Prediksi IHSG;
Tekanan yang terjadi pada pasar Asia kemarin, termasuk Indonesia disebabkan para pembuat kebijakan Federal Reserve mengindikasikan peluang peningkatan suku bunga acuan pada bulan Juni, dengan catatan jika perekonomian AS terus membaik. Berdasarkan notulensi pertemuan Federal Open Market Committee 26-27 April yang dirilis hari Rabu kemarin, sebagian besar peserta menilai bahwa jika data yang dirilis sejalan dengan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, kondisi pasar tenaga kerja terus meningkat dan inflasi naik mendekati target 2%, maka ada kemungkinan Fed Fund Rate naik pada bulan Juni mendatang. Pernyataan the Fed tentang rencana kenaikan suku bunga pada Juni relatif agresif mengingat data ekonomi terus positif. Indikator terbaru menunjukkan inflasi mencatatkan kenaikan, hal ini menambah ekspektasi tersebut. Sentimen ini pun telah mendorong terjadi depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika trend pelemahan rupiah kembali berlanjut pada hari ini, seiring kuatnya ekspektasi Fed Fund Rate naik, terbuka peluang berlanjutnya tekanan bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4684/4664/4636
Resistance Level : 4732/4759/4780
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNTR: Trading Buy
Close 13525, TP 13725
Boleh buy di level 13425-13525
Resistance di 13725 & support di 13125
Waspadai jika tembus di 13125
Batasi resiko di 13075
CPIN: Trading Buy
Close 3300, TP 3350
Boleh buy di level 3280-3300
Resistance di 3350 & support di 3190
Waspadai jika tembus di 3190
Batasi resiko di 3170
WSKT : Trading Buy
Close 2450, TP 2550
Boleh buy di level 2430-2450
Resistance di 2550 & support di 2370
Waspadai jika tembus di 2370
Batasi resiko di 2350
PTPP: Trading Buy
Close 3350, TP 3500
Boleh buy di level 3330-3350
Resistance di 3500 & support di 3260
Waspadai jika tembus di 3260
Batasi resiko di 3250
SMRA: Trading Buy
Close 1530, TP 1560
Boleh buy di level 1510-1530
Resistance di 1560 & support di 1480
Waspadai jika tembus di 1480
Batasi resiko di 1460
BSDE: Trading Buy
Close 1795, TP 1820
Boleh buy di level 1780-1795
Resistance di 1820 & support di 1760
Waspadai jika tembus di 1760
Batasi resiko di 1750
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
SILO, ASII, BMRI, ISSP, ROTI, ICBP, TLKM
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 19-May-16
Crude Oil-(barel) US$47.16 (-1.03)
Gold-(troy oz) US$1,254.77 (-3.78)
Nickel-(ton) US$8,635.00 (-160.00)
Tin-(ton) US$16,775.00 (-185.00)
Coal (Newc)/ton US$50.85 (-11.55)
CPO Mal/ton*MYR2,638.00 (-29.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,565.00 (185.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 20 Mei 2016
RUPSLB
• BAPA - RUPST
• RALS - RUPST
• ACES - RUPST
• RODA – RUPST/LB
• GPRA - RUPST
• TOWR – RUPST/LB
Dividend
• TRST, cash dividend 5.00 cum 19 May-16, ex 20 May-16
• MKPI, cash dividend 327.00 cum 19 May-16, ex 20 May-16
• BOLT, cash dividend 25.01 cum 19 May-16, ex 20 May-16
• SMGR, cash dividend 304.91 cum 20 May-16, ex 23 May-16
Economic Calendar:
• data PPI Jerman bulan April 2016
• pidato anggota FOMC Daniel Tarullo
• data Existing Home Sales AS bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) menyepakati kerja sama untuk melayani transaksi keuangan dengan layanan manajemen kas untuk pengelolaan bandara yang di bawah tanggung jawab PT. Angkasa Pura II (AP II). AP II dapat menggunakan manajamen kas Mandiri (Mandiri Management Cash) untuk setiap transaksi pengelolaan bandara seperti penerimaan, pengelolaan likuiditas juga pembayaran. Dengan kerja sama ini, setidaknya BMRI itu akan mengelola layanan transkasi keuangan 13 bandara yang di bawah kendali AP II.
Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BBTN) untuk mengurangi panjangnya antrian pelayanan Jaminan Hari Tua (JHT) di beberapa kantor cabang. Kerja sama yang dilakukan meliputi pemberian informasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan, pendaftaran peserta baru, perekaman data pendaftaran perusahaan hingga perekaman data tenaga kerja dan keluarganya. Selanjutnya, penerimaan pembayaran iuran pertama dan iuran bulanan peserta BPJS Ketenagakerjaan, penerimaan berkas klaim dana JHT peserta sampai dengan membayarkan klaim JHT peserta.
Nippon Indosari Corporindo (ROTI) lebih optimis menatap pasar tahun ini dengan menargetkan pertumbuhan penjualan mencapai 20%. Target pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan yang dicapai perseroan tahun lalu sebesar 13,53%. Adapun untuk pertumbuhan laba bersih, perseroan hanya menargetkan sebesar 10%, lebih rendah dari raihan tahun lalu sekitar 43,4%.
Konsorsium Bumi Serpong Damai (BSDE) sedang memfinalisasi pinjaman bank sekitar Rp 4,2 triliun untuk membiayai pembangunan ruas jalan tol Serpong-Balaraja tahun ini. Ruas tol sepanjang 31 km tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 6,03 triliun. Sebelum mendapatkan pinjaman, konsorsium tersebut akan membentuk perusahaan patungan dengan mitra strategis, yaitu Astratel Nusantara dan Transindo Karya Investama. BSDE bertindak sebagai pemegang 50% saham proyek tersebut. Adapun, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengharapkan konsorsium BSDE mulai menggarap ruas tol Serpong-Balaraja seksi I sepanjang 10 km pada kuartal IV-2016. BSDE diperkirakan memperoleh sekitar Rp 900 miliar dari penjualan lahan milik perseroan yang akan dimanfaatkan untuk seksi I Serpong-Balaraja.
Nippon Indosari Corpindo (ROTI) menargetkan pengoperasian pabrik roti di Filipina mulai semester II-2017. Perseroan menggandeng Monde Nissin Corporation untuk membentuk perusahaan patungan (JV) untuk menggarap pasar di Filipina. ROTI bertindak sebagai pemegang 55% saham perusahaan patungan tersebut. Pabrik ini diharapkan mulai berkontribusi terhadap pendapatan perseroan tahun depan.
Nippon Indosari Corpindo (ROTI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 53,6 miliar atau 20% dari laba bersih tahun 2015. Nilai tersebut setara dengan Rp 10,61 per saham.
Multi Bintang Indonesia (MLBI) memperkuat lini usaha dengan mengembangkan portofolio minuman non alkohol berkabornasi sebagai upaya diversifikasi bisnis di tengah ketatnya persaingan. Selain bir non alkohol, perusahaan juga memasarkan produk baru pada tahun ini yaitu Fayrouz, minuman soda yang telah dikenal lebih dahulu di Mesir. Perusahaan telah menyelesaikan fasilitas pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4.720 meter persegi dengan total investasi Rp 210 miliar. Kapasitas pabrik non alkohol per tahun mencapai 500.000 hektoliter.
Bank Tabungan Negara (BBTN) menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk layanan Service Point Office (SPO). Dengan kerja sama tersebut, BBTN berharap mendapat tambahan dana pihak ketiga sebesar Rp 4 triliun dari pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Reliance Securities (RELI) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp28,36 miliar pada 1Q16, tumbuh 57% YoY. Kinerja perseroan yang bertumbuh positif tersebut didorong oleh strategi diversifikasi yang digulirkan perseroan. Perseroan tidak hanya fokus pada perantara perdagangan saham, tetapi juga bisnis brokerage produk obligasi dan MTN. Diversifikasi tersebut menawarkan alternatif bagi investor saat kondisi pasar saham sedang lesu.
PP Properti (PPRO) mencatat realisasi belanja modal sebesar Rp300 miliar per 31 Maret 2016. Jumlah tersebut setara dengan 25% dari total kebutuhan sepanjang tahun ini senilai Rp1,2 triliun. Dana belanja modal telah dihabiskan untuk akuisisi lahan dan penyertaan modal ke anak usaha. Perseroan telah meng-inject anak usaha untuk proyek di Pekanbaru senilai Rp22 miliar. PPRO juga telah membentuk anak usaha dengan Kawasan Inudstri Jababeka (KIJA) dan Sentul City (BKSL) dengan porsi kepemilikan 49%. Perseroan telah menyetor modal dasar senilai Rp75 miliar untuk dua perusahaan patungan itu. Secara khusus, PPRO telah menggelontarkan Rp45 miliar untuk akuisisi lahan di TB Simatupang seluas 2,4 hektare dari luas yang akan diakuisisi 3,5 hektare.
Mitra Energi Persada (KOPI) mengincar pertumbuhan pendapatan sekitar 5-10% pada 2016. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan laba bersih di atas 10% YoY. KOPI berencana menambah jumlah konsumen baru, baik dari industri karet dan industri kertas, yang selama ini telah menjadi konsumen perseroan. Selain dua sektor tersebut, KOPI juga berencana mengincar konsumen baru di sektor industri keramik.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) menargetkan dapat menyalurkan kredit mikro Rp6,4 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut termasuk untuk program Kredit Cinta Rakyat (KCR) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hingga April 2016, perseroan telah menggelontarkan kredit mikro sekitar Rp4 triliun, dimana KCR telah mencapai Rp460 miliar.
Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (BJBR) menggelar edukasi "UMKM Go Online" bagi 2000 pelaku usaha di tiga kota di Jawa Barat untuk mendorong pertumbuhan keuntungan sektor ril itu menghadapi persaingan global yang kian ketat di kawasan.
Pemerintah Pusat dipastikan akan mengusulkan penggarapan proyek Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya pada BUMN Adhi Karya (ADHI) dari Hutama Karya. Hutama Karya kapasitas penugasannya diarahkan ke Tol Trans-Sumatra. Namun keputusan ini memang belum final, karena usulan ini akan diproses di Kementerian Koodinator Perekonomian. Kemenko akan melakukan kajian pada sejumlah hal, antara lain hasil feasibility study LRT yang sudah dibuat Pemerintah Kota Bandung, sejumlah kebijakan Pemprov Jabar dalam bentuk Peraturan Gubernur yang sudah pernah dibahas saat menggarap embrio Monorel Bandung Raya. Hasil kajian monorel Bandung Raya selanjutnya akan disesuaikan dengan kebijakan peraturan dalam LRT. Proyek LRT Bandung Raya ini sudah digagas sejak tahun 2011 oleh Pemprov Jabar, sehingga tidak perlu lagi berangkat dari awal, seperti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Nippon Indosari Corporindo (ROTI) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 sebesar Rp 335 miliar. Dana tersebut seluruhnya diperoleh dari kas internal. Dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan operasi perseroan, tidak ada ekspansi atau pembangunan pabrik baru pada tahun 2016. Hingga kuartal 1 2016, dana capex tersebut telah terserap Rp 82 miliar. Capex tersebut di luar dari anggaran pembangunan pabrik roti joint venture di Filipina. Budget pabrik roti di Filipina sebesar USD 6,8 juta. Pembangunan itu akan dilakukan secara gradual, sesuai kebutuhan sehingga belum tentu selesai tahun 2016.
Rukun Raharja (RAJA) pada tahun 2016 akan fokus pada pengembangan bisnis listrik. Ada dua tender yang diikuti guna memenuhi target proyek listrik 35.000 Megawatt (MW) di tahun 2019. Rukun Raharja sedang ikut tender PLTG Jawa I kapasitas 1x1.600 MW dan PLTG Jambi Picker 100 MW. RAJA telah lolos tahap prakualifikasi dan saat ini sedang mempersiapkan dokumen tender untuk diserahkan. Nantinya RAJA berperan sebagai penyedia gas maupun pelaksana dalam proyek tersebut.
Soechi Lines (SOCI) melalui anak usahanya yaitu PT Success International Marine Pte Ltd (SIM) mendirikan cucu perusahaan baru di luar negeri pada 17 Mei 2016 bernama Success Marine Offshore Pte Ltd (SMO) yang berkedudukan di Singapura. SIM merupakan anak usaha yang dimiliki langsung oleh SOCI dengan kepemilikan 99,99%. Menurut manajemen, tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan atas berdirinya cucu usaha baru ini.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bumi Serpong Damai (BSDE) menyetujui untuk membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2015 sejumlah Rp 96,23 miliar. Dividen itu setara dengan Rp 5 per saham.
Duta Pertiwi (DUTI) menargetkan laba bersih tahun 2016 tumbuh 17,7% YoY menjadi Rp 630 miliar. Target pendapatan tahun 2016 sebesar 6,5% yoy menjadi Rp 1,8 triliun. Tahun 2016 pendapatan sewa mencapai 50%-60% terhadap pendapatan total dengan pertumbuhan sama dengan tahun 2015. Sementara tingkat okupansi pusat perbelanjaan yang dimiliki perseroan saat ini rata-rata mencapai 80%-90%. Tahun 2016 ini DUTI akan menaikkan tarif sewa mall sekitar 3%-5%. DUTI juga akan melanjutkan ekspansinya. Perseroan menargetkan peluncuran 5-10 kluster baru. Peluncurannya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar. DUTI juga akan meluncurkan dua proyek baru tahun 2016 yakni Apartemen Aerium Permata Buana Jakarta Barat terdiri dari 2 tower dengan investasi Rp 2 triliun dan Proyek mixed use di Tanjung Barat, Jakarta Selatan terdiri dari apartemen dan pusat perbelanjaan dengan investasi hingga Rp 2,6 triliun. Apartemen Aerium akan dibangun. Keduanya membutuhkan investasi sebesar Rp 1,1 triliun dan ditargetkan bisa selesai pada tahun 2018. Sedangkan keseluruhan proyek mixed use tersebut ditargetkan bisa selesai dikembangkan pada tahun 2020. DUTI menyiapkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 1,5 triliun. Seluruh dananya berasal dari kas internal dan kas collection. DUTI membidik marketing sales sebesar Rp 1,9 triliun di tahun 2016 yang berasal dari penjualan proyek komersial dan residentil di kota Wisata, Grand Wisata dan dua proyek baru yang akan dirilis di semester II 2016.
Ciputra Surya (CTRS) mulai menyasar pangsa pasar mahasiswa. Segmen pasar mahasiswa merupakan pangsa pasar baru untuk menyerap apartemen. Dengan lokasi yang berdekatan dengan Universitas Ciputra, memberikan keuntungan tersendiri bagi mahasiswa. Pada tahun 2020, target jumlah mahasiswa di Universitas Ciputra mencapai 20.000 orang. Selain apartemen, Ciputra Surya juga meluncurkan 75 unit small office home office (SOHO) tiga lantai. Lokasi SOHO berada di lantai 7, dengan harga Rp 900 juta.
Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) membukukan kenaikan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp 7,16 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 5,07 miliar. Penghasilan naik menjadi Rp 27,96 miliar sebelumnya Rp 26,18 miliar.
Tekanan yang terjadi pada pasar Asia kemarin, termasuk Indonesia disebabkan para pembuat kebijakan Federal Reserve mengindikasikan peluang peningkatan suku bunga acuan pada bulan Juni, dengan catatan jika perekonomian AS terus membaik. Berdasarkan notulensi pertemuan Federal Open Market Committee 26-27 April yang dirilis hari Rabu kemarin, sebagian besar peserta menilai bahwa jika data yang dirilis sejalan dengan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, kondisi pasar tenaga kerja terus meningkat dan inflasi naik mendekati target 2%, maka ada kemungkinan Fed Fund Rate naik pada bulan Juni mendatang. Pernyataan the Fed tentang rencana kenaikan suku bunga pada Juni relatif agresif mengingat data ekonomi terus positif. Indikator terbaru menunjukkan inflasi mencatatkan kenaikan, hal ini menambah ekspektasi tersebut. Sentimen ini pun telah mendorong terjadi depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika trend pelemahan rupiah kembali berlanjut pada hari ini, seiring kuatnya ekspektasi Fed Fund Rate naik, terbuka peluang berlanjutnya tekanan bagi IHSG pada perdagangan saham hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4684/4664/4636
Resistance Level : 4732/4759/4780
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNTR: Trading Buy
Close 13525, TP 13725
Boleh buy di level 13425-13525
Resistance di 13725 & support di 13125
Waspadai jika tembus di 13125
Batasi resiko di 13075
CPIN: Trading Buy
Close 3300, TP 3350
Boleh buy di level 3280-3300
Resistance di 3350 & support di 3190
Waspadai jika tembus di 3190
Batasi resiko di 3170
WSKT : Trading Buy
Close 2450, TP 2550
Boleh buy di level 2430-2450
Resistance di 2550 & support di 2370
Waspadai jika tembus di 2370
Batasi resiko di 2350
PTPP: Trading Buy
Close 3350, TP 3500
Boleh buy di level 3330-3350
Resistance di 3500 & support di 3260
Waspadai jika tembus di 3260
Batasi resiko di 3250
SMRA: Trading Buy
Close 1530, TP 1560
Boleh buy di level 1510-1530
Resistance di 1560 & support di 1480
Waspadai jika tembus di 1480
Batasi resiko di 1460
BSDE: Trading Buy
Close 1795, TP 1820
Boleh buy di level 1780-1795
Resistance di 1820 & support di 1760
Waspadai jika tembus di 1760
Batasi resiko di 1750
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
SILO, ASII, BMRI, ISSP, ROTI, ICBP, TLKM
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 19-May-16
Crude Oil-(barel) US$47.16 (-1.03)
Gold-(troy oz) US$1,254.77 (-3.78)
Nickel-(ton) US$8,635.00 (-160.00)
Tin-(ton) US$16,775.00 (-185.00)
Coal (Newc)/ton US$50.85 (-11.55)
CPO Mal/ton*MYR2,638.00 (-29.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,565.00 (185.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 20 Mei 2016
RUPSLB
• BAPA - RUPST
• RALS - RUPST
• ACES - RUPST
• RODA – RUPST/LB
• GPRA - RUPST
• TOWR – RUPST/LB
Dividend
• TRST, cash dividend 5.00 cum 19 May-16, ex 20 May-16
• MKPI, cash dividend 327.00 cum 19 May-16, ex 20 May-16
• BOLT, cash dividend 25.01 cum 19 May-16, ex 20 May-16
• SMGR, cash dividend 304.91 cum 20 May-16, ex 23 May-16
Economic Calendar:
• data PPI Jerman bulan April 2016
• pidato anggota FOMC Daniel Tarullo
• data Existing Home Sales AS bulan April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) menyepakati kerja sama untuk melayani transaksi keuangan dengan layanan manajemen kas untuk pengelolaan bandara yang di bawah tanggung jawab PT. Angkasa Pura II (AP II). AP II dapat menggunakan manajamen kas Mandiri (Mandiri Management Cash) untuk setiap transaksi pengelolaan bandara seperti penerimaan, pengelolaan likuiditas juga pembayaran. Dengan kerja sama ini, setidaknya BMRI itu akan mengelola layanan transkasi keuangan 13 bandara yang di bawah kendali AP II.
Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BBTN) untuk mengurangi panjangnya antrian pelayanan Jaminan Hari Tua (JHT) di beberapa kantor cabang. Kerja sama yang dilakukan meliputi pemberian informasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan, pendaftaran peserta baru, perekaman data pendaftaran perusahaan hingga perekaman data tenaga kerja dan keluarganya. Selanjutnya, penerimaan pembayaran iuran pertama dan iuran bulanan peserta BPJS Ketenagakerjaan, penerimaan berkas klaim dana JHT peserta sampai dengan membayarkan klaim JHT peserta.
Nippon Indosari Corporindo (ROTI) lebih optimis menatap pasar tahun ini dengan menargetkan pertumbuhan penjualan mencapai 20%. Target pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan yang dicapai perseroan tahun lalu sebesar 13,53%. Adapun untuk pertumbuhan laba bersih, perseroan hanya menargetkan sebesar 10%, lebih rendah dari raihan tahun lalu sekitar 43,4%.
Konsorsium Bumi Serpong Damai (BSDE) sedang memfinalisasi pinjaman bank sekitar Rp 4,2 triliun untuk membiayai pembangunan ruas jalan tol Serpong-Balaraja tahun ini. Ruas tol sepanjang 31 km tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 6,03 triliun. Sebelum mendapatkan pinjaman, konsorsium tersebut akan membentuk perusahaan patungan dengan mitra strategis, yaitu Astratel Nusantara dan Transindo Karya Investama. BSDE bertindak sebagai pemegang 50% saham proyek tersebut. Adapun, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengharapkan konsorsium BSDE mulai menggarap ruas tol Serpong-Balaraja seksi I sepanjang 10 km pada kuartal IV-2016. BSDE diperkirakan memperoleh sekitar Rp 900 miliar dari penjualan lahan milik perseroan yang akan dimanfaatkan untuk seksi I Serpong-Balaraja.
Nippon Indosari Corpindo (ROTI) menargetkan pengoperasian pabrik roti di Filipina mulai semester II-2017. Perseroan menggandeng Monde Nissin Corporation untuk membentuk perusahaan patungan (JV) untuk menggarap pasar di Filipina. ROTI bertindak sebagai pemegang 55% saham perusahaan patungan tersebut. Pabrik ini diharapkan mulai berkontribusi terhadap pendapatan perseroan tahun depan.
Nippon Indosari Corpindo (ROTI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 53,6 miliar atau 20% dari laba bersih tahun 2015. Nilai tersebut setara dengan Rp 10,61 per saham.
Multi Bintang Indonesia (MLBI) memperkuat lini usaha dengan mengembangkan portofolio minuman non alkohol berkabornasi sebagai upaya diversifikasi bisnis di tengah ketatnya persaingan. Selain bir non alkohol, perusahaan juga memasarkan produk baru pada tahun ini yaitu Fayrouz, minuman soda yang telah dikenal lebih dahulu di Mesir. Perusahaan telah menyelesaikan fasilitas pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4.720 meter persegi dengan total investasi Rp 210 miliar. Kapasitas pabrik non alkohol per tahun mencapai 500.000 hektoliter.
Bank Tabungan Negara (BBTN) menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk layanan Service Point Office (SPO). Dengan kerja sama tersebut, BBTN berharap mendapat tambahan dana pihak ketiga sebesar Rp 4 triliun dari pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Reliance Securities (RELI) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp28,36 miliar pada 1Q16, tumbuh 57% YoY. Kinerja perseroan yang bertumbuh positif tersebut didorong oleh strategi diversifikasi yang digulirkan perseroan. Perseroan tidak hanya fokus pada perantara perdagangan saham, tetapi juga bisnis brokerage produk obligasi dan MTN. Diversifikasi tersebut menawarkan alternatif bagi investor saat kondisi pasar saham sedang lesu.
PP Properti (PPRO) mencatat realisasi belanja modal sebesar Rp300 miliar per 31 Maret 2016. Jumlah tersebut setara dengan 25% dari total kebutuhan sepanjang tahun ini senilai Rp1,2 triliun. Dana belanja modal telah dihabiskan untuk akuisisi lahan dan penyertaan modal ke anak usaha. Perseroan telah meng-inject anak usaha untuk proyek di Pekanbaru senilai Rp22 miliar. PPRO juga telah membentuk anak usaha dengan Kawasan Inudstri Jababeka (KIJA) dan Sentul City (BKSL) dengan porsi kepemilikan 49%. Perseroan telah menyetor modal dasar senilai Rp75 miliar untuk dua perusahaan patungan itu. Secara khusus, PPRO telah menggelontarkan Rp45 miliar untuk akuisisi lahan di TB Simatupang seluas 2,4 hektare dari luas yang akan diakuisisi 3,5 hektare.
Mitra Energi Persada (KOPI) mengincar pertumbuhan pendapatan sekitar 5-10% pada 2016. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan laba bersih di atas 10% YoY. KOPI berencana menambah jumlah konsumen baru, baik dari industri karet dan industri kertas, yang selama ini telah menjadi konsumen perseroan. Selain dua sektor tersebut, KOPI juga berencana mengincar konsumen baru di sektor industri keramik.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) menargetkan dapat menyalurkan kredit mikro Rp6,4 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut termasuk untuk program Kredit Cinta Rakyat (KCR) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hingga April 2016, perseroan telah menggelontarkan kredit mikro sekitar Rp4 triliun, dimana KCR telah mencapai Rp460 miliar.
Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (BJBR) menggelar edukasi "UMKM Go Online" bagi 2000 pelaku usaha di tiga kota di Jawa Barat untuk mendorong pertumbuhan keuntungan sektor ril itu menghadapi persaingan global yang kian ketat di kawasan.
Pemerintah Pusat dipastikan akan mengusulkan penggarapan proyek Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya pada BUMN Adhi Karya (ADHI) dari Hutama Karya. Hutama Karya kapasitas penugasannya diarahkan ke Tol Trans-Sumatra. Namun keputusan ini memang belum final, karena usulan ini akan diproses di Kementerian Koodinator Perekonomian. Kemenko akan melakukan kajian pada sejumlah hal, antara lain hasil feasibility study LRT yang sudah dibuat Pemerintah Kota Bandung, sejumlah kebijakan Pemprov Jabar dalam bentuk Peraturan Gubernur yang sudah pernah dibahas saat menggarap embrio Monorel Bandung Raya. Hasil kajian monorel Bandung Raya selanjutnya akan disesuaikan dengan kebijakan peraturan dalam LRT. Proyek LRT Bandung Raya ini sudah digagas sejak tahun 2011 oleh Pemprov Jabar, sehingga tidak perlu lagi berangkat dari awal, seperti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Nippon Indosari Corporindo (ROTI) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2016 sebesar Rp 335 miliar. Dana tersebut seluruhnya diperoleh dari kas internal. Dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan operasi perseroan, tidak ada ekspansi atau pembangunan pabrik baru pada tahun 2016. Hingga kuartal 1 2016, dana capex tersebut telah terserap Rp 82 miliar. Capex tersebut di luar dari anggaran pembangunan pabrik roti joint venture di Filipina. Budget pabrik roti di Filipina sebesar USD 6,8 juta. Pembangunan itu akan dilakukan secara gradual, sesuai kebutuhan sehingga belum tentu selesai tahun 2016.
Rukun Raharja (RAJA) pada tahun 2016 akan fokus pada pengembangan bisnis listrik. Ada dua tender yang diikuti guna memenuhi target proyek listrik 35.000 Megawatt (MW) di tahun 2019. Rukun Raharja sedang ikut tender PLTG Jawa I kapasitas 1x1.600 MW dan PLTG Jambi Picker 100 MW. RAJA telah lolos tahap prakualifikasi dan saat ini sedang mempersiapkan dokumen tender untuk diserahkan. Nantinya RAJA berperan sebagai penyedia gas maupun pelaksana dalam proyek tersebut.
Soechi Lines (SOCI) melalui anak usahanya yaitu PT Success International Marine Pte Ltd (SIM) mendirikan cucu perusahaan baru di luar negeri pada 17 Mei 2016 bernama Success Marine Offshore Pte Ltd (SMO) yang berkedudukan di Singapura. SIM merupakan anak usaha yang dimiliki langsung oleh SOCI dengan kepemilikan 99,99%. Menurut manajemen, tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan atas berdirinya cucu usaha baru ini.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bumi Serpong Damai (BSDE) menyetujui untuk membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2015 sejumlah Rp 96,23 miliar. Dividen itu setara dengan Rp 5 per saham.
Duta Pertiwi (DUTI) menargetkan laba bersih tahun 2016 tumbuh 17,7% YoY menjadi Rp 630 miliar. Target pendapatan tahun 2016 sebesar 6,5% yoy menjadi Rp 1,8 triliun. Tahun 2016 pendapatan sewa mencapai 50%-60% terhadap pendapatan total dengan pertumbuhan sama dengan tahun 2015. Sementara tingkat okupansi pusat perbelanjaan yang dimiliki perseroan saat ini rata-rata mencapai 80%-90%. Tahun 2016 ini DUTI akan menaikkan tarif sewa mall sekitar 3%-5%. DUTI juga akan melanjutkan ekspansinya. Perseroan menargetkan peluncuran 5-10 kluster baru. Peluncurannya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar. DUTI juga akan meluncurkan dua proyek baru tahun 2016 yakni Apartemen Aerium Permata Buana Jakarta Barat terdiri dari 2 tower dengan investasi Rp 2 triliun dan Proyek mixed use di Tanjung Barat, Jakarta Selatan terdiri dari apartemen dan pusat perbelanjaan dengan investasi hingga Rp 2,6 triliun. Apartemen Aerium akan dibangun. Keduanya membutuhkan investasi sebesar Rp 1,1 triliun dan ditargetkan bisa selesai pada tahun 2018. Sedangkan keseluruhan proyek mixed use tersebut ditargetkan bisa selesai dikembangkan pada tahun 2020. DUTI menyiapkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 1,5 triliun. Seluruh dananya berasal dari kas internal dan kas collection. DUTI membidik marketing sales sebesar Rp 1,9 triliun di tahun 2016 yang berasal dari penjualan proyek komersial dan residentil di kota Wisata, Grand Wisata dan dua proyek baru yang akan dirilis di semester II 2016.
Ciputra Surya (CTRS) mulai menyasar pangsa pasar mahasiswa. Segmen pasar mahasiswa merupakan pangsa pasar baru untuk menyerap apartemen. Dengan lokasi yang berdekatan dengan Universitas Ciputra, memberikan keuntungan tersendiri bagi mahasiswa. Pada tahun 2020, target jumlah mahasiswa di Universitas Ciputra mencapai 20.000 orang. Selain apartemen, Ciputra Surya juga meluncurkan 75 unit small office home office (SOHO) tiga lantai. Lokasi SOHO berada di lantai 7, dengan harga Rp 900 juta.
Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) membukukan kenaikan laba bersih per Maret 2016 menjadi Rp 7,16 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 5,07 miliar. Penghasilan naik menjadi Rp 27,96 miliar sebelumnya Rp 26,18 miliar.











0 comments:
Posting Komentar