Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 01 September 2016

View Market IHSG 01September16

Prediksi IHSG;
Pelaku pasar akan menyikapi rilis data inflasi bulan Agustus pada hari ini, Perkiraan dari Bank Indonesia (BI) indeks harga konsumen (IHK) pada Agustus 2016 akan terjadi deflasi. BI melakukan survei hingga pekan ke tiga Agustus 2016, dengan hasil harga konsumen di Indonesia terjadi deflasi 0,06% mom. Inflasi secara tahunan pada bulan ke delapan akan lebih rendah dari inflasi tahunan di Juli 2016 sebesar 3,21% yoy. Jika dibandingkan dengan tahun 2015, inflasi tahunan pada Agustus mencapai 7,18% BI perkirakan inflasi tahunan hingga akhir tahun akan berada di bawah 3,5%.
Kendati dari ekternal, ketidakpastian dari kenaikan suku bunga the Fed tetap membayangi kondisi pasar global. Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengatakan data ekonomi minggu ini akan menentukan lintasan kenaikan suku bunga dan menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan produktivitas akan meraih rebound. Komentar hawkish pejabat Federal Reserve, membuat taruhan pada pengetatan moneter yang terus meningkat. Sebelumnya, Gubernur Fed Janet Yellen memberikan sinyal bahwa terdapat keyakinan yang semakin tumbuh bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa pekan kedepan. Meski di satu sisi Fed Yellen belum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga pada rapat FOMC di bulan September
Katalis positif bagi pasar atas ekspektasi BI bulan Agustus terjadi deflasi, dapat memberikan dukungan bagi IHSG untuk bergerak ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini, yang masih dibayangan ekspektasi kuatnya kenaikan Fed Rate di September ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 5360/5334/5314
Resistance Level : 5406/5425/5452
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

BBTN: Trading Buy
 Close 2010, TP 2040
 Boleh buy di level 1990-2010
 Resistance di 2040 & support di 1950
 Waspadai jika tembus di 1950
 Batasi resiko di 1940

BSDE: Trading Buy
 Close 2150, TP 2190
 Boleh buy di level  2130-2150
 Resistance di 2190 & support di 2080
 Waspadai jika tembus di 2080
 Batasi resiko di 2070

CTRA : Trading Buy
 Close 1545, TP 1570
 Boleh buy di level  1535-1545
 Resistance di 1570 & support di 1500
 Waspadai jika tembus di 1500
 Batasi resiko di 1490

SMCB:  Trading Buy
 Close 1175, TP 1190
 Boleh buy di level  1165-1175
 Resistance di 1190 & support di 1140
 Waspadai jika tembus di 1140
 Batasi resiko di 1130

GJTL:  Trading Buy
 Close 1510, TP 1545
 Boleh buy di level  1490-1510
 Resistance di 1545 & support di 1455
 Waspadai jika tembus di 1455
 Batasi resiko di 1435

DILD:  Trading Buy
 Close 595, TP 610
 Boleh buy di level  585-595
 Resistance di 610 & support di 575
 Waspadai jika tembus di 575
 Batasi resiko di 565

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
PTBA, GDST, JPFA, ICBP, BEST, BDMN, WTON, ERAA, AALI, BBNI, PTPP,  AKRA, PGAS, ADHI.

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 31-Aug-16
 Crude Oil-(barel) US$46.19  (-0.16)
 Gold-(troy oz) US$1,314.35  (3.24)
 Nickel-(ton) US$9,830.00  (20.00)
 Tin-(ton) US$18,800.00  (-90.00)
 Coal (Newc)/ton US$69.00  (6.60)
 CPO Mal/ton* MYR2,823.00 (-8.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,269.50 (1.50)
*running

Agenda hari ini  - Kamis, 01 September 2016
Economic Calendar:
·   Indonesia CPI YoY
·   Indonesia CPI MoM
• indeks Manufacturing PMI China bulan Agustus 2016
• indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Agustus 2016
• indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Agustus 2016
• data Jobless Claims AS per 26 Agustus 2016
• indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Agustus 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Bentoel Investama (RMBA) mencatat kenaikan rugi yang didistribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp1,32 triliun hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan dengan rugi Rp740,99 miliar periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bersih meningkat menjadi Rp9,64 triliun dibandingkan pendapatan bersih Rp7,82 triliun hingga Juni tahun lalu.

Sekawan Intpratama (SIAP) membukukan rugi sebesar Rp8,14 miliar hingga periode 30 Juni 2016 meningkat dibandingkan rugi Rp7,36 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan meningkat jadi Rp24,53 miliar dari pendapatan Rp94,76 juta pada periode Juni tahun sebelumnya.

Sorini Agro Corporation (SOBI) hingga periode 31 Mei 2016 membukukan pendapatan sebesar Rp2,41 triliun turun tipis jika dibandingkan pendapatan bersih Rp2,51 triliun pada periode hingga 31 Mei 2015. Laba perusahaan turun menjadi Rp52,22 miliar dari laba Rp145,34 miliar periode hingga Mei 2015.

Agung Podomoro Land (APLN) mengembangkan kawasan hunian terpadu seluas 60 hektar di Cimanggis Depok Podomoro Golf View (PGV). Istimewanya, PGV menggandeng salah satu anak perusahaan BUMN terbaik, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yaitu PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung). PGV merupakan proyek unggulan APLN mendukung program pemerintah membangun Satu Juta Rumah. Sedangkan WIKA adalah BUMN terbesar dan pertama di bidang kontraktor.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melalui anak perusahaannya PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) dengan unit bisnis Metrasat meluncurkan MediaHub sebagai layanan inovatif yang mendukung industri konten dan periklanan di Indonesia.  MediaHub ini merupakan inisiatif dalam menjembatani kepentingan penyedia konten, biro iklan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komisi Penyiaran Indonesia (KP) dan TV berbayar untuk mewujudkan tayangan yang aman dan nyaman bagi pelanggan.

Wijaya Karya (WIKA) akan segera melakukan penyertaan modal senilai Rp 726 miliar di perusahaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Setoran modal ini merupakan tahap awal dari total kewajiban penyertaan modal perseroan sebesar Rp 4,2 triliun. Jumlah modal yang disetor setara 28% saham perseroan di konsorsium KCIC. Wijaya Karya memiliki 38% saham di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan patungan antara WIKA dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara VIII, dan Jasa Marga (JSMR). Sementara PSBI memiliki 60% saham PT KCIC. Setoran modal juga menjadi tahap permulaan untuk mendanai proyek Kereta Cepat sepanjang 143 km, dari Halim Perdanakusuma hingga Tegal Luar di Bandung. Pendanaan dari modal internal KCIC mencapai 25%, sedangkan sisanya didanai pinjaman China Development Bank (CDB). Nilai proyek kereta cepat mencapai USD 5,5 miliar. Dengan demikian KCIC akan memerlukan modal sebanyak USD 1,37 miliar dan sebanyak USD 825 juta akan ditanggung PSBI. Porsi Wijaya Karya untuk setoran modal mencapai USD 313,5 juta atau sekitar Rp 4,16 triliun. Di sisi lain, Wijaya Karya juga segera mendapat kontrak baru dari proyek kereta cepat senilai Rp 17 triliun. Kontrak ini setara 32,19% target kontrak baru Wijaya Karya sebanyak Rp 52,8 triliun.

Bank Mandiri (BMRI) bekerja sama dengan Pelindo III meluncurkan kartu prabayar e-Port Card. Kartu itu merupakan uang elektronik untuk memudahkan transaksi pembayaran jasa ke pelabuhan. Ke depan, pemanfaatan kartu e-Port ini juga akan dikembangkan untuk jasa-jasa lain di Pelabuhan yang berada di wilayah kerja Pelindo III, sehingga masyarakat akan semakin meningkatkan pemakaian kartu e-port.

Bank Central Asia (BBCA) menargetkan pertumbuhan KPR antara 10%-12% dengan adanya pelonggaran LTV KPR. Perseroan mengestimasikan penyaluran untuk KPR minimal Rp 6 triliun di tahun 2016 saja. Dengan uang muka atau down payment 15% dan LTV 85% akan mendorong konsumen melakukan pinjaman kredit rumah, karena uang muka rendah bertepatan dengan suku bunga kredit murah. Perseroan akan mencatat penyaluran KPR mencapai Rp 65 triliun di akhir tahun 2016 dari perhitungan realisasi kredit Rp 59,41 triliun di akhir tahun 2015. Outstanding kredit BCA sudah mencapai Rp 62 triliun per akhir Agustus 216. BCA mencairkan kredit KPR senilai Rp 2 triliun per bulan, dan pelunasan cicilan sekitar Rp 1,6 triliun per bulan. Dengan demikian kredit bersih sekitar Rp 400 miliar per bulan.

Bank MNC Internasional (BABP) menggandeng Bank Central Asia (BBCA) dan PT Rintis Sejahtera terkait co-branding uang elektronik berbasis kartu Flazz dan masuk ke jaringan PRIMA. BABP saat ini tengah membangun infrastruktur bisnis konsumer, baik di sisi pendanaan (funding) atau pun di sisi penyaluran kredit (lending). Kerja sama dengan kedua lembaga ini sebagai upaya pembangunan infrastruktur di sisi funding. Melalui kerja sama ini, seluruh nasabah MNC Bank dapat kemudahan bertransaksi menggunakan uang elektronik dan jaringan yang lebih besar melalui jaringan ATM PRIMA. Dengan menggunakan jaringan uang elektronik BCA dan jaringan ATM PRIMA, perseroan melakukan penghematan. MNC Bank memilih untuk menanggung biaya transaksi antar bank dalam jaringan ATM PRIMA, sehingga para nasabah tidak dibebani biaya tersebut dan tertarik untuk melakukan lebih banyak transaksi.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) membukukan pendapatan bersih per Juni 2016 senilai USD 1,44 miliar, atau naik 1,41% YoY dari sebelumnya USD 1,42 miliar. Peningkatan pendapatan disokong beroperasinya pipa transmisi gas bumi Kalija I yang dioperasikan PT Kalimantan Jawa Gas. Laba operasi PGN tercatat USD 262 juta dan laba bersih sebesar USD 152 juta atau setara Rp 2 triliun. Selama semester I 2016, PGN telah menyalurkan gas bumi sebesar 1.613  juta kaki kubik per hari (mmscfd), naik 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar 1.554 mmscfd. Volume gas distribusi sebesar 796 mmscfd, naik 0,76% dibandingkan sebelumnya sebesar 790 mmscfd, dan volume transmisi gas bumi sebesar 816 mmscfd, naik 6,95% dari sebelumnya 763 mmscfd. Pada semester I 2016, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 186 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.212 km atau setara dengan 76% pipa gas bumi hilir nasional. Sedang laba periode berjalan yang dapat didistribusikan turun menjadi USD 152,45 juta hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan laba USD 227,33 juta per Juni 2015.

Timah (TINS) selama semester I 2016 mencatatkan pendapatan Rp 2,8 triliun atau turun 12,5% YoY. Harga jual yang belum membaik membuat TINS mengalami kerugian hingga Rp 32,8 miliar dari sebelumnya membukukan laba bersih sebesar Rp 5 miliar.

Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) milik Aneka Tambang (ANTM) terus berjalan dengan baik setelah proses rights issue di akhir tahun 2015. Sementara progres Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) yang akan selesai di tahun 2016 sudah mencapai 99,69%. P3FP akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel dari 18.000-20.000 TNi menjadi 27.000-30.000 TNi per tahun. ANTAM terus melanjutkan diskusi dengan PT INALUM (Persero) dan mitra strategis terkait Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR). Sebelumnya ANTAM dan PT INALUM (Persero) telah sepakat untuk membentuk perusahaan patungan, yaitu PT INALUM ANTAM ALUMINA guna pengembangan Proyek SGAR. Dalam Proyek Anode Slime & Precious Metal Refinery (PMR), ANTAM juga masih melanjutkan diskusi dengan PT Freeport Indonesia dan PT Smelting. ANTAM juga tengah mengembangkan pasar ekspor emas untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Beberapa pasar yang tengah dijajaki diantaranya Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab dan beberapa negara Afrika.

XL Axiata (EXCL) mulai mempersiapkan layanan 4.5G dan sudah menerapkan teknologi 4T4R, yang merupakan teknologi versi advance dari 4G. Perseroan mengklaim sejauh ini baru XL yang menerapkan 4T4R. Perseroan menargetkan pada tahun 2017 teknologi 4.5G sudah siap untuk dinikmati pelanggan. Dibandingkan 4G, teknologi 4.5G secara spesifik memiliki keunggulan, terutama dalam kecepatan dan kestabilan. Sementara itu bagi perusahaan operator, penerapan teknologi ini juga memiliki keuntungan berupa efisiensi, di mana kapasitas BTS meningkat berkali lipat dibandingkan teknologi generasi sebelumnya. Saat ini pelanggan XL di 86 kota di berbagai daerah telah dapat menikmati layanan 4G LTE.

Dian Swastatika (DSSA) mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 6,60 juta hingga periode 30 Juni 2016 atau turun jika dibandingkan rugi USD 13,29 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha meningkat menjadi USD 284,63 juta dari sebelumnya USD 235,70 juta periode hingga Juni 2015.

Dharma Henwa (DEWA) mencatat laba bersih USD 1,04 juta per 30 Juni 2016 dari sebelumnya mencatatkan rugi USD 2,73 juta hingga periode 30 Juni 2015. Pendapatan naik menjadi USD 122,89 juta dibandingkan sebelumnya USD 111,65 juta.

Multipolar (MLPL) membukukan penurunan rugi periode berjalan yang dapat didistribusi ke pemilik entitas induk sebesar Rp 47,63 miliar hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan rugi Rp 447,17 miliar periode Juni 2015. Penjualan neto turun menjadi Rp 8,79 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 8,93 triliun periode Juni 2015.

Schering Plough (SCPI) meraih penjualan bersih Rp 1,22 triliun hingga periode 30 Juni 2016, meningkat dibandingkan sebelumnya Rp 976,06 miliar. Laba periode berjalan meningkat menjadi Rp 104,18 miliar dari sebelumnya Rp 43,03 miliar periode Juni 2015.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured