Prediksi IHSG;
Pelaku pasar akan menyikapi rilis data penting dari AS berupa data neraca perdagangan AS dan persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016. Ekspektasi atas persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016, dapat mendorong trend harga minyak dunia. Sementara itu, harga minyak mentah di Asia naik pada Selasa, didorong oleh depresiasi dollar. Namun, kenaikan minyak diperkirakan tidak akan bertahan lama, karena pasar masih dicemaskan kelebihan pasokan global. Sementara sentimen dari dalam negeri berkenaan dengan laba perusahaan, nampaknya belum berhasil menopang pergerakan IHSG. Jika sentimen dari internal masih lemah, potensi tekanan bagi IHSG bisa kembali terjadi pada hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4780/4745/4702
Resistance Level : 4858/4901/4936
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 2715, TP 2800
Boleh buy di level 2700-2715
Resistance di 2800 & support di 2670
Waspadai jika tembus di 2670
Batasi resiko di 2660
AALI: Trading Buy
Close 16300, TP 16725
Boleh buy di level 16200-16300
Resistance di 16725 & support di 15775
Waspadai jika tembus di 15775
Batasi resiko di 15725
SIMP : Trading Buy
Close 540, TP 565
Boleh buy di level 530-540
Resistance di 565 & support di 505
Waspadai jika tembus di 505
Batasi resiko di 500
TLKM: Trading Buy
Close 3645, TP 3720
Boleh buy di level 3635-3645
Resistance di 3720 & support di 3600
Waspadai jika tembus di 3600
Batasi resiko di 3590
BMRI: Trading Buy
Close 9500, TP 9650
Boleh buy di level 9400-9500
Resistance di 9650 & support di 9325
Waspadai jika tembus di 9325
Batasi resiko di 9275
MNCN: Trading Buy
Close 2270, TP 2325
Boleh buy di level 2250-2270
Resistance di 2325 & support di 2155
Waspadai jika tembus di 2155
Batasi resiko di 2145
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ACES, KRAS, MEDC, INAF, PTPP, ELSA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 26-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$42.92 (0.28)
Gold-(troy oz) US$1,235.24 (-2.68)
Nickel-(ton) US$9,130.00 (40.00)
Tin-(ton) US$17,450.00 (0.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,644.50 (-20.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,205.00 (6.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 27 April 2016
RUPSLB
• ARNA – RUPST
• HMSP – RUPST/LB
• DSSA – RUPST
• ASII – RUPST
• TMAS – RUPST/LB
Dividend
• ACST, Cash dividend 33.50, Cum 26 Apr-16, Ex 27 Apr-16
• PPRO, Cash dividend 4.27, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• HDFA, Cash dividend 3.50, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• AGRO, Cash dividend 1.36, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• ASGR, Cash dividend 93.00, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
Economic Calendar:
• data indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan April 2016
• data M3 Money Supply kawasan Euro bulan Maret 2016
• data Preliminary GDP Inggris kwartal pertama tahun 2016
• data neraca perdagangan AS bulan Maret 2016
• data Pending Home Sales AS bulan Maret 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Astra Internasional (ASII) membukukan penurunan laba bersih per Maret 2016 sebesar 22,04% YoY menjadi Rp 3,11 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 3,99 triliun. Pendapatan bersih turun menjadi Rp 41,88 triliun dari sebelumnya Rp 45,18 triliun.
Astra Agro Lestari (AALI) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 417,54 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 156,09 miliar. Pendapatan bersih turun menjadi Rp 3,01 triliun dari sebelumnya Rp 3,23 triliun.
Semen Baturaja (SMBR) menargetkan penjualan semen sebesar 45% pada semester I/2016 dari target penjualan 1,75 juta ton sepanjang tahun. Penjualan semen akan ditopang oleh pembangunan infrastruktur di Sumatra Selatan, salah satunya proyek kereta ringan (light rail transit/LRT).
Mahaka Radio Integra (MARI) berencana mengakuisisi satu radio di Jakarta tahun ini, juga membidik akuisisi radio di tiga kota besar di Indonesia. Perseroan membidik satu perusahaan radio komersil yang memiliki pendengar dari segmen menengah bawah dan akuisisi ini ditargetkan selesai pada kuartal IV/2016. Dengan tambahan satu radio hasil akuisisi tersebut, perseroan menargetkan pangsa pasar tahun ini mencapai 15%-20% dari saat ini sebesar 15%. Adapun untuk di luar Jakarta, MARI berencana ekspansi ke Bandung, medan, dan Makasar. Akuisisi di ketiga kota tersebut rencananya berjalan pada 2017.
Dua Putra Utama Makmur (DPUM) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp1 triliun sepanjang tahun ini, tumbuh 36,5% dibandingkan dengan realisasi sepanjang tahun lalu sebesar Rp732,16 miliar. Pertumbuhan pendapatan tahun ini akan ditunjang oleh peningkatan kapasitas produksi. Perseroan akan menambah kapasitas cold storage hingga 25.000 ton, menambah armada kapal, dan memperluas penangkapan ikan. Adapun pendanaan untuk pembangunan cold storage dengan kapasitas 16.000 ton berasal dari perbankan, sedangkan untuk kapasitas 5.000 ton berasal dari dana hasil IPO. Sementara itu, perseroan akan menambah 25 armada kapal penangkap ikan sehingga total armada yang dimiliki mencapai 30 kapal, dimana ukuran kapal tidak akan melebihi 200 gross ton.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyetorkan dividen kepada pemerintah senilai Rp4,36 triliun dari laba bersih yang diperoleh sepanjang tahun lalu senilai Rp25,4 triliun (konsolidasi). Nilai dividen tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan yang disetorkan tahun lalu senilai Rp4,12 triliun. Dividen yang disetorkan tersebut telah meyumbang 12,74% dari target penerimaan negara melalu dividen BUMN sesuai dengan yang tercatat dalam informasi APBN 2016 senilai Rp34,2 triliun. Adapun total dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham tahun ini mencapai Rp7,62 triliun atau sebesar 30% dari laba bersih tahun lalu.
Bank Central Asia (BBCA) mulai memangkas investasi layanan bank konvensional dan lebih banyak mengaplikasikan dana pada pengembangan layanan digital. Saat ini potensi pengembangan layanan perbankan digital masih berfokus pada pengembangan sistem pembayaran. Nantinya, perseroan tidak hanya menjalankan bisnis financial atau keuangan, namun akan berkembang secara lebih luas karena proses keuangan dan bisnis saling terkait dengan sistem pembayaran.
Penyaluran kredit Bank Danamon (BDMN) pada kuartal I/2016 turun 7% menjadi Rp125,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Turunnya kredit yang disalurkan perseroan salah satunya didorong oleh adanya penyusutan kredit dari segmen perbankan komersial sebanya 3% menjadi Rp15,4 triliun.
Bank Danamon (BDMN) membangun gedung baru senilai Rp600 miliar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Hal ini dikarenakan terus naiknya biaya sewa gedung. Perseroan telah menyiapkan pembangunan gedung sejak tiga tahun lalu dan tahun ini kantor pusat tersebut sudah resmi digunakan.
Bank OCBC NISP (NISP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 23% pada 1Q16 menjadi Rp457 miliar. Naiknya laba tersebut didukung oleh terkendalinya pertumbuhan biaya disamping pertumbuhan volume usaha. Pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai 9% YoY menjadi Rp89,6 triliun dan kredit tumbuh 22% menjadi Rp85,1 triliun. Kualitas asset tetap terjaga secara optimal yang tercermin dari rasi NPL gross sebesar 1,4% dan net sebesar 0,8%.
Pembiayaan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) mengalami penurunan 8% YoY pada kuartal pertama tahun ini. Total kredit kendaraan roda dua yang diperoleh perseroan pada 1Q16 tercatat sebesar Rp21,5 triliun, sedangkan kredit kendaraan roda empat mencapai sekitar Rp22,7 triliun.
Astra International (ASII) membukukan pendapatan sebesar Rp 41,88 triliun pada kuartal I-2016, turun 7% YoY. Sementara itu, laba bersih turun 22% YoY menjadi Rp 3,11 triliun pada 1Q16. Penurunan laba terutama dipicu oleh pelemahan bisnis alat berat. Sisanya dari bisnis pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan otomotif. Adapun penurunan pendapatan disebabkan oleh turunnya pendapatan alat berat, pertambangan, serta agribisnis. Selain itu, terdapat penurunan kontribusi pendapatan bersih dari Toyota sales operations, setelah pelaksanaan restrukturisasi model distribusi dua tingkat. Grup Astra masih mengalami rendahnya permintaan otomotif dan lemahnya harga komoditas, serta penurunan kualitas kredit korporasi di Bank Permata.
United Tractors (UNTR) membukukan penurunan laba bersih sebesar 55,2% YoY menjadi Rp 730,51 miliar pada kuartal I-2016. Pendapatan bersih perseroan turun dari Rp 12,65 triliun pada 1Q15 menjadi Rp 10,69 triliun pada 1Q16.
Acset Indonusa (ACST) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 457,68 miliar pada kuartal I-2016, naik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 313,35 miliar. Laba bersih mengalami kenaikan 59,2% YoY menjadi Rp 19,28 miliar pada kuartal I-2016.
Sri Rejeki Isman (SRIL) berencana mengakuisisi perusahaan seragam asal Jerman. Perseroan memperkirakan dapat menyelesaikan akuisisi tersebut tahun depan. Perusahaan produsen seragam Jerman itu akan menjadi salah satu perpanjangan tangan bisnis SRIL di Eropa. Perusahaan yang akan diakuisisi merupakan perusahaan seragam militer. Saat ini, nilai ekspor perseroan di Eropa mencapai 15% dari total pendapatan ekspor.
Bank Tabungan Negara (BBTN) menyiapkan dukungan dana bagi induk usaha (holding) BUMN properti sebesar Rp 2 triliun. Anggaran tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan sejuta rumah di Indonesia. Fokus BBTN adalah pembiayaan perumahan kelas menengah bawah, termasuk pembiayaan tanah atau konstruksi bagi KPR subsidi.
Mahaka Radio Integra (MARI) menetapkan pembagian dividen final tahun buku 2015 sebesar Rp 16,1 miliar atau sebesar Rp 5,1 per saham. Dividen tersebut setara dengan 50% dari laba bersih konsolidasi 2015 setelah dikurangi dengan dividen interim yang sudah dibagikan sebelumnya.
Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 3,11 triliun naik dibandingkan sebelumnya Rp 2,89 triliun. Penjualan bersih naik menjadi Rp 21,92 triliun dari sebelumnya Rp 21,56 triliun.
Bank Mandiri (BMRI) menargetkan realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di kisaran Rp 900 miliar atau mendekati Rp 1 triliun di Bali dan Nusa Tenggara tahun 2016, setelah menurunkan suku bunga KPR menjadi 8,5%. Target itu naik sekitar 12% YoY. BMRI mengharapkan target tersebut bisa terealisasi dengan porsi yang lebih besar biasanya tumbuh di Provinsi Bali sebesar 60%, Nusa Tenggara Barat 30% dan Nusa Tenggara Timur 20%.
Bank Danamon Indonesia (BDMN) mencatat laba bersih setelah pajak kuartal I 2016 sebesar Rp 814 miliar, meningkat 18% YoY. Laba Operasional Sebelum Pencadangan BDMN tumbuh 12% menjadi Rp 22 triliun. Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio) sebesar 48,7% dibanding 53,9% di kuartal I 2015. Peningkatan laba ini berasal dari upaya peningkatan efisiensi serta kenaikan fee income. Biaya operasional sebesar Rp 2,1 triliun, atau turun 9% YoY.
Maybank Indonesia (BNII) membukukan laba per Maret 2016 Rp 443,90 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 255,61 miliar. Pendapatan bunga dan syariah neto mencapai Rp 1,72 triliun naik dari sebelumnya Rp 1,58 triliun.
Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) meraih pendapatan per Maret 2016 sebesar Rp 458,32 miliar naik dari sebelumnya Rp 417,18 miliar. Laba periode berjalan Rp 20,75 miliar naik dari sebelumnya Rp 1,11 miliar.
Matahari Department Store (LPPF) meraih pendapatan bersih per Maret 2016 sebesar Rp1,86 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,62 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 243,72 miliar dari sebelumnya Rp 184,97 miliar.
Bali Towerindo Sentra (BALI) mencatakan kenaikan laba bersih per Maret 2016 sebesar 178,81% YoY menjadi Rp 39,95 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 14,32 miliar. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 57,25 miliar dari sebelumnya Rp 35,85 miliar
Tunas Ridean (TURI) mencatat pertumbuhan laba kuartal I 2016 sebesar 40% YoY menjadi Rp 104 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 74 miliar. Pendapatan bersih meningkat 14% YoY menjadi Rp 2,83 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 2,48 triliun. Peningkatan laba didukung oleh kontribusi yang kuat dari penjualan mobil, Mandiri Tunas Finance dan bisnis retail diimbangin oleh berkurangnya kontribusi dari bisnis motor.
Jasa Marga (JSMR) melalui anak usahanya, yaitu PT Trans Marga Jateng (TMJ), menargetkan ruas Tol Bawen-Salatiga seksi 3 bisa dilalui pemudik secara fungsional pada Angkutan Lebaran tahun 2016. Perseroan menargetkan pada akhir April 2016 kemajuan konstruksi mencapai 60%, sehingga secara fungsional bisa digunakan pemudik kendaraan kecil secara gratis satu arah. Hingga saat ini kemajuan pembangunan konstruksi seksi 3 ruas Bawen - Salatiga sepanjang 17,5 km rata-rata hanya sekitar 30%. Kondisi jalan sudah berbeton ringan atau 'lean concrete' sehingga aman dilalui dengan kecepatan 20-30 km per jam.
Bakrie & Brothers (BNBR) membukukan laba per Maret 2016 sebesar Rp164,87 miliar dari sebelumnya mencatatkan rugi Rp 311,59 miliar. Pendapatan neto turun menjadi Rp 924,04 miliar dari sebelumnya Rp 1,57 triliun.
Bakrie & Brothers (BNBR) akan melakukan penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) yang akan dikonversi dengan saham biasa seri D tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Perseroan berencana melakukan OWK sebesar Rp 990.692.339.000 yang akan dikonversi dengan saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa HMETD sebanyak 10.813.846.780 saham seri D atau sebesar 17,45% dari modal ditempatkan perseroan. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 2 Juni 2016. Jangka waktu OJK selama 5 tahun, dimana pemegang OWK bisa melakukan konversi saham baru tiap 15 Juni atau 15 Desember.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Dua Putra Utama Makmur (DPUM) menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2015. Laba tahun 2015 ditahan guna mendukung ekspansi bisnis perusahaan pada tahun 2016. Sebagian laba bersih Perseroan di 2015, dialokasikan untuk dana cadangan sebesar Rp 5 miliar.
Dua Putra Utama Makmur (DPUM) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2016 sebesar Rp 400 miliar. Dana ini akan dipergunakan untuk ekspansi bisnis Perseroan di tahun 2016. Sumber dana capex akan berasal dari kas internal hasil IPO dan laba ditahan serta dari hasil pinjaman perbankan. Saat ini perusahaan sedang menambah kapasitas cold storage menjadi 21.000 ton yang masih dalam proses pembangunan. Cold storage tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada semester II 2016. Perseroan juga sedang menambah kapal penangkapan ikan sebanyak 20 kapal. Sebanyak 14 kapal ditargetkan akan beroperasi di kuartal IV 2016 dan sisanya sebanyak 6 kapal akan beroperasi di kuartal I tahun 2017. Perseroan saat ini sudah membeli 7 tunnel freezer. Sebanyak 1 tunnel freezer akan beroperasio pada bulan Mei 2016, sedangkan 6 tunnel freezer masih dalam tahap instalasi dan ditargetkan akan beroperasi pada kuartal III 2017.
Pelaku pasar akan menyikapi rilis data penting dari AS berupa data neraca perdagangan AS dan persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016. Ekspektasi atas persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016, dapat mendorong trend harga minyak dunia. Sementara itu, harga minyak mentah di Asia naik pada Selasa, didorong oleh depresiasi dollar. Namun, kenaikan minyak diperkirakan tidak akan bertahan lama, karena pasar masih dicemaskan kelebihan pasokan global. Sementara sentimen dari dalam negeri berkenaan dengan laba perusahaan, nampaknya belum berhasil menopang pergerakan IHSG. Jika sentimen dari internal masih lemah, potensi tekanan bagi IHSG bisa kembali terjadi pada hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4780/4745/4702
Resistance Level : 4858/4901/4936
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 2715, TP 2800
Boleh buy di level 2700-2715
Resistance di 2800 & support di 2670
Waspadai jika tembus di 2670
Batasi resiko di 2660
AALI: Trading Buy
Close 16300, TP 16725
Boleh buy di level 16200-16300
Resistance di 16725 & support di 15775
Waspadai jika tembus di 15775
Batasi resiko di 15725
SIMP : Trading Buy
Close 540, TP 565
Boleh buy di level 530-540
Resistance di 565 & support di 505
Waspadai jika tembus di 505
Batasi resiko di 500
TLKM: Trading Buy
Close 3645, TP 3720
Boleh buy di level 3635-3645
Resistance di 3720 & support di 3600
Waspadai jika tembus di 3600
Batasi resiko di 3590
BMRI: Trading Buy
Close 9500, TP 9650
Boleh buy di level 9400-9500
Resistance di 9650 & support di 9325
Waspadai jika tembus di 9325
Batasi resiko di 9275
MNCN: Trading Buy
Close 2270, TP 2325
Boleh buy di level 2250-2270
Resistance di 2325 & support di 2155
Waspadai jika tembus di 2155
Batasi resiko di 2145
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ACES, KRAS, MEDC, INAF, PTPP, ELSA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 26-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$42.92 (0.28)
Gold-(troy oz) US$1,235.24 (-2.68)
Nickel-(ton) US$9,130.00 (40.00)
Tin-(ton) US$17,450.00 (0.00)
Coal (Newc)/ton US$51.00 (-11.40)
CPO Mal/ton* MYR2,644.50 (-20.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,205.00 (6.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 27 April 2016
RUPSLB
• ARNA – RUPST
• HMSP – RUPST/LB
• DSSA – RUPST
• ASII – RUPST
• TMAS – RUPST/LB
Dividend
• ACST, Cash dividend 33.50, Cum 26 Apr-16, Ex 27 Apr-16
• PPRO, Cash dividend 4.27, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• HDFA, Cash dividend 3.50, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• AGRO, Cash dividend 1.36, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
• ASGR, Cash dividend 93.00, Cum 27 Apr-16, Ex 28 Apr-16
Economic Calendar:
• data indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan April 2016
• data M3 Money Supply kawasan Euro bulan Maret 2016
• data Preliminary GDP Inggris kwartal pertama tahun 2016
• data neraca perdagangan AS bulan Maret 2016
• data Pending Home Sales AS bulan Maret 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 22 April 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Astra Internasional (ASII) membukukan penurunan laba bersih per Maret 2016 sebesar 22,04% YoY menjadi Rp 3,11 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 3,99 triliun. Pendapatan bersih turun menjadi Rp 41,88 triliun dari sebelumnya Rp 45,18 triliun.
Astra Agro Lestari (AALI) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 417,54 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 156,09 miliar. Pendapatan bersih turun menjadi Rp 3,01 triliun dari sebelumnya Rp 3,23 triliun.
Semen Baturaja (SMBR) menargetkan penjualan semen sebesar 45% pada semester I/2016 dari target penjualan 1,75 juta ton sepanjang tahun. Penjualan semen akan ditopang oleh pembangunan infrastruktur di Sumatra Selatan, salah satunya proyek kereta ringan (light rail transit/LRT).
Mahaka Radio Integra (MARI) berencana mengakuisisi satu radio di Jakarta tahun ini, juga membidik akuisisi radio di tiga kota besar di Indonesia. Perseroan membidik satu perusahaan radio komersil yang memiliki pendengar dari segmen menengah bawah dan akuisisi ini ditargetkan selesai pada kuartal IV/2016. Dengan tambahan satu radio hasil akuisisi tersebut, perseroan menargetkan pangsa pasar tahun ini mencapai 15%-20% dari saat ini sebesar 15%. Adapun untuk di luar Jakarta, MARI berencana ekspansi ke Bandung, medan, dan Makasar. Akuisisi di ketiga kota tersebut rencananya berjalan pada 2017.
Dua Putra Utama Makmur (DPUM) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp1 triliun sepanjang tahun ini, tumbuh 36,5% dibandingkan dengan realisasi sepanjang tahun lalu sebesar Rp732,16 miliar. Pertumbuhan pendapatan tahun ini akan ditunjang oleh peningkatan kapasitas produksi. Perseroan akan menambah kapasitas cold storage hingga 25.000 ton, menambah armada kapal, dan memperluas penangkapan ikan. Adapun pendanaan untuk pembangunan cold storage dengan kapasitas 16.000 ton berasal dari perbankan, sedangkan untuk kapasitas 5.000 ton berasal dari dana hasil IPO. Sementara itu, perseroan akan menambah 25 armada kapal penangkap ikan sehingga total armada yang dimiliki mencapai 30 kapal, dimana ukuran kapal tidak akan melebihi 200 gross ton.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyetorkan dividen kepada pemerintah senilai Rp4,36 triliun dari laba bersih yang diperoleh sepanjang tahun lalu senilai Rp25,4 triliun (konsolidasi). Nilai dividen tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan yang disetorkan tahun lalu senilai Rp4,12 triliun. Dividen yang disetorkan tersebut telah meyumbang 12,74% dari target penerimaan negara melalu dividen BUMN sesuai dengan yang tercatat dalam informasi APBN 2016 senilai Rp34,2 triliun. Adapun total dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham tahun ini mencapai Rp7,62 triliun atau sebesar 30% dari laba bersih tahun lalu.
Bank Central Asia (BBCA) mulai memangkas investasi layanan bank konvensional dan lebih banyak mengaplikasikan dana pada pengembangan layanan digital. Saat ini potensi pengembangan layanan perbankan digital masih berfokus pada pengembangan sistem pembayaran. Nantinya, perseroan tidak hanya menjalankan bisnis financial atau keuangan, namun akan berkembang secara lebih luas karena proses keuangan dan bisnis saling terkait dengan sistem pembayaran.
Penyaluran kredit Bank Danamon (BDMN) pada kuartal I/2016 turun 7% menjadi Rp125,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Turunnya kredit yang disalurkan perseroan salah satunya didorong oleh adanya penyusutan kredit dari segmen perbankan komersial sebanya 3% menjadi Rp15,4 triliun.
Bank Danamon (BDMN) membangun gedung baru senilai Rp600 miliar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Hal ini dikarenakan terus naiknya biaya sewa gedung. Perseroan telah menyiapkan pembangunan gedung sejak tiga tahun lalu dan tahun ini kantor pusat tersebut sudah resmi digunakan.
Bank OCBC NISP (NISP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 23% pada 1Q16 menjadi Rp457 miliar. Naiknya laba tersebut didukung oleh terkendalinya pertumbuhan biaya disamping pertumbuhan volume usaha. Pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai 9% YoY menjadi Rp89,6 triliun dan kredit tumbuh 22% menjadi Rp85,1 triliun. Kualitas asset tetap terjaga secara optimal yang tercermin dari rasi NPL gross sebesar 1,4% dan net sebesar 0,8%.
Pembiayaan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) mengalami penurunan 8% YoY pada kuartal pertama tahun ini. Total kredit kendaraan roda dua yang diperoleh perseroan pada 1Q16 tercatat sebesar Rp21,5 triliun, sedangkan kredit kendaraan roda empat mencapai sekitar Rp22,7 triliun.
Astra International (ASII) membukukan pendapatan sebesar Rp 41,88 triliun pada kuartal I-2016, turun 7% YoY. Sementara itu, laba bersih turun 22% YoY menjadi Rp 3,11 triliun pada 1Q16. Penurunan laba terutama dipicu oleh pelemahan bisnis alat berat. Sisanya dari bisnis pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan otomotif. Adapun penurunan pendapatan disebabkan oleh turunnya pendapatan alat berat, pertambangan, serta agribisnis. Selain itu, terdapat penurunan kontribusi pendapatan bersih dari Toyota sales operations, setelah pelaksanaan restrukturisasi model distribusi dua tingkat. Grup Astra masih mengalami rendahnya permintaan otomotif dan lemahnya harga komoditas, serta penurunan kualitas kredit korporasi di Bank Permata.
United Tractors (UNTR) membukukan penurunan laba bersih sebesar 55,2% YoY menjadi Rp 730,51 miliar pada kuartal I-2016. Pendapatan bersih perseroan turun dari Rp 12,65 triliun pada 1Q15 menjadi Rp 10,69 triliun pada 1Q16.
Acset Indonusa (ACST) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 457,68 miliar pada kuartal I-2016, naik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 313,35 miliar. Laba bersih mengalami kenaikan 59,2% YoY menjadi Rp 19,28 miliar pada kuartal I-2016.
Sri Rejeki Isman (SRIL) berencana mengakuisisi perusahaan seragam asal Jerman. Perseroan memperkirakan dapat menyelesaikan akuisisi tersebut tahun depan. Perusahaan produsen seragam Jerman itu akan menjadi salah satu perpanjangan tangan bisnis SRIL di Eropa. Perusahaan yang akan diakuisisi merupakan perusahaan seragam militer. Saat ini, nilai ekspor perseroan di Eropa mencapai 15% dari total pendapatan ekspor.
Bank Tabungan Negara (BBTN) menyiapkan dukungan dana bagi induk usaha (holding) BUMN properti sebesar Rp 2 triliun. Anggaran tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan sejuta rumah di Indonesia. Fokus BBTN adalah pembiayaan perumahan kelas menengah bawah, termasuk pembiayaan tanah atau konstruksi bagi KPR subsidi.
Mahaka Radio Integra (MARI) menetapkan pembagian dividen final tahun buku 2015 sebesar Rp 16,1 miliar atau sebesar Rp 5,1 per saham. Dividen tersebut setara dengan 50% dari laba bersih konsolidasi 2015 setelah dikurangi dengan dividen interim yang sudah dibagikan sebelumnya.
Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) membukukan laba bersih per Maret 2016 sebesar Rp 3,11 triliun naik dibandingkan sebelumnya Rp 2,89 triliun. Penjualan bersih naik menjadi Rp 21,92 triliun dari sebelumnya Rp 21,56 triliun.
Bank Mandiri (BMRI) menargetkan realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di kisaran Rp 900 miliar atau mendekati Rp 1 triliun di Bali dan Nusa Tenggara tahun 2016, setelah menurunkan suku bunga KPR menjadi 8,5%. Target itu naik sekitar 12% YoY. BMRI mengharapkan target tersebut bisa terealisasi dengan porsi yang lebih besar biasanya tumbuh di Provinsi Bali sebesar 60%, Nusa Tenggara Barat 30% dan Nusa Tenggara Timur 20%.
Bank Danamon Indonesia (BDMN) mencatat laba bersih setelah pajak kuartal I 2016 sebesar Rp 814 miliar, meningkat 18% YoY. Laba Operasional Sebelum Pencadangan BDMN tumbuh 12% menjadi Rp 22 triliun. Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio) sebesar 48,7% dibanding 53,9% di kuartal I 2015. Peningkatan laba ini berasal dari upaya peningkatan efisiensi serta kenaikan fee income. Biaya operasional sebesar Rp 2,1 triliun, atau turun 9% YoY.
Maybank Indonesia (BNII) membukukan laba per Maret 2016 Rp 443,90 miliar naik dibandingkan sebelumnya Rp 255,61 miliar. Pendapatan bunga dan syariah neto mencapai Rp 1,72 triliun naik dari sebelumnya Rp 1,58 triliun.
Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) meraih pendapatan per Maret 2016 sebesar Rp 458,32 miliar naik dari sebelumnya Rp 417,18 miliar. Laba periode berjalan Rp 20,75 miliar naik dari sebelumnya Rp 1,11 miliar.
Matahari Department Store (LPPF) meraih pendapatan bersih per Maret 2016 sebesar Rp1,86 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,62 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 243,72 miliar dari sebelumnya Rp 184,97 miliar.
Bali Towerindo Sentra (BALI) mencatakan kenaikan laba bersih per Maret 2016 sebesar 178,81% YoY menjadi Rp 39,95 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 14,32 miliar. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 57,25 miliar dari sebelumnya Rp 35,85 miliar
Tunas Ridean (TURI) mencatat pertumbuhan laba kuartal I 2016 sebesar 40% YoY menjadi Rp 104 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 74 miliar. Pendapatan bersih meningkat 14% YoY menjadi Rp 2,83 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 2,48 triliun. Peningkatan laba didukung oleh kontribusi yang kuat dari penjualan mobil, Mandiri Tunas Finance dan bisnis retail diimbangin oleh berkurangnya kontribusi dari bisnis motor.
Jasa Marga (JSMR) melalui anak usahanya, yaitu PT Trans Marga Jateng (TMJ), menargetkan ruas Tol Bawen-Salatiga seksi 3 bisa dilalui pemudik secara fungsional pada Angkutan Lebaran tahun 2016. Perseroan menargetkan pada akhir April 2016 kemajuan konstruksi mencapai 60%, sehingga secara fungsional bisa digunakan pemudik kendaraan kecil secara gratis satu arah. Hingga saat ini kemajuan pembangunan konstruksi seksi 3 ruas Bawen - Salatiga sepanjang 17,5 km rata-rata hanya sekitar 30%. Kondisi jalan sudah berbeton ringan atau 'lean concrete' sehingga aman dilalui dengan kecepatan 20-30 km per jam.
Bakrie & Brothers (BNBR) membukukan laba per Maret 2016 sebesar Rp164,87 miliar dari sebelumnya mencatatkan rugi Rp 311,59 miliar. Pendapatan neto turun menjadi Rp 924,04 miliar dari sebelumnya Rp 1,57 triliun.
Bakrie & Brothers (BNBR) akan melakukan penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) yang akan dikonversi dengan saham biasa seri D tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Perseroan berencana melakukan OWK sebesar Rp 990.692.339.000 yang akan dikonversi dengan saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa HMETD sebanyak 10.813.846.780 saham seri D atau sebesar 17,45% dari modal ditempatkan perseroan. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 2 Juni 2016. Jangka waktu OJK selama 5 tahun, dimana pemegang OWK bisa melakukan konversi saham baru tiap 15 Juni atau 15 Desember.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Dua Putra Utama Makmur (DPUM) menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2015. Laba tahun 2015 ditahan guna mendukung ekspansi bisnis perusahaan pada tahun 2016. Sebagian laba bersih Perseroan di 2015, dialokasikan untuk dana cadangan sebesar Rp 5 miliar.
Dua Putra Utama Makmur (DPUM) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2016 sebesar Rp 400 miliar. Dana ini akan dipergunakan untuk ekspansi bisnis Perseroan di tahun 2016. Sumber dana capex akan berasal dari kas internal hasil IPO dan laba ditahan serta dari hasil pinjaman perbankan. Saat ini perusahaan sedang menambah kapasitas cold storage menjadi 21.000 ton yang masih dalam proses pembangunan. Cold storage tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada semester II 2016. Perseroan juga sedang menambah kapal penangkapan ikan sebanyak 20 kapal. Sebanyak 14 kapal ditargetkan akan beroperasi di kuartal IV 2016 dan sisanya sebanyak 6 kapal akan beroperasi di kuartal I tahun 2017. Perseroan saat ini sudah membeli 7 tunnel freezer. Sebanyak 1 tunnel freezer akan beroperasio pada bulan Mei 2016, sedangkan 6 tunnel freezer masih dalam tahap instalasi dan ditargetkan akan beroperasi pada kuartal III 2017.











0 comments:
Posting Komentar