Prediksi IHSG;
Sejumlah
sentimen dari global yang diperkirakan mewarnai bagi pergerakan indeks
bursa domestik dalam pekan ini. Dari lembaga keuangan internasional, IMF
mempublikasikan
prospek ekonomi global sebelum pertemuan Bank Dunia mulai 15 April 2016. Notulensi
FOMC 15-16 Maret 2016 memberi pandangan bahwa ekonomi global dan
situasi finansial masih berpotensi menimbulkan risiko penurunan. Dari
Cina, Cina akan mengumumkan sejumlah data ekonomi, antara lain inflasi,
neraca perdagangan, industrial production. Investor meragukan data
perekonomian Cina tersebut dan berspekulasi bahwa
People’s Bank of China (PboC) tidak memiliki cukup ruang untuk
melonggarkan kebijakan moneter dengan kondisi inflasi saat ini. Selain
itu, emiten Amerika Serikat akan merilis kinerja 1Q 2016 mulai pekan
ini. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menyatakan
akan lebih fokus pada kerangka operasi moneter dan bukan mengarah pada
kebijakan moneter. Bauran sentimen eksternal dan internal, diperkirakan mendorong
IHSG bergerak mixed, meski potensi menguat terbatas di pekan ini
Perspektif tenikal
Perspektif
teknikal untuk IHSG dari leading indikator terkonfirmasi negatif.
Sinyalemen tersebut terindikasi baik dari Stochastic maupun MACD yang
mengkonfirmasikan negatif. Sementara
itu, IHSG terkonfirmasi tengah menguji MA5 dan MA20, jika mampu bertahan
di atas level tersebut, positif bagi IHSG dan sebaliknya
Support Level : 4830/4813/4796
Resistance Level : 4863/4880/4897
Major Trend : Down
Pattern : Down to up
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
ADHI: Trading Buy
Close 2760,
TP 2840
Boleh buy di level 2750-2760
Resistance di 2840
& support di 2695
Waspadai jika tembus di 2695
Batasi resiko di 2685
WSKT: Trading Buy
Close 2180,
TP 2235
Boleh buy di level
2170-2180
Resistance di 2235
& support di 2100
Waspadai jika tembus di 2100
Batasi resiko di 1990
SMGR : Trading Buy
Close 10425,
TP 10725
Boleh buy di level
10350-10425
Resistance di 10550
& support di 10200
Waspadai jika tembus di 10200
Batasi resiko di 10100
SMBR: Trading Buy
Close 430,
TP 450
Boleh buy di level 425-430
Resistance di 450
& support di 410
Waspadai jika tembus di 410
Batasi resiko di 408
KAEF: Trading Buy
Close 1310,
TP 1350
Boleh buy di level 1300-1310
Resistance di 1350
& support di 1265
Waspadai jika tembus di 1265
Batasi resiko di 1255
GIAA: Trading Buy
Close 485,
TP 505
Boleh buy di level 2-485
Resistance di 505
& support di 460
Waspadai jika tembus di 460
Batasi resiko di 457
Ket. TP
: Target Price
WIKA, PTPP, TLKM, WTON, KLBF, BSDE
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 8-Apr-16
Crude Oil-(barel)
US$38.54 (1.28)
Gold-(troy
oz) US$1,235.73 (-4.73)
Nickel-(ton)
US$8,390.00 (-200.00)
Tin-(ton)
US$16,650.00 (150.00)
Coal
(Newc)/ton US$49.60 (-12.80)
CPO
Mal/ton* MYR2,679.50 (-3.50)
Foreign Exchange
*running
Agenda pekan ini -
11 – 15 April 2016
RUPSLB
· AALI - RUPST/LB - 11-Apr-16
· BBTN - RUPST - 12-Apr-16
· MPPA - RUPST - 13-Apr-16
· BKSW - RUPSLB - 13-Apr-16
· PTBA - RUPST - 14-Apr-16
· TGKA - RUPST - 14-Apr-16
· BNGA - RUPST - 15-Apr-16
· RMBA - RUPST/L - 15-Apr-16
· KBLV - RUPST - 15-Apr-16
· MEGA - RUPST - 15-Apr-16
Dividend
· JPFA, 15.00, cum date Apr-16, ex date 12 Apr-16.
Economic Calendar:
Selasa, 12 April 2016:
Data CPI Jerman bulan Maret 2016 (Final)
Data CPI dan PPI Inggris bulan Maret 2016
Indeks NFIB Small Business di AS bulan Maret 2016
Data Import Prices AS bulan Maret 2016
Rabu, 13 April 2016:
Indeks kepercayaan konsumen Australia versi Westpac bulan Maret 2016
Data neraca perdagangan China bulan Maret 2016
Data Industrial Production kawasan Euro bulan Pebruari 2016
Data Retail Sales AS bulan Maret 2016
Data PPI AS bulan Maret 2016
Data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 8 April 2016
Konperensi pers BoC yang dihadiri gubernur Stephen Poloz
Kamis, 14 April 2016:
Data CPI kawasan Euro bulan Maret 2016 (Final)
Hasil meeting Bank of England (BoE): notulen meeting BoE 14 April 2016
Data CPI AS bulan Maret 2016
Data Jobless Claims AS per 8 April 2016
Pidato anggota FOMC Jerome Powell
Jum’at, 15 April 2016:
Data Gross Domestic Product (GDP) China kwartal pertama tahun 2016
Data Industrial Production China bulan Maret 2016
Data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Pebruari 2016
Data Industrial Production AS bulan Maret 2016
Indeks kepercayaan konsumen AS bulan April 2016 (Preliminary)
VAS
HEADLINE NEWS
RUPS
Adhi Karya (ADHI) menyetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2015
senilai total Rp 93.386.215.189 atau sebesar Rp 26,226 per saham. Nilai
dividen itu setara dengan 20,14%
dari laba tahun 2015.
Perusahaan
Gas Negara (PGAS) melanjutkan pasokan gas bumi ke Pembangkit Listrik
Tenaga Uap dan Gas (PLTGU) Muara Tawar di Bekasi, Jabar milik PT PLN
(Persero). Pada awal April 2016,
PGN dan PLN menandatangani kesepakatan penyaluran gas ke PLTGU Muara
Tawar. Kesepakatan itu dikarenakan kontrak lama pengaliran gas PGN ke
PLTGU Muara Tawar telah berakhir pada 31 Maret 2016. PGN telah memasok
gas ke PLTGU Muara Tawar sejak 2008. Realisasi
penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar akan menyesuaikan dengan kebutuhan
listrik PLN. Saat ini penyaluran gas ke pembangkit listrik Muara Tawar
telah kembali ke level volume sebagaimana realisasi penyaluran pada
tahun 2015. PLTGU Muara Tawar merupakan pembangkit
utama untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Perusahaan
Gas Negara (PGAS) mengalokasikan belanja modal sekitar USD 500 juta
tahun ini. Capex akan digunakan untuk ekspansi bisnis upstream dan
downstream, serta pemeliharaan infrastruktur
gas. Sementara itu, anak usaha perseroan, Saka Energi Indonesia,
menjajaki akuisisi sebagian hak partisipasi blok minyak dan gas milik
Grup Bakrie. Mulai tahun ini hingga 2019, PGAS akan menambah
infrastruktur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 1.680 km.
Proses
pembangunan proyek transmisi listrik 500 kV senilai Rp 6,71 triliun di
Sumatera akan dimulai pada minggu ini dengan Waskita Karya (WSKT)
sebagai kontraktor. Transmisi sepanjang
kurang lebih 395 km tersebut memerlukan 800 titik lokasi yagn harus
dibebaskan tanahnya. Proses pengerjaan membutuhkan waktu kurang lebih
tiga tahun dan ditargetkan pada akhir 2018, transmisi listrik dengan
tegangan 500 kV tersebut sudah dapat beroperasi.
Telekomunikasi
Indonesia (TLKM) siap menyuntikkan dana melalui perusahaan modal
ventura Metra Digital Inovasi Ventura sebesar USD 25 juta sepanjang
2016. Dana ini disiapkan untuk
memberikan suntikan modal kepada 10 hingga 15 perusahaan rintisan atau
start-up. MDI Ventures akan akan melakukan investasi pada start-up
teknologi yang telah memasuki masa pertumbuhan.
MNC
Investama (BHIT) membukukan rugi bersih senilai Rp 863,8 miliar pada
2015, dibandingkan dengan perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar
Rp 193,1 miliar. Rugi bersih ini
dipengaruhi sejumlah faktor, seperti penurunan tipis pendapatan menjadi
Rp 12,2 triliun, dibandingkan realisasi 2014 yang mencapai Rp 12,4
triliun. Beban keuangan naik dari Rp 872,7 miliar menjadi Rp 1,1
triliun. Rugi bersih juga dipengaruhi oleh rugi selisih
kurs menjadi Rp 1,4 triliun hingga akhir 2015, dibandingkan periode sama
tahun sebelumnya Rp 340,5 miliar.
MNC
Investama (BHIT) berniat melakukan rights issue dengan menerbitkan
sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham. RUPSLB akan diselenggarakan pada 4
Mei 2016. Dana hasil rights issue rencananya
digunakan untuk modal kerja dan penyertaan modal pada anak usahanya.
Merdeka
Copper Gold (MDKA), melalui anak usahanya, Bumi Suksesindo, memperoleh
pinjaman senilai USD 130 juta. Pinjaman senior ini akan digunakan
perseroan untuk mendanai pengembangan
proyek mineral emas dan perak di wilayah Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa
Timur.
Moody’s
Investors Service menaikkan peringkat Chandra Asri Petrochemical (TPIA)
menjadi B1 dari B2. Adapun prospek rating tersebut stabil. Kenaikan
peringkat menjadi B1 seiring selesainya
program pendanaan yang dibiayai dari utang secara tahun jamak untuk
ekspansi naphta cracker, membangun pabrik baru Butadiena, peningkatan
kapasitas produksi, dan diversifikasi produk. Dengan kapasitas baru
terpasang dan penurunan belanja modal yang signifikan,
perseroan diharapkan dapat menghasilkan arus kas yang cukup besar dan
mengalokasikannya untuk pengurangan utang.
Bank
Mandiri (BMRI) membukukan penyaluran kredit (KUR) pada periode
Januari-Maret 2016 sebesar Rp 3,65 triliun, yang disalurkan kepada
78.678 debitor baru atau sekitar 28% dari target
penyaluran tahun ini. Dari nilai tersebut, KUR sebesar Rp 2,75 triliun
disalurkan ke sektor ritel, sedangkan KUR Rp 908 miliar disalurkan ke
sektor mikro. Adapun target penyaluran KUR perseroan tahun ini mencapai
Rp 13 triliun terdiri atas Rp 6,5 triliun untuk
KUR ritel, Rp 6 triliun KUR mikro, serta Rp 500 miliar untuk KUR TKI.
Bank
Mayapada Internasional (MAYA) tengah mengajukan izin ke regulator untuk
dapat menerbitkan produk kartu kredit. Produk kartu kredit diharapkan
akan menambah variasi fasilitas,
di tengah upaya perseroan untuk masuk ke kategori BUKU III. Keberadaan
layanan kartu kredit diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang
bisnis lending perseroan. MAYA menargetkan kenaikan kredit maupun dana
pihak ketiga di kisaran 13-15% sepanjang tahun ini.
PT
Garuda Maintenance Facility AeroAsia, anak usaha Garuda Indonesia
(GIAA) berencana membangun hangar kelima pada awal tahun depan dengan
nilai investasi US$30 juta. Hanggar kelima
itu nantinya akan digunakan untuk pesawat khusus berbadan besar atau
widebody dengan kapasitas dua widebody. Perusahaan menargetkan hanggar
kelima ini akan dibangun pada awal tahun depan.
Adhi
Karya (ADHI) mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia
(BBRI) senilai Rp500 miliar untuk memenuhi modal kerja pada tahun ini.
Pinjaman tersebut dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan modal kerja sebesar Rp5 triliun pada 2016 yang saat
ini baru terpenuhi sekitar Rp4,5 triliun. Perusahaan lebih mengandalkan
pinjaman perbankan sebagai sumber pendanaan dibandingkan penerbitan
surat hutang pada 2016. ADHI baru berencana menerbitkan
obligasi atau medium term notes (MTN) pada 2017.
Pada
2016, Adhi Karya (ADHI) menargetkan kontrak baru senilai Rp25,1 triliun
yang hignga Maret 2016 telah mencapai Rp2,3 triliun. Salah satu kontrak
baru yang diperoleh berasal dari
proyek Paket I Pembangunan Rumah Susun Bertingkat di Kemayoran, Jakarta
senilai Rp369,3 miliar. Adapun, 85,4% kontrak baru berasal dari proyek
konstruksi. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru
berasal dari swasta 44,1%, diikuti oleh BUMN
20% dan APBN atau APBD sebesar 35,9%. Pada 2016, ADHI menargetkan
pendapatan sebesar Rp20 triliun dengan laba bersih senilai Rp750 miliar
Visi
Media Asia (VIVA) berencana untuk menjual kepemilikan saham pada anak
usahanya, Intermedia Capital (MDIA) untuk membayar utang dan modal
ekspansi. Per 30 September 2015, kepemilikan
Grup VIVA dalam MDIA mencapai 89,99% dan masih menjadi pemegang saham
pengendali. Jika perseroan melepas 10% kepemilkan saham di MDIA, maka
total divestasi mencapai 392,1 juta lembar dan perolehan dana
diperkirakan mencapai Rp1,31 triliun dengan asumsi harga
saham MDIA mencapai Rp3.350 per lembar.
Tiga
anak usaha milik tiga BUMN sektor konstruksi dipertimbangkan untuk
melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham sebagai bagian dari rencana
penambahan modal kerja pada 2016.
Tiga perusahaan itu adalah Adhi Persada Properti mliki Adhi Karya
(ADHI), Wika Realty milik Wijaya Karya (WIKA), dan Waskita Beton Precast
miliki Waskita Karya (WSKT).
Rapat
Umum Pemegang saham Tahunan (RUPS) Perusahaan Gas Negara (PGAS)
menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2015 sebesar Rp2,21
triliun. Nilai tersebut setara 39,96% dari
total laba bersih tahun lalu sebesar US$401,19 juta atau setara Rp5,53
triliun. Nilai dividen tersebut turun dibandingkan dividen tahun buku
2014 yang mencapai Rp3,51 triliun atau Rp144,48 per saham.
Tiga
Pilar Sejahtera Food (AISA) membukukan penurunan laba bersih sebesar
2,5% menjadi Rp323,4 miliar pada 2015 dibandingkan periode yang sama
tahun lalu sebesar Rp331,7 miliar.
Penurunan dipicu atas lonjakan beban usaha sebesar 37% menjadi Rp539
miliar dan beban keuangan naik sekitar 22,5% menjadi Rp238,9 miliar.
Sedangkan penjualan perseroan bertumbuh 17,8% menjadi Rp6,01 triliun
dari Rp5,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tiga Pilar Sejahtera Food menjajaki penerbitan obligasi sekitar Rp1-Rp1,3 triliun paling
lambat
Juni 2016. Hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk
pelunasan kembali (refinancing) utang divisi bisnis beras dan produksi
makanan lainnya.
Dharma
Satya Nusantara (DNSG) memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Central
Asia (BBCA) sebesar Rp 728.059.000.000. Pinjaman itu terdiri dari kredit
investasi senilai Rp 424.759.000.000
dan kredit modal kerja senilai Rp 303.300.000.000. Pinjaman tersebut
memiliki jangka waktu maksimal 10 tahun dan akan digunakan untuk
pemeliharaan kebun dan untuk modal kerja perseroan.
Lautan
Luas (LTLS) melikuidasi salah satu anak perusahaannya yakni PT Lautan
Jasaindo pada 7 April 2016. Selain membubarkan Lautan Jasaindo otomatis
juga membubarkan PT Del Serdang
Tirta Sarana, karena Lautan Jasaindo adalah pemilik langsung PT Deli
Sertang Tirta Sarana yang berada di Kabupaten Deli Serdang Sumatera
Utara.
Mega
Manunggal Property (MMLP) dalam rangka mempercepat pembangunan sarana
dan prasarana kebutuhan logistik di daerah Jabodetabek menandatangani
kerja sama dengan beberapa perusahaan
terkemuka di bidangnya, antara lain PT Linfox Logistics Indonesia dan
Ark Logistics & Transportation. Linfox sebagai perusahaan terkemuka
di bidang 3PL dalam upaya ekspansi usahanya bermaksud untuk menyewa
kepada MMLP suatu fasilitas gudang modern seluas 4,6
hektar berlokasi di kawasan industri MM2100 bekasi. Sedangkan Ark yang
lebih fokus pada penetrasi pasar segmen kurir-supply chain, berencana
untuk menyewa kepada MMLP seluas sekitar 2 hektar. Dalam jangka panjang
MMLP terus berupaya untuk mampu membangun infrastruktur
berupa penyediaan kebutuhan properti logistik yang berkualitas dengan
skala global.
Wahana
Ottomitra Multiartha (WOMF) melakukan transaksi afilasi dengan PT
Wahana Ritelindo (WARI) pada 6 April 2016. Objek transaksi afiliasi
adalah sewa menyewa gedung kantor WARI
di Jalan Juanda Ciputat, Tangerang. Nilai transaksi sebesar Rp
1.257.269.368 untuk masa sewa 1 April 2016 sampai 31 Desember 2018. WOMF
sebagai pihak penyewa dan WARI sebagai pemberi sewa.
Island
Concept (ICON) mencatatkan pendapatan usaha tahun 2015 sebesar Rp
172,37 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 170,68 miliar. Laba tahun
berjalan turun menjadi Rp 3,91 miliar
dari sebelumnya Rp 5,38 miliar.











0 comments:
Posting Komentar