Prediksi IHSG;
Sebuah keputusan yang dilakukan masyarakat Inggris atas referendum yang akhirnya menghasilkan Brexit sebagai pemenang. Penghitungan akhir menunjukkan 52% pemilih memutuskan untuk keluar sedangkan 48% menginginkan Inggris tetap berada di dalam Uni Eropa.
Dampaknya bagi pasar saham atas hasil dari referendum yang dimenangkan kelompok Brexit, telah terefleksikan ketika hasil di umumkan, Namun, tekanan atas poundsterling terhadap dolar AS, yang memicu kepanikan pasar. Karena dapat berimbas terhadap mata uang lainnya termasuk Yen serta dampaknya bagi rupiah. Diperkirakan tekanan bagi IHSG cenderung berkurang dan bepotensi up reversal dalam perdagangan saham pada hari ini.
Perspektif tenikal
Terkonfirmasi dari Candle chart trend IHSG cenderung positif. Namun, sinyal positif candle tersebut belum terkonfirmasi pada indikator lainnya. Indkator Stochastic dan MACD menunjukan sinyal negatif bagi IHSG. Ditambah dengan lagging indikator MA5 dan MA20 yang menyisyaratkan negative bagi IHSG.
Support Level : 4764/4694/4634
Resistance Level : 4895/4955/5025
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ASII: Trading Buy
Close 6700, TP 6975
Boleh buy di level 6650-6700
Resistance di 6975 & support di 6475
Waspadai jika tembus di 6475
Batasi resiko di 6425
BSDE: Trading Buy
Close 2040, TP 2080
Boleh buy di level 2030-2040
Resistance di 2080 & support di 1965
Waspadai jika tembus di 1965
Batasi resiko di 1955
LPKR : Trading Buy
Close 1070, TP 1085
Boleh buy di level 1060-1070
Resistance di 1085 & support di 1040
Waspadai jika tembus di 1040
Batasi resiko di 1030
BISI: Trading Buy
Close 1760, TP 1790
Boleh buy di level 1750-1760
Resistance di 1790 & support di 1725
Waspadai jika tembus di 1725
Batasi resiko di 1715
NIKL: Trading Buy
Close 422, TP 434
Boleh buy di level 418-422
Resistance di 434 & support di 400
Waspadai jika tembus di 400
Batasi resiko di 395
TOTL: Trading Buy
Close 750, TP 775
Boleh buy di level 740-750
Resistance di 775 & support di 715
Waspadai jika tembus di 715
Batasi resiko di 705
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
MBTO, BJBR, PNLF, MLPL, CPIN, SSIA, WTON, EXCL, JPFA, APLN, BKSL, TLKM, ADHI, WSKT
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 24-Jun-16
Crude Oil-(barel) US$47.99 (-2.12)
Gold-(troy oz) US$1,313.82 (56.98)
Nickel-(ton) US$9,225.00 (-5.00)
Tin-(ton) US$17,250.00 (100.00)
Coal (Newc)/ton US$52.95 (-9.45)
CPO Mal/ton* MYR2,450.50 (-24.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,391.00 (143.00)
*running
Agenda pekan ini ini - 27 Juni – 01 Juli 2016
RUPSLB
· ASDM – RUPST - 27-Jun-16
· GMCW - RUPST/LB - 27-Jun-16
· GSMF – RUPST - 27-Jun-16
· BACA - RUPST/LB - 27-Jun-16
· BPFI RUPST/LB 27-Jun-16
· TMPI - RUPST/LB - 27-Jun-16
· PTSN – RUPST - 27-Jun-16
· KBRI – RUPST - 27-Jun-16
· BBNP – RUPST - 27-Jun-16
· BPFI - RUPST/LB - 27-Jun-16
· UNIT - RUPST/LB - 27-Jun-16
· YULE – RUPST - 27-Jun-16
· TRUB – RUPST - 27-Jun-16
· PWON – RUPST - 27-Jun-16
· DILD – RUPST - 27-Jun-16
· ZBRA - RUPST/LB - 27-Jun-16
· SAFE - RUPST/LB - 27-Jun-16
· BGTG – RUPST - 28-Jun-16
· SSTM – RUPST - 28-Jun-16
· IPOL– RUPST - 28-Jun-16
· TKIM – RUPST - 28-Jun-16
· INKP – RUPST - 28-Jun-16
· ABBA – RUPST - 28-Jun-16
· PSKT – RUPST - 28-Jun-16
· JRPT – RUPST - 28-Jun-16
· BTEL - RUPST/LB - 28-Jun-16
· APOL – RUPST - 28-Jun-16
· KICI - RUPST/LB - 28-Jun-16
· RDTX – RUPST - 28-Jun-16
· BKSL – RUPST - 28-Jun-16
· MYOR - RUPST/LB - 28-Jun-16
· ARGO - RUPST/LB - 29-Jun-16
· BUVA – RUPST - 29-Jun-16
· LCGP – RUPST - 29-Jun-16
Dividend
· GGRM, Cash dividend 2600.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
· TSPC, Cash dividend 50.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
· SOCI, Cash dividend 7.50, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
· RICY, Cash dividend 3.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
· FISH, Cash dividend 50.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
· MTDL, Cash dividend 35:1, cum 01 Jul-16, ex 11 Jul-16
Economic Calendar:
· 27 Jun, US Markit US Services PMI
· 28 Jun, US GDP Annualized QoQ
· 28 Jun, US Personal Consumption
· 28 Jun, US GDP Price Index
· 28 Jun, US Consumer Confidence Index
· 29 Jun, US Personal Income
· 29 Jun, US Personal Spending
· 29 Jun, US Real Personal Spending
· 29 Jun, US PCE Deflator MoM
· 29 Jun, US PCE Deflator YoY
VAS
HEADLINE NEWS
Pembangunan Perumahan (PTPP) berencana menyetor modal Rp400 miliar untuk perusahaan patungan yang mengelola tiga ruas jalan tol. Penyetoran tersebut kemungkinan akan dilakukan pada Juni 2016. Perseroan bersama sejumlah konsorsium yang dipimpin oleh Jasa Marga (JSMR) telah memenangkan sejumlah proyek jalan tol antara lain Pandaan-Malang (38 km) di pulau Jawa, jalan tol Balikpapan-Samarinda (99,35 km) di pulau Kalimantan, dan jalan tol Manado-Bitung (39 km) di pulau Sulawesi.
Pembangunan Perumahan (PTPP) berencana menggelar rights issue pada kuartal I/2017 menyusul rencana penyertaan modal negara (PMN) untuk program pengembangan perumahan. PMN yang akan disetor ke perseroan mencapai Rp500 miliar. Jumlah tersebut merupakan bagian dari PMN yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk induk usaha PTPP sebesar Rp2,25 triliun.
Mitsui & Co. Ltd menggandeng Fujimori Kogyo Co. Ltd akan menjadi pengendali baru Champian Pacific Indonesia (IGAR). Kedua perusahaan Jepang tersebut akan membeli seluruh saham Kingsford Holdings, yaitu perusahaan yang memegang sebanyak 79,42% saham IGAR. Selanjtunya, Kingsford akan melakukan tender offer saham IGAR yang dimiliki pemegang saham mayoritas.
Bank Victoria International (BVIC) menetapkan dana sebesar Rp69,07 miliar dari raihan laba bersih tahun 2015 sebagai laba ditahan. Sedangkan sebesar Rp35 miliar diputuskan sebagai cadangan.
Bank Victoria International (BVIC) akan mengkaji ulang rencana penerbitan obligasi pada semester II-2016. Sebelumnya, dalam rencana bisnis bank (RBB), perseroan berniat menerbitkan surat utang pada kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun tahun ini.
Bank Woori Saudara (SDRA) menjalin kemitraan dengan perusahaan asuransi jiwa asal Korea, yaitu Hanwa Life Insurance. Kemitraan ini berupa penggunaan dan pemanfaatan produk asuransi dan perbankan kedua pihak.
Bank Bukopin (BBKP) menargetkan mengoperasikan 1.000 agen layanan Laku Pandai (branchless banking) yang diberi nama B-Tunai tahun 2017. Setelah diluncurkan pada April lalu, BBKP telah mengoperasikan 102 agen B-tunai hingga akhir Mei.
Multistrada Arah Sarana (MASA) menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10-15% menjadi US$260-272,5 juta dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai US$237 juta. Peningkatan penjualan akan ditopang oleh pertumbuhan permintaan pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Sepatu Bata (BATA) menargetkan kenaikan penjualan menjadi Rp1,1 triliun pada tahun ini dibandingkan realiasi tahun lalu sebesar Rp1,03 triliun. Pertumbuhan ini akan ditopang kenaikan permintaan menjelang momen Lebaran, penambahan gerai baru, peningkatan penjualan e-commerce, dan membaiknya daya beli masyarakat.
Asuransi Mitra Maparya (ASMI) resmi mengganti nama dan logo menjadi Asuransi Kresna Mitra atau Kresna Insurance. Penggantian nama dan logo tersebut diputuskan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Juni 2016. Dengan identitas baru tersebut, perseroan akan fokus pada peningkatan kinerja yang optimal dengan menjaga keseimbangan dalam aspek-aspek profitabilitas, produktivitas, dan kualitas operasional khususnya fungsi underwriting dan pelayanan terhadap nasabah.
Indomobil Sukses Internasional (IMAS) mengalokasikan belanja modal tahun ini senilai Rp 1,2 triliun atau naik 60% YoY. Dana capex akan digunakan untuk memperkuat bisnis sewa kendaraan dan logistik. Sebanyak 80% sumber pendanaan capex berasal dari kas internal. Perseroan juga membuka peluang untuk dapat berkolaborasi dengan pihak asing.
Multistrada Arah Sarana (MASA) mengalokasikan belanja modal mencapai USD 30 juta untuk mendukung peningkatan penjualan ekspor di sepanjang tahun ini. Capex tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan dengan pasar yang dituju, melalui debottlenecking project. Proyek tersebut nantinya akan meningkatkan kapasitas produksi ban menjadi sebesar 32.000 unit per hari dan produksi ban motor menjadi sebanyak 18.000 unit per hari.
Megapolitan Development (EMDE) akan membagikan dividen dengan total sebesar Rp 6,7 miliar atau Rp 2 per saham, sekitar 11% dari laba bersih perseroan di tahun 2015 yang sebesar Rp 59,8 miliar.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) tahun ini akan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor produktif. Perseroan akan meningkatkan kreditnya dengan menargetkan ke sektor UMKM lebih agresif lagi. Dengan fokus ke sektor produktif juga dapat menekan NPL agar semakin turun dari 4,2% menjadi 3%.
Eka Sari Lorena Transport (LRNA) akan fokus bermitra dengan perusahaan lain untuk mengembangkan bisnis tahun ini. Kerja sama yang dilakukan perseroan melalui berbagai lini bisnis Grup Lorena, termasuk Lorena Transportasi. Tahun ini, LRNA perlu memandang perlu ada revitalisasi jurusan trayek. Perseroan sedang melihat trayek-trayek, khususnya di Pulau Sumatera untuk dikembangkan menjadi trayek feeder bagi moda transportasi lain yang waktunya lebih singkat, seperti kereta api atau pesawat terbang.
Menghadapi Ramadhan dan Lebaran tahun 2016, PT Telkomsel, anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM), melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan traffic selama arus mudik dan balik. Salah satunya dengan menyediakan Visitor Location Register (VCR) atau kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan. Telkomsel memprediksi pada masa Ramadhan dan Lebaran Tahun 2016 akan terjadi lonjakan trafik di daerah jalur mudik dan tujuan wisata Jateng dan DIY dibandingkan trafik di hari biasa. Lonjakan trafik akan terjadi terutama pada layanan SMS yang berkisar antara 39% mencapai 79 juta SMS, layanan Data yang akan melonjak naik antara 47% atau menembus 309 Tera Byte, dan layanan suara (voice) naik sebesar 19% menjadi 123 Juta MOU (minute of usage).
Lionmesh Prima (LMSH) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 40 per saham pada 22 Juli 2016. Jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 29 dan 30 Juni 2016 dan di pasar tunai pada 11 dan 12 Juli 2016 dengan DPS hingga 11 Juli 2016.
Bank Danamon Indonesia (BDMN) melalui lini bisnisnya Transaction Banking mengumumkan kerja sama layanan Financial Supply Chain (FSC) dengan PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Layanan FSC Danamon akan menyediakan pembiayaan kepada sebagian distributor FFI dengan total pinjaman senilai ratusan miliar rupiah. Danamon akan membantu FFI dalam mengelola kepastian pembayaran dari distributor secara aman, menjamin perputaran dana yang optimal dan penyediaan informasi yang penting guna mendukung kelancaran bisnis.
Anabatic Technologies (ATIC) meraih kenaikan laba bersih per 31 Maret 2016 menjadi Rp 7,44 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 5,79 miliar. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 763,00 miliar dari sebelumnya Rp 695,55 miliar.
Bakrie Telecom (BTEL) membukukan penurunan pendapatan usaha per 31 Desember 2015 menjadi Rp 401,62 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 1,17 triliun. Rugi bersih naik menjadi Rp 8,64 triliun dari rugi bersih tahun 2014 sebesar Rp 2,86 triliun.
Anak usaha Multipolar (MLPL) yakni PT Multipolar Multimedia Prima (MMP) telah mengalihkan kepemilikannya di PT Indonesia Media Televisi (IMTV) pengelola Big TV kepada PT Graha Ekatama Andalan Terpadu (GREAT). Jumlah saham yang yang dialihkan 1.050.000.000 saham senilai Rp 4.000.000.000. Ini merupakan transaksi afiliasi dimana MMP adalah 100% sahamnya dimiliki perseroan. Sedangkan GREAT adalah anak usaha milik First Media (KBLV), dimana perseroan memiliki 33,76% saham KBLV secara tidak langsung.
Weha Transportasi Indonesia (WEHA) menerbitkan Medium Term Notes (MTN) pada 23 Juni 2016 dengan nilai pokok MTN II WEHA sebesar Rp 64.000.000.000. Jangka waktu MTN 9 bulan sejak tanggal penerbitan. Bertindak sebagai arranger adalah PT Mandiri Sekuritas. Demikian juga agen untuk mewakili hak-hak dan kepentingan pemegang MTN.
Panorama Sentrawisata (PANR) menargetkan kenaikan penjualan pada tahun 2016 sebesar 40%. Tahun 2016 perseroan akan fokus pada pertumbuhan seluruh pilar-pilar usaha sambil terus menangkap momentum pariwisata nasional serta meningkatkan kapabilitas melalui penguatan di bidang teknologi. Hingga akhir April 2016 total penjualan (gross revenue) perseroan sebesar Rp 1,4 triliun, atau meningkat 41,6% YoY. Kontributor utama adalah pilar "Travel and Leisure" yang sepanjang Januari-April menyumbang sebesar 90% dari penjualan. Perseroan akan tetap fokus di semua pilar usaha dengan mengintegrasikan masing-masing pilar untuk mencapai target pertumbuhan di atas 40%.
Bank Victoria International (BVIC) menargetkan laba bersih sebelum pajak sampai akhir tahun 2016 bisa tumbuh sebesar 19,3% YoY. Selain itu kredit sampai akhir tahun diharapkan naik 20% YoY menjadi Rp 2,5 triliun. Dengan kenaikan kinerja tersebut, aset sampai akhir tahun 2016 diharapkan bisa meningkat 14,3% YoY menjadi Rp 25,2 triliun. Menjelang akhir semester I 2016 pertumbuhan kredit BVIC masih sesuai dengan target yaitu 10% YoY. Perseroan optimis pertumbuhan kredit pada semester II 2016 bisa lebih baik. Salah satu kontribusinya dari kredit mikro. Perseroan mengharapkan kredit UMKM Bank Victoria sampai akhir tahun 2016 bisa tumbuh sebesar 25% YoY. Dana pihak ketiga (DPK) diharapkan meningkat 10,9% YoY. Selain UMKM, segmen industri manufaktur dan transportasi logistik diharapkan bisa mendorong pertumbuhan bisnis Bank Victoria. Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) ditargetkan bisa ditekan di level 3%. Hingga kuartal I 2016, tercatat NPL gross Bank Victoria turun sebesar 28 bps jadi 4,68%.
Ratio kredit bermasalah (NPL net) Bank Victoria Internasional (BVIC) hingga kuartal I 2016 belum banyak berubah dari kisaran 4,48%. Hal ini disebabkan oleh pelemahan ekonomi nasional tahun 2015 sebesar 4,7% dari diperkiraan awal di atas 5%. Namun perseroan mengharapkan pada akhir semester I 2016 NPL gross turun ke angka 4,7% dan NPL Net 3,5%. Penuruan itu dapat dilakukan perseroan dengan cara restrukturisasi. Langkah itu telah banyak diikuti kreditur, dengan besaran kredit yang akan di restrukturisasi mencapai Rp 200 miliar. Bank Victoria optimis tahun 2016 dapat meningkatkan pertumbuhan kredit sebesar 20,6%, sehingga pada akhir tahun 2016 total portofolio kredit mencapai Rp 14,5 triliun.
Dividen tunai Ricky Putra Globalindo (RICY) tahun buku 2015 sebesar Rp 3 per saham akan dibagikan pada 19 Juli 2016. Jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 21 dan 23 Juni 2016, sedangkan di pasar tunai pada 28 dan 29 Juni 2016 dengan DPS hingga 28 Juni 2016.
Lippo Group memulai pembangunan konstruksi tahap pertama kawasan terintegrasi "Orange County" di Cikarang, Jawa Barat di atas lahan 322 hektar dengan menggandeng Total Bangun Persada (TOTL) untuk memberikan jaminan proyek dapat selesai tepat waktu. Pihak TOTL telah menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi tahap I secara tepat waku. Pembangunan tahap pertama akan dimulai pada akhir Juli 2016 dengan nilai proyek sekitar Rp 1,5 triliun. Pekerjaan konstruksi menara apartemen ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan target dapat diselesaikan mulai dari pertengahan tahun 2018 sampai keseluruhannya selesai di akhir tahun 2019.
Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) berharap ada campur tangan dari pemerintah terkait datangnya produk impor di Indonesia. Meski demikian perseroan tetap optimis dapat mencatat kinerja yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Perseroan berharap penjualan bisa tumbuh maksimal 10%. Langkah yang akan dilakukan untuk mencapai target adalah melakukan efisiensi,
Megapolitan Development (EMDE) memproyeksi pertumbuhan pendapatan tahun 2016 di kisaran 10%-15% dari tahun
Sebuah keputusan yang dilakukan masyarakat Inggris atas referendum yang akhirnya menghasilkan Brexit sebagai pemenang. Penghitungan akhir menunjukkan 52% pemilih memutuskan untuk keluar sedangkan 48% menginginkan Inggris tetap berada di dalam Uni Eropa.
Dampaknya bagi pasar saham atas hasil dari referendum yang dimenangkan kelompok Brexit, telah terefleksikan ketika hasil di umumkan, Namun, tekanan atas poundsterling terhadap dolar AS, yang memicu kepanikan pasar. Karena dapat berimbas terhadap mata uang lainnya termasuk Yen serta dampaknya bagi rupiah. Diperkirakan tekanan bagi IHSG cenderung berkurang dan bepotensi up reversal dalam perdagangan saham pada hari ini.
Perspektif tenikal
Terkonfirmasi dari Candle chart trend IHSG cenderung positif. Namun, sinyal positif candle tersebut belum terkonfirmasi pada indikator lainnya. Indkator Stochastic dan MACD menunjukan sinyal negatif bagi IHSG. Ditambah dengan lagging indikator MA5 dan MA20 yang menyisyaratkan negative bagi IHSG.
Support Level : 4764/4694/4634
Resistance Level : 4895/4955/5025
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ASII: Trading Buy
Close 6700, TP 6975
Boleh buy di level 6650-6700
Resistance di 6975 & support di 6475
Waspadai jika tembus di 6475
Batasi resiko di 6425
BSDE: Trading Buy
Close 2040, TP 2080
Boleh buy di level 2030-2040
Resistance di 2080 & support di 1965
Waspadai jika tembus di 1965
Batasi resiko di 1955
LPKR : Trading Buy
Close 1070, TP 1085
Boleh buy di level 1060-1070
Resistance di 1085 & support di 1040
Waspadai jika tembus di 1040
Batasi resiko di 1030
BISI: Trading Buy
Close 1760, TP 1790
Boleh buy di level 1750-1760
Resistance di 1790 & support di 1725
Waspadai jika tembus di 1725
Batasi resiko di 1715
NIKL: Trading Buy
Close 422, TP 434
Boleh buy di level 418-422
Resistance di 434 & support di 400
Waspadai jika tembus di 400
Batasi resiko di 395
TOTL: Trading Buy
Close 750, TP 775
Boleh buy di level 740-750
Resistance di 775 & support di 715
Waspadai jika tembus di 715
Batasi resiko di 705
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
MBTO, BJBR, PNLF, MLPL, CPIN, SSIA, WTON, EXCL, JPFA, APLN, BKSL, TLKM, ADHI, WSKT
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 24-Jun-16
Crude Oil-(barel) US$47.99 (-2.12)
Gold-(troy oz) US$1,313.82 (56.98)
Nickel-(ton) US$9,225.00 (-5.00)
Tin-(ton) US$17,250.00 (100.00)
Coal (Newc)/ton US$52.95 (-9.45)
CPO Mal/ton* MYR2,450.50 (-24.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,391.00 (143.00)
*running
Agenda pekan ini ini - 27 Juni – 01 Juli 2016
RUPSLB
· ASDM – RUPST - 27-Jun-16
· GMCW - RUPST/LB - 27-Jun-16
· GSMF – RUPST - 27-Jun-16
· BACA - RUPST/LB - 27-Jun-16
· BPFI RUPST/LB 27-Jun-16
· TMPI - RUPST/LB - 27-Jun-16
· PTSN – RUPST - 27-Jun-16
· KBRI – RUPST - 27-Jun-16
· BBNP – RUPST - 27-Jun-16
· BPFI - RUPST/LB - 27-Jun-16
· UNIT - RUPST/LB - 27-Jun-16
· YULE – RUPST - 27-Jun-16
· TRUB – RUPST - 27-Jun-16
· PWON – RUPST - 27-Jun-16
· DILD – RUPST - 27-Jun-16
· ZBRA - RUPST/LB - 27-Jun-16
· SAFE - RUPST/LB - 27-Jun-16
· BGTG – RUPST - 28-Jun-16
· SSTM – RUPST - 28-Jun-16
· IPOL– RUPST - 28-Jun-16
· TKIM – RUPST - 28-Jun-16
· INKP – RUPST - 28-Jun-16
· ABBA – RUPST - 28-Jun-16
· PSKT – RUPST - 28-Jun-16
· JRPT – RUPST - 28-Jun-16
· BTEL - RUPST/LB - 28-Jun-16
· APOL – RUPST - 28-Jun-16
· KICI - RUPST/LB - 28-Jun-16
· RDTX – RUPST - 28-Jun-16
· BKSL – RUPST - 28-Jun-16
· MYOR - RUPST/LB - 28-Jun-16
· ARGO - RUPST/LB - 29-Jun-16
· BUVA – RUPST - 29-Jun-16
· LCGP – RUPST - 29-Jun-16
Dividend
· GGRM, Cash dividend 2600.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
· TSPC, Cash dividend 50.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
· SOCI, Cash dividend 7.50, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
· RICY, Cash dividend 3.00, cum 28 Jun-16, ex 29 Jun-16
· FISH, Cash dividend 50.00, cum 29 Jun-16, ex 30 Jun-16
· MTDL, Cash dividend 35:1, cum 01 Jul-16, ex 11 Jul-16
Economic Calendar:
· 27 Jun, US Markit US Services PMI
· 28 Jun, US GDP Annualized QoQ
· 28 Jun, US Personal Consumption
· 28 Jun, US GDP Price Index
· 28 Jun, US Consumer Confidence Index
· 29 Jun, US Personal Income
· 29 Jun, US Personal Spending
· 29 Jun, US Real Personal Spending
· 29 Jun, US PCE Deflator MoM
· 29 Jun, US PCE Deflator YoY
VAS
HEADLINE NEWS
Pembangunan Perumahan (PTPP) berencana menyetor modal Rp400 miliar untuk perusahaan patungan yang mengelola tiga ruas jalan tol. Penyetoran tersebut kemungkinan akan dilakukan pada Juni 2016. Perseroan bersama sejumlah konsorsium yang dipimpin oleh Jasa Marga (JSMR) telah memenangkan sejumlah proyek jalan tol antara lain Pandaan-Malang (38 km) di pulau Jawa, jalan tol Balikpapan-Samarinda (99,35 km) di pulau Kalimantan, dan jalan tol Manado-Bitung (39 km) di pulau Sulawesi.
Pembangunan Perumahan (PTPP) berencana menggelar rights issue pada kuartal I/2017 menyusul rencana penyertaan modal negara (PMN) untuk program pengembangan perumahan. PMN yang akan disetor ke perseroan mencapai Rp500 miliar. Jumlah tersebut merupakan bagian dari PMN yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk induk usaha PTPP sebesar Rp2,25 triliun.
Mitsui & Co. Ltd menggandeng Fujimori Kogyo Co. Ltd akan menjadi pengendali baru Champian Pacific Indonesia (IGAR). Kedua perusahaan Jepang tersebut akan membeli seluruh saham Kingsford Holdings, yaitu perusahaan yang memegang sebanyak 79,42% saham IGAR. Selanjtunya, Kingsford akan melakukan tender offer saham IGAR yang dimiliki pemegang saham mayoritas.
Bank Victoria International (BVIC) menetapkan dana sebesar Rp69,07 miliar dari raihan laba bersih tahun 2015 sebagai laba ditahan. Sedangkan sebesar Rp35 miliar diputuskan sebagai cadangan.
Bank Victoria International (BVIC) akan mengkaji ulang rencana penerbitan obligasi pada semester II-2016. Sebelumnya, dalam rencana bisnis bank (RBB), perseroan berniat menerbitkan surat utang pada kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun tahun ini.
Bank Woori Saudara (SDRA) menjalin kemitraan dengan perusahaan asuransi jiwa asal Korea, yaitu Hanwa Life Insurance. Kemitraan ini berupa penggunaan dan pemanfaatan produk asuransi dan perbankan kedua pihak.
Bank Bukopin (BBKP) menargetkan mengoperasikan 1.000 agen layanan Laku Pandai (branchless banking) yang diberi nama B-Tunai tahun 2017. Setelah diluncurkan pada April lalu, BBKP telah mengoperasikan 102 agen B-tunai hingga akhir Mei.
Multistrada Arah Sarana (MASA) menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10-15% menjadi US$260-272,5 juta dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai US$237 juta. Peningkatan penjualan akan ditopang oleh pertumbuhan permintaan pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Sepatu Bata (BATA) menargetkan kenaikan penjualan menjadi Rp1,1 triliun pada tahun ini dibandingkan realiasi tahun lalu sebesar Rp1,03 triliun. Pertumbuhan ini akan ditopang kenaikan permintaan menjelang momen Lebaran, penambahan gerai baru, peningkatan penjualan e-commerce, dan membaiknya daya beli masyarakat.
Asuransi Mitra Maparya (ASMI) resmi mengganti nama dan logo menjadi Asuransi Kresna Mitra atau Kresna Insurance. Penggantian nama dan logo tersebut diputuskan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Juni 2016. Dengan identitas baru tersebut, perseroan akan fokus pada peningkatan kinerja yang optimal dengan menjaga keseimbangan dalam aspek-aspek profitabilitas, produktivitas, dan kualitas operasional khususnya fungsi underwriting dan pelayanan terhadap nasabah.
Indomobil Sukses Internasional (IMAS) mengalokasikan belanja modal tahun ini senilai Rp 1,2 triliun atau naik 60% YoY. Dana capex akan digunakan untuk memperkuat bisnis sewa kendaraan dan logistik. Sebanyak 80% sumber pendanaan capex berasal dari kas internal. Perseroan juga membuka peluang untuk dapat berkolaborasi dengan pihak asing.
Multistrada Arah Sarana (MASA) mengalokasikan belanja modal mencapai USD 30 juta untuk mendukung peningkatan penjualan ekspor di sepanjang tahun ini. Capex tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan dengan pasar yang dituju, melalui debottlenecking project. Proyek tersebut nantinya akan meningkatkan kapasitas produksi ban menjadi sebesar 32.000 unit per hari dan produksi ban motor menjadi sebanyak 18.000 unit per hari.
Megapolitan Development (EMDE) akan membagikan dividen dengan total sebesar Rp 6,7 miliar atau Rp 2 per saham, sekitar 11% dari laba bersih perseroan di tahun 2015 yang sebesar Rp 59,8 miliar.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) tahun ini akan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor produktif. Perseroan akan meningkatkan kreditnya dengan menargetkan ke sektor UMKM lebih agresif lagi. Dengan fokus ke sektor produktif juga dapat menekan NPL agar semakin turun dari 4,2% menjadi 3%.
Eka Sari Lorena Transport (LRNA) akan fokus bermitra dengan perusahaan lain untuk mengembangkan bisnis tahun ini. Kerja sama yang dilakukan perseroan melalui berbagai lini bisnis Grup Lorena, termasuk Lorena Transportasi. Tahun ini, LRNA perlu memandang perlu ada revitalisasi jurusan trayek. Perseroan sedang melihat trayek-trayek, khususnya di Pulau Sumatera untuk dikembangkan menjadi trayek feeder bagi moda transportasi lain yang waktunya lebih singkat, seperti kereta api atau pesawat terbang.
Menghadapi Ramadhan dan Lebaran tahun 2016, PT Telkomsel, anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM), melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan traffic selama arus mudik dan balik. Salah satunya dengan menyediakan Visitor Location Register (VCR) atau kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan. Telkomsel memprediksi pada masa Ramadhan dan Lebaran Tahun 2016 akan terjadi lonjakan trafik di daerah jalur mudik dan tujuan wisata Jateng dan DIY dibandingkan trafik di hari biasa. Lonjakan trafik akan terjadi terutama pada layanan SMS yang berkisar antara 39% mencapai 79 juta SMS, layanan Data yang akan melonjak naik antara 47% atau menembus 309 Tera Byte, dan layanan suara (voice) naik sebesar 19% menjadi 123 Juta MOU (minute of usage).
Lionmesh Prima (LMSH) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 40 per saham pada 22 Juli 2016. Jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 29 dan 30 Juni 2016 dan di pasar tunai pada 11 dan 12 Juli 2016 dengan DPS hingga 11 Juli 2016.
Bank Danamon Indonesia (BDMN) melalui lini bisnisnya Transaction Banking mengumumkan kerja sama layanan Financial Supply Chain (FSC) dengan PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Layanan FSC Danamon akan menyediakan pembiayaan kepada sebagian distributor FFI dengan total pinjaman senilai ratusan miliar rupiah. Danamon akan membantu FFI dalam mengelola kepastian pembayaran dari distributor secara aman, menjamin perputaran dana yang optimal dan penyediaan informasi yang penting guna mendukung kelancaran bisnis.
Anabatic Technologies (ATIC) meraih kenaikan laba bersih per 31 Maret 2016 menjadi Rp 7,44 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 5,79 miliar. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 763,00 miliar dari sebelumnya Rp 695,55 miliar.
Bakrie Telecom (BTEL) membukukan penurunan pendapatan usaha per 31 Desember 2015 menjadi Rp 401,62 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 1,17 triliun. Rugi bersih naik menjadi Rp 8,64 triliun dari rugi bersih tahun 2014 sebesar Rp 2,86 triliun.
Anak usaha Multipolar (MLPL) yakni PT Multipolar Multimedia Prima (MMP) telah mengalihkan kepemilikannya di PT Indonesia Media Televisi (IMTV) pengelola Big TV kepada PT Graha Ekatama Andalan Terpadu (GREAT). Jumlah saham yang yang dialihkan 1.050.000.000 saham senilai Rp 4.000.000.000. Ini merupakan transaksi afiliasi dimana MMP adalah 100% sahamnya dimiliki perseroan. Sedangkan GREAT adalah anak usaha milik First Media (KBLV), dimana perseroan memiliki 33,76% saham KBLV secara tidak langsung.
Weha Transportasi Indonesia (WEHA) menerbitkan Medium Term Notes (MTN) pada 23 Juni 2016 dengan nilai pokok MTN II WEHA sebesar Rp 64.000.000.000. Jangka waktu MTN 9 bulan sejak tanggal penerbitan. Bertindak sebagai arranger adalah PT Mandiri Sekuritas. Demikian juga agen untuk mewakili hak-hak dan kepentingan pemegang MTN.
Panorama Sentrawisata (PANR) menargetkan kenaikan penjualan pada tahun 2016 sebesar 40%. Tahun 2016 perseroan akan fokus pada pertumbuhan seluruh pilar-pilar usaha sambil terus menangkap momentum pariwisata nasional serta meningkatkan kapabilitas melalui penguatan di bidang teknologi. Hingga akhir April 2016 total penjualan (gross revenue) perseroan sebesar Rp 1,4 triliun, atau meningkat 41,6% YoY. Kontributor utama adalah pilar "Travel and Leisure" yang sepanjang Januari-April menyumbang sebesar 90% dari penjualan. Perseroan akan tetap fokus di semua pilar usaha dengan mengintegrasikan masing-masing pilar untuk mencapai target pertumbuhan di atas 40%.
Bank Victoria International (BVIC) menargetkan laba bersih sebelum pajak sampai akhir tahun 2016 bisa tumbuh sebesar 19,3% YoY. Selain itu kredit sampai akhir tahun diharapkan naik 20% YoY menjadi Rp 2,5 triliun. Dengan kenaikan kinerja tersebut, aset sampai akhir tahun 2016 diharapkan bisa meningkat 14,3% YoY menjadi Rp 25,2 triliun. Menjelang akhir semester I 2016 pertumbuhan kredit BVIC masih sesuai dengan target yaitu 10% YoY. Perseroan optimis pertumbuhan kredit pada semester II 2016 bisa lebih baik. Salah satu kontribusinya dari kredit mikro. Perseroan mengharapkan kredit UMKM Bank Victoria sampai akhir tahun 2016 bisa tumbuh sebesar 25% YoY. Dana pihak ketiga (DPK) diharapkan meningkat 10,9% YoY. Selain UMKM, segmen industri manufaktur dan transportasi logistik diharapkan bisa mendorong pertumbuhan bisnis Bank Victoria. Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) ditargetkan bisa ditekan di level 3%. Hingga kuartal I 2016, tercatat NPL gross Bank Victoria turun sebesar 28 bps jadi 4,68%.
Ratio kredit bermasalah (NPL net) Bank Victoria Internasional (BVIC) hingga kuartal I 2016 belum banyak berubah dari kisaran 4,48%. Hal ini disebabkan oleh pelemahan ekonomi nasional tahun 2015 sebesar 4,7% dari diperkiraan awal di atas 5%. Namun perseroan mengharapkan pada akhir semester I 2016 NPL gross turun ke angka 4,7% dan NPL Net 3,5%. Penuruan itu dapat dilakukan perseroan dengan cara restrukturisasi. Langkah itu telah banyak diikuti kreditur, dengan besaran kredit yang akan di restrukturisasi mencapai Rp 200 miliar. Bank Victoria optimis tahun 2016 dapat meningkatkan pertumbuhan kredit sebesar 20,6%, sehingga pada akhir tahun 2016 total portofolio kredit mencapai Rp 14,5 triliun.
Dividen tunai Ricky Putra Globalindo (RICY) tahun buku 2015 sebesar Rp 3 per saham akan dibagikan pada 19 Juli 2016. Jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 21 dan 23 Juni 2016, sedangkan di pasar tunai pada 28 dan 29 Juni 2016 dengan DPS hingga 28 Juni 2016.
Lippo Group memulai pembangunan konstruksi tahap pertama kawasan terintegrasi "Orange County" di Cikarang, Jawa Barat di atas lahan 322 hektar dengan menggandeng Total Bangun Persada (TOTL) untuk memberikan jaminan proyek dapat selesai tepat waktu. Pihak TOTL telah menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi tahap I secara tepat waku. Pembangunan tahap pertama akan dimulai pada akhir Juli 2016 dengan nilai proyek sekitar Rp 1,5 triliun. Pekerjaan konstruksi menara apartemen ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan target dapat diselesaikan mulai dari pertengahan tahun 2018 sampai keseluruhannya selesai di akhir tahun 2019.
Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) berharap ada campur tangan dari pemerintah terkait datangnya produk impor di Indonesia. Meski demikian perseroan tetap optimis dapat mencatat kinerja yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Perseroan berharap penjualan bisa tumbuh maksimal 10%. Langkah yang akan dilakukan untuk mencapai target adalah melakukan efisiensi,
Megapolitan Development (EMDE) memproyeksi pertumbuhan pendapatan tahun 2016 di kisaran 10%-15% dari tahun











0 comments:
Posting Komentar