Everyone Can Trade

JustForex

Selasa, 09 Agustus 2016

View Market IHSG 09Agustus16

Prediksi IHSG;
Jerome Powell, anggota dewan gubernur Federal Reserve mengutarakan pendangannya tentang perekonomian Amerika Serikat (AS), bahwa ekonomi AS terjadi peningkatan risiko dan telah terperangkap dalam periode panjang dari pertumbuhan yang membutuhkan bunga rendah daripada periode sebelumnya. Meski, prospek ekonomi AS masih dirundung risiko global. Tentunya keputusan kenaikan fed rate, selain ekonomi dari dalam negeri AS sendiri, kondisi dari ekonomi global akan menjadi pertimbangan.
Sementara itu, Indonesia telah membukukan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 sebesar 5,18%, hal ini membuat optimisme BI dengan perkirakaanya, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 masih di kisaran 5-5,4% atau berada di level 5,1% yoy.  Merespons realisasi data pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2016 yang mencapai 5,18% atau berada di atas proyeksi BI sebelumnya di level 4,94%.  Sementara itu, untuk  pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 sebesar 5,2%. BI, masih mengkaji dampak positif dari rencana pemerintah yang akan memangkas anggaran belanja di APBN-P 2016 sebesar Rp133 triliun.
Berkenaan dengan penyerapan anggaran, BI meminta pemerintah meningkatkan penyerapan anggaran dan membalikkan tren penurunan yang terjadi pada beberapa tahun sebelumnya, agar kebijakan pemangkasan anggaran 2016 yang sudah dua kali dilakukan tidak berdampak signifikan kepada pertumbuhan ekonomi.
Katalis positif pasar dari dalam negeri, diperkirakan masih dapat memberikan dukungan bagi pergerakan IHSG hingga perdagangan saham hari ini, namun dengan laju penguatan yang sedikit melambat dibandingkan hari sebelumnya.

Perspektif tenikal
Support Level : 5438/5417/5406
Resistance Level : 5470/5480/5501
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

ASII: Trading Buy
 Close 8325, TP 8450
 Boleh buy di level 8275-8325
 Resistance di 8450 & support di 8075
 Waspadai jika tembus di 8075
 Batasi resiko di 8025

BBTN: Trading Buy
 Close 1955, TP 1975
 Boleh buy di level  1935-1955
 Resistance di 1975 & support di 1915
 Waspadai jika tembus di 1915
 Batasi resiko di 1905

BBNI : Trading Buy
 Close 5850, TP 5900
 Boleh buy di level  5800-5850
 Resistance di 5900 & support di 5750
 Waspadai jika tembus di 5750
 Batasi resiko di 5700

BJBR:  Trading Buy
 Close 1680, TP 1740
 Boleh buy di level  1670-1680
 Resistance di 1740 & support di 1600
 Waspadai jika tembus di 1600
 Batasi resiko di 1580

MEDC:  Trading Buy
 Close 1765, TP 1820
 Boleh buy di level  1755-1765
 Resistance di 1820 & support di 1675
 Waspadai jika tembus di 1675
 Batasi resiko di 1625

PWON:  Trading Buy
 Close 655, TP 670
 Boleh buy di level  640-655
 Resistance di 670 & support di 640
 Waspadai jika tembus di 640
 Batasi resiko di 615

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
DMAS, BRPT, NIKL, BEST, ERAA, LPCK, SMRA, WIKA, TLKM, INCO, PTBA.

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 8-Aug-16
 Crude Oil-(barel) US$42.35  (0.55)
 Gold-(troy oz) US$1,331.45  (-4.11)
 Nickel-(ton) US$10,715.00  (110.00)
 Tin-(ton) US$18,350.00  (355.00)
 Coal (Newc)/ton US$65.00  (2.60)
 CPO Mal/ton* MYR2,489.00 (28.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,123.50 (6.50)
*running

Agenda hari ini  - Selasa, 09 Agustus 2016
Economic Calendar:
• data CPI dan Producer Price Index (PPI) China bulan Juli 2016
• data neraca perdagangan Jerman bulan Juni 2016
• data Manufacturing dan industrial Production Inggris bulan Juni 2016
• data neraca perdagangan Inggris bulan Juni 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba yang didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp428,07 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang membukukan kerugian Rp733,79 miliar periode enam bulan tahun sebelumnya. Pendapatan naik menjadi Rp13,94 triliun dari Rp12,61 triliun tahun sebelumnya dimana kenaikan pendapatan selular tercatat Rp11,59 triliun meningkat dari Rp10,23 triliun tahun sebelumnya.

Golden Energy Mines (GEMS) mengakuisisi PT Era Mitra Selaras dan anak usahanya dari Glenfield Capital Inc. senilai US$37 juta. Rencana akuisisi merujuk pada terpenuhinya segala syarat pendahuluan dari kedua belah pihak selambatnya pada 30 September 2016. Selain itu, perseroan tengah membidik 2-5 perusahaan tambang baru untuk diakuisisi, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) siap mempercepat pembangunan dan pengoperasian proyek pipa gas bumi dari West Natuna Transportation System (WNTS) ke Pulau Pemping, Kepulauan Riau. Pipa ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gas PLTGU Tanjung Uncang.

Jasa Marga (JSMR) membukukan pertumbuhan volume lalu lintas transaksi sebesar 5,49% menjadi 702,11 juta pada semester I/2016 dibandingkan dengan 665,55 juta pada periode yang sama 2015. Jumlah volume transaksi sepanjang semester I/2016 tersebut paling banyak pada Mei sebesar 123,31 juta dan paling sedikit pada Februari sebesar 110,7 juta. Secara keseluruhan, volume lalu lintas transaksi tersebut paling banyak terdapat di 10 ruas jalan tol yang dikelola oleh JSMR selaku induk usaha, sisanya di 6 ruas jalan tol yang dikelola anak usaha.

Surya Semesta Internusa (SSIA) berencana menerbitkan obligasi berdenomasi Rupiah sebanyak-banyaknya Rp1 triliun pada September 2016. Sebagian besar dana obligasi akan digunakan untuk akuisisi lahan di Subang dan Karawang.

Bank Tabungan Negara (BBTN) akhirnya mendapatkan izin sebagai gateway dalam program tax amnesty. Pemerintah melalui Menteri Keuangan RI telah menyetujui BBTN sebagai administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) yang merupakan salah satu syarat penunjukan bank sebagai gateway dalam menerima dana repatriasi.

Sri Rejeki Isman (SRIL) tengah membidik tambahan tiga negera ekspor baru di Eropa. Hal ini dilakukan seiring dengan tren kenaikan permintaan pakaian militer dan fashion. Penambahan negara tersebut ditargetkan terealiasi paling lambat tahun depan.

Penambahan kontrak baru tersebut ikut berkontribusi terhadap realisasi jumlah kontrak baru perseroan hingga awal Agustus 2016 yang mencapai Rp 23,5 triliun. Jumlah nilai kontrak perseroan berpeluang naik menjadi Rp 40 triliun setelah menandatangani kontrak kereta api cepat senilai Rp 17 triliun. Pembangunan jembatan layang ditargetkan selesai akhir 2017.

Sebanyak 20-30 investor asing dikabarkan tertarik mengakuisisi sebagian hak partisipasi di blok gas South Sesulu lepas pantai, Kalimantan Timur, milik Saka Energi Indonesia, anak usaha Perusahaan Gas Negara (PGAS). Proses lelang diperkirakan berlangsung tahun depan. Rencananya, Saka Energi akan menawarkan 35-40% hak partisipasi kepada investor strategis. Sebelum melakukan proses lelang, Saka Energi akan terlebih dahulu melakukan kegiatan drilling pada sumur kedua di South Selulu pada November 2016.

Kimia Farma (KAEF) mengkaji kerja sama dengan perusahaan asal China dan India untuk memproduksi bahan farmasi aktif (API). Perseroan melihat potensi pasar yang besar dan lebih menguntungkan karena saat ini juga mengimpor bahan baku obat dari kedua negara tersebut. KAEF ingin agar mitra kerja sama dalam proyek ini memiliki kemampuan teknologi yang maju dan jaringan pemasaran yang menjanjikan.

Waskita Beton Precast memperkirakan bookbuilding saham perusahaan akan dilakukan pada 10 Agustus hingga 25 Agustus sebagai bagian dari rencana IPO saham. Target dana hasil IPO diperkirakan mencapai Rp 4 triliun dan jumlah saham yang akan dilepas sebanyak 10,5 miliar. Sekitar 40% dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal dan 60% untuk modal kerja.

PT Semen Padang, anak usaha Semen Indonesia (SMGR), akan memulai membangun pabrik pengepakan semen yang berlokasi di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu pada awal Oktober 2016. Pembangunan diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 75 miliar. Saat ini perencanaan pembangunan sudah tahap akhir, dan jika selesai maka pada Oktober 2016 mulai berjalan. Sementara penyelesaian perizinan sudah mencapai 75%. Pembangunan diperkirakan selesai satu tahun kerja yakni sampai Oktober 2017. PT Semen Padang akan melakukan proses pengepakan sebanyak 300.000 ton semen dalam satu tahun di pabrik pengepakan Bengkulu.

Nusantara Infrastructure (META) membukukan pendapatan per Juni 2016 sebesar Rp 324,27 miliar atau tumbuh 24,53% YoY. Berdasarkan segmen, sebanyak 59% pendapatan Nusantara Infrastructure ditopang oleh bisnis tol. Pertumbuhan pendapatan dari bisnis tol hingga semester I 2016 tumbuh 18,39% menyusul kenaikan tarif. Saat ini META mengoperasikan 3 ruas tol, yakni ruas Pondok Ranji--Pondok Aren, Tallo--Bandara Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta--Pettarani. Selain tol, pendapatan META juga disumbang dari sewa properti investasi, yakni menara telekomunikasi. Lini bisnis ini menyumbang pendapatan sebanyak Rp 113,95 miliar, tumbuh 43% YoY. Sebelumnya META membidik konsesi ruas tol baru di Makassar, Sulawesi Selatan. Perseroan berencana memperpanjang ruas tol hingga ke perbatasan propinsi terdekat.

Bank Mandiri (BMRI) pada akhir Juni 2016 menghimpun dana masyarakat di Kalimantan mencapai Rp 33,1 triliun atau tumbuh 7,23% YoY. Sedangkan untuk penyaluran kredit di Kalimantan per Juni 2016 meningkat 4,23% YoY menjadi Rp 24,5 triliun. Secara nasional penghimpunan dana pihak ketiga Bank Mandiri tumbuh menjadi Rp 691,4 triiiun pada akhir Juni 2016 dari Rp 654,9 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Dari pencapaian tersebut total dana murah berupa giro dan tabungan mencapai Rp 439,4 triliun, terutama didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 37,1 triliun menjadi Rp 273,6 triliun. Sementara jumlah kredit yang disalurkan Bank Mandiri di wilayah Kalimantan pada akhir triwulan ll 2016 tercatat tumbuh sebesar 4,23% menjadi Rp 24,5 triliun, atau 4,48% dari total kredit yang disalurkan Bank Mandiri secara nasional hingga Juni 2016 sebesar Rp 547 triliun (bank only).

Gajah Tunggal (GJTL) akan melakukan pembiayaan kembali (refinancing) surat utang senilai USD 500 juta. Surat utang atau senior secured notes tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2018. Perseroan akan memutuskan jenis pendanaan yang akan digunakan tahun 2016 ini. Perseroan mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi rupiah dan pinjaman bank. Namun perseroan masih menjajaki mekanisme yang cocok. Perseroan juga mempertimbangkan untuk mendiversifikasi struktur utang, karena terlalu eksposur di dolar AS.

Kino Indonesia (KINO) telah mengakuisisi Ristra Grup, di mana perseroan menjadi pemegang saham mayoritas dengan jumlah saham 80% dalam perusahaan patungan dengan nama PT Ristra Laboratoris Indonesia. Ristra merupakan merek dagang atas produk-produk kesehatan dan kecantikan kulit. Dengan perusahaan patungan tersebut, Kino bersama dengan Ristra Grup akan terus mengembangkan produk skin care dan decorative yang termasuk kategori Cosmeceuticals, jenis kosmetik yang mempunyai unsur aktif biologis yang dapat memberikan keuntungan medis.

PT Indolife Pensiontama menambah kepemilikan saham di Bank Ina Perdana (BINA) pada 27 Juli 2016 sebanyak 1.496.300 saham dengan harga Rp 242 per saham atau senilai Rp 362.104.600. Tujuan pembelian ini adalah untuk investasi. Dengan penambahan ini, maka kepemilikan saham PT Indolife Pensiontama di BINA menjadi 470.092.720 saham atau mewakili 17,25% dari total seluruh saham BINA.

Mitra Energi Persada (KOPI) meraih pendapatan per Juni 2016 menjadi Rp 91,48 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 90,68 miliar. Laba bersih menjadi Rp 11,98 miliar naik dari sebelumnya Rp 11,67 miliar.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2016 akan bias ke bawah dari proyeksi di kisaran 5%-5,4% atau berada di level 5,1% YoY. BI memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 sebesar 5,2%. Dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2016 sebesar 5,18%, Rapat Dewan Gubernur pada Agustus 2016 akan mengkaji profil pertumbuhan ekonomi 2016 dan 2017. Sejauh ini BI masih mengkaji dampak positif dari rencana pemerintah yang akan memangkas anggaran belanja di APBN-P 2016 sebesar Rp 133 triliun. Namun secara struktural ekonomi Indonesia sudah memasuki tren penguatan, meski perbaikan ekonomi dunia masih berjalan lamban.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured