Everyone Can Trade

JustForex

Selasa, 19 Juli 2016

View Market IHSG 19Juli16

Prediksi IHSG;
Pemerintah Indonesia penerapan program tax amnesty (pengampunan pajak) mulai pekan ini, setelah tahapan proses lebih dari dua pekan akhirnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan undang-undang. Pemerintah telah menyebutkan empat bank negara dan tiga bank swasta untuk mengelola dana repatriasi. Bank tersebut yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Sedangkan bank swasta yang dilibatkan antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Dana repatriasi diprediksi dapat memperbesar porsi dana pihak ketiga yang lebih murah, dibanding sumber pendanaan lain seperti surat utang/obligasi.
Meskipun, faktor rendahnya pertumbuhan kredit dan tingginya rasio kredit bermasalah (non performing loan, NPL) di industri perbankan Indonesia dapat menimbulkan kekhawatiran, karena dana hasil repatriasi, jika tidak dikelola dengan benar, dapat memicu kenaikan NPL. Melambatnya perekonomian dibutuhkan kehati-hatian bagi perbankan dalam menyalurkan kredit.
Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin ditutup positif, dilanjutkan pasar Asia pada pembukaan perdagangan hari ini indeks bursa utama Asia di buka berada di zona hijau. Sedangkan dari dalam negeri, euforia pasar atas dana repatriasi program tax amnesty masih menjadi katalis bagi pasar, yang bisa berdampak terutama pada sektor perbankan dan infrastruktur serta property

Perspektif tenikal
Support Level : 5103/5079/5065
Resistance Level : 5142/5156/5180
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

ASII: Trading Buy
 Close 7250, TP 7350
 Boleh buy di level 7200-7250
 Resistance di 7350 & support di 7125
 Waspadai jika tembus di 7125
 Batasi resiko di 6975

UNTR: Trading Buy
 Close 16000, TP 16350
 Boleh buy di level  15900-16000
 Resistance di 16350 & support di 15475
 Waspadai jika tembus di 15475
 Batasi resiko di 15400

SMBR : Trading Buy
 Close 755, TP 775
 Boleh buy di level  745-755
 Resistance di 775 & support di 725
 Waspadai jika tembus di 725
 Batasi resiko di 715

BJBR:  Trading Buy
 Close 1125, TP 1140
 Boleh buy di level  1115-1125
 Resistance di 1140 & support di 1100
 Waspadai jika tembus di 1100
 Batasi resiko di 1090

BSDE:  Trading Buy
 Close 2050, TP 2090
 Boleh buy di level  2000-2050
 Resistance di 2090 & support di 2000
 Waspadai jika tembus di 2000
 Batasi resiko di 1990

RALS:  Trading Buy
 Close 1095, TP 1130
 Boleh buy di level  1085-1095
 Resistance di 1130 & support di 1025
 Waspadai jika tembus di 1025
 Batasi resiko di 1015

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
GREN, ANTM, ISSP, DOID, SIMP, LSIP, PTBA, KLBF, BBRI, AKRA, BBNI, ADHI

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 18-Jul-16
 Crude Oil-(barel) US$45.94  (-0.01)
 Gold-(troy oz) US$1,327.55  (-9.95)
 Nickel-(ton) US$10,280.00  (-80.00)
 Tin-(ton) US$18,140.00  (45.00)
 Coal (Newc)/ton US$61.30  (-1.10)
 CPO Mal/ton* MYR2,306.00 (8.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,086.50 (-9.50)
*running

Agenda hari ini  - Selasa, 19 Juli 2019
UPCOMING IPO'S
• Capital Financial Indonesia, harga IPO 130, listing 19 Jul’16

Economic Calendar:
• data Consumer Price Index (CPI) Inggris bulan Juni 2016
• indeks ZEW Economic Sentiment Jerman dan kawasan Euro bulan Juni 2016
• data Building Permits dan Housing Starts di AS bulan Juni 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditures (capex) tahun 2016 sebesar Rp 1 triliun. Sumber pendanaan capex tahun 2016 berasal dari kas internal dan sisanya dari pinjaman perbankan. Dana sebesar Rp 1 triliun tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan hilirisasi bisnis yaitu untuk feedmill, breeding rumah potong (slaughter house) ayam. Sisanya untuk Aquaculture dan sapi, dan lain-lain. Hingga kuartal I 2016 dana itu baru terserap sekitar Rp 180 miliar.

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menerima investasi dari KKR (Kohlberg Kravis Rober & Co. L.P) melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD). Melalui investasi tersebut, JPFA akan menerbitkan 750 juta saham baru atau 6,57% dari total modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah aksi korporasi dari total 1.06 miliar saham yang dikeluarkan dalam PMTHMETD. Dengan PMT-HMETD, saham itu akan di lock-up selama 1 tahun sejak pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investasi tersebut membuat kas perseroan bertambah sebesar Rp 997,39 miliar, sehingga Kas dan setara Kas perseroan menjadi Rp 1,89 triliun dari sebelumnya Rp 901,2 miliar. Selain itu total aset bertambah dari Rp 17,15 triliun menjadi Rp 18,15 triliun. Setelah PMTHMETD, JAPFA Pte Ltd akan memiliki saham sebesar 53,39% dan saham publik sebesar 37,52%. Harga saham baru melalui PMT-HMETD sekurang-kurangnyya sebesar Rp 935 per saham, yakni harga rata-rata harga penutupan perdagangan saham dari tanggal 18 April sampai 24 Mei 2016. Investasi tersebut akan digunakan untuk keperluan investasi umum termasuk menurunkan liabilitas investasi, modal kerja, korporasi, dan keperluan korporasi umum yang menguntungkan bagi perusahaan dan anak usaha.

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) akan mulai memperdagangkan nominal saham baru di pasar reguler/negosiasi pada 27 Juli 2016. Perdagangan saham di pasar tunai pada 1 Agustus 2016. ICBP memecah nilai nominal saham (stock split) dari nominal lama Rp 100 menjadi nominal baru Rp 50 atau rasio 1:2. Dengan pemecahan nominal saham ini, maka jumlah saham perseroan menjadi 11.661.908.000 saham dari sebelumnya 5.830.954.000 saham.

PT Capital Financial Indonesia mencatatkan saham perdananya pada BEI hari ini. Perseroan melepas 5.5 miliar saham ke Publik dengan harga perdana Rp130/saham beserta waran seri I. Perseroan telah menunjuk Sinarmas Sekuritas sebagai Penjamin emisi.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengemukakan bahwa bank persepsi penampung dana repatriasi dari hasil kebijakan amnesti pajak wajib memiliki fasilitas "lock up" selama tiga tahun. Sesuai Undang-undang, dana repatriasi harus di 'lock up' selama 3 tahun, maka itu kita perlu mekanisme pengawasan, yaitu memiliki izin wali amanat (trustee), bank kustodian, dan rekening dana nasabah (RDN). Bagi bank yang belum memiliki fasilitas itu dapat dengan segera menyiapkannya agar masuk ke dalam kategori bank persepsi penampung dana repatriasi. Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ada syarat bagi bank persepsi, yakni Bank dengan BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha) III dan IV. Kementerian Keuangan sudah mengundang beberapa bank yang masuk dalam kriteria sebagai penampung dana repatriasi. Bank-bank tersebut adalah Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Danamon (BDMN), Bank Permata (BNLI), Maybank Indonesia (BNII), Bank Pan Indonesia (PNBN), Bank CIMB Niaga (BNGA), Bank UOB Indonesia, Citibank, NA., The Hongkong & Shanghai Bank Corp., Bank DBS Indonesia, Standard Chartered Bank, Deutsche Bank AG, Bank Mega (MEGA), Bank BPD Jawa Barat dan Banten (BJBR), bank Bukopin (BBKP) dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Selanjutnya bank-bank itu nantinya akan memutuskan apakah ikut menjadi bagian dari bank persepsi atau tidak.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mempercepat pembangunan tol Trans Jawa untuk mengantisipasi kebutuhan pemudik yang semakin tinggi akan akses jalan bebas hambatan, terutama pada masa mudik dan balik Lebaran. Kementerian Perhubungan menargetkan akhir tahun 2016 sudah bisa beroperasi, setidaknya ruas tol tersebut sudah bisa dioperasikan sampai Pemalang. Namun target penyelesaian secara keseluruhan pada tahun 2018. Nantinya Tol Trans Jawa akan menyambungkan dari Brebes hingga Semarang, dengan rincian Brebes-Pemalang sekitar 37 kilometer, Pemalang-Batang 35 kilometer dan Batang-Semarang 75 kilometer.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, memperkirakan investasi ke instrumen dana investasi real estat (DIRE) akan marak di Indonesia pada tahun 2017. Upaya mendorong perkembangan instrumen DIRE sebelumnya sudah ada di Paket Kebijakan Ekonomi V, kemudian dipertajam di Paket Kebijakan Ekonomi XI. Sehingga nantinya pemerintah membuat investasi akan jelas, tidak ada pungutan, tidak ada pajak penghasilan, dan ada fasilitas bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau BPHTB. Namun tidak semua properti akan disekuritisasi untuk kemudian menjadi dasar penerbitan DIRE, karena hanya properti yang besar yang akan disekuritisasi.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyiapkan beberapa perusahaan sekuritas (broker) yang siap menampung dana repatriasi dari pengampunan pajak (tax amnesty), salah satunya Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang nilainya minimal Rp 75 miliar. Selain MKBD, kriteria broker harus tidak pernah terkena suspensi dan laba usaha harus dilihat. Kemungkinan ada 19 perusahaan sekuritas yang menampung dana repatriasi. Setelah itu tidak akan ada penambahan lagi perusahaan sekuritas. Ketentuan tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Sedangkan penunjukan manajer investasi (MI) akan ditentukan berdasarkan dana kelolaan.

Bank Pembangunan Asia (ADB) masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% pada tahun 2016 dan 5,5% pada tahun 2017, meskipun masih terdapat beberapa risiko. Risiko yang masih menjadi tantangan perekonomian Indonesia adalah realisasi pendapatan yang lebih kecil dari proyeksi semula, sehingga dapat menghambat rencana pemerintah untuk membangun infrastruktur. Tantangan domestik lainnya adalah pertumbuhan kredit yang terus melemah dan berpotensi memperlambat pulihnya investasi swasta domestik. Sedangkan risiko eksternal yang utama adalah pertumbuhan global yang lebih lemah dari perkiraan awal dan meningginya gejolak pasar finansial dunia. Proyeksi ADB tersebut muncul berdasarkan pencapaian perekonomian Indonesia yang tumbuh 4,9% pada triwulan I 2016, didukung oleh pengeluaran rumah tangga dan investasi yang lebih kuat. Laju inflasi diperkirakan rendah berkat stabilnya harga bahan bakar, gas cair, dan tarif listrik. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil turut mendukung kinerja konsumsi domestik. Namun kinerja belanja pemerintah tumbuh 2,9%, sesuai dengan tren rendahnya belanja pada triwulan I. Pengeluaran rumah tangga diproyeksikan akan sedikit naik karena inflasi yang moderat, nilai rupiah yang relatif stabil, dan diturunkannya harga energi pada bulan April.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured