Prediksi IHSG;
Pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, menjadi salah satu faktor
penghambat laju IHSG. Selain dari faktor internal tersebut, pasar juga
mencemaskan kondisi ekonomi
global yang belum menanda pemulihan. Pasar masih mengkhawatirkan
lemahnya data Cina. Perlambatan ekonomi Cina ini menjadi tantangan besar
bagi perekonomian AS. Salah satu pejabat the Fed mengatakan, masalah
terbesar yang dihadapi ekonomi AS datang dari faktor
eksternal yakni konidisi ekonomi dan finansial global. Faktor lain,
harga minyak diperkirakan kembali akan fluktuasi, seiring munculnya
ketidakpastian pasar terhadap pertemuan negara anggota OPEC dan Non OPEC
kemungkinan penurunan output minyak pada
paruh
April nanti. Sisi lain, katalis positif yang diharapkan dapat menopang
IHSG, dari laporan laba perusahaan nampak belum dapat respon besar
pelaku pasar. Faktor rupiah, harga minyak dan ekonomi global dapat
kembali membuka peluang bagi IHSG lanjutkan pelemahan.
Perspektif tenikal
Support Level : 4750/4726/4694
Resistance Level : 4806/4838/4862
Major Trend : Down
Pattern : Down
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
MEDC: Trading Buy
Close 1195,
TP 1260
Boleh buy di level 1085-1195
Resistance di 1260
& support di 1065
Waspadai jika tembus di 1065
Batasi resiko di 1055
ELSA: Trading Buy
Close 353,
TP 370
Boleh buy di level
350-353
Resistance di 370
& support di 336
Waspadai jika tembus di 336
Batasi resiko di 333
PTPP : Trading Buy
Close 3875,
TP 3920
Boleh buy di level
3865-3875
Resistance di 3920
& support di 3820
Waspadai jika tembus di 3820
Batasi resiko di 3800
ASII: Trading Buy
Close 7250,
TP 7350
Boleh buy di level 7150-7250
Resistance di 7350
& support di 7150
Waspadai jika tembus di 7150
Batasi resiko di 6100
SCMA: Trading Buy
Close 3190,
TP 3245
Boleh buy di level 3180-3190
Resistance di 3245
& support di 3085
Waspadai jika tembus di 3085
Batasi resiko di 3075
KRAS: Trading Buy
Close 463,
TP 476
Boleh buy di level 460-463
Resistance di 476
& support di 451
Waspadai jika tembus di 451
Batasi resiko di 450
Ket. TP
: Target Price
LSIP, SGRO, GGRM, ISAT, MPPA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 28-Mar-16
Crude Oil-(barel)
US$39.80 (0.34)
Gold-(troy
oz) US$1,216.71 (0.24)
Nickel-(ton)
US$8,650.00 (-45.00)
Tin-(ton)
US$17,300.00 (-40.00)
Coal
(Newc)/ton US$50.65 (-11.75)
CPO
Mal/ton* MYR2,625.00 (26.50)
Foreign Exchange
*running
Agenda hari ini -
Selasa 29 Maret 2016
RUPSLB
• MERK – RUPST – 29-Mar-16
• BNLI – RUPST/LB – 29-Mar-16
Dividen
• GMTD, Cash Dividend 45.00, Cum 28 Mar-16, ex 29 Mar-16
• BMRI Cash Dividend 261.45, Cum 29 Mar-16, ex 30 Mar-16
Economic Calendar:
• data Retail Sales Jepang bulan Pebruari 2016
• pidato ketua The Fed Janet Yellen
VAS
HEADLINE NEWS
Indofood
Sukses Makmur (INDF) mencatatkan penurunan laba bersih tahun 2015
sebesar 24,7% YoY dari Rp 3,95 triliun menjadi Rp 2,97 triliun.
Penurunan laba disebabkan oleh rugi kurs
yang belum terealisasi akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Total
penjualan tahun 2015 mencapai Rp 64,06 triliun, atau tumbuh 0,7% YoY
dari tahun 2014 sebesar Rp 63,59 triliun. Pendapatan disumbang oleh
penjualan barang bermerek atau branded sebesar 49%, Bogasari
24%, agribisnis 19% dan distribusi 8%. Laba usaha naik menjadi Rp 7,36
triliun dari sebelumnya Rp 7,32 triliun.
Indofood
CBP Sukses Makmur (ICBP) membukukan laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 3
triliun, tumbuh 13,4% YoY dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 2,64
triliun. Laba per saham ICBP tahun
2015 naik menjadi Rp 515 per saham dari sebelumnya Rp 454 per saham.
Pendapatan ICBP tahun 2015 naik sebesar 5,6% menjadi Rp 31,7 triliun.
Indo
Tambangraya Megah (ITMG) kembali membidik proyek pembangkit listrik
yang tengah dikejar pemerintah dengan total 35.000 Megawatt, setelah
sebelumnya kalah dalam proyek 2.000
Megawatt senilai US$3,8 miliar. Perusahaan akan lebih aktif mengikuti
tender proyek power plant pada tahun ini. Meski belum ada proyek yang
resmi dibidik, perusahaan telah memasukkan power plant ke dalam
pipeline. Perusahaan telah memiliki komitmen pendanaan
dari 35 bank lokal dan asing.
Indo
Tambangraya Megah (ITMG) memangkas target produksi batu bara sebesar
5,6% menjadi 26,9 juta ton dari realisasi tahun lalu 28,5 juta ton.
Pemangkasan target produksi dikarenakan
harga komoditas yang diproyeksikan masih rendah tahun ini. Adapun, ITMG
menargetkan mengakuisisi tambang-tambang baru dengan dana disediakan
dari kas internal US$268 juta dan eksternal bila diperlukan. ITMG
membidik pertambangan batu bara dengan produksi sekitar
30-50 juta ton dengan kualitas berkisar antara 4.800 hingga 5.000
kalori.
Citra
Maharlika Nusantara Corpora (CPGT) memperkirakan beban operasional
perusahaan akan semakin efisien menyusul rencana pemerintah menurunkan
harga bahan bakar minyak (BBM). Beban
bahan bakar memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap beban
operasional perusahaan sekitar 40%. Sejak penurunan harga BBM pada
Januari 2016, CPGT sudah mulai bisa berhemat. Adapun pada April 2016,
pemerintah berencana menurunkan kembali harga BBM dengan
kisaran penurunan harga di bawah Rp1.000 per liter. Efisiensi biaya
operasional berkat penurunan harga BBM akan membantu perusahaan dalam
memenuhi target perolehan laba bersih sebesar Rp10 miliar tahun ini.
Citra
Maharlika Nusantara Corpora (CPGT) menargetkan perolehan pendapatan
sebesar Rp400 miliar atau naik 33% lebih tinggi dari realisasi sepanjang
tahun lalu. Untuk itu, CPGT akan
meluncurkan rute baru antara lain Jakarta-Cirebon dan Bandung-Cirebon.
Rute tersebut dibuka seiring peningkatan permintaan sebagai dampak dari
operasional jalan tol Cikopo-Palimanan. Untuk tahun ini, CPGT menyiapkan
belanja modal sebesar Rp50 miliar yang akan
digunakan untuk penambahan dan peremajaan armada.
Chitose
Internasional (CINT) pada 2016 menargetkan pendapatan bersih perusahaan
naik minimal 7% dari raihan pada tahun lalu yang sebesar Rp315,22
miliar. Rencananya, untuk menaikkan
kinerja tahun ini, perusahaan akan meningkatkan kontribusi ekspor
menjadi sekitar 7%. Ekspor rencananya akan difokuskan di kawasan Asia
Tenggara dengan memanfaatkan momentum masyarakat ekonomi Asean (MEA).
Perusahaan selama ini sudah masuk di pasar Brunei Darussalam
dan Singapura. Saat ini, ada 10 negara yang menjadi tujuan ekspor bagi
perusahaan. Di sisi lain, CINT juga akan memperkuat distribusi dan
penetrasi produk di pasar domestik dengan Indonesia Timur sebagai fokus
utama.
Gading
Development (GAMA) menargetkan omzet Rp1,2 triliun dari proyek
apartemen The Spring Residences dalam lima tahun ke depan. Untuk proyek
tersebut, GAMA mengeluarkan investasi
sejumlah Rp900 miliar. Adapun, untuk mendorong penjualan, GAMA akan
memberikan kemudahan pembayaran bagi pembeli.
Lippo
Cikarang (LPCK) segera meluncurkan dua proyek unggulan pada kuartal ke
dua 2016 untuk menopang profitabilitas usaha sepanjang tahun ini. LPCK
akan meluncurkan Newport Park,
apartemen ke enam dari Orange County. Proyek kedua adalah klaster
perumahan Acacia Garden dengan mengedepankan desain Duplex Architecture.
Blue
Bird (BIRD) akan meluncurkan aplikasi pemesanan taksi dalam jaringan
(daring), My Blue Bird, pada akhir April 2016 untuk memenuhi kebutuhan
konsumen akan layanan angkutan umum
premium tersebut. Aplikasi yang bisa diunduh melalui smartphone
merupakan pembaruan dari fasilitas sejenis yang sudah lama dimiliki
perusahaan.
Wijaya
Karya (WIKA) memperoleh proyek pembangunan pabrik minyak goreng senilai
Rp 501 miliar dari PTPN III. Pabrik dengan kapasitas 600 ribu ton per
tahun akan dibangun di kawasan
ekonomi khusus Sei Mangke, Sumatera Utara. PTPN III telah menetapkan
WIKA sebagai pemenang tender proyek berjangka waktu 18 bulan. Pencapaian
kontrak baru hingga pekan terakhir Maret 2016 mencapai Rp 5,32 triliun
atau 10% dari target kontrak baru 2016 sebesar
Rp 52,8 triliun.
Indosat
Ooredoo (ISAT) membukukan pendapatan sebesar Rp 26,76 triliun, naik
11,1% YoY. Sementara itu, rugi bersih tahun lalu turun 34,8% YoY menjadi
Rp 1,31 triliun. Tahun lalu,
margin EBITDA perseroan sebesar 42,9%. Pendapatan seluler, data tetap
(MIDI) dan telepon masing-masing memberikan kontribusi sebesar 82%, 14%
dan 4% terhadap pendapatan konsolidasi. Pendapatan seluler meningkat
12,4% YoY pada 2015. Pendapatan MIDI tahun lalu
meningkat 7% YoY terutama disebabkan oleh peningkatan kapasitas fixed
internet. Pendapatan telekomunikasi tetap meningkat sebesar 2,1% YoY
didukung oleh nilai tukar USD terhadap Rupiah.
XL
Axiata (EXCL) menjual 2.500 menara telekomunikasi kepada pemenang
(Profesional Telekomunikasi Indonesia) dan menandatangani perjanjian
induk sewa menyewa menara antara perseroan
dengan pemenang dimana EXCL akan menyewa kembali 2.432 menara dari
menara yang dijual dalam jangka waktu 10 tahun. Harga penjualan adalah
sebesar Rp 3,568 triliun.
Indo
Tambangraya (ITMG) menetapkan pembagian dividen tahun buku 2015 sebesar
USD 63,05 juta. Nilai tersebut hampir 100% dari laba bersih yang
diperoleh perseroan pada 2015 sebesar
USD 63,1 juta. Sebelumnya, sebesar USD 57,98 juta atau Rp 752 per saham
telah dibagikan sebagai dividen interim pada 26 Oktober 2015. Sesuai
rencana, jumlah dividen per saham akan ditetapkan setelah
memperhitungkan saham treasury pada 7 April 2016.
Sampoerna Agro (SGRO) membukukan penurunan laba bersih pada 2015 sebesar 27% menjadi Rp
248 miliar. Penjualan turun menjadi Rp 2,99 triliun pada 2015 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,24 triliun.
Tiga
Pilar Sejahtera Food (AISA) tengah mematangkan rencana pelepasan saham
dua anak usahanya, yaitu Golden Plantation (GOLL) dan Dunia Pangan tahun
ini. Sejumlah investor strategis
asal China, Malaysia dan Singapura tengah berdiskusi dengan perseroan
untuk membeli saham GOLL. GOLL menjadi prioritas anak usaha yang dilepas
karena perseroan ingin mengurangi beban utang. Seluruh dana hasil
penjualan akan digunakan untuk membiayai ekspansi.
Tiga
Pilar Sejahtera Food (AISA) menjajaki penerbitan obligasi senilai Rp
1-1,3 triliun paling lambat Juni 2016. Hasil penerbitan akan digunakan
untuk pelunasan kembali utang pada
divisi bisnis beras dan produk makanan lainnya.
Kino
Indonesia (KINO) mengalami kenaikan laba bersih sebesar 153% YoY pada
2015 menjadi Rp 263 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 3,6 triliun pada
2015 dibandingkan tahun sebelumnya
sebesar Rp 3,33 triliun.
Provident
Agro (PALM) membukukan rugi tahun 2015 sebesar Rp 55,24 miliar
dibandingkan laba tahun 2014 sebesar Rp 168 miliar di tahun 2014.
Pendapatan turun menjadi Rp 1,04 triliun
dibandingkan sebelumnya Rp 1,05 triliun.
First
Media (KBLV) memperoleh fasilitas kredit langsung (On Liquidation
Basis) dari Bank CIMB Niaga (BNGA) sebesar Rp 100 miliar berdurasi 4
bulan dengan tingkat bunga sebesar 9,25%
yang akan diterima oleh perseroan secara bertahap. Tahap pertama akan
diterima sebanyak Rp 80 miliar, dan tahap berikutnya sebanyak Rp 20
miliar. Perseroan memberikan jaminan berupa piutang atas hak tagih milik
perseroan senilai Rp 125 miliar. Fasilitas kredit
ini akan digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan kegiatan usaha
perseroan.
Astra
Otoparts (AUTO) memberikan pinjaman ke perusahaan terafiliasi yakni PT
Astra Nippon Gasket Indonesia (ANGI) pada 24 Maret 2016 dalam bentuk AOP
shareholder loan senilai Rp
22.500.000.000. Pinjaman ini diberikan guna memenuhi kebutuhan modal
kerja dan belanja modal ANGI dalam rangka meningkatkan kapasaitas
produksi ANGI. ANGI adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri
memproduksi gasket yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan
produksi kendaraan bermotor.
MNC
Investama (BHIT) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 10% saham baru
maksimal 3.890.210.660 saham dengan
harga nominal Rp 100 per saham. Jumlah tersebut sudah termasuk program
kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan (MESOP) sebanyak-banyaknya
583.531.599 atau 1,5% dari total saham. Perseroan akan melaksanakan
RUPS Luar Biasa pada 4 Mei 2016 untuk meminta
persetujuan pemegang saham. Dana hasil penambahan modal ini akan
digunakan untuk investasi dan modal kerja perseroan dan entitas anak.
Holcim
Indonesia (SMCB) pada 23 Maret 2016 telah menandatangani suatu
perjanjian hutang dengan Lafarge Cement Indonesia (LCI). Perseroan
memberikan pinjaman senilai Rp 200 miliar
kepada LCI dengan suku bunga yang ditetapkan oleh perseroan lebih rendah
dari suku bunga di pasar. Fasilitas pinjaman tersebut harus dilunasi
perseroan pada 22 Maret 2017. LCI merupakan anak perusahaan terkendali
perseroan. Fasilitas pinjaman ini akan digunakan
untuk pembiayaan modal kerja dan operasional LCI.
MNC
Land (KPIG) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya diraih dari hasil
PMTHEMTD ini akan digunakan untuk
memperkuat struktur permodalan yang diharapkan meningkatkan rasa aman
bagi SDM yang bekerja di perseroan. Perseroan akan melaksanakan RUPSLB
pada 4 Mei 2016 untuk memperoleh persetujuan pemegang saham.
Asia
Pasific Fiber (POLY) membukukan rugi bersih tahun 2015 menjadi USD
17,78 juta dibandingkan sebelumnya rugi bersih USD 79,80 juta.
Pendapatan turun menjadi USD 390,05 juta dari
sebelumnya USD 497,98 juta.
Bank
Ina Perdana (BINA) membukukan kenaikan laba tahun berjalan sebesar
6,85% menjadi Rp 16,877 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 15,79 miliar.
Pendapatan bunga naik menjadi Rp 225,04
miliar dibandingkan sebelumnya Rp 182,44 miliar. Total pendapatan
operasional lainnya turun menjadi Rp 3,89 miliar dari sebelumnya Rp 5,64
miliar.











0 comments:
Posting Komentar