Prediksi IHSG;
Hasil rapat FOMC yang berlangsung selama 2 hari, akhirnya The Fed kembali memutuskan untuk mempertahankan Fed rate di kisaran 0,25%-0,5%. Pasca pengumuman The Fed. Pada hari ini pelaku pasar, menantikan pengumuman GDP 1Q 2016. Diprediksi GDP 1Q2016 AS sebesar 0,6% QoQ dari periode sebelumnya 1,4%. Pergerakan di bursa saham Indonesia selain mengacu pada sentimen global, juga akan mencermati kinerja emiten kuartal I 2016 dan aksi korporasi perusahaan yang diharapkan kuartal I 2016, dapat meciptakan pertumbuhan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Katalis positif di atas, ditambah dengan positifnya pasar Asia pada pembukaan sesi pertama hari ini, peluang IHSG untuk melaju ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini akan terbuka lebar.
Perspektif tenikal
Support Level : 4817/4789/4775
Resistance Level : 4860/4874/4902
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WSKT: Trading Buy
Close 2305, TP 2355
Boleh buy di level 2270-2305
Resistance di 2355 & support di 2270
Waspadai jika tembus di 2270
Batasi resiko di 2225
PTPP: Trading Buy
Close 3620, TP 3680
Boleh buy di level 3555-3620
Resistance di 3680 & support di 3555
Waspadai jika tembus di 3555
Batasi resiko di 3430
TLKM : Trading Buy
Close 3700, TP 3755
Boleh buy di level 3635-3700
Resistance di 3755 & support di 3635
Waspadai jika tembus di 3635
Batasi resiko di 3580
MNCN: Trading Buy
Close 2315, TP 2350
Boleh buy di level 2275-2315
Resistance di 2350 & support di 2275
Waspadai jika tembus di 2275
Batasi resiko di 2195
ELSA: Trading Buy
Close 515, TP 535
Boleh buy di level 500-515
Resistance di 535 & support di 500
Waspadai jika tembus di 500
Batasi resiko di 475
MEDC: Trading Buy
Close 1535, TP 1600
Boleh buy di level 1485-1535
Resistance di 1600 & support di 1485
Waspadai jika tembus di 1485
Batasi resiko di 1410
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
TLKM, EXCL, WTON. PWON, WSKT, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 27-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$45.02 (0.98)
Gold-(troy oz) US$1,245.93 (2.47)
Nickel-(ton) US$9,190.00 (60.00)
Tin-(ton) US$17,425.00 (-25.00)
Coal (Newc)/ton US$51.05 (-11.35)
CPO Mal/ton* MYR2,642.00 (-2.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,202.00 (-3.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 28 April 2016
RUPSLB
• BDMN – RUPST
• AKRA – RUPST
• INDY – RUPST/LB
• ELSA – RUPST
• WIKA – RUPST
• BBKP – RUPST/LB
• IATA – RUPST/LB
• BTEL – RUPSLB
• BTPN – RUPST/LB
Dividend
• PPRO, Cash dividend 4.27, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• HDFA, Cash dividend 3.50, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• AGRO, Cash dividend 1.36, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• ASGR, Cash dividend 93.00, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
Economic Calendar:
• pengumuman suku bunga The Fed bulan April 2016 dan statement FOMC
• data National CPI Jepang bulan Maret 2016 bulan April 2016
• data Retail Sales Jepang bulan Maret 2016
• pengumuman suku bunga Boj bulan April 2016
• konperensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda
• BoJ Outlook Report
• data jumlah pencari kerja di Jerman bulan April 2016
• data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan April 2016
• data Advance GDP AS kwartal pertama tahun 2016
• data Jobless Claims AS per 15 April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan kenaikan laba bersih 11,1% di triwulan I 2016 menjadi Rp 4,5 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 4,1 triliun. Pendapatan operasional tumbuh 17,0% YoY menjadi Rp 12,8 triliun dari Rp 11,0 triliun. Pada akhir Maret 2016 portofolio kredit mencapai Rp 373,7 triliun, tumbuh 11,4% YoY. Kredit korporasi tumbuh 18,5% YoY menjadi Rp 129,4 triliun dan kredit komersial & UKM meningkat 5,9% YoY menjadi Rp 142,3 triliun. Sementara kredit konsumer tumbuh 10,9% YoY menjadi Rp 102,1 triliun didukung oleh pertumbuhan di semua produk. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik 9,3% YoY menjadi Rp 59,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 13,8% YoY menjadi Rp 32,7 triliun. Pada akhir triwulan I 2016 outstanding kartu kredit tercatat sebesar Rp 9,5 triliun, meningkat 11,3% YoY. Dana pihak ketiga meningkat 5,7% YoY mencapai Rp 470,4 triliun pada akhir Maret 2016. Dana CASA tetap menjadi kontributor utama terhadap total pendanaan Bank yaitu sebesar 76,9% terhadap total dana pihak ketiga. Dana tabungan mencapai 67,4% dari total dana CASA dan mencatat pertumbuhan sebesar 7,9% YoY menjadi Rp 243,9 triliun, sedangkan dana giro meningkat 8,4% YoY menjadi Rp 117,8 triliun. Dana deposito tercatat sebesar Rp 108,7 triliun, turun 1,5% YoY sebagai dampak tingkat suku bunga deposito yang lebih rendah.
Astra International (ASII) berencana melakukan aksi korporasi melalui pasar modal dengan menerbitkan saham baru (rights issue) tiga anak usahanya. Aksi korporasi ini dilakukan guna meraih dana segar dari pasar modal. Tiga anak usaha perseroan yang akan melakukan rights issue, yakni Astra Agro Lestari (AALI) dengan target dana Rp 4 triliun, Bank Permata (BNLI) Rp 5,5 triliun, dan Acset Indonusa (ACST). Jika banyak pemegang saham yang tidak melakukan rights issue, maka ASII sebagai induk perusahaan akan menjadi standby buyer.
Astra International (ASII) berencana menerbitkan obligasi sekitar Rp 10 triliun-Rp 12,5 triliun. Penerbitan surat utang tersebut akan dilakukan untuk memproduksi kendaraan roda empat dan roda dua yang saat ini masih cukup menjanjikan. Untuk merealisasikan rencana tersebut, Astra tengah melirik berbagai kemungkinan pendanaan yang paling menguntungkan. Perseroan menilai obligasi merupakan instrumen keuangan yang berpotensi akan diterbitkan pada semester I 2016 guna mendapatkan funding obligasi 20% atau 25% dari total funding yang diperlukan.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra International (ASII) menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 50% dari total laba bersih tahun buku 2015 atau senilai Rp 7,2 triliun. Dividen itu setara Rp 177 per saham. Dividen tersebut dibagi dalam dua tahap. Pertama, yang diperhitungkan dalam dividen interim sebesar Rp 64 per saham dan telah dibayarkan pada 21 Oktober 2015, dan sisanya Rp 113 per saham akan dibayarkan pada 27 Mei 2016.
Indosat (ISAT) optimis membukukan laba bersih pada 2016 setelah tiga tahun berturut-turut membukukan rugi bersih seiring dengan usaha menurunkan porsi utang dolar AS menjadi 10%-15%. Per Desember 2015, porsi utang dolar AS masih sebesar 25%. Pinjaman berdenominasi dolar AS akan dilunasi dari revolving credit facility (RCF) berdenominasi rupiah serta obligasi.
Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) memproyeksi pendapatan perseroan pada tahun ini akan stagnan seiring proyeksi harga batu bara yang masih berfluktuasi. Perseroan kini lebih mengincar kontrak pengangkutan non jangka panjang guna menjaga tingkat pendapatan.
Bank Panin (PNBN) membukukan laba bersih sebesar Rp525,75 miliar pada kuartal I/2016, naik 4,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp501,3 miliar. Peningkatan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp2 triliun, meningkat 23,8% dari sebelumnya Rp1,61 triliun. Adapun total asset perseroan meningkat 8,92% mencapai Rp183,45 triliun. Kenaikan aset ditopang oleh kenaikan kredit sebesar 4,26% menjadi Rp125,74 triliun dan dana pihak ketiga yang naik sebesar 3,14% menjadi Rp127,94 triliun.
Intiland Development (DILD) segera meresmikan ritel pertamanya di Jakarta yakni South Quarter Dome (SQ Dome) seluas 12.000 meter persegi di kawasan perkantoran terpadu South Quarter di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan. SQ Dome yang telah beroperasi sejak akhir 2015 akan resmi dibuka pada 1 Mei 2016 dan saat ini tingkat okupansinya sudan mencapai 60%.
Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) menilai klaim tagihan yang diajukan PT Era Srikandi Prima dalam permohonan restrukturisasi utang belum jatuh tempo. Pemohon mengirimkan surat tagihan pada 2 Maret 2016 dan permohonan tersebut didaftarkan pada pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 11 April 2016. Perseroan mengakui tengah mengalami kesulitan usaha setelah salah satu pabriknya yang berada di Jatiuwung, Tangerang mengalami kebakaran pada tahun lalu. Akibatnya, perseroan tidak bisa memaksimalkan produksi corrugated carton yang menjadi salah satu lini produksi. Kendati demikian, perseroan mengklaim masih berkemampuan untuk melaksanakan kewajibannya.
Wijaya Karya Beton (WTON) meraih kenaikan pendapatan sebesar 71,3% menjadi Rp732,53 miliar hingga Maret 2016 dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp427,56 miliar. Adapun laba bersih perseroan mencapai Rp50,24 miliar, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17 miliar.
Astra International (ASII) meningkatkan investasinya di sektor infrastruktur, logistik, dan properti tahun ini. Perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 5,3 triliun. Dana tersebut sekitar 39% dari total belanja modal yang mencapai Rp 13,7 triliun. Sesuai rencana, ASII akan menggunakan capex untuk menyelesaikan beberapa proyek jalan tol. Anak usaha perseroan, Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) diproyeksikan akan menyelesaikan seksi tiga jalan tol Mojokerto-Kertosono sepanjang 5 km sebelum Lebaran tahun ini. Selain itu, perseroan juga berniat menyelesaikan proyek seksi tiga jalan tol Semarang-Solo tahun ini, sehingga total panjang jalan tersebut 40 km. Sementara itu, di bisnis properti, Astra akan fokus membangun dua proyek yang sudah berjalan, yaitu Menara Astra dan Anandamaya Residences. Perseroan mengalokasikan capex untuk dua proyek tersebut sebesar Rp 1,6 triliun.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp 332,57 miliar pada 1Q16, turun tipis dibandingkan Rp 340,33 miliar pada 1Q15. Penjualan naik dari Rp 3,28 triliun pada 1Q15 menjadi Rp 3,54 triliun pada 1Q16. Beban pajak yang meningkat menjadi Rp 147,43 miliar pada 1Q16 dari Rp 107,16 miliar pada 1Q15 menyebabkan laba turun tipis.
Adaro Energy (ADRO) menargetkan untuk menyelesaikan financial closing proyek PLTU Kalimantan Selatan senilai USD 500 juta pada Juni tahun ini. Penyelesaikan financial closing proyek Kalsel berdekatan dengan financial closing PLTU batubara. Perseroan akan melakukan pinjaman sebesar USD 400 juta kepada sejumlah bank. Jumlah tersebut setara dengan 80% dari total nilai proyek.
Bank Central Asia (BBCA) mengalokasikan anggaran Rp 1,5 triliun untuk rencana akuisisi bank lain dan penyuntikan modal anak usaha pada 2016. Untuk akuisisi, perseroan akan mulai menyeleksi bank kecil yang berpotensi besar untuk pengembangan bisnis di Indonesia. Untuk suntikan kepada anak usaha, BBCA akan melakukan injeksi modal pada semeste II-2016.
Bank Jabar Banten (BJBR) membukukan laba bersih Rp 446,01 miliar pada 1Q16 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 385,35 miliar. Pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp 1,41 triliun pada 1Q16 dari Rp 1,2 triliun pada 1Q15.
HM Sampoerna (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 10,4 triliun. Jumlah tersebut setara 99,9% dari total laba bersih tahun lalu. Adapun cum date untuk mendapatkan dividen pada 11 Mei 2016. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 27 Mei 2016. Sementara itu, pasar rokok di Indonesia tahun ini diperkirakan turun 1-2%. Terkait pajak cukai yang naik 15%, perseroan telah melakukan kenaikan harga secara rata-rata tiap brand sebesar 7,5%.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) HM Sampoerna (HMSP) menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan perbandingan 1:25. Pemecahan nilai nominal saham ini akan meningkatkan jumlah saham perseroan yang beredar dari 4.652,7 juta saham menjadi sekitar 116.318,1 juta saham.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) gencar menyasar pelanggan dari sektor komersial, khususnya pusat perbelanjaan atau mal di wilayah Jakarta. Saat ini sejumlah mal di area Jakarta yang sudah memakai gas PGN adalah Plaza Senayan, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Central Park, Pacific Place, Senayan City, Summarecon Kelapa Gading, Emporium Pluit, dan Mangga Dua Square.
Rapat Umum Pemegang Saham Adhi Karya (ADHI) kedua kembali tidak kuorum sebanyak 60%. RUPS ini membahas tentang penetapan saham seri A Dwiwarna dan perubahan anggaran dasar perseroan.
Pelayaran Tempuran Emas (TEMAS Line) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 1,8 triliun pada tahun 2016 atau meningkat sebesar 12,5% dibanding realisasi pendapatan pada tahun 2015. Perseroan menargetkan laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 250 miliar. Seiring penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tahun 2015, mulai tahun 2016 perseroan menetapkan untuk melakukan penyesuaian harga. Langkah tersebut dimaksudkan pula sebagai strategi perseroan untuk memperluas market share di industri pelayaran nasional pada tahun 2016. Perseroan berharap dengan kebijakan penurunan harga akan berdampak positif pada penurunan beban logistic kepada pemilik barang dan peningkatan volume muatan.
Pelayaran Tempuran Emas (TMAS) menyiapkan belanja modal (capex) tahun 2016 sebesar Rp 550 miliar untuk ekspansi bisnis tahun 2016, atau lebih rendah dari alokasi belanja modal tahun 2015 sebesar Rp 585 miliar. Capex tahun 2015 masih tersisa Rp 100 miliar dan akan digunakan untuk tahun 2016. Belanja modal tahun 2016 ini akan digunakan untuk menambah 7 armada kapal. Untuk kapal berukuran besar Temas Line berencana membeli kapal bekas, sedangkan kapal baru akan dibeli untuk ukuran kecil. Sumber dana belanja modal akan berasal dari kas internal dengan porsi 30%, sedangkan sisanya berasal dari perbankan. Perseroan akan mendapat fasilitas kredit baru dari beberapa bank. Perseroan berharap bunga pinjaman dari perbankan turun 50 bps menyusul penurunan suku bunga bank sentral yang sudah berlangsung sejak Januari 2016. Dengan demikian beban keuangan juga turun.
Bank Victoria (BVIC) melakukan ekspansi bisnis di Kota Manado, Sulawesi Utara untuk meningkatkan pelayanan jasa keuangan kepada masyarakat di daerah ini. Bank Victoria ingin membidik pasar Indonesia timur melalui pengembangan bisnis pada segmen-segmen unggulan, seperti sektor mikro usaha kecil mau pun segmen ritel banking.
Bank QNB Indonesia (BKSW) dan Commonwealth Life menandatangani kerja sama untuk memperkenalkan produk asuransi jiwa yang dinamakan Invest Link Assurance. Produk banccassurance unit link ini merupakan produk asuransi jiwa yang dilengkapi dengan fitur Investment Death Guaranteed Benefit khusus untuk para Nasabah Bank QNB Indonesia. Melalui kerja sama strategis ini, Commonwealth Life juga akan berbagi keahlian di lingkup manajemen penjualan asuransi dan dukungan untuk membangun platform bancassurance bersama Bank QNB Indonesia.
Kedaung Indah Can (KICI) mencatat penjualan bersih Rp 23,22 miliar di triwulan I 2016 relatif stabil dari penjualan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp 23,06 miliar. Perseroan membukukan rugi per Maret 2016 sebesar Rp 72,86 juta dari sebelumnya meraih laba Rp 2,11 miliar di triwulan I 2015.
Provident Agro (PALM) mencatat rugi sebesar Rp 19,83 miliar per Maret 2016 dari sebelumnya rugi Rp 61,64 miliar per Maret 2015. Pendapatan naik menjadi Rp 255,27 miliar dari sebelumnya Rp 239,33 miliar.
Hero Supermarket (HERO) meraih pendapatan bersih per Maret 2016 sebesar Rp 3,36 triliun atau turun dari sebelumnya Rp 3,44 triliun. Perseroan mencatatkan rugi bersih Rp 35,47 miliar dari sebelumnya rugi bersih Rp 16,46 miliar.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) meraih laba per Maret 2016 sebesar USD 35,40 juta, naik dibandingkan sebelumnya USD 2,85 juta. Pendapatan bersih naik menjadi USD 358,89 juta dari sebelumnya USD 367,93 juta.
Samindo Resources (MYOH) mencatatkan penurunan laba triwulan I 2016 sebesar 12,6% YoY menjadi USD 55,99 juta dibandingkan sebelumnya USD 46,30 juta. Hal itu disebabkan pendapatan usaha turun 17,3% menjadi USD 46,30 juta dari sebelumnya USD 55,99 juta. Turunnya volume pendapatan terutama pada dua aktivitas utama perseroan serta turunnya kompensasi BBM. Samindo telah melunasi utang bank sebesar USD 13,5 juta sampai April 2016 dan berencana melanjutkan pelunasan pada akhir semester I hingga total utang menjadi USD 33,5 juta dan turun terus menjadi USD 20 juta hingga akhir 2016.
Tanah Laut (INDX) merugi Rp 5,10 miliar per Maret 2016 dari sebelumnya membukukan laba sebesar Rp 14,48 miiar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha tak tercatat pada periode tiga bulanan tahun ini dibandingkan pendapatan usaha triwulan 2015 sebesar Rp 41,64 miliar.
Hasil rapat FOMC yang berlangsung selama 2 hari, akhirnya The Fed kembali memutuskan untuk mempertahankan Fed rate di kisaran 0,25%-0,5%. Pasca pengumuman The Fed. Pada hari ini pelaku pasar, menantikan pengumuman GDP 1Q 2016. Diprediksi GDP 1Q2016 AS sebesar 0,6% QoQ dari periode sebelumnya 1,4%. Pergerakan di bursa saham Indonesia selain mengacu pada sentimen global, juga akan mencermati kinerja emiten kuartal I 2016 dan aksi korporasi perusahaan yang diharapkan kuartal I 2016, dapat meciptakan pertumbuhan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Katalis positif di atas, ditambah dengan positifnya pasar Asia pada pembukaan sesi pertama hari ini, peluang IHSG untuk melaju ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini akan terbuka lebar.
Perspektif tenikal
Support Level : 4817/4789/4775
Resistance Level : 4860/4874/4902
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WSKT: Trading Buy
Close 2305, TP 2355
Boleh buy di level 2270-2305
Resistance di 2355 & support di 2270
Waspadai jika tembus di 2270
Batasi resiko di 2225
PTPP: Trading Buy
Close 3620, TP 3680
Boleh buy di level 3555-3620
Resistance di 3680 & support di 3555
Waspadai jika tembus di 3555
Batasi resiko di 3430
TLKM : Trading Buy
Close 3700, TP 3755
Boleh buy di level 3635-3700
Resistance di 3755 & support di 3635
Waspadai jika tembus di 3635
Batasi resiko di 3580
MNCN: Trading Buy
Close 2315, TP 2350
Boleh buy di level 2275-2315
Resistance di 2350 & support di 2275
Waspadai jika tembus di 2275
Batasi resiko di 2195
ELSA: Trading Buy
Close 515, TP 535
Boleh buy di level 500-515
Resistance di 535 & support di 500
Waspadai jika tembus di 500
Batasi resiko di 475
MEDC: Trading Buy
Close 1535, TP 1600
Boleh buy di level 1485-1535
Resistance di 1600 & support di 1485
Waspadai jika tembus di 1485
Batasi resiko di 1410
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
TLKM, EXCL, WTON. PWON, WSKT, PTPP
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 27-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$45.02 (0.98)
Gold-(troy oz) US$1,245.93 (2.47)
Nickel-(ton) US$9,190.00 (60.00)
Tin-(ton) US$17,425.00 (-25.00)
Coal (Newc)/ton US$51.05 (-11.35)
CPO Mal/ton* MYR2,642.00 (-2.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,202.00 (-3.00)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 28 April 2016
RUPSLB
• BDMN – RUPST
• AKRA – RUPST
• INDY – RUPST/LB
• ELSA – RUPST
• WIKA – RUPST
• BBKP – RUPST/LB
• IATA – RUPST/LB
• BTEL – RUPSLB
• BTPN – RUPST/LB
Dividend
• PPRO, Cash dividend 4.27, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• HDFA, Cash dividend 3.50, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• AGRO, Cash dividend 1.36, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• ASGR, Cash dividend 93.00, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
Economic Calendar:
• pengumuman suku bunga The Fed bulan April 2016 dan statement FOMC
• data National CPI Jepang bulan Maret 2016 bulan April 2016
• data Retail Sales Jepang bulan Maret 2016
• pengumuman suku bunga Boj bulan April 2016
• konperensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda
• BoJ Outlook Report
• data jumlah pencari kerja di Jerman bulan April 2016
• data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan April 2016
• data Advance GDP AS kwartal pertama tahun 2016
• data Jobless Claims AS per 15 April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan kenaikan laba bersih 11,1% di triwulan I 2016 menjadi Rp 4,5 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 4,1 triliun. Pendapatan operasional tumbuh 17,0% YoY menjadi Rp 12,8 triliun dari Rp 11,0 triliun. Pada akhir Maret 2016 portofolio kredit mencapai Rp 373,7 triliun, tumbuh 11,4% YoY. Kredit korporasi tumbuh 18,5% YoY menjadi Rp 129,4 triliun dan kredit komersial & UKM meningkat 5,9% YoY menjadi Rp 142,3 triliun. Sementara kredit konsumer tumbuh 10,9% YoY menjadi Rp 102,1 triliun didukung oleh pertumbuhan di semua produk. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik 9,3% YoY menjadi Rp 59,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 13,8% YoY menjadi Rp 32,7 triliun. Pada akhir triwulan I 2016 outstanding kartu kredit tercatat sebesar Rp 9,5 triliun, meningkat 11,3% YoY. Dana pihak ketiga meningkat 5,7% YoY mencapai Rp 470,4 triliun pada akhir Maret 2016. Dana CASA tetap menjadi kontributor utama terhadap total pendanaan Bank yaitu sebesar 76,9% terhadap total dana pihak ketiga. Dana tabungan mencapai 67,4% dari total dana CASA dan mencatat pertumbuhan sebesar 7,9% YoY menjadi Rp 243,9 triliun, sedangkan dana giro meningkat 8,4% YoY menjadi Rp 117,8 triliun. Dana deposito tercatat sebesar Rp 108,7 triliun, turun 1,5% YoY sebagai dampak tingkat suku bunga deposito yang lebih rendah.
Astra International (ASII) berencana melakukan aksi korporasi melalui pasar modal dengan menerbitkan saham baru (rights issue) tiga anak usahanya. Aksi korporasi ini dilakukan guna meraih dana segar dari pasar modal. Tiga anak usaha perseroan yang akan melakukan rights issue, yakni Astra Agro Lestari (AALI) dengan target dana Rp 4 triliun, Bank Permata (BNLI) Rp 5,5 triliun, dan Acset Indonusa (ACST). Jika banyak pemegang saham yang tidak melakukan rights issue, maka ASII sebagai induk perusahaan akan menjadi standby buyer.
Astra International (ASII) berencana menerbitkan obligasi sekitar Rp 10 triliun-Rp 12,5 triliun. Penerbitan surat utang tersebut akan dilakukan untuk memproduksi kendaraan roda empat dan roda dua yang saat ini masih cukup menjanjikan. Untuk merealisasikan rencana tersebut, Astra tengah melirik berbagai kemungkinan pendanaan yang paling menguntungkan. Perseroan menilai obligasi merupakan instrumen keuangan yang berpotensi akan diterbitkan pada semester I 2016 guna mendapatkan funding obligasi 20% atau 25% dari total funding yang diperlukan.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra International (ASII) menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 50% dari total laba bersih tahun buku 2015 atau senilai Rp 7,2 triliun. Dividen itu setara Rp 177 per saham. Dividen tersebut dibagi dalam dua tahap. Pertama, yang diperhitungkan dalam dividen interim sebesar Rp 64 per saham dan telah dibayarkan pada 21 Oktober 2015, dan sisanya Rp 113 per saham akan dibayarkan pada 27 Mei 2016.
Indosat (ISAT) optimis membukukan laba bersih pada 2016 setelah tiga tahun berturut-turut membukukan rugi bersih seiring dengan usaha menurunkan porsi utang dolar AS menjadi 10%-15%. Per Desember 2015, porsi utang dolar AS masih sebesar 25%. Pinjaman berdenominasi dolar AS akan dilunasi dari revolving credit facility (RCF) berdenominasi rupiah serta obligasi.
Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) memproyeksi pendapatan perseroan pada tahun ini akan stagnan seiring proyeksi harga batu bara yang masih berfluktuasi. Perseroan kini lebih mengincar kontrak pengangkutan non jangka panjang guna menjaga tingkat pendapatan.
Bank Panin (PNBN) membukukan laba bersih sebesar Rp525,75 miliar pada kuartal I/2016, naik 4,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp501,3 miliar. Peningkatan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp2 triliun, meningkat 23,8% dari sebelumnya Rp1,61 triliun. Adapun total asset perseroan meningkat 8,92% mencapai Rp183,45 triliun. Kenaikan aset ditopang oleh kenaikan kredit sebesar 4,26% menjadi Rp125,74 triliun dan dana pihak ketiga yang naik sebesar 3,14% menjadi Rp127,94 triliun.
Intiland Development (DILD) segera meresmikan ritel pertamanya di Jakarta yakni South Quarter Dome (SQ Dome) seluas 12.000 meter persegi di kawasan perkantoran terpadu South Quarter di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan. SQ Dome yang telah beroperasi sejak akhir 2015 akan resmi dibuka pada 1 Mei 2016 dan saat ini tingkat okupansinya sudan mencapai 60%.
Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) menilai klaim tagihan yang diajukan PT Era Srikandi Prima dalam permohonan restrukturisasi utang belum jatuh tempo. Pemohon mengirimkan surat tagihan pada 2 Maret 2016 dan permohonan tersebut didaftarkan pada pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 11 April 2016. Perseroan mengakui tengah mengalami kesulitan usaha setelah salah satu pabriknya yang berada di Jatiuwung, Tangerang mengalami kebakaran pada tahun lalu. Akibatnya, perseroan tidak bisa memaksimalkan produksi corrugated carton yang menjadi salah satu lini produksi. Kendati demikian, perseroan mengklaim masih berkemampuan untuk melaksanakan kewajibannya.
Wijaya Karya Beton (WTON) meraih kenaikan pendapatan sebesar 71,3% menjadi Rp732,53 miliar hingga Maret 2016 dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp427,56 miliar. Adapun laba bersih perseroan mencapai Rp50,24 miliar, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17 miliar.
Astra International (ASII) meningkatkan investasinya di sektor infrastruktur, logistik, dan properti tahun ini. Perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 5,3 triliun. Dana tersebut sekitar 39% dari total belanja modal yang mencapai Rp 13,7 triliun. Sesuai rencana, ASII akan menggunakan capex untuk menyelesaikan beberapa proyek jalan tol. Anak usaha perseroan, Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) diproyeksikan akan menyelesaikan seksi tiga jalan tol Mojokerto-Kertosono sepanjang 5 km sebelum Lebaran tahun ini. Selain itu, perseroan juga berniat menyelesaikan proyek seksi tiga jalan tol Semarang-Solo tahun ini, sehingga total panjang jalan tersebut 40 km. Sementara itu, di bisnis properti, Astra akan fokus membangun dua proyek yang sudah berjalan, yaitu Menara Astra dan Anandamaya Residences. Perseroan mengalokasikan capex untuk dua proyek tersebut sebesar Rp 1,6 triliun.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp 332,57 miliar pada 1Q16, turun tipis dibandingkan Rp 340,33 miliar pada 1Q15. Penjualan naik dari Rp 3,28 triliun pada 1Q15 menjadi Rp 3,54 triliun pada 1Q16. Beban pajak yang meningkat menjadi Rp 147,43 miliar pada 1Q16 dari Rp 107,16 miliar pada 1Q15 menyebabkan laba turun tipis.
Adaro Energy (ADRO) menargetkan untuk menyelesaikan financial closing proyek PLTU Kalimantan Selatan senilai USD 500 juta pada Juni tahun ini. Penyelesaikan financial closing proyek Kalsel berdekatan dengan financial closing PLTU batubara. Perseroan akan melakukan pinjaman sebesar USD 400 juta kepada sejumlah bank. Jumlah tersebut setara dengan 80% dari total nilai proyek.
Bank Central Asia (BBCA) mengalokasikan anggaran Rp 1,5 triliun untuk rencana akuisisi bank lain dan penyuntikan modal anak usaha pada 2016. Untuk akuisisi, perseroan akan mulai menyeleksi bank kecil yang berpotensi besar untuk pengembangan bisnis di Indonesia. Untuk suntikan kepada anak usaha, BBCA akan melakukan injeksi modal pada semeste II-2016.
Bank Jabar Banten (BJBR) membukukan laba bersih Rp 446,01 miliar pada 1Q16 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 385,35 miliar. Pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp 1,41 triliun pada 1Q16 dari Rp 1,2 triliun pada 1Q15.
HM Sampoerna (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 10,4 triliun. Jumlah tersebut setara 99,9% dari total laba bersih tahun lalu. Adapun cum date untuk mendapatkan dividen pada 11 Mei 2016. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 27 Mei 2016. Sementara itu, pasar rokok di Indonesia tahun ini diperkirakan turun 1-2%. Terkait pajak cukai yang naik 15%, perseroan telah melakukan kenaikan harga secara rata-rata tiap brand sebesar 7,5%.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) HM Sampoerna (HMSP) menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan perbandingan 1:25. Pemecahan nilai nominal saham ini akan meningkatkan jumlah saham perseroan yang beredar dari 4.652,7 juta saham menjadi sekitar 116.318,1 juta saham.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) gencar menyasar pelanggan dari sektor komersial, khususnya pusat perbelanjaan atau mal di wilayah Jakarta. Saat ini sejumlah mal di area Jakarta yang sudah memakai gas PGN adalah Plaza Senayan, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Central Park, Pacific Place, Senayan City, Summarecon Kelapa Gading, Emporium Pluit, dan Mangga Dua Square.
Rapat Umum Pemegang Saham Adhi Karya (ADHI) kedua kembali tidak kuorum sebanyak 60%. RUPS ini membahas tentang penetapan saham seri A Dwiwarna dan perubahan anggaran dasar perseroan.
Pelayaran Tempuran Emas (TEMAS Line) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 1,8 triliun pada tahun 2016 atau meningkat sebesar 12,5% dibanding realisasi pendapatan pada tahun 2015. Perseroan menargetkan laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 250 miliar. Seiring penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tahun 2015, mulai tahun 2016 perseroan menetapkan untuk melakukan penyesuaian harga. Langkah tersebut dimaksudkan pula sebagai strategi perseroan untuk memperluas market share di industri pelayaran nasional pada tahun 2016. Perseroan berharap dengan kebijakan penurunan harga akan berdampak positif pada penurunan beban logistic kepada pemilik barang dan peningkatan volume muatan.
Pelayaran Tempuran Emas (TMAS) menyiapkan belanja modal (capex) tahun 2016 sebesar Rp 550 miliar untuk ekspansi bisnis tahun 2016, atau lebih rendah dari alokasi belanja modal tahun 2015 sebesar Rp 585 miliar. Capex tahun 2015 masih tersisa Rp 100 miliar dan akan digunakan untuk tahun 2016. Belanja modal tahun 2016 ini akan digunakan untuk menambah 7 armada kapal. Untuk kapal berukuran besar Temas Line berencana membeli kapal bekas, sedangkan kapal baru akan dibeli untuk ukuran kecil. Sumber dana belanja modal akan berasal dari kas internal dengan porsi 30%, sedangkan sisanya berasal dari perbankan. Perseroan akan mendapat fasilitas kredit baru dari beberapa bank. Perseroan berharap bunga pinjaman dari perbankan turun 50 bps menyusul penurunan suku bunga bank sentral yang sudah berlangsung sejak Januari 2016. Dengan demikian beban keuangan juga turun.
Bank Victoria (BVIC) melakukan ekspansi bisnis di Kota Manado, Sulawesi Utara untuk meningkatkan pelayanan jasa keuangan kepada masyarakat di daerah ini. Bank Victoria ingin membidik pasar Indonesia timur melalui pengembangan bisnis pada segmen-segmen unggulan, seperti sektor mikro usaha kecil mau pun segmen ritel banking.
Bank QNB Indonesia (BKSW) dan Commonwealth Life menandatangani kerja sama untuk memperkenalkan produk asuransi jiwa yang dinamakan Invest Link Assurance. Produk banccassurance unit link ini merupakan produk asuransi jiwa yang dilengkapi dengan fitur Investment Death Guaranteed Benefit khusus untuk para Nasabah Bank QNB Indonesia. Melalui kerja sama strategis ini, Commonwealth Life juga akan berbagi keahlian di lingkup manajemen penjualan asuransi dan dukungan untuk membangun platform bancassurance bersama Bank QNB Indonesia.
Kedaung Indah Can (KICI) mencatat penjualan bersih Rp 23,22 miliar di triwulan I 2016 relatif stabil dari penjualan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp 23,06 miliar. Perseroan membukukan rugi per Maret 2016 sebesar Rp 72,86 juta dari sebelumnya meraih laba Rp 2,11 miliar di triwulan I 2015.
Provident Agro (PALM) mencatat rugi sebesar Rp 19,83 miliar per Maret 2016 dari sebelumnya rugi Rp 61,64 miliar per Maret 2015. Pendapatan naik menjadi Rp 255,27 miliar dari sebelumnya Rp 239,33 miliar.
Hero Supermarket (HERO) meraih pendapatan bersih per Maret 2016 sebesar Rp 3,36 triliun atau turun dari sebelumnya Rp 3,44 triliun. Perseroan mencatatkan rugi bersih Rp 35,47 miliar dari sebelumnya rugi bersih Rp 16,46 miliar.
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) meraih laba per Maret 2016 sebesar USD 35,40 juta, naik dibandingkan sebelumnya USD 2,85 juta. Pendapatan bersih naik menjadi USD 358,89 juta dari sebelumnya USD 367,93 juta.
Samindo Resources (MYOH) mencatatkan penurunan laba triwulan I 2016 sebesar 12,6% YoY menjadi USD 55,99 juta dibandingkan sebelumnya USD 46,30 juta. Hal itu disebabkan pendapatan usaha turun 17,3% menjadi USD 46,30 juta dari sebelumnya USD 55,99 juta. Turunnya volume pendapatan terutama pada dua aktivitas utama perseroan serta turunnya kompensasi BBM. Samindo telah melunasi utang bank sebesar USD 13,5 juta sampai April 2016 dan berencana melanjutkan pelunasan pada akhir semester I hingga total utang menjadi USD 33,5 juta dan turun terus menjadi USD 20 juta hingga akhir 2016.
Tanah Laut (INDX) merugi Rp 5,10 miliar per Maret 2016 dari sebelumnya membukukan laba sebesar Rp 14,48 miiar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha tak tercatat pada periode tiga bulanan tahun ini dibandingkan pendapatan usaha triwulan 2015 sebesar Rp 41,64 miliar.











0 comments:
Posting Komentar