Everyone Can Trade

JustForex

Selasa, 17 Mei 2016

View Market IHSG 17Mei16

Prediksi IHSG;
Pelaku pasar cemas akan kesehatan perekonomian Cina, setelah rilis data ekonomi yang mengecewakan. Produksi industri bulan April sebesar 6,0% yoy turun dari bulan Maret sebesar 6,8% yoy. Investasi perusahaan swasta periode Januari - April naik 5,2% yoy atau lebih rendah dari perumbuhan Januari - Maret sebesar 5,7% yoy. Nampaknya, keterpurukan perekonomi juga di alami negara Timur Tengah, yakni Arab Saudi akibat penurunan harga minyak mentah dunia. Angka kelayakan investasi negara ini mengalami penurunan oleh Moody’s. Moody’s juga menurunkan peringkat kredit untuk Oman dan Bahrain dengan prospek negatif. Dari dalam negeri, Pemerintah menekankan kembali atas rencana penyediaan energi listrik dalam lima tahun ke depan yang mencapai 35.000 megawatt (MW) yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Artinya, hal ini dapat memberikan peluang bagi sektor infrastruktur kedepannya Dari sisi market. Diharapkan penguatan pasar Asia pada pembukaan perdagangan hari ini, dapat menjadi katalis bagi IHSG untuk melaju ke teritorial positif.

Perspektif tenikal
Support Level : 4718/4705/4690
Resistance Level : 4747/4762/4775
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

ADHI: Trading Buy
 Close 2500, TP 2530
 Boleh buy di level 2480-2500
 Resistance di 2530 & support di 2450
 Waspadai jika tembus di 2450
 Batasi resiko di 2440

LSIP: Trading Buy
 Close 1560, TP 1580
 Boleh buy di level  1535-1560
 Resistance di 1580 & support di 1535
 Waspadai jika tembus di 1535
 Batasi resiko di 1525

BBRI : Trading Buy
 Close 9950, TP 10150
 Boleh buy di level  9850-9950
 Resistance di 10150 & support di 9850
 Waspadai jika tembus di 9850
 Batasi resiko di 9750

ASII:  Trading Buy
 Close 6200, TP 6350
 Boleh buy di level  6100-6200
 Resistance di 6350 & support di 6025
 Waspadai jika tembus di 6025
 Batasi resiko di 5075

SMGR:  Trading Buy
 Close 9100, TP 9400
 Boleh buy di level  9000-9100
 Resistance di 9400 & support di 8950
 Waspadai jika tembus di 8950
 Batasi resiko di 8850

CSAP:  Trading Buy
 Close 446, TP 455
 Boleh buy di level  443-446
 Resistance di 455 & support di 438
 Waspadai jika tembus di 438
 Batasi resiko di 435

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
INDY, BHIT, RAJA, KAEF, WSKT, INTP

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 16-May-16
 Crude Oil-(barel) US$47.07  (0.86)
 Gold-(troy oz) US$1,281.29  (8.22)
 Nickel-(ton) US$8,640.00  (10.00)
 Tin-(ton) US$16,655.00  (-20.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.55  (-11.85)
 CPO Mal/ton* MYR2,642.50 (-43.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,310.00 (-15.00)
*running

Agenda hari ini  - Selasa, 17 Mei 2016
RUPSLB
• DLTA - RUPST
• SIPD - RUPST

Dividend
• INTP, cash dividend 415.00, cum 17 May-16, ex 18 May-16
• APII, cash dividend 2.83, cum 17 May-16, ex 18 May-16

Economic Calendar:
• data Consumer Price Index (CPI) dan PPI Inggris bulan April 2016
• data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Maret 2016
• laporan bulanan Bundesbank Jerman
• CPI AS bulan April 2016
• data Building Permits dan Housing Starts AS bulan April 2016
• data Industrial Production AS bulan April 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Rukun Rahardja (RAJA) berencana melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan perbandingan 1:4. Rencana pelaksanaan stock split baru dipertimbangkan setelah laporan keuangan tahun 2015 diselesaikan yakni pada 31 Maret 2016 lalu.

Rukun Rahardja (RAJA) sedang menjajaki sebuah transaksi penyertaan dalam badan usaha yang merupakan transaksi material. "Mengingat transaksi ini belum bersifat definitive dan kami terikat perjanjian kerahasiaan dengan pihak ketiga, maka transaksi ini belum dapat diinformasikan. Perseroan berusaha untuk dapat meningkatkan kinerja baiki dari segi operasional bisnis maupun lewat tindakan korporasi yang dapat meningkatkan kinerja di masa mendatang sehingga dapat memberikan sentimen positif.

Tifa Finance (TIFA) kembali meraih fasilitas pinjaman dari salah satu bank kelas atas di Indonesia guna menjalankan kegiatan usahanya. Fasilitas pinjaman yang diraih berupa Fasilitas Term Loan sebesar Rp50 miliar dengan jangka waktu 3 tahun dan fasilitas Mudharabah Modal Kerja sebesar Rp25 miliar dengan jangka waktu 3 tahun. Pinjaman itu dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 100% dari jumlah terhutang pada bank untuk fasilitas term loan dan 100% dari total outstanding pembayaran setiap waktu untuk fasilitas Mudharabah Modal Kerja.

Bank Pundi Indonesia (BEKS) mencatatkan kerrugian sebesar Rp80,16 miliar hingga periode Maret 2016, atau naik dibandingkan rugi periode sama tahun sebelumnya yang Rp60,05 miliar. Dari sisi, pendapatan bunga turun tajam menjadi Rp149,65 miliar dari pendapatan bunga triwulan tahun lalu yang Rp332,81 miiar.

Provident Capital Indonesia menambah kepemilikan sahamnya di PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) pada 13 Mei 2016 untuk tujuan investasi. Jumlah saham yang dibeli sebanyak 17.000.000 lembar dengan harga Rp6.000 per lembar nilai transaksi mencapai Rp102.000.000.000. Dengan penambahan tersebut maka jumlah kepemilikan Provident Capital di TBIG menjadi 1.200.140.806 lembar atau 25,02%.

Dharma Satya Nusantara (DSNG) melalui anak usahanya PT Swakarsa Sinarsentosa (SWA) telah menandatangani kesepakatan bersyarat dengan R.E.A Holdings Plc, suatu perusahaan yang terdaftar di Inggris.  Penandatanganan kesepakatan itu dalam hal SWA yang berniat mengakuisisi 15% saham PT REA Kaltim Plantations (REA Kaltim). SWA akan mengakuisisi 650 saham beredar kelas B REA Kaltim dan meningkatkan porsi kepemilikan dengan jumlah 1.530 saham baru kelas B REA Kaltim sehingga total kepemilikan menjadi 2.180 saham atau 15% dari total saham REA Kaltim. Selain itu dalam perjanjian disepakati untuk menyediakan pinjaman bagi REA Kaltim dan anak usaha sejumlah setara US$10 juta.

United Tractors (UNTR) memberikan pinjaman kepada PT Komatsu Astra Finance (KAF) perusahaan terafiliasi di bawah bendera PT Astra Internasional Tbk (ASII) pada 12 Mei 2016. UNTR memberikan pinjaman sebesar Rp600 miliar. Dana pinjaman itu akan digunakan untuk modal kerja KAF yang selanjutnya akan digunakan untuk pemberian pembiayaan alat-alat berat kepada pelanggan yang membeli alat berat dari KAF.

FKS Multi Agro (FISH) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu melalui program Management and Employee Stock Options Program (MESOP). Program ini dengan menerbitkan hak opsi kepada peserta program untuk membeli saham baru tanpa HMETD dengan jumlah maksimal 24.000.000 saham dan Penambahan Modal tanpa HMETD melalui investor strategis maksimal 24.000 saham dengan harga sekurang-kurangnya Rp1.520 per lembar. Dana yang diperoleh dari program hak opsi ini akan digunakan untuk modal kerja.
Astra International (ASII) mencatat total penjualan kendaraan roda empat atau mobil sebanyak 208.804 unit pada periode Januari-April 2016, atau turun 2,70% jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dari data bulanan, penjualan roda empat grup Astra menunjukkan kenaikan. Tercatat pada Januari, penjualan roda empat mencapai 47.159 unit, Februari 49.933 unit, Maret 54.508 unit, dan April sebanyak 57.204 unit. Sementara itu, penjualan roda dua yang diageni Grup Astra melalui PT Astra Honda Motor (AHM) mencapai 1.439.241 unit, turun 13,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 1.664.395 unit.

Petrosea (PTRO) telah menandatangani perjanjian jasa pertambangan dan perjanjian sewa menyewa peralatan dengan PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua (BMB). Presiden Direktur PTRO dalam keterangan Senin disebutkan bahwa nilai kontrak antara perusahaannya dan BMB sebesar Rp2.475.193.329.000. Kontrak yang berjangka waktu 4 tahun ini akan menambah pendapatan dan keuangan perusahaan.

Bank Mandiri (BMRI) mengungkapkan penurunan laba sebesar 25,7 persen (yoy) di triwulan I 2016, karena melonjaknya biaya pencadangan, untuk antisipasi tingginya kredit bermasalah tahun ini. Perseroan memandang dampak pemulihan ekonomi domestik tidak akan serta merta memberikan dampak positif bagi kinerja perbankan, terutama kualitas pembiayaan. Bank plat merah tersebut memperkirakan penurunan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) baru akan terjadi pada akhir triwulan III 2016, dari level terkini di 2,89 persen secara gross. Laba BMRI pada triwulan I 2016 turun 25,7 persen menjadi Rp3,81 triliun dari periode sama tahun lalu sebesar Rp5,1 triliun. Biaya pencadangan yang dikumpulkan perseroan di akhir Maret 2016 mencapai Rp4,59 triliun atau naik 196,7 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp1,5 triliun. Jika tidak ditambah biaya pencadangan, laba operasional Mandiri atau laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP) sebesar Rp9,7 triliun.

Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) di sepanjang 2016 mencapai Rp550 miliar. Jumlah capex yang disiapkan ini sama dengan yang dicanangkan tahun lalu. Direktur Keuangan mengungkapkan dana capex tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik di lokasi yang sama dengan pabrik yang telah terbakar di Pasar Kemis, Tangerang Banten. Sementara untuk order yang digarap dari pabrik yang terbakar tersebut untuk sementara akan dialihkan ke pihak ketiga, sambil perseroan fokus untuk recovery operasional yang terganggu.

Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) akan mulai merambah pasar ekspor kemasan kertas ke Amerika Serikat (AS) di akhir tahun ini. Perseroan sebenarnya telah menerima tawaran untuk ekspor ke AS sejak dua sampai tiga tahun yang lalu. Tapi, karena rumitnya proses perizinan ke AS, maka baru bisa terealisasikan di tahun ini. Permintaan produk kemasan kertas ke AS sangat besar. Produk itu akan diarahkan ke kebutuhan untuk pesta. Sebab, masyarakat AS yang selalu menggelar pesta di hari-hari besar. Total nilai kontrak yang didapat dari perusahaan AS di atas USD2 juta. Dari rencana yang ada, pengiriman produk ekspor ke AS akan dimulai Juli sampai September 2016. Perseroan sendiri saat ini menyiapkan semua proses produksi dari volume yang diminta oleh perusahaan AS.

Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) merencanakan melakukan penawaran umum terbatas atau "right issue" untuk mendukung pendanaan dalam meningkatkan ekspansi. Saat ini perseroan sedang mencoba menjajaki untuk meraih dana dari pihak ketiga. Dana right issue itu nantinya untuk mendukung belanja modal tahun ini yang sebesar Rp550 miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun pabrik di lokasi pabrik perseroan yang terbakar di Pasar Kemis, Tangerang Banten.

Bumi Serpong Damai (BSDE) akan menawarkan Obligasi Berjelanjutan II Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp1.500.000.000.000 yang merupakan bagian dari penawaran Obligasi Berkelanjutan II senilai Rp3.000.000.000.000. Penawaran awal dilakukan 16-27 Mei 2016 dengan masa penawaran 13-14 Juni 2016 dan pencatatan di BEI 20 Juni 2016. Obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2016 memiliki dua seri yakni seri A dengan jangka waktu 5 tahun dan seri B berjangka waktu 7 tahun. Pefindo memberikan peringkat idAA untuk obligasi ini. Penjamin pelaksana emisi BCA Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Indo Premier Securities dan Sinarmas Sekuritas dengan wali amanat Bank Permata Tbk.

Bumi Serpong Damai (BSDE) memberikan bunga di kisaran 9 hingga 9,25% pada obligasi berjelanjutan II tahap I senilai Rp1,5 triliun. Surat utang ini terdiri daru dua seri yakni seri berjangka 5 tahun dengan bunga 9% dan seri berjangka 7 tahun dengan bunga 9,25% per tahun. Penerbitan obligasi ini merupakan bentuk komitmen untuk mencari pendanaan yang mendukung ekspansi yang pada ujungnya akan menopang pertumbuhan kinerja Perseroan. Periode penawaran awal (bookbuilding) obligasi ini akan dilakukan pada 16-27 Mei 2016. Registrasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan dilakukan 2 Juni 2016, dan rencananya akan mendapatkan pernyataan efektif OJK pada 9 Juni 2016. Masa penawaran obligasi akan dilakukan 13-14 Juni 2016 dan penjatahan dilakukan 15 Juni 2016. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan 20 Juni 2016.

Metropolitan Kentjana (MKPI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp327 per lembar pada pemegang sahamnya pada 15 Juni 2016 mendatang. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 19-20 Mei 2016 dan di pasar tunai 24-25 Mei 2016 dengan DPS hingga 24 Mei 2016. Seperti diketahui dalam RUPS Tahunan yang digelar 12 Mei lalu, dari laba 2015 diputuskan untuk dibagikan sebagai dividen sebesar Rp310.059.438.00. Sementara sebesar Rp1.000.000.000 sebagai tambahan cadagan dan sisa laba sebesar Rp578.569.427.732 sebagai laba ditahan tahun 2015.

Dividen tunai Garuda Metalindo (BOLT) sebesar Rp25 per saham akan dibagikan pada 31 Mei 2016 mendatang. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 19-20 Mei 2016 dan di pasar tunai 24-25 Mei 2016 dengan DPS hingga 24 Mei 2016. Seperti diketahui dalam RUPS Tahunan 12 Mei lalu diputuskan nilai pembagian dividen 60% dari laba tahun 2015. Pada tahun 2015 perseroan meraih laba Rp97,68 miliar dimana yang dibagikan sebagai dividen sebesar Rp58,60 miliar.

Pool Advista (POOL) berencana menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 1.575.000.000 lembar dengan nominal Rp250 per saham. Jumlah saham yang diterbitkan masih akan bergantung pada keperluan dana perseroan dan harga dari pelaksanaan HMETD. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 21 Juni 2016. Awal periode perdagangan HMETD pada 22 Agustus 2016 hingga 26 Agustus 2016. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam PUT III ini dapat terdilusi sebesar maksimum 87,5%. Dana PUT ini akan digunakan perseroan untuk pengembangan usaha di bidang keuangan dengan mengambilalih saham-saham yang bergerak di bidang manajemen investasi dan pembiayaan serta digunakan untuk modal kerja.

Agung Podomoro Land (APLN) melakukan penghentian sementara kegiatan reklamasi pembangunan pulau G yang dilakukan anak usahanya. Penghentian sementara dilakukan oleh PT Muara Wisesa Samudra (MWS) entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung melalui PT Kencana Unggul Sukses. Adapun alasan penghentian berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI pada 10 Mei tentang pengenaan sanksi administratif Paksaan Pemerintah berupa penghentian sementara seluruh kegiawan MWS pada pulau G di Pantai Utara Jakarta.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured