PMI Final, IHK Uni Eropa, Tankan Jepang, Pemilu Australia
Jadwal pekan ini cukup padat, tapi apakah penting? Saya rasa kejutan dari voting Brexit masih akan terus mendominasi pasar dan pengaruhnya lebih besar dari dampak fluktuasi indikator ekonomi.Siapa yang akan peduli dengan PMI manufaktur Inggris saat kita tidak yakin bagaimanawilayah geografis Inggris Raya dalam dua tahun mendatang? Saat ini pasar memasuki mode "risk off" dan penghindaran risiko sepertinya masih akan mendominasi.
Fokus saat ini adalah kapan Inggris akan memberi pernyataan resmi kepada Uni Eropa bahwa Inggris memutuskan untuk keluar.Setelah Inggris memberi pernyataan tersebut, kedua belah pihak memiliki waktu dua tahun untuk melakukan negosiasi kesepakatan. Perdana Menteri Inggris David Cameron telah mengundurkan diri Jumat lalu dan mengatakan bahwa PM berikutnya bertanggung jawab untuk menangani negosiasi tersebut. PM berikutnya mungkin tidak akan ditunjuk sebelum Kongres Partai Konservatif di bulan Oktober. Namun demikian, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan Minggu lalu bahwa "tidak masuk akal jika kita menunggu bulan Oktober" untuk memulai negosiasi.
Fokus saat ini adalah kapan Inggris akan memberi pernyataan resmi kepada Uni Eropa bahwa Inggris memutuskan untuk keluar.Setelah Inggris memberi pernyataan tersebut, kedua belah pihak memiliki waktu dua tahun untuk melakukan negosiasi kesepakatan. Perdana Menteri Inggris David Cameron telah mengundurkan diri Jumat lalu dan mengatakan bahwa PM berikutnya bertanggung jawab untuk menangani negosiasi tersebut. PM berikutnya mungkin tidak akan ditunjuk sebelum Kongres Partai Konservatif di bulan Oktober. Namun demikian, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan Minggu lalu bahwa "tidak masuk akal jika kita menunggu bulan Oktober" untuk memulai negosiasi.
Masalahnya, tidak ada orang di kubu "Keluar" di Inggris yang tahu apa langkah yang perlu dilakukan.Kubu "Keluar" bahkan telah mengakui bahwa mereka tidak punya rencana: Salah satu dari mereka mengatakan pada reporter, "Perdana Menteriadalah pihak yang seharusnya punya rencana". Tokoh utama grup "Keluar" lainnya mengatakan di TV "Kami tak pernah membuat komitmen apa pun. Kami hanya membuat sejumlah janji yang bersifat mungkin." Lebih buruk lagi, Parlemen harus menyetujui segala keputusan final, dan dua pertiga MP di Parlemen sebenarnya memilih "Bertahan".
Tidak adanya perencanaan di pihak "Keluar" membuat keputusan PM Cameron untuk mengundurkan diri sebuah langkah yang cerdas.Dengan mengundurkan diri, PM berikutnyalah yang harus menangani negosiasi. Pertanyaannya: apakah PM berikutnya mau mengemban tugas ini? Apakah PM berikutnya bersedia dikenal sebagai tokoh yang memicu bukan hanya segala masalah terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa, namun juga pecahnya Inggris Raya? Satu tokoh yang sudah punya rencana adalah pemimpin Skotlandia Nicola Sturgeon. Beliau mengatakan Sabtu lalu bahwa pemerintahannya akan berbicara dengan Uni Eropa guna memastikan bahwa Skotlandia tetap berada di dalam Uni Eropa dan bahwa referendum baru untuk kemerdekaan Skotlandia "sangat mungkin dilakukan".
Para pemimpin kampanye "Keluar" berkata bahwa diskusi resmi dengan Uni Eropa tidak perlu dimulai sekarang juga. Bahkan, mereka seperti menampilkan penyesalan. Di saat yang sama ada diskusi tentang fakta bahwa referendum ini tidak mengikat secara hukum, walau tidak masuk akal apabila Parlemen mengabaikan aspirasi tertulis dari lebih dari separuh warga negara. Mungkin diperlukan pemilihan umum baru untuk membatalkan hasil referendum ini. Sulit, namun bukan tidak mungkin. Para anggota pro-Eropa dari Partai Buruh dan Partai Konservatif mungkin saja keluar dari partai masing-masing dan membentuk partai baru yang pro-Eropa.
Pergerakan politik terkait masalah ini akan jauh lebih berpengaruh pada pasar dibandingkan perubahan indikator tertentu.
Investor juga akan memantau aktivitas bank sentral. Swiss National Bank (SNB) dikabarkan telah mengintervensi pada Jumat lalu. Apakah Bank of Japan (BoJ) juga akan mengintervensi saat JPY berkisar di 102? Secara historis, BoJ tidak menyukai apabila USD/JPY turun di bawah 100, dan pergerakan dewasa ini jelas termasuk tajam - dari 106.84 ke 99.02 kemudian meningkat lagi di hari Jumat. Investor akan memantau data sight deposit SNB hari ini untuk melihat apakah SNB juga mengintervensi di pekan sebelum referendum.
Dan langkah apa yang akan diambil Bank of England, jika ada?BoE pernah mengatakan bahwa penurunan nilai GBP setelah keputusan untuk keluar "konsisten dengan perubahan faktor fundamental yang memengaruhi nilai tukar", artinya tidak perlu ada intervensi. Namun BoE juga mengatakan bahwa "MPC akan mengambil segala langkah yang diperlukan, setelah ada hasil referendum, untuk memastikan bahwa ekspektasi inflasi tetap terjaga dan inflasi kembali ke target pada rentang waktu yang sesuai". Ekspektasi inflasi mungkin meningkat karena GBP merosot tajam. Jika tidak, BoE dapat kembali memotong suku bunga untuk membantu ekonomi.
Mengingat segala hal di atas, rilis berbagai data indikator menjadi kurang penting, terutama untuk Inggris.Saya bahkan tidak merasa perlu membahas tentang indikator Inggris dalam laporan in karena saya tidak berpendapat data tersebut akan memengaruhi pasar pekan ini.
Data PMI dari sejumlah belahanduniaakan dirilis pekan ini, termasuk indeks ISM Amerika Serikat. PMI China hari Jumat ini mungkin merupakan PMI yang paling dinantikan. Data ini diprediksi tidak banyak berubah.
Tidak adanya perencanaan di pihak "Keluar" membuat keputusan PM Cameron untuk mengundurkan diri sebuah langkah yang cerdas.Dengan mengundurkan diri, PM berikutnyalah yang harus menangani negosiasi. Pertanyaannya: apakah PM berikutnya mau mengemban tugas ini? Apakah PM berikutnya bersedia dikenal sebagai tokoh yang memicu bukan hanya segala masalah terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa, namun juga pecahnya Inggris Raya? Satu tokoh yang sudah punya rencana adalah pemimpin Skotlandia Nicola Sturgeon. Beliau mengatakan Sabtu lalu bahwa pemerintahannya akan berbicara dengan Uni Eropa guna memastikan bahwa Skotlandia tetap berada di dalam Uni Eropa dan bahwa referendum baru untuk kemerdekaan Skotlandia "sangat mungkin dilakukan".
Para pemimpin kampanye "Keluar" berkata bahwa diskusi resmi dengan Uni Eropa tidak perlu dimulai sekarang juga. Bahkan, mereka seperti menampilkan penyesalan. Di saat yang sama ada diskusi tentang fakta bahwa referendum ini tidak mengikat secara hukum, walau tidak masuk akal apabila Parlemen mengabaikan aspirasi tertulis dari lebih dari separuh warga negara. Mungkin diperlukan pemilihan umum baru untuk membatalkan hasil referendum ini. Sulit, namun bukan tidak mungkin. Para anggota pro-Eropa dari Partai Buruh dan Partai Konservatif mungkin saja keluar dari partai masing-masing dan membentuk partai baru yang pro-Eropa.
Pergerakan politik terkait masalah ini akan jauh lebih berpengaruh pada pasar dibandingkan perubahan indikator tertentu.
Investor juga akan memantau aktivitas bank sentral. Swiss National Bank (SNB) dikabarkan telah mengintervensi pada Jumat lalu. Apakah Bank of Japan (BoJ) juga akan mengintervensi saat JPY berkisar di 102? Secara historis, BoJ tidak menyukai apabila USD/JPY turun di bawah 100, dan pergerakan dewasa ini jelas termasuk tajam - dari 106.84 ke 99.02 kemudian meningkat lagi di hari Jumat. Investor akan memantau data sight deposit SNB hari ini untuk melihat apakah SNB juga mengintervensi di pekan sebelum referendum.
Dan langkah apa yang akan diambil Bank of England, jika ada?BoE pernah mengatakan bahwa penurunan nilai GBP setelah keputusan untuk keluar "konsisten dengan perubahan faktor fundamental yang memengaruhi nilai tukar", artinya tidak perlu ada intervensi. Namun BoE juga mengatakan bahwa "MPC akan mengambil segala langkah yang diperlukan, setelah ada hasil referendum, untuk memastikan bahwa ekspektasi inflasi tetap terjaga dan inflasi kembali ke target pada rentang waktu yang sesuai". Ekspektasi inflasi mungkin meningkat karena GBP merosot tajam. Jika tidak, BoE dapat kembali memotong suku bunga untuk membantu ekonomi.
Mengingat segala hal di atas, rilis berbagai data indikator menjadi kurang penting, terutama untuk Inggris.Saya bahkan tidak merasa perlu membahas tentang indikator Inggris dalam laporan in karena saya tidak berpendapat data tersebut akan memengaruhi pasar pekan ini.
Data PMI dari sejumlah belahanduniaakan dirilis pekan ini, termasuk indeks ISM Amerika Serikat. PMI China hari Jumat ini mungkin merupakan PMI yang paling dinantikan. Data ini diprediksi tidak banyak berubah.
Dari Amerika Serikat, pasar akan memantau revisi final PDB triwulan 1, pendapatan dan belanja personal, serta indeks ISM AS.
Untuk Uni Eropa, fokus utamanya adalah IHK Jerman hari Rabu dan IHK Uni Eropa hari Kamis.Kedua data ini diprediksi menampilkan sedikit akselerasi inflasi, namun sama sekali tidak cukup besar untuk memengaruhi kebijakan moneter.
Dari Jepang, waktu terpenting pekan ini adalah Jumat pagi (waktu Jepang) saat sebagian besar data akhir bulan akan dirilis, termasuk data IHK penting. Di waktu yang sama, Bank of Japan akan merilis Survei Jangka Pendek Kondisi Ekonomi (Tankan) triwulanan. Ini adalah indikator ekonomi terbesar Jepang dan sangat memengaruhi pasar.
ECB akan mengadakan forum 3 hari tentang "Masa Depan Moneter Internasional dan Arsitektur Keuangan" di Portugal di hari Senin hingga Rabu. Acara utamanya adalah diskusi panel pada hari Rabu yang akan diikuti oleh Presiden ECB Mario Draghi, Gubernur Fed Janet Yellen, dan Gubernur BoE Mark Carney.
Terakhir, Australia akan menggelar pemilu federal di hari Sabtu.
Terakhir, Australia akan menggelar pemilu federal di hari Sabtu.











0 comments:
Posting Komentar