Prediksi IHSG;
Pemerintah mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke XI, ada lima poin penting dalam
paket kebijakan ekonomi tersebut, yakni Insentif kredit ekspor, rate
rupiah menjadi
concern pemerintah, prosedur dwelling time, industri farmasi dan alat
kesehatan dan keinginan pemerintah ingin meningkatkan peran PT Pos.
Paket kebijakan ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi pergerakan
IHSG, disamping rencana penurunan harga bahan bakar
minyak (BBM) yang juga dapat menjadi katalis positif bagi pasar. Kendati
faktor positif dari dalam negeri tersebut terbilang positif, namun
sentimen eksternal nampaknya masih menjadi hambatan bagi laju indeks
saham domestik ini. Pasalnya, pasar saham Asia pada
awal sesi hari ini dibuka variatif. Faktor internal terbilang positif,
namun eksternal kurang mendukung dapat mendorong IHSG bergerak mixed, meski diperkirakan
berpotensi menguat.
Perspektif tenikal
Support Level : 4766/4750/4739
Resistance Level : 4792/4802/4818
Major Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
GGRM: Trading Buy
Close 61000,
TP 61825
Boleh buy di level 59900-61000
Resistance di 61825
& support di 59600
Waspadai jika tembus di 59600
Batasi resiko di 59500
INTP: Trading Buy
Close 19700,
TP 20350
Boleh buy di level
19600-19700
Resistance di 20350
& support di 19400
Waspadai jika tembus di 19400
Batasi resiko di 19300
SMBR : Trading Buy
Close 405,
TP 420
Boleh buy di level
400-405
Resistance di 420
& support di 395
Waspadai jika tembus di 395
Batasi resiko di 393
BBRI: Trading Buy
Close 10975,
TP 11300
Boleh buy di level 10900-10975
Resistance di 11300
& support di 10900
Waspadai jika tembus di 10900
Batasi resiko di 10850
PPRO: Trading Buy
Close 225,
TP 237
Boleh buy di level 216-225
Resistance di 237
& support di 216
Waspadai jika tembus di 216
Batasi resiko di 199
ACES: Trading Buy
Close 860,
TP 900
Boleh buy di level 855-860
Resistance di 900
& support di 825
Waspadai jika tembus di 825
Batasi resiko di 715
Ket. TP
: Target Price
ADHI, WSKT, BBRI, TLKM, KRAS, SIMP, CPIN
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 29-Mar-16
Crude Oil-(barel)
US$38.72 (-0.67)
Gold-(troy
oz) US$1,216.29 (-5.50)
Nickel-(ton)
US$8,650.00 (-45.00)
Tin-(ton)
US$17,300.00 (-40.00)
Coal
(Newc)/ton US$50.65 (-11.75)
CPO
Mal/ton* MYR2,651.00 (26.00)
Foreign Exchange
*running
Agenda hari ini -
Rabu, 30 Maret 2016
RUPSLB
• MFMI – RUPST
• LPLI – RUPST
• LPPS – RUPST
• KARW – RUPSLB
• ABDA – RUPST
• JSMR – RUPST
Dividen
• BMRI Cash Dividend 261.45, Cum 29 Mar-16, ex 30 Mar-16
• SDPC Cash Dividend 3.00, Cum 30 Mar-16, ex 31 Mar-16
Economic Calendar:
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Maret 2016
• data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Maret 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 25 Maret 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank
Mandiri (BMRI) akan berusaha menangani kredit macet sebagai prioritas
utama tahun ini dan menetapkan target ekspansi ke luar negeri. NPL
ditargetkan menjadi sekitar 3,5% dari
total kredit tahun ini, naik dari 2,5% tahun lalu. Kredit macet banyak
datang dari sektor komersial termasuk dari sektor komoditi. Adapun,
untuk ekspansi ke luar negeri, BMRI sedang menunggu persetujuan dari
regulator Singapura dan Malaysia untuk melakukan
ekspansi.
Waskita
Karya (WSKT) berencana mendivestasikan kepemilikan sahamnya sebesar
30-40% dalam Waskita Beton Precast dengan target dana Rp 3,5-4 triliun
tahun ini. Sebanyak 10% saham akan
dilepas kepada investor strategis, sementara 20-30% sisanya melalui IPO
saham. Aksi pelepasan saham Waskita Beton kepada mitra strategis selesai
pada semester I-2016. Hasil divestasi dan IPO Waskita Beton diharapkan
dapat memperkuat modal guna mendukung ekspansi
di masa mendatang. Perseroan menargetkan laba bersih Waskita Beton
mencapai Rp 560-600 miliar, naik dibandingkan realisasi tahun lalu Rp
340 miliar.
Chandra
Asri Petrochemical (TPIA) mempertimbangkan untuk membagikan dividen
sekitar 25% dari perolehan laba bersih sepanjang tahun lalu. Meski
pendapatan menurun drastis sebesar
44% pada tahun lalu, perusahaan masih membukukan kenaikan laba bersih
42,4% menjadi US$26,3 juta dari kinerja 2014 sebesar US$18 juta.
Kenaikan laba bersih ditopang oleh menguatnya margin laba kotor dari
4,8% di 2014 menjadi 10,6% di 2015. Adapun, margin laba
kotor naik dibantu oleh rendahnya biaya bahan baku (naptha) di mana
harga naphtha cenderung mengikuti harga minyak mentah yang menurun.
Bank
Permata (BNLI) mendapat persetujuan untuk melakukan peningkatan modal
ditempatkan dan disetor melalui penawaran umum terbatas atau rights
issue. Keputusan ini diambil lewat
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada
hari Selasa (29/03). Total rights issue yang disetujui sebesar Rp5,5
triliun. Artinya, modal BNLI akan bertambah menjadi Rp24 triliun.
Adapun, tujuan utama rights issue adalah untuk menunjang
pertumbuhan usaha BNLI pada kemudian hari. Selain itu, aksi tersebut
untuk memperkuat permodalan sebagai pemenuhan kewajiban Basel III.
Dalam
Rapat Umum Pemegang Saham Terbatas, Bank Permata (BNLI) memutuskan
untuk tidak membagikan dividen dan membukukan seluruh laba bersih BNLI
yang sebesar Rp247,1 miliar sebagai
laba ditahan untuk lebih memperkuat permodalan untuk mengantisipasi
ketentuan permodalan yang lebih tinggi.
Merck
(MERK) tahun ini menargetkan penjualan tumbuh di sekitar 10% hingga 15%
dari raihan tahun lalu yang mencapai Rp983,44 miliar. Untuk
merealisasikan target tersebut pihaknya
sudah menyiapkan beberapa strategi. Untuk menaikkan kinerja di divisi
consumer health, MERK sudah menyiapkan dua produk anyar neurobion dan
sangobion. Adapun, pada lini bisnis obat resep biopharma, perusahaan
akan lebih intensif memperbesar kontribusi dari
program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tahun lalu, program JKN
memberikan kontribusi kurang lebih 30% dari total pendapatan. Tahun ini,
MERK menargetkan kontribusi JKN lebih dari 30%.
Bank
Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) menargetkan laba bersih tahun 2016
tumbuh sekitar 29% menjadi Rp103,83 miliar dibandingkan tahun lalu
Rp80,49 miliar. Pertumbuhan laba tersebut
antara lain didorong oleh penyaluran kredit dengan target tahun ini
tumbuh 15% YoY. Tahun lalu, AGRO akan memperbesar porsi kredit sektor
perkebunan dari tahun lalu sekitar 55% menjadi 60%. Pada tahun ini,
perusahaan menargetkan penghimpunan dana pihak ketiga
(DPK) tumbuh 16% YoY dibandingkan tahun lalu sebesar Rp6,86 triliun.
Summarecon
Agung (SMRA) mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp855,18 miliar
hingga Desember 2015 dibandingkan laba bersih periode sama tahun
sebelumnya sebesar Rp1,38 triliun.
Pendapatan neto turun tipis menjadi Rp5,62 triliun dari pendapatan neto
tahun sebelumnya sebesar Rp5,75 triliun. Laba kotor turun menjadi Rp2,91
triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp3,05 triliun. Sementara laba
usaha tercatat turun menjadi Rp1,79 triliun
dari laba usaha tahun sebelumnya Rp2,09 triliun. Sedangkan total aset
per Desember 2015 mencapai Rp18,75 triliun naik dari total aset per
Desember 2014 sebesar Rp15,87 triliun.
Resources
Alam Indonesia (KKGI) mengalami penurunan laba per Desember 2015
menjadi US$5,71 juta dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar US$8,07
juta. Penjualan bersih turun menjadi
US$111,01 juta dari penjualan bersih tahun sebelumnya sebesar US$135,76
juta. Laba kotor naik menjadi US$26,47 juta dibandingkan laba kotor
sebelumnya sebesar US$22,29 juta. ADapun laba usaha turun menjadi
US$9,14 juta dari laba usaha tahun sebelumnya US$12,74
juta.
Solusi
Tunas Pratama (SUPR) meraih laba bersih Rp136,87 miliar per Desember
2015 dibandingkan rugi sebesar Rp380,04 miliar tahun sebelumnya.
Pendapatan naik menjadi Rp1,78 triliun
dari pendapatan tahun sbelumnya sebesar Rp1,07 triliun dan laba bruto
juga naik menjadi Rp1,46 trliun dari laba bruto tahun sebelumnya
Rp863,29 miliar. Adapun, laba usaha tercatat Rp1,33 triliun, naik dari
laba usaha tahun sebelumnya Rp760,15 miliar.
Ciputra
Property (CTRP) alami penurunan laba bersih per Desember 2015 menjadi
Rp327,47 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya
yang Rp394,23 miliar. Pendapatan
usaha naik jadi Rp2,45 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya
Rp1,66 triliun namun beban langsung dan pokok naik tajam menjadi Rp1,32
triliun dari beban tahun sebelumnya yang Rp705,88 miliar. Laba bruto
tercatat masih naik menjadi Rp1,13 triliun dari
laba bruto tahun sebelumnya yang Rp956,58 miliar. Laba usaha naik jadi
Rp757,01 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp678,27 miliar. Total aset per Desember
2015 mencapai Rp9,82 triliun naik dari total aset per Desember 2014 yang Rp8,86 triliun.
Eratex
Djaja (ERTX) alami kenaikan laba bersih menjadi US$5,26 juta hingga
Desember 2015 dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun
sebelumnya yang US$2,22 juta. Pendapatan
perseroan meningkat menjadi US$69,18 juta dari pendapatan tahun
sebelumnya yang US$54,43 juta. Laba kotor juga naik jadi US$9,04 juta
dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$6,08 juta. Sementara laba usaha
tercatat US$6,11 juta naik dari laba usaha tahun sebelumnya
yang US$3,43 juta. Total aset per Desember 2015 mencapai US$ 52,99 juta
meningkat dari total aset per Desember 2014 yang US$46,60 juta.
Sarana
Meditama Metropolitan (SAME) alami penurunan tipis laba bersih per
Desember 2015 menjadi Rp56,60 miliar dibandingkan laba bersih periode
sama tahun sebelumnya sebesar Rp57,70
miliar karena kenaikan beban pajak naik menjadi Rp11,65 miliar dari
Rp7,34 miliar. Pendapatan meningkat menjadi Rp515,09 miliar dari
pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp414,41 miliar. Laba bruto naik
jadi Rp253,71 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp203,85
miliar. Meski beban usaha naik jadi Rp135,85 miliar dari Rp113,65 miliar
namun laba usaha masih mencatat kenaikan menjadi Rp117,85 miliar dari
laba usaha tahun sebelumnya yang Rp90,19 miliar.
Pakuwon
Jati (PWON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 4,62 triliun
sepanjang 2015, meningkat 19,4% YoY. Pendapatan bersih tersebut berasal
dari dua sumber yaitu recurring revenue
dan development revenue, masing-masing senilai Rp 2,31 triliun. Kedua
sumber pendapatan tersebut tumbuh masing-masing 29% dan 11%. Laba
komprehensif 2015 tercatat sebesar Rp 1,41 triliun atau lebih rendah 4%
YoY.
Pakuwon
Jati (PWON) berkomitmen untuk terus memperkuat basis recurring revenue
pada tahun ini. Tambahan recurring revenue untuk 2016 antara lain akan
berasal dari pusat perbelanjaan
ritel Tunjungan Plaza 5, perluasan Superblok Tunjungan City.
XL
Axiata (EXCL) berencana membayar utang kepada Axiata Investment Sdn Bhd
senilai USD 500 juta. Sumber pendanaan pelunasan akan berasal dari
rights issue. Perseroan akan menerbitkan
2,75 miliar saham baru atau 24,35% dari modal ditempatkan dan disetor
penuh. Harga pelaksanaan rights issue akan ditetapkan pada akhir April
atau awal Mei 2016.
Bakrie
Sumatera Plantations (UNSP) membukukan pendapatan senilai Rp 2,02
triliun hingga akhir 2015, turun dari realisasi pada 2014 yang mencapai
Rp 2,63 triliiun. Rugi bersih mencapai
Rp 764 miliar, dibandingkan periode 2014 sebesar Rp 725 miliar.
Penjualan sawit berkontribusi senilai Rp 1,5 triliun dan sisanya dari
karet sebesar Rp 500 miliar. Kinerja tersebut didukung oleh program
revitalisasi perkebunan dan kemampuan menjaga produksi
kebun inti sawit serta karet.
Sierad
Produce (SIPD) akan melakukan rights issue dengan menawarkan
sebanyak-banyaknya 400 juta saham seri C dengan nilai nominal Rp 1.000
per saham. Rasio ditetapkan 108:46 dengan
harga pelaksanaan Rp 1.000 per saham. RUPS akan diselenggarakan pada 15
Februari 2016. Cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 4 April
2016. Dana yang diperoleh sebesar Rp 300 miliar akan digunakan untuk
pengembangan kegiatan usaha di bidang commercial
farm, yang akan dilakukan secara bertahap melalui pengembangan proyek
baru dan sisanya untuk modal kerja.
Erafone
Artha Retailindo, anak usaha dari Erajaya Swasembada (ERAA), siap
menambah 40 gerai baru pada tahun ini dengan dana investasi sebesar Rp
100 miliar. Tiga gerai yang sumber
dananya berasal dari perusahaan ada tiga jenis. Pertama, Erafone
berkonsep joint business yang berlokasi di swalayan, luasnya hanya
berkisar 3X3 meter. Kedua, Erafone Multibrand dengan luas antara 60
hingga 100 meter. Ketiga, Erafone Megastore dengan luas minimal
250 m2.
Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Waskita Karya (WSKT) menyetujui
pembagian dividen sebesar Rp 209,54 miliar atau sebanyak 20% dari laba
bersih perseroan di tahun 2015 yang
sebesar Rp 1,04 triliun. Perseroan akan membagikan dividen senilai total
Rp 209,54 miliar atau setara Rp 15,44 per saham.
Waskita
Karya (WSKT) berencana menerbitkan surat utang (obligasi) senilai total
Rp 5 triliun. Tahap pertama perseroan akan menerbitkan obligasi senilai
Rp 2 triliun dan sisanya sebesar
Rp 3 triliun akan diterbikan pada tahun 2017. Dari obligasi sebesar Rp 2
triliun, sebesar Rp 1 triliun untuk modal kerja dan sisanya untuk
investasi jalan tol. Obligasi tahap pertama tersebut akan dilaksanakan
pada semester I 2016.
Waskita
Karya (WSKT) menargetkan total nilai kontrak baru sebesar Rp 100
triliun. Sebesar Rp 63 triliun merupakan kontrak baru yang diperoleh
perseroan tahun 2016 dan sebesar Rp
37 triliun merupakan carry over dari tahun 2015. Sebesar 70%-80% dari
total kontrak baru perseroan diperoleh dari proyek BUMN dan pemerintah,
serta 20%-30% dari proyek swasta.
Sampoerna
Agro (SGRO) mencatat peningkatan produksi tertinggi di kuartal IV 2015.
Total produksi tahun 2015 mencapai lebih dari 388 ribu ton CPO, atau
naik 21% YoY, melebihi kisaran
target perseroan sebesar 10%-15%. Kenaikan itu terutama didukung oleh
hasil produksi dari kebun Kalimantan yang mencatat kenaikan sebesar 28%,
dan kebun Sumatera yang naik sebesar 18%. Harga jual rata-rata CPO
Perseroan tahun 2015 turun 16% menjadi Rp 7.031
per kg. Penjualan CPO menyumbang Rp 2.481,81 miliar, atau 83% dari total
pendapatan Perseroan tahun 2015 yang mencapai Rp 3.242,38 miliar.
Fasilitas
Unit Penampungan dan Regasifikasi Terapung atau Floating Storage and
Regasification Unit (FSRU) Lampung milik Perusahaan Gas Negara (PGAS)
siap mendukung program pembangunan
pembangkit berkapasitas 35.000 megawatt, utamanya pembangkit yang berada
di Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan. PGN siap memasok
minimal 4 pembangkit berbahan bakar gas program 35.000 megawatt. PGN
juga akan mengembangkan kapal pengangkut gas alam
cair (liquified natural gas/LNG) berskala kecil (mini LNG sea
transportation) yang akan membawa LNG dari FSRU Lampung ke pembangkit
listrik di berbagai lokasi seperti Sumatra dan Kalimantan.
XL
Axiata (EXCL) berencana mengurangi utang sekitar Rp 11 triliun pada
tahun 2016. Sumber pendanaan untuk membayar utang berasal dari hasil
rights issue dan penjualan tower. Menurut
manajemen, dengan membayar utang sebesar Rp 11 triliun dapat menghemat
pembayaran bunga sebesar 6,5% per tahun dari total utang sebesar Rp
26,953 triliun yang akan jatuh tempo hingga tahun 2022. Dengan demikian
Debt Equity Ratio (DER) EXCL akan terjaga dari
1,6% menjadi 1% setelah menjual tower dan rights issue.
BFI
Finance (BFIN) optimis mampu merealisasikan pertumbuhan bisnis di
sektor pembiayaan hingga sebesar 5%-10% pada tahun 2016 dengan nilai
pembiayaan sebesar Rp 11 triliun ditopang
oleh 276 jaringan operasional yang dimiliki. Target tersebut akan
ditopang oleh peningkatan sejumlah sektor pembiayaan perusahaan.
Pembiayaan di segmen mobil akan berkontribusi sebesar 80%, segmen motor
10% dan alat berat 10%. Untuk itu Perseroan mendorong
jaringan operasional di 240 daerah di Indonesia untuk melakukan jemput
bola ke konsumen. Sedangkan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan
jumlah nasabah, BFI melanjutkan program Uber Milyaran.
Metropolitan
Land (MTLA) mencatatkan penurunan laba bersih tahun 2015 sebesar 20,11%
YoY menjadi Rp 214,27 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 268,22 miliar.
Penjualan turun menjadi
Rp 1,09 triliun dari sebelumnya Rp 1,11 triliun.
Gunawan
Dianjaya Steel (GDST) mencatatkan kenaikan rugi sebesar Rp 55,21 miliar
per Desember 2015 dari sebelumnya rugi Rp 13,56 miliar di tahun 2014.
Penjualan bersih turun menjadi
Rp 913,79 miliar dari sebelumnya Rp 1,21 triliun.
Pudjiadi
& Sons (PNSE) membukukan penurunan laba bersih tahun 2015 sebesar
58,94% menjadi Rp 8,35 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 20,34 miliar.
Pendapatan turun menjadi Rp 225,84
miliar dari sebelumnya Rp 245,97 miliar.
PT
Pertamina menurunkan harga BBM non subsidi (non PSO) sebesar Rp 200 per
liter. Harga baru ini mulai berlaku Rabu (30/3) pukul 00.00 WIB. Harga
BBM Pertalite turun menjadi Rp 7.100
per liter, Pertamax menjadi Rp 7.500 per liter. Sedang BBM bersubsidi,
seperti premium dan solar akan memakai harga baru mulai 1 April 2016.
Harga BBM bersubsidi yaitu premium dan solar tidak ditetapkan pada harga
yang mengalami penurunan terlalu besar, karena
banyak prediksi harga minyak akan kembali naik dalam hitungan bulan.
Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan dalam
waktu dekat pemerintah akan mengumumkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
jenis premium dan solar yang baru.
Harga tersebut mulai berlaku untuk periode April hingga Juni 2016, yang
berlaku mulai 1 April 2016.
Pemerintah
saat ini berencana untuk menerapkan tarif cukai bagi penjualan bahan
bakar minyak (BBM). Selama ini BBM telah dianggap merusak lingkungan,
sehingga perlu dilakukan pemberlakuan
tarif cukai bagi penjualan BBM. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina
memastikan jika aturan ini diterapkan, harga BBM akan kembali naik.
Rencana ini masih dalam pembahasan. Meski demikian ada kemungkinan
penerapan cukai dijalankan sebab ada landasan UU Lingkungan
Hidup.











0 comments:
Posting Komentar