Prediksi IHSG;
Nilai rupiah pekan lalu relatif terjaga di bawah Rp 13.300/USD karena meningkatnya permintaan rupiah selama libur lebaran. Selain itu laju inflasi bulan Juni 2016 tercatat 0,66% MoM atau 3,45% YoY. Sedang inflasi Juni YTD mencapai 1,06%. Rupiah sempat melemah pada akhir pekan lalu karena data tenaga kerja AS di luar sektor pertanian (Non Farm Payroll) pada Juni 2016 naik dari 11.000 menjadi 287.000. Rupiah berpotensi mengalami tekanan atau melemah kembali menjelang FOMC pada 28 Juli 2016, mengantisipasi prospek kenaikan Fed rate. Selain itu data tingkat pengangguran AS bulan Juni 2016 meningkat dari 4,7% menjadi 4,9% dan pertumbuhan upah rata-rata turun dari 0,2% menjadi 0,1%. Namun pasar meyakini The Fed belum akan menaikkan Fed rate pada FOMC yang akan datang karena perlambatan ekonomi global, terutama Cina. Data inflasi Cina bulan Juni 2016 turun dari 2% menjadi 1,9%. Sementara minutes meeting FOMC yang merupakan hasil pertemuan The Fed pada FOMC 14-15 Juni 2016, memutuskan akan menahan suku bunga hingga bisa melihat dampak dari keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).
Sementara GBP diprediksi masih akan mengalami tekanan pasca Brexit. Saat ini Inggris juga berada di tengah ketidakpastian kepemimpinan pasca mundurnya David Cameron sebagai Perdana Menteri Inggris. Usulan Referendum II juga ditolak oleh pemerintah Inggris. Sentimen Brexit akan berlanjut. Kepercayaan konsumen Inggris disebutkan mengalami penurunan terbesar dalam 21 tahun terakhir pasca Brexit. Padahal konsumsi menyumbang dua pertiga dari ekonomi Inggris. Dampak Brexit baru akan dikeluarkan pada Agustus oleh Kantor Statistik Nasional. Bagi Indonesia di satu sisi Brexit dapat memberi dampak tidak langsung terhadap nilai mata uang rupiah, di sisi lain Indonesia memperoleh keuntungan dari peralihan dana dari luar (capital inflow).
Pasca libur lebaran, IHSG diprediksi mengalami rebound. IHSG sendiri telah terkoreksi pada akhir perdagangan sebelum libur panjang. Tax amnesty, peralihan dana akibat imbas dari Brexit akan menjadi katalis untuk rebound, tetapi dibatasi oleh FOMC. Minimnya sentimen positif baru diperkirakan juga akan membatasi pergerakan di bursa saham Indonesia pada pekan ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4949/4926/4881
Resistance Level : 5017/5062/5085
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
PTBA: Trading Buy
· Close 7900, TP 8050
· Boleh buy di level 7700-7900
· Resistance di 8050 & support di 7700
· Waspadai jika tembus di 7700
· Batasi resiko di 7350
AISA: Trading Buy
Close 1660, TP 1690
Boleh buy di level 1610-1660
Resistance di 1690 & support di 1610
Waspadai jika tembus di 1610
Batasi resiko di 1530
ADRO : Trading Buy
Close 885, TP 900
Boleh buy di level 865-885
Resistance di 900 & support di 865
Waspadai jika tembus di 865
Batasi resiko di 830
TINS: Trading Buy
Close 695, TP 705
Boleh buy di level 685-695
Resistance di 705 & support di 685
Waspadai jika tembus di 685
Batasi resiko di 665
BNLI: Trading Buy
Close 730, TP 745
Boleh buy di level 705-730
Resistance di 745 & support di 705
Waspadai jika tembus di 705
Batasi resiko di 665
BEKS: Trading Buy
Close 63, TP 65
Boleh buy di level 61-63
Resistance di 65 & support di 61
Waspadai jika tembus di 61
Batasi resiko di 57
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
TLKM, EXCL, WTON. PWON, WSKT, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 1-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$48.18 (-0.15)
Gold-(troy oz) US$1,332.47 (10.26)
Nickel-(ton) US$9,445.00 (5.00)
Tin-(ton) US$17,050.00 (-40.00)
Coal (Newc)/ton US$56.95 (-5.45)
CPO Mal/ton* MYR2,406.50 (-50.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,115.00 (-95.00)
*running
Agenda hari ini - Senin, 11 Juli 2015
RUPSLB
SIMA – RUPSLB
UPCOMING IPO'S
Indonesia Pondasi Raya, IPO Price 1280.
Ateliers Mecaniques D'Indonesis, IPO Price 128
Economic Calendar:
Indonesia Local Auto Sales and Motorcycle Sales
US Import Price Index MoM, diperkirakan turun menjadi -0.8% dari -0.5%
US Import Price Index YoY, diperkirakan naik menjadi -9.6% dari -10.5%
US Initial Jobless Claims, diperkirakan turun menjadi 266 ribu dari 269 ribu
VAS
HEADLINE NEWS
Pembangunan Perumahan (PTPP) tengah menyiapkan pembentukan dua anak usaha baru yang diharapkan dapat terealisasi pada 2017. Dua anak usaha yang direncanakan itu bergerak di bidang infrastruktur dan energi dengan nama PP Infrastruktur dan PP Energi.
Darya Varia Laboratoria (DVLA) menjadikan produk consumer health sebagai penopang untuk mendorong penjualan pada tahun ini. Hingga akhir 2016 produk consumer health akan berkontribusi hingga 40% lebih terhadap total pendapatan perseroan. Adapun sekitar 20% akan diperoleh dari obat resep serta 14% diproyeksikan diperoleh dari bisnis toll manufacturing atau maklon. Sisanya, perseroan berharap dari pasar ekspor.
Smartfren Telecom (FREN) akan melunasi utang jatuh tempo pada November tahun ini senilai US$35 juta. Pinjaman tersebut berasal dari China Development Bank Corporation (CDB), sebagai bagian dari pinjaman US$350 juta yang didapat pada 29 Juni 2011. Perseroan memiliki dua pilihan sumber dana untuk melunasi utang tersebut, yakni dari kas internal dan dari pinjaman Cascade Gold Limited yang diperoleh perseroan pada 22 Desember 2015.
Megapolitan Development (EMDE) tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan lain untuk mengerjakan lahan seluas 200 hektare di Sentul, Kabupaten Bogor. Di lahan tersebut perseroan akan membangun superblok Megapolitan Sentul City yang mencakup area komersial, perumahan, pusat perbelanjaan, dan pusat pendidikan. Adapun masterplan proyek ini diharapkan bisa selesai pada akhir 2017.
Jaya Konstruksi (JKON) berencana belum menghabiskan dana hasil rights issue senilai Rp208 miliar pada 2016. Perseroan berencana menggunakan dana hasil rights issue senilai Rp44 miiar itu untuk proyek jalan tol dan air minum, dimana senilai Rp12 miliar untuk jalan tol dan Rp32 miliar untuk PT Air Minum Indonesia.
Jaya Real Property (JRPT) menargetkan marketing sales unit properti tahun ini sebesar Rp 2,4 triliun, tumbuh sekitar 10% YoY. Hingga Mei, perseroan telah mendapatkan marketing sales sebesar Rp 780 miliar. Raihan tersebut berasal dari proyek eksisting. Pada semester II, JRPT menargetkan marketing sales dari proyek baru sebesar Rp 600 miliar. Untuk ekspansi, perseroan akan membebaskan lahan di lokasi pengembangan. JRPT menyiapkan dana hingga Rp 470 miliar untuk pembebasan lahan.
Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) akan memfokuskan kinerjanya tahun ini untuk mengoptimalisasi produksi kelapa sawitnya. Perseroan belum akan mengoperasikan pabrik oleokimia untuk meningkatkan pendapatan dalam waktu dekat. Tahun ini, UNSP akan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 100-200 miliar untuk penanaman tanaman muda, sarana produksi, dan infrastruktur. Perseroan akan fokus untuk menggunakan teknologi bibit unggul agar produktivitas kebunnya meningkat. Melalui bibit unggul, UNSP dapat memproduksi 8 ton sawit per tahun per ha, lebih dari bibit biasa 3 ton per tahun per ha. Perseroan juga akan mulai mengoperasikan pabrik oleokimianya pada 2017-2018.
Soechi Lines (SOCI) terus memperkuat bisnis galangan kapalnya. Hal ini sejalan dengan ekspektasi peningkatan permintaan pembangunan kapal di dalam negeri setelah pemerintah mengeluarkan insentif pada sektor ini. Saat ini, perseroan sedang mengerjakan pesanan 8 kapal senilai USD 110 juta. SOCI menargetkan kontribusi bisnis galangan sebesar 18-20% terhadap total pendapatan tahun ini.
Kino Indonesia (KINO) menargetkan akuisisi perusahaan personal care selesai pada kuartal III-2016. Dana akuisisi perusahaan personal care akan menggunakan sebagian hasil IPO senilai Rp 1,26 triliun. Perseroan akan mengakuisisi perusahaan yang berada di Jakarta. Selain akuisisi perusahaan personal care, KINO juga tengah melakukan penjajakan dengan perusahaan asal Jepang untuk membentuk perusahaan joint venture.
Pemerintah meminta plafon tambahan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 6 triliun yang diajukan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) disalurkan ke sektor pertanian dan perikanan.
Nilai rupiah pekan lalu relatif terjaga di bawah Rp 13.300/USD karena meningkatnya permintaan rupiah selama libur lebaran. Selain itu laju inflasi bulan Juni 2016 tercatat 0,66% MoM atau 3,45% YoY. Sedang inflasi Juni YTD mencapai 1,06%. Rupiah sempat melemah pada akhir pekan lalu karena data tenaga kerja AS di luar sektor pertanian (Non Farm Payroll) pada Juni 2016 naik dari 11.000 menjadi 287.000. Rupiah berpotensi mengalami tekanan atau melemah kembali menjelang FOMC pada 28 Juli 2016, mengantisipasi prospek kenaikan Fed rate. Selain itu data tingkat pengangguran AS bulan Juni 2016 meningkat dari 4,7% menjadi 4,9% dan pertumbuhan upah rata-rata turun dari 0,2% menjadi 0,1%. Namun pasar meyakini The Fed belum akan menaikkan Fed rate pada FOMC yang akan datang karena perlambatan ekonomi global, terutama Cina. Data inflasi Cina bulan Juni 2016 turun dari 2% menjadi 1,9%. Sementara minutes meeting FOMC yang merupakan hasil pertemuan The Fed pada FOMC 14-15 Juni 2016, memutuskan akan menahan suku bunga hingga bisa melihat dampak dari keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).
Sementara GBP diprediksi masih akan mengalami tekanan pasca Brexit. Saat ini Inggris juga berada di tengah ketidakpastian kepemimpinan pasca mundurnya David Cameron sebagai Perdana Menteri Inggris. Usulan Referendum II juga ditolak oleh pemerintah Inggris. Sentimen Brexit akan berlanjut. Kepercayaan konsumen Inggris disebutkan mengalami penurunan terbesar dalam 21 tahun terakhir pasca Brexit. Padahal konsumsi menyumbang dua pertiga dari ekonomi Inggris. Dampak Brexit baru akan dikeluarkan pada Agustus oleh Kantor Statistik Nasional. Bagi Indonesia di satu sisi Brexit dapat memberi dampak tidak langsung terhadap nilai mata uang rupiah, di sisi lain Indonesia memperoleh keuntungan dari peralihan dana dari luar (capital inflow).
Pasca libur lebaran, IHSG diprediksi mengalami rebound. IHSG sendiri telah terkoreksi pada akhir perdagangan sebelum libur panjang. Tax amnesty, peralihan dana akibat imbas dari Brexit akan menjadi katalis untuk rebound, tetapi dibatasi oleh FOMC. Minimnya sentimen positif baru diperkirakan juga akan membatasi pergerakan di bursa saham Indonesia pada pekan ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4949/4926/4881
Resistance Level : 5017/5062/5085
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
PTBA: Trading Buy
· Close 7900, TP 8050
· Boleh buy di level 7700-7900
· Resistance di 8050 & support di 7700
· Waspadai jika tembus di 7700
· Batasi resiko di 7350
AISA: Trading Buy
Close 1660, TP 1690
Boleh buy di level 1610-1660
Resistance di 1690 & support di 1610
Waspadai jika tembus di 1610
Batasi resiko di 1530
ADRO : Trading Buy
Close 885, TP 900
Boleh buy di level 865-885
Resistance di 900 & support di 865
Waspadai jika tembus di 865
Batasi resiko di 830
TINS: Trading Buy
Close 695, TP 705
Boleh buy di level 685-695
Resistance di 705 & support di 685
Waspadai jika tembus di 685
Batasi resiko di 665
BNLI: Trading Buy
Close 730, TP 745
Boleh buy di level 705-730
Resistance di 745 & support di 705
Waspadai jika tembus di 705
Batasi resiko di 665
BEKS: Trading Buy
Close 63, TP 65
Boleh buy di level 61-63
Resistance di 65 & support di 61
Waspadai jika tembus di 61
Batasi resiko di 57
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
TLKM, EXCL, WTON. PWON, WSKT, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 1-Jul-16
Crude Oil-(barel) US$48.18 (-0.15)
Gold-(troy oz) US$1,332.47 (10.26)
Nickel-(ton) US$9,445.00 (5.00)
Tin-(ton) US$17,050.00 (-40.00)
Coal (Newc)/ton US$56.95 (-5.45)
CPO Mal/ton* MYR2,406.50 (-50.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,115.00 (-95.00)
*running
Agenda hari ini - Senin, 11 Juli 2015
RUPSLB
SIMA – RUPSLB
UPCOMING IPO'S
Indonesia Pondasi Raya, IPO Price 1280.
Ateliers Mecaniques D'Indonesis, IPO Price 128
Economic Calendar:
Indonesia Local Auto Sales and Motorcycle Sales
US Import Price Index MoM, diperkirakan turun menjadi -0.8% dari -0.5%
US Import Price Index YoY, diperkirakan naik menjadi -9.6% dari -10.5%
US Initial Jobless Claims, diperkirakan turun menjadi 266 ribu dari 269 ribu
VAS
HEADLINE NEWS
Pembangunan Perumahan (PTPP) tengah menyiapkan pembentukan dua anak usaha baru yang diharapkan dapat terealisasi pada 2017. Dua anak usaha yang direncanakan itu bergerak di bidang infrastruktur dan energi dengan nama PP Infrastruktur dan PP Energi.
Darya Varia Laboratoria (DVLA) menjadikan produk consumer health sebagai penopang untuk mendorong penjualan pada tahun ini. Hingga akhir 2016 produk consumer health akan berkontribusi hingga 40% lebih terhadap total pendapatan perseroan. Adapun sekitar 20% akan diperoleh dari obat resep serta 14% diproyeksikan diperoleh dari bisnis toll manufacturing atau maklon. Sisanya, perseroan berharap dari pasar ekspor.
Smartfren Telecom (FREN) akan melunasi utang jatuh tempo pada November tahun ini senilai US$35 juta. Pinjaman tersebut berasal dari China Development Bank Corporation (CDB), sebagai bagian dari pinjaman US$350 juta yang didapat pada 29 Juni 2011. Perseroan memiliki dua pilihan sumber dana untuk melunasi utang tersebut, yakni dari kas internal dan dari pinjaman Cascade Gold Limited yang diperoleh perseroan pada 22 Desember 2015.
Megapolitan Development (EMDE) tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan lain untuk mengerjakan lahan seluas 200 hektare di Sentul, Kabupaten Bogor. Di lahan tersebut perseroan akan membangun superblok Megapolitan Sentul City yang mencakup area komersial, perumahan, pusat perbelanjaan, dan pusat pendidikan. Adapun masterplan proyek ini diharapkan bisa selesai pada akhir 2017.
Jaya Konstruksi (JKON) berencana belum menghabiskan dana hasil rights issue senilai Rp208 miliar pada 2016. Perseroan berencana menggunakan dana hasil rights issue senilai Rp44 miiar itu untuk proyek jalan tol dan air minum, dimana senilai Rp12 miliar untuk jalan tol dan Rp32 miliar untuk PT Air Minum Indonesia.
Jaya Real Property (JRPT) menargetkan marketing sales unit properti tahun ini sebesar Rp 2,4 triliun, tumbuh sekitar 10% YoY. Hingga Mei, perseroan telah mendapatkan marketing sales sebesar Rp 780 miliar. Raihan tersebut berasal dari proyek eksisting. Pada semester II, JRPT menargetkan marketing sales dari proyek baru sebesar Rp 600 miliar. Untuk ekspansi, perseroan akan membebaskan lahan di lokasi pengembangan. JRPT menyiapkan dana hingga Rp 470 miliar untuk pembebasan lahan.
Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) akan memfokuskan kinerjanya tahun ini untuk mengoptimalisasi produksi kelapa sawitnya. Perseroan belum akan mengoperasikan pabrik oleokimia untuk meningkatkan pendapatan dalam waktu dekat. Tahun ini, UNSP akan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 100-200 miliar untuk penanaman tanaman muda, sarana produksi, dan infrastruktur. Perseroan akan fokus untuk menggunakan teknologi bibit unggul agar produktivitas kebunnya meningkat. Melalui bibit unggul, UNSP dapat memproduksi 8 ton sawit per tahun per ha, lebih dari bibit biasa 3 ton per tahun per ha. Perseroan juga akan mulai mengoperasikan pabrik oleokimianya pada 2017-2018.
Soechi Lines (SOCI) terus memperkuat bisnis galangan kapalnya. Hal ini sejalan dengan ekspektasi peningkatan permintaan pembangunan kapal di dalam negeri setelah pemerintah mengeluarkan insentif pada sektor ini. Saat ini, perseroan sedang mengerjakan pesanan 8 kapal senilai USD 110 juta. SOCI menargetkan kontribusi bisnis galangan sebesar 18-20% terhadap total pendapatan tahun ini.
Kino Indonesia (KINO) menargetkan akuisisi perusahaan personal care selesai pada kuartal III-2016. Dana akuisisi perusahaan personal care akan menggunakan sebagian hasil IPO senilai Rp 1,26 triliun. Perseroan akan mengakuisisi perusahaan yang berada di Jakarta. Selain akuisisi perusahaan personal care, KINO juga tengah melakukan penjajakan dengan perusahaan asal Jepang untuk membentuk perusahaan joint venture.
Pemerintah meminta plafon tambahan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 6 triliun yang diajukan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) disalurkan ke sektor pertanian dan perikanan.











0 comments:
Posting Komentar