Prediksi IHSG;
Program pengampunan pajak atau tax amnesty baru berjalan sekitar satu bulan, terlihat pemerintah terus beusaha agar program ini dapat berjalan. Mengingat pencapai dalam satu bulan masih dalam ketegori rendah. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim, jumlah uang tebusan dan surat penyertaan harta (SPH) setiap harinya semakin meningkat. Sebelumnya kebijakan tax amnesty memciu eforia positif bagi market, dan hal ini pun bisa menjadi ancaman bagi pasar jika tidak seseuai apa yang diharapkan.
Selain kabar diatas, sentimen yang berkenaan dengan data ekonomi diharapkan dapat memberikan katalis postif bagi IHSG. Hal ini berkenaan dengan perkiraan Agustus terjadi deflasi, hal ini menjadikan inflasi tahunan dan periode berjalan tahun 2016 relatif terkendali. Bank Indonesia (BI) indeks harga konsumen pada Agustus 2016 diperkirakan terjadi deflasi. BI melakukan survey hingga pekan ke tiga Agustus 2016, dengan hasil harga konsumen di Indonesia terjadi deflasi 0,06% mom.
Sedangkan faktor yang muncul dari ekternal berkenaan dengan Gubernur Fed Janet Yellen memberikan sinyal bahwa terdapat keyakinan yang semakin tumbuh bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa pekan kedepan. Meski di satu sisi Fed Yellen belum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga pada rapat FOMC di bulan September. Namun, hal ini masin memciu ketidakpastian bagi pasar..
Ditengah insentif pasar dari dalam negeri yang minim, serta ketidakpastian atas keputusan The Fed mengenai suku bunga, diperkirakan sentimen ini akan memicu pergerakan IHSG di pekan ini mixed dengan kecenderungan melemah terbatas.
Perspektif tenikal
Sinyalemen dari teknikal, trend IHSG dalam pekan ini terkonfirmasi negatif. Pergerakan IHSG dalam fractal line pattern menunjukan dalam volatilitas yang terbatas, dimana target fractal up di level 5474 dan fractal down 5353. Sinyal bagi IHSG akan positif jika berhasil breakout di atas 5474, namun jika gagal, IHSG berpotensi menguji level 5353
Support Level : 5420/5402/5383
Resistance Level : 5457/5475/5494
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNVR: Trading Buy
Close 46400, TP 46600
Boleh buy di level 46300-46400
Resistance di 46600 & support di 46025
Waspadai jika tembus di 46025
Batasi resiko di 45950
INTP: Trading Buy
Close 18700, TP 18925
Boleh buy di level 18600-18700
Resistance di 18925 & support di 18275
Waspadai jika tembus di 18275
Batasi resiko di 18200
PTPP : Trading Buy
Close 4410, TP 4570
Boleh buy di level 4390-4410
Resistance di 4570 & support di 4320
Waspadai jika tembus di 4320
Batasi resiko di 4300
EXCL: Trading Buy
Close 3130, TP 3180
Boleh buy di level 3310-3130
Resistance di 3180 & support di 3080
Waspadai jika tembus di 3080
Batasi resiko di 2060
MAPI: Trading Buy
Close 4700, TP 4790
Boleh buy di level 4680-4700
Resistance di 4790 & support di 4630
Waspadai jika tembus di 4630
Batasi resiko di 4620
BCIP: Trading Buy
Close 1275, TP 1300
Boleh buy di level 1265-1275
Resistance di 1300 & support di 1240
Waspadai jika tembus di 1240
Batasi resiko di 1220
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BMRI, SMCB, ASII, GDST, NRCA, SMRA.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 26-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$47.10 (-0.23)
Gold-(troy oz) US$1,325.33 (3.39)
Nickel-(ton) US$9,845.00 (-150.00)
Tin-(ton) US$18,750.00 (-100.00)
Coal (Newc)/ton US$67.45 (5.05)
CPO Mal/ton* MYR2,811.50 (-41.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,211.50 (-30.50)
*running
Agenda pekan ini - 29 Agustus – 2 September 2016
RUPSLB
· ETWA- RUPST/LB - 29-Aug-16
· JSMR- RUPSLB - 29-Aug-16
· UNVR- RUPSLB - 30-Aug-16
· LPKR- RUPSLB - 31-Aug-16
· ISAT- RUPSLB - 31-Aug-16
· LPCK- RUPSLB - 02-Sep-16
Economic Calendar:
Senin, 29 Agustus 2016:
· data Core Personal Consumption Expenditure Price Index AS bulan Juli 2016
· data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Juli 2016
Selasa, 30 Agustus 2016:
· data Household Spending di Jepang bulan Juli 2016
· data tingkat pengangguran di Jepang bulan Juli 2016
· data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Agustus 2016
· indeks kepercayaan konsumen AS bulan Agustus 2016
Rabu, 31 Agustus 2016:
· data Industrial Production Jepang bulan Juli 2016 (Preliminary)
· data Retail Sales Jerman bulan Juli 2016
· data jumlah pencari kerja di Jerman bulan Agustus 2016
· data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan Agustus 2016
· data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Agustus 2016
· data Pending Home Sales AS bulan Juli 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 26 Agustus 2016
Kamis, 1 September 2016:
· indeks Manufacturing PMI China bulan Agustus 2016
· indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Agustus 2016
· indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Agustus 2016
· data Jobless Claims AS per 26 Agustus 2016
· indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Agustus 2016
Jum’at, 2 September 2016:
· indeks Construction PMI Inggris bulan Agustus 2016
· data Non Farm Payrolls AS bulan Agustus 2016
· data upah rata-rata per jam di AS bulan Agustus 2016
· data tingkat pengangguran di AS bulan Agustus 2016
· data neraca perdagangan AS bulan Juli 2016
· data Factory Orders AS bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) berencana menerbitkan produk investasi berupa Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) sekitar Rp 500 miliar – Rp 1 triliun pada tahun 2017. Sebelumnya perseroan bekerja sama dengan Sarana Multigriya Infrastruktur (SMF) untuk menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP). Rencana itu seiring dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang relatif rendah yang nantinya akan membuat investor akan melirik produk surat berharga sekuritisasi.
Kimia Farma (KAEF) melakukan transaksi sewa menyewa atas lahan kosong seluas 5.000 m2 kepada anak usahanya, yaitu PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia. Lahan tersebut terletak di Delta Sillicon, Kawasan Industri Lippo Cikarang, Bekasi Jawa Barat dengan nilai transaksi Rp 4.299.750.000. Jangka waktu sewa selama 15 tahun. Nilai sewa tersebut tidak material karena 0,23% dari ekuitas perseroan. PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia adalah perusahaan patungan perseroan dengan Sungwun Pharmacopia, dimana perseroan memiliki 75% saham perusahaan patungan tersebut dan 25% dimiliki Sungwun Pharmacopia Indonesia.
Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) melalui anak usahanya, Japfa Santori Australia Pty Ltd, melepas kepemilikannya pada peternakan Riveren dan Inverway di Australia. Perseroan menjual peternakannya kepada Lavington Pty Ltd, anak usaha Hancock Prospecting Pty Ltd. Peternakan tersebut merupakan bagian dari program pembiakan sapi potong perseroan yang memasok usaha penggemukan sapi potong di Indonesia. JPFA memilih melakukan pembiakan di dalam negeri untuk kebutuhan pasar Indonesia.
Cikarang Listrindo (POWR) menunjuk Barclays dan Deutsche Bank sebagai joint bookrunners dan lead managers untuk menangani penerbitan surat utang global perseroan senilai USD 550 juta. Emisi surat utang ini akan digunakan untuk melunasi kembali senior notes senilai USD 500 juta yang jatuh tempo pada 2019. Perseroan berharap mendapatkan bunga yang lebih rendah, tenor yang lebih panjang, dan covenant lebih ringan. Saat ini, POWR bersama General Electric tengah mematangkan ekspansi pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 1.100 MW di Cikarang, Jawa Barat.
Cikarang Listrindo (POWR) mengincar kepemilikan mayoritas dalam proyek patungan pembangunan PLTG berkapasitas 1.100 MW senilai USD 800 juta. PLTG akan dibangun di kawasan industri Megapolis Manunggal Cikarang, Jawa Barat. Pendanaan proyek patungan itu akan didapatkan dari project financing dengan porsi 70% pinjaman dan sisanya 30% dari ekuitas. Saat ini, perseroan tengah menggarap dua unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara dengan kapasitas 280 MW senilai USD 475 juta di Bekasi Utara. Pembangunan PLTU telah selesai 86% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 636% YoY menjadi USD 131,75 juta pada semester I-2016. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh margin produk yang kuat dan volume penjualan yang lebih tinggi dari kapasitas baru ethylene cracker perseroan. Sementara itu, pendapatan bersih TPIA selama semester I-2016 sebesar USD 892,11 juta, tumbuh 10,4% YoY. Margin petrokimia yang kuat dibantu oleh dinamika penawaran dan permintaan, biaya bahan baku yang lebih rendah, serta ditambah dengan volume penjualan yang lebih tinggi sebesar 37% YoY menjadi 1.037,8 KT.
Federal International Finance (FIF), anak usaha Astra International (ASII), melangsungkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi II tahap IV senilai Rp 2,13 triliun. Kupon yang ditawarkan surat utang tersebut berkisar 6,75-8,25% per tahun. Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk kebutuhan penyaluran kredit kendaraan bermotor roda dua.
Adi Sarana Armada (ASSA) akan mencari pinjaman sebesar Rp 400 miliar untuk kebutuhan ekspansi terutama penambahan armada. Perseroan berencana menambah armada hingga akhir tahun mencapai 20.000 unit dari yang sekarang sekitar 18.000 unit.
Mahaka Media (ABBA) mengakuisisi perusahaan start-up yang mengembangkan aplikasi digital, yakni Goers, yang menyediakan informasi event di perkotaan. Ekspansi ini untuk mendukung perkembangan bisnis unit usaha perseroan di bidang event. Goers menawarkan sebuah platform kepada para pemilik venue, event organizer, komunitas dan pengiklan untuk mengkomunikasikan usaha dan kegiatan mereka dengan dilengkapi teknologi personalization engine.
Pemerintah Provinsi Banten akan melepas saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan karena Pemprov Banten ingin fokus mengembangkan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten. Saat ini Pemprov Banten memiliki 520 juta saham atau sekitar 5,37% kepemilikan di Bank Jabar. Sedang saham mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 38,26%. Pemerintah Banten melalui PT Banten Global Development (BGD) telah menjadi pemilik saham sejak bank yang sebelumnya bernama Bank Pundi (BEKS) menggelar penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue tahap IV pada awal Agustus 2016. Kini BGD memiliki saham sebesar 37,64% di BPD Banten. Sementara pemerintah Banten yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Provinsi Banten juga memiliki saham di BJBR sebesar 13,13%.
Bank Bukopin (BBKP) akan merilis surat utang jangka menengah atau Medium Terms Notes (MTN) senilai Rp 268 miliar dengan kupon tetap sebesar 8,5% tiap tahunnya. MTN tersebut akan jatuh tempo pada 4 September 2017. Bank Mandiri (BMRI) bertindak sebagai agen pemantau pembayaran.
Serikat Pekerja Perusahaan Gas Negara (PGAS) menolak rencana pembentukan perusahaan induk (holding) migas yang hanya sebatas PT Pertamina (Persero) mengakuisisi PGN. Serikat Pekerja PGAS menyatakan akuisisi Pertamina terhadap PGN hanya akan melemahkan atau mengerdilkan PGN, karena bisnis PGN dan Pertamina merupakan bisnis yang saling menggantikan (subsitusi). Seluruh pekerja PGN menolak semua usaha untuk mengerdilkan dan menghilangkan peran PGN sebagai BUMN yang menyalurkan dan menyediakan gas bumi yang ramah lingkungan untuk seluruh wilayah Indonesia, baik setelah holding energi terbentuk maupun tidak.
Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) hingga semester I 2016 telah menggunakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 126 miliar dari total keseluruhan dana yang dialokasikan sekitar Rp 450-500 miliar di sepanjang tahun 2016. Dana capex tahun 2016 banyak digunakan untuk pengembangan bisnis rekreasi di kawasan Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan). Dana capex juga digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan dan maintenance setiap hari di area Ancol. Sementara untuk alokasi dana capex tahun 2017 masih akan dirinci pada September 2016.
Victoria Investama telah melakukan pembelian dilakukan sebanyak 227.272.727 saham Bank Victoria International (BVIC) pada 24 Agustus 2016 pada harga Rp 99 per saham atau Rp 22.499.999.973. Tujuan dari pembelian saham tersebut sebagai investasi yang merupakan kegiatan usaha utama Victoria Investama. Dengan penambahan tersebut, maka kepemilikan Victoria Investama di Bank Victoria International menjadi 3.938.845.973 saham atau mewakili 49,92% dari total saham BVIC.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming finance/NPF) industri bank umum syariah menembus 5,68% (gross) atau melampaui ketentuan maksimal 5%. Sementara NPF unit usaha syariah terkendali di level 3,49% (gross). Secara keseluruhan, NPF perbankan syariah baik bank umum syariah maupun unit usaha syariah, mencapai lebih dari 5% gross per Juni 2016. Saat ini realisasi NPF perbankan syariah secara net masih di bawah 5%. NPF gross bank umum syariah meningkat 59 basis poin dibandingkan semester I 2015. Namun NPF net hanya naik 11 bps. Pada periode yang sama tahun 2015, kenaikan NPF unit usaha syariah mencapai 46 bps (gross) dan 51 bps (net).
Pemerintah menjanjikan seluruh payung hukum kebijakan penyederhanaan perizinan rumah murah segera keluar. Paling lambat akhir tahun 2016 semua peraturan teknis tersebut selesai. Beberapa aturan teknis itu akan dituangkan melalui Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Daerah (Perda).
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan realisasi perpajakan hanya akan terkumpul 83% dari target sebesar Rp 1.539,2 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016, atau akan ada shortfall sebesar Rp 219 triliun. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan bahwa perkiraan shortfall sebesar Rp 219 triliun itu sudah termasuk skenario potensi penerimaan dari adanya kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Meski demikian Menkeu optimis kebijakan pengampunan pajak akan berhasil walau realisasinya saat ini baru mencapai Rp 1,45 triliun.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, menargetkan kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat mencapai 70% dari Produk Domestik Bruto, didukung oleh meningkatnya akses jasa keuangan untuk pembiayaan ke UMKM. Pemerintah dan bank sentral telah berkomitmen untuk menjadikan UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, mengingat sektor tersebut relatif kuat dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi. Saat ini kontribusi UMKM terhadap PDB nasional sebesar 60,3%.
Bank Indonesia (BI) menyatakan indeks harga konsumen pada Agustus 2016 kemungkinan terjadi deflasi. Hingga pekan ketiga Agustus 2016, BI menyurvei indeks harga konsumen di Indonesia terjadi deflasi 0,06% MtM. Kondisi indeks harga konsumen pada Agustus 2016 lazimnya terjadi koreksi karena menurunnya permintaan masyarakat, setelah tren konsumsi tinggi pada Ramadhan dan Lebaran pada Juni dan Juli 2016. Dengan kemungkinan besar deflasi pada Agustus 2016, maka inflasi secara tahunan pada bulan Agustus akan lebih rendah dari inflasi tahunan di Juli 2016 sebesar 3,21% YoY. Bank Indonesia memperkirakan inflasi tahunan hingga akhir tahun akan berada di bawah 3,5% atau lebih dekat dengan batas bawah dari jangkar inflasi bank sentral di 4%±1%.
Program pengampunan pajak atau tax amnesty baru berjalan sekitar satu bulan, terlihat pemerintah terus beusaha agar program ini dapat berjalan. Mengingat pencapai dalam satu bulan masih dalam ketegori rendah. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim, jumlah uang tebusan dan surat penyertaan harta (SPH) setiap harinya semakin meningkat. Sebelumnya kebijakan tax amnesty memciu eforia positif bagi market, dan hal ini pun bisa menjadi ancaman bagi pasar jika tidak seseuai apa yang diharapkan.
Selain kabar diatas, sentimen yang berkenaan dengan data ekonomi diharapkan dapat memberikan katalis postif bagi IHSG. Hal ini berkenaan dengan perkiraan Agustus terjadi deflasi, hal ini menjadikan inflasi tahunan dan periode berjalan tahun 2016 relatif terkendali. Bank Indonesia (BI) indeks harga konsumen pada Agustus 2016 diperkirakan terjadi deflasi. BI melakukan survey hingga pekan ke tiga Agustus 2016, dengan hasil harga konsumen di Indonesia terjadi deflasi 0,06% mom.
Sedangkan faktor yang muncul dari ekternal berkenaan dengan Gubernur Fed Janet Yellen memberikan sinyal bahwa terdapat keyakinan yang semakin tumbuh bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa pekan kedepan. Meski di satu sisi Fed Yellen belum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga pada rapat FOMC di bulan September. Namun, hal ini masin memciu ketidakpastian bagi pasar..
Ditengah insentif pasar dari dalam negeri yang minim, serta ketidakpastian atas keputusan The Fed mengenai suku bunga, diperkirakan sentimen ini akan memicu pergerakan IHSG di pekan ini mixed dengan kecenderungan melemah terbatas.
Perspektif tenikal
Sinyalemen dari teknikal, trend IHSG dalam pekan ini terkonfirmasi negatif. Pergerakan IHSG dalam fractal line pattern menunjukan dalam volatilitas yang terbatas, dimana target fractal up di level 5474 dan fractal down 5353. Sinyal bagi IHSG akan positif jika berhasil breakout di atas 5474, namun jika gagal, IHSG berpotensi menguji level 5353
Support Level : 5420/5402/5383
Resistance Level : 5457/5475/5494
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNVR: Trading Buy
Close 46400, TP 46600
Boleh buy di level 46300-46400
Resistance di 46600 & support di 46025
Waspadai jika tembus di 46025
Batasi resiko di 45950
INTP: Trading Buy
Close 18700, TP 18925
Boleh buy di level 18600-18700
Resistance di 18925 & support di 18275
Waspadai jika tembus di 18275
Batasi resiko di 18200
PTPP : Trading Buy
Close 4410, TP 4570
Boleh buy di level 4390-4410
Resistance di 4570 & support di 4320
Waspadai jika tembus di 4320
Batasi resiko di 4300
EXCL: Trading Buy
Close 3130, TP 3180
Boleh buy di level 3310-3130
Resistance di 3180 & support di 3080
Waspadai jika tembus di 3080
Batasi resiko di 2060
MAPI: Trading Buy
Close 4700, TP 4790
Boleh buy di level 4680-4700
Resistance di 4790 & support di 4630
Waspadai jika tembus di 4630
Batasi resiko di 4620
BCIP: Trading Buy
Close 1275, TP 1300
Boleh buy di level 1265-1275
Resistance di 1300 & support di 1240
Waspadai jika tembus di 1240
Batasi resiko di 1220
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BMRI, SMCB, ASII, GDST, NRCA, SMRA.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 26-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$47.10 (-0.23)
Gold-(troy oz) US$1,325.33 (3.39)
Nickel-(ton) US$9,845.00 (-150.00)
Tin-(ton) US$18,750.00 (-100.00)
Coal (Newc)/ton US$67.45 (5.05)
CPO Mal/ton* MYR2,811.50 (-41.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,211.50 (-30.50)
*running
Agenda pekan ini - 29 Agustus – 2 September 2016
RUPSLB
· ETWA- RUPST/LB - 29-Aug-16
· JSMR- RUPSLB - 29-Aug-16
· UNVR- RUPSLB - 30-Aug-16
· LPKR- RUPSLB - 31-Aug-16
· ISAT- RUPSLB - 31-Aug-16
· LPCK- RUPSLB - 02-Sep-16
Economic Calendar:
Senin, 29 Agustus 2016:
· data Core Personal Consumption Expenditure Price Index AS bulan Juli 2016
· data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Juli 2016
Selasa, 30 Agustus 2016:
· data Household Spending di Jepang bulan Juli 2016
· data tingkat pengangguran di Jepang bulan Juli 2016
· data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Agustus 2016
· indeks kepercayaan konsumen AS bulan Agustus 2016
Rabu, 31 Agustus 2016:
· data Industrial Production Jepang bulan Juli 2016 (Preliminary)
· data Retail Sales Jerman bulan Juli 2016
· data jumlah pencari kerja di Jerman bulan Agustus 2016
· data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan Agustus 2016
· data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Agustus 2016
· data Pending Home Sales AS bulan Juli 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 26 Agustus 2016
Kamis, 1 September 2016:
· indeks Manufacturing PMI China bulan Agustus 2016
· indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Agustus 2016
· indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Agustus 2016
· data Jobless Claims AS per 26 Agustus 2016
· indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Agustus 2016
Jum’at, 2 September 2016:
· indeks Construction PMI Inggris bulan Agustus 2016
· data Non Farm Payrolls AS bulan Agustus 2016
· data upah rata-rata per jam di AS bulan Agustus 2016
· data tingkat pengangguran di AS bulan Agustus 2016
· data neraca perdagangan AS bulan Juli 2016
· data Factory Orders AS bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) berencana menerbitkan produk investasi berupa Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) sekitar Rp 500 miliar – Rp 1 triliun pada tahun 2017. Sebelumnya perseroan bekerja sama dengan Sarana Multigriya Infrastruktur (SMF) untuk menerbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP). Rencana itu seiring dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang relatif rendah yang nantinya akan membuat investor akan melirik produk surat berharga sekuritisasi.
Kimia Farma (KAEF) melakukan transaksi sewa menyewa atas lahan kosong seluas 5.000 m2 kepada anak usahanya, yaitu PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia. Lahan tersebut terletak di Delta Sillicon, Kawasan Industri Lippo Cikarang, Bekasi Jawa Barat dengan nilai transaksi Rp 4.299.750.000. Jangka waktu sewa selama 15 tahun. Nilai sewa tersebut tidak material karena 0,23% dari ekuitas perseroan. PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia adalah perusahaan patungan perseroan dengan Sungwun Pharmacopia, dimana perseroan memiliki 75% saham perusahaan patungan tersebut dan 25% dimiliki Sungwun Pharmacopia Indonesia.
Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) melalui anak usahanya, Japfa Santori Australia Pty Ltd, melepas kepemilikannya pada peternakan Riveren dan Inverway di Australia. Perseroan menjual peternakannya kepada Lavington Pty Ltd, anak usaha Hancock Prospecting Pty Ltd. Peternakan tersebut merupakan bagian dari program pembiakan sapi potong perseroan yang memasok usaha penggemukan sapi potong di Indonesia. JPFA memilih melakukan pembiakan di dalam negeri untuk kebutuhan pasar Indonesia.
Cikarang Listrindo (POWR) menunjuk Barclays dan Deutsche Bank sebagai joint bookrunners dan lead managers untuk menangani penerbitan surat utang global perseroan senilai USD 550 juta. Emisi surat utang ini akan digunakan untuk melunasi kembali senior notes senilai USD 500 juta yang jatuh tempo pada 2019. Perseroan berharap mendapatkan bunga yang lebih rendah, tenor yang lebih panjang, dan covenant lebih ringan. Saat ini, POWR bersama General Electric tengah mematangkan ekspansi pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 1.100 MW di Cikarang, Jawa Barat.
Cikarang Listrindo (POWR) mengincar kepemilikan mayoritas dalam proyek patungan pembangunan PLTG berkapasitas 1.100 MW senilai USD 800 juta. PLTG akan dibangun di kawasan industri Megapolis Manunggal Cikarang, Jawa Barat. Pendanaan proyek patungan itu akan didapatkan dari project financing dengan porsi 70% pinjaman dan sisanya 30% dari ekuitas. Saat ini, perseroan tengah menggarap dua unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara dengan kapasitas 280 MW senilai USD 475 juta di Bekasi Utara. Pembangunan PLTU telah selesai 86% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 636% YoY menjadi USD 131,75 juta pada semester I-2016. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh margin produk yang kuat dan volume penjualan yang lebih tinggi dari kapasitas baru ethylene cracker perseroan. Sementara itu, pendapatan bersih TPIA selama semester I-2016 sebesar USD 892,11 juta, tumbuh 10,4% YoY. Margin petrokimia yang kuat dibantu oleh dinamika penawaran dan permintaan, biaya bahan baku yang lebih rendah, serta ditambah dengan volume penjualan yang lebih tinggi sebesar 37% YoY menjadi 1.037,8 KT.
Federal International Finance (FIF), anak usaha Astra International (ASII), melangsungkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi II tahap IV senilai Rp 2,13 triliun. Kupon yang ditawarkan surat utang tersebut berkisar 6,75-8,25% per tahun. Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk kebutuhan penyaluran kredit kendaraan bermotor roda dua.
Adi Sarana Armada (ASSA) akan mencari pinjaman sebesar Rp 400 miliar untuk kebutuhan ekspansi terutama penambahan armada. Perseroan berencana menambah armada hingga akhir tahun mencapai 20.000 unit dari yang sekarang sekitar 18.000 unit.
Mahaka Media (ABBA) mengakuisisi perusahaan start-up yang mengembangkan aplikasi digital, yakni Goers, yang menyediakan informasi event di perkotaan. Ekspansi ini untuk mendukung perkembangan bisnis unit usaha perseroan di bidang event. Goers menawarkan sebuah platform kepada para pemilik venue, event organizer, komunitas dan pengiklan untuk mengkomunikasikan usaha dan kegiatan mereka dengan dilengkapi teknologi personalization engine.
Pemerintah Provinsi Banten akan melepas saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan karena Pemprov Banten ingin fokus mengembangkan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten. Saat ini Pemprov Banten memiliki 520 juta saham atau sekitar 5,37% kepemilikan di Bank Jabar. Sedang saham mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 38,26%. Pemerintah Banten melalui PT Banten Global Development (BGD) telah menjadi pemilik saham sejak bank yang sebelumnya bernama Bank Pundi (BEKS) menggelar penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue tahap IV pada awal Agustus 2016. Kini BGD memiliki saham sebesar 37,64% di BPD Banten. Sementara pemerintah Banten yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Provinsi Banten juga memiliki saham di BJBR sebesar 13,13%.
Bank Bukopin (BBKP) akan merilis surat utang jangka menengah atau Medium Terms Notes (MTN) senilai Rp 268 miliar dengan kupon tetap sebesar 8,5% tiap tahunnya. MTN tersebut akan jatuh tempo pada 4 September 2017. Bank Mandiri (BMRI) bertindak sebagai agen pemantau pembayaran.
Serikat Pekerja Perusahaan Gas Negara (PGAS) menolak rencana pembentukan perusahaan induk (holding) migas yang hanya sebatas PT Pertamina (Persero) mengakuisisi PGN. Serikat Pekerja PGAS menyatakan akuisisi Pertamina terhadap PGN hanya akan melemahkan atau mengerdilkan PGN, karena bisnis PGN dan Pertamina merupakan bisnis yang saling menggantikan (subsitusi). Seluruh pekerja PGN menolak semua usaha untuk mengerdilkan dan menghilangkan peran PGN sebagai BUMN yang menyalurkan dan menyediakan gas bumi yang ramah lingkungan untuk seluruh wilayah Indonesia, baik setelah holding energi terbentuk maupun tidak.
Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) hingga semester I 2016 telah menggunakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 126 miliar dari total keseluruhan dana yang dialokasikan sekitar Rp 450-500 miliar di sepanjang tahun 2016. Dana capex tahun 2016 banyak digunakan untuk pengembangan bisnis rekreasi di kawasan Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan). Dana capex juga digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan dan maintenance setiap hari di area Ancol. Sementara untuk alokasi dana capex tahun 2017 masih akan dirinci pada September 2016.
Victoria Investama telah melakukan pembelian dilakukan sebanyak 227.272.727 saham Bank Victoria International (BVIC) pada 24 Agustus 2016 pada harga Rp 99 per saham atau Rp 22.499.999.973. Tujuan dari pembelian saham tersebut sebagai investasi yang merupakan kegiatan usaha utama Victoria Investama. Dengan penambahan tersebut, maka kepemilikan Victoria Investama di Bank Victoria International menjadi 3.938.845.973 saham atau mewakili 49,92% dari total saham BVIC.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming finance/NPF) industri bank umum syariah menembus 5,68% (gross) atau melampaui ketentuan maksimal 5%. Sementara NPF unit usaha syariah terkendali di level 3,49% (gross). Secara keseluruhan, NPF perbankan syariah baik bank umum syariah maupun unit usaha syariah, mencapai lebih dari 5% gross per Juni 2016. Saat ini realisasi NPF perbankan syariah secara net masih di bawah 5%. NPF gross bank umum syariah meningkat 59 basis poin dibandingkan semester I 2015. Namun NPF net hanya naik 11 bps. Pada periode yang sama tahun 2015, kenaikan NPF unit usaha syariah mencapai 46 bps (gross) dan 51 bps (net).
Pemerintah menjanjikan seluruh payung hukum kebijakan penyederhanaan perizinan rumah murah segera keluar. Paling lambat akhir tahun 2016 semua peraturan teknis tersebut selesai. Beberapa aturan teknis itu akan dituangkan melalui Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Daerah (Perda).
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan realisasi perpajakan hanya akan terkumpul 83% dari target sebesar Rp 1.539,2 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016, atau akan ada shortfall sebesar Rp 219 triliun. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan bahwa perkiraan shortfall sebesar Rp 219 triliun itu sudah termasuk skenario potensi penerimaan dari adanya kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Meski demikian Menkeu optimis kebijakan pengampunan pajak akan berhasil walau realisasinya saat ini baru mencapai Rp 1,45 triliun.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, menargetkan kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat mencapai 70% dari Produk Domestik Bruto, didukung oleh meningkatnya akses jasa keuangan untuk pembiayaan ke UMKM. Pemerintah dan bank sentral telah berkomitmen untuk menjadikan UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, mengingat sektor tersebut relatif kuat dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi. Saat ini kontribusi UMKM terhadap PDB nasional sebesar 60,3%.
Bank Indonesia (BI) menyatakan indeks harga konsumen pada Agustus 2016 kemungkinan terjadi deflasi. Hingga pekan ketiga Agustus 2016, BI menyurvei indeks harga konsumen di Indonesia terjadi deflasi 0,06% MtM. Kondisi indeks harga konsumen pada Agustus 2016 lazimnya terjadi koreksi karena menurunnya permintaan masyarakat, setelah tren konsumsi tinggi pada Ramadhan dan Lebaran pada Juni dan Juli 2016. Dengan kemungkinan besar deflasi pada Agustus 2016, maka inflasi secara tahunan pada bulan Agustus akan lebih rendah dari inflasi tahunan di Juli 2016 sebesar 3,21% YoY. Bank Indonesia memperkirakan inflasi tahunan hingga akhir tahun akan berada di bawah 3,5% atau lebih dekat dengan batas bawah dari jangkar inflasi bank sentral di 4%±1%.











0 comments:
Posting Komentar