Everyone Can Trade

JustForex

Jumat, 01 April 2016

Vier Market IHSG 01April16

Prediksi IHSG;
Pasar hari ini mulai dihadapi berkurangnya insentif dari dalam negeri setelah berakhirnya publikasi laporan keuangan perusahaan untuk tahun fiskal 2015. Selain itu, diperkirakan mulai meredanya sentimen pasar setelah adanya kepastian pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masing-masing sebesar Rp500 per liter untuk premium dan solar yang berlaku pada tanggal 1 April 2016. Namun, munculnya langkah yang dilakukan oleh lembaga pemerintah yakni Perusahaan Listrik Negara dan Kementerian Perhubungan rencana penurunan tariff, setidaknya sedikit memberikan katalis bagi pasar. PLN per April menurunkan tariff listrik bagi 12 golongan tariff yang sudah mengikuti mekanisme tarif penyesuaian. Selain itu, pemerintah melalui Kementrian Perhubungan berencana menurunkan tarif transportasi diperkirakan sebesar 3%. Selian dari sentimen dalam negeri pelaku pasar saham Indonesia juga akan menyikapi sentimen yang muncul dari global khusunya data ekonomi AS, Cina dan Eropa serta harga minyak. Bauran dari sentimen ini, dapat mendorong IHSG bergerak mixed dan rawan terkoreksi pada hari ini.
 
Perspektif tenikal
Support Level : 4821/4796/4784
Resistance Level : 4858/4870/4895
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
 
 
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
 
AALI: Trading Buy
 Close 18200, TP 18525
 Boleh buy di level 18000-18200
 Resistance di 18525 & support di 17650
 Waspadai jika tembus di 17650
 Batasi resiko di 17550
 
LSIP: Trading Buy
 Close 1820, TP 1850
 Boleh buy di level  1800-1820
 Resistance di 1850 & support di 1765
 Waspadai jika tembus di 1765
 Batasi resiko di 1755
 
MEDC : Trading Buy
 Close 1495, TP 1600
 Boleh buy di level  1485-1495
 Resistance di 1600 & support di 1360
 Waspadai jika tembus di 1360
 Batasi resiko di 1340
 
ASII:  Trading Buy
 Close 7250, TP 7475
 Boleh buy di level  7200-7250
 Resistance di 7475 & support di 7125
 Waspadai jika tembus di 7125
 Batasi resiko di 7100
 
PWON:  Trading Buy
 Close 484, TP 500
 Boleh buy di level  481-484
 Resistance di 500 & support di 475
 Waspadai jika tembus di 475
 Batasi resiko di 473
 
SCMA:  Trading Buy
 Close 3140, TP 3210
 Boleh buy di level  3130-3140
 Resistance di 3210 & support di 3095
 Waspadai jika tembus di 3095
 Batasi resiko di 3085
 
Ket.  TP : Target Price
 
WATCHING ON SCREEN;
BBRI, PTPP, BJTM, LPPF, SMRA
 
(Disclaimer ON)
 
Commodities Price: 31-Mar-16
 Crude Oil-(barel) US$37.93  (-0.39)
 Gold-(troy oz) US$1,233.76  (8.75)
 Nickel-(ton) US$8,430.00  (-20.00)
 Tin-(ton) US$16,875.00  (75.00)
 Coal (Newc)/ton US$51.05  (-11.35)
 CPO Mal/ton* MYR2,676.00 (6.00)
 
                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,239.00 (-17.00)
*running 
 
Agenda hari ini  - Jumat 01 April 2016
RUPSLB
• MTFN – RUPSLB
• INCO – RUPST
• AKKU – RUPSLB
 
Dividen
• BBRI Cash Dividend 311.66, Cum 31 Mar-16, ex 01 Apr-16
 
Economic Calendar:
• pidato anggota FOMC William Dudley
• indeks Manufacturing PMI bulan Maret 2016
• indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Maret 2016
• indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Maret 2016
• data tingkat pengangguran kawasan Euro bulan Pebruari 2016
• data Non Farm Payrolls AS bulan Maret 2016
• data upah rata-rata per jam di AS bulan Maret 2016
• data tingkat pengangguran di AS bulan Maret 2016
• indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Maret 2016
 
 
VAS
HEADLINE NEWS
 
Multipolar Technology (MLPT) akan membagikan dividen sebesar Rp 13.125.000.000 saham sebesar Rp7,-per saham. Dividen ini setara dengan 13,2% dari total Laba Tahun Berjalan yang Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk Perseroan di tahun 2015.
 
Lippo General Insurance (LPGI) membukukan penurunan laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp77,65 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp127,98 miliar. Sedangkan pendapatan sebesar Rp851,08 miliar naik dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp693,33 miliar.
 
Catur Sentosa Adiparana (CSAP) tahun ini menargetkan target penjualan konsolidasi senilai Rp8,5 triliun, naik sekitar 18% YoY dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp7,3 triliun. Adapun target laba bersih tahun ini meningkat sekitar 2,5 kali lipat menjadi Rp105 miliar. Saat ini, CSAP memiliki dua lini usaha yaitu distribusi dan modern retail. Adapun sektor lini distribusi tahun ini ditargetkan bertumbuh 16% sedangkan modern ritel diharapkan tumbuh lebih besar yaitu 21%.
 
Multipolar Technology (MLPT) menyiapkan belanja modal sebesar Rp332 miliar pada 2016 yang mayoritas dialokasikan untuk merampungkan pembangunan dana center milik PT Graha Teknologi Nusantara. Realisasi belanja modal 2015 hanya sekitar 40% dari rencana awal sebesar Rp394 miliar. Adapun, sumber pendanaan capex tahun ini mayoritas akan berasal dari pinjaman bank atau sebanyak 66%.
 
Puradelta Lestari (DMAS) tengah mengkaji untuk menambah jumlah saham yang beredar di public sebesar 10% sehingga total saham beredar akan menjadi 20%. Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari rencana awal pemegang saham saat melakukan penawaran umum perdana atau intial public offering (IPO) saham pada Mei 2015.
 
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) mulai fokus untuk menyalurkan kredit di segmen bisnis Usaha Kecil & Menengah (UKM). Untuk itu, BTPN membentuk unit usaha khusus bernama BTPN Mitra Bisnis yang dibentuk sejak 2013 dan fokus menggarap pasar tersebut. BTPN mulai amsuk ke segmen UKM setelah melihat adanya kebutuhan dan dianggap sudah cukup layak untuk menggarap pasar UKM terutama jika menimbang dari total aset yang dikuasai. Oleh karena itu, perusahaan menargetkan pertumbuhan di segmen UKM dapat mencapai 40%-50%.
 
Bank Central Asia (BBCA) menargetkan volume transaksi untuk produk uang elektroniknya yaitu BCA Flazz tumbuh 20%-25% pada tahun ini. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan integrasi metode pembayaran sarana transportasi baik dalam bentuk kendaraan maupun sarana penunjang transportasi seperti jalan tol.
 
Electronic City (ECII) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 74,47% per Desember 2015 menjadi Rp33,04 miliar dibandingkan laba bersih yang dibukukan Rp129,46 miliar di tahun sebelumnya. Penurunan laba tersebut disebabkan oleh pendapatan yang turun menjadi Rp1,78 triliun dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang Rp2,22 triliun.
Megapolitan Development (EMDE) mencetak kenaikan laba bersih sebesar 33,43% hingga Desember 2015 menjadi Rp59,86 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp44,86 miliar. Penjualan usaha naik menjadi Rp325,31 miliar dari penjualan usaha tahun sebelumnya yang Rp311,28 miliar.
 
Multipolar Technology (MLPT) menargetkan pendapatan naik sebesar 9,2% menjadi Rp2,33 triliun pada 2016 dibandingkan realisasi pendapatan 2015 sebesar Rp2,14 triliun. Peningkatan pendapatan didorong perkiraan terus membaiknya perekonomian nasional tahun ini. Perseroan mengandalkan sektor perbankan dan telekomunikasi sebagai pemasok pendapatan. Selain itu perseroan juga tengah meningkatkan ekspansi di sektor komersial.
 
Bank Mandiri (BMRI) menurunkan suku bunga kredit sektor produktif yakni segmen korporasi, komersial dan Usaha Kecil dan Menengah serta untuk Kredit Kepemilikan Rumah. perseroan memotong suku bunga kredit untuk sektor produktif sebesar 25 basis poin dan KPR sebesar 50 basis poin. Perseroan memulai penerapan suku bunga rendah satu digit dengan mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
 
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) saat ini sedang melakukan instalasi dan testing untuk equipment antenna yang telah dipasang di ground segment primary satellite control facility (Jakarta) dan back up satellite control facility (Bali). Sedangkan untuk progress manufacturing satelit, tengah dilakukan persiapan Final Performance Test yang akan berlangsung hingga pertengahan April 2016 di pabrik Space Systems/Loral, LLC (SSL) Palo Alto, California. Selanjutnya akan dilakukan Spacecraft Pre-Shipment Review (SPSR) pada awal Mei 2016 sebagai review terakhir sebelum BRIsat dikirimkan ke Launch Site di Kourou, French Guiana. BRI sedang melakukan tahapan Final Mission Analysis Review (RAMF), Final Ops dan Mission Readiness Review (RAV) terkait dengan persiapan dan pembahasan detail rencana peluncuran BRIsat. BRI, SSL dan Arianespace juga telah menyepakati tanggal peluncuran satelit, yakni pada 8 Juni 2016 waktu setempat atau tanggal 9 Juni 2016 waktu Indonesia.
 
Bank Central Asia (BBCA) dan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan transaksi e-payment atau pembayaran menggunakan uang elektronik demi kemudahan transaksi pembayaran di jalan tol. Kartu Flazz digunakan sebagai salah satu alat pembayaran bagi pengguna jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Kartu Flazz tidak hanya dapat dinikmati oleh nasabah BCA, namun juga oleh nasabah bank-bank lainnya yang telah melakukan co-branding Flazz, antara lain Bank OCBC NISP (NISP), Bank Danamon Indonesia (BDMN), BPD DIY, Bank Jatim (BJTM) dan Bank Kalbar.
 
Catur Sentosa Adiprana (CSAP) menyiapkan dana dana belanja modal atau capital expenditure (Capex) tahun 2016 sebesar Rp 500 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 200 miliar. Sebesar 80% atau Rp 400 miliar dari dana tersebut akan dihasilkan dari penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Sedang sisanya sebesar 20% atau Rp 100 miliar akan berasal dari pinjaman perbankan. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 1,15 miliar saham baru, dan menargetkan perolehan dana Rp 480 miliar. Perseroan telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan penerbitan rights issue.
 
Catur Sentosa Adiprana (CSAP) akan menggunakan sekitar 80% atau Rp 384 miliar hasil dana rights issue untuk bisnis modern retail perseroan dalam Mitra10. Sisanya 20% atau Rp 96 miliar untuk modal kerja perseroan. Penambahan 3 gerai Mitra10, yang pertama akan dibangun pada Mei 2016 di Pekayon, Bekasi dengan luas 3.000 meter persegi. Kedua, dibangun pada Agustus 2016 di Lampung, Sumatera Selatan, seluas 2.500 meter persegi. Ketiga, di BSD, Tanggerang seluas 7.000 meter persegi, atau terbesar untuk Mitra10 dan akan menjadi flagship. Lokasi dan perizinan pembangunan Mitra10 sudah siap dan manajemen memastikan akan buka tahun ini. Keputusan perseroan untuk menambah gerai ini terkait dengan menurunnya pendapatan perseroan dari bisnis distribusi sebesar 2%. Sedangkan penjualan melalui modern retail tumbuh 13%.
 
Bali Towerindo (BALI) meraih perjanjian kredit sebesar USD 3 juta dari Bank Sinarmas (BSIM) pada 29 Maret 2016. Jangka waktu pengikatan kredit mencapai 12 bulan. Pinjaman dijamin dengan cash margin berupa setoran jaminan minimal sebesar 10 persen dari nominal L.C yang diterbitkan dan seluruh perserian barang yang akan dibeli dengan fasilitas LC Bank Sinarmas. Fasilitas ini digunakan untuk pembelian peralatan tower MCP maupun jaringan FTTH.
 
Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) akan membagikan dividen sebesar Rp 130 per saham pada 29 April 2016. Cum dan ex date di pasar reguler/negosiasi pada 6-7 April 2016 dan di pasar tunai pada 11-12 April 2016 dengan DPS 11 April 2016.
 
Sarana Menara Nusantara (TOWR) membukukan laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 2,96 triliun dari sebelumnya Rp 1,09 triliun. Pendapatan naik menjadi Rp 4,47 triliun dari sebelumnya Rp 4,10 triliun. 
 
Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) mencatatkan penurunan laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp 4,68 miliar dari sebelumnya membukukan laba bersih Rp 61,33 miliar di tahun 2014. Pendapatan turun menjadi Rp 1,54 triliun dari sebelumnya Rp 2,03 triliun.
 
Surya Toto Indonesia (TOTO) mencatatkan kenaikan penjualan tahun 2015 menjadi Rp 2,27 triliun dari sebelumnya Rp 2,05 triliun. Laba tahun berjalan turun menjadi Rp 285,23 miliar dari sebelumnya Rp 295,86 miliar.
 
Elang Mahkota Teknologi (EMTK) membukukan laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 1,33 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,09 triliun. Pendapatan naik menjadi Rp 6,42 triliun dari sebelumnya Rp 5,98 triliun.
 
Pendapatan Saratoga Investama (SRTG) tahun 2015 turun menjadi Rp 4,28 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 6,12 triliun. Laba bersih tercatat Rp 923,40 miliar naik dari Rp 624,69 miliar di tahun 2014. Kenaikan laba tersebut terutama didorong oleh realisasi dari valuasi investasi sebesar Rp 1,1 triliun dari Merdeka Copper Gold yang menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2015. Saratoga Investama Sedaya (SRTG) menerima lebih dari 100 peluang investasi sepanjang tahun 2015. 
 
Bayan Resources (BYAN) mencatatkan rugi sebesar USD 64,40 juta hingga Desember 2015 dari rugi periode sama tahun sebelumnya sebesar USD 138,97 juta. Pendapatan turun menjadi USD 465 juta dari sebelumnya USD 828,26 juta.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured