Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 25 Agustus 2016

View Market IHSG 25Agustus16

Prediksi IHSG;
Pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi tahap XIII dengan fokus utama menghilangkan, menggabung dan mempercepatan proses perizinan bagi pengembang atau pengusaha yang membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah Paket ini menurunkan biaya untuk pengurusan perizinan hingga 70%. Paket ini diharapkan mendorong pencapaian target 1 juta rumah.
DPR RI menyetujui privatisasi empat BUMN dengan mempertahankan kepemilikan pemerintah disertai penyertaan modal negara (PMN)  Syarat minimal kepemilikan saham pemerintah tersebut, yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar 65,05%, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Tbk 70%, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebesar 80%, dan PT Pembangunan Perumahan TBk (PTPP) dengan saham minimal 51%. Sedangkan PMN yang diberikan kepada WIKA sebesar Rp4 triliun, JSMR sebesar Rp1,25 triliun, KRAS sebesar Rp1,5 triliun, dan PTPP sebesar Rp2,25 triliun. Rencana keempat saham menerbitkan saham baru, dapat mendorong kinerja keuangan yang relatif membaik. Sentimen ini diharapkan dapat mendorong volatilitas yang lebar terhada[ keempat saham tersebut. Ditambah dengan keluarnya stimulus ekonomi tahap XIII, diperkirakan dapat menjadi katalis positif ke market, serta berpeluang mendorong IHSG ke teritori positif hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 5387/5369/5353
Resistance Level :   5420/5436/5453
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

ASII: Trading Buy
 Close 8200, TP 8375
 Boleh buy di level 8150-8200
 Resistance di 8375 & support di 8125
 Waspadai jika tembus di 8125
 Batasi resiko di 8075

BSDE: Trading Buy
 Close 2240, TP 2320
 Boleh buy di level  2220-2240
 Resistance di 2320 & support di 2200
 Waspadai jika tembus di 2200
 Batasi resiko di 2180

UNTR : Trading Buy
 Close 17775, TP 17975
 Boleh buy di level  17700-17775
 Resistance di 17975 & support di 17400
 Waspadai jika tembus di 17400
 Batasi resiko di 17300

MNCN:  Trading Buy
 Close 1980, TP 2040
 Boleh buy di level  1960-1980
 Resistance di 2040 & support di 1855
 Waspadai jika tembus di 1855
 Batasi resiko di 1845

NIKL:  Trading Buy
 Close 830, TP 860
 Boleh buy di level  810-830
 Resistance di 860 & support di 790
 Waspadai jika tembus di 790
 Batasi resiko di 780

BBTN:  Trading Buy
 Close 1985, TP 2010
 Boleh buy di level  1975-1985
 Resistance di 2010 & support di 1950
 Waspadai jika tembus di 1950
 Batasi resiko di 1940

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
KRAS, BDMN, BCIP, TLKM, MSKY, RALS, PTPP

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 24-Aug-16
 Crude Oil-(barel) US$47.27  (-0.83)
 Gold-(troy oz) US$1,337.23  (-0.34)
 Nickel-(ton) US$10,265.00  (0.00)
 Tin-(ton) US$18,700.00  (160.00)
 Coal (Newc)/ton US$67.10  (4.70)
 CPO Mal/ton* MYR2,809.00 (-8.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,251.50 (29.50)
*running

Agenda hari ini  - Kamis, 25 Agustus 2016
RUPSLB
• KRAS – RUPSLB
• BNLI – RUPSLB

UPCOMING IPO'S
• IKBI, cash dividen $0.00234, cum 24 Aug-16, ex 25 Aug-16

Economic Calendar:
• indeks kepercayaan bisnis Jerman versi IFO bulan Agustus 2016
• indeks CBI Realized Sales Inggris bulan Agustus 2016
• data Durable Goods Orders AS bulan Juli 2016
• data Jobless Claims AS per 19 Agustus 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) akan kembali menjual batu bara ke Cina pada kuartal III atau kuartal IV 2016 dengan harga yang bagus. Sebelumnya PTBA tidak menjual batu bara ke China karena harga jual di Cina sangat rendah. Saat ini di Cina tengah menerapkan kebijakan mengurangi waktu bekerja yang berdampak pada kapasitas produksi batu bara Cina turun sebesar 600 juta ton per tahun. Kapasitas produksi batu bara Cina mencapai 2,5 miliar ton per tahun dengan tingkat konsumsi batu bara sebanyak 1,5 miliar miliar ton per tahun. Sedangkan produksi batu bara Indonesia saat ini diprediksi hanya 300 juta ton per tahun. Dengan selisih itu ditambah adanya permintaan negara-negara baru yang mengkonsumsi batu bara, perseroan memperkirakan masih cukup tinggi sehingga mendorong harga batu bara naik. Mengenai harga rata-rata batu bara PTBA, maka harganya masih dalam harga yang premium. Dengan batu bara yang dimiliki perseroan dengan kalori 6.100 dan bila dikonversi dengan indeks Newcastle, maka PTBA masih mendapatkan harga di atas sekitar USD 4 per ton. Saat ini jumlah cadangan batu bara di Indonesia mencapai 31 miliar ton dan PTBA memiliki 10% atau 3,1 miliar ton. Apabila produksi PTBA saat ini 30 juta ton per tahun, maka ketersediaan batu bara perseroan bisa mencapai 100 tahun lagi. PTBA menargetkan produksi batu bara pada tahun 2024 sebanyak 100 juta ton per tahun dan menjadi produsen batu bara terbesar di Indonesia. Sedangkan pada tahun 2016 perseroan menargetkan penjualan batu bara 29,17 juta ton atau naik 51% dari tahun sebelumnya 19,10 juta ton. Dengan demikian rencana produksi dan pembeliannya sebesar 28,32 juta ton atau 37% dibanding tahun sebelumnya sekitar 20,74 juta ton.

Dana repatriasi dari program pengampunan pajak atau tax amnesty yang telah masuk ke Bank Mandiri (BMRI) baru mencapai Rp 100 miliar. Perseroan terus berupaya menarik minat investor untuk memulangkan aset mereka di luar negeri. Menurut perseroan wajib pajak yang menyatakan minat untuk melakukan repatriasi terhadap Bank Mandiri sekitar Rp 8,5 triliun, baik perorangan maupun korporasi. Masih minimnya dana repatriasi yang masuk, karena para wajib pajak saat ini masih dalam kajian instrumen investasi yang dipilih dalam penempatan dananya. Bank Mandiri menyiapkan instrumen, seperti deposito, saham, obligasi, Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPR), serta produk-produk lainnya.

Bank Mandiri (BMRI) akan meningkatkan porsi pendanaan selain simpanan sekitar 8% hingga tahun 2019 guna meminimalisir ketimpangan antara pembiayaan dan ketersedian dana jangka panjang. Upaya peningkatan porsi pendanaan tersebut, termasuk salah satu alasan perseroan merilis obligasi berkelanjutan I sebesar Rp 14 triliun hingga tahun 2018. Tahap pertama perseroan menerbitkan obligasi sebesar Rp 5 triliun. Surat utang tersebut akan menekan LFR (loan to funding ratio) 0,5%-0,7%. Sementara jika obligasi berkelanjutan I senilai Rp 14 triliun selesai diterbitkan tahun 2018, maka dapat menekan LFR sekitar 1%-1,2%. Saat ini rasio pendanaan selain simpanan berkisar 4%. Wholesale funding (rasio pendanaan selain simpanan) akan terus ditingkatkan hingga 8% di tahun 2019.

Bank Mandiri (BMRI) meyakini kredit perseroan masih dapat tumbuh di rentang 10%-12%, di tengah langkah Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan menjadi 7%-9%. Keyakinan itu berdasarkan realisasi pertumbuhan kredit yang mencapai 10,5% hingga Juli 2016. Di sisa tahun 2016 perseroan ingin mendorong saluran kredit infrastruktur, sejalan dengan diperolehnya pendanaan dari penerbitan obligasi berkelanjutan I sebesar Rp 5 triliun. Dengan tambahan pendanaan tersebut, perseroan memperkirakan kredit infrastruktur bank Mandiri dapat tumbuh 20 % YoY.

Bank Mandiri (BMRI) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I dalam 3 seri, yaitu seri A bertenor 5 tahun dengan kisaran kupon 7,75%-8,25%, seri B bertenor 7 tahun berkisar 8,15%-8,65% dan seri C bertenor 10 tahun berkisar 8,40%-8,90%. Penerbitan obligasi memiliki target indikatif Rp 5 triliun sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan perbaikan struktur pendanaan bank dalam jangka panjang. Namun secara keseluruhan rencana penerbitan obligasi ini sebesar Rp 14 triliun yang akan dilakukan dalam kurun waktu 2016-2018. Penerbitan obligasi tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan pendanaan dalam mendukung ketersediaan infrastruktur nasional. Penerbitan obligasi berkelanjutan ini akan mendukung Bank Mandiri untuk dapat memberikan pembiayaan jangka panjang 5 - 10 tahun sesuai dengan kebutuhan pembiayaan infrastuktur dan perumahan yang lebih panjang. Sebagian dari hasil penerbitan obligasi tersebut juga akan digunakan untuk membiayai pembayaran obligasi subordinasi perseroan yang jatuh tempo pada 11 Desember 2016.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) menargetkan penambahan panjang pipa gas bumi sepanjang 1.685 kilometer di sejumlah daerah di Indonesia dalam periode 2016-2019. Hingga kini PGAS telah membangun pipa gas dengan biaya sendiri sepanjang lebih dari 7.100 km. Dengan pertambahan pembangunan pipa baru, maka pada tahun 2019 total panjang pipa PGN mencapai 8.656 km. Penambahan panjang pipa tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Rencana pembangunan pipa itu diantaranya proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access di Semarang dan pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting serta daerah baru lainnya. Selain itu, PGN juga akan menambah 60 SPBG di berbagai daerah mulai DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau dan Sumatera Utara. PGN juga berencana membangun Mini LNG sistem untuk Indonesia bagian tengah dan timur. Hingga saat ini PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi mencapai lebih dari 7.100 km atau setara 76% dari total pipa gas bumi nasional.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) menargetkan penyaluran gas bumi mencapai 1.902 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada tahun 2019 dengan total panjang pipa 8.656 km. Pemanfaatan gas sebanyak 1.902 MMSCFD tersebut akan menciptakan penghematan bagi pelanggan sebesar Rp 110,9 triliun per tahun. PGN akan menambah panjang pipa gas sepanjang 1.685 km dalam periode 2016-2019, diantaranya pipa transmisi akses bersama (open access) Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access di Semarang, dan pipa distribusi gas. PGN juga diberi mandat oleh pemerintah untuk membangun pipa distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping. Proyek ini dibiayai PGN sendiri, tanpa APBN. Selain pipa gas, PGN juga akan menambah 60 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara.

Maybank Indonesia (BNII) memperkirakan pertumbuhan kredit di semester II 2016 tidak akan jauh berbeda dengan pertumbuhan kredit di semester I 2016. Hal itu karena belum ada perbaikan signifikan terhadap situasi dan kondisi ekonomi secara nasional. Namun Maybank Indonesia terus berupaya agar pertumbuhan kredit dapat maksimal. Perseroan berharap pertumbuhan kredit bisa sekitar 9%-11%. Belum maksimalnya proyek dan implementasi kebijakan ekonomi berdampak terhadap hampir semua lini bisnis, sehingga pertumbuhan kredit belum maksimal.

Maybank Indonesia (BNII) berharap 12 paket kebijakan ekonomi memberi efek signifikan terhadap perbaikan ekonomi. Namun manajemen BNII menilai 12 paket kebijakan ekonomi belum maksimal memberi dampak terhadap perbaikan ekonomi di Indonesia.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) berkomitmen mendukung kemajuan UMKM di Kota Medan terutama dalam hal penyediaan fasilitas internet, sehingga pelaku usaha kecil tersebut nantinya mampu bersaing terutama di pasar global dalam memasarkan produknya. Pemerintah telah menginstruksikan agar Telkom juga mampu mendorong kemajuan Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) karena disadari bahwa usaha kecil tersebut ternyata sangat banyak menyerap tenaga kerja. Untuk itu Telkom berupaya setidaknya mampu menjangkau 3 pelaku UMKM agar tersentuh Information and Communication Technology (ICT) yang dinilai memang selama ini menjadi salah satu kelemahan UMKM sebagai upaya mengembangkan usahanya.

Garuda Indonesia (GIAA) mengkaji potensi penerbangan langsung dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, ke Jeddah, Arab Saudi, mengingat permintaan yang tinggi akan destinasi ke Tanah Suci. Namun potensi bisnis tersebut masih dijajaki saat ini dan harus mendapat dukungan dari sektor-sektor lainnya. Begitu pula dengan rencana rute internasional lainnya, saat ini masih dikaji potensi bisnisnya.

Pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada 24 Agustus 2016. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan dengan adanya paket yang baru ini pemerintah berharap pembangunan rumah untuk MBR dapat lebih cepat terealisasi. Pengurangan, penggabungan dan percepatan proses perizinan untuk pembangunan rumah MBR, akan mengurangi biaya untuk pengurusan perizinan hingga 70%. Nantinya pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang isinya meliputi penyederhanaan jumlah dan waktu perizinan dengan menghapus atau mengurangi berbagai perizinan dan rekomendasi yang diperlukan untuk membangun rumah MBR dari semula sebanyak 33 izin dan tahapan, menjadi 11 izin dan rekomendasi. Dengan pengurangan perizinan dan tahapan ini, maka waktu pembangunan MBR yang selama ini rata-rata mencapai 769-981 hari dapat dipercepat menjadi 44 hari.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured