Everyone Can Trade

JustForex

Rabu, 13 April 2016

View Market IHSG 13April16

Prediksi IHSG;
Perlambatan ekonomi global pada tahun ini di perkirakan akan berlanjut. Penurunan prediksi itu merefleksikan kelesuan ekonomi di semua kelompok negara. Sementara itu di pasar keuangan peningkatan kekhawatiran pasar akibat penurunan tajam harga minyak dan komoditas lainnya mengakibatkan terjadinya penjualan tiba-tiba aset berisiko. Kondisi ekonomi global menjadi tantangan di tengah optimistis terhadap perekonamian Indonesia pada tahun ini. Sentimen lainnya, pelaku pasar akan menyikapi pertemuan produsen OPEC dan non-OPEC di Doha untuk membahas upaya mengurangi kelebihan pasokan. Keputusan ini, akan berdampak pada harga minyak dan dapat menjadi katalis bagi pergerakan indeks global. Kondisi pasar Asia yang kembali menunjukan trend positif, membuka peluang IHSG untuk lanjutkan penguatan hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 4795/4759/4742
Resistance Level : 4847/4865/4900
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up


TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

ASII: Trading Buy
 Close 7250, TP 7350
 Boleh buy di level 7150-7250
 Resistance di 7350 & support di 7050
 Waspadai jika tembus di 7050
 Batasi resiko di 7000

BBRI: Trading Buy
 Close 10625, TP 10750
 Boleh buy di level  10550-10625
 Resistance di 10750 & support di 10450
 Waspadai jika tembus di 10450
 Batasi resiko di 10400

SILO : Trading Buy
 Close 9100, TP 9300
 Boleh buy di level  9050-9100
 Resistance di 9300 & support di 8675
 Waspadai jika tembus di 8675
 Batasi resiko di 8625

ISSP:  Trading Buy
 Close 225, TP 235
 Boleh buy di level  222-225
 Resistance di 235 & support di 215
 Waspadai jika tembus di 215
 Batasi resiko di 213

MAPI:  Trading Buy
 Close 4520, TP 4585
 Boleh buy di level  4500-4520
 Resistance di 4585 & support di 4405
 Waspadai jika tembus di 4405
 Batasi resiko di 4400

CSAP:  Trading Buy
 Close 431, TP 441
 Boleh buy di level  428-431
 Resistance di 441 & support di 420
 Waspadai jika tembus di 420
 Batasi resiko di 417

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
GIAA, UNVR, INAF, SMBR, MNCN.

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 12-Apr-16
 Crude Oil-(barel) US$40.79  (0.43)
 Gold-(troy oz) US$1,259.16  (1.25)
 Nickel-(ton) US$8,560.00  (15.00)
 Tin-(ton) US$16,725.00  (-125.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.10  (-12.30)
 CPO Mal/ton* MYR2,637.50 (-33.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR*13,114.50 (-19.50)
*running

Agenda hari ini  - Rabu, 13 April 2016
RUPSLB
• MPPA - RUPST - 13-Apr-16
• BKSW - RUPSLB - 13-Apr-16

Dividend
• JPFA, Cash Dividend 15.00, cum date 11 Apr-16, ex date 12 Apr-16
• IGAR, Cash Dividend 5.00, cum date 12 Apr-16, ex date 13 Apr-16

Economic Calendar:
·   Data neraca perdagangan China bulan Maret 2016
·   Data Industrial Production kawasan Euro bulan Pebruari 2016
·   Data Retail Sales AS bulan Maret 2016
·   Data PPI AS bulan Maret 2016
·   Data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 8 April 2016
·   Konperensi pers BoC yang dihadiri gubernur Stephen Poloz


VAS
HEADLINE NEWS

Wijaya Karya (WIKA) menargetkan kontrak baru sebesar Rp3 triliun sepanjang tahun ini dari segmen industrial plant. Jumlah tersebut meningkat Rp1 triliun atau sebesar 50% dari realisasi kontrak sepanjang tahun lalu sebesar Rp2 triliun. Hingga saat ini perseroan telah mendapatkan dua proyek baru segmen industrial plant senilai Rp1,08 triliun.

Tiga proyek strategis yang digarap oleh Krakatau Steel (KRAS) mengalami kemunduran dalam hal waktu penyelesaiannya. Berdasarkan laporan tahunan 2015 perseroan menyebutkan pembangunan pabrik Hot Strip Mill (HSM) #2 itu ditargetkan selesai pada kuartal I/2019, pabrik besi spons selesai pada kuartal III/2016, dan pabrik bahan baku semen selesai pada kuartal I/2017. Sementara berdasarkan paparan manajemen dalam laporan tahunan 2014, pabrik HSM#2 itu ditargetkan selesai pada 2017, pabrik besi spons selesai pada kuartal III/2015, dan pabrik pengolahan bahan baku semen ditargetkan selesai pada 2016.

Astra Agro Lestari (AALI) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 450 juta saham baru yang memiliki nilai nominal Rp500 per saham. Estimasi jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam aksi korporasi tersebut adalah sekitar Rp4 triliun. Harga pelaksanaan HMETD akan ditentukan oleh Dewan Komisaris Perseroan dan Discount to Theoritical Ex-Right Price (“TERP”) diperkirakan maksimum sebesar 35% terhadap TERP pada tanggal penetapan harga. Adapun setiap pemegang empat saham lama berhak atas 1 HMETD untuk membeli satu saham baru. Pembeli siaga dari PUT I ini adalah Astra International (ASII). Dana yang diperoleh dari PUT I ini akan digunakan untuk pelunsan utang dari fasilitas revolving loan yang masih berjalan. Tanggal cum-right pada pasar reguler dan pasar negosiasi pada 30 Mei 2016, sedangkan di pasar tunai pada 2 Juni 2016.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Tabungan Negara (BBTN) menyetujui pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih 2015 atau senilai Rp370 miliar. Dengan rasio dividen tersebut, pemegang saham berhak menerima Rp34,96 per lembar saham.

Konsorsium Adaro Energy (ADRO) melalui Bhimasena Power Indonesia menargetkan financial closing proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah, pada 6 Juni 2016. Porsi pinjaman bank untuk PLTU berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW) itu sekitar US$3,2 miliar atau 80% dari total investasi yang mencapai US$4 miliar.

Mitra Energi Persada (KOPI) berencana masuk ke bisnis pembangkit listrik tahun ini. Perseroan tengah menjajaki kerjasama kemitraan dengan perusahaan lain untuk menjalankan rencana tersebut. Rencana untuk masuk ke bisnis pembangkit listrik tersebut dilakukan perseroan untuk mengambil momentum dari rencana pemerintah membangun pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).

Dua Putra Utama Makmur (DPUM) siap menambah pasar baru untuk ekspor ke Amerika Serikat (AS) guna mendorong penjualan tahun ini. Perseroan telah memperoleh sertifikat US FDA (Food and Drug Administration) untuk menjual udang ke AS.

Humpus Intermoda Transportasi (HITS) memperoleh kontrak baru dari dua badan usaha milik negara (BUMN) senilai total Rp4,4 triliun. Dua BUMN tersebut adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Gas Negara (PGAS). Adapun kontrak dari PLN sebesar Rp1,4 triliun sedangkan dari PGAS sebesar Rp3 triliun. Dengan kontrak baru dan bersifat jangka panjnag, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun ini sebesar 50%.

Anabatic Technologies (ATIC) melalui anak usahanya, Emporia Digital Raya, berupaya turut serta mendorong pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di era digital. Perseroan berniat membangun ekosistem yang terintegrasi agar pelaku usaha khususnya UMKM dapat berkembang secara progresif.

Bank Negara Indonesia (BBNI) meraih laba bersih Rp 2,97 triliun di kuartal I 2016 naik 5,5% YoY. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh yang lebih baik dari yang diharapkan. BNI berharap hingga akhir tahun proyek-proyek infrastruktur akan menjadi faktor utama yang turut mendorong sektor lain, sehingga penyaluran kredit akan merata. Pendapatan Bunga Bersih (NII) naik 13,3% YoY dari Rp 6,09 triliun pada Kuartal I 2015 menjadi Rp 6,91 triliun pada Kuartal I 2016. Net interest margin (NIM) di level 6,1%. Pendapatan Non-Bunga Kuartal I 2016 naik 16,4% YoY dari Rp 1,90 triliun pada Kuartal I 2015 menjadi Rp 2,22 triliun pada Kuartal I 2016, yang didukung oleh kenaikan fee based income dari trade finance, pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM, dan sumber pendapatan non-bunga lainnya.

Penyaluran kredit Bank Negara Indonesia (BBNI) tumbuh 21,2% dari Rp 269,51 triliun pada Kuartal I 2015 menjadi Rp 326,74 triliun pada Kuartal I 2016. Alokasi penyaluran kredit terbesar atau 71,7% dari total kredit dicairkan untuk Sektor Business Banking sebagai bentuk dukungan BNI terhadap penciptaan lapangan-lapangan kerja. Kredit ke Sektor Business Banking meningkat 22,7% dari Rp 190,95 triliun menjadi Rp 234,22 triliun. Salah satu sektor yang menjadi penopang naiknya Kredit di Sektor Business Banking adalah kredit ke sektor Konstruksi yang tumbuh 127,5% dari Rp 2,63 triliun menjadi Rp 5,99 triliun pada Kuartal I 2016. Kredit BNI yang tumbuh terjadi pada sektor Manufaktur; Pertanian; Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi; Konstruksi; Kelistrikan, gas, dan Air; dan Pertambangan. Sementara kredit ke Sektor Consumer Business tumbuh 9,8% dari Rp 52,53 triliun menjadi Rp 57,65 triliun. BNI menaruh perhatian pada penetrasi terhadap kredit yang berbasiskan payroll. BNI mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,8%, yaitu dari Rp 305,15 triliun menjadi Rp 371,56 triliun pada Kuartal I 2016. Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi komponen dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 58,5% atau sekitar Rp 217,25 triliun, meningkat 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

Penjualan semen domestic sepanjang kuartal I-2016 mencapai 14,43 juta ton, naik 5% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 13,84 juta ton. Penjualan semen berhasil bangkit sejak akhir tahun lalu, didorong masifnya proyek infrastruktur pemerintah. Kenaikan permintaan, masih didominasi oleh proyek-proyek smelter, power plant dan sebagian pembangunan jalan tol seperti di Sulawesi Utara, Lampung dan Jawa Tengah. Kenaikan permintaan semen juga didorong mulainya proyek pembangunan sejuta rumah untuk masyarakat di sebagian daerah.

Pelaku industri roda empat optimistis pasar tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu, seiring dengan pertumbuhan penjualan ritel pada kuartal pertama tahun ini. Penjualan ritel sepanjang kuartal pertama tahun ini menunjukkan angka 262.159 unit. Dengan begitu, terdapat pertumbuhan sekitar 2% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebanyak 257.278 unit. Sementara itu, penjualan secara wholesales (dari pabrikan ke diler) pada kuartal I/2016 mencapai 266.885 unit atau turun 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 282.344 unit.

Bisnis batu bara untuk pembangkit listrik mulut tambang dipastikan tetap menarik meski Kementerian ESDM merevisi ketetapan margin harga jual komoditas itu menjadi 15%-25%. Sebelumnya, margin harga jual ditetapkan maksimal 25%. Margin tersebut ditetapkan berdasarkan berbagai masukan dari para pelaku usaha. Pemerintah meyakini margin tersebut sudah ideal untuk mengakomodasi kepentingan pengembang listrik dan pengusaha tambang.



Bank Danamon Indonesia (BDMN) memperkuat kerja sama dengan Meratus Line, salah satu perusahaan pelayaran domestik terbesar di Indonesia dalam acara .Appreciation Ceremony Danamon. Danamon menjadi salah satu bank utama oleh Meratus Line dan telah menjalin kerja sama sejak tahun 2011. Salah satu layanan penting yang disediakan Danamon adalah fasilitas trade finance dalam mata uang Yuan. Inisiatif ini dilakukan mengingat posisi China sebagai salah satu mitra perdagangan penting Indonesia. Perseroan berharap layanan ini dapat mendukung Meratus Line dan para pengusaha di industri pelayaran dan maritim Indonesia dalam mengembangkan aktivitas bisnisnya.

Aneka Tambang (ANTM) mengumumkan peresmian pabrik pemanfaatan green fine aggregate di tambang emas Pongkor oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr.Ir. Siti Nurbaya Bakar Msc. Pabrik tersebut merupakan yang pertama di Indonesia sebagai bentuk inovasi di bidang pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan limbah menjadi bahan baku material konstruksi. GFA adalah material sisa proses pemisahan mineral emas dan perak dari bijih (ore) di tambang emas Pongkor. Di dunia pertambangan secara umum, pengelolaannya lebih banyak dilakukan dengan cara ditempatkan di tailing storage facility (TSF) yang merupakan metode serupa dengan landfill demikian pula di tambang emas Pongkor.

Dividen tunai Kimia Farma (KAEF) sebesar Rp 8,9611 per saham akan dibagikan pada 4 Mei 2016. Jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 13-14 April 2016 dan di pasar tunai 18-19 April 2016 dengan DPS hingga 18 April 2016. Total nilai dividen sebesar Rp 49.769.803.238 merupakan 20% dari laba 2015 yang sebesar Rp 248.849.016.194.

Express Group menurunkan tarif Taksi Express (TAXI) menyesuaikan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Di samping itu, TAXI Express juga menurunkan tarif minimum dari Rp 40.000 ke Rp 15.000. Tarif minimum berlaku untuk setiap pemesanan TAXI via Contact Center. Penurunan tarif ini berlaku sejak 8 April 2016. Kebijakan ini sudah mendapat persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta. Rincian penurunan tarif TAXI Express antara lain saat ini adalah tarif buka pintu Rp 6.500, tarif km selanjutnya Rp 3.500 dan tarif tunggu per jam Rp 42.000. Untuk pemesanan TAXI melalui Contact Center, pelanggan bisa menghubungi Halo Express di nomor 1500122. Selain itu Express juga menggencarkan layanan aplikasi myTRIP. Pembayaran dilakukan sesuai dengan harga yang sudah tertera di argo.

Steady Safe (SAFE) akan melakukan Penambahan Modal non-HMETD (private placement) pada 19 April 2016 dengan mengeluarkan saham baru sebanyak 223.345.605 saham. Saham baru itu bernominal Rp 100 dan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Jumlah saham tersebut merupakan hasil konversi hutang menjadi saham perseroan kepada PT Infiniti Wahana sebesar Rp 22.334.560.493. Rencana aksi korporasi itu telah disetujui dalam RUPSLB 30 Desember 2015 lalu.

Timah (TINS) melakukan kegiatan eksplorasi di laut pada bulan Maret 2016 berupa kegiatan pemboran prospeksi & pemboran rinci di perairan Bangka dan perairan P Sukun Belitung Timur menggunakan 4 unit kapal bor. Sedangkan kegiatan eksplorasi di darat pada Maret 2016 meliputi pemetaan geologi, core blogging di pulau Bangka dan Belitung. Biaya yang dikeluarkan di darat dan di laut sampai dengan bulan Maret mencapai Rp 25.577.834.770, dimana sebesar Rp 19.574.834.770 untuk biaya operasional dan Rp 6.002.800.000 untuk biaya investasi.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengenakan cukai pada produk kemasan plastik dalam bentuk botol minuman. Botol plastik dinilai bisa merusak lingkungan. Pengenaan cukai diharapkan bisa mengurangi penggunaan botol plastik. Selama ini cukai hanya dikenakan untuk produk hasil tembakau, Etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan minuman keras. Alasan lain pertumbuhan permintaan minuman kemasan plastik meningkat sebesar 7% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, pemerintah melihat permintaan kebutuhan plastik di Indonesia bertambah dari 3 juta ton pada 2015 menjadi 3,2 juta ton.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured