umat, 09 September 2016
Valbury Asia Securities
VIEW MARKET
Prediksi IHSG;
Sentimen dari eksternal yang diperkirakan menjadi perhatian pelaku pasar hari ini, menanti data inflasi Cina bulan Agustus serta berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed di bulan ini. Sebelumnya Cina merilis data ekonominya teranyar yakni data ekspor pada Agustus 2016 yang mencatatkan penurunan 2,8% YoY, sedang impor naik 1,5% serta surplus perdagangan sebesar USD 52,05 miliar pada Agustus 2016.
BI menilai pertumbuhan ekonomi tahun 2016 bisa lebih rendah dari perkiraan pemerintah yang telah direvisi 5,1% menjadi 5,04%. Hal itu karena kemungkinan pertumbuhan semester II 2016 tidak setinggi yang diperkirakan. Pada kuartal IV 2016 PDB diperkirakan tumbuh 4,9%. Penurunan pertumbuhan di kuartal IV 2016 karena pemangkasan anggaran oleh pemerintah. Sedang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2016 diperkirakan hanya 5,14%. Sebelumnya BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 di kisaran 4,9%-5,4%. Sedang dalam APBN-P 2016 diasumsikan 5,3%.
Revisi atas pertumbuhan ekonomian yang kian turun dari estimasi sebelumnya, termasuk juga sentimen ekternal menanti data inflasi Cina bulan Agustus serta berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, sentimen ini dapat membuat IHSG mixed, berpotensi melemah.
Perspektif tenikal
Support Level : 5363/5354/5344
Resistance Level : 5382/5392/5400
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
JPFA: Trading Buy
Close 1655, TP 1680
Boleh buy di level 1645-1655
Resistance di 1680 & support di 1615
Waspadai jika tembus di 1615
Batasi resiko di 1605
WSKT: Trading Buy
Close 2640, TP 2680
Boleh buy di level 2620-2640
Resistance di 2680 & support di 2620
Waspadai jika tembus di 2620
Batasi resiko di 2600
BJTM : Trading Buy
Close 595, TP 610
Boleh buy di level 585-595
Resistance di 610 & support di 575
Waspadai jika tembus di 575
Batasi resiko di 565
BJBR: Trading Buy
Close 1705, TP 1755
Boleh buy di level 1690-1705
Resistance di 1755 & support di 1610
Waspadai jika tembus di 1610
Batasi resiko di 1590
KRAS: Trading Buy
Close 905, TP 930
Boleh buy di level 890-905
Resistance di 930 & support di 860
Waspadai jika tembus di 860
Batasi resiko di 850
NIKL: Trading Buy
Close 705, TP 755
Boleh buy di level 690-705
Resistance di 755 & support di 655
Waspadai jika tembus di 655
Batasi resiko di 645
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ASII, INDF, WSKT, SMGR, MEDC, INCO
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 8-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$46.31 (0.81)
Gold-(troy oz) US$1,347.92 (2.70)
Nickel-(ton) US$10,210.00 (100.00)
Tin-(ton) US$19,550.00 (100.00)
Coal (Newc)/ton US$69.80 (7.40)
CPO Mal/ton* MYR2,873.50 (-14.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,062.50 (-22.50)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 09 September 2016
RUPSLB
· MDIA, cash dividend 10.00, cum 09 Sep’16, ex 13 Sep’16
UPCOMING IPO'S
• BTEK, rasio 5:22, price 1000, cum 08 Sep’16, ex 09, ex Sep’16
• BABP, rasio 4:1, price 100.00. cum 09 Sep’16, ex 13 Sep’16
Economic Calendar:
• Eurogroup Meetings
• data CPI dan Producer Price Index (PPI) China bulan Agustus 2016
• data neraca perdagangan Jerman bulan Juli 2016
• data neraca perdagangan Inggris bulan Juli 2016
• pidato anggota FOMC Eric Rosengren
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) pada tujuh bulan pertama 2016 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 7,417 triliun kepada 179.724 debitur atau sekitar 57,1% dari target penyaluran tahun 2016 sebesar Rp 13 triliun. Dari nilai tersebut, KUR sebesar Rp 2,338 triliun diteruskan kepada usaha mikro, sebesar Rp 5,074 triliun disalurkan kepada usaha ritel, dan KUR sebesar Rp 3,6 miliar ditujukan kepada TKI. Perseroan akan memberdayakan seluruh jaringan kantor penyalur KUR Bank Mandiri yang sebanyak 2.454 kantor, yang meliputi 994 cabang mikro, 1.427 unit mikro dan 653 kios mikro di seluruh Indonesia. Dengan jaringan yang terus diperluas, perseroan optimis dapat mencapai target penyaluran Rp 13 triliun pada tahun 2016.
Konsorsium Wijaya Karya (WIKA) akan menarik pinjaman dari China Development Bank (CDB) untuk mendanai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung paling lambat Oktober 2016. Perseroan masih berdiskusi beberapa hal dengan CDB untuk bisa mendapatkan pinjaman senilai Rp 52,5 triliun atau 75% dari total investasi yang mencapai Rp 70 triliun. Penarikan dana dari CDB dapat berlangsung bersama-sama dengan suntikan dana pemegang saham. Dana pinjaman CDB akan langsung dialokasikan untuk biaya pembangunan konstruksi.
Di tengah tren penurunan harga batubara global, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) berhasil melakukan efisiensi senilai Rp 4 triliun hingga saat ini. Perseroan menunda dan memangkas pos-pos keuangan di bidang investasi dan operasional. PTBA memangkas biaya investasi sebesar Rp 3,5 triliun dan biaya operasional sebesar Rp 500 miliar. Beberapa investasi yang di-review di antaranya adalah investasi peralatan yang tanpa hal itu perseroan masih dapat berproduksi.
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) melalui anak usahanya, DSSP Power Kendari (DSSP), memulai pembangunan fisik PLTU Kendari-3 berkapasitas 2X50 MW senilai USD 200 juta. Perseroan telah mendapatkan fasilitas pembiayaan dari China Development Bank Corporation sebesar USD 150 juta guna mendanai proyek tersebut dan sisanya USD 50 juta dari kas internal. Operasional proyek tersebut diperkirakan dapat dimulai awal tahun 2019.
Aneka Tambang (ANTM) siap membangun sendiri fasilitas pengolahan lumpur anoda menjadi logam berharga atau precious metal refinery (PMR) apabila kerja sama dengan Freeport Indonesia tidak dilanjutkan. Perseroan memiliki kemampuan finansial dan operasional dalam membangun pabrik pengolahan mineral tersebut. Nilai investasi PMR tersebut sekitar USD 40 juta. ANTM akan mengincar sekitar 30-40% saham dari proyek tersebut.
Evergreen Invesco (GREN) berencana untuk menerbitkan tidak lebih dari 150 miliar saham baru dan mengestimasikan bahwa dana yang akan diperoleh dari penerbitan saham baru adalah sekitar Rp 30 triliun. Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh untuk melunasi kewajiban seusai dengan laporan keuangan auditan yang berakhir tanggal 30 September 2016 dan pengembangan usaha.
Garuda Indonesia (GIAA) melakukan negosiasi restrukturisasi biaya operasional menyusul turunnya kinerja keuangan pada semester I-2016. Hingga Juni tahun ini, perseroan membukukan rugi sebesar Rp 821 miliar. GIAA sedang melakukan restrukturisasi biaya kepada para mitra (lessor) perseroan. Saat ini, posisi perseroan memanfaatkan sewa operasi mencapai 90%.
Bank Mandiri (BMRI) menargetkan transaksi e-commerce dapat mencapai Rp 5 triliun hingga akhir tahun ini, Hingga Juli 2016, transaksi e-commerce BMRI tercatat sebesar Rp 2,5 triliun.
Pemerintah berencana menurunkan harga gas untuk industri sekitar 37% dari saat ini USD 9-10 per mmbtu menjadi maksimal USD 6 per mmbtu, untuk mendorong industrialisasi di Indonesia. Langkah yang akan dilakukan antara lain memangkas pendapatan negara dari gas sektor hulu, serta menggabungkan BUMN Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk efisiensi biaya jaringan pipa gas. Selain itu, pemerintah kemungkinan memberikan insentif bagi investor yang membangun infrastruktur gas.
Jasa Marga (JSMR) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 44% menjadi Rp925,5 miliar pada 1H16 dibandingkan dengan Rp642,91 miliar pada 1H15. Kinerja perseroan ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 62% YoY menjadi Rp6,71 triliun pada 1H16. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp4,2 triliun dan pendapatan konstruksi sebesar Rp2,5 triliun. Pendapatan konstruksi tersebut meningkat signifikan dari Rp475,76 miliar pada 1H15.
Harga IPO Waskita Beton Precast ditetapkan sebesar Rp490 per saham. Perseroan menerbitkan 10,5 miliar lembar saham sehingga dana yang diperoleh dalam penawaran tersebut mencapai Rp5,2 triliun. Adapun pencatatan saham di BEI akan dilakukan pada 20 September 2016.
Bank Permata (BNLI) pada tahun ini lebih intensif mendorong pertumbuhan jumlah nasabah kelas menengah melalui program Permata Preferred. Program tersebut hanya dapat diikuti oleh nasabah dengan saldo di bank sebesar Rp100 juta. Saldo tersebut merupakan nilai total, bukan hanya dilihat dari jumlah tabungan tetapi juga produk lain yang dimiliki nasabah, misalnya reksa dana.
Bank OCBC NISP (NISP) tengah memproses persetujuan sebagai bank penampung dana hasil tax amnesty ke Kementerian Keuangan setelah perseroan mendapat izin kegiatan usaha penitipan dan pengelolaan aset atau trust. Perseroan telah memperoleh izin untuk kegiatan trust dari OJK sekitar tiga pekan lalu. Dengan demikian, perseroan sudah memenuhi salah satu persyaratan sebagai bank persepsi atas kebijaan tax amnesty.
Anggota Komisi VI DPR, Endang Srikarti Handayani, berharap agar pemerintah mengurungkan rencana holding migas, sehingga Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Pertamina bisa berkembang secara terpisah untuk membangun bisnis minyak dan gas bumi. Sejauh ini Komisi VI masih mengkaji rencana holding migas dengan skenario Pertamina mengakuisisi PGAS.
Fasilitas penampungan dan regasifikasi (floating storage and regasification/FSRU) Lampung yang dikelola Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyerap kargo gas alam cair kelima dari Kilang Tangguh, Papua. PGN telah menyelesaikan 'loading' (bongkar muat) kargo kelima dari 8 kargo LNG yang dialokasikan dari Kilang Tangguh pada tahun 2016. PT PGN LNG Indonesia, merupakan anak usaha PGN. Sebelum disalurkan, LNG melalui proses regasifikasi atau mengubah dari bentuk cair ke gas. PGN akan memaksimalkan keberadaan FSRU Lampung untuk memperkuat pasokan gas ke pengguna gas di dalam negeri, serta mendukung penyerapan produksi gas domestik sekaligus mengurangi impor gas Indonesia.
Resources Alam Indonesia (KKGI) menghabiskan biaya eksplorasi sebesar USD 1.319.184 hingga bulan Juli 2016. Kegiatan eksplorasi pengembangan dilakukan di area sub blok Tani Bakti. Eksplorasi dilakukan oleh anak usaha perseroan, yaitu PT Insani Baruperkasa. Rencana aksi untuk blok Loajanan akan terus dilakukan pemetaan geologi, untuk blok Separi masih dipelajari untuk dilakukan bor serta seluruh blok dalam PKP2B Insani Baraperkasa untuk tahap produksi sudah mendapatkan persetujuan Menteri ESDM.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sepakat menjalin kerja sama dengan PT Pelni (Persero) yang diresmikan dalam Kick Off Implementasi Oracle Enterprise Business Suite (OEBS). Telkom membangun sistem Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu pengembangan sumber daya perusahaan melalui dukungan ICT, dimana implementasi OEBS menjadi bagian dari ERP, untuk Pleni.
NEC Corporation (NEC), perusahaan Jepang, melakukankan penandatanganan kontrak dengan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam proyek pengembangan sistem kabel optik bawah laut atau Indonesia Global Gateway Cable System (IGG). Sistem kabel optik bawah laut itu akan menghubungkan pulau Sumatera, Batam, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi dengan Singapura.
Bank Negara Indonesia (BBNI) membuka Kantor Kas di MERR Surabaya Timur untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabahnya pada 8 September 2016. Tahun 2016 BNI Kanwil Surabaya telah menambah 9 outlet baru yang tersebar di Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban dan Madura. KK MERR merupakan outlet BNI yang terbaru. Ke depan BNI akan terus menambah sejumlah kantor kas baru yang tersebar di pusat perdagangan, pusat perkantoran dan perumahan dengan tujuan untuk memudahkan customer melakukan berbagai transaksi keuangan. Dengan begitu baik dana pihak ketiga (DPK) mau pun penyaluran kredit akan terus bisa ditingkatkan.
Bank Central Asia (BBCA) telah mengumpulkan dana sebesar Rp 3 triliun dana program tax amnesty hingga akhir Agustus 2016. Dana yang masuk masih berupa dana tebusan. Sedang dana repatriasi masih belum besar. Perseroan memproyeksikan potensi dana repatriasi yang masuk di akhir tahun 2016 akan meningkat.
Valbury Asia Securities
VIEW MARKET
Prediksi IHSG;
Sentimen dari eksternal yang diperkirakan menjadi perhatian pelaku pasar hari ini, menanti data inflasi Cina bulan Agustus serta berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed di bulan ini. Sebelumnya Cina merilis data ekonominya teranyar yakni data ekspor pada Agustus 2016 yang mencatatkan penurunan 2,8% YoY, sedang impor naik 1,5% serta surplus perdagangan sebesar USD 52,05 miliar pada Agustus 2016.
BI menilai pertumbuhan ekonomi tahun 2016 bisa lebih rendah dari perkiraan pemerintah yang telah direvisi 5,1% menjadi 5,04%. Hal itu karena kemungkinan pertumbuhan semester II 2016 tidak setinggi yang diperkirakan. Pada kuartal IV 2016 PDB diperkirakan tumbuh 4,9%. Penurunan pertumbuhan di kuartal IV 2016 karena pemangkasan anggaran oleh pemerintah. Sedang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2016 diperkirakan hanya 5,14%. Sebelumnya BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 di kisaran 4,9%-5,4%. Sedang dalam APBN-P 2016 diasumsikan 5,3%.
Revisi atas pertumbuhan ekonomian yang kian turun dari estimasi sebelumnya, termasuk juga sentimen ekternal menanti data inflasi Cina bulan Agustus serta berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, sentimen ini dapat membuat IHSG mixed, berpotensi melemah.
Perspektif tenikal
Support Level : 5363/5354/5344
Resistance Level : 5382/5392/5400
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
JPFA: Trading Buy
Close 1655, TP 1680
Boleh buy di level 1645-1655
Resistance di 1680 & support di 1615
Waspadai jika tembus di 1615
Batasi resiko di 1605
WSKT: Trading Buy
Close 2640, TP 2680
Boleh buy di level 2620-2640
Resistance di 2680 & support di 2620
Waspadai jika tembus di 2620
Batasi resiko di 2600
BJTM : Trading Buy
Close 595, TP 610
Boleh buy di level 585-595
Resistance di 610 & support di 575
Waspadai jika tembus di 575
Batasi resiko di 565
BJBR: Trading Buy
Close 1705, TP 1755
Boleh buy di level 1690-1705
Resistance di 1755 & support di 1610
Waspadai jika tembus di 1610
Batasi resiko di 1590
KRAS: Trading Buy
Close 905, TP 930
Boleh buy di level 890-905
Resistance di 930 & support di 860
Waspadai jika tembus di 860
Batasi resiko di 850
NIKL: Trading Buy
Close 705, TP 755
Boleh buy di level 690-705
Resistance di 755 & support di 655
Waspadai jika tembus di 655
Batasi resiko di 645
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ASII, INDF, WSKT, SMGR, MEDC, INCO
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 8-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$46.31 (0.81)
Gold-(troy oz) US$1,347.92 (2.70)
Nickel-(ton) US$10,210.00 (100.00)
Tin-(ton) US$19,550.00 (100.00)
Coal (Newc)/ton US$69.80 (7.40)
CPO Mal/ton* MYR2,873.50 (-14.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,062.50 (-22.50)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 09 September 2016
RUPSLB
· MDIA, cash dividend 10.00, cum 09 Sep’16, ex 13 Sep’16
UPCOMING IPO'S
• BTEK, rasio 5:22, price 1000, cum 08 Sep’16, ex 09, ex Sep’16
• BABP, rasio 4:1, price 100.00. cum 09 Sep’16, ex 13 Sep’16
Economic Calendar:
• Eurogroup Meetings
• data CPI dan Producer Price Index (PPI) China bulan Agustus 2016
• data neraca perdagangan Jerman bulan Juli 2016
• data neraca perdagangan Inggris bulan Juli 2016
• pidato anggota FOMC Eric Rosengren
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) pada tujuh bulan pertama 2016 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 7,417 triliun kepada 179.724 debitur atau sekitar 57,1% dari target penyaluran tahun 2016 sebesar Rp 13 triliun. Dari nilai tersebut, KUR sebesar Rp 2,338 triliun diteruskan kepada usaha mikro, sebesar Rp 5,074 triliun disalurkan kepada usaha ritel, dan KUR sebesar Rp 3,6 miliar ditujukan kepada TKI. Perseroan akan memberdayakan seluruh jaringan kantor penyalur KUR Bank Mandiri yang sebanyak 2.454 kantor, yang meliputi 994 cabang mikro, 1.427 unit mikro dan 653 kios mikro di seluruh Indonesia. Dengan jaringan yang terus diperluas, perseroan optimis dapat mencapai target penyaluran Rp 13 triliun pada tahun 2016.
Konsorsium Wijaya Karya (WIKA) akan menarik pinjaman dari China Development Bank (CDB) untuk mendanai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung paling lambat Oktober 2016. Perseroan masih berdiskusi beberapa hal dengan CDB untuk bisa mendapatkan pinjaman senilai Rp 52,5 triliun atau 75% dari total investasi yang mencapai Rp 70 triliun. Penarikan dana dari CDB dapat berlangsung bersama-sama dengan suntikan dana pemegang saham. Dana pinjaman CDB akan langsung dialokasikan untuk biaya pembangunan konstruksi.
Di tengah tren penurunan harga batubara global, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) berhasil melakukan efisiensi senilai Rp 4 triliun hingga saat ini. Perseroan menunda dan memangkas pos-pos keuangan di bidang investasi dan operasional. PTBA memangkas biaya investasi sebesar Rp 3,5 triliun dan biaya operasional sebesar Rp 500 miliar. Beberapa investasi yang di-review di antaranya adalah investasi peralatan yang tanpa hal itu perseroan masih dapat berproduksi.
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) melalui anak usahanya, DSSP Power Kendari (DSSP), memulai pembangunan fisik PLTU Kendari-3 berkapasitas 2X50 MW senilai USD 200 juta. Perseroan telah mendapatkan fasilitas pembiayaan dari China Development Bank Corporation sebesar USD 150 juta guna mendanai proyek tersebut dan sisanya USD 50 juta dari kas internal. Operasional proyek tersebut diperkirakan dapat dimulai awal tahun 2019.
Aneka Tambang (ANTM) siap membangun sendiri fasilitas pengolahan lumpur anoda menjadi logam berharga atau precious metal refinery (PMR) apabila kerja sama dengan Freeport Indonesia tidak dilanjutkan. Perseroan memiliki kemampuan finansial dan operasional dalam membangun pabrik pengolahan mineral tersebut. Nilai investasi PMR tersebut sekitar USD 40 juta. ANTM akan mengincar sekitar 30-40% saham dari proyek tersebut.
Evergreen Invesco (GREN) berencana untuk menerbitkan tidak lebih dari 150 miliar saham baru dan mengestimasikan bahwa dana yang akan diperoleh dari penerbitan saham baru adalah sekitar Rp 30 triliun. Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh untuk melunasi kewajiban seusai dengan laporan keuangan auditan yang berakhir tanggal 30 September 2016 dan pengembangan usaha.
Garuda Indonesia (GIAA) melakukan negosiasi restrukturisasi biaya operasional menyusul turunnya kinerja keuangan pada semester I-2016. Hingga Juni tahun ini, perseroan membukukan rugi sebesar Rp 821 miliar. GIAA sedang melakukan restrukturisasi biaya kepada para mitra (lessor) perseroan. Saat ini, posisi perseroan memanfaatkan sewa operasi mencapai 90%.
Bank Mandiri (BMRI) menargetkan transaksi e-commerce dapat mencapai Rp 5 triliun hingga akhir tahun ini, Hingga Juli 2016, transaksi e-commerce BMRI tercatat sebesar Rp 2,5 triliun.
Pemerintah berencana menurunkan harga gas untuk industri sekitar 37% dari saat ini USD 9-10 per mmbtu menjadi maksimal USD 6 per mmbtu, untuk mendorong industrialisasi di Indonesia. Langkah yang akan dilakukan antara lain memangkas pendapatan negara dari gas sektor hulu, serta menggabungkan BUMN Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk efisiensi biaya jaringan pipa gas. Selain itu, pemerintah kemungkinan memberikan insentif bagi investor yang membangun infrastruktur gas.
Jasa Marga (JSMR) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 44% menjadi Rp925,5 miliar pada 1H16 dibandingkan dengan Rp642,91 miliar pada 1H15. Kinerja perseroan ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 62% YoY menjadi Rp6,71 triliun pada 1H16. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp4,2 triliun dan pendapatan konstruksi sebesar Rp2,5 triliun. Pendapatan konstruksi tersebut meningkat signifikan dari Rp475,76 miliar pada 1H15.
Harga IPO Waskita Beton Precast ditetapkan sebesar Rp490 per saham. Perseroan menerbitkan 10,5 miliar lembar saham sehingga dana yang diperoleh dalam penawaran tersebut mencapai Rp5,2 triliun. Adapun pencatatan saham di BEI akan dilakukan pada 20 September 2016.
Bank Permata (BNLI) pada tahun ini lebih intensif mendorong pertumbuhan jumlah nasabah kelas menengah melalui program Permata Preferred. Program tersebut hanya dapat diikuti oleh nasabah dengan saldo di bank sebesar Rp100 juta. Saldo tersebut merupakan nilai total, bukan hanya dilihat dari jumlah tabungan tetapi juga produk lain yang dimiliki nasabah, misalnya reksa dana.
Bank OCBC NISP (NISP) tengah memproses persetujuan sebagai bank penampung dana hasil tax amnesty ke Kementerian Keuangan setelah perseroan mendapat izin kegiatan usaha penitipan dan pengelolaan aset atau trust. Perseroan telah memperoleh izin untuk kegiatan trust dari OJK sekitar tiga pekan lalu. Dengan demikian, perseroan sudah memenuhi salah satu persyaratan sebagai bank persepsi atas kebijaan tax amnesty.
Anggota Komisi VI DPR, Endang Srikarti Handayani, berharap agar pemerintah mengurungkan rencana holding migas, sehingga Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Pertamina bisa berkembang secara terpisah untuk membangun bisnis minyak dan gas bumi. Sejauh ini Komisi VI masih mengkaji rencana holding migas dengan skenario Pertamina mengakuisisi PGAS.
Fasilitas penampungan dan regasifikasi (floating storage and regasification/FSRU) Lampung yang dikelola Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyerap kargo gas alam cair kelima dari Kilang Tangguh, Papua. PGN telah menyelesaikan 'loading' (bongkar muat) kargo kelima dari 8 kargo LNG yang dialokasikan dari Kilang Tangguh pada tahun 2016. PT PGN LNG Indonesia, merupakan anak usaha PGN. Sebelum disalurkan, LNG melalui proses regasifikasi atau mengubah dari bentuk cair ke gas. PGN akan memaksimalkan keberadaan FSRU Lampung untuk memperkuat pasokan gas ke pengguna gas di dalam negeri, serta mendukung penyerapan produksi gas domestik sekaligus mengurangi impor gas Indonesia.
Resources Alam Indonesia (KKGI) menghabiskan biaya eksplorasi sebesar USD 1.319.184 hingga bulan Juli 2016. Kegiatan eksplorasi pengembangan dilakukan di area sub blok Tani Bakti. Eksplorasi dilakukan oleh anak usaha perseroan, yaitu PT Insani Baruperkasa. Rencana aksi untuk blok Loajanan akan terus dilakukan pemetaan geologi, untuk blok Separi masih dipelajari untuk dilakukan bor serta seluruh blok dalam PKP2B Insani Baraperkasa untuk tahap produksi sudah mendapatkan persetujuan Menteri ESDM.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sepakat menjalin kerja sama dengan PT Pelni (Persero) yang diresmikan dalam Kick Off Implementasi Oracle Enterprise Business Suite (OEBS). Telkom membangun sistem Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu pengembangan sumber daya perusahaan melalui dukungan ICT, dimana implementasi OEBS menjadi bagian dari ERP, untuk Pleni.
NEC Corporation (NEC), perusahaan Jepang, melakukankan penandatanganan kontrak dengan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam proyek pengembangan sistem kabel optik bawah laut atau Indonesia Global Gateway Cable System (IGG). Sistem kabel optik bawah laut itu akan menghubungkan pulau Sumatera, Batam, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi dengan Singapura.
Bank Negara Indonesia (BBNI) membuka Kantor Kas di MERR Surabaya Timur untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabahnya pada 8 September 2016. Tahun 2016 BNI Kanwil Surabaya telah menambah 9 outlet baru yang tersebar di Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban dan Madura. KK MERR merupakan outlet BNI yang terbaru. Ke depan BNI akan terus menambah sejumlah kantor kas baru yang tersebar di pusat perdagangan, pusat perkantoran dan perumahan dengan tujuan untuk memudahkan customer melakukan berbagai transaksi keuangan. Dengan begitu baik dana pihak ketiga (DPK) mau pun penyaluran kredit akan terus bisa ditingkatkan.
Bank Central Asia (BBCA) telah mengumpulkan dana sebesar Rp 3 triliun dana program tax amnesty hingga akhir Agustus 2016. Dana yang masuk masih berupa dana tebusan. Sedang dana repatriasi masih belum besar. Perseroan memproyeksikan potensi dana repatriasi yang masuk di akhir tahun 2016 akan meningkat.











0 comments:
Posting Komentar