Prediksi IHSG;
Kabar dari eksternal, belanja konsumen Inggris pada Agustus 2016 turun 0,3% yoy dari periode Juli 2016 yang tumbuh 1,9%, atau pencapain tersebut terendah sejak September 2014. Sedang penjualan ritel turun 0,9% yoy, turun dibanding Juli naik 1,1%. Pasar khawatir belanja konsumen terus turun pasca Brexit. Di pihak lainnya, Pasar menangkap sinyal Cina akan kembali memberlakukan pelonggaran kebijakan melalui kucuran stimulus. Indeks FAI Cina periode Januari-Juli 2016 mencatat kenaikan 8,1%, atau di bawah prediksi Reuters sebesar 8,8%.
Kabar dari dalam negeri, BI memperkirakan kenaikan Fed Fund Rate oleh The Fed sebesar 0,25% di akhir tahun 2016. Sedang pada tahun 2017 BI mengasumsikan kenaikan Fed rate sekitar 2 kali dengan kemungkinan maksimal 3 kali. Spekulasi naik atau tidaknya Fed rate disebabkan oleh melemahnya investasi di Amerika Serikat sebagai daya dorong ekonomi dibandingkan pada tahun 2013-2014. Hal itu berakibat pada ketidakpastian di pasar keuangan global dan berdampak pada aliran modal keluar dari Indonesia.
Kabar lainnya dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2016 sebesar USD 113,5 miliar atau naik dari akhir Juli 2016 sebesar USD 111,4 miliar. Peningkatan tersebut terutama karena penerimaan pajak dan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.
Sentimen dari dalam negeri dan eksternal diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi IHSG untuk melanjutkan ruang geraknya di zona positif pada perdagangan saham hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 5362/5342/5326
Resistance Level : 5397/5413/5433
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ICBP: Trading Buy
Close 9700, TP 9875
Boleh buy di level 9600-9700
Resistance di 9875 & support di 9500
Waspadai jika tembus di 9500
Batasi resiko di 9400
BBRI: Trading Buy
Close 11975, TP 12175
Boleh buy di level 11900-11975
Resistance di 12175 & support di 11875
Waspadai jika tembus di 11875
Batasi resiko di 11800
PTBA : Trading Buy
Close 10375, TP 10475
Boleh buy di level 10300-10375
Resistance di 10475 & support di 10225
Waspadai jika tembus di 10225
Batasi resiko di 10150
BSDE: Trading Buy
Close 2190, TP 2220
Boleh buy di level 2170-2190
Resistance di 2220 & support di 2150
Waspadai jika tembus di 2150
Batasi resiko di 2100
PTPP: Trading Buy
Close 4610, TP 4700
Boleh buy di level 4590-4610
Resistance di 4700 & support di 4460
Waspadai jika tembus di 4460
Batasi resiko di 4440
ADRO: Trading Buy
Close 1245, TP 1260
Boleh buy di level 1235-1245
Resistance di 1260 & support di 1215
Waspadai jika tembus di 1215
Batasi resiko di 1205.
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ANTM, TINS, INCO, ASII, INDF, KLBF, UNVR.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 7-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$45.33 (0.50)
Gold-(troy oz) US$1,349.08 (-0.93)
Nickel-(ton) US$10,110.00 (40.00)
Tin-(ton) US$19,450.00 (55.00)
Coal (Newc)/ton US$70.75 (8.35)
CPO Mal/ton* MYR2,893.00 (0.00)
Foreign Exchange
USD/IDR*13,085.00 (-42.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 08 Sepetmber 2016
Dividend
• JECC, cash dividen 200, cuma 07 Sep’16, ex 08 Sep’16
Right Issue
• APIC, rasio 1:3, price 105. cum 07 Sep’16, ex 08 Sep’16
• BTEK, rasio 5:22, price 1000, cum 08 Sep’16 09, ex Sep’16
Economic Calendar:
· rilis Beige Book The Fed
· data GDP Jepang kwartal ke 2 tahun 2016 (Final)
· data neraca perdagangan China bulan Agustus 2016
· ECB umumkan suku bunga bulan Agustus 2016
· konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
· data Jobless Claims AS per 2 September 2016
data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 2 September 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Indofood Sukses Makmur (INDF) telah melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan CMZ BVI dan Marvellous Glory Holdings Limited. (BVI) untuk penjualan saham China Minzhong Food Corporation Limited (CMZ) sebanyak 543,25 juta saham di harga SGD 1,2 dolar per saham atau senilai SGD 651,9 juta atau USD 484,1 juta. Marvellous Glory BVI adalah sebuah perusahaan yang 92,99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung dan dikendalikan oleh Direktur Utama Indofood Anthoni Salim. Nantinya Indofood akan menerima kombinasi pembayaran sebesar SGD 416,40 juta atau sekitar Rp 4,03 triliun (kurs Rp 9.700/SGD) dan exchangeable bonds senilai SGD 235,49 juta. Penjualan ini karena Indofood melihat hasil yang diharapkan atas investasi di CMZ akan lebih lama dari pada yang diantisipasi, terutama karena kondisi makro ekonomi global yang kurang menunjang, terutama China.
Unilever Indonesia (UNVR) berencana menambah kapasitas pabrik home and personal care (HPC) dengan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 1 triliun pada semester kedua tahun ini. Penambahan kapasitas akan dilakukan di pabrik Cikarang dan Rungkut seperti kapasitas produk perawatan kulit dan mulut. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp 2 triliun. Pada semester I-2016, belanja modal telah digunakan senilai Rp 725 miliar, sedangkan sisanya akan digunakan pada semester II-2016 untuk penambahan kapasitas HPC dan juga pembelian kabinet es krim.
Provident Agro (PALM) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2016 sebesar Rp 299 miliar atau Rp 42 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah 13 September 2016.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan dana kelolaan nasabah prioritas hingga akhir 2016 sebesar Rp 75 triliun. Hingga Juni 2016, dana nasabah prioritas yang dikelola mencapai Rp 54 triliun. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan jumlah nasabah prioritas sebanyak 50 ribu orang, dari Juni 2016 sebanyak 35 ribu orang. Untuk memperbesar dana kelolaan nasabah prioritas, BBRI akan memperbanyak jumlah layanan nasabah prioritas. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan dapat membuka delapan Sentra Layanan Prioritas (SLP) yang tersebar di beberapa kota besar.
Smartfren Telecom (FREN) membukukan kontribusi dari lini digital services terhadap total pendapatan perseroan sebesar 3-5% pada kuartal II-2016. Jumlah tersebut cukup signifikan karena lini tersebut mulai dikembangkan sekitar satu tahun. Perseroan menargetkan lini digital services tetap bertahan pada angka yang ada hingga akhir tahun ini. Lini digital services umumnya dipicu oleh penggunaan data dari pelanggan terhadap program social chat yang digalakkan Smartfren. Secara umum, pengguna digital services perseroan tumbuh sebesar 75% hingga September ini.
Rig Tenders Indonesia (RIGS) memperoleh pinjaman melalui anak usahanya, Batuah Abadi Lines (BAL) senilai USD 20 juta dari ICICI Bank Limited Singapore Branch. Pinjaman tersebut telah dimasukkan dalam akun bank Standard Chartered milik BAL
Bank Sinarmas (BSIM) dan PT. Phillip Securities Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama untuk pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN). BSIM akan memfasilitasi pembukaan RDN melalui Phillip Securities.
Bank Negara Indonesia (BBNI) meyakini pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai dua digit atau di atas 9% tahun 2016, salah satunya karena turunnya uang muka dan diperbolehkannya inden untuk rumah kedua. Menurut perseroan, meskipun hanya tersisa empat bulan menuju tutup tahun, relaksasi ketentuan nilai pinjaman dari aset (loan to value/LTV) kredit perumahan akan meningkatkan permintaan nasabah. Secara tahunan pertumbuhan KPR BNI pada Agustus 2016 hanya mencapai 7% YoY. Sasaran utama BNI di pasar KPR adalah nasabah yang berniat membeli rumah pertama. Rata-rata penyaluran kredit per nasabah atau "ticket size" untuk KPR BNI mencapai Rp 350 juta-Rp 400 juta. Namun dengan perluasan peruntukan inden hingga rumah kedua, nasabah BNI diperkirakan akan mulai investasi untuk kredit rumah kedua.
Blue Bird (BIRD) optimis akan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap penggunaan taxi, seiring kerja sama perseroan dengan Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI) serta Master Card dalam peluncuran aplikasi fitur pembayaran non tunai (cashless). Namun perseroan belum bisa menyebutkan angka pasti dari peningkatan volume penumpang taxi perseroan setelah kerja sama itu. Peningkatan tersebut akan terlihat pada akhir tahun 2016. Perseroan akan melakukan pelaporan terkait dengan volume penumpang taxi-nya setiap tiga bulan sekali. Saat ini terdapat sebanyak 300 ribu pengguna aktif dari aplikasi taxi mobile reservation milik BIRD. Sekitar 20% merupakan pelanggan yang menggunakan kartu kredit. Namun penggunaan kartu kredit masih didominasi untuk penggunaan Golden Bird dan Big Bird, bukan Blue Bird.
Pada Mei 2016, PT Go-Jek Indonesia dan Blue Bird (BIRD) berencana menjalin kerja sama dalam hal penyediaan pemesanan taksi secara online. Saat ini kedua perusahaan masih melakukan pengembangan teknologi. Hanya saja terdapat kendala dalam pengembangan teknologi tersebut karena kedua perusahaan memiliki basis teknologi yang berbeda.
Bank Yudha Bhakti (BBYB) terus memperkuat modal dengan mencari pendanaan di pasar modal melalui penerbitan saham terbatas atau rights issue untuk dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II tahun 2017. Perseroan menargetkan kenaikan modal inti menjadi minimal Rp 1 triliun guna mencapai kelas II (BUKU II). Per 31 Juni 2016, tercatat modal inti baru mencapai Rp 519 miliar. Perseroan menargetkan akhir tahun modal inti Bank Yudha Bhakti bisa mencapai lebih dari Rp 600 miliar. Rencana tersebut masih menanti realisasi wacana salah satu pemegang saham yakni PT Asabri untuk menambah porsi kepemilikan sahamnya. Apabila berhasil naik BUKU, perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih agresif dibandingkan tahun 2016.
PT Cipta Kridatama (CK) anak perusahaan ABM Investama (ABMM) memperoleh proyek tambang baru tahun 2016 dengan memperoleh kontrak jasa pertambangan senilai Rp 348 miliar dari PT Trisensa Mineral Utama (TMU), anak usaha Toba Bara Sejahtera (TOBA). Kontrak kerja itu berlaku hingga tahun 2019. Dalam 3 tahun ke depan, CK akan memberikan layanan jasa pengupasan lapisan tanah penutup batu bara serta penyewaan alat berat di tambang seluas 3.414 hektar yang terletak di Kecamatan Loa Janan, Kecamatan Muara Jawa dan Kecamatan Sanga-Sanga di Provinsi Kalimantan Timur. Kontrak ini adalah kontrak ketiga kalinya dengan Toba Bara Group. Sebelumnya CK meraih kontrak dari PT Indomining dan PT Adimitra Baratama Nusantara. Kontrak baru dengan TMU menjadikan CK sebagai kontraktur tunggal dari seluruh perusahaan tambang Toba Bara Group.
Elnusa (ELSA) menyatakan survei seismik untuk kegiatan eksplorasi migas di laut lebih murah hingga hampir sepertiga dibanding survei serupa yang digelar di darat. Survei seismik untuk eksplorasi migas mayoritas dilakukan di darat. Meski demikian ada sejumlah kelebihan dari survei seismik yang dilakukan di laut mulai dari sisi biaya dan waktu. Survei laut jadi pilihan, karena produktivitasnya lebih besar dan lebih cepat 20 kali dibanding di darat.
Aneka Tambang (ANTM) mendukung rencana relaksasi ekspor (mengizinkan kembali) mineral secara terbatas yang digagas Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengoptimalkan nilai tambah hilirisasi bijih mineral. Jika ekspor biji mineral kembali diberlakukan, maka Antam sebagai BUMN pengelola sumber daya mineral, siap mengekspor bijih nikel antara 15-20 juta ton pada tahun 2017.
Merdeka Copper Gold (MDKA) mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Pierfont Capital Mezzanine Fund Pte Ltd pada 5 September 2016 sebesar USD 25 juta yang terdiri dari US 10 juta untuk membiayai fasilitas kelebihan biaya dan USD 15 juta untuk membiayai pengembangan proyek laporan porfiri milik perseroan. Pinjaman ini akan dilakukan selama 48 bulan sejak tanggal pencairan pertama dilakukan. Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai proyek Tujuh Bikit yang merupakan kegiatan usaha utama dari PT Bumi Suksesindo selaku anak usaha perseroan. Pinjaman ini memberikan jaminan saham Perseroan dan aset lain pada Merdeka Mining Partners Pte. selaku pemberi gadai. Suku bunga pinjaman didasarkan atas persentase marjin 6,75% per tahun ditambang dengan penghitungan LIBOR dan minimum tingkat pengembalian 9% per tahun dari jumlah pokok pinjaman.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih meyakini penyaluran kredit tahun 2016 dapat tumbuh hingga 11% YoY. Pada Juli 2016 kredit perbankan secara industri memang kembali melambat. Bank Indonesia mencatat kredit perbankan pada Juli 2016 tumbuh melambat sebesar 7,7% YoY dibanding Juni yang sebesar 8,2% YoY. Jika di akhir tahun kredit perseroan melambat, kemungkinan karena perseroan tengah mempertajam kualitas kredit.
Golden Energy Mines (GEMS) melakukan peningkatan permodalan di dua anak usahanya yaitu PT Kuansing Inti Makmur (KIM) dan PT Bungo Bara Utama (BBU) pada 5 September 2016. KIM melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 550 miliar menjadi Rp 595 miliar. Sedangkan BBU meningkatkan modal dasar dari Rp 20 miliar menjadi Rp 100 miliar dan modal ditempatkan dari Rp 10,249 miliar menjadi Rp 55,249 miliar. Penambahan modal ini memberikan fleksibilitas bagi anak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan belanja modal. Sumber dana peningkatan modal anaka usaha berasal dari kas perseroan.
Catur Sentosa Adiprana (CSAP) melakukan penjaminan aset atas pinjaman yang diterima anak usaha perseroan Catur Sentosa Anugerah (CSAN) sebesar Rp 49 miliar dari Bank Danamon Indonesia (BDMN) pada 6 September 2016. CSAN adalah entitas anak perseroan dengan kepemilikan 99%, dimana CSAN bergerak di bidang perdagangan besar, makanan minuman ringan dan kebutuhan sehari-hari. Pinjaman itu akan digunakan untuk modal kerja dan menujang kegiatan usaha dalam pembelian barang dagangan serta kegiatan operasional. Perseroan menjaminkan sebidang tanah seluas 11.325 m2 yang terletak di Kawasan Industri Candi, Semarang.
Sumber Energi Andalan (ITMA) akan mulai memperdagangkan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 13 September 2016. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Februari 2016 telah sepakat untuk melakukan pemecahan nominal saham (stock split) dari Rp 1.000 menjadi Rp 50 per saham sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat tanggal 9 Maret 2015.
Kabar dari eksternal, belanja konsumen Inggris pada Agustus 2016 turun 0,3% yoy dari periode Juli 2016 yang tumbuh 1,9%, atau pencapain tersebut terendah sejak September 2014. Sedang penjualan ritel turun 0,9% yoy, turun dibanding Juli naik 1,1%. Pasar khawatir belanja konsumen terus turun pasca Brexit. Di pihak lainnya, Pasar menangkap sinyal Cina akan kembali memberlakukan pelonggaran kebijakan melalui kucuran stimulus. Indeks FAI Cina periode Januari-Juli 2016 mencatat kenaikan 8,1%, atau di bawah prediksi Reuters sebesar 8,8%.
Kabar dari dalam negeri, BI memperkirakan kenaikan Fed Fund Rate oleh The Fed sebesar 0,25% di akhir tahun 2016. Sedang pada tahun 2017 BI mengasumsikan kenaikan Fed rate sekitar 2 kali dengan kemungkinan maksimal 3 kali. Spekulasi naik atau tidaknya Fed rate disebabkan oleh melemahnya investasi di Amerika Serikat sebagai daya dorong ekonomi dibandingkan pada tahun 2013-2014. Hal itu berakibat pada ketidakpastian di pasar keuangan global dan berdampak pada aliran modal keluar dari Indonesia.
Kabar lainnya dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2016 sebesar USD 113,5 miliar atau naik dari akhir Juli 2016 sebesar USD 111,4 miliar. Peningkatan tersebut terutama karena penerimaan pajak dan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.
Sentimen dari dalam negeri dan eksternal diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi IHSG untuk melanjutkan ruang geraknya di zona positif pada perdagangan saham hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 5362/5342/5326
Resistance Level : 5397/5413/5433
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ICBP: Trading Buy
Close 9700, TP 9875
Boleh buy di level 9600-9700
Resistance di 9875 & support di 9500
Waspadai jika tembus di 9500
Batasi resiko di 9400
BBRI: Trading Buy
Close 11975, TP 12175
Boleh buy di level 11900-11975
Resistance di 12175 & support di 11875
Waspadai jika tembus di 11875
Batasi resiko di 11800
PTBA : Trading Buy
Close 10375, TP 10475
Boleh buy di level 10300-10375
Resistance di 10475 & support di 10225
Waspadai jika tembus di 10225
Batasi resiko di 10150
BSDE: Trading Buy
Close 2190, TP 2220
Boleh buy di level 2170-2190
Resistance di 2220 & support di 2150
Waspadai jika tembus di 2150
Batasi resiko di 2100
PTPP: Trading Buy
Close 4610, TP 4700
Boleh buy di level 4590-4610
Resistance di 4700 & support di 4460
Waspadai jika tembus di 4460
Batasi resiko di 4440
ADRO: Trading Buy
Close 1245, TP 1260
Boleh buy di level 1235-1245
Resistance di 1260 & support di 1215
Waspadai jika tembus di 1215
Batasi resiko di 1205.
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ANTM, TINS, INCO, ASII, INDF, KLBF, UNVR.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 7-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$45.33 (0.50)
Gold-(troy oz) US$1,349.08 (-0.93)
Nickel-(ton) US$10,110.00 (40.00)
Tin-(ton) US$19,450.00 (55.00)
Coal (Newc)/ton US$70.75 (8.35)
CPO Mal/ton* MYR2,893.00 (0.00)
Foreign Exchange
USD/IDR*13,085.00 (-42.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 08 Sepetmber 2016
Dividend
• JECC, cash dividen 200, cuma 07 Sep’16, ex 08 Sep’16
Right Issue
• APIC, rasio 1:3, price 105. cum 07 Sep’16, ex 08 Sep’16
• BTEK, rasio 5:22, price 1000, cum 08 Sep’16 09, ex Sep’16
Economic Calendar:
· rilis Beige Book The Fed
· data GDP Jepang kwartal ke 2 tahun 2016 (Final)
· data neraca perdagangan China bulan Agustus 2016
· ECB umumkan suku bunga bulan Agustus 2016
· konperensi pers ECB yang dihadiri presiden Mario Draghi
· data Jobless Claims AS per 2 September 2016
data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 2 September 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Indofood Sukses Makmur (INDF) telah melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan CMZ BVI dan Marvellous Glory Holdings Limited. (BVI) untuk penjualan saham China Minzhong Food Corporation Limited (CMZ) sebanyak 543,25 juta saham di harga SGD 1,2 dolar per saham atau senilai SGD 651,9 juta atau USD 484,1 juta. Marvellous Glory BVI adalah sebuah perusahaan yang 92,99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung dan dikendalikan oleh Direktur Utama Indofood Anthoni Salim. Nantinya Indofood akan menerima kombinasi pembayaran sebesar SGD 416,40 juta atau sekitar Rp 4,03 triliun (kurs Rp 9.700/SGD) dan exchangeable bonds senilai SGD 235,49 juta. Penjualan ini karena Indofood melihat hasil yang diharapkan atas investasi di CMZ akan lebih lama dari pada yang diantisipasi, terutama karena kondisi makro ekonomi global yang kurang menunjang, terutama China.
Unilever Indonesia (UNVR) berencana menambah kapasitas pabrik home and personal care (HPC) dengan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 1 triliun pada semester kedua tahun ini. Penambahan kapasitas akan dilakukan di pabrik Cikarang dan Rungkut seperti kapasitas produk perawatan kulit dan mulut. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp 2 triliun. Pada semester I-2016, belanja modal telah digunakan senilai Rp 725 miliar, sedangkan sisanya akan digunakan pada semester II-2016 untuk penambahan kapasitas HPC dan juga pembelian kabinet es krim.
Provident Agro (PALM) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2016 sebesar Rp 299 miliar atau Rp 42 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah 13 September 2016.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan dana kelolaan nasabah prioritas hingga akhir 2016 sebesar Rp 75 triliun. Hingga Juni 2016, dana nasabah prioritas yang dikelola mencapai Rp 54 triliun. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan jumlah nasabah prioritas sebanyak 50 ribu orang, dari Juni 2016 sebanyak 35 ribu orang. Untuk memperbesar dana kelolaan nasabah prioritas, BBRI akan memperbanyak jumlah layanan nasabah prioritas. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan dapat membuka delapan Sentra Layanan Prioritas (SLP) yang tersebar di beberapa kota besar.
Smartfren Telecom (FREN) membukukan kontribusi dari lini digital services terhadap total pendapatan perseroan sebesar 3-5% pada kuartal II-2016. Jumlah tersebut cukup signifikan karena lini tersebut mulai dikembangkan sekitar satu tahun. Perseroan menargetkan lini digital services tetap bertahan pada angka yang ada hingga akhir tahun ini. Lini digital services umumnya dipicu oleh penggunaan data dari pelanggan terhadap program social chat yang digalakkan Smartfren. Secara umum, pengguna digital services perseroan tumbuh sebesar 75% hingga September ini.
Rig Tenders Indonesia (RIGS) memperoleh pinjaman melalui anak usahanya, Batuah Abadi Lines (BAL) senilai USD 20 juta dari ICICI Bank Limited Singapore Branch. Pinjaman tersebut telah dimasukkan dalam akun bank Standard Chartered milik BAL
Bank Sinarmas (BSIM) dan PT. Phillip Securities Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama untuk pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN). BSIM akan memfasilitasi pembukaan RDN melalui Phillip Securities.
Bank Negara Indonesia (BBNI) meyakini pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai dua digit atau di atas 9% tahun 2016, salah satunya karena turunnya uang muka dan diperbolehkannya inden untuk rumah kedua. Menurut perseroan, meskipun hanya tersisa empat bulan menuju tutup tahun, relaksasi ketentuan nilai pinjaman dari aset (loan to value/LTV) kredit perumahan akan meningkatkan permintaan nasabah. Secara tahunan pertumbuhan KPR BNI pada Agustus 2016 hanya mencapai 7% YoY. Sasaran utama BNI di pasar KPR adalah nasabah yang berniat membeli rumah pertama. Rata-rata penyaluran kredit per nasabah atau "ticket size" untuk KPR BNI mencapai Rp 350 juta-Rp 400 juta. Namun dengan perluasan peruntukan inden hingga rumah kedua, nasabah BNI diperkirakan akan mulai investasi untuk kredit rumah kedua.
Blue Bird (BIRD) optimis akan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap penggunaan taxi, seiring kerja sama perseroan dengan Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI) serta Master Card dalam peluncuran aplikasi fitur pembayaran non tunai (cashless). Namun perseroan belum bisa menyebutkan angka pasti dari peningkatan volume penumpang taxi perseroan setelah kerja sama itu. Peningkatan tersebut akan terlihat pada akhir tahun 2016. Perseroan akan melakukan pelaporan terkait dengan volume penumpang taxi-nya setiap tiga bulan sekali. Saat ini terdapat sebanyak 300 ribu pengguna aktif dari aplikasi taxi mobile reservation milik BIRD. Sekitar 20% merupakan pelanggan yang menggunakan kartu kredit. Namun penggunaan kartu kredit masih didominasi untuk penggunaan Golden Bird dan Big Bird, bukan Blue Bird.
Pada Mei 2016, PT Go-Jek Indonesia dan Blue Bird (BIRD) berencana menjalin kerja sama dalam hal penyediaan pemesanan taksi secara online. Saat ini kedua perusahaan masih melakukan pengembangan teknologi. Hanya saja terdapat kendala dalam pengembangan teknologi tersebut karena kedua perusahaan memiliki basis teknologi yang berbeda.
Bank Yudha Bhakti (BBYB) terus memperkuat modal dengan mencari pendanaan di pasar modal melalui penerbitan saham terbatas atau rights issue untuk dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II tahun 2017. Perseroan menargetkan kenaikan modal inti menjadi minimal Rp 1 triliun guna mencapai kelas II (BUKU II). Per 31 Juni 2016, tercatat modal inti baru mencapai Rp 519 miliar. Perseroan menargetkan akhir tahun modal inti Bank Yudha Bhakti bisa mencapai lebih dari Rp 600 miliar. Rencana tersebut masih menanti realisasi wacana salah satu pemegang saham yakni PT Asabri untuk menambah porsi kepemilikan sahamnya. Apabila berhasil naik BUKU, perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih agresif dibandingkan tahun 2016.
PT Cipta Kridatama (CK) anak perusahaan ABM Investama (ABMM) memperoleh proyek tambang baru tahun 2016 dengan memperoleh kontrak jasa pertambangan senilai Rp 348 miliar dari PT Trisensa Mineral Utama (TMU), anak usaha Toba Bara Sejahtera (TOBA). Kontrak kerja itu berlaku hingga tahun 2019. Dalam 3 tahun ke depan, CK akan memberikan layanan jasa pengupasan lapisan tanah penutup batu bara serta penyewaan alat berat di tambang seluas 3.414 hektar yang terletak di Kecamatan Loa Janan, Kecamatan Muara Jawa dan Kecamatan Sanga-Sanga di Provinsi Kalimantan Timur. Kontrak ini adalah kontrak ketiga kalinya dengan Toba Bara Group. Sebelumnya CK meraih kontrak dari PT Indomining dan PT Adimitra Baratama Nusantara. Kontrak baru dengan TMU menjadikan CK sebagai kontraktur tunggal dari seluruh perusahaan tambang Toba Bara Group.
Elnusa (ELSA) menyatakan survei seismik untuk kegiatan eksplorasi migas di laut lebih murah hingga hampir sepertiga dibanding survei serupa yang digelar di darat. Survei seismik untuk eksplorasi migas mayoritas dilakukan di darat. Meski demikian ada sejumlah kelebihan dari survei seismik yang dilakukan di laut mulai dari sisi biaya dan waktu. Survei laut jadi pilihan, karena produktivitasnya lebih besar dan lebih cepat 20 kali dibanding di darat.
Aneka Tambang (ANTM) mendukung rencana relaksasi ekspor (mengizinkan kembali) mineral secara terbatas yang digagas Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengoptimalkan nilai tambah hilirisasi bijih mineral. Jika ekspor biji mineral kembali diberlakukan, maka Antam sebagai BUMN pengelola sumber daya mineral, siap mengekspor bijih nikel antara 15-20 juta ton pada tahun 2017.
Merdeka Copper Gold (MDKA) mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Pierfont Capital Mezzanine Fund Pte Ltd pada 5 September 2016 sebesar USD 25 juta yang terdiri dari US 10 juta untuk membiayai fasilitas kelebihan biaya dan USD 15 juta untuk membiayai pengembangan proyek laporan porfiri milik perseroan. Pinjaman ini akan dilakukan selama 48 bulan sejak tanggal pencairan pertama dilakukan. Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai proyek Tujuh Bikit yang merupakan kegiatan usaha utama dari PT Bumi Suksesindo selaku anak usaha perseroan. Pinjaman ini memberikan jaminan saham Perseroan dan aset lain pada Merdeka Mining Partners Pte. selaku pemberi gadai. Suku bunga pinjaman didasarkan atas persentase marjin 6,75% per tahun ditambang dengan penghitungan LIBOR dan minimum tingkat pengembalian 9% per tahun dari jumlah pokok pinjaman.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih meyakini penyaluran kredit tahun 2016 dapat tumbuh hingga 11% YoY. Pada Juli 2016 kredit perbankan secara industri memang kembali melambat. Bank Indonesia mencatat kredit perbankan pada Juli 2016 tumbuh melambat sebesar 7,7% YoY dibanding Juni yang sebesar 8,2% YoY. Jika di akhir tahun kredit perseroan melambat, kemungkinan karena perseroan tengah mempertajam kualitas kredit.
Golden Energy Mines (GEMS) melakukan peningkatan permodalan di dua anak usahanya yaitu PT Kuansing Inti Makmur (KIM) dan PT Bungo Bara Utama (BBU) pada 5 September 2016. KIM melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 550 miliar menjadi Rp 595 miliar. Sedangkan BBU meningkatkan modal dasar dari Rp 20 miliar menjadi Rp 100 miliar dan modal ditempatkan dari Rp 10,249 miliar menjadi Rp 55,249 miliar. Penambahan modal ini memberikan fleksibilitas bagi anak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan belanja modal. Sumber dana peningkatan modal anaka usaha berasal dari kas perseroan.
Catur Sentosa Adiprana (CSAP) melakukan penjaminan aset atas pinjaman yang diterima anak usaha perseroan Catur Sentosa Anugerah (CSAN) sebesar Rp 49 miliar dari Bank Danamon Indonesia (BDMN) pada 6 September 2016. CSAN adalah entitas anak perseroan dengan kepemilikan 99%, dimana CSAN bergerak di bidang perdagangan besar, makanan minuman ringan dan kebutuhan sehari-hari. Pinjaman itu akan digunakan untuk modal kerja dan menujang kegiatan usaha dalam pembelian barang dagangan serta kegiatan operasional. Perseroan menjaminkan sebidang tanah seluas 11.325 m2 yang terletak di Kawasan Industri Candi, Semarang.
Sumber Energi Andalan (ITMA) akan mulai memperdagangkan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 13 September 2016. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Februari 2016 telah sepakat untuk melakukan pemecahan nominal saham (stock split) dari Rp 1.000 menjadi Rp 50 per saham sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat tanggal 9 Maret 2015.











0 comments:
Posting Komentar