Prediksi IHSG;
Pernyataan dari pejabat the Fed telah memicu ketidakpastian pasar terhadap kenaikan suku bunga fed rate. Gubernur Fed Janet Yellen memberikan sinyal terhadap keyakinan yang semakin tumbuh bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa pekan kedepan. Kendati disisi lainnya, Yellen belum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga pada rapat FOMC di bulan September.
Spekulasi rencana kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada September 2016, diperkirakan akan berkurang terhadap sentimen pasar hari ini. Namun, kenaikan sebagian besar indeks bursa Asia pada pembukaan perdagangan hari ini yang mengikuti rebound saham AS, serta berpotensi dapat mengangkat bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini.
Selain itu, pelaku pasar mengantisipasi sentimen dari dalam negeri berkenaan dengan perkiraan Agustus akan terjadi deflasi, yang dapat menjadikan inflasi tahunan dan periode berjalan 2016 relatif terkendali
Perspektif tenikal
Support Level : 5337/5304/5259
Resistance Level : 5415/5460/5493
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WSKT: Trading Buy
Close 2750, TP 2780
Boleh buy di level 2720-2750
Resistance di 2780 & support di 2720
Waspadai jika tembus di 2720
Batasi resiko di 2690
INAF: Trading Buy
Close 1910, TP 1980
Boleh buy di level 1845-1910
Resistance di 1980 & support di 1845
Waspadai jika tembus di 1845
Batasi resiko di 1710
AKRA : Trading Buy
Close 6875, TP 6925
Boleh buy di level 6825-6875
Resistance di 6925 & support di 6825
Waspadai jika tembus di 6825
Batasi resiko di 6725
ICBP: Trading Buy
Close 9500, TP 9775
Boleh buy di level 9250-9500
Resistance di 9775 & support di 9250
Waspadai jika tembus di 9250
Batasi resiko di 8725
KRAS: Trading Buy
Close 900, TP 935
Boleh buy di level 860-900
Resistance di 935 & support di 860
Waspadai jika tembus di 860
Batasi resiko di 785
BNGA: Trading Buy
Close 1025, TP 1050
Boleh buy di level 985-1025
Resistance di 1050 & support di 985
Waspadai jika tembus di 985
Batasi resiko di 920
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INTP, SMCB, INDF,
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 29-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$47.05 (-0.59)
Gold-(troy oz) US$1,318.82 (-2.40)
Nickel-(ton) US$9,810.00 (-35.00)
Tin-(ton) US$18,890.00 (140.00)
Coal (Newc)/ton US$66.95 (4.55)
CPO Mal/ton* MYR2,831.00 (19.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,267.00 (55.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 30 Agustus 2016
RUPSLB
• UNVR- RUPSLB
Rights issue
· BMAS, ratio 64:10, price 340, cum 30 Aug’16, ex31 Aug’16
Economic Calendar:
• data Household Spending di Jepang bulan Juli 2016
• data tingkat pengangguran di Jepang bulan Juli 2016
• data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Agustus 2016
• indeks kepercayaan konsumen AS bulan Agustus 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Negara Indonesia (BBNI) mengincar porsi sebesar 50 hingga 60% dalam pembiayaan sindikasi untuk Proyek Palapa Ring Paket Timur. Sebelumnya, dalam pembiayaan sindikasi Proyek Palapa Ring Paket Tengah senilai Rp975 miliar, BNI berkontribusi sebanyak Rp280 miliar. Sementara itu, PT Indonesia Infrastructure Finance (Persero) Tbk. yang bertindak sebagai pihak yang mengatur dan mencarikan pendanaan sindikasi (mandated lead arranger), membiayai sebanyak Rp500 miliar, sedangkan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) memberikan pembiayaan sebanyak Rp195,3 miliar. Proyek Palapa Ring Timur membutuhkan pembiayaan sekitar Rp5 triliun.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyatakan saat ini belum ada rencana perseroan untuk melakukan akuisisi perbankan syariah. Perseroan sudah memiliki anak usaha lini syariah PT. BankBRI Syariah, dengan aset Rp24,95 triliun per Juni 2016, di samping dua anak usaha lainnya.
Adaro Energy (ADRO) mencatat kenaikan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$122,11 juta hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan laba US$119,15 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha turun menjadi US$1,17 miliar dari pendapatan usaha US$1,39 miliar Juni tahun sebelumnya.
Duta Intidaya (DAYA) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp109,39 miliar hingga periode 30 Juni 2016 naik dibandingkan pendapatan bersih Rp92,46 miliar pada periode 30 Juni 2015. Rugi bersih tercatat Rp9,94 miliar turun dibandingkan rugi bersih Rp25,95 miliar pada periode Juni tahun sebelumnya.
Multi Prima Sejahtera (LPIN) mencatat peningkatan rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp30,66 miliar hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan rugi Rp17,69 miliar pada periode Juni tahun sebelumnya. Pendapatan bersih meningkat jadi Rp63,13 miliar dibandingkan pendapatan bersih Rp30,09 miliar tahun sebelumnya.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jasa Marga (JSMR) menyepakati rencana perseroan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam rights issue tersebut, Jasa Marga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 491.465.665 saham dengan nilai Rp 500 per saham. Total Penambahan Modal dengan HMETD Jasa Marga sebesar Rp 1,8 triliun. Dana tersebut terdiri dari Rp 1,25 triliun yang berasal dari suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Rp 550 miliar dari publik. Dana hasil PUT I tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk pembangunan ruas-ruas jalan tol baru yang digarap oleh perseroan, yaitu di proyek Semarang-Batang, Pandaan-Malang, Jakrta-Cikampek Elevated.
Travelio.com, sebuah situs pemesanan akomodasi yang masih terafiliasi dengan Surya Semesta Internusa (SSIA), mendapatkan pendanaan Pra-Seri A sebesar USD 2 juta yang dipimpin Gobi Partners, perusahaan permodalan asal China. Selain Gobi, ada Anthill Ventures, sebuah perusahaan permodalan asal Singapura, dan perusahaan Malaysia Kuok Group, Zhenshen Sun. Hingga Agustus 2016, situs penyewaan akomodasi ini memiliki database sebanyak 12.000 properti yang tersebar di wilayah Asia-Pasifik dan Oceania. Dengan adanya penambahan modal ini, Travelio.com berencana untuk ekspansi, yaitu akan menambah jumlah propertinya di Indonesia dan luar negeri, menambah tim, dan memperluas cakupan pemasaran mereka.
Bank Mandiri (BMRI) mencairkan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 32,2 triliun hingga Juli 2016 atau tumbuh 8,1% YoY. Hingga akhir tahun Bank Mandiri menargetkan KPR tumbuh di atas rata-rata pasar. Pada Juli 2015 BMRI mencatatkan realisasi KPR sebesar Rp 29,8 triliun. Perseroan menyatakan meskipun KPR tumbuh, kualitas kredit perumahan masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebesar 2%. Dua faktor pemicu pertumbuhan KPR di sisa tahun adalah : pertama, relaksasi ketentuan nilai pinjaman dari total aset (loan to value/LTV) perumahan dari Bank Indonesia dari 80% menjadi 85%, yang membuat syarat uang muka KPR berkurang menjadi 15% dari 20%. Dengan relaksasi LTV, perseroan melihat segmen perumahan akan jadi salah satu lokomotif pertumbuhan Bank Mandiri. Faktor kedua adalah melimpahnya dana repatriasi amnesti pajak pada kuartal III dan IV 2016. Perseroan dana repatriasi akan terserap banyak ke sektor properti, yang memicu melonjaknya permintaan.
Eterindo Wahanatama (ETWA) berupaya untuk memperbaiki kinerjanya di tengah kondisi yang masih kurang kondusif pada tahun ini. Bisnis perusahaan saat ini masih mengalami tekanan karena beberapa faktor salah satunya kondisi perekonomian yang belum kondusif. ETWA sudah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi, diantaranya adalah meningkatkan usaha-usaha pemasaran biodiesel kepada pasar Non PSO dengan tetap berkomitmen untuk melakukan pengiriman biodiesel ke Pertamina. Perseroan akan berusaha mencari pangsa pasar atau pelanggan-pelanggan Non Pertamina. Saat ini perseroan sedang melakukan penjajakan. ETWA juga akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang optimal serta akan melakukan negosiasi dengan pemasok bahan baku untuk memberikan termin pembayaran yang lebih baik. Di bisnis perkebunan, ETWA akan meningkatkan hasil TBS sesuai dengan yield yang standar serta akan melanjutkan program percepatan pembangunan perkebunan, termasuk melakukan pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan industri hilirnya. Sementara di bisnis perdagangan kimia, ETWA akan mengembangkan produk-produk kimia yang dibutuhkan pasar dengan prospek yang baik.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 132,68 per saham atau senilai total total Rp 436.115.457.678 pada 15 September 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 2 dan 5 September 2016 dan di pasar tunai 7 dan 8 September 2016, dengan DPS hingga 7 September 2016. Pembagian dividen interim tersebut karena kenaikan laba bersih sebesar 540% karena diuntungkan dari margin produk yang kuat dan volume penjualan yang lebih tinggi dari kapasitas baru Ethylene Cracker perseroan.
Perdana Gapura Prima (GPRA) mencoba menambah pendapatan berulang (recurring income) di semester II 2016 dengan memaksimalkan area komersil dan hotel yang sudah beroperasi. Selama ini recurring income GPRA ini belum berkontribusi terlalu banyak pada keuangan perusahaan yaitu hanya berkontribusi sekitar 15%-20% dari total pendapatan Gapura Prima. Gapura Prima memprediksi bisa mendorong kontribusi recurring income menjadi 30% di tahun 2016.
Ketua Bidang Komersial Asosisasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi penjualan sepeda motor pada bulan Agustus 2016 mulai kembali normal. Penurunan yang terjadi pada bulan Juli 2016 karena hari aktif yang lebih sedikit dibanding bulan lain. Pada Juli 2016 penjualan sepeda motor turun 41% dibanding bulan Juni 2016 menjadi 305.153 unit. Pertumbuhan penjualan pada Agustus diperkirakan terbantu oleh panen raya di daerah-daerah, khususnya Jawa-Bali. Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat pembeli sepeda motor terdongkrak. Sementara daerah di luar Jawa-Bali, khususnya Sumatera dan Kalimantan cukup sulit, karena ketergantungan pada sektor komoditi sawit, karet dan tambang, yang saat ini dalam kondisi labil.
Pernyataan dari pejabat the Fed telah memicu ketidakpastian pasar terhadap kenaikan suku bunga fed rate. Gubernur Fed Janet Yellen memberikan sinyal terhadap keyakinan yang semakin tumbuh bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa pekan kedepan. Kendati disisi lainnya, Yellen belum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga pada rapat FOMC di bulan September.
Spekulasi rencana kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada September 2016, diperkirakan akan berkurang terhadap sentimen pasar hari ini. Namun, kenaikan sebagian besar indeks bursa Asia pada pembukaan perdagangan hari ini yang mengikuti rebound saham AS, serta berpotensi dapat mengangkat bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini.
Selain itu, pelaku pasar mengantisipasi sentimen dari dalam negeri berkenaan dengan perkiraan Agustus akan terjadi deflasi, yang dapat menjadikan inflasi tahunan dan periode berjalan 2016 relatif terkendali
Perspektif tenikal
Support Level : 5337/5304/5259
Resistance Level : 5415/5460/5493
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WSKT: Trading Buy
Close 2750, TP 2780
Boleh buy di level 2720-2750
Resistance di 2780 & support di 2720
Waspadai jika tembus di 2720
Batasi resiko di 2690
INAF: Trading Buy
Close 1910, TP 1980
Boleh buy di level 1845-1910
Resistance di 1980 & support di 1845
Waspadai jika tembus di 1845
Batasi resiko di 1710
AKRA : Trading Buy
Close 6875, TP 6925
Boleh buy di level 6825-6875
Resistance di 6925 & support di 6825
Waspadai jika tembus di 6825
Batasi resiko di 6725
ICBP: Trading Buy
Close 9500, TP 9775
Boleh buy di level 9250-9500
Resistance di 9775 & support di 9250
Waspadai jika tembus di 9250
Batasi resiko di 8725
KRAS: Trading Buy
Close 900, TP 935
Boleh buy di level 860-900
Resistance di 935 & support di 860
Waspadai jika tembus di 860
Batasi resiko di 785
BNGA: Trading Buy
Close 1025, TP 1050
Boleh buy di level 985-1025
Resistance di 1050 & support di 985
Waspadai jika tembus di 985
Batasi resiko di 920
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
INTP, SMCB, INDF,
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 29-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$47.05 (-0.59)
Gold-(troy oz) US$1,318.82 (-2.40)
Nickel-(ton) US$9,810.00 (-35.00)
Tin-(ton) US$18,890.00 (140.00)
Coal (Newc)/ton US$66.95 (4.55)
CPO Mal/ton* MYR2,831.00 (19.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,267.00 (55.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 30 Agustus 2016
RUPSLB
• UNVR- RUPSLB
Rights issue
· BMAS, ratio 64:10, price 340, cum 30 Aug’16, ex31 Aug’16
Economic Calendar:
• data Household Spending di Jepang bulan Juli 2016
• data tingkat pengangguran di Jepang bulan Juli 2016
• data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Agustus 2016
• indeks kepercayaan konsumen AS bulan Agustus 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Negara Indonesia (BBNI) mengincar porsi sebesar 50 hingga 60% dalam pembiayaan sindikasi untuk Proyek Palapa Ring Paket Timur. Sebelumnya, dalam pembiayaan sindikasi Proyek Palapa Ring Paket Tengah senilai Rp975 miliar, BNI berkontribusi sebanyak Rp280 miliar. Sementara itu, PT Indonesia Infrastructure Finance (Persero) Tbk. yang bertindak sebagai pihak yang mengatur dan mencarikan pendanaan sindikasi (mandated lead arranger), membiayai sebanyak Rp500 miliar, sedangkan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) memberikan pembiayaan sebanyak Rp195,3 miliar. Proyek Palapa Ring Timur membutuhkan pembiayaan sekitar Rp5 triliun.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyatakan saat ini belum ada rencana perseroan untuk melakukan akuisisi perbankan syariah. Perseroan sudah memiliki anak usaha lini syariah PT. BankBRI Syariah, dengan aset Rp24,95 triliun per Juni 2016, di samping dua anak usaha lainnya.
Adaro Energy (ADRO) mencatat kenaikan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$122,11 juta hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan laba US$119,15 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha turun menjadi US$1,17 miliar dari pendapatan usaha US$1,39 miliar Juni tahun sebelumnya.
Duta Intidaya (DAYA) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp109,39 miliar hingga periode 30 Juni 2016 naik dibandingkan pendapatan bersih Rp92,46 miliar pada periode 30 Juni 2015. Rugi bersih tercatat Rp9,94 miliar turun dibandingkan rugi bersih Rp25,95 miliar pada periode Juni tahun sebelumnya.
Multi Prima Sejahtera (LPIN) mencatat peningkatan rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp30,66 miliar hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan rugi Rp17,69 miliar pada periode Juni tahun sebelumnya. Pendapatan bersih meningkat jadi Rp63,13 miliar dibandingkan pendapatan bersih Rp30,09 miliar tahun sebelumnya.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jasa Marga (JSMR) menyepakati rencana perseroan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam rights issue tersebut, Jasa Marga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 491.465.665 saham dengan nilai Rp 500 per saham. Total Penambahan Modal dengan HMETD Jasa Marga sebesar Rp 1,8 triliun. Dana tersebut terdiri dari Rp 1,25 triliun yang berasal dari suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Rp 550 miliar dari publik. Dana hasil PUT I tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk pembangunan ruas-ruas jalan tol baru yang digarap oleh perseroan, yaitu di proyek Semarang-Batang, Pandaan-Malang, Jakrta-Cikampek Elevated.
Travelio.com, sebuah situs pemesanan akomodasi yang masih terafiliasi dengan Surya Semesta Internusa (SSIA), mendapatkan pendanaan Pra-Seri A sebesar USD 2 juta yang dipimpin Gobi Partners, perusahaan permodalan asal China. Selain Gobi, ada Anthill Ventures, sebuah perusahaan permodalan asal Singapura, dan perusahaan Malaysia Kuok Group, Zhenshen Sun. Hingga Agustus 2016, situs penyewaan akomodasi ini memiliki database sebanyak 12.000 properti yang tersebar di wilayah Asia-Pasifik dan Oceania. Dengan adanya penambahan modal ini, Travelio.com berencana untuk ekspansi, yaitu akan menambah jumlah propertinya di Indonesia dan luar negeri, menambah tim, dan memperluas cakupan pemasaran mereka.
Bank Mandiri (BMRI) mencairkan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 32,2 triliun hingga Juli 2016 atau tumbuh 8,1% YoY. Hingga akhir tahun Bank Mandiri menargetkan KPR tumbuh di atas rata-rata pasar. Pada Juli 2015 BMRI mencatatkan realisasi KPR sebesar Rp 29,8 triliun. Perseroan menyatakan meskipun KPR tumbuh, kualitas kredit perumahan masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebesar 2%. Dua faktor pemicu pertumbuhan KPR di sisa tahun adalah : pertama, relaksasi ketentuan nilai pinjaman dari total aset (loan to value/LTV) perumahan dari Bank Indonesia dari 80% menjadi 85%, yang membuat syarat uang muka KPR berkurang menjadi 15% dari 20%. Dengan relaksasi LTV, perseroan melihat segmen perumahan akan jadi salah satu lokomotif pertumbuhan Bank Mandiri. Faktor kedua adalah melimpahnya dana repatriasi amnesti pajak pada kuartal III dan IV 2016. Perseroan dana repatriasi akan terserap banyak ke sektor properti, yang memicu melonjaknya permintaan.
Eterindo Wahanatama (ETWA) berupaya untuk memperbaiki kinerjanya di tengah kondisi yang masih kurang kondusif pada tahun ini. Bisnis perusahaan saat ini masih mengalami tekanan karena beberapa faktor salah satunya kondisi perekonomian yang belum kondusif. ETWA sudah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi, diantaranya adalah meningkatkan usaha-usaha pemasaran biodiesel kepada pasar Non PSO dengan tetap berkomitmen untuk melakukan pengiriman biodiesel ke Pertamina. Perseroan akan berusaha mencari pangsa pasar atau pelanggan-pelanggan Non Pertamina. Saat ini perseroan sedang melakukan penjajakan. ETWA juga akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang optimal serta akan melakukan negosiasi dengan pemasok bahan baku untuk memberikan termin pembayaran yang lebih baik. Di bisnis perkebunan, ETWA akan meningkatkan hasil TBS sesuai dengan yield yang standar serta akan melanjutkan program percepatan pembangunan perkebunan, termasuk melakukan pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan industri hilirnya. Sementara di bisnis perdagangan kimia, ETWA akan mengembangkan produk-produk kimia yang dibutuhkan pasar dengan prospek yang baik.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 132,68 per saham atau senilai total total Rp 436.115.457.678 pada 15 September 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 2 dan 5 September 2016 dan di pasar tunai 7 dan 8 September 2016, dengan DPS hingga 7 September 2016. Pembagian dividen interim tersebut karena kenaikan laba bersih sebesar 540% karena diuntungkan dari margin produk yang kuat dan volume penjualan yang lebih tinggi dari kapasitas baru Ethylene Cracker perseroan.
Perdana Gapura Prima (GPRA) mencoba menambah pendapatan berulang (recurring income) di semester II 2016 dengan memaksimalkan area komersil dan hotel yang sudah beroperasi. Selama ini recurring income GPRA ini belum berkontribusi terlalu banyak pada keuangan perusahaan yaitu hanya berkontribusi sekitar 15%-20% dari total pendapatan Gapura Prima. Gapura Prima memprediksi bisa mendorong kontribusi recurring income menjadi 30% di tahun 2016.
Ketua Bidang Komersial Asosisasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi penjualan sepeda motor pada bulan Agustus 2016 mulai kembali normal. Penurunan yang terjadi pada bulan Juli 2016 karena hari aktif yang lebih sedikit dibanding bulan lain. Pada Juli 2016 penjualan sepeda motor turun 41% dibanding bulan Juni 2016 menjadi 305.153 unit. Pertumbuhan penjualan pada Agustus diperkirakan terbantu oleh panen raya di daerah-daerah, khususnya Jawa-Bali. Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat pembeli sepeda motor terdongkrak. Sementara daerah di luar Jawa-Bali, khususnya Sumatera dan Kalimantan cukup sulit, karena ketergantungan pada sektor komoditi sawit, karet dan tambang, yang saat ini dalam kondisi labil.











0 comments:
Posting Komentar