Everyone Can Trade

JustForex

Selasa, 29 Maret 2016

View Market IHSG 29Maret16

Prediksi IHSG;
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, menjadi salah satu faktor penghambat laju IHSG. Selain dari faktor internal tersebut, pasar juga mencemaskan kondisi ekonomi global yang belum menanda pemulihan. Pasar masih mengkhawatirkan lemahnya data Cina. Perlambatan ekonomi Cina ini menjadi tantangan besar bagi perekonomian AS. Salah satu pejabat the Fed mengatakan, masalah terbesar yang dihadapi ekonomi AS datang dari faktor eksternal yakni konidisi ekonomi dan finansial global. Faktor lain, harga minyak diperkirakan kembali akan fluktuasi, seiring munculnya ketidakpastian pasar terhadap pertemuan negara anggota OPEC dan Non OPEC kemungkinan penurunan output minyak  pada paruh April nanti. Sisi lain, katalis positif yang diharapkan dapat menopang IHSG, dari laporan laba perusahaan nampak belum dapat respon besar pelaku pasar. Faktor rupiah, harga minyak dan ekonomi global dapat kembali membuka peluang bagi IHSG lanjutkan pelemahan.
Perspektif tenikal
Support Level : 4750/4726/4694
Resistance Level : 4806/4838/4862
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
MEDC: Trading Buy
 Close 1195, TP 1260
 Boleh buy di level 1085-1195
 Resistance di 1260 & support di 1065
 Waspadai jika tembus di 1065
 Batasi resiko di 1055
ELSA: Trading Buy
 Close 353, TP 370
 Boleh buy di level  350-353
 Resistance di 370 & support di 336
 Waspadai jika tembus di 336
 Batasi resiko di 333
PTPP : Trading Buy
 Close 3875, TP 3920
 Boleh buy di level  3865-3875
 Resistance di 3920 & support di 3820
 Waspadai jika tembus di 3820
 Batasi resiko di 3800
ASII:  Trading Buy
 Close 7250, TP 7350
 Boleh buy di level  7150-7250
 Resistance di 7350 & support di 7150
 Waspadai jika tembus di 7150
 Batasi resiko di 6100
SCMA:  Trading Buy
 Close 3190, TP 3245
 Boleh buy di level  3180-3190
 Resistance di 3245 & support di 3085
 Waspadai jika tembus di 3085
 Batasi resiko di 3075
KRAS:  Trading Buy
 Close 463, TP 476
 Boleh buy di level  460-463
 Resistance di 476 & support di 451
 Waspadai jika tembus di 451
 Batasi resiko di 450
Ket.  TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
LSIP, SGRO, GGRM, ISAT, MPPA
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 28-Mar-16
 Crude Oil-(barel) US$39.80  (0.34)
 Gold-(troy oz) US$1,216.71  (0.24)
 Nickel-(ton) US$8,650.00  (-45.00)
 Tin-(ton) US$17,300.00  (-40.00)
 Coal (Newc)/ton US$50.65  (-11.75)
 CPO Mal/ton* MYR2,625.00 (26.50)
                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,342.50 (96.50)
*running 
Agenda hari ini  - Selasa 29 Maret 2016
RUPSLB
• MERK – RUPST – 29-Mar-16
• BNLI – RUPST/LB – 29-Mar-16
Dividen
• GMTD, Cash Dividend 45.00, Cum 28 Mar-16, ex 29 Mar-16
• BMRI Cash Dividend 261.45, Cum 29 Mar-16, ex 30 Mar-16
Economic Calendar:
• data Retail Sales Jepang bulan Pebruari 2016
• pidato ketua The Fed Janet Yellen
VAS
HEADLINE NEWS
Indofood Sukses Makmur (INDF) mencatatkan penurunan laba bersih tahun 2015 sebesar 24,7% YoY dari Rp 3,95 triliun menjadi Rp 2,97 triliun. Penurunan laba disebabkan oleh rugi kurs yang belum terealisasi akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Total penjualan tahun 2015 mencapai Rp 64,06 triliun, atau tumbuh 0,7% YoY dari tahun 2014 sebesar Rp 63,59 triliun. Pendapatan disumbang oleh penjualan barang bermerek atau branded sebesar 49%, Bogasari 24%, agribisnis 19% dan distribusi 8%. Laba usaha naik menjadi Rp 7,36 triliun dari sebelumnya Rp 7,32 triliun.
Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) membukukan laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 3 triliun, tumbuh 13,4% YoY dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 2,64 triliun. Laba per saham ICBP tahun 2015 naik menjadi Rp 515 per saham dari sebelumnya Rp 454 per saham. Pendapatan ICBP tahun 2015 naik sebesar 5,6% menjadi Rp 31,7 triliun.
Indo Tambangraya Megah (ITMG) kembali membidik proyek pembangkit listrik yang tengah dikejar pemerintah dengan total 35.000 Megawatt, setelah sebelumnya kalah dalam proyek 2.000 Megawatt senilai US$3,8 miliar. Perusahaan akan lebih aktif mengikuti tender proyek power plant pada tahun ini. Meski belum ada proyek yang resmi dibidik, perusahaan telah memasukkan power plant ke dalam pipeline. Perusahaan telah memiliki komitmen pendanaan dari 35 bank lokal dan asing.
Indo Tambangraya Megah (ITMG) memangkas target produksi batu bara sebesar 5,6% menjadi 26,9 juta ton dari realisasi tahun lalu 28,5 juta ton. Pemangkasan target produksi dikarenakan harga komoditas yang diproyeksikan masih rendah tahun ini. Adapun, ITMG menargetkan mengakuisisi tambang-tambang baru dengan dana disediakan dari kas internal US$268 juta dan eksternal bila diperlukan. ITMG membidik pertambangan batu bara dengan produksi sekitar 30-50 juta ton dengan kualitas berkisar antara 4.800 hingga 5.000 kalori.
Citra Maharlika Nusantara Corpora (CPGT) memperkirakan beban operasional perusahaan akan semakin efisien menyusul rencana pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Beban bahan bakar memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap beban operasional perusahaan sekitar 40%. Sejak penurunan harga BBM pada Januari 2016, CPGT sudah mulai bisa berhemat. Adapun pada April 2016, pemerintah berencana menurunkan kembali harga BBM dengan kisaran penurunan harga di bawah Rp1.000 per liter. Efisiensi biaya operasional berkat penurunan harga BBM akan membantu perusahaan dalam memenuhi target perolehan laba bersih sebesar Rp10 miliar tahun ini.
Citra Maharlika Nusantara Corpora (CPGT) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp400 miliar atau naik 33% lebih tinggi dari realisasi sepanjang tahun lalu. Untuk itu, CPGT akan meluncurkan rute baru antara lain Jakarta-Cirebon dan Bandung-Cirebon. Rute tersebut dibuka seiring peningkatan permintaan sebagai dampak dari operasional jalan tol Cikopo-Palimanan. Untuk tahun ini, CPGT menyiapkan belanja modal sebesar Rp50 miliar yang akan digunakan untuk penambahan dan peremajaan armada.
Chitose Internasional (CINT) pada 2016 menargetkan pendapatan bersih perusahaan naik minimal 7% dari raihan pada tahun lalu yang sebesar Rp315,22 miliar. Rencananya, untuk menaikkan kinerja tahun ini, perusahaan akan meningkatkan kontribusi ekspor menjadi sekitar 7%. Ekspor rencananya akan difokuskan di kawasan Asia Tenggara dengan memanfaatkan momentum masyarakat ekonomi Asean (MEA). Perusahaan selama ini sudah masuk di pasar Brunei Darussalam dan Singapura. Saat ini, ada 10 negara yang menjadi tujuan ekspor bagi perusahaan. Di sisi lain, CINT juga akan memperkuat distribusi dan penetrasi produk di pasar domestik dengan Indonesia Timur sebagai fokus utama.
Gading Development (GAMA) menargetkan omzet Rp1,2 triliun dari proyek apartemen The Spring Residences dalam lima tahun ke depan. Untuk proyek tersebut, GAMA mengeluarkan investasi sejumlah Rp900 miliar. Adapun, untuk mendorong penjualan, GAMA akan memberikan kemudahan pembayaran bagi pembeli.
Lippo Cikarang (LPCK) segera meluncurkan dua proyek unggulan pada kuartal ke dua 2016 untuk menopang profitabilitas usaha sepanjang tahun ini. LPCK akan meluncurkan Newport Park, apartemen ke enam dari Orange County. Proyek kedua adalah klaster perumahan Acacia Garden dengan mengedepankan desain Duplex Architecture.
Blue Bird (BIRD) akan meluncurkan aplikasi pemesanan taksi dalam jaringan (daring), My Blue Bird, pada akhir April 2016 untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan layanan angkutan umum premium tersebut. Aplikasi yang bisa diunduh melalui smartphone merupakan pembaruan dari fasilitas sejenis yang sudah lama dimiliki perusahaan.
Wijaya Karya (WIKA) memperoleh proyek pembangunan pabrik minyak goreng senilai Rp 501 miliar dari PTPN III. Pabrik dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun akan dibangun di kawasan ekonomi khusus Sei Mangke, Sumatera Utara. PTPN III telah menetapkan WIKA sebagai pemenang tender proyek berjangka waktu 18 bulan. Pencapaian kontrak baru hingga pekan terakhir Maret 2016 mencapai Rp 5,32 triliun atau 10% dari target kontrak baru 2016 sebesar Rp 52,8 triliun.
Indosat Ooredoo (ISAT) membukukan pendapatan sebesar Rp 26,76 triliun, naik 11,1% YoY. Sementara itu, rugi bersih tahun lalu turun 34,8% YoY menjadi Rp 1,31 triliun. Tahun lalu, margin EBITDA perseroan sebesar 42,9%. Pendapatan seluler, data tetap (MIDI) dan telepon masing-masing memberikan kontribusi sebesar 82%, 14% dan 4% terhadap pendapatan konsolidasi. Pendapatan seluler meningkat 12,4% YoY pada 2015. Pendapatan MIDI tahun lalu meningkat 7% YoY terutama disebabkan oleh peningkatan kapasitas fixed internet. Pendapatan telekomunikasi tetap meningkat sebesar 2,1% YoY didukung oleh nilai tukar USD terhadap Rupiah.
XL Axiata (EXCL) menjual 2.500 menara telekomunikasi kepada pemenang (Profesional Telekomunikasi Indonesia) dan menandatangani perjanjian induk sewa menyewa menara antara perseroan dengan pemenang dimana EXCL akan menyewa kembali 2.432 menara dari menara yang dijual dalam jangka waktu 10 tahun. Harga penjualan adalah sebesar Rp 3,568 triliun.
Indo Tambangraya (ITMG) menetapkan pembagian dividen tahun buku 2015 sebesar USD 63,05 juta. Nilai tersebut hampir 100% dari laba bersih yang diperoleh perseroan pada 2015 sebesar USD 63,1 juta. Sebelumnya, sebesar USD 57,98 juta atau Rp 752 per saham telah dibagikan sebagai dividen interim pada 26 Oktober 2015. Sesuai rencana, jumlah dividen per saham akan ditetapkan setelah memperhitungkan saham treasury pada 7 April 2016.
Sampoerna Agro (SGRO) membukukan penurunan laba bersih pada 2015 sebesar 27% menjadi  Rp 248 miliar. Penjualan turun menjadi Rp 2,99 triliun pada 2015 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,24 triliun.
Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) tengah mematangkan rencana pelepasan saham dua anak usahanya, yaitu Golden Plantation (GOLL) dan Dunia Pangan tahun ini. Sejumlah investor strategis asal China, Malaysia dan Singapura tengah berdiskusi dengan perseroan untuk membeli saham GOLL. GOLL menjadi prioritas anak usaha yang dilepas karena perseroan ingin mengurangi beban utang. Seluruh dana hasil penjualan akan digunakan untuk membiayai ekspansi.
Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) menjajaki penerbitan obligasi senilai Rp 1-1,3 triliun paling lambat Juni 2016. Hasil penerbitan akan digunakan untuk pelunasan kembali utang pada divisi bisnis beras dan produk makanan lainnya.
Kino Indonesia (KINO) mengalami kenaikan laba bersih sebesar 153% YoY pada 2015 menjadi Rp 263 miliar. Penjualan naik menjadi Rp 3,6 triliun pada 2015 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,33 triliun.
Provident Agro (PALM) membukukan rugi tahun 2015 sebesar Rp 55,24 miliar dibandingkan laba tahun 2014 sebesar Rp 168 miliar di tahun 2014. Pendapatan turun menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 1,05 triliun.
First Media (KBLV) memperoleh fasilitas kredit langsung (On Liquidation Basis) dari Bank CIMB Niaga (BNGA) sebesar Rp 100 miliar berdurasi 4 bulan dengan tingkat bunga sebesar 9,25% yang akan diterima oleh perseroan secara bertahap. Tahap pertama akan diterima sebanyak Rp 80 miliar, dan tahap berikutnya sebanyak Rp 20 miliar. Perseroan memberikan jaminan berupa piutang atas hak tagih milik perseroan senilai Rp 125 miliar. Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan kegiatan usaha perseroan.
Astra Otoparts (AUTO) memberikan pinjaman ke perusahaan terafiliasi yakni PT Astra Nippon Gasket Indonesia (ANGI) pada 24 Maret 2016 dalam bentuk AOP shareholder loan senilai Rp 22.500.000.000. Pinjaman ini diberikan guna memenuhi kebutuhan modal kerja dan belanja modal ANGI dalam rangka meningkatkan kapasaitas produksi ANGI. ANGI adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri memproduksi gasket yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan produksi kendaraan bermotor.
MNC Investama (BHIT) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 10% saham baru maksimal 3.890.210.660 saham dengan harga nominal Rp 100 per saham. Jumlah tersebut sudah termasuk program kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan (MESOP) sebanyak-banyaknya 583.531.599 atau 1,5% dari total saham. Perseroan akan melaksanakan RUPS Luar Biasa pada 4 Mei 2016 untuk meminta persetujuan pemegang saham. Dana hasil penambahan modal ini akan digunakan untuk investasi dan modal kerja perseroan dan entitas anak.
Holcim Indonesia (SMCB) pada 23 Maret 2016 telah menandatangani suatu perjanjian hutang dengan Lafarge Cement Indonesia (LCI). Perseroan memberikan pinjaman senilai Rp 200 miliar kepada LCI dengan suku bunga yang ditetapkan oleh perseroan lebih rendah dari suku bunga di pasar. Fasilitas pinjaman tersebut harus dilunasi perseroan pada 22 Maret 2017. LCI merupakan anak perusahaan terkendali perseroan. Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan operasional LCI.
MNC Land (KPIG) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya diraih dari hasil PMTHEMTD ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan yang diharapkan meningkatkan rasa aman bagi SDM yang bekerja di perseroan. Perseroan akan melaksanakan RUPSLB pada 4 Mei 2016 untuk memperoleh persetujuan pemegang saham.
Asia Pasific Fiber (POLY) membukukan rugi bersih tahun 2015 menjadi USD 17,78 juta dibandingkan sebelumnya rugi bersih USD 79,80 juta. Pendapatan turun menjadi USD 390,05 juta dari sebelumnya USD 497,98 juta.
Bank Ina Perdana (BINA) membukukan kenaikan laba tahun berjalan sebesar 6,85% menjadi Rp 16,877 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 15,79 miliar. Pendapatan bunga naik menjadi Rp 225,04 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 182,44 miliar. Total pendapatan operasional lainnya turun menjadi Rp 3,89 miliar dari sebelumnya Rp 5,64 miliar.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured