. Pabrik itu direncanakan selesai pada tahun 2016. Dana capex juga akan dialokasikan untuk melakukan pemeliharaan produksi sigaret kretek mesin (SKM). Sisanya untuk maintenance beberapa fasilitas produksi, serta penambahan kapasitas. Sumber pendanaan capex seluruhnya dari dana kas internal perusahaan.
Eka Sari Lorena Transport (LRNA) menambah armada baru dan memperluas jaringan rute baru di tahun 2016 guna memenuhi target pertumbuhan bisnis lebih baik lagi dibandingkan tahun 2015. Salah satu rute yang diincar perseroan adalah rute dari Tangerang Selatan (Tangsel), Banten menuju ke bandar udara (bandara) Soekarno-Hatta di Cengkareng Banten. Nantinya perseroan hanya ingin menjadi penyedia bus feeder. Saat ini LRNA masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah kota (pemkot) Tangsel.
Lembaga pembiayaan asal Inggris, UK Export Credit dan Finance Insurance (UK Export Finance) menawarkan pinjaman lebih dari USD 1 miliar kepada sejumlah BUMN untuk mendukung program infrastruktur. Salah satu BUMN yang ditawari adalah Garuda Indonesia (GIAA). Keuntungan penawaran dari UK Export Finance adalah barang dan jasa yang dibiayai dari kredit ekspor tersebut tidak perlu 100% berasal dari Inggris.
PT Citilink Indonesia, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA), membuka rute penerbangan Lombok-Jakarta dan sebaliknya sebagai salah satu bentuk pengembangan bisnis dan dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Frekuensi penerbangan Lombok-Jakarta dua kali sehari, yakni dari Lombok International Airport (LIA) menuju Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Perseroan menargetkan tingkat keterisian kursi penumpang rute Lombok-Jakarta mencapai 80% dalam satu kali penerbangan agar tidak merugikan perusahaan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mendapat tawaran pinjaman atau utang dari perusahaan pembiayaan asal Inggris bernama UK Export Credit and Finance Insurance. Perusahaan asal Inggris ini tertarik memberikan pinjaman untuk pembiayaan infrastruktur di Indonesia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa ada 7 emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) saham di semester I 2016. BEI masih yakin dan optimis terhadap penambahan jumlah emiten baru di tahun 2016. Sebab perekonomian nasional yang mulai tumbuh sejalan dengan peningkatan belanja infrastruktur pemerintah.
Badan Pusat Statistik (BPS) perkirakan angka perdagangan ekspor dan impor cenderung bergerak positif pada Maret, seiring membaiknya kondisi perdagangan internasional. Langkah yang diambil pemerintah untuk menstabilkan neraca perdagangan sudah tepat yakni dengan menitikberatkan kepada perbaikan di sisi ekspor. Fakto lain, karena perdagangan internasional yang sehat. Disamping, pemerintah menekan impor, disisi lain mendorong ekspor. Dipihak lain, Cina telah menunjukan pemulihan neraca perdagangannya. Ekspor Cina mengalami peningkatan pada bulan Maret seiring pemulihan harga komoditas meredam penurunan impor. Ekspor dalam yuan melonjak 18,7% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan penurunan 21% pada bulan Februari. Sedangkan impor mencatat penurunan 17 bulan beruntun, meskipun mampu memperkecil penurunan menjadi 1,7%.
Perspektif tenikal
Support Level : 4838/4822/4813
Resistance Level : 4863/4872/4888
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2805, TP 2855
Boleh buy di level 2735-2805
Resistance di 2855 & support di 2735
Waspadai jika tembus di 2735
Batasi resiko di 2615
WSKT: Trading Buy
Close 2200, TP 2230
Boleh buy di level 2180-2200
Resistance di 2230 & support di 2180
Waspadai jika tembus di 2180
Batasi resiko di 2130
ANTM : Trading Buy
Close 695, TP 710
Boleh buy di level 665-695
Resistance di 710 & support di 665
Waspadai jika tembus di 665
Batasi resiko di 620
KLBF: Trading Buy
Close 1390, TP 1420
Boleh buy di level 1375-1390
Resistance di 1420 & support di 1375
Waspadai jika tembus di 1375
Batasi resiko di 1330
SMRA: Trading Buy
Close 1500, TP 1525
Boleh buy di level 1475-1500
Resistance di 1525 & support di 1475
Waspadai jika tembus di 1475
Batasi resiko di 1450
JPFA: Trading Buy
Close 900, TP 950
Boleh buy di level 855-900
Resistance di 950 & support di 855
Waspadai jika tembus di 855
Batasi resiko di 805
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
TLKM, EXCL, WTON. PWON, WSKT, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 13-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$41.61 (-0.56)
Gold-(troy oz) US$1,244.97 (-10.57)
Nickel-(ton) US$8,860.00 (300.00)
Tin-(ton) US$16,775.00 (50.00)
Coal (Newc)/ton US$50.25 (-12.15)
CPO Mal/ton* MYR2,612.00 (-25.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,157.50 (42.50)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 14 April 2016
UPCOMING IPO'S
Indonesia Pondasi Raya, IPO Price 1280.
Ateliers Mecaniques D'Indonesis, IPO Price 128
Economic Calendar:
US Import Price Index MoM, diperkirakan turun menjadi -0.8% dari -0.5%
US Import Price Index YoY, diperkirakan naik menjadi -9.6% dari -10.5%
US Initial Jobless Claims, diperkirakan turun menjadi 266 ribu dari 269 ribu
VAS
HEADLINE NEWS
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terus melakukan penjajakan mencari kawasan tambang yang berlokasi di Kalimantan dan Sumatera guna memacu peningkatan kapasitas produksi tambang. Pengambilalihan tambang dapat direalisasikan jika sesuai dengan kebutuhan perseroan. Perseroan juga optimis dengan terbentuknya holding BUMN tambang yang direncanakan akhir tahun 2016 dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham.
Dok Perkapalan dan Air Kantung, anak usaha Timah (TINS), mengincar pendapatan lebih dari Rp100 miliar pada 2016 atau meningkat sekitar 63% dibandingkan dengan Rp61 miliar pada 2015. Anak usaha tersebut tengah melakukan pembenahan sarana produksi internal, yakni memperbesar kapasitas galangan.
Kementerian BUMN menyiapkan Pertamina sebagai induk usaha sektor energi. Pembentukan holding yang turut melibatkan Perusahaan Gas Negara (PGAS) itu harus meningkatkan efisiensi tata kelola bisnis minyak dan gas. Menteri BUMN telah menetapkan holding perusahaan migas dengan memilih Pertamina sebagai perusahaan induk dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) sebagai anak usahanya.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih mengkaji kemungkinan membuka kantor cabang di Thailand. Kajian itu dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani kerja sama dengan otoritas bank Thailand. BRI siap melakukan seleksi ketat untuk memilih pasar mana yang memang memiliki peluang besar bagi aktivitas bisnis BRI. BRI membidik para pengusaha yang berorientasi ekspor. Dengan membuka kantor cabang di Thailand, BRI berharap aktivitas bisnis bisa terus bertumbuh dan berkembang lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang. Selain itu diharapkan bisa meningkatkan kapasitas untuk bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) siap untuk meluncurkan satelit yang bernama BRIsat dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis perbankan di masa mendatang. Persiapan peluncuran satelit sudah mencapai 95%. Saat ini perusahaan yang ditunjuk BRI terkait BRIsat tengah melakukan tahap pengecekan akhir.
Rencana Bank Rakyat Indonesia (BBRI) untuk memiliki satelit sendiri akan terwujud dalam waktu dekat. Satelit yang dinamakan BRISat ini diperkirakan akan diluncurkan pada 8 Juni 2016 di Kourou, French Guina. Dengan memiliki satelit sendiri, perseroan dapat meningkatkan layanan kepada para nasabah dan lebih menjangkau masyarakat yang saat ini belum tersentuh layanan perbankan serta dapat menghemat beban operasional.
Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadikan pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) sebagai recana prioritas. Perseroan tengah menyusun road map internal terkait pemisahan tersebut dan diperkirakan tahun depan spin off sudah dapat dilakukan.
Bank Bukopin (BBKP) menargetkan transaksi electronic channel (e-channel) tumbuh 10% tahun ini dibandingkan akhir 2015 yang mencapai 19,7 juta kali. Untuk menunjang peningkatan transaksi, perseroan meluncurkan layanan mobile banking.
Bank Dinar Indonesia (DNAR) menargetkan pertumbuhan laba pada tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena tren penyaluran kredit yang masih lesu. Pertumbuhan laba setelah pajak pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp16,5 miliar, naik 20% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp14,02 miliar. Pencapaian laba tahun lalu meningkat 356,50% dari pencapian tahun sebelumnya Rp3,07 miliar.
Matahari Putra Prima (MPPA) telah merealisasikan sekitar 30%-40% atau sekitar Rp 200-240 miliar dari dana belanja modal (capital expenditure/capex) hingga kuartal I 2016. Pada tahun ini Perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 500-600 miliar. Dana sudah digunakan untuk persiapan pembukaan gerai-gerai baru MPPA. Perseroan akan membuka 32-45 gerai baru pada tahun 2016, yaitu sekitar 6-7 gerai hypermart, 3-4 gerai Foofmart, 3-4 SmartClub, 10-15 gerai FMX, 10-15 gerai Boston Health & Beauty. Saat ini perseroan baru membuka 2 gerai Boston, 2 FoodMart. Sedangkan gerai Hypermart belum dibuka. Sumber pendanaan capex 2016 dari hasil Ebitda (kas internal) perusahaan. Jika diperlukan atau belum cukup, perseroan akan mengunakan fasilitas kredit yang sudah ada.
Matahari Putra Prima (MPPA) akan membagikan sisa dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 139,8 miliar atau Rp 26 per saham. Sebelumnya pada awal Desember 2015, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 37,6 miliar atau Rp 7 per saham. Total dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 177,5 miliar atau Rp 33 per saham. Tanggal pembayaran dividen tunai akhir akan diumumkan kemudian.
Sarana Menara Nusantara (TOWR) akan melangsungkan penambahan modal tanpa HMETD senilai Rp 4,18 triliun. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 1,02 miliar saham baru atau 10% dari modal disetor. Harga pelaksanaan non-preemptive rights itu sekitar Rp 4.105 per saham. Tujuan dari penerbitan saham baru ini adalah memperkuat struktur permodalan dalam rangka pengembangan usaha perseroan maupun anak usaha. Dana yang diperoleh digunakan untuk tambahan modal perseroan pada Protelindo. Sesuai rencana, Protelindo akan membangun atau membeli menara telekomunikasi, serta melakukan investasi pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang telekomunikasi.
Waskita Karya (WSKT) berencana melakukan divestasi anak usaha, Waskita Toll Road, dengan melepas 40% saham kepada investor. Rencana investasi dimaksudkan untuk mengumpulkan dana guna menyelesaikan konsesi tol yang telah diperoleh.
PP Properti (PPRO) tengah mempersiapkan rencana pembangunan gedung pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat seluas 21 hektare (Ha). Perseroan akan bekerjasama dengan pengembang lokal dan membentuk joint venture pada kuartal III/2016. PPRO akan memegang saham mayoritas dengan perkiraan investasi awal pembangunan senilai Rp250 miliar.
Kinerja Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) diperkirakan meningkat tahun ini seiring tumbuhnya permintaan lahan industri di Bekasi yang didorong oleh foreign direct investment (FDI). Pada 2015, kinerja perseroan menurun yang disebabkan rendahnya permintaan lahan industri. Tahun ini, BEST menargetkan marketing sales lahan industri mencapai 25-30 ha. Harga jual lahan di kawasan industri MM2100 Cibitung tahun ini akan tumbuh rata-rata 10% YoY.
Untuk ekspansi tahun ini, Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) menyiapkan belanja modal Rp 700-800 miliar. Sekitar Rp 400-500 miliar akan digunakan untuk akuisisi lahan dan pembangunan infrastruktur, sedangkan Rp 300 miliar sisanya akan digunakan untuk mengembangkan proyek hotel, gedung perkantoran, dan pergudangan. Tahun ini, perseroan menargetkan akuisisi lahan seluas 20-30 ha di area sekitar kawasan industri MM2100.
Mitra Keluarga (MIKA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 sebesar Rp 357 miliar, atau meningkat 25,7% dibandingkan dengan capex tahun 2015 yang sebesar Rp 284 miliar. Dana capex tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit serta pembelian tanah dan peralatan medis. Sumber dana capex dari hasil Initial Public Offering (IPO), tidak ada pinjaman dari bank. Pembangunan rumah sakit dan peralatan medis diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar USD 15 juta, sementara untuk pembelian tanah dianggarkan sekitar USD 7 juta – USD 8 juta. Hingga tahun 2019 perseroan menargetkan membangun 6 rumah sakit dengan rincian tahun depan 1 rumah sakit, pada 2017 2 rumah sakit, tahun 2018 sebanyak 2 rumah sakit dan pada 2019 sebanyak 1 rumah sakit. Pembangunan rumah sakit itu sebanyak 5 rumah sakit di Jabodetabek dan 1 di Surabaya.
Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) mendapatkan gugatan malpraktik. Nilai gugatan kepada perseroan sebesar Rp 300 miliar, terdiri dari Rp 100 miliar untuk ganti rugi dan Rp 200 miliar untuk kerugian immateriil. Dalam hal gugatan dikabulkan oleh pengadilan, perseroan dikenakan sanksi untuk membayar seluruh ganti rugi yang diminta. Nilai gugatan tersebut memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional dan kinerja perseroan terutama dari segi keuangan.
Wismilak Inti Makmur (WIIM) mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 mencapai sebesar Rp 70 miliar, atau hampir sama dengan tahun 2015 di kisaran Rp 60 miliar- 70 miliar. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk mendirikan satu gedung (pabrik) produksi sigaret kretek tangan (SKT) yang akan dapat menampung sekitar 1.600 orang. Satu yang cukup besar pembangunan sarana produksi di Bojonegoro untuk fasilitas SKT, karena pertumbuhan SKT WIIM 20%. Pabrik itu direncanakan selesai pada tahun 2016. Dana capex juga akan dialokasikan untuk melakukan pemeliharaan produksi sigaret kretek mesin (SKM). Sisanya untuk maintenance beberapa fasilitas produksi, serta penambahan kapasitas. Sumber pendanaan capex seluruhnya dari dana kas internal perusahaan.
Eka Sari Lorena Transport (LRNA) menambah armada baru dan memperluas jaringan rute baru di tahun 2016 guna memenuhi target pertumbuhan bisnis lebih baik lagi dibandingkan tahun 2015. Salah satu rute yang diincar perseroan adalah rute dari Tangerang Selatan (Tangsel), Banten menuju ke bandar udara (bandara) Soekarno-Hatta di Cengkareng Banten. Nantinya perseroan hanya ingin menjadi penyedia bus feeder. Saat ini LRNA masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah kota (pemkot) Tangsel.
Lembaga pembiayaan asal Inggris, UK Export Credit dan Finance Insurance (UK Export Finance) menawarkan pinjaman lebih dari USD 1 miliar kepada sejumlah BUMN untuk mendukung program infrastruktur. Salah satu BUMN yang ditawari adalah Garuda Indonesia (GIAA). Keuntungan penawaran dari UK Export Finance adalah barang dan jasa yang dibiayai dari kredit ekspor tersebut tidak perlu 100% berasal dari Inggris.
PT Citilink Indonesia, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA), membuka rute penerbangan Lombok-Jakarta dan sebaliknya sebagai salah satu bentuk pengembangan bisnis dan dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Frekuensi penerbangan Lombok-Jakarta dua kali sehari, yakni dari Lombok International Airport (LIA) menuju Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Perseroan menargetkan tingkat keterisian kursi penumpang rute Lombok-Jakarta mencapai 80% dalam satu kali penerbangan agar tidak merugikan perusahaan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mendapat tawaran pinjaman atau utang dari perusahaan pembiayaan asal Inggris bernama UK Export Credit and Finance Insurance. Perusahaan asal Inggris ini tertarik memberikan pinjaman untuk pembiayaan infrastruktur di Indonesia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa ada 7 emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) saham di semester I 2016. BEI masih yakin dan optimis terhadap penambahan jumlah emiten baru di tahun 2016. Sebab perekonomian nasional yang mulai tumbuh sejalan dengan peningkatan belanja infrastruktur pemerintah.











0 comments:
Posting Komentar