Prediksi IHSG;
Skeptisme atas stimulus European Central Bank (ECB) dan spekulasi kenaikan Fed Rate menyebabkan investor berhati-hati. Demikian pula dengan kekhawatiran atas dampak Brexit terhadap Inggris dan pasar Eropa secara umum. Sentimen tersebut dapat menekan bursa Eropa hari ini. Namun membaiknya sektor manufaktur Cina dan rebound harga minyak mentah dunia bisa mereduksi sentimen negatif tersebut. Indeks manufaktur (PMI) Cina periode Agustus 2016 naik ke level 50,4 dari 49,9 pada Juli.
Dari dalam negeri, Indonesia mencatatkan deflasi 0.02% MtM pada Agustus 2016 dari periode sebelumnya inflasi 0.69% MtM. Sementara inflasi tahun kalender sebesar 1,74% YTD dan inflasi tahunan 2.79% YoY dari 3.21% YoY pada periode Juli 2016. Deflasi Agustus ini adalah yang terendah sejak Agustus 2001. Menurut Menko Perekonomian, deflasi ini disebabkan oleh supply-side, bukan karena rendahnya demand. Hal itu membuka peluang penurunan suku bunga acuan BI. Meski demikian BI diperkirakan akan berhati-hati terkait spekulasi kenaikan Fed rate. Bursa saham Indonesia diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan saham hari ini dengan berpeluang lanjutkan pelemahan.
Perspektif tenikal
Support Level : 5311/5287/5254
Resistance Level : 5367/5400/5424
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADRO: Trading Buy
Close 1185, TP 1205
Boleh buy di level 1175-1185
Resistance di 1205 & support di 1150
Waspadai jika tembus di 1150
Batasi resiko di 1140
INCO: Trading Buy
Close 2670, TP 2710
Boleh buy di level 2650-2670
Resistance di 2710 & support di 2580
Waspadai jika tembus di 2580
Batasi resiko di 2470
BBRI : Trading Buy
Close 11700, TP 11975
Boleh buy di level 11600-11700
Resistance di 11975 & support di 11575
Waspadai jika tembus di 11575
Batasi resiko di 11500
ASII: Trading Buy
Close 8025, TP 8125
Boleh buy di level 7950-8025
Resistance di 8125 & support di 7925
Waspadai jika tembus di 7925
Batasi resiko di 7850
MAIN: Trading Buy
Close 1900, TP 1935
Boleh buy di level 1890-1900
Resistance di 1935 & support di 1845
Waspadai jika tembus di 1845
Batasi resiko di 1835
CTRA: Trading Buy
Close 1560, TP 1585
Boleh buy di level 1550-1560
Resistance di 1585 & support di 1525
Waspadai jika tembus di 1525
Batasi resiko di 1515
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
PTBA, INDF, KLBF, BBTN, UNTR.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 1-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$44.63 (-0.07)
Gold-(troy oz) US$1,305.99 (-2.99)
Nickel-(ton) US$9,765.00 (-65.00)
Tin-(ton) US$18,875.00 (75.00)
Coal (Newc)/ton US$68.75 (6.35)
CPO Mal/ton* MYR2,823.00 (-8.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,268.50 (-1.50)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 02 September 2016
RUPSLB
• LPCK- RUPSLB - 02-Sep-16
Dividend
· TPIA, cash dividen $0.01, cum 02 Sep’16, ex 05 Sep’16
Economic Calendar:
• indeks Construction PMI Inggris bulan Agustus 2016
• data Non Farm Payrolls AS bulan Agustus 2016
• data upah rata-rata per jam di AS bulan Agustus 2016
• data tingkat pengangguran di AS bulan Agustus 2016
• data neraca perdagangan AS bulan Juli 2016
• data Factory Orders AS bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) memprediksi pertumbuhan kredit antara 9%-10% di tahun 2016, meski perusahaan telah mengajukan rencana bisnis pertumbuhan kredit sebesar 10%-12% untuk semester II 2016. Realisasi kredit perbankan secara umum hanya tumbuh 7% YoY atau menjadi Rp 4.168,4 triliun per Juli 2016, atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 8,2% YoY. Segmen kredit yang akan ditingkatkan adalah kredit mikro dan korporasi. Sedangkan segmen kredit yang akan dikurangi adalah kredit menengah, karena kredit ini mengalami kenaikan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) akibat perlambatan ekonomi.
Jembo Cable Company (JECC) akan membagikan dividen interim tahun buku 2016 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp200 per lembar saham yang berasal dari laba semester pertama tahun ini atau total Rp30,24 miliar. Pembagian dividen akan dilakukan pada 30 September 2016 dengan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 7 dan 8 September 2016 dan di pasar tunai 13 dan 14 September 2016 dengan DPS hingga 13 September 2016.
Darya Varia Laboratoria (DVLA) melakukan pembelian aset berupa 2 lantai bangunan gedung perkantoran (strata tittle) yang terletak pada gedung South Quarter di Jl. RA Kartini Jakarta senilai Rp148.29 miliar.
Surya Toto Indonesia (TOTO) berencana melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:10. Aksi korporasi ini dilakukan meningkatnya likuiditas perdagangan saham perseroan di bursa, karena dengan aksi korporasi itu diharapkan jumlah pemegang saham perseroan dapat lebih meningkat lagi.
Bank Artha Graha Internasional (INPC) menyatakan sebagian dari dana hasil penerbitan saham baru atau rights issue, sebesar Rp 300 miliar akan dimanfaatkan untuk menambah modal inti perseroan untuk naik ke kelas Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III. Saat ini modal inti perseroan per Agustus 2016 tercatat sebesar Rp 3,8 triliun, sedangkan modal dasar sebesar Rp 1,4 triliun. Perseroan masih memiliki kebutuhan dari sumber dana lain yang akan digunakan untuk memenuhi persyaratan agar perseroan naik ke kelas BUKU III. Perseroan menargetkan dana hasil rights issue dapat digunakan pada kuartal IV 2016.
Sarana Menara Nusantara (TOWR) meraih pendapatan sebesar Rp 2,42 triliun per 30 Juni 2016, naik dibandingkan sebelumnya Rp 2,14 triliun. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan menjadi Rp 1,32 triliun dari sebelumnya Rp 1,17 triliun.
HM Sampoerna (HMSP) meluncurkan produk baru berupa sigaret kretek mesin dengan merek "Marlboro Filter Black" dengan isi 20 batang dan harga rekomendasi Rp 20.000 per kemasan. Rokok ini akan dipasarkan di 25 kota terpilih. Produk tersebut diproduksi oleh perseroan berdasarkan Perjanjian Lisensi perseroan dengan Philip Morris Global Brands Inc.
Malindo Feedmill (MAIN) meminta majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha untuk membebaskannya dari tuduhan kartel. Kuasa Hukum Malindo Feedmill mengatakan pangsa pasar Malindo di industri ayam hanya sebesar 7%. Selain itu perusahaan menjual 88% live bird ke bisnis hotel, restoran dan kantor, bukan ke pasar.
Skeptisme atas stimulus European Central Bank (ECB) dan spekulasi kenaikan Fed Rate menyebabkan investor berhati-hati. Demikian pula dengan kekhawatiran atas dampak Brexit terhadap Inggris dan pasar Eropa secara umum. Sentimen tersebut dapat menekan bursa Eropa hari ini. Namun membaiknya sektor manufaktur Cina dan rebound harga minyak mentah dunia bisa mereduksi sentimen negatif tersebut. Indeks manufaktur (PMI) Cina periode Agustus 2016 naik ke level 50,4 dari 49,9 pada Juli.
Dari dalam negeri, Indonesia mencatatkan deflasi 0.02% MtM pada Agustus 2016 dari periode sebelumnya inflasi 0.69% MtM. Sementara inflasi tahun kalender sebesar 1,74% YTD dan inflasi tahunan 2.79% YoY dari 3.21% YoY pada periode Juli 2016. Deflasi Agustus ini adalah yang terendah sejak Agustus 2001. Menurut Menko Perekonomian, deflasi ini disebabkan oleh supply-side, bukan karena rendahnya demand. Hal itu membuka peluang penurunan suku bunga acuan BI. Meski demikian BI diperkirakan akan berhati-hati terkait spekulasi kenaikan Fed rate. Bursa saham Indonesia diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan saham hari ini dengan berpeluang lanjutkan pelemahan.
Perspektif tenikal
Support Level : 5311/5287/5254
Resistance Level : 5367/5400/5424
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADRO: Trading Buy
Close 1185, TP 1205
Boleh buy di level 1175-1185
Resistance di 1205 & support di 1150
Waspadai jika tembus di 1150
Batasi resiko di 1140
INCO: Trading Buy
Close 2670, TP 2710
Boleh buy di level 2650-2670
Resistance di 2710 & support di 2580
Waspadai jika tembus di 2580
Batasi resiko di 2470
BBRI : Trading Buy
Close 11700, TP 11975
Boleh buy di level 11600-11700
Resistance di 11975 & support di 11575
Waspadai jika tembus di 11575
Batasi resiko di 11500
ASII: Trading Buy
Close 8025, TP 8125
Boleh buy di level 7950-8025
Resistance di 8125 & support di 7925
Waspadai jika tembus di 7925
Batasi resiko di 7850
MAIN: Trading Buy
Close 1900, TP 1935
Boleh buy di level 1890-1900
Resistance di 1935 & support di 1845
Waspadai jika tembus di 1845
Batasi resiko di 1835
CTRA: Trading Buy
Close 1560, TP 1585
Boleh buy di level 1550-1560
Resistance di 1585 & support di 1525
Waspadai jika tembus di 1525
Batasi resiko di 1515
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
PTBA, INDF, KLBF, BBTN, UNTR.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 1-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$44.63 (-0.07)
Gold-(troy oz) US$1,305.99 (-2.99)
Nickel-(ton) US$9,765.00 (-65.00)
Tin-(ton) US$18,875.00 (75.00)
Coal (Newc)/ton US$68.75 (6.35)
CPO Mal/ton* MYR2,823.00 (-8.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,268.50 (-1.50)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 02 September 2016
RUPSLB
• LPCK- RUPSLB - 02-Sep-16
Dividend
· TPIA, cash dividen $0.01, cum 02 Sep’16, ex 05 Sep’16
Economic Calendar:
• indeks Construction PMI Inggris bulan Agustus 2016
• data Non Farm Payrolls AS bulan Agustus 2016
• data upah rata-rata per jam di AS bulan Agustus 2016
• data tingkat pengangguran di AS bulan Agustus 2016
• data neraca perdagangan AS bulan Juli 2016
• data Factory Orders AS bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) memprediksi pertumbuhan kredit antara 9%-10% di tahun 2016, meski perusahaan telah mengajukan rencana bisnis pertumbuhan kredit sebesar 10%-12% untuk semester II 2016. Realisasi kredit perbankan secara umum hanya tumbuh 7% YoY atau menjadi Rp 4.168,4 triliun per Juli 2016, atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 8,2% YoY. Segmen kredit yang akan ditingkatkan adalah kredit mikro dan korporasi. Sedangkan segmen kredit yang akan dikurangi adalah kredit menengah, karena kredit ini mengalami kenaikan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) akibat perlambatan ekonomi.
Jembo Cable Company (JECC) akan membagikan dividen interim tahun buku 2016 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp200 per lembar saham yang berasal dari laba semester pertama tahun ini atau total Rp30,24 miliar. Pembagian dividen akan dilakukan pada 30 September 2016 dengan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 7 dan 8 September 2016 dan di pasar tunai 13 dan 14 September 2016 dengan DPS hingga 13 September 2016.
Darya Varia Laboratoria (DVLA) melakukan pembelian aset berupa 2 lantai bangunan gedung perkantoran (strata tittle) yang terletak pada gedung South Quarter di Jl. RA Kartini Jakarta senilai Rp148.29 miliar.
Surya Toto Indonesia (TOTO) berencana melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:10. Aksi korporasi ini dilakukan meningkatnya likuiditas perdagangan saham perseroan di bursa, karena dengan aksi korporasi itu diharapkan jumlah pemegang saham perseroan dapat lebih meningkat lagi.
Bank Artha Graha Internasional (INPC) menyatakan sebagian dari dana hasil penerbitan saham baru atau rights issue, sebesar Rp 300 miliar akan dimanfaatkan untuk menambah modal inti perseroan untuk naik ke kelas Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III. Saat ini modal inti perseroan per Agustus 2016 tercatat sebesar Rp 3,8 triliun, sedangkan modal dasar sebesar Rp 1,4 triliun. Perseroan masih memiliki kebutuhan dari sumber dana lain yang akan digunakan untuk memenuhi persyaratan agar perseroan naik ke kelas BUKU III. Perseroan menargetkan dana hasil rights issue dapat digunakan pada kuartal IV 2016.
Sarana Menara Nusantara (TOWR) meraih pendapatan sebesar Rp 2,42 triliun per 30 Juni 2016, naik dibandingkan sebelumnya Rp 2,14 triliun. Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan menjadi Rp 1,32 triliun dari sebelumnya Rp 1,17 triliun.
HM Sampoerna (HMSP) meluncurkan produk baru berupa sigaret kretek mesin dengan merek "Marlboro Filter Black" dengan isi 20 batang dan harga rekomendasi Rp 20.000 per kemasan. Rokok ini akan dipasarkan di 25 kota terpilih. Produk tersebut diproduksi oleh perseroan berdasarkan Perjanjian Lisensi perseroan dengan Philip Morris Global Brands Inc.
Malindo Feedmill (MAIN) meminta majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha untuk membebaskannya dari tuduhan kartel. Kuasa Hukum Malindo Feedmill mengatakan pangsa pasar Malindo di industri ayam hanya sebesar 7%. Selain itu perusahaan menjual 88% live bird ke bisnis hotel, restoran dan kantor, bukan ke pasar.











0 comments:
Posting Komentar