Prediksi IHSG;
Pelaku
pasar akan menyikapi rilis data dari AS, yakni berupa data neraca
perdagangan AS bulan Pebruari 2016, indeks ISM Non Manufacturing PMI AS
bulan Maret 2016 dan
data Job Openings and Labor Turnover Summary AS Pebruari 2016. Salah
satu event penting pekan ini adalah minutes pertemuan the Fed pada hari
Rabu. Data tersebut diperkirakan berkontribusi bagi pergerakan indeks
bursa global juga terutama indeks bursa AS. Kendati
untuk memuluskan laju pergerakannnya juga harus di topang oleh harga
minyak mentah dunia. Sementara itu, pergerakan indeks AS pada Senin,
terhenti akibat tekanan dari penurunan harga minyak dan tingkat pesanan
pabrik turun sebanyak 1.7% di bulan Februari. Sebelumnya
penurunan harga minyak kurangi penguatan bursa Eropa. Kondisi dari pasar
saham global yang kurang atraktif dapat membuat pergerakan IHSG menjadi terbatas,
bahkan terbuka menjadi tekanan pada hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4838/4825/4812
Resistance Level : 4864/4877/4890
Major Trend : Down
Pattern : Down
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
TLKM: Trading Buy
Close 3380,
TP 3425
Boleh buy di level 3370-3380
Resistance di 3425
& support di 3355
Waspadai jika tembus di 3355
Batasi resiko di 3345
ANTM: Trading Buy
Close 500,
TP 515
Boleh buy di level
490-500
Resistance di 515
& support di 474
Waspadai jika tembus di 474
Batasi resiko di 472
LSIP : Trading Buy
Close 1760,
TP 1790
Boleh buy di level
1750-1760
Resistance di 1790
& support di 1735
Waspadai jika tembus di 1735
Batasi resiko di 1725
BMTR: Trading Buy
Close 1150,
TP 1220
Boleh buy di level 1140-1150
Resistance di 1220
& support di 1110
Waspadai jika tembus di 1110
Batasi resiko di 1100
KRAS: Trading Buy
Close 490,
TP 510
Boleh buy di level 487-490
Resistance di 510
& support di 477
Waspadai jika tembus di 477
Batasi resiko di 475
RALS: Trading Buy
Close 740,
TP 770
Boleh buy di level 720-740
Resistance di 770
& support di 720
Waspadai jika tembus di 720
Batasi resiko di 710
Ket. TP
: Target Price
ELSA, INCO, PTBA, ADRO, ASII, PGAS, ACES
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 4-Apr-16
Crude Oil-(barel)
US$36.74 (-0.05)
Gold-(troy
oz) US$1,216.49 (-6.02)
Nickel-(ton)
US$8,320.00 (-170.00)
Tin-(ton)
US$16,700.00 (0.00)
Coal
(Newc)/ton US$50.50 (-11.90)
CPO
Mal/ton* MYR2,709.00 (33.00)
Foreign Exchange
*running
Agenda hari ini -
Selasa, 05 April 2016
RUPSLB
• IGAR – RUPST
Dividend
• WSKT-15.43 - Cash Dividend – Cum, 05 Apr-16- Ex, 06 Apr-16
• MERK-100.00 - Cash Dividend- Cum, 05 Apr-16- Ex, 06 Apr-16
Economic Calendar:
• data Factory Orders Jerman bulan Pebruari 2016
• indeks Services PMI Inggris bulan Maret 2016
• data neraca perdagangan AS bulan Pebruari 2016
• indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Maret 2016
• data Job Openings and Labor Turnover Summary AS Pebruari
2016
VAS
HEADLINE NEWS
Astra
International (ASII) optimis permintaan masyarakat terhadap kendaraan
bermotor akan membaik seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi domestik
pada tahun 2016. Dua faktor yang
mendukung penjualan kendaraan bermotor adalah perekonomian yang
berkembang dan biaya operasi. HIngga Februari 2016, total penjualan
kendaraan bermotor di Indonesia menurun sekitar 6% YoY. Daya beli
masyarakat dipengaruhi perekonomian yang berkembang. Pada semester
II 2016, perseroan memperkirakan demand bisa lebih baik, termasuk pada
produk-produk Astra.
Anak
usaha Indonesia Paradise Property (INPP) yaitu PT. Indonesian Paradise
Islande memperoleh fasilitas kredit dari Bank Negara Indonesia (BBNI)
maksimum Rp 282.842.261.970. Kredit
investasi itu untuk pembiayaan proyek Sahid Kuta Lifestyle Resort.
Fasilitas kredit I memiliki jangka waktu 120 bulan, fasilitas kredit II
hingga 12 Juni 2018 dan fasilitas kredit III jangka waktu 120 bulan.
Jumlah
pelanggan Telkomsel, anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM), yang
telah menggunakan simcard 4G baru mencapai 60% dari total jumlah
pelanggan yang telah memiliki smartphone
berbasis jaringan 4G LTE.
Indofarma
(INAF) berencana menganggarkan dana investasi sebesar Rp252 miliar
untuk mendukung produksi produk baru pada 2016. INAF menyatakan
investasi tersebut dilakukan dalam rangka
pemenuhan regulasi, peningkatan kapabilitas, kapasitas penelitian produk
baru, dan meningkatkan kapasitas produksi. Rencana investasi tersebut
difokuskan dengan sejumlah tujuan seperti melaksanakan renovasi dan
pembangunan fasilitas untuk memenuhi ketentuan
regulasi serta melengkapi sarana untuk menunjang kelancaran produksi.
Indofarma
(INAF) menargetkan peningkatan laba bersih sebesar 212,65% dibandingkan
dengan rencana kerja pada 2015. Seperti diketahui, realisasi laba
bersih INAF mencapai Rp6,56 miliar
atau 19,88% dari target 2015. Peningkatan laba bersih itu dianggap dapat
terjadi sebagai akibat dari upaya manajemen untuk meningkatkan
penjualan secara maksimal serta menekan rasio peningkatan harga pokok
penjualan, beban penjualan dan beban keuangan.
Krakatau
Steel (KRAS) berencana memasok baja kepada dua sektor infrastruktur
nasional dengan volume penjualan yang dianggap relative besar. Salah
satu sektor adalah menara transmisi
listrik di mana membutuhkan pasokan baja sekitar 250.000 sampai 350.000
ton per tahun. Selain itu, proyek lain adalah pelabuhan Kuala Tanjung di
Sumatra Utara yang digarap oleh Pelabuhan Indonesia I. Pasokan baja
tersebut diharapkan dapat menambah volume penjualan
perusahaan pada 2016 dan seterusnya.
Humpuss
Intermoda Transportasi (HITS) menargetkan pertumbuhan laba bersih
sebesar 50% sepanjang tahun ini, didorong oleh pendapatan dari kontrak
baru dan kontrak yang durasinya masih
panjang. Perusahaan telah mendapat kontrak dari dua badan usaha milik
negara senilai Rp4,4 triliun. Sebesar Rp1,4 trliun berasal dari
Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sisanya dari Perusahaan Gas Negara
(PGAS). Selain itu, HITS juga telah menandatangani kontrak
dengan Pertamina untuk pengangkutan LNG hingga 2020.
Express
Trasindo Utama (TAXI) dan Blue Bird (BIRD) mengestimasi target
pendapatan tahun ini bisa terpenuhi, didukung oleh meningkatnya volume
angkutan menyusul penurunan tariff taksi
sebagai dampak dari penurunan harga BBM. Penurunan tariff taksi juga
meningkatkan volume angkutan karena tariff bisa bersaing dengan jasa
transportasi berbasis aplikasi.
Kalbe
Farma (KLBF) tahun lalu membukukan pertumbuhan penjualan tipis sekitar
2,9% YoY mencapai Rp 17,88 triliun. Adapun laba bersih pada 2015 sekitar
Rp 2,004 triliun, menurun tipis
sekitar 3% YoY.
Ace
Hardware Indonesia (ACES) membukukan kenaikan tipis pada pendapatan dan
laba bersih periode 2015 karena lemahnya kondisi pasar di Indonesia.
Penjualan bersih perseroan tahun
lalu naik 4,4% YoY menjadi Rp 4,7 triliun. Peningkatan tersebut
ditunjang terutama oleh kontribusi positif gerai baru yang dibuka pada
2014-2015, di samping kombinasi antara berbagai program promosi,
pelayanan berkualitas, dan pilihan produk yang beragam. Pada
semester kedua tahun lalu, ACES mencatat angka same store sales growth
(SSG) yang positif. Laba bersih meningkat 5,1% YoY menjadi Rp 584,9
miliar pada 2015.
Aneka
Tambang (ANTM) menjajaki akuisisi tambang emas di Myanmar dan tambang
nikel di Filipina tahun ini. Langkah tersebut merupakan salah satu upaya
perseroan dalam mencari pasar
baru di luar negeri. Pemerintah kedua negara tidak melarang ekspor raw
material. Strategi ini untuk mengurangi kerugian akibat turunnya harga
komoditas. Selain di luar negeri, ANTM juga mencari peluang untuk
melakukan eksplorasi baru di tambang domestik.
Aneka
Tambang (ANTM) menganggarkan belanja modal senilai USD 160 juta pada
2016. Belanja modal perseroan pada 2015 sendiri mencapai sekitar Rp 2
triliun yang terdiri dari investasi
rutin Rp 226 miliar dan investasi pengembangan Rp 1,7 triliun. ANTM
berencana melakukan pembangunan sejumlah proyek prioritas seperti Proyek
Pengembangan Pabrik Feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara serta
Pabrik Feronikel di Halmahera Timur. Proyek lain yang
digarap oleh perseroan adalah pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery
(SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Dalam proyek tersebut, perusahaan
bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Alumunium dan Alumunium
Corporation of China. Di samping itu, perseroan juga
berencana bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia dan PT Smelting
untuk pembangunan pabrik Anode Slime dan Precious Metal Refinery. ANTM
dan Freeport berencana menyelesaikan pembentukan ventura pada kuartal
IV-2016.
Saratoga
Investama Sedaya (SRTG) membidik sektor sumber daya alam,
infrastruktur, serta consumer goods and services sebagai tujuan
investasi pada 2016. Pada tahun ini, perseroan
akan tetap mencari potensi peluang investasi dan mengelola portofolio
investasi secara ketat. Langkah tersebut sudah diawali dengan akuisisi
5,63% saham PT Mulia Bosco Logistik (MGM Bosco) pada awal 2016.
Transaksi tersebut memberikan peluang yang baik dalam
membangun platform pertumbuhan sektor cold chain logistik yang lebih
tinggi. Pada awal tahun ini, perseroan juga melakukan divestasi di
perusahaan tug boat dan tongkang batu bara, PT Pulau Seroja Jaya dengan
penerimaan sebesar Rp 98,6 milliar.
Saratoga
Investama Sedaya (SRTG) mengakuisisi tiga perusahaan sepanjang 2015
yaitu Agra Energi Indonesia, Batu Hitam Perkasa, dan Heyokha Investment.
Agra Energi Indonesia merupakan
perusahaan yang melakukan tahap awal eksplorasi minyak dan gas yang
berfokus pada eksplorasi aset dan laut dalam di kawasan Timur Indonesia.
Sementara itu, Batu Hitam Perkasa adalah pemilik Paiton Energy, salah
satu pembangkit listrik mandiri terbesar di Indonesia.
Adapun Heyokha Investment adalah perusahaan investasi.
Badan
Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melakukan evaluasi awal terhadap
keinginan Jasa Marga (JSMR) untuk memprakarsai pembangunan jalan tol
Kediri-Kertosono sepanjang 27,9 km. BPJT
juga telah menyetujui pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II senilai
Rp 17 triliun dan Jakarta Layang yang diusulkan JSMR.
Blue
Bird (BIRD) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 824 miliar
pada 2015 atau naik 12% YoY. Adapun laba bersih dari bisnis taksi
reguler meningkat 15% YoY menjadi Rp 643
miliar. Kenaikan laba bersih didorong oleh penurunan biaya bunga.
Peningkatan pendapatan didukung oleh kenaikan tarif. Pemerintah
menyetujui kenaikan tarif taksi reguler dari Rp 3.600/km menjadi Rp
4.000/km. Selain itu, peningkatan pendapatan juga didorong
oleh kenaikan jumlah armada operasional taksi reguler sebesar 8% YoY
pada 2015 menjadi 19.377 unit. Biaya langsung taksi reguler naik 16% YoY
pada 2015 terutama disebabkan oleh kenaikan kompensasi kepada pengemudi
dan beban bahan bakar.
Selamat
Sempurna (SMSM) membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 6,06% YoY
menjadi Rp 2,8 triliun pada 2015. Adapun laba bersih pada 2015 sekitar
Rp 427 miliar, meningkat sekitar
9,4% YoY.
Multipolar
Technology (MLPT) menargetkan soft launching proyek pusat data tier 4
selesai tahap pertama di Lippo Cikarang, Jawa Barat, pada Juli
mendatang, dan ditargetkan beroperasi
komersial pada September 2016. Pusat data tersebut diharapkan dapat
meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis jasa teknologi informasi
perseroan menjadi sebesar 10-15% pada 2017.
Multipolar
Technology (MLPT) menetapkan pembagian dividen tahun buku 2015 sebesar
Rp 13,12 miliar. RUPST menyepakati pembagian dividen tunai atas 1,87
miliar saham sebesar Rp 7 per
saham. Dividen ini setara dengan 13,2% dari laba bersih tahun 2015.
Express
Transindo Utama (TAXI) menilai penurunan tarif taksi tidak akan
berdampak signifikan terhadap pendapatan perseroan tahun 2016. Perseroan
justru menilai penurunan tarif taksi
bisa meningkatkan volume angkutan karena tarif bisa bersaing dengan jasa
transportasi berbasis aplikasi. Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI
Jakarta memberikan kelonggaran waktu bagi operator taksi untuk
menurunkan tarif hingga 7 April 2016. Operator taksi
dinilai perlu menimbang ulang argometer ke Balai Metrologi. Tarif buka
pintu turun sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 6.500, sedangkan tarif per
kilometer turun sebesar Rp 500 menjadi Rp 3.500 meter. Penurunan tarif
taksi akan berdampak positif terhadap industri jasa
angkutan darat resmi. Tarif operator taksi resmi bisa bersaing dengan
tarif yang digunakan jasa transportasi berbasis aplikasi yang tidak
memiliki izin penyelenggaran jasa angkutan darat. TAXI menargetkan
pendapatan tahun 2016 mencapai Rp 1 triliun, didorong
perbaikan tingkat utilisasi armada ke level 90%. TAXI juga mendorong
digitalisasi pemesanan taksi melalui aplikasi My Trip. Hingga akhir
tahun armada yang terhubung dengan aplikasi itu diharapkan mencapai
20.000 armada.
Humpuss
Intermoda Transportasi (HITS) mencatat penurunan laba bersih tahun 2015
sebesar 45,53% menjadi USD 1,8 juta. Pendapatan Humpuss tahun 2015
mencapai USD 52,09 juta, turun
21,79% YoY. Pendapatan turun 21,79% seiring pelemahan pendapatan
angkutan kimia dan pengakutan batubara yang nihil. Pendapatan dari
angkutan kimia turun 19,98% menjadi USD17,43 juta. Pendapatan dari
pengangkutan gas alam cair turun 14,58% menjadi USD12,45 juta.
HITS tidak membukukan pendapatan dari angkutan batubara tahun 2014 yang
mencatatkan pendapatan USD 8,4 juta. Pendapatan dari angkutan bahan
bakar minyak mengalami kenaikan 15,35% menjadi USD 7,8 juta. Secara umum
laba usaha HITS tumbuh 7,12% menjadi USD 9,55
juta. Namun HITS mencatat kerugian kurs sebesar USD 1,37 juta, sehingga
laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk hanya sebesar USD
1,8 juta.
Humpuss
Intermoda Transportasi (HITS) tahun 2016 akan mencoba melakukan
sejumlah ekspansi, antara lain bisnis pengerukan pasir laut dan
penetrasi ke bisnis distribusi gas. Untuk
bisnis pengerukan pasir laut, HITS menyiapkan belanja modal USD 20 juta –
USD 100 juta dan siap menggandeng dua perusahaan pengerukan pasir asal
Belanda dan Belgia. Di samping itu, HITS juga menjajaki akuisisi
perusahaan distributor gas untuk memperdalam penetrasi
di bisnis distribusi gas. Perseroan menyiapkan dana berkisar USD 60 juta
- USD 70 juta untuk akuisisi tersebut. HITS membidik kontrak yang
dipegang perusahaan yang akan diakuisisi. Pertumbuhan secara anorganik
diperlukan agar industri pelayaran tidak mengalami
oversupply.
Tanah
Laut (INDX) melikuidasi anak perusahaannya yakni Radikal Rancak Sdn Bhd
pada 1 April 2016. Dampak terhadap kegiatan operasional dengan
dilikuidasinya Radikal adalah berkurangnya
kegiatan operasional perseroan. Likuidasi ini menyebabkan secara
konsolidasi pendapatan perseroan akan menurun karena hilangnya
kontribusi pendapatan dari RRSB. Perseroan berupaya untuk mendapatkan
kontrak-kontrak lainnya agar kelangsungan usaha perseroan tetap
berlanjut di masa depan.
Pembangunan
Jaya Ancol (PJAA) mencatatkan kenaikan laba bersih tahun 2015 sebesar
22,9% YoY menjadi Rp 54,344 miliar. Laba per saham naik dari Rp 148
menjadi Rp 182. Perseroan mencatatkan
pendapatan sebesar Rp 1,131 triliun dari sebelumnya Rp 1,101 triliun.
Indal
Aliminium Industry (INAI) membukukan kenaikan laba bersih tahun 2015
menjadi Rp 28,62 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 22,41 miliar.
Penjualan naik menjadi Rp 1,38 triliun
dibandingkan sebelumnya Rp 933,46 miliar.
Rugi
Bintang Mitra Semestaraya (BMSR) tahun 2015 turun tajam menjadi Rp 6,81
miliar dibandingkan sebelumnya mencatatkan rugi Rp 162,68 miliar.
Pendapatan turun menjadi Rp 2,20 triliun
dari sebelumnya Rp 2,29 triliun
Pendapatan
Truba Alam Manunggal (TRUB) tahun 2015 turun menjadi Rp 92,89 miliar
dibandingkan sebelumnya Rp 1,32 triliun. Rugi bersih diderita Rp 592,81
miliar dari sebelumnya rugi
bersih Rp 58,40 miliar.
Primarindo
Asia Infrastructure (BIMA) mencatatkan penurunan pendapatan tahun 2015
menjadi Rp 222,36 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 286,68 miliar. Rugi
bersih diderita Rp 771,37
juta dari sebelumnya laba bersih Rp 10,29 miliar.
Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan kriteria-kriteria yang mengacu
standar internasional untuk perbankan yang ingin masuk dalam kategori
sistemik atau Domestic Systematicaly
Important Bank (DSIB). Daftar perbankan sistemik merupakan amanat dari
UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK). Kriteria
yang akan diterapkan untuk masuk ke dalam bank sistemik, seperti
penambahan modal (capital surcharge) sebesar 1% sampai
3,5%. Kriteria yang tengah disusun oleh OJK di antaranya merupakan
perbankan dengan skala besar, modal yang tinggi, anak usaha yang
beroperasi di sektor lain dan daftar tersebut akan dievaluasi setiap
enam bulan sekali. Bagi bank sistemik yang memiliki risiko
kecil terhadap stabilitas keuangan, maka tambahan modal yang dilakukan
tidak besar.
PT
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada sejumlah bank pembangunan
daerah (BPD) yang berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO)
dalam rangka menambah permodalan. Salah
satunya BPD Sumsel Belitung. Selain sektor perbankan, terdapat sektor
lain seperti PT Waskita Beton Precast, PT Cikarang Listrindo.











0 comments:
Posting Komentar