Everyone Can Trade

JustForex

Rabu, 30 Maret 2016

View Market IHSG 30Maret16

Prediksi IHSG;
Pemerintah mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke XI, ada lima poin penting dalam paket kebijakan ekonomi tersebut, yakni Insentif kredit ekspor, rate rupiah menjadi concern pemerintah, prosedur dwelling time, industri farmasi dan alat kesehatan dan keinginan pemerintah ingin meningkatkan peran PT Pos. Paket kebijakan ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi pergerakan IHSG, disamping rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang juga dapat menjadi katalis positif bagi pasar. Kendati faktor positif dari dalam negeri tersebut terbilang positif, namun sentimen eksternal nampaknya masih menjadi hambatan bagi laju indeks saham domestik ini. Pasalnya, pasar saham Asia pada awal sesi hari ini dibuka variatif. Faktor internal terbilang positif, namun eksternal kurang mendukung dapat mendorong IHSG bergerak  mixed, meski diperkirakan berpotensi menguat.
Perspektif tenikal
Support Level : 4766/4750/4739
Resistance Level :   4792/4802/4818
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
GGRM: Trading Buy
 Close 61000, TP 61825
 Boleh buy di level 59900-61000
 Resistance di 61825 & support di 59600
 Waspadai jika tembus di 59600
 Batasi resiko di 59500
INTP: Trading Buy
 Close 19700, TP 20350
 Boleh buy di level  19600-19700
 Resistance di 20350 & support di 19400
 Waspadai jika tembus di 19400
 Batasi resiko di 19300
SMBR : Trading Buy
 Close 405, TP 420
 Boleh buy di level  400-405
 Resistance di 420 & support di 395
 Waspadai jika tembus di 395
 Batasi resiko di 393
BBRI:  Trading Buy
 Close 10975, TP 11300
 Boleh buy di level  10900-10975
 Resistance di 11300 & support di 10900
 Waspadai jika tembus di 10900
 Batasi resiko di 10850
PPRO:  Trading Buy
 Close 225, TP 237
 Boleh buy di level  216-225
 Resistance di 237 & support di 216
 Waspadai jika tembus di 216
 Batasi resiko di 199
ACES:  Trading Buy
 Close 860, TP 900
 Boleh buy di level  855-860
 Resistance di 900 & support di 825
 Waspadai jika tembus di 825
 Batasi resiko di 715
Ket.  TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ADHI, WSKT, BBRI, TLKM, KRAS, SIMP, CPIN
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 29-Mar-16
 Crude Oil-(barel) US$38.72  (-0.67)
 Gold-(troy oz) US$1,216.29  (-5.50)
 Nickel-(ton) US$8,650.00  (-45.00)
 Tin-(ton) US$17,300.00  (-40.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.65  (-11.75)
 CPO Mal/ton* MYR2,651.00 (26.00)
                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,395.00 (52.00)
*running 
Agenda hari ini  - Rabu, 30 Maret 2016
RUPSLB
• MFMI – RUPST
• LPLI – RUPST
• LPPS – RUPST
• KARW – RUPSLB
• ABDA – RUPST
• JSMR – RUPST
Dividen
• BMRI Cash Dividend 261.45, Cum 29 Mar-16, ex 30 Mar-16
• SDPC Cash Dividend 3.00, Cum 30 Mar-16, ex 31 Mar-16
Economic Calendar:
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Maret 2016
• data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Maret 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 25 Maret 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) akan berusaha menangani kredit macet sebagai prioritas utama tahun ini dan menetapkan target ekspansi ke luar negeri. NPL ditargetkan menjadi sekitar 3,5% dari total kredit tahun ini, naik dari 2,5% tahun lalu. Kredit macet banyak datang dari sektor komersial termasuk dari sektor komoditi. Adapun, untuk ekspansi ke luar negeri, BMRI sedang menunggu persetujuan dari regulator Singapura dan Malaysia untuk melakukan ekspansi.
Waskita Karya (WSKT) berencana mendivestasikan kepemilikan sahamnya sebesar 30-40% dalam Waskita Beton Precast dengan target dana Rp 3,5-4 triliun tahun ini. Sebanyak 10% saham akan dilepas kepada investor strategis, sementara 20-30% sisanya melalui IPO saham. Aksi pelepasan saham Waskita Beton kepada mitra strategis selesai pada semester I-2016. Hasil divestasi dan IPO Waskita Beton diharapkan dapat memperkuat modal guna mendukung ekspansi di masa mendatang. Perseroan menargetkan laba bersih Waskita Beton mencapai Rp 560-600 miliar, naik dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 340 miliar.  
Chandra Asri Petrochemical (TPIA) mempertimbangkan untuk membagikan dividen sekitar 25% dari perolehan laba bersih sepanjang tahun lalu. Meski pendapatan menurun drastis sebesar 44% pada tahun lalu, perusahaan masih membukukan kenaikan laba bersih 42,4% menjadi US$26,3 juta dari kinerja 2014 sebesar US$18 juta. Kenaikan laba bersih ditopang oleh menguatnya margin laba kotor dari 4,8% di 2014 menjadi 10,6% di 2015. Adapun, margin laba kotor naik dibantu oleh rendahnya biaya bahan baku (naptha) di mana harga naphtha cenderung mengikuti harga minyak mentah yang menurun.
Bank Permata (BNLI) mendapat persetujuan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui penawaran umum terbatas atau rights issue. Keputusan ini diambil lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada hari Selasa (29/03). Total rights issue yang disetujui sebesar Rp5,5 triliun. Artinya, modal BNLI akan bertambah menjadi Rp24 triliun. Adapun, tujuan utama rights issue adalah untuk menunjang pertumbuhan usaha BNLI pada kemudian hari. Selain itu, aksi tersebut untuk memperkuat permodalan sebagai pemenuhan kewajiban Basel III.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Terbatas, Bank Permata (BNLI) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dan membukukan seluruh laba bersih BNLI yang sebesar Rp247,1 miliar sebagai laba ditahan untuk lebih memperkuat permodalan untuk mengantisipasi ketentuan permodalan yang lebih tinggi.
Merck (MERK) tahun ini menargetkan penjualan tumbuh di sekitar 10% hingga 15% dari raihan tahun lalu yang mencapai Rp983,44 miliar. Untuk merealisasikan target tersebut pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi. Untuk menaikkan kinerja di divisi consumer health, MERK sudah menyiapkan dua produk anyar neurobion dan sangobion. Adapun, pada lini bisnis obat resep biopharma, perusahaan akan lebih intensif memperbesar kontribusi dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tahun lalu, program JKN memberikan kontribusi kurang lebih 30% dari total pendapatan. Tahun ini, MERK menargetkan kontribusi JKN lebih dari 30%.
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) menargetkan laba bersih tahun 2016 tumbuh sekitar 29% menjadi Rp103,83 miliar dibandingkan tahun lalu Rp80,49 miliar. Pertumbuhan laba tersebut antara lain didorong oleh penyaluran kredit dengan target tahun ini tumbuh 15% YoY. Tahun lalu, AGRO akan memperbesar porsi kredit sektor perkebunan dari tahun lalu sekitar 55% menjadi 60%. Pada tahun ini, perusahaan menargetkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16% YoY dibandingkan tahun lalu sebesar Rp6,86 triliun.
Summarecon Agung (SMRA) mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp855,18 miliar hingga Desember 2015 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,38 triliun. Pendapatan neto turun tipis menjadi Rp5,62 triliun dari pendapatan neto tahun sebelumnya sebesar Rp5,75 triliun. Laba kotor turun menjadi Rp2,91 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp3,05 triliun. Sementara laba usaha tercatat turun menjadi Rp1,79 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp2,09 triliun. Sedangkan total aset per Desember 2015 mencapai Rp18,75 triliun naik dari total aset per Desember 2014 sebesar Rp15,87 triliun.
Resources Alam Indonesia (KKGI) mengalami penurunan laba per Desember 2015 menjadi US$5,71 juta dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar US$8,07 juta. Penjualan bersih turun menjadi US$111,01 juta dari penjualan bersih tahun sebelumnya sebesar US$135,76 juta. Laba kotor naik menjadi US$26,47 juta dibandingkan laba kotor sebelumnya sebesar US$22,29 juta. ADapun laba usaha turun menjadi US$9,14 juta dari laba usaha tahun sebelumnya US$12,74 juta.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) meraih laba bersih Rp136,87 miliar per Desember 2015 dibandingkan rugi sebesar Rp380,04 miliar tahun sebelumnya. Pendapatan naik menjadi Rp1,78 triliun dari pendapatan tahun sbelumnya sebesar Rp1,07 triliun dan laba bruto juga naik menjadi Rp1,46 trliun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp863,29 miliar. Adapun, laba usaha tercatat Rp1,33 triliun, naik dari laba usaha tahun sebelumnya Rp760,15 miliar.
Ciputra Property (CTRP) alami penurunan laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp327,47 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp394,23 miliar. Pendapatan usaha naik jadi Rp2,45 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya Rp1,66 triliun namun beban langsung dan pokok naik tajam menjadi Rp1,32 triliun dari beban tahun sebelumnya yang Rp705,88 miliar. Laba bruto tercatat masih naik menjadi Rp1,13 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp956,58 miliar. Laba usaha naik jadi Rp757,01 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp678,27 miliar.  Total aset per Desember 2015 mencapai Rp9,82 triliun naik dari total aset per Desember 2014 yang Rp8,86 triliun.
Eratex Djaja (ERTX) alami kenaikan laba bersih menjadi US$5,26 juta hingga Desember 2015 dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang US$2,22 juta. Pendapatan perseroan meningkat menjadi US$69,18 juta dari pendapatan tahun sebelumnya yang US$54,43 juta. Laba kotor juga naik jadi US$9,04 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$6,08 juta. Sementara laba usaha tercatat US$6,11 juta naik dari laba usaha tahun sebelumnya yang US$3,43 juta. Total aset per Desember 2015 mencapai US$ 52,99 juta meningkat dari total aset per Desember 2014 yang US$46,60 juta.
           
Sarana Meditama Metropolitan (SAME) alami penurunan tipis laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp56,60 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp57,70 miliar karena kenaikan beban pajak naik menjadi Rp11,65 miliar dari Rp7,34 miliar. Pendapatan meningkat menjadi Rp515,09 miliar dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp414,41 miliar. Laba bruto naik jadi Rp253,71 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp203,85 miliar. Meski beban usaha naik jadi Rp135,85 miliar dari Rp113,65 miliar namun laba usaha masih mencatat kenaikan menjadi Rp117,85 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp90,19 miliar.
Pakuwon Jati (PWON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 4,62 triliun sepanjang 2015, meningkat 19,4% YoY. Pendapatan bersih tersebut berasal dari dua sumber yaitu recurring revenue dan development revenue, masing-masing senilai Rp 2,31 triliun. Kedua sumber pendapatan tersebut tumbuh masing-masing 29% dan 11%. Laba komprehensif 2015 tercatat sebesar Rp 1,41 triliun atau lebih rendah 4% YoY.
Pakuwon Jati (PWON) berkomitmen untuk terus memperkuat basis recurring revenue pada tahun ini. Tambahan recurring revenue untuk 2016 antara lain akan berasal dari pusat perbelanjaan ritel Tunjungan Plaza 5, perluasan Superblok Tunjungan City.
XL Axiata (EXCL) berencana membayar utang kepada Axiata Investment Sdn Bhd senilai USD 500 juta. Sumber pendanaan pelunasan akan berasal dari rights issue. Perseroan akan menerbitkan 2,75 miliar saham baru atau 24,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan rights issue akan ditetapkan pada akhir April atau awal Mei 2016.
Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) membukukan pendapatan senilai Rp 2,02 triliun hingga akhir 2015, turun dari realisasi pada 2014 yang mencapai Rp 2,63 triliiun. Rugi bersih mencapai Rp 764 miliar, dibandingkan periode 2014 sebesar Rp 725 miliar. Penjualan sawit berkontribusi senilai Rp 1,5 triliun dan sisanya dari karet sebesar Rp 500 miliar. Kinerja tersebut didukung oleh program revitalisasi perkebunan dan kemampuan menjaga produksi kebun inti sawit serta karet.
Sierad Produce (SIPD) akan melakukan rights issue dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 400 juta saham seri C dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Rasio ditetapkan 108:46 dengan harga pelaksanaan Rp 1.000 per saham. RUPS akan diselenggarakan pada 15 Februari 2016. Cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 4 April 2016. Dana yang diperoleh sebesar Rp 300 miliar akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha di bidang commercial farm, yang akan dilakukan secara bertahap melalui pengembangan proyek baru dan sisanya untuk modal kerja.
Erafone Artha Retailindo, anak usaha dari Erajaya Swasembada (ERAA), siap menambah 40 gerai baru pada tahun ini dengan dana investasi sebesar Rp 100 miliar. Tiga gerai yang sumber dananya berasal dari perusahaan ada tiga jenis. Pertama, Erafone berkonsep joint business yang berlokasi di swalayan, luasnya hanya berkisar 3X3 meter. Kedua, Erafone Multibrand dengan luas antara 60 hingga 100 meter. Ketiga, Erafone Megastore dengan luas minimal 250 m2.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Waskita Karya (WSKT) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 209,54 miliar atau sebanyak 20% dari laba bersih perseroan di tahun 2015 yang sebesar Rp 1,04 triliun. Perseroan akan membagikan dividen senilai total Rp 209,54 miliar atau setara Rp 15,44 per saham.
Waskita Karya (WSKT) berencana menerbitkan surat utang (obligasi) senilai total Rp 5 triliun. Tahap pertama perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun dan sisanya sebesar Rp 3 triliun akan diterbikan pada tahun 2017. Dari obligasi sebesar Rp 2 triliun, sebesar Rp 1 triliun untuk modal kerja dan sisanya untuk investasi jalan tol. Obligasi tahap pertama tersebut akan dilaksanakan pada semester I 2016.
Waskita Karya (WSKT) menargetkan total nilai kontrak baru sebesar Rp 100 triliun. Sebesar Rp 63 triliun merupakan kontrak baru yang diperoleh perseroan tahun 2016 dan sebesar Rp 37 triliun merupakan carry over dari tahun 2015. Sebesar 70%-80% dari total kontrak baru perseroan diperoleh dari proyek BUMN dan pemerintah, serta 20%-30% dari proyek swasta.
Sampoerna Agro (SGRO) mencatat peningkatan produksi tertinggi di kuartal IV 2015. Total produksi tahun 2015 mencapai lebih dari 388 ribu ton CPO, atau naik 21% YoY, melebihi kisaran target perseroan sebesar 10%-15%. Kenaikan itu terutama didukung oleh hasil produksi dari kebun Kalimantan yang mencatat kenaikan sebesar 28%, dan kebun Sumatera yang naik sebesar 18%. Harga jual rata-rata CPO Perseroan tahun 2015 turun 16% menjadi Rp 7.031 per kg. Penjualan CPO menyumbang Rp 2.481,81 miliar, atau 83% dari total pendapatan Perseroan tahun 2015 yang mencapai Rp 3.242,38 miliar.
Fasilitas Unit Penampungan dan Regasifikasi Terapung atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung milik Perusahaan Gas Negara (PGAS) siap mendukung program pembangunan pembangkit berkapasitas 35.000 megawatt, utamanya pembangkit yang berada di Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan. PGN siap memasok minimal 4 pembangkit berbahan bakar gas program 35.000 megawatt. PGN juga akan mengembangkan kapal pengangkut gas alam cair (liquified natural gas/LNG) berskala kecil (mini LNG sea transportation) yang akan membawa LNG dari FSRU Lampung ke pembangkit listrik di berbagai lokasi seperti Sumatra dan Kalimantan.
XL Axiata (EXCL) berencana mengurangi utang sekitar Rp 11 triliun pada tahun 2016. Sumber pendanaan untuk membayar utang berasal dari hasil rights issue dan penjualan tower. Menurut manajemen, dengan membayar utang sebesar Rp 11 triliun dapat menghemat pembayaran bunga sebesar 6,5% per tahun dari total utang sebesar Rp 26,953 triliun yang akan jatuh tempo hingga tahun 2022. Dengan demikian Debt Equity Ratio (DER) EXCL akan terjaga dari 1,6% menjadi 1% setelah menjual tower dan rights issue.
BFI Finance (BFIN) optimis mampu merealisasikan pertumbuhan bisnis di sektor pembiayaan hingga sebesar 5%-10% pada tahun 2016 dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 11 triliun ditopang oleh 276 jaringan operasional yang dimiliki. Target tersebut akan ditopang oleh peningkatan sejumlah sektor pembiayaan perusahaan. Pembiayaan di segmen mobil akan berkontribusi sebesar 80%, segmen motor 10% dan alat berat 10%. Untuk itu Perseroan mendorong jaringan operasional di 240 daerah di Indonesia untuk melakukan jemput bola ke konsumen. Sedangkan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan jumlah nasabah, BFI melanjutkan program Uber Milyaran.
Metropolitan Land (MTLA) mencatatkan penurunan laba bersih tahun 2015 sebesar 20,11% YoY menjadi Rp 214,27 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 268,22 miliar. Penjualan turun menjadi Rp 1,09 triliun dari sebelumnya Rp 1,11 triliun.
Gunawan Dianjaya Steel (GDST) mencatatkan kenaikan rugi sebesar Rp 55,21 miliar per Desember 2015 dari sebelumnya rugi Rp 13,56 miliar di tahun 2014. Penjualan bersih turun menjadi Rp 913,79 miliar dari sebelumnya Rp 1,21 triliun.
Pudjiadi & Sons (PNSE) membukukan penurunan laba bersih tahun 2015 sebesar 58,94% menjadi Rp 8,35 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 20,34 miliar. Pendapatan turun menjadi Rp 225,84 miliar dari sebelumnya Rp 245,97 miliar.
PT Pertamina menurunkan harga BBM non subsidi (non PSO) sebesar Rp 200 per liter. Harga baru ini mulai berlaku Rabu (30/3) pukul 00.00 WIB. Harga BBM Pertalite turun menjadi Rp 7.100 per liter, Pertamax menjadi Rp 7.500 per liter. Sedang BBM bersubsidi, seperti premium dan solar akan memakai harga baru mulai 1 April 2016. Harga BBM bersubsidi yaitu premium dan solar tidak ditetapkan pada harga yang mengalami penurunan terlalu besar, karena banyak prediksi harga minyak akan kembali naik dalam hitungan bulan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan dalam waktu dekat pemerintah akan mengumumkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar yang baru. Harga tersebut mulai berlaku untuk periode April hingga Juni 2016, yang berlaku mulai 1 April 2016.
Pemerintah saat ini berencana untuk menerapkan tarif cukai bagi penjualan bahan bakar minyak (BBM). Selama ini BBM telah dianggap merusak lingkungan, sehingga perlu dilakukan pemberlakuan tarif cukai bagi penjualan BBM. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina memastikan jika aturan ini diterapkan, harga BBM akan kembali naik. Rencana ini masih dalam pembahasan. Meski demikian ada kemungkinan penerapan cukai dijalankan sebab ada landasan UU Lingkungan Hidup.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured