Everyone Can Trade

JustForex

Senin, 11 April 2016

View Market IHSG 11April16

Prediksi IHSG;
Sejumlah sentimen dari global yang diperkirakan mewarnai bagi pergerakan indeks bursa domestik dalam pekan ini. Dari lembaga keuangan internasional, IMF mempublikasikan prospek ekonomi global sebelum pertemuan Bank Dunia mulai 15 April 2016.  Notulensi FOMC 15-16 Maret 2016 memberi pandangan bahwa ekonomi global dan situasi finansial masih berpotensi menimbulkan risiko penurunan. Dari Cina, Cina akan mengumumkan sejumlah data ekonomi, antara lain inflasi, neraca perdagangan, industrial production. Investor meragukan data perekonomian Cina tersebut dan berspekulasi bahwa People’s Bank of China (PboC) tidak memiliki cukup ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan kondisi inflasi saat ini. Selain itu, emiten Amerika Serikat akan merilis kinerja 1Q 2016 mulai pekan ini. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menyatakan akan lebih fokus pada kerangka operasi moneter dan bukan mengarah pada kebijakan moneter.  Bauran sentimen eksternal dan internal, diperkirakan mendorong IHSG bergerak mixed, meski potensi menguat terbatas di pekan ini
Perspektif tenikal
Perspektif teknikal untuk IHSG dari leading indikator terkonfirmasi negatif. Sinyalemen tersebut terindikasi baik dari Stochastic maupun MACD yang mengkonfirmasikan negatif. Sementara itu, IHSG terkonfirmasi tengah menguji MA5 dan MA20, jika mampu bertahan di atas level tersebut, positif bagi IHSG dan sebaliknya
Support Level : 4830/4813/4796
Resistance Level : 4863/4880/4897
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down to up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
 Close 2760, TP 2840
 Boleh buy di level 2750-2760
 Resistance di 2840 & support di 2695
 Waspadai jika tembus di 2695
 Batasi resiko di 2685
WSKT: Trading Buy
 Close 2180, TP 2235
 Boleh buy di level  2170-2180
 Resistance di 2235 & support di 2100
 Waspadai jika tembus di 2100
 Batasi resiko di 1990
SMGR : Trading Buy
 Close 10425, TP 10725
 Boleh buy di level  10350-10425
 Resistance di 10550 & support di 10200
 Waspadai jika tembus di 10200
 Batasi resiko di 10100
SMBR:  Trading Buy
 Close 430, TP 450
 Boleh buy di level  425-430
 Resistance di 450 & support di 410
 Waspadai jika tembus di 410
 Batasi resiko di 408
KAEF:  Trading Buy
 Close 1310, TP 1350
 Boleh buy di level  1300-1310
 Resistance di 1350 & support di 1265
 Waspadai jika tembus di 1265
 Batasi resiko di 1255
GIAA:  Trading Buy
 Close 485, TP 505
 Boleh buy di level  2-485
 Resistance di 505 & support di 460
 Waspadai jika tembus di 460
 Batasi resiko di 457
Ket.  TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
WIKA, PTPP, TLKM, WTON, KLBF, BSDE
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 8-Apr-16
 Crude Oil-(barel) US$38.54  (1.28)
 Gold-(troy oz) US$1,235.73  (-4.73)
 Nickel-(ton) US$8,390.00  (-200.00)
 Tin-(ton) US$16,650.00  (150.00)
 Coal (Newc)/ton US$49.60  (-12.80)
 CPO Mal/ton* MYR2,679.50 (-3.50)
                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,143.50 (-19.50)
*running 
Agenda pekan ini  - 11 – 15 April 2016
RUPSLB
·   AALI - RUPST/LB - 11-Apr-16
·   BBTN - RUPST - 12-Apr-16
·   MPPA - RUPST - 13-Apr-16
·   BKSW - RUPSLB - 13-Apr-16
·   PTBA - RUPST - 14-Apr-16
·   TGKA - RUPST - 14-Apr-16
·   BNGA - RUPST - 15-Apr-16
·   RMBA - RUPST/L - 15-Apr-16
·   KBLV - RUPST - 15-Apr-16
·   MEGA - RUPST - 15-Apr-16
Dividend
·   JPFA, 15.00, cum date Apr-16, ex date 12 Apr-16.
Economic Calendar:
Selasa, 12 April 2016:
Data CPI Jerman bulan Maret 2016 (Final)
Data CPI dan PPI Inggris bulan Maret 2016
Indeks NFIB Small Business di AS bulan Maret 2016
Data Import Prices AS bulan Maret 2016
Rabu, 13 April 2016:
Indeks kepercayaan konsumen Australia versi Westpac bulan Maret 2016
Data neraca perdagangan China bulan Maret 2016
Data Industrial Production kawasan Euro bulan Pebruari 2016
Data Retail Sales AS bulan Maret 2016
Data PPI AS bulan Maret 2016
Data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 8 April 2016
Konperensi pers BoC yang dihadiri gubernur Stephen Poloz
Kamis, 14 April 2016:
Data CPI kawasan Euro bulan Maret 2016 (Final)
Hasil meeting Bank of England (BoE): notulen meeting BoE 14 April 2016
Data CPI AS bulan Maret 2016
Data Jobless Claims AS per 8 April 2016
Pidato anggota FOMC Jerome Powell
Jum’at, 15 April 2016:
Data Gross Domestic Product (GDP) China kwartal pertama tahun 2016
Data Industrial Production China bulan Maret 2016
Data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Pebruari 2016
Data Industrial Production AS bulan Maret 2016
Indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016 (Preliminary)
VAS
HEADLINE NEWS
RUPS Adhi Karya (ADHI) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015 senilai total Rp 93.386.215.189 atau sebesar Rp 26,226 per saham. Nilai dividen itu setara dengan 20,14% dari laba tahun 2015.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) melanjutkan pasokan gas bumi ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Gas (PLTGU) Muara Tawar di Bekasi, Jabar milik PT PLN (Persero). Pada awal April 2016, PGN dan PLN menandatangani kesepakatan penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar. Kesepakatan itu dikarenakan kontrak lama pengaliran gas PGN ke PLTGU Muara Tawar telah berakhir pada 31 Maret 2016. PGN telah memasok gas ke PLTGU Muara Tawar sejak 2008. Realisasi penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar akan menyesuaikan dengan kebutuhan listrik PLN. Saat ini penyaluran gas ke pembangkit listrik Muara Tawar telah kembali ke level volume sebagaimana realisasi penyaluran pada tahun 2015. PLTGU Muara Tawar merupakan pembangkit utama untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) mengalokasikan belanja modal sekitar USD 500 juta tahun ini. Capex akan digunakan untuk ekspansi bisnis upstream dan downstream, serta pemeliharaan infrastruktur gas. Sementara itu, anak usaha perseroan, Saka Energi Indonesia, menjajaki akuisisi sebagian hak partisipasi blok minyak dan gas milik Grup Bakrie. Mulai tahun ini hingga 2019, PGAS akan menambah infrastruktur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 1.680 km.
Proses pembangunan proyek transmisi listrik 500 kV senilai Rp 6,71 triliun di Sumatera akan dimulai pada minggu ini dengan Waskita Karya (WSKT) sebagai kontraktor. Transmisi sepanjang kurang lebih 395 km tersebut memerlukan 800 titik lokasi yagn harus dibebaskan tanahnya. Proses pengerjaan membutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun dan ditargetkan pada akhir 2018, transmisi listrik dengan tegangan 500 kV tersebut sudah dapat beroperasi.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) siap menyuntikkan dana melalui perusahaan modal ventura Metra Digital Inovasi Ventura sebesar USD 25 juta sepanjang 2016. Dana ini disiapkan untuk memberikan suntikan modal kepada 10 hingga 15 perusahaan rintisan atau start-up. MDI Ventures akan akan melakukan investasi pada start-up teknologi yang telah memasuki masa pertumbuhan.
MNC Investama (BHIT) membukukan rugi bersih senilai Rp 863,8 miliar pada 2015, dibandingkan dengan perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 193,1 miliar. Rugi bersih ini dipengaruhi sejumlah faktor, seperti penurunan tipis pendapatan menjadi Rp 12,2 triliun, dibandingkan realisasi 2014 yang mencapai Rp 12,4 triliun. Beban keuangan naik dari Rp 872,7 miliar menjadi Rp 1,1 triliun. Rugi bersih juga dipengaruhi oleh rugi selisih kurs menjadi Rp 1,4 triliun hingga akhir 2015, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 340,5 miliar.
MNC Investama (BHIT) berniat melakukan rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham. RUPSLB akan diselenggarakan pada 4 Mei 2016. Dana hasil rights issue rencananya digunakan untuk modal kerja dan penyertaan modal pada anak usahanya.
Merdeka Copper Gold (MDKA), melalui anak usahanya, Bumi Suksesindo, memperoleh pinjaman senilai USD 130 juta. Pinjaman senior ini akan digunakan perseroan untuk mendanai pengembangan proyek mineral emas dan perak di wilayah Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Moody’s Investors Service menaikkan peringkat Chandra Asri Petrochemical (TPIA) menjadi B1 dari B2. Adapun prospek rating tersebut stabil. Kenaikan peringkat menjadi B1 seiring selesainya program pendanaan yang dibiayai dari utang secara tahun jamak untuk ekspansi naphta cracker, membangun pabrik baru Butadiena, peningkatan kapasitas produksi, dan diversifikasi produk. Dengan kapasitas baru terpasang dan penurunan belanja modal yang signifikan, perseroan diharapkan dapat menghasilkan arus kas yang cukup besar dan mengalokasikannya untuk pengurangan utang.
Bank Mandiri (BMRI) membukukan penyaluran kredit (KUR) pada periode Januari-Maret 2016 sebesar Rp 3,65 triliun, yang disalurkan kepada 78.678 debitor baru atau sekitar 28% dari target penyaluran tahun ini. Dari nilai tersebut, KUR sebesar Rp 2,75 triliun disalurkan ke sektor ritel, sedangkan KUR Rp 908 miliar disalurkan ke sektor mikro. Adapun target penyaluran KUR perseroan tahun ini mencapai Rp 13 triliun terdiri atas Rp 6,5 triliun untuk KUR ritel, Rp 6 triliun KUR mikro, serta Rp 500 miliar untuk KUR TKI.
Bank Mayapada Internasional (MAYA) tengah mengajukan izin ke regulator untuk dapat menerbitkan produk kartu kredit. Produk kartu kredit diharapkan akan menambah variasi fasilitas, di tengah upaya perseroan untuk masuk ke kategori BUKU III. Keberadaan layanan kartu kredit diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang bisnis lending perseroan. MAYA menargetkan kenaikan kredit maupun dana pihak ketiga di kisaran 13-15% sepanjang tahun ini.
PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA) berencana membangun hangar kelima pada awal tahun depan dengan nilai investasi US$30 juta. Hanggar kelima itu nantinya akan digunakan untuk pesawat khusus berbadan besar atau widebody dengan kapasitas dua widebody. Perusahaan menargetkan hanggar kelima ini akan dibangun pada awal tahun depan.
Adhi Karya (ADHI) mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp500 miliar untuk memenuhi modal kerja pada tahun ini. Pinjaman tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sebesar Rp5 triliun pada 2016 yang saat ini baru terpenuhi sekitar Rp4,5 triliun. Perusahaan lebih mengandalkan pinjaman perbankan sebagai sumber pendanaan dibandingkan penerbitan surat hutang pada 2016. ADHI baru berencana menerbitkan obligasi atau medium term notes (MTN) pada 2017.
Pada 2016, Adhi Karya (ADHI) menargetkan kontrak baru senilai Rp25,1 triliun yang hignga Maret 2016 telah mencapai Rp2,3 triliun. Salah satu kontrak baru yang diperoleh berasal dari proyek Paket I Pembangunan Rumah Susun Bertingkat di Kemayoran, Jakarta senilai Rp369,3 miliar. Adapun, 85,4% kontrak baru berasal dari proyek konstruksi. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru berasal dari swasta 44,1%, diikuti oleh BUMN 20% dan APBN atau APBD sebesar 35,9%. Pada 2016, ADHI menargetkan pendapatan sebesar Rp20 triliun dengan laba bersih senilai Rp750 miliar
Visi Media Asia (VIVA) berencana untuk menjual kepemilikan saham pada anak usahanya, Intermedia Capital (MDIA) untuk membayar utang dan modal ekspansi. Per 30 September 2015, kepemilikan Grup VIVA dalam MDIA mencapai 89,99% dan masih menjadi pemegang saham pengendali. Jika perseroan melepas 10% kepemilkan saham di MDIA, maka total divestasi mencapai 392,1 juta lembar dan perolehan dana diperkirakan mencapai Rp1,31 triliun dengan asumsi harga saham MDIA mencapai Rp3.350 per lembar.
Tiga anak usaha milik tiga BUMN sektor konstruksi dipertimbangkan untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham sebagai bagian dari rencana penambahan modal kerja pada 2016. Tiga perusahaan itu adalah Adhi Persada Properti mliki Adhi Karya (ADHI), Wika Realty milik Wijaya Karya (WIKA), dan Waskita Beton Precast miliki Waskita Karya (WSKT).
Rapat Umum Pemegang saham Tahunan (RUPS) Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp2,21 triliun. Nilai tersebut setara 39,96% dari total laba bersih tahun lalu sebesar US$401,19 juta atau setara Rp5,53 triliun. Nilai dividen tersebut turun dibandingkan dividen tahun buku 2014 yang mencapai Rp3,51 triliun atau Rp144,48 per saham.
Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) membukukan penurunan laba bersih sebesar 2,5% menjadi Rp323,4 miliar pada 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp331,7 miliar. Penurunan dipicu atas lonjakan beban usaha sebesar 37% menjadi Rp539 miliar dan beban keuangan naik sekitar 22,5% menjadi Rp238,9 miliar. Sedangkan penjualan perseroan bertumbuh 17,8% menjadi Rp6,01 triliun dari Rp5,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tiga Pilar Sejahtera Food menjajaki penerbitan obligasi sekitar Rp1-Rp1,3 triliun  paling lambat Juni 2016. Hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk pelunasan kembali (refinancing) utang divisi bisnis beras dan produksi makanan lainnya.
Dharma Satya Nusantara (DNSG) memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp 728.059.000.000. Pinjaman itu terdiri dari kredit investasi senilai Rp 424.759.000.000 dan kredit modal kerja senilai Rp 303.300.000.000. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu maksimal 10 tahun dan akan digunakan untuk pemeliharaan kebun dan untuk modal kerja perseroan.
Lautan Luas (LTLS) melikuidasi salah satu anak perusahaannya yakni PT Lautan Jasaindo pada 7 April 2016. Selain membubarkan Lautan Jasaindo otomatis juga membubarkan PT Del Serdang Tirta Sarana, karena Lautan Jasaindo adalah pemilik langsung PT Deli Sertang Tirta Sarana yang berada di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.
Mega Manunggal Property (MMLP) dalam rangka mempercepat pembangunan sarana dan prasarana kebutuhan logistik di daerah Jabodetabek menandatangani kerja sama dengan beberapa perusahaan terkemuka di bidangnya, antara lain PT Linfox Logistics Indonesia dan Ark Logistics & Transportation. Linfox sebagai perusahaan terkemuka di bidang 3PL dalam upaya ekspansi usahanya bermaksud untuk menyewa kepada MMLP suatu fasilitas gudang modern seluas 4,6 hektar berlokasi di kawasan industri MM2100 bekasi. Sedangkan Ark yang lebih fokus pada penetrasi pasar segmen kurir-supply chain, berencana untuk menyewa kepada MMLP seluas sekitar 2 hektar. Dalam jangka panjang MMLP terus berupaya untuk mampu membangun infrastruktur berupa penyediaan kebutuhan properti logistik yang berkualitas dengan skala global.
Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) melakukan transaksi afilasi dengan PT Wahana Ritelindo (WARI) pada 6 April 2016. Objek transaksi afiliasi adalah sewa menyewa gedung kantor WARI di Jalan Juanda Ciputat, Tangerang. Nilai transaksi sebesar Rp 1.257.269.368 untuk masa sewa 1 April 2016 sampai 31 Desember 2018. WOMF sebagai pihak penyewa dan WARI sebagai pemberi sewa.
Island Concept (ICON) mencatatkan pendapatan usaha tahun 2015 sebesar Rp 172,37 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 170,68 miliar. Laba tahun berjalan turun menjadi Rp 3,91 miliar dari sebelumnya Rp 5,38 miliar.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured