Everyone Can Trade

JustForex

Jumat, 26 Agustus 2016

View Market IHSG 26Agustus16

Prediksi IHSG;
Pemerintah telah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).  guna mewujudkan Program Nasional Pembangunan 1 Juta Rumah. Biro Pusat Statistik (BPS) hingga akhir tahun 2015 lalu saat ini masih ada 17,3 persen atau sekitar 11,8 juta rumah tangga yang tinggal di hunian non milik (sewa, kontrak, numpang, rumah dinas atau tidak memiliki rumah sama sekali). Menko Perekonomian mengemukakan pengembang perumahan mewah masih banyak yang enggan menyediakan hunian menengah dan murah, karena untuk membangun hunian murah seluas 5 hektar, memerlukan proses perizinan yang lama dan biaya yang besar.
Paket Kebijakan Ekonomi XIII ini, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang isinya meliputi penyederhanaan jumlah dan waktu perizinan dengan menghapus atau mengurangi berbagai perizinan dan rekomendasi yang diperlukan untuk membangun rumah MBR dari semula sebanyak 33 izin dan tahapan, menjadi 11 izin dan rekomendasi. Pemerintah berharap dengan PKE yang baru ini maka pembangunan rumah untuk MBR dapat lebih cepat terealisasi. Sebab, pengurangan, penggabungan, dan percepatan proses perizinan untuk pembangunan rumah MBR, akan mengurangi biaya untuk pengurusan perizinan hingga 70%. Perbankan yang prioritas kuncuran kredit ke perumahan menengah bawah akan menjadi katalis positif bagi kinerja sahamnya terutama BBTN  dan perbankan pemerintah lainnya yang sebagian ke KPR..
Namun, sentimen positif diatas, akan terganjal oleh sentimen dari indeks saham Asia yang dibuka negatif, hal ini diperkirakan dapat mendorong IHSG bergerak mixed dengan penguatan terbatas

Perspektif tenikal
Support Level : 5426/5399/5385
Resistance Level : 5468/5482/5510
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down to up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

PGAS: Trading Buy
 Close 3330, TP 3400
 Boleh buy di level 3310-3330
 Resistance di 3400 & support di 3240
 Waspadai jika tembus di 3240
 Batasi resiko di 3220

ICBP: Trading Buy
 Close 9625, TP 9825
 Boleh buy di level  9575-9625
 Resistance di 9825 & support di 9350
 Waspadai jika tembus di 9350
 Batasi resiko di 9250

AALI : Trading Buy
 Close 16800, TP 17000
 Boleh buy di level  16700-16800
 Resistance di 17000 & support di 16400
 Waspadai jika tembus di 16400
 Batasi resiko di 16300

LSIP:  Trading Buy
 Close 1620, TP 1640
 Boleh buy di level  1600 -1620
 Resistance di 1640 & support di 1580
 Waspadai jika tembus di 1580
 Batasi resiko di 1570

ADRO:  Trading Buy
 Close 1100, TP 1120
 Boleh buy di level  1080-1100
 Resistance di 1120 & support di 1070
 Waspadai jika tembus di 1070
 Batasi resiko di 1050

INDY:  Trading Buy
 Close 715, TP 735
 Boleh buy di level  705-715
 Resistance di 735 & support di 680
 Waspadai jika tembus di 680
 Batasi resiko di 670

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
ELSA, BJBR, PPRO, SMCB, SMRA, KLBF, PTPP, WIKA, UNVR, AKRA, DILD, BBRI, BCIP, WTON, KRAS.

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 25-Aug-16
 Crude Oil-(barel) US$47.04  (0.27)
 Gold-(troy oz) US$1,325.48  (1.33)
 Nickel-(ton) US$9,995.00  (-270.00)
 Tin-(ton) US$18,850.00  (150.00)
 Coal (Newc)/ton US$67.00  (4.60)
 CPO Mal/ton* MYR2,852.50 (43.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,242.00 (-10.00)
*running

Agenda hari ini  - Jumat, 26 Agustus 2016
RUPSLB
• ASBI – RUPSLB

Economic Calendar:
• data National CPI Jepang bulan Juli 2016 bulan Agustus 2016
• indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan Agustus 2016
• data M3 Money Supply kawasan Euro bulan Juli 2016
• data GDP Inggris kwartal ke 2 tahun 2016 (second estimate)
• data GDP AS kwartal ke 2 tahun 2016 (Preliminary)
• data neraca perdagangan AS (khusus barang) bulan Juli 2016
• pidato Janet Yellen pada simposium Jackson Hole di Wyoming, AS
• indeks kepercayaan konsumen AS versi UoM bulan Agustus 2016 (Final)


VAS
HEADLINE NEWS

Kimia Farma (KAEF) menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) sebesar Rp 300 miliar pada 25 Agustus 2016. MTN Kimia Farma Tahun 2016 menawarkan kupon tetap 8,25% per tahun tempo 18 bulan yang akan kadaluarsa pada 25 Februari 2018. Bank Mandiri (BMRI) menjadi wali amanat penerbitan MTN tersebut.

Nirvana Development (NIRO) merevisi target pertumbuhan pendapatan sewa tahun ini menjadi di atas 15% menyusul akuisisi aset baru. Perseroan telah menyelesaikan akuisisi Supermall Sukabumi dari PT Griya Pesona Menara. Bangunan seluas 25.340 m2 itu diambil alih senilai Rp133,8 miliar, di luar pajak.

Kimia Farma (KAEF) giat melakukan ekspansi jaringan khususnya ritel untuk mendorong kinerja ke depan. Perseroan menargetkan ekspansi jaringan layanan kesehatan setiap tahunnya minimal 100 outlet apotek, 50 klinik kesehatan, dan 5 laboratorium klinik. Hingga semester pertama tahun ini realisasi penambahan jaringan tersebut baru 45 apotek dan 32 klinik kesehatan namun belum menambah laboratorium kesehatan. Untuk itu total yang dimiliki perseoran sekitar 770 apotek, 43 laboratorium klinik, dan 347 klinik kesehatan.

Bank Mandiri (BMRI) berencana menginjeksi dana segar untuk dua anak usahanya pada tahun ini. Anak usaha yang akan menerima tambahan modal adalah PT Bank Syariah Mandiri dan Mandiri Capital Indonesia dengan nilai total sekitar Rp1,2 triliun.

Bank Tabungan Negara (BBTN) akan mengakuisisi badan usaha milik negara (BUMN) atau anak usaha BUMN terkait rencana perseroan untuk memiliki anak usaha. Selain sedang mengurus pendirian anak usaha asuransi dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), BBTN berencana mengakuisisi perusahaan manajemen investasi dan multifinance.

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) merencanakan penerbitan medium term notes (MTN) pada semester II/2016. Dana penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk langkah ekspansi perseroan ke depannya.

ABM Investama (ABMM) melalui anak usahanya, Sumberdaya Sewatama, membidik tender pembangkit listrik dari PLN dengan total kapasitas 600-700 MW tahun ini. Keikutsertaan tender proyek tersebut merupakan bagian dari target perseroan untuk pembangunan pembangkit listrik dengan total kapasitas 1.750 MW hingga tahun 2020. ABMM membidik tender-tender listrik di lokasi Sewatama telah beroperasi terutama di Sumatera dan Indonesia Timur. Saat ini, Sewatama sedang menunggu proses tender proyek pembangkit listrik berkapasitas 2X200 MW di Sumatera. Dalam menggarap pembangkit listrik tersebut, Sewatama telah membentuk konsorsium.

Krakatau Steel (KRAS) berencana membangun PLTU berkapasitas 1X150 MW dan coal fired boiler 2X80 MW. Nilai investasi dua proyek tersebut sekitar Rp 3,3 triliun. Saat ini, ekspansi PLTU 1x150 MW dalam proses persiapan tender kontraktor dengan nilai investasi sekitar Rp 2,3 triliun. PLTU tersebut ditargetkan beroperasi pada 2019. Perseroan juga akan menggelar tender kontraktor coal fired boiler 2X80 MW dengan nilai investasi diperkirakan sekitar Rp 1 triliun. Pembangkit ini ditargetkan beroperasi pada 2018. Sementara itu, RUPSLB menyetujui rights issue senilai Rp 1,8 triliun dan akan dieksekusi pada kuartal IV-2016.

Krakatau Steel (KRAS) berharap dengan berjalannya proyek infrastruktur pemerintah, permintaan baja akan terus meningkat. Pada akhir tahun ini, perseroan menargetkan volume penjualan mencapai 2,3 juta ton. KRAS memproyeksikan rugi bersih sekitar USD 51 juta pada 2016 dan akan beralih menjadi laba bersih sekitar USD 115 juta pada akhir 2017. Salah satu faktor yang akan membuat perseroan memperoleh laba bersih tahun depan adalah faktor efisiensi karena telah beroperasinya pabrik blast furnace. Proyek ini diperkirakan mampu menurunkan biaya bahan baku dan biaya listrik sehingga berdampak pada turunnya biaya produksi sebesar USD 58,3 per ton.

Jaya Real Property (JRPT) memulai pembangunan rumah susun milik (rusunami) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Bintaro pada September 2016. Perseroan pada tahap pertama akan membangun satu menara yang terdiri atas 600 unit. Hunian tersebut akan dikembangkan dalam tujuh tahun ke depan. Investasi untuk bangunan rusunami sekitar Rp 100 miliar per tower.

Konsorsium Cita Mineral Investindo (CITA) masih menunda pembangunan pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit menjadi alumina tahap dua yang ditargetkan berkapasitas satu juta ton per tahun. Pinjaman yang diproyeksikan selesai pada Juli 2016 belum dapat dicairkan hingga waktu yang belum ditentukan. Konsorsium bank masih me-review secara teknis operasional smelter tahap I yang telah selesai sebelum memberikan pinjaman untuk smelter tahap II. Apabila pembangunan smelter dimulai tahun ini, maka proyek tersebut diperkirakan selesai pada 2018.

Metrodata Electronics (MTDL) melalui anak usahanya, Mitra Integrasi Informatika, akan membeli saham perusahaan pengembang aplikasi, Dwitunggal Solusindo Prima. Perseroan tengah menjajaki untuk membeli saham Dwitunggal Solusindo melalui mekanisme penerbitan saham baru sebesar 20% dan dilanjutkan dengan pembelian saham dari pemegang saham existing sebesar 17,5%. Dwitunggal Solusindo merupakan perusahaan pembuatan, pengembangan, dan implementasi aplikasi mobility untuk kegiatan bisnis. MTDL menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun ini sebesar 10%.

Sebanyak 4 bank domestik dan 6 kantor cabang bank asing telah menyepakati Global Master Repurchase Agreement (GMRA) untuk meningkatkan transaksi repo antar bank dan mempermudah pasokan likuiditas yang pada akhirnya dapat meningkatkan saluran kredit. Kesepuluh bank tersebut adalah 4 bank domestik yakni Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Sedang 6 kantor cabang bank asing adalah Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Bank Mizuho Indonesia, JP Morgan, ANZ, DBS Bank dan Standard Chartered. Peningkatan transaksi repo yang dapat menjadi alternatif pendanaan bagi perbankan, dapat memperdalam pasar keuangan mengingat selama ini banyak bank lebih menyalurkan kelebihan likuiditas untuk disimpan di sertifikat Bank Indonesia.

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp 300 miliar, dari total keseluruhan penerbitan sebesar Rp 1 triliun. Obligasi ini terbagi dalam 2 tenor, yaitu 3 tahun dan 5 tahun. Obligasi bertenor 3 tahun memiliki kupon sebesar 8,1%-8,6%, sedangkan tenor 5 tahun memiliki bunga 8,2%-8,7%. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut untuk pengembangan lini bisnis perseroan. Sebanyak 60% akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha dalam bidang rekreasi, yakni pengembangan dan pemeliharaan Dunia Fantasi (Dufan), Kawasan Pantai, Seaworld Ancol, Ocean Dream Samudra, Atlantis Water Adventure, dan Pasar Seni melalui penyertaan modal pada entitas anak perseroan yaitu Taman Impian Jaya Ancol. Sebanyak 40% akan digunakan untuk pengembangan properti yang akan dibangun. PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Obligasi ini telah mendapatkan peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Jasa Marga (JSMR) berencana menggunakan kas internal untuk melunasi obligasi jatuh tempo pada September 2016. Jasa Marga memiliki obligasi seri B yang jatuh tempo pada 27 September 2016 senilai Rp 400 miliar. Perseroan akan fokus pada penerbitan saham baru (rights issue) dengan HMETD pada tahun 2016 dengan target perolehan dana Rp 1,7 triliun. Rencana penggunaan dana seluruhnya untuk pembangunan infrastruktur. Selanjutnya perseroan berencana menerbitkan obligasi pada sekitar kuartal I 2017 untuk pendanaan refinancing.

Medco Energi Internasional (MEDC) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham atau right issue. Melalui right issue  itu Perseroan akan menerbitkan saham  sebanyak-banyaknya 1.306.618.100 saham dengan nilai nominal Rp 100. Perseroan akan memperoleh dana tambahan sebesar maksimum Rp 1,94 triliun. Dana tersebut, akan digunakan sekitar 70% untuk pembayaran utang yang akan jatuh tempo dan sekitar 30% untuk belanja modal, termasuk belanja modal yang muncul dari akuisisi aset di masa yang akan datang. Dengan dilaksanakannya penambahan modal melalui right issuet ersebut, maka saham perseroan akan terdilusi sebesar maksimum 27%.

Sri Rejeki Isman (SRIL) menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun 2016 sebesar 7% menjadi USD 675,53 juta setelah berencana membangun pabrik baru dan memperluas pasar. Saat ini perusahaan telah meraih pendapatan sebesar USD 371 juta atau 54,91% dari target perusahaan. Perseroan juga akan menargetkan peningkatan produksi sebesar 10% dari pabrik yang dimilikinya saat ini. Perseroan memiliki wacana untuk membangun pabrik baru pada tahun 2016 ini yang kemungkinan besar di Solo, Jawa Tengah. Saat ini penjualan ekspor Sritex telah mencapai 50% dari total penjualan, yaitu ke 50 negara. Sritex tengah mengincar pasar baru yaitu Australia dan Amerika Selatan. Sritex akan mengeluarkan produk baru berupa pakaian tahan api untuk petugas pemadam kebakaran. Produk ini akan menyasar pasar luar negeri.

Intan Baruprana Finance (IBFN) melakukan restrukturisasi pinjaman yang diperoleh dari Bank Mestika Dharma (BBMD) pada 24 Agustus 2016 yaitu kredit modal kerja sebesar Rp 47.968.127.602. Skema restrukturisasi berupa perubahan jangka waktu pinjaman atas 2 fasilitas. Restrukturisasi fasilitas ini akan memperbaiki arus kas perusahaan karena beban pembayaran ke bank kreditur menjadi lebih ringan.

Eterindo Wahanatama (ETWA) mencatat rugi periode berjalan sebesar Rp 21,08 miliar pada periode Juni 2016. Rugi tersebut turun dibandingkan rugi Rp 65,56 miliar per Juni 2015. Penjualan neto naik menjadi Rp 221,49 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 176,11 miliar.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi rendah di akhir tahun 2016. BI memperkirakan inflasi di akhir tahun 2016 bisa berada di bawah 3,5% YoY tergantung beberapa skenario. Menurut BI, komitmen pemerintah untuk mengendalikan harga pangan sangat baik. Pemerintah juga memberi sinyal untuk membuka keran impor.  
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured