VIEW MARKET
Prediksi IHSG;
Kondisi pasar global yang tengah di hadapi perlambatan, namun pejabat the Fed penuh dengan keyakinan mengatakan bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga sebanyak 3 kali tahun ini. Sebelumnya sebagian besar petinggi the Fed juga memperkirakan kenaikan suku bunga sebanyak 2 kali tahun ini, namun komentara Lockhart mensinyalkan bahwa bank sentral dapat mengambil pendekatan yang sedikit lebih agresif untuk menaikkan suku bunga jika data ekonomi terus menunjukkan hasil yang positif. Ditengah optimistis para pejabat The Fed terhadap perekonomian AS, namun diperkirakan akan terkendala oleh perekonomian global, khususnya perekonomian Cina yang berdampak bagi global. Bahkan, Standard & Poor's (S&P) pada pekan lalu menurunkan outlook peringkat kredit Cina dan Hong Kong menjadi “negatif” dari sebelumnya "stabil", dengan alasan risiko ekonomi dan keuangan terhadap utang pemerintah telah meningkat. Sentimen lain bagi pasar, tren pergerakan harga minyak dunia tetap dapat memberikan dampak bagi pergerakan indeks global. Sedangkan sentimen dari dalam negeri mulai terbatas, maka faktor eksternal akan berdampak bagi IHSG yang diperkirakan bergerak mixed. Kendati demikian peluang untuk menguat bagi indeks masih cukup terbuka di pekan ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4827/4811/4803
Resistance Level : 4852/4860/4876
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 2640, TP 2670
Boleh buy di level 2630-2640
Resistance di 2670 & support di 2605
Waspadai jika tembus di 2605
Batasi resiko di 2600
SMRA: Trading Buy
Close 1620, TP 1650
Boleh buy di level 1610-1620
Resistance di 1650 & support di 1590
Waspadai jika tembus di 1590
Batasi resiko di 1580
PWON : Trading Buy
Close 492, TP 505
Boleh buy di level 490-492
Resistance di 505 & support di 483
Waspadai jika tembus di 483
Batasi resiko di 480
LPKR: Trading Buy
Close 1035, TP 1070
Boleh buy di level 1025-1035
Resistance di 1070 & support di 1020
Waspadai jika tembus di 1020
Batasi resiko di 1010
CSAP: Trading Buy
Close 425, TP 440
Boleh buy di level 423-425
Resistance di 440 & support di 410
Waspadai jika tembus di 410
Batasi resiko di 408
KAEF: Trading Buy
Close 1300, TP 1325
Boleh buy di level 1290-1300
Resistance di 1325 & support di 1275
Waspadai jika tembus di 1275
Batasi resiko di 1265
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ASII, INDF, PTPP, WSKT, TLKM, JSMR.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 1-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$38.08 (-0.26)
Gold-(troy oz) US$1,232.27 (-0.44)
Nickel-(ton) US$8,490.00 (60.00)
Tin-(ton) US$16,700.00 (-175.00)
Coal (Newc)/ton US$51.10 (-11.30)
CPO Mal/ton* MYR2,676.00 (6.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,167.00 (-72.00)
*running
Agenda pekan ini - 04-08 April 2016
RUPSLB
· KRAS – RUPST - 04-Apr-16
· JPFA - RUPST/LB - 04-Apr-16
· SOBI – RUPSLB - 04-Apr-16
· IGAR – RUPST - 05-Apr-16
· KAEF – RUPST - 06-Apr-16
· INAF - RUPST - 06-Apr-16
· BBCA – RUPST - 07-Apr-16
· PLIN – RUPST - 07-Apr-16
· NISP – RUPST - 07-Apr-16
· TINS – RUPST - 07-Apr-16
· PGAS – RUPST - 08-Apr-16
Dividend
· LPKR - 3.50 - Cash Dividend – Cum, 01 Apr-16 - Ex, 04 Apr-16
· WSKT-15.43 - Cash Dividend – Cum, 05 Apr-16- Ex,06 Apr-16
· MERK-100.00 - Cash Dividend- Cum, 05 Apr-16- Ex,06 Apr-16
· JSMR - 43.12 - Cash Dividend – Cum, 06 Apr-16- Ex,07 Apr-16
· WTON - 6.26 - Cash Dividend – Cum, 06 Apr-16- Ex,07 Apr-16
· MFMI - 2.20 - Cash Dividend – Cum, 06 Apr-16- Ex,07 Apr-16
· ABDA - 130.00 - Cash Dividend – Cum, 06 Apr-16- Ex,07 Apr-16
Economic Calendar:
Senin, 4 April 2016:
· indeks Construction PMI Inggris bulan Maret 2016
· indeks kepercayaan investor kawasan Euro versi Sentix bulan April 2016
· data tingkat pengangguran kawasan Euro bulan Pebruari 2016
· data Factory Orders AS bulan Pebruari 2016
Selasa, 5 April 2016:
· data Factory Orders Jerman bulan Pebruari 2016
· indeks Services PMI Inggris bulan Maret 2016
· data neraca perdagangan AS bulan Pebruari 2016
· indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Maret 2016
· data Job Openings and Labor Turnover Summary AS Pebruari 2016
Rabu, 6 April 2016:
· indeks Caixin Services PMI China bulan Maret 2016
· data Industrial Production Jerman bulan Maret 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 1 April 2016
· pidato anggota FOMC Loretta Mester
Kamis, 7 April 2016:
· notulen meeting FOMC tanggal 16-17 Maret 2016
· notulen meeting European Central Bank (ECB) tanggal 10 Maret 2016
· data Jobless Claims AS per 1 April 2016
· data Building Permits Canada bulan Pebruari 2016
· pidato presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi
Jum’at, 8 April 2016:
· pidato ketua The Fed Janet Yellen
· Current Account Jepang bulan Pebruari 2016
· pidato anggota FOMC Esther George
· data Manufacturing Production dan Industrial Inggris Pebruari 2016
· data neraca perdagangan Inggris bulan Pebruari 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Kasus hukum yang menjerat salah satu direksi Agung Podomoro Land (APLN) berpotensi untuk menjadi penghambat kinerja perusahaan. Fundamental APLN diperkirakan akan memburuk jika kasus hokum berujung pada pencabutan izin reklamasi di Teluk Jakarta. Kasus hokum yang menjerat direksi APLN juga berpotensi menghambat proyek Pluit City yang tengah digarap perusahaan melalui anak usahanya. Di lain pihak, perusahaan menyatakan berkomitmen untuk mematuhi seluruh proses hukum yang diperlukan.
Greenwood Sejahtera (GWSA) mencetak laba bersih sebanyak Rp1,26 triliun sepanjang 2015 atau tumbuh 124% dibandingkan dengan realisasi pada 2014. Kenaikan valuasi aset property investasi menjadi factor utama peningkatan laba perusahaan. Pada 2015, perusahaan melakukan revaluasi terhadap aset-aset property investasi menyusul pemberian diskon pajak yang diberikan oleh pemerintah. Hasilnya, perusahaan membukukan selisih kenaikan atau gain atas empat aset properti investasi sebanyak Rp1,07 triliun. Kenaikan nilai wajar property melesat 321,81% dibandingkan dengan posisi 2014.
Millenium Pharmacon International (SDPC) mengklaim kinerja penjualan pada triwulan pertama tahun ini sesuai dengan target, yaitu sejalan dengan pertumbuhan yang ditargetkan di 2016 sebanyak 20%. Salah satu factor pemicu terdorongnya pertumbuhan adalah penurunan suku bunga Bank Indonesia. Pasalnya, untuk menjalankan usaha, perusahaan meminjam dana dengan pembayaran jangka pendek kepada tiga bank, yaitu PT Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank dan Deutsche Bank AG. Tahun lalu hutang terhadap tiga bank tersebut mencapai Rp258,46 miliar. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan obat nonresep dan alat kesehatan.
Chitose Internasional (CINT) pada tahun ini menganggarkan belanja modal sama seperti tahun lalu yaitu sekitar Rp33 miliar untuk merealisasikan sejumlah rencana ekspansi yang tertunda pada 2015. Perusahaan akan menjalankan renacna bisnis yang belum terealisasi tahun lalu dan akan dilaksanakan tahun ini.
Waskita Karya (WSKT) belum berencana mengembangkan lebih jauh lini usaha sektor energi yang dimiliki oleh perusahaan pada 2016. Perusahaan berencana melakukan sejumlah pembangkit listrik tenaga mikrohidro setelah menyelesaikan satu pembangkit listrik di Sangir, Sumatera Barat dengan kapasitas 2x5 mega watt (MW). Realisasi pembangunan Sangir Hulu telah mencapai 95% dan sekarang sedang mempersiapkan pemasangan turbin dan generator di mana tanggal operasi komisioning direncanakan pada Juni 2016. Pada 2016, kontribusi lini jalan tol ditargetkan mencapai 40-50% terhadap total pendapatan, diikuti oleh beton sebesar 20-25% dan terakhir properti.
Intiland Development (DILD) menargetkan marketing sales tahun 2016 mencapai Rp 2,5 triliun. Sebagai upaya untuk merealisasikan target tersebut, DILD akan fokus terhadap penjualan proyek-proyek eksisting. Seiring dengan peluncuran sejumlah proyek baru yang berkualitas dengan konsep pengembangan yang kuat baik di Jakarta maupun Surabaya. Hingga akhir triwulan I 2016, Intiland berhasil meraih marketing sales sekitar Rp 702 miliar setara 28% dari target.
Fame Bridge Investment Limited menjual seluruh saham tersisa di Puradelta Lestari (DMAS) ke AFP International Capital Pte Ltd. Fame Bridge melepas 3.857.010.000 saham seharga Rp 208 per saham atau setara Rp 802,25 miliar. Penjualan saham itu mengakibatkan porsi pemilikan AFP International, anak usaha Sinarmas Land Ltd., meningkat menjadi 63,87%. Akuisisi tersebut menyebabkan porsi pemilikan saham Sinarmas Land meningkat dari 44,46% menjadi 58,96%. Sejauh ini Sinarmas Land telah mengeluarkan dana hingga Rp 2,262 triliun untuk meningkatkan porsi pemilikan di Puradelta.
Puradelta Lestari (DMAS) tengah mengkaji untuk menambah jumlah saham yang beredar di publik sebesar 10%, sehingga total saham beredar akan menjadi 20%. Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari rencana awal pemegang saham saat melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada Mei 2015. Rencana penambahan jumlah saham beredar akan tergantung dengan kondisi pasar modal. Perseroan belum menentukan waktu dan skema yang akan digunakan untuk menambah jumlah saham beredar di masyarakat.
ABM Investama (ABMM) pada 30 Maret 2016 telah melakukan transaksi afiliasi berupa pemberian pinjaman kepada anak usahanya, yaitu PT Cipta Krida Bahari (CKB) dan PT Cipta Kridatama (CK) masing-masing Rp 70 miliar untuk CKB dan USD 16.871.109 untuk CK. Pinjaman itu akan digunakan untuk modal kerja CKB dan CK dalam menjalankan kegiatan usaha.
Mahaka Media (ABBA) mencatatkan penurunan penjualan bersih tahun 2015 menjadi Rp 290,55 miliar dari sebelumnya Rp 318,91 miliar. Rugi sebelum pajak tercatat Rp 49,74 miliar dari sebelumnya membukukan laba sebelum pajak Rp 12,09 miliar.
Equity Development Investment (GSMF) mencatatkan penurunan laba tahun 2015 menjadi Rp 76,08 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 85,78 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 1,19 triliun dari sebelumnya Rp 1,25 triliun.
Asuransi Ramayana (ASRM) membukukan kenaikan pendapatan premi menjadi Rp 656,42 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 902,19 miliar. Pendapatan usaha tercatat Rp 311,25 miliar naik dari sebelumnya Rp 232,48 miliar.
Penjualan bruto Mustika Ratu (MRAT) tahun 2015 turun menjadi Rp 593,54 miliar dari sebelumnya Rp 616,94 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 1,04 miliar dari sebelumnya Rp 7,05 miliar.
Nusantara Inti Corpora (UNIT) meraih laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 417,11 juta dibandingkan sebelumnya Rp 179,97 juta. Pendapatan naik menjadi Rp 118,26 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 102,44 miliar.
Star Petrochem (STAR) mencatat kenaikan pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 258,96 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 228,62 miliar. Laba bersih tercatat Rp 83,39 juta turun dari sebelumnya Rp 340,03 juta.
Bank Mega (MEGA) meraih laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 1,05 triliun dari sebelumnya Rp 568,06 miliar. Pendapatan bunga naik menjadi Rp 6,45 triliun dari sebelumnya Rp 5,97 triliun.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) berupaya memperluas pasar program Laku Pandai ke sejumlah pulau di Indonesia melalui program 'BTPN Wow!' pada tahun 2016, yaitu ke seluruh Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara. Melalui produk tersebut BBTN ingin menyentuh masyarakat terutama nasabah yang "unbanked" atau belum terlalu memahami perbankan.
Sinarmas Multiartha (SMMA) melakukan penjualan seluruh sahamnya di PT Panji Ratu Jakarta pada 31 Maret 2016 kepada pemegang saham lain PT Surya Mitra Sejati. Jumlah saham yang dilepas mencapai 170.000 saham senilai Rp17.000.000.000.
Supra Boga Lestari (RANC) mencatatkan kerugian Rp 17,16 miliar per Desember 2015 dari sebelumnya membukukan laba Rp 15,19 miliar. Pendapatan bersih naik menjadi Rp 1,91 triliun dari sebelumnya Rp 1,64 triliun.
Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit perbankan akan meningkat pada triwulan II 2016, sehingga mampu mendorong pertumbuhan fungsi intermediasi perbankan sesuai target tahun 2016 di rentang 12%-14%. Pencapaian pertumbuhan kredit perbankan secara tahunan yang sebesar 8% per Februari 2016 belum sesuai ekspetasi. Hal itu salah satunya karena manfaat ekonomi dari kebijakan pelonggaran moneter oleh bank sentral sejak Desember 2015, belum tertransmisikan dengan baik ke industri perbankan dan sektor riil. Kebijakan penurunan suku bunga acuan (BI rate) secara bertahap dari 7,5% hingga 6,75%, beserta penurunan Giro Wajib Minimum-Primer, tidak secara serta merta langsung mendorong perbankan untuk memacu penyaluran kreditnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan pada April 2016 berpotensi terjadi deflasi, bila pemerintah mampu menjaga harga komoditas, seperti bawang maupun cabai. Selain itu ada kemungkinan April mulai memasuki masa panen dan kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif angkutan umum serta tarif dasar listrik bisa menjadi faktor lain yang bisa menyumbang deflasi pada periode ini. Namun ada komponen yang berpotensi mengalami kenaikan harga dan menyumbang inflasi pada April, antara lain penyesuaian iuran BPJS, fluktuasi harga emas yang terus meningkat dan kenaikan harga minyak goreng.
Prediksi IHSG;
Kondisi pasar global yang tengah di hadapi perlambatan, namun pejabat the Fed penuh dengan keyakinan mengatakan bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga sebanyak 3 kali tahun ini. Sebelumnya sebagian besar petinggi the Fed juga memperkirakan kenaikan suku bunga sebanyak 2 kali tahun ini, namun komentara Lockhart mensinyalkan bahwa bank sentral dapat mengambil pendekatan yang sedikit lebih agresif untuk menaikkan suku bunga jika data ekonomi terus menunjukkan hasil yang positif. Ditengah optimistis para pejabat The Fed terhadap perekonomian AS, namun diperkirakan akan terkendala oleh perekonomian global, khususnya perekonomian Cina yang berdampak bagi global. Bahkan, Standard & Poor's (S&P) pada pekan lalu menurunkan outlook peringkat kredit Cina dan Hong Kong menjadi “negatif” dari sebelumnya "stabil", dengan alasan risiko ekonomi dan keuangan terhadap utang pemerintah telah meningkat. Sentimen lain bagi pasar, tren pergerakan harga minyak dunia tetap dapat memberikan dampak bagi pergerakan indeks global. Sedangkan sentimen dari dalam negeri mulai terbatas, maka faktor eksternal akan berdampak bagi IHSG yang diperkirakan bergerak mixed. Kendati demikian peluang untuk menguat bagi indeks masih cukup terbuka di pekan ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 4827/4811/4803
Resistance Level : 4852/4860/4876
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
WIKA: Trading Buy
Close 2640, TP 2670
Boleh buy di level 2630-2640
Resistance di 2670 & support di 2605
Waspadai jika tembus di 2605
Batasi resiko di 2600
SMRA: Trading Buy
Close 1620, TP 1650
Boleh buy di level 1610-1620
Resistance di 1650 & support di 1590
Waspadai jika tembus di 1590
Batasi resiko di 1580
PWON : Trading Buy
Close 492, TP 505
Boleh buy di level 490-492
Resistance di 505 & support di 483
Waspadai jika tembus di 483
Batasi resiko di 480
LPKR: Trading Buy
Close 1035, TP 1070
Boleh buy di level 1025-1035
Resistance di 1070 & support di 1020
Waspadai jika tembus di 1020
Batasi resiko di 1010
CSAP: Trading Buy
Close 425, TP 440
Boleh buy di level 423-425
Resistance di 440 & support di 410
Waspadai jika tembus di 410
Batasi resiko di 408
KAEF: Trading Buy
Close 1300, TP 1325
Boleh buy di level 1290-1300
Resistance di 1325 & support di 1275
Waspadai jika tembus di 1275
Batasi resiko di 1265
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ASII, INDF, PTPP, WSKT, TLKM, JSMR.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 1-Apr-16
Crude Oil-(barel) US$38.08 (-0.26)
Gold-(troy oz) US$1,232.27 (-0.44)
Nickel-(ton) US$8,490.00 (60.00)
Tin-(ton) US$16,700.00 (-175.00)
Coal (Newc)/ton US$51.10 (-11.30)
CPO Mal/ton* MYR2,676.00 (6.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,167.00 (-72.00)
*running
Agenda pekan ini - 04-08 April 2016
RUPSLB
· KRAS – RUPST - 04-Apr-16
· JPFA - RUPST/LB - 04-Apr-16
· SOBI – RUPSLB - 04-Apr-16
· IGAR – RUPST - 05-Apr-16
· KAEF – RUPST - 06-Apr-16
· INAF - RUPST - 06-Apr-16
· BBCA – RUPST - 07-Apr-16
· PLIN – RUPST - 07-Apr-16
· NISP – RUPST - 07-Apr-16
· TINS – RUPST - 07-Apr-16
· PGAS – RUPST - 08-Apr-16
Dividend
· LPKR - 3.50 - Cash Dividend – Cum, 01 Apr-16 - Ex, 04 Apr-16
· WSKT-15.43 - Cash Dividend – Cum, 05 Apr-16- Ex,06 Apr-16
· MERK-100.00 - Cash Dividend- Cum, 05 Apr-16- Ex,06 Apr-16
· JSMR - 43.12 - Cash Dividend – Cum, 06 Apr-16- Ex,07 Apr-16
· WTON - 6.26 - Cash Dividend – Cum, 06 Apr-16- Ex,07 Apr-16
· MFMI - 2.20 - Cash Dividend – Cum, 06 Apr-16- Ex,07 Apr-16
· ABDA - 130.00 - Cash Dividend – Cum, 06 Apr-16- Ex,07 Apr-16
Economic Calendar:
Senin, 4 April 2016:
· indeks Construction PMI Inggris bulan Maret 2016
· indeks kepercayaan investor kawasan Euro versi Sentix bulan April 2016
· data tingkat pengangguran kawasan Euro bulan Pebruari 2016
· data Factory Orders AS bulan Pebruari 2016
Selasa, 5 April 2016:
· data Factory Orders Jerman bulan Pebruari 2016
· indeks Services PMI Inggris bulan Maret 2016
· data neraca perdagangan AS bulan Pebruari 2016
· indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Maret 2016
· data Job Openings and Labor Turnover Summary AS Pebruari 2016
Rabu, 6 April 2016:
· indeks Caixin Services PMI China bulan Maret 2016
· data Industrial Production Jerman bulan Maret 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 1 April 2016
· pidato anggota FOMC Loretta Mester
Kamis, 7 April 2016:
· notulen meeting FOMC tanggal 16-17 Maret 2016
· notulen meeting European Central Bank (ECB) tanggal 10 Maret 2016
· data Jobless Claims AS per 1 April 2016
· data Building Permits Canada bulan Pebruari 2016
· pidato presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi
Jum’at, 8 April 2016:
· pidato ketua The Fed Janet Yellen
· Current Account Jepang bulan Pebruari 2016
· pidato anggota FOMC Esther George
· data Manufacturing Production dan Industrial Inggris Pebruari 2016
· data neraca perdagangan Inggris bulan Pebruari 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Kasus hukum yang menjerat salah satu direksi Agung Podomoro Land (APLN) berpotensi untuk menjadi penghambat kinerja perusahaan. Fundamental APLN diperkirakan akan memburuk jika kasus hokum berujung pada pencabutan izin reklamasi di Teluk Jakarta. Kasus hokum yang menjerat direksi APLN juga berpotensi menghambat proyek Pluit City yang tengah digarap perusahaan melalui anak usahanya. Di lain pihak, perusahaan menyatakan berkomitmen untuk mematuhi seluruh proses hukum yang diperlukan.
Greenwood Sejahtera (GWSA) mencetak laba bersih sebanyak Rp1,26 triliun sepanjang 2015 atau tumbuh 124% dibandingkan dengan realisasi pada 2014. Kenaikan valuasi aset property investasi menjadi factor utama peningkatan laba perusahaan. Pada 2015, perusahaan melakukan revaluasi terhadap aset-aset property investasi menyusul pemberian diskon pajak yang diberikan oleh pemerintah. Hasilnya, perusahaan membukukan selisih kenaikan atau gain atas empat aset properti investasi sebanyak Rp1,07 triliun. Kenaikan nilai wajar property melesat 321,81% dibandingkan dengan posisi 2014.
Millenium Pharmacon International (SDPC) mengklaim kinerja penjualan pada triwulan pertama tahun ini sesuai dengan target, yaitu sejalan dengan pertumbuhan yang ditargetkan di 2016 sebanyak 20%. Salah satu factor pemicu terdorongnya pertumbuhan adalah penurunan suku bunga Bank Indonesia. Pasalnya, untuk menjalankan usaha, perusahaan meminjam dana dengan pembayaran jangka pendek kepada tiga bank, yaitu PT Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank dan Deutsche Bank AG. Tahun lalu hutang terhadap tiga bank tersebut mencapai Rp258,46 miliar. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan obat nonresep dan alat kesehatan.
Chitose Internasional (CINT) pada tahun ini menganggarkan belanja modal sama seperti tahun lalu yaitu sekitar Rp33 miliar untuk merealisasikan sejumlah rencana ekspansi yang tertunda pada 2015. Perusahaan akan menjalankan renacna bisnis yang belum terealisasi tahun lalu dan akan dilaksanakan tahun ini.
Waskita Karya (WSKT) belum berencana mengembangkan lebih jauh lini usaha sektor energi yang dimiliki oleh perusahaan pada 2016. Perusahaan berencana melakukan sejumlah pembangkit listrik tenaga mikrohidro setelah menyelesaikan satu pembangkit listrik di Sangir, Sumatera Barat dengan kapasitas 2x5 mega watt (MW). Realisasi pembangunan Sangir Hulu telah mencapai 95% dan sekarang sedang mempersiapkan pemasangan turbin dan generator di mana tanggal operasi komisioning direncanakan pada Juni 2016. Pada 2016, kontribusi lini jalan tol ditargetkan mencapai 40-50% terhadap total pendapatan, diikuti oleh beton sebesar 20-25% dan terakhir properti.
Intiland Development (DILD) menargetkan marketing sales tahun 2016 mencapai Rp 2,5 triliun. Sebagai upaya untuk merealisasikan target tersebut, DILD akan fokus terhadap penjualan proyek-proyek eksisting. Seiring dengan peluncuran sejumlah proyek baru yang berkualitas dengan konsep pengembangan yang kuat baik di Jakarta maupun Surabaya. Hingga akhir triwulan I 2016, Intiland berhasil meraih marketing sales sekitar Rp 702 miliar setara 28% dari target.
Fame Bridge Investment Limited menjual seluruh saham tersisa di Puradelta Lestari (DMAS) ke AFP International Capital Pte Ltd. Fame Bridge melepas 3.857.010.000 saham seharga Rp 208 per saham atau setara Rp 802,25 miliar. Penjualan saham itu mengakibatkan porsi pemilikan AFP International, anak usaha Sinarmas Land Ltd., meningkat menjadi 63,87%. Akuisisi tersebut menyebabkan porsi pemilikan saham Sinarmas Land meningkat dari 44,46% menjadi 58,96%. Sejauh ini Sinarmas Land telah mengeluarkan dana hingga Rp 2,262 triliun untuk meningkatkan porsi pemilikan di Puradelta.
Puradelta Lestari (DMAS) tengah mengkaji untuk menambah jumlah saham yang beredar di publik sebesar 10%, sehingga total saham beredar akan menjadi 20%. Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari rencana awal pemegang saham saat melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada Mei 2015. Rencana penambahan jumlah saham beredar akan tergantung dengan kondisi pasar modal. Perseroan belum menentukan waktu dan skema yang akan digunakan untuk menambah jumlah saham beredar di masyarakat.
ABM Investama (ABMM) pada 30 Maret 2016 telah melakukan transaksi afiliasi berupa pemberian pinjaman kepada anak usahanya, yaitu PT Cipta Krida Bahari (CKB) dan PT Cipta Kridatama (CK) masing-masing Rp 70 miliar untuk CKB dan USD 16.871.109 untuk CK. Pinjaman itu akan digunakan untuk modal kerja CKB dan CK dalam menjalankan kegiatan usaha.
Mahaka Media (ABBA) mencatatkan penurunan penjualan bersih tahun 2015 menjadi Rp 290,55 miliar dari sebelumnya Rp 318,91 miliar. Rugi sebelum pajak tercatat Rp 49,74 miliar dari sebelumnya membukukan laba sebelum pajak Rp 12,09 miliar.
Equity Development Investment (GSMF) mencatatkan penurunan laba tahun 2015 menjadi Rp 76,08 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 85,78 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 1,19 triliun dari sebelumnya Rp 1,25 triliun.
Asuransi Ramayana (ASRM) membukukan kenaikan pendapatan premi menjadi Rp 656,42 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 902,19 miliar. Pendapatan usaha tercatat Rp 311,25 miliar naik dari sebelumnya Rp 232,48 miliar.
Penjualan bruto Mustika Ratu (MRAT) tahun 2015 turun menjadi Rp 593,54 miliar dari sebelumnya Rp 616,94 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp 1,04 miliar dari sebelumnya Rp 7,05 miliar.
Nusantara Inti Corpora (UNIT) meraih laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 417,11 juta dibandingkan sebelumnya Rp 179,97 juta. Pendapatan naik menjadi Rp 118,26 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 102,44 miliar.
Star Petrochem (STAR) mencatat kenaikan pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 258,96 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 228,62 miliar. Laba bersih tercatat Rp 83,39 juta turun dari sebelumnya Rp 340,03 juta.
Bank Mega (MEGA) meraih laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 1,05 triliun dari sebelumnya Rp 568,06 miliar. Pendapatan bunga naik menjadi Rp 6,45 triliun dari sebelumnya Rp 5,97 triliun.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) berupaya memperluas pasar program Laku Pandai ke sejumlah pulau di Indonesia melalui program 'BTPN Wow!' pada tahun 2016, yaitu ke seluruh Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara. Melalui produk tersebut BBTN ingin menyentuh masyarakat terutama nasabah yang "unbanked" atau belum terlalu memahami perbankan.
Sinarmas Multiartha (SMMA) melakukan penjualan seluruh sahamnya di PT Panji Ratu Jakarta pada 31 Maret 2016 kepada pemegang saham lain PT Surya Mitra Sejati. Jumlah saham yang dilepas mencapai 170.000 saham senilai Rp17.000.000.000.
Supra Boga Lestari (RANC) mencatatkan kerugian Rp 17,16 miliar per Desember 2015 dari sebelumnya membukukan laba Rp 15,19 miliar. Pendapatan bersih naik menjadi Rp 1,91 triliun dari sebelumnya Rp 1,64 triliun.
Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit perbankan akan meningkat pada triwulan II 2016, sehingga mampu mendorong pertumbuhan fungsi intermediasi perbankan sesuai target tahun 2016 di rentang 12%-14%. Pencapaian pertumbuhan kredit perbankan secara tahunan yang sebesar 8% per Februari 2016 belum sesuai ekspetasi. Hal itu salah satunya karena manfaat ekonomi dari kebijakan pelonggaran moneter oleh bank sentral sejak Desember 2015, belum tertransmisikan dengan baik ke industri perbankan dan sektor riil. Kebijakan penurunan suku bunga acuan (BI rate) secara bertahap dari 7,5% hingga 6,75%, beserta penurunan Giro Wajib Minimum-Primer, tidak secara serta merta langsung mendorong perbankan untuk memacu penyaluran kreditnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan pada April 2016 berpotensi terjadi deflasi, bila pemerintah mampu menjaga harga komoditas, seperti bawang maupun cabai. Selain itu ada kemungkinan April mulai memasuki masa panen dan kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif angkutan umum serta tarif dasar listrik bisa menjadi faktor lain yang bisa menyumbang deflasi pada periode ini. Namun ada komponen yang berpotensi mengalami kenaikan harga dan menyumbang inflasi pada April, antara lain penyesuaian iuran BPJS, fluktuasi harga emas yang terus meningkat dan kenaikan harga minyak goreng.











0 comments:
Posting Komentar