Prediksi IHSG;
Pernyataan pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (the Fed) belakangan ini cenderung semakin hawkish. John Williams yang menghidupkan kembali harapan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada waktu dekat ini. Menurutnya, Dalam konteks ekonomi domestik yang bergerak dengan kuat didorong oleh momentum yang baik, sangat masuk akal jika Fed ingin menaikan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan Kementerian Keuangan belum menetapkan harga jual maupun tarif cukai rokok terbaru. Pemerintah mengeluarkan pernyataan ini seiring dengan adanya hasil studi yang dilakukan oleh salah satu pusat kajian ekonomi mengenai sensitivitas kenaikan harga rokok terhadap konsumsi rokok membuat wacana kenaikan harga jual rokok berkembang di publik. Kementerian Keuangan akan melakukan kebijakan mengenai penetapan harga jual eceran maupun tarif cukai rokok sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Cukai, selain itu penetapan tersebut akan dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2017.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan indeks harga konsumen hingga pekan ketiga Agustus 2016 terjadi deflasi sebesar 0,6%. Terjadinya deflasi pada Agustus 2016 bukan karena lemahnya permintan masyarakat, karena harga-harga terjadi koreksi setelah lebaran.
Sentimen di atas masih minim untuk memberikan dukungan bagi IHSG ke zona positif. Untuk itu, IHSG diperkirakan bergerak mixed, dan rentan terjadi koreksi pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 5406/5384/5369
Resistance Level : 5442/5457/5478
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 3240, TP 3290
Boleh buy di level 3220-3240
Resistance di 3290 & support di 3160
Waspadai jika tembus di 3160
Batasi resiko di 3140
ASII: Trading Buy
Close 8300, TP 8400
Boleh buy di level 8200-8300
Resistance di 8400 & support di 8175
Waspadai jika tembus di 8175
Batasi resiko di 8100
UNTR : Trading Buy
Close 17275, TP 17550
Boleh buy di level 17200-17275
Resistance di 17550 & support di 16925
Waspadai jika tembus di 16925
Batasi resiko di 16850
ICBP: Trading Buy
Close 9250, TP 9325
Boleh buy di level 9150-9250
Resistance di 9325 & support di 9100
Waspadai jika tembus di 9100
Batasi resiko di 9000
BBNI: Trading Buy
Close 5775, TP 5975
Boleh buy di level 5700-5775
Resistance di 5975 & support di 5675
Waspadai jika tembus di 5675
Batasi resiko di 5600
BBKP: Trading Buy
Close 735, TP 745
Boleh buy di level 725-735
Resistance di 745 & support di 720
Waspadai jika tembus di 720
Batasi resiko di 710
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ADHI, KIJA, MPMX, LPCK, JPFA, CTRA,
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 22-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$47.71 (-0.81)
Gold-(troy oz) US$1,334.30 (-6.96)
Nickel-(ton) US$10,355.00 (5.00)
Tin-(ton) US$18,540.00 (150.00)
Coal (Newc)/ton US$67.55 (5.15)
CPO Mal/ton* MYR2,860.00 (32.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,226.00 (63.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 23 Agustus 2016
RUPSLB
• CNTX – RUPSLB
• CNTB – RUPSLB
• ELTY – RUPST
• PTPP – RUPSLB
Economic Calendar:
• pidato gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda
• indeks Flash Manufacturing dan Services PMI Jerman bulan Agustus 2016\
• indeks Flash Manufacturing dan Services PMI zona Euro bulan Agustus 2016
• indeks kepercayaan konsumen zona Euro versi Eurostat bulan Agustus 2016
• data New Home Sales AS bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Indonesia Prima Property (INPP) telah menandatangani akta jual beli saham pada 18 Agustus 2016 untuk melepas kepemilikannya di PT Panen Lestari Basuki (PLB) sebanyak 3.249.000 lembar saham PLB yang mewakili 99,97 persen saham kepada Aurora Development Pte Ltd (JVCO) yang berkedudukan di Singapura. Nilai transaksi penjualan sebesar Rp3.249.573.023.631. Untuk penyelesaian pembayaran harga saham PLB tersebut, JVCO telah menyerahkan deposit sebesar US$12.200.000 dan menerbitkan dua notes dalam mata uang dolar AS yang seluruhnya berjumlah US$247.902.362.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Wijaya Karya (WIKA) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebesar Rp 6,1 triliun. Dana tersebut terdiri dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 4 triliun dan Rp 2,1 triliun berasal dari pemegang saham publik. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai modal kerja proyek-proyek yang digarap WIKA. Proceed PMN kebanyakan untuk proyek infrastruktur yang masuk di Perpres nomor 3 tahun 2016, sesuai amanah pemerintah selaku pemegang saham mayoritas. Dana hasil rights issue tersebut tidak akan digunakan untuk pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pendanaan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terdiri dari 75% hasil pinjaman dari China Development Bank (CDB). Sementara 25% berasal dari pendanaan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang terdiri 4 BUMN yakni Wijaya Karya (WIKA), Jasa Marga (JSMR), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dari 25% itu terdiri dari 60% 4 BUMN tersebut dan 40% China Railway Construction Corporation Ltd., yaitu mitra dari China yang membangun. Proses pencairan dana pinjaman dari CDB diperkirakan akan selesai pada akhir September 2016. Saat ini pihak CDB masih mengurusi proses perizinan dengan pihak Bank Sentral China.
Wijaya Karya (WIKA) mencatatkan total kontrak yang dihadapi pada akhir Agustus 2016 sebesar Rp 70,15 triliun, termasuk didalamnya kontrak sipil infrastruktur Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan berbagai kontrak baru dengan BUMN Perkebunan dan Perikanan. Kontrak Perkebunan dan Perikanan tersebut meliputi pengelolaan lahan di Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa dan luar Jawa seluas total lebih dari 600 hektar dan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit, pabrik gula, rumah sakit, mall, hotel, apartemen dan kawasan komersial serta perkantoran. Pencapaian kontrak WIKA itu meningkat hingga 201,5% dibandingkan kontrak Perseroan pada akhir Agustus 2015 kontrak senilai Rp 34,31 triliun.
Wijaya Karya (WIKA) hingga Agustus 2016 tercatat telah memperoleh kontrak proyek sebesar Rp 70,15 triliun, meningkat dibandingkan Agustus 2015 yang mencapai Rp 34,31 triliun. Hingga Agustus 2016 pencapaian kontrak WIKA melonjak hingga 201,5% YoY. Perolehan kontrak tersebut berasal dari kontrak sipil infrastruktur Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta berbagai kontrak baru dengan BUMN Perkebunan dan Perikanan yang meliputi pengelolaan lahan di Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa dan luar Jawa. Total lahannya 600 hektar dan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit, pabrik gula, rumah sakit, mall, hotel, apartemen dan kawasan komersial serta perkantoran. Perolehan kontrak tersebut sudah melebihi capaian total kontrak WIKA di 2016 sebesar Rp 70 triliun. Sementara tahun 2016 perseroan menargetkan raihan kontrak sebesar Rp 86 triliun, yang terdiri dari Rp 52 triliun kontrak baru dan sisanya carry over.
Pembangunan Perumahan (PTPP) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) dengan jumlah saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 1.776.311.645 saham dengan harga nominal Rp 100 per saham. Perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 23 Agustus 2016. Perseroan berharap akan bisa melaksanakan rights issue sekitar Oktober 2016. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan terdilusi maksimal 26,8%. Dana yang diperoleh dari rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja dan mempercepat program infrastruktur, antara lain pengembangan kawasan industri pelabuhan, jalan tol dan membangun apartemen menengah dan rendah serta modal kerja.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan memperbanyak keberadaan teras digital di seluruh wilayah Papua. Teras digital sementara baru satu unit, nanti minimal punya satu teras digital di daerah yang ada kantor cabangnya. Secara bertahap minimal ada 13 teras digital. Teras digital tidak hanya untuk transaksi layanan BRI, tetapi juga agar masyarakat mudah mendapat informasi mengenai perkembangan harga pasar dan siapa penjualnya. Saat ini sebanyak 338 desa di Papua yang telah dimasuki layanan BRI melalui 13 kantor cabang, 12 KCP, 70 unit, 50 teras dan 2.300 Agen BRIlink, serta 300 mesin ATM.
Bank Mandiri (BMRI) menyalurkan kredit Rp 700 miliar kepada PT Cempaka Sinergy Realty (CSR) untuk membiayai pembangunan Apartment Arandra Residence sebanyak 5 tower di kawasan Cempaka Putih Jakarta. Pembangunan apartemen Arandra Residence akan mulai dilaksanakan pada tahun 2016 dan diharapkan selesai pada tahun 2020. Perseroan juga akan mendukung sisi pemasaran apartemen yang akan dibangun oleh salah satu grup usaha Gamaland Properti tersebut melalui penyediaan kredit kepemilikan apartement yang kompetitif di pasar. Bank Mandiri berkomitmen mendukung pengembangan proyek yang dilakukan PT CSR maupun Gamaland Group melalui berbagi produk dan layanan keuangan yang dibutuhkan. Per Juni 2016, Bank Mandiri telah mengucurkan pembiayaan senilai Rp 12,7 triliun kepada berbagai pengembang di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk pembiayaan kepemilikan rumah, perseroan telah menyalurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hingga sebesar Rp 28.3 triliun pada akhir Juni 2016.
Sampai dengan semester I 2016 Lippo Karawaci (LPKR) meraih pendapatan sebesar Rp 5,1 triliun atau tumbuh 8% YoY. Laba kotor naik 2% menjadi Rp 2,3 triliun. Sedangkan EBITDA turun 15% menjadi Rp 1,2 triliun. Laba bersih turun 36% menjadi Rp 498 miliar. Melemahnya sektor properti terutama disebabkan adanya ketidakpastian atas implementasi dan dampak tax amnesty ke sektor properti. Pendapatan divisi residential & urban development turun 16% menjadi Rp 1,8 triliun, di mana pendapatan dari divisi Townships naik sebesar 8% YoY menjadi Rp 1,2 triliun. Pendapatan dari divisi Large Scale Integrated Developments turun 41% menjadi Rp 610 miliar, di mana pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian konstruksi dari Kemang Village dan St Moritz, Jakarta, turun drastis dibandingkan dengan periode semester I 2015. Hal tersebut disebabkan oleh hampir selesainya pembangunan dan penyerahan unit hunian di kedua proyek tersebut. Sementara pendapatan recurring LPKR tumbuh 26% menjadi Rp 3,3 triliun, memberikan kontribusi sebesar 65% terhadap total pendapatan LPKR yang didukung oleh pertumbuhan yang kuat dari divisi Healthcare dan Mal. Pendapatan divisi Healthcare meningkat 29% menjadi Rp 2,6 triliun, di mana 7 rumah sakit mapan memberikan kontribusi sebesar Rp 1,4 triliun atau 56% dari total. Pasien rawat inap tumbuh 19%, sedangkan kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 21%. Dengan pembukaan rumah sakit baru, Siloam Hospitals Buton, Bau-bau dan Siloam Hospitals Samarinda pada April 2016, Siloam saat ini mengelola 23 rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur lebih dari 5.100. Pembukaan rumah sakit-rumah sakit baru telah dijadwalkan pada semester II 2016. Pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel naik sebesar 22% menjadi Rp 346 miliar. Pendapatan dari mal naik sebesar 48% menjadi Rp 164 miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri. Pada kuartal II 2016 Lippo Malls telah mengelola 44 mal di seluruh Indonesia. Pendapatan Hotels & Hospitality naik sebesar 5% menjadi Rp 183 miliar.
Capitalinc Investment (MTFN) membukukan penurunan pendapatan per 31 Desember 2015 menjadi Rp 37,36 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 150,07 miliar. Rugi tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 249,89 miliar dari sebelumnya rugi Rp 1,57 triliun.
PT. Aneka Gas Industri akan melepas saham dalam penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) maksimal 766,66 juta saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menawarkan harga IPO di kisaran Rp 1.000 - Rp 1.290 per saham. Dengan demikian dana yang ditargetkan dari IPO ini berkisar Rp 766,6 miliar - Rp 989 miliar. Sebesar 40% dari dana IPO digunakan untuk belanja modal penambahan gas plant atau filling station dan peremajaan pabrik perseroan. Sebesar 40% digunakan untuk membayar sebagian utangnya dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan entitas anak. Aneka Gas memiliki 44 plant dan lebih dari 80 filling stations yang tersebar di 22 propinsi di Indonesia. Aneka Gas Industri akan melakukan penawaran umum pada 19-22 September 2016 dan dijadwalkan bisa listing di bursa pada akhir September 2016. Aneka Gas Industri menunjuk 3 penjamin emisi yakni PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB Securities Indonesia. Perseroan menjual beberapa produk gas industri, seperti gas udara seperti oksigen, nitrogen, dan argon. Perseroan juga menjual gas campuran, gas sintetis, gas khusus, dan bahan bakar gas. Produk perseroan bisa digunakan dari hulu ke hilir, seperti di sektor manufaktur, rumah sakit, pembangunan jalan, pertanian, dan makanan. Saat ini perseroan juga akan fokus untuk menguasai pangsa pasar di Asia Tenggara.
PT. Aneka Gas Industri menargetkan penjualan produk industri gas hingga akhir tahun 2016 bisa mencapai Rp 1,8 triliun. Hingga semester I 2016 penjualan mencapai separuhnya atau sekitar Rp 800 miliar. Strategi untuk meningkatkan penjualan perseroan adalah melalui ekspansi mengembangkan stasiun pengisian (filling station) hingga di 35 propinsi Indonesia. Selain itu perseroan juga mengembangkan gas di sektor perawatan kesehatan (health care). Perseroan juga kontraktor menangani jasa instalasi di RS medical. Dengan pengembangan BPJS, infrastruktur diharapkan menjadi pertumbuhan industri untuk mencapai target perseroan. Perseroan menargetkan pada tahun 2016 bisa menambah 10 filling station baru di beberapa propinsi yang ada di Indonesia. Sementara untuk jangka panjang, perseroan menargetkan bisa membangun mencapai 200 filling station yang tersebar di 35 propinsi.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan bahwa isu kenaikan harga rokok hingga Rp 50 ribu pada tahun 2017 dipastikan tidak benar. Saat ini pemerintah belum menetapkan besaran kenaikan tarif cukai rokok dalam APBN 2017. Hanya saja Menkeu tak menampik akan melakukan penaikan terhadap tarif cukai rokok. Saat ini upaya tersebut masih berada dalam tahap konsultasi.
Bank Indonesia (BI) memprediksikan indeks harga konsumen pada bulan Agustus 2016 akan lebih rendah dibandingkan bulan Juli 2016. Hal ini disebabkan karena mulai turunnya harga dan daya beli masyarakat. BI memperkirakan sampai Agustus perkembangannya masih deflasi. BI menjelaskan hal ini adalah pola rutin setiap tahunnya. Masyarakat dan pengusaha tidak perlu khawatir dengan pola ini karena konsumsi perlahan akan meningkat menjelang akhir tahun.
Pernyataan pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (the Fed) belakangan ini cenderung semakin hawkish. John Williams yang menghidupkan kembali harapan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada waktu dekat ini. Menurutnya, Dalam konteks ekonomi domestik yang bergerak dengan kuat didorong oleh momentum yang baik, sangat masuk akal jika Fed ingin menaikan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan Kementerian Keuangan belum menetapkan harga jual maupun tarif cukai rokok terbaru. Pemerintah mengeluarkan pernyataan ini seiring dengan adanya hasil studi yang dilakukan oleh salah satu pusat kajian ekonomi mengenai sensitivitas kenaikan harga rokok terhadap konsumsi rokok membuat wacana kenaikan harga jual rokok berkembang di publik. Kementerian Keuangan akan melakukan kebijakan mengenai penetapan harga jual eceran maupun tarif cukai rokok sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Cukai, selain itu penetapan tersebut akan dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2017.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan indeks harga konsumen hingga pekan ketiga Agustus 2016 terjadi deflasi sebesar 0,6%. Terjadinya deflasi pada Agustus 2016 bukan karena lemahnya permintan masyarakat, karena harga-harga terjadi koreksi setelah lebaran.
Sentimen di atas masih minim untuk memberikan dukungan bagi IHSG ke zona positif. Untuk itu, IHSG diperkirakan bergerak mixed, dan rentan terjadi koreksi pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 5406/5384/5369
Resistance Level : 5442/5457/5478
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 3240, TP 3290
Boleh buy di level 3220-3240
Resistance di 3290 & support di 3160
Waspadai jika tembus di 3160
Batasi resiko di 3140
ASII: Trading Buy
Close 8300, TP 8400
Boleh buy di level 8200-8300
Resistance di 8400 & support di 8175
Waspadai jika tembus di 8175
Batasi resiko di 8100
UNTR : Trading Buy
Close 17275, TP 17550
Boleh buy di level 17200-17275
Resistance di 17550 & support di 16925
Waspadai jika tembus di 16925
Batasi resiko di 16850
ICBP: Trading Buy
Close 9250, TP 9325
Boleh buy di level 9150-9250
Resistance di 9325 & support di 9100
Waspadai jika tembus di 9100
Batasi resiko di 9000
BBNI: Trading Buy
Close 5775, TP 5975
Boleh buy di level 5700-5775
Resistance di 5975 & support di 5675
Waspadai jika tembus di 5675
Batasi resiko di 5600
BBKP: Trading Buy
Close 735, TP 745
Boleh buy di level 725-735
Resistance di 745 & support di 720
Waspadai jika tembus di 720
Batasi resiko di 710
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ADHI, KIJA, MPMX, LPCK, JPFA, CTRA,
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 22-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$47.71 (-0.81)
Gold-(troy oz) US$1,334.30 (-6.96)
Nickel-(ton) US$10,355.00 (5.00)
Tin-(ton) US$18,540.00 (150.00)
Coal (Newc)/ton US$67.55 (5.15)
CPO Mal/ton* MYR2,860.00 (32.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,226.00 (63.00)
*running
Agenda hari ini - Selasa, 23 Agustus 2016
RUPSLB
• CNTX – RUPSLB
• CNTB – RUPSLB
• ELTY – RUPST
• PTPP – RUPSLB
Economic Calendar:
• pidato gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda
• indeks Flash Manufacturing dan Services PMI Jerman bulan Agustus 2016\
• indeks Flash Manufacturing dan Services PMI zona Euro bulan Agustus 2016
• indeks kepercayaan konsumen zona Euro versi Eurostat bulan Agustus 2016
• data New Home Sales AS bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Indonesia Prima Property (INPP) telah menandatangani akta jual beli saham pada 18 Agustus 2016 untuk melepas kepemilikannya di PT Panen Lestari Basuki (PLB) sebanyak 3.249.000 lembar saham PLB yang mewakili 99,97 persen saham kepada Aurora Development Pte Ltd (JVCO) yang berkedudukan di Singapura. Nilai transaksi penjualan sebesar Rp3.249.573.023.631. Untuk penyelesaian pembayaran harga saham PLB tersebut, JVCO telah menyerahkan deposit sebesar US$12.200.000 dan menerbitkan dua notes dalam mata uang dolar AS yang seluruhnya berjumlah US$247.902.362.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Wijaya Karya (WIKA) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebesar Rp 6,1 triliun. Dana tersebut terdiri dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 4 triliun dan Rp 2,1 triliun berasal dari pemegang saham publik. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai modal kerja proyek-proyek yang digarap WIKA. Proceed PMN kebanyakan untuk proyek infrastruktur yang masuk di Perpres nomor 3 tahun 2016, sesuai amanah pemerintah selaku pemegang saham mayoritas. Dana hasil rights issue tersebut tidak akan digunakan untuk pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pendanaan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terdiri dari 75% hasil pinjaman dari China Development Bank (CDB). Sementara 25% berasal dari pendanaan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang terdiri 4 BUMN yakni Wijaya Karya (WIKA), Jasa Marga (JSMR), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dari 25% itu terdiri dari 60% 4 BUMN tersebut dan 40% China Railway Construction Corporation Ltd., yaitu mitra dari China yang membangun. Proses pencairan dana pinjaman dari CDB diperkirakan akan selesai pada akhir September 2016. Saat ini pihak CDB masih mengurusi proses perizinan dengan pihak Bank Sentral China.
Wijaya Karya (WIKA) mencatatkan total kontrak yang dihadapi pada akhir Agustus 2016 sebesar Rp 70,15 triliun, termasuk didalamnya kontrak sipil infrastruktur Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan berbagai kontrak baru dengan BUMN Perkebunan dan Perikanan. Kontrak Perkebunan dan Perikanan tersebut meliputi pengelolaan lahan di Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa dan luar Jawa seluas total lebih dari 600 hektar dan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit, pabrik gula, rumah sakit, mall, hotel, apartemen dan kawasan komersial serta perkantoran. Pencapaian kontrak WIKA itu meningkat hingga 201,5% dibandingkan kontrak Perseroan pada akhir Agustus 2015 kontrak senilai Rp 34,31 triliun.
Wijaya Karya (WIKA) hingga Agustus 2016 tercatat telah memperoleh kontrak proyek sebesar Rp 70,15 triliun, meningkat dibandingkan Agustus 2015 yang mencapai Rp 34,31 triliun. Hingga Agustus 2016 pencapaian kontrak WIKA melonjak hingga 201,5% YoY. Perolehan kontrak tersebut berasal dari kontrak sipil infrastruktur Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta berbagai kontrak baru dengan BUMN Perkebunan dan Perikanan yang meliputi pengelolaan lahan di Jakarta dan beberapa kota di pulau Jawa dan luar Jawa. Total lahannya 600 hektar dan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit, pabrik gula, rumah sakit, mall, hotel, apartemen dan kawasan komersial serta perkantoran. Perolehan kontrak tersebut sudah melebihi capaian total kontrak WIKA di 2016 sebesar Rp 70 triliun. Sementara tahun 2016 perseroan menargetkan raihan kontrak sebesar Rp 86 triliun, yang terdiri dari Rp 52 triliun kontrak baru dan sisanya carry over.
Pembangunan Perumahan (PTPP) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) dengan jumlah saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 1.776.311.645 saham dengan harga nominal Rp 100 per saham. Perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 23 Agustus 2016. Perseroan berharap akan bisa melaksanakan rights issue sekitar Oktober 2016. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan terdilusi maksimal 26,8%. Dana yang diperoleh dari rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja dan mempercepat program infrastruktur, antara lain pengembangan kawasan industri pelabuhan, jalan tol dan membangun apartemen menengah dan rendah serta modal kerja.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan memperbanyak keberadaan teras digital di seluruh wilayah Papua. Teras digital sementara baru satu unit, nanti minimal punya satu teras digital di daerah yang ada kantor cabangnya. Secara bertahap minimal ada 13 teras digital. Teras digital tidak hanya untuk transaksi layanan BRI, tetapi juga agar masyarakat mudah mendapat informasi mengenai perkembangan harga pasar dan siapa penjualnya. Saat ini sebanyak 338 desa di Papua yang telah dimasuki layanan BRI melalui 13 kantor cabang, 12 KCP, 70 unit, 50 teras dan 2.300 Agen BRIlink, serta 300 mesin ATM.
Bank Mandiri (BMRI) menyalurkan kredit Rp 700 miliar kepada PT Cempaka Sinergy Realty (CSR) untuk membiayai pembangunan Apartment Arandra Residence sebanyak 5 tower di kawasan Cempaka Putih Jakarta. Pembangunan apartemen Arandra Residence akan mulai dilaksanakan pada tahun 2016 dan diharapkan selesai pada tahun 2020. Perseroan juga akan mendukung sisi pemasaran apartemen yang akan dibangun oleh salah satu grup usaha Gamaland Properti tersebut melalui penyediaan kredit kepemilikan apartement yang kompetitif di pasar. Bank Mandiri berkomitmen mendukung pengembangan proyek yang dilakukan PT CSR maupun Gamaland Group melalui berbagi produk dan layanan keuangan yang dibutuhkan. Per Juni 2016, Bank Mandiri telah mengucurkan pembiayaan senilai Rp 12,7 triliun kepada berbagai pengembang di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk pembiayaan kepemilikan rumah, perseroan telah menyalurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hingga sebesar Rp 28.3 triliun pada akhir Juni 2016.
Sampai dengan semester I 2016 Lippo Karawaci (LPKR) meraih pendapatan sebesar Rp 5,1 triliun atau tumbuh 8% YoY. Laba kotor naik 2% menjadi Rp 2,3 triliun. Sedangkan EBITDA turun 15% menjadi Rp 1,2 triliun. Laba bersih turun 36% menjadi Rp 498 miliar. Melemahnya sektor properti terutama disebabkan adanya ketidakpastian atas implementasi dan dampak tax amnesty ke sektor properti. Pendapatan divisi residential & urban development turun 16% menjadi Rp 1,8 triliun, di mana pendapatan dari divisi Townships naik sebesar 8% YoY menjadi Rp 1,2 triliun. Pendapatan dari divisi Large Scale Integrated Developments turun 41% menjadi Rp 610 miliar, di mana pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian konstruksi dari Kemang Village dan St Moritz, Jakarta, turun drastis dibandingkan dengan periode semester I 2015. Hal tersebut disebabkan oleh hampir selesainya pembangunan dan penyerahan unit hunian di kedua proyek tersebut. Sementara pendapatan recurring LPKR tumbuh 26% menjadi Rp 3,3 triliun, memberikan kontribusi sebesar 65% terhadap total pendapatan LPKR yang didukung oleh pertumbuhan yang kuat dari divisi Healthcare dan Mal. Pendapatan divisi Healthcare meningkat 29% menjadi Rp 2,6 triliun, di mana 7 rumah sakit mapan memberikan kontribusi sebesar Rp 1,4 triliun atau 56% dari total. Pasien rawat inap tumbuh 19%, sedangkan kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 21%. Dengan pembukaan rumah sakit baru, Siloam Hospitals Buton, Bau-bau dan Siloam Hospitals Samarinda pada April 2016, Siloam saat ini mengelola 23 rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur lebih dari 5.100. Pembukaan rumah sakit-rumah sakit baru telah dijadwalkan pada semester II 2016. Pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel naik sebesar 22% menjadi Rp 346 miliar. Pendapatan dari mal naik sebesar 48% menjadi Rp 164 miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri. Pada kuartal II 2016 Lippo Malls telah mengelola 44 mal di seluruh Indonesia. Pendapatan Hotels & Hospitality naik sebesar 5% menjadi Rp 183 miliar.
Capitalinc Investment (MTFN) membukukan penurunan pendapatan per 31 Desember 2015 menjadi Rp 37,36 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 150,07 miliar. Rugi tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 249,89 miliar dari sebelumnya rugi Rp 1,57 triliun.
PT. Aneka Gas Industri akan melepas saham dalam penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) maksimal 766,66 juta saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menawarkan harga IPO di kisaran Rp 1.000 - Rp 1.290 per saham. Dengan demikian dana yang ditargetkan dari IPO ini berkisar Rp 766,6 miliar - Rp 989 miliar. Sebesar 40% dari dana IPO digunakan untuk belanja modal penambahan gas plant atau filling station dan peremajaan pabrik perseroan. Sebesar 40% digunakan untuk membayar sebagian utangnya dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan entitas anak. Aneka Gas memiliki 44 plant dan lebih dari 80 filling stations yang tersebar di 22 propinsi di Indonesia. Aneka Gas Industri akan melakukan penawaran umum pada 19-22 September 2016 dan dijadwalkan bisa listing di bursa pada akhir September 2016. Aneka Gas Industri menunjuk 3 penjamin emisi yakni PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB Securities Indonesia. Perseroan menjual beberapa produk gas industri, seperti gas udara seperti oksigen, nitrogen, dan argon. Perseroan juga menjual gas campuran, gas sintetis, gas khusus, dan bahan bakar gas. Produk perseroan bisa digunakan dari hulu ke hilir, seperti di sektor manufaktur, rumah sakit, pembangunan jalan, pertanian, dan makanan. Saat ini perseroan juga akan fokus untuk menguasai pangsa pasar di Asia Tenggara.
PT. Aneka Gas Industri menargetkan penjualan produk industri gas hingga akhir tahun 2016 bisa mencapai Rp 1,8 triliun. Hingga semester I 2016 penjualan mencapai separuhnya atau sekitar Rp 800 miliar. Strategi untuk meningkatkan penjualan perseroan adalah melalui ekspansi mengembangkan stasiun pengisian (filling station) hingga di 35 propinsi Indonesia. Selain itu perseroan juga mengembangkan gas di sektor perawatan kesehatan (health care). Perseroan juga kontraktor menangani jasa instalasi di RS medical. Dengan pengembangan BPJS, infrastruktur diharapkan menjadi pertumbuhan industri untuk mencapai target perseroan. Perseroan menargetkan pada tahun 2016 bisa menambah 10 filling station baru di beberapa propinsi yang ada di Indonesia. Sementara untuk jangka panjang, perseroan menargetkan bisa membangun mencapai 200 filling station yang tersebar di 35 propinsi.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan bahwa isu kenaikan harga rokok hingga Rp 50 ribu pada tahun 2017 dipastikan tidak benar. Saat ini pemerintah belum menetapkan besaran kenaikan tarif cukai rokok dalam APBN 2017. Hanya saja Menkeu tak menampik akan melakukan penaikan terhadap tarif cukai rokok. Saat ini upaya tersebut masih berada dalam tahap konsultasi.
Bank Indonesia (BI) memprediksikan indeks harga konsumen pada bulan Agustus 2016 akan lebih rendah dibandingkan bulan Juli 2016. Hal ini disebabkan karena mulai turunnya harga dan daya beli masyarakat. BI memperkirakan sampai Agustus perkembangannya masih deflasi. BI menjelaskan hal ini adalah pola rutin setiap tahunnya. Masyarakat dan pengusaha tidak perlu khawatir dengan pola ini karena konsumsi perlahan akan meningkat menjelang akhir tahun.











0 comments:
Posting Komentar