Prediksi IHSG;
Pelaku pasar global akan menantikan keputusan produsen minyak yang akan bertemu di Doha pada akhir pekan ini guna mencari kesepakatan tentang produksi minyak. Namun kesepakatan awal Rusia, Arab Saudi, Venezuela dan Qatar untuk membekukan produksi minyaknya telah meningkatkan harga minyak sebesar 30% sejak Januari. Selain itu investor menantikan sejumlah data ekonomi, antara lain data industrial production Jepang dan Cina, GDP dan retail sales Cina, trade balance Indonesia. Trade balance Indonesia periode Maret 2016 diperkirakan mencatatkan surplus USD 500 juta, atau turun dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD 1136 juta. Perkirakan ekspor Indonesia periode Maret turun 14% YoY atau turun lebih besar dibanding periode sebelumnya yang turun 7,18% YoY. Impor periode Maret 2016 diperkirakan turun 11,9% YoY dari penurunan sebelumnya sebesar 11,71% YoY. Katalis global yang relatif positif serta sentimen domestik membuka peluang bagi IHSG untuk melaju ke teritori positif hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 4795/4776/4737
Resistance Level : 4854/4893/4912
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
AKRA: Trading Buy
Close 6900, TP 7000
Boleh buy di level 6800-6900
Resistance di 7000 & support di 6750
Waspadai jika tembus di 6750
Batasi resiko di 6700
ASII: Trading Buy
Close 7200, TP 7325
Boleh buy di level 7125-7200
Resistance di 7325 & support di 7125
Waspadai jika tembus di 7125
Batasi resiko di 7075
UNTR : Trading Buy
Close 15675, TP 15825
Boleh buy di level 15550-15675
Resistance di 15825 & support di 15550
Waspadai jika tembus di 15550
Batasi resiko di 15500
ADHI: Trading Buy
Close 2790, TP 2825
Boleh buy di level 2770-2790
Resistance di 2825 & support di 2770
Waspadai jika tembus di 2770
Batasi resiko di 2760
ACES: Trading Buy
Close 860, TP 890
Boleh buy di level 850-860
Resistance di 890 & support di 835
Waspadai jika tembus di 835
Batasi resiko di 825
MLPL: Trading Buy
Close 479, TP 505
Boleh buy di level 476-479
Resistance di 505 & support di 450
Waspadai jika tembus di 450
Batasi resiko di 447
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BBTN, BMRI, SMGR, PTBA, ADRO.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 14-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$41.61 (-0.15)
Gold-(troy oz) US$1,240.46 (-2.01)
Nickel-(ton) US$8,985.00 (125.00)
Tin-(ton) US$17,050.00 (275.00)
Coal (Newc)/ton US$50.25 (-12.15)
CPO Mal/ton* MYR2,610.50 (-1.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,180.00 (22.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 15 April 2016
RUPSLB
• BNGA - RUPST
• RMBA - RUPST/L
• KBLV - RUPST
• MEGA - RUPST
Dividen
· PGAS, Cash Dividend 91.32, cum date 15 Apr-16, ex date 18 Apr-16
· ADHI, Cash Dividend 26.22, cum date 15 Apr-16, ex date 18 Apr-16
Economic Calendar:
· Data Gross Domestic Product (GDP) China kwartal pertama tahun 2016
· Data Industrial Production China bulan Maret 2016
· Data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Pebruari 2016
· Data Industrial Production AS bulan Maret 2016
· Indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016 (Preliminary)
VAS
HEADLINE NEWS
RUPS Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 611 miliar atau Rp 289,73 per saham. Jumlah dividen itu setara 30% total laba bersih Perseroan tahun 2015 yang sebesar Rp 2,04 triliun.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) merencanakan penjualan batubara tahun 2016 sebesar 29,17 ton atau naik 51% dibanding penjualan tahun sebelumnya sebesar 19,10 juta ton. Perseroan menargetkan produksi dan pembelian batubara naik 37% menjadi 28,32 ton dari tahun 2015 yang sebesar 20,74 juta ton. Penjualan pada kuartal I 2016 sebesar Rp 5,23 juta ton atau naik 14% YoY dibanding periode yang sama sebesar 4,57 juta ton, yang terdiri dari 2,91 juta ton atau 56% untuk pasokan domestik dan 2,32 juta ton atau 44% sisanya untuk pasar ekspor. Sedangkan angkutan kereta api dari lokasi tambang menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan Dermaga Kertapati di Palembang pada triwulan I 2016 tercatat sebesar 4,28 juta ton atau naik 19% dibanding tahun sebelumnya sebesar 3,59 juta ton.
Bukit Asam (PTBA) memiliki direktur utama baru setelah pemegang saham sepakat jabatan tersebut berpindah tangan dari Milawarma kepada Arviyan Arifin. Selain itu pemegang saham telah menunjuk anggota lima direksi yang lain, yaitu Anung Dri Prasetya, Achmad Sudarto, Arie Prabowo Ariotedjo, Joko Pramono dan Suryo Eko Hadianto.
Voksel Electric (VOKS) berhasil meraih laba bersih sebesar Rp277,1 juta hingga Desember 2015 setelah membukukan kerugian sebesar Rp86,57 miliar pada tahun 2014. Pendapatan perseroan turun menjadi Rp1,59 triliun pada 2015 dari Rp2 triliun pada 2014.
Sisa dividen tunai Matahari Putra Prima (MPPA) sebesar Rp26 per saham atau senilai total Rp139,8 miliar, akan dibagikan pada 13 Mei 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 - 21 April 2016, sedangkan di pasar tunai pada 25 - 26 April 2016.
PP Properti (PPRO) berencana melakukan pemancangan tiang perdana atau groundbreaking di dua proyek patungan (joint venture). Perusahaan juga akan merilis produk komersial di dua proyek andalan pada semester II/2016. Perusahaan akan melakukan groundbreaking untuk proyek apartemen Riverview Residence dan Verdura Apartemen menyusul pembentukan perusahaan patungan dengan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dan Sentul City (BKSL).
Bank Negara Indonesia (BBNI) menargetkan kenaikan pendapatan nonbunga (fee based income) dari layanan elektronik banking (e-banking) meningkat 20-30% atau setara Rp1,3-1,4 triliun tahun ini. Pada kuartal I-2016, pencapaian fee based income BBNI dari e-banking mencapai Rp288 miliar atau setara dengan pencapaian 20,57-22,15% terhadap target tahun ini. BBNI melihat belakangan ini perkembangan tren transaksi e-commerce di e-banking perusahaan terbilang luar biasa. Oleh sebab itu, sebagai penunjang pencapaian target kenaikan fee based income tahun ini, BBNI mulai mengembangkan sektor tersebut.
Tahun ini, PP Properti (PPRO) menyiapkan belanja modal (capex) Rp1,25 triliun, atau naik 67% dari belanja modal tahun lalu senilai Rp750 miliar. Sebagian besar belanja modal akan dipakai untuk akuisisi cadangan lahan baru yang menjadi dasar pertumbuhan perusahaan ke depan. Landbank yang diakuisisi akan berlokasi di area strategis dan bernilai tinggi serta tidak jauh dari pintu tol. Belanja modal tahun ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan prapenjualan dan pendapatan perusahaan yang ditargetkan masing-masing sebesar 30% menjadi Rp2,6 triliun dan 40% menjadi Rp2,01 triliun. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan prapenjualan dan pendapatan akan mendorong pertumbuhan laba bersih sebesar 25% pada 2016.
Lippo Karawaci (LPKR) menggandeng Total Bangun Persada (TOTL) sebagai kontraktor dalam pembangunan kondominium Hillcrest House dan Fairview House, dua tower tahap pertama proyek Millenium Village (MV) di Lippo CBD Karawaci, Tangerang, Banten. Kontrak kerja dengan TOTL mencakup konstruksi struktur bangunan. Sedangkan pekerjaan dimulai pada awal Mei 2016 dan selesai 540 hari kerja sesuai yang tertuang dalam kontrak.
Aneka Tambang (ANTM) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (INALUM) akan membentuk anak usaha yang akan diberi nama Inalum Antam Alumina. Inalum menguasai saham sebesar 60% dan Antam 40%. Anak usaha itu rencananya akan beroperasi di Mempawah Kalimantan Barat, dan diperkirakan akan selesai pada awal tahun 2019. Setelah melakukan pembentukan anak usaha, Inalum dan Antam akan melakukan pengkajian ulang studi kelayakan Inalum Antam Alumina. Setelah itu akan dilanjutkan kerja sama dengan perusahaan pengelolaan alumunium China yakni Alumunium Corporation of China Limited. Pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) ini membutuhkan waktu 2,5 tahun. Untuk tahap awal, pabrik tersebut diharapkan mampu menghasilkan 1 juta ton alumina per tahun dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksinya hingga 2 juta ton per tahun.
Astra International (ASII) mencatatkan penjualan mobil sebanyak 46.182 unit pada bulan Maret 2016 atau naik 11,4% MoM tapi turun 7,5%% YoY. Sedang penjualan mobil domestik pada Maret 2016 tercatat 93.990 unit, atau naik 6,5% MoM tapi turun 5,5% YoY.
Astra International (ASII) mencatatkan penjualan kendaraan roda dua sebanyak 440.171 unit pada bulan Maret 2016 atau naik 21,4% MoM dan 10,5% YoY. Sedang penjualan kendaraan roda dua domestik pada Maret 2016 tercatat 563.341 unit, atau naik 7,3% MoM tapi turun 2% YoY.
Jasa Marga (JSMR) melalui kelompok usahanya yaitu PT. Solo Ngawi Jaya, Badan Usaha Jalan Tol Solo-Ngawi dan PT Ngawi Kertosono Jaya, Badan Usaha Jalan Tol Ngawi-Kertosono, memastikan memperoleh suntikan pembiayaan kredit sindikasi sebesar Rp 7,7 triliun dari perbankan nasional. Fasilitas kredit itu berjangka waktu 15 tahun dengan bunga selama konstruksi 4,75% dan masa operasi 4,5%. Kredit sindikasi itu untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Solo-Ngawi (Jateng-Jatim) dan Ngawi-Kertosono (Jatim). Kredit sindikasi diberikan oleh Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) sebagai "Joint Mandated Lead Arranger and Book Runner" (JMLAB) dan Agen. Kredit sindikasi tersebut disalurkan JMLAB bersama SMI, Indonesia Eximbank, Bank Jateng dan Bank BPD DIY. PT. Solo Ngawi Jaya merupakan perusahaan patungan Jasa Marga (JSMR) dengan PT. Waskita Toll Road, anak usaha Waskita Karya (WSKT) dengan komposisi pemegang saham masing-masing sebesar 59,99% dan 40% serta PT. Ferino Putra satu (1) lembar saham. Sedang komposisi kepemilikan saham Jasa Marga di PT. Ngawi Kertosono Jaya sebesar 59,99%, PT. Waskita Toll Road 40% dan PT. Ferino Putra 1 lembar saham. Jalan Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,10 km dan Ngawi-Kertosono sepanjang 87,02 km merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Perseroan menargetkan konstruksi untuk Solo-Ngawi selesai pada April 2017 dan Oktober sudah bisa dioperasikan.
Bank Mandiri (BMRI) hingga Maret 2016 telah menyalurkan kredit untuk mendukung ketersediaan infrastruktur melalui pembiayaan berskema sindikasi mencapai Rp 15,11 triliun. Semuanya tersebar dan untuk proyek-proyek infrastruktur, antara lain jalan tol, rel kereta api, pelabuhan, pembangkit listrik dan transmisi di seluruh Indonesia. Nilai itu setara dengan 34,11% dari total kredit sindikasi yang dikucurkan hingga Maret 2016 sebesar Rp 44,3 triliun. Di samping proyek infrastruktur, pembiayaan berskema sindikasi juga diberikan kepada sektor migas, tambang, properti, pupuk, perkebunan, semen, telekomunikasi, dan lainnya.
Bentoel Investama (RMBA) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas III sejumlah sebanyak-banyaknya 36.842.105.000 saham dengan nilai nominal Rp 50. Keseluruhan dana hasil transaksi ini setelah dikurangi biaya untuk mengurangi utang perseroan kepada Rothmans Far East BV dan keperluan usaha perseroan. Pelaksanaan PUT III atau right issue III ini terkait rencana perseroan untuk meningkatkan modal dasar dari semula Rp 1.077.300.000.000 yang terbagi atas 21.546.000.000 saham menjadi Rp 5.500.000.000.000 atau menjadi 110.000.000.000 saham. Namun perseroan belum memberikan perkiraan waktu kapan waktu dan detail pelaksanaan right issue ini.
Bayu Buana (BAYU) mencatatkan penurunan laba bersih per Desember 2015 sebesar 27,55% menjadi Rp 28,10 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 38,79 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 1,57 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,64 triliun.
Pelaku pasar global akan menantikan keputusan produsen minyak yang akan bertemu di Doha pada akhir pekan ini guna mencari kesepakatan tentang produksi minyak. Namun kesepakatan awal Rusia, Arab Saudi, Venezuela dan Qatar untuk membekukan produksi minyaknya telah meningkatkan harga minyak sebesar 30% sejak Januari. Selain itu investor menantikan sejumlah data ekonomi, antara lain data industrial production Jepang dan Cina, GDP dan retail sales Cina, trade balance Indonesia. Trade balance Indonesia periode Maret 2016 diperkirakan mencatatkan surplus USD 500 juta, atau turun dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD 1136 juta. Perkirakan ekspor Indonesia periode Maret turun 14% YoY atau turun lebih besar dibanding periode sebelumnya yang turun 7,18% YoY. Impor periode Maret 2016 diperkirakan turun 11,9% YoY dari penurunan sebelumnya sebesar 11,71% YoY. Katalis global yang relatif positif serta sentimen domestik membuka peluang bagi IHSG untuk melaju ke teritori positif hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 4795/4776/4737
Resistance Level : 4854/4893/4912
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
AKRA: Trading Buy
Close 6900, TP 7000
Boleh buy di level 6800-6900
Resistance di 7000 & support di 6750
Waspadai jika tembus di 6750
Batasi resiko di 6700
ASII: Trading Buy
Close 7200, TP 7325
Boleh buy di level 7125-7200
Resistance di 7325 & support di 7125
Waspadai jika tembus di 7125
Batasi resiko di 7075
UNTR : Trading Buy
Close 15675, TP 15825
Boleh buy di level 15550-15675
Resistance di 15825 & support di 15550
Waspadai jika tembus di 15550
Batasi resiko di 15500
ADHI: Trading Buy
Close 2790, TP 2825
Boleh buy di level 2770-2790
Resistance di 2825 & support di 2770
Waspadai jika tembus di 2770
Batasi resiko di 2760
ACES: Trading Buy
Close 860, TP 890
Boleh buy di level 850-860
Resistance di 890 & support di 835
Waspadai jika tembus di 835
Batasi resiko di 825
MLPL: Trading Buy
Close 479, TP 505
Boleh buy di level 476-479
Resistance di 505 & support di 450
Waspadai jika tembus di 450
Batasi resiko di 447
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BBTN, BMRI, SMGR, PTBA, ADRO.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 14-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$41.61 (-0.15)
Gold-(troy oz) US$1,240.46 (-2.01)
Nickel-(ton) US$8,985.00 (125.00)
Tin-(ton) US$17,050.00 (275.00)
Coal (Newc)/ton US$50.25 (-12.15)
CPO Mal/ton* MYR2,610.50 (-1.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,180.00 (22.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 15 April 2016
RUPSLB
• BNGA - RUPST
• RMBA - RUPST/L
• KBLV - RUPST
• MEGA - RUPST
Dividen
· PGAS, Cash Dividend 91.32, cum date 15 Apr-16, ex date 18 Apr-16
· ADHI, Cash Dividend 26.22, cum date 15 Apr-16, ex date 18 Apr-16
Economic Calendar:
· Data Gross Domestic Product (GDP) China kwartal pertama tahun 2016
· Data Industrial Production China bulan Maret 2016
· Data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Pebruari 2016
· Data Industrial Production AS bulan Maret 2016
· Indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016 (Preliminary)
VAS
HEADLINE NEWS
RUPS Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp 611 miliar atau Rp 289,73 per saham. Jumlah dividen itu setara 30% total laba bersih Perseroan tahun 2015 yang sebesar Rp 2,04 triliun.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) merencanakan penjualan batubara tahun 2016 sebesar 29,17 ton atau naik 51% dibanding penjualan tahun sebelumnya sebesar 19,10 juta ton. Perseroan menargetkan produksi dan pembelian batubara naik 37% menjadi 28,32 ton dari tahun 2015 yang sebesar 20,74 juta ton. Penjualan pada kuartal I 2016 sebesar Rp 5,23 juta ton atau naik 14% YoY dibanding periode yang sama sebesar 4,57 juta ton, yang terdiri dari 2,91 juta ton atau 56% untuk pasokan domestik dan 2,32 juta ton atau 44% sisanya untuk pasar ekspor. Sedangkan angkutan kereta api dari lokasi tambang menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan Dermaga Kertapati di Palembang pada triwulan I 2016 tercatat sebesar 4,28 juta ton atau naik 19% dibanding tahun sebelumnya sebesar 3,59 juta ton.
Bukit Asam (PTBA) memiliki direktur utama baru setelah pemegang saham sepakat jabatan tersebut berpindah tangan dari Milawarma kepada Arviyan Arifin. Selain itu pemegang saham telah menunjuk anggota lima direksi yang lain, yaitu Anung Dri Prasetya, Achmad Sudarto, Arie Prabowo Ariotedjo, Joko Pramono dan Suryo Eko Hadianto.
Voksel Electric (VOKS) berhasil meraih laba bersih sebesar Rp277,1 juta hingga Desember 2015 setelah membukukan kerugian sebesar Rp86,57 miliar pada tahun 2014. Pendapatan perseroan turun menjadi Rp1,59 triliun pada 2015 dari Rp2 triliun pada 2014.
Sisa dividen tunai Matahari Putra Prima (MPPA) sebesar Rp26 per saham atau senilai total Rp139,8 miliar, akan dibagikan pada 13 Mei 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 - 21 April 2016, sedangkan di pasar tunai pada 25 - 26 April 2016.
PP Properti (PPRO) berencana melakukan pemancangan tiang perdana atau groundbreaking di dua proyek patungan (joint venture). Perusahaan juga akan merilis produk komersial di dua proyek andalan pada semester II/2016. Perusahaan akan melakukan groundbreaking untuk proyek apartemen Riverview Residence dan Verdura Apartemen menyusul pembentukan perusahaan patungan dengan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dan Sentul City (BKSL).
Bank Negara Indonesia (BBNI) menargetkan kenaikan pendapatan nonbunga (fee based income) dari layanan elektronik banking (e-banking) meningkat 20-30% atau setara Rp1,3-1,4 triliun tahun ini. Pada kuartal I-2016, pencapaian fee based income BBNI dari e-banking mencapai Rp288 miliar atau setara dengan pencapaian 20,57-22,15% terhadap target tahun ini. BBNI melihat belakangan ini perkembangan tren transaksi e-commerce di e-banking perusahaan terbilang luar biasa. Oleh sebab itu, sebagai penunjang pencapaian target kenaikan fee based income tahun ini, BBNI mulai mengembangkan sektor tersebut.
Tahun ini, PP Properti (PPRO) menyiapkan belanja modal (capex) Rp1,25 triliun, atau naik 67% dari belanja modal tahun lalu senilai Rp750 miliar. Sebagian besar belanja modal akan dipakai untuk akuisisi cadangan lahan baru yang menjadi dasar pertumbuhan perusahaan ke depan. Landbank yang diakuisisi akan berlokasi di area strategis dan bernilai tinggi serta tidak jauh dari pintu tol. Belanja modal tahun ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan prapenjualan dan pendapatan perusahaan yang ditargetkan masing-masing sebesar 30% menjadi Rp2,6 triliun dan 40% menjadi Rp2,01 triliun. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan prapenjualan dan pendapatan akan mendorong pertumbuhan laba bersih sebesar 25% pada 2016.
Lippo Karawaci (LPKR) menggandeng Total Bangun Persada (TOTL) sebagai kontraktor dalam pembangunan kondominium Hillcrest House dan Fairview House, dua tower tahap pertama proyek Millenium Village (MV) di Lippo CBD Karawaci, Tangerang, Banten. Kontrak kerja dengan TOTL mencakup konstruksi struktur bangunan. Sedangkan pekerjaan dimulai pada awal Mei 2016 dan selesai 540 hari kerja sesuai yang tertuang dalam kontrak.
Aneka Tambang (ANTM) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (INALUM) akan membentuk anak usaha yang akan diberi nama Inalum Antam Alumina. Inalum menguasai saham sebesar 60% dan Antam 40%. Anak usaha itu rencananya akan beroperasi di Mempawah Kalimantan Barat, dan diperkirakan akan selesai pada awal tahun 2019. Setelah melakukan pembentukan anak usaha, Inalum dan Antam akan melakukan pengkajian ulang studi kelayakan Inalum Antam Alumina. Setelah itu akan dilanjutkan kerja sama dengan perusahaan pengelolaan alumunium China yakni Alumunium Corporation of China Limited. Pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) ini membutuhkan waktu 2,5 tahun. Untuk tahap awal, pabrik tersebut diharapkan mampu menghasilkan 1 juta ton alumina per tahun dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksinya hingga 2 juta ton per tahun.
Astra International (ASII) mencatatkan penjualan mobil sebanyak 46.182 unit pada bulan Maret 2016 atau naik 11,4% MoM tapi turun 7,5%% YoY. Sedang penjualan mobil domestik pada Maret 2016 tercatat 93.990 unit, atau naik 6,5% MoM tapi turun 5,5% YoY.
Astra International (ASII) mencatatkan penjualan kendaraan roda dua sebanyak 440.171 unit pada bulan Maret 2016 atau naik 21,4% MoM dan 10,5% YoY. Sedang penjualan kendaraan roda dua domestik pada Maret 2016 tercatat 563.341 unit, atau naik 7,3% MoM tapi turun 2% YoY.
Jasa Marga (JSMR) melalui kelompok usahanya yaitu PT. Solo Ngawi Jaya, Badan Usaha Jalan Tol Solo-Ngawi dan PT Ngawi Kertosono Jaya, Badan Usaha Jalan Tol Ngawi-Kertosono, memastikan memperoleh suntikan pembiayaan kredit sindikasi sebesar Rp 7,7 triliun dari perbankan nasional. Fasilitas kredit itu berjangka waktu 15 tahun dengan bunga selama konstruksi 4,75% dan masa operasi 4,5%. Kredit sindikasi itu untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Solo-Ngawi (Jateng-Jatim) dan Ngawi-Kertosono (Jatim). Kredit sindikasi diberikan oleh Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) sebagai "Joint Mandated Lead Arranger and Book Runner" (JMLAB) dan Agen. Kredit sindikasi tersebut disalurkan JMLAB bersama SMI, Indonesia Eximbank, Bank Jateng dan Bank BPD DIY. PT. Solo Ngawi Jaya merupakan perusahaan patungan Jasa Marga (JSMR) dengan PT. Waskita Toll Road, anak usaha Waskita Karya (WSKT) dengan komposisi pemegang saham masing-masing sebesar 59,99% dan 40% serta PT. Ferino Putra satu (1) lembar saham. Sedang komposisi kepemilikan saham Jasa Marga di PT. Ngawi Kertosono Jaya sebesar 59,99%, PT. Waskita Toll Road 40% dan PT. Ferino Putra 1 lembar saham. Jalan Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,10 km dan Ngawi-Kertosono sepanjang 87,02 km merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Perseroan menargetkan konstruksi untuk Solo-Ngawi selesai pada April 2017 dan Oktober sudah bisa dioperasikan.
Bank Mandiri (BMRI) hingga Maret 2016 telah menyalurkan kredit untuk mendukung ketersediaan infrastruktur melalui pembiayaan berskema sindikasi mencapai Rp 15,11 triliun. Semuanya tersebar dan untuk proyek-proyek infrastruktur, antara lain jalan tol, rel kereta api, pelabuhan, pembangkit listrik dan transmisi di seluruh Indonesia. Nilai itu setara dengan 34,11% dari total kredit sindikasi yang dikucurkan hingga Maret 2016 sebesar Rp 44,3 triliun. Di samping proyek infrastruktur, pembiayaan berskema sindikasi juga diberikan kepada sektor migas, tambang, properti, pupuk, perkebunan, semen, telekomunikasi, dan lainnya.
Bentoel Investama (RMBA) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas III sejumlah sebanyak-banyaknya 36.842.105.000 saham dengan nilai nominal Rp 50. Keseluruhan dana hasil transaksi ini setelah dikurangi biaya untuk mengurangi utang perseroan kepada Rothmans Far East BV dan keperluan usaha perseroan. Pelaksanaan PUT III atau right issue III ini terkait rencana perseroan untuk meningkatkan modal dasar dari semula Rp 1.077.300.000.000 yang terbagi atas 21.546.000.000 saham menjadi Rp 5.500.000.000.000 atau menjadi 110.000.000.000 saham. Namun perseroan belum memberikan perkiraan waktu kapan waktu dan detail pelaksanaan right issue ini.
Bayu Buana (BAYU) mencatatkan penurunan laba bersih per Desember 2015 sebesar 27,55% menjadi Rp 28,10 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 38,79 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 1,57 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,64 triliun.











0 comments:
Posting Komentar