Prediksi IHSG;
Kinerja
ekonomi AS pada kuartal keempat relatif lebih baik dibandingkan dengan
pertumbuhan periode sebeiumnya. Membaiknya perekonomian AS, dapat
menjadi
clue bagi keputusan the Fed berkenaan dengan suku bunga dalam pertemuan
berikutnya. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2015 sebesar 1,4%
dibandingkan dengan pertumbuhan periode sebelumnya sebesar 1,0%.
Sedangkan dari dalam negeri, laporan laba emiten dalam pekan
ini akan menjadi perhatian pelaku pasar. Mengingat pekan ini merupakan
batas akhir bagi emiten untuk menyampaikan laporan keuangan tahun 2015.
Sentimen ini diperkirakan dapat menjadi katalis positi bagi IHSG untuk
melaju ke zona positif dalam pekan ini
Perspektif tenikal
Koreksi
yang terjadi bagi IHSG dalam pekan lalu secara teknis memperlihatkan
sinyal negatif. Namun, potensi up reversal bagi IHSG bisa terjadi
apabila indeks tidak tembus MA20 yang
merupakan tahanan solid. Sinyal candle pun cenderung memperlihatkan
peluang positif bagi IHSG, setelah mengalami tekanan pada pekan lalu.
Support Level : 4813/4799/4781
Resistance Level : 4845/4864/4878
Major Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
GGRM: Trading Buy
Close 60625,
TP 61200
Boleh buy di level 60575-60625
Resistance di 61200
& support di 60300
Waspadai jika tembus di 60300
Batasi resiko di 60200
BJBR : Trading Buy
Close 970,
TP 1000
Boleh buy di level
960-970
Resistance di 1000
& support di 950
Waspadai jika tembus di 950
Batasi resiko di 940
LPKR : Trading Buy
Close 1175,
TP 1205
Boleh buy di level
1165-1175
Resistance di 1205
& support di 1155
Waspadai jika tembus di 1155
Batasi resiko di 1150
LPCK: Trading Buy
Close 7175,
TP 7325
Boleh buy di level 7100-7175
Resistance di 7325
& support di 6950
Waspadai jika tembus di 6950
Batasi resiko di 6900
BISI: Trading Buy
Close 1795,
TP 1820
Boleh buy di level 1785-1795
Resistance di 1820
& support di 1765
Waspadai jika tembus di 1765
Batasi resiko di 1755
SRIL: Trading Buy
Close 312,
TP 325
Boleh buy di level 309-312
Resistance di 325
& support di 300
Waspadai jika tembus di 300
Batasi resiko di 297
Ket. TP
: Target Price
MEDC, GJTL, UNVR, KLBF, JSMR, BBRI.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 24-Mar-16
Crude Oil-(barel)
US$39.12 (-0.67)
Gold-(troy
oz) US$1,216.73 (-3.38)
Nickel-(ton)
US$8,695.00 (-95.00)
Tin-(ton)
US$17,340.00 (235.00)
Coal
(Newc)/ton US$52.20 (-10.20)
CPO
Mal/ton* MYR2,614.00 (-9.00)
Foreign Exchange
*running
Agenda Pekan ini -
28 Maret – 1 April 2016
RUPSLB
RIMO –
RUPSLB – 28-Mar-16
BIMA
– RUPSLB – 28-Mar-16
ITMG
– RUPST –
28-Mar-16
MERK
– RUPST –
29-Mar-16
BNLI
– RUPST/LB –
29-Mar-16
MFMI
– RUPST –
30-Mar-16
LPLI
– RUPST –
30-Mar-16
LPPS
– RUPST –
30-Mar-16
KARW
– RUPSLB –
30-Mar-16
ABDA
– RUPST –
30-Mar-16
JSMR
– RUPST –
30-Mar-16
FMII
– RUPSLB –
31-Mar-16
NIKL
– RUPST –
31-Mar-16
CSAP
– RUPST/LB –
31-Mar-16
ANTM
– RUPST –
31-Mar-16
MTFN
– RUPSLB –
01-Apr-16
INCO
– RUPST –
01-Apr-16
AKKU
– RUPSLB –
01-Apr-16
Dividen
GMTD, Cash Dividend
45.00, Cum 28 Mar-16, ex 29 Mar-16
BMRI Cash Dividend
261.45, Cum 29 Mar-16, ex 30 Mar-16
SDPC Cash Dividend
3.00, Cum 30 Mar-16, ex 31 Mar-16
BBRI Cash Dividend
311.66, Cum 31 Mar-16, ex 01 Apr-16
Economic Calendar:
Senin, 28 Maret 2016:
data neraca perdagangan
AS (khusus barang) bulan Pebruari 2016
data Personal
Spending dan Personal Income di AS bulan Pebruari 2016
data Pending Home
Sales AS bulan Pebruari 2016
Selasa, 29 Maret 2016:
data Retail Sales
Jepang bulan Pebruari 2016
pidato ketua The
Fed Janet Yellen
Rabu, 30 Maret 2016:
data Non Farm
Employment Change AS versi ADP bulan Maret 2016
data Preliminary
Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Maret 2016
data persediaan
minyak mentah untuk industri di AS per 25 Maret 2016
Kamis, 31 Maret 2016:
data Retail Sales
Jerman bulan Pebruari 2016
pidato gubernur
Bank of England (BoE) Mark Carney
data jumlah pencari
kerja di Jerman bulan Maret 2016
data Gross Domestic
Product (GDP) Inggris kwartal ke 4 tahun 2015 (Final)
data Current Account
Inggris kwartal ke 4 tahun 2015
data CPI Flash
Estimate kawasan Euro bulan Maret 2016
data Jobless Claims
AS per 25 Maret 2016
Jum’at, 1 April 2016:
pidato anggota
FOMC William Dudley
indeks Manufacturing
PMI bulan Maret 2016
indeks Caixin
Manufacturing PMI China bulan Maret 2016
indeks Manufacturing
PMI Inggris bulan Maret 2016
data tingkat pengangguran
kawasan Euro bulan Pebruari 2016
data Non Farm
Payrolls AS bulan Maret 2016
data upah rata-rata
per jam di AS bulan Maret 2016
data tingkat pengangguran
di AS bulan Maret 2016
indeks ISM Manufacturing
PMI AS bulan Maret 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Sawit
Sumbermas Sarana (SSMS) menyiapkan dana capex tahun 2016 ini sekitar
US$35 juta. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk melakukan
penanaman baru CPO, serta
untuk maintenance. Perseroan akan melakukan penanaman baru sekitar
50.000 ha, total landbank 94.000 ha, yang sudah tertanam 60.000 ha,
Sementara untuk target produksi CPO tahun ini mencapai 1,3 juta hingga
1,5 juta ton.
Global
Mediacom (BMTR) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa HMETD (private
placement) yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 2 Mei
2016. Perseroan akan
mengeluarkan maksimal 283.972.278 lembar saham atau 2% dari jumlah
seluruh saham perseroan. Saham tersebut akan dialokasikan untuk program
kepemilikan saham perseroan oleh karyawan, direksi dan komisaris
(EMSOP). Dana yang diperoleh dari Penambahan Modal tanpa
HMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan yang
diharapkan akan meningkatkan rasa aman bagi SDM yang bekerja di
perseroan.
Menjelang
berakhir kuartal I/2015, rencana penerbitan saham baru (rights issue)
tanpa Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan dilakukan oleh Kimia Farma
(KAEF) belum
jelas pelaksanaannya. Sampai saat ini, DPR belum menerima usulan
pemerintah terkait rights issue tanpa PMN yang akan dilakukan KAEF.
Indosat
(ISAT) akan menurunkan porsi hutang valuta asing pada 2016 menjadi
10%-15% dari total hutang. Tahun ini, perusahaan memasang target besar
untuk mengurangi hutang
dolar AS. Hingga akhir 2015, jumlah hutang valuta asing (valas) sebesar
25% dari total htuang perusahaan. Porsi hutang valas per akhir 2015
sudah turun cukup banyak dari dua tahun sebelumnya yang sebesar 50% dari
total hutang. Untuk menurunkan hutang valas,
ISAT akan menggunakan sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi
sebesar Rp3,5 triliun dan revolving credit facility (RCF) dari beberapa
bank dalam denominasi rupiah.
PP
Properti (PPRO) menargetkan pembebasan lahan seluas 2,2 hektare di
Jakarta Selatan pada awal April 2016 untuk menambah cadangan lahan.
Perusahaan juga tengah membidik
akuisisi lahan seluas 21 hektare untuk pengembangan proyek jangka
panjang. Lokasi lahan yang akan diakuisisi persis berada di belakang
kantor pusat perusahaan di bilangan TB Simatupang. Rencana penambahan
cadangan lahan akan difokuskan di Jabodetabek, Bandung
dan Surabaya. Tahun ini, belanja modal untuk akuisisi lahan mencapai
Rp600 miliar.
PP
Properti (PPRO) gencar membuat perusahaan patungan untuk menyiasati
harga lahan yang kian mahal. PPRO telah menandatangani nota kesepahaman
untuk membentuk perusahaan
patungan dengan perusahaan asal Bandung, Jawa Barat. Perusahaan patungan
akan menggarap lahan seluas 20 hektare di Bandung Timur. Lahan akan
dikembangkan untuk pembangunan superblock bagi kalangan menengah dengan
rentang harga sekitar Rp400 juta. Sebelumnya,
PPRO juga telah membentuk perusahaan patungan dengan Kawasan Industri
Jababeka (KIJA) dan Sentul City (BKSL).
Bank
Mandiri (BBRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) meningkatkan komitmen
mereka di luar negeri dengan memperkuat layanan di Timor Leste. BBRI
menyiapkan dana hinngga
Rp50 miliar untuk pembukaan kantor cabang luar negeri di Timor Leste.
Rencana perusahaan akan membuka kantor cabang dan kantor cabang pembantu
dengan total sebanyak empat unit. Kantor cabang BBRI di Timor Leste
akan berstatus kantor cabang kelas B atau kantor
cabang yang bisa melakukan transaksi perbankan dengan beberapa jenis
mata uang selain lokal dan Rupiah. Adapun, BMRI akan memperkuat bisnis
di Timor Leste dengan mengembangkan layanan nasabah di negara tersebut.
Dalam hal ini, BMRI akan meluncurkan Mandiri
Mobile dan EDC untuk memudahkan transaksi keuangan.
Anak
usaha Adaro Energy (ADRO), Adaro Power, membidik dua proyek pembangkit
listrik yang akan dilelang PLN untuk memenuhi target 5.000 MW dalam lima
tahun. Perseroan
sedang menggarap dua proyek pembangkit listrik. Pertama, PLTU 2X1.000 MW
di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kedua, PLTU Tanjung Power Indonesia
2X100 MW di Kalimantan Selatan. Dua proyek diestimasi menyerap investasi
USD 4,5 miliar. ADRO akan berpartisipasi
dalam tender PLN seperti pembangkit listrik Jawa I berbahan bakar gas
berkapasitas 2X800 MW. Selain PLTGU Jawa I, Adaro Power juga membidik
proyek PLTU Sumsel 9 dan Sumsel 10 dengan kapasitas 3X600 MW.
Puradelta
Lestari (DMAS) menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,3 triliun hingga
akhir 2016. Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan belanja
modal sebesar
Rp 1,1 triliun.
Total
Bangun Persada (TOTL) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 15,8% YoY
menjadi Rp 191,39 miliar pada 2015. Pendapatan usaha naik menjadi Rp
2,26 triliun dari
tahun sebelumnya sebesar Rp 2,1 triliun.
Sri
Rejeki Isman (SRIL) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 10,3% YoY
menjadi USD 55,66 juta pada 2015. Penjualan naik dari USD 554,62 juta
pada 2014 menjadi USD
621,99 juta pada 2015. Perseroan membukukan penurunan beban pajak
menjadi USD 8,92 juta dari tahun sebelumnya USD 15,48 juta.
Bank
Mandiri (BMRI) akan menurunkan suku bunga kredit 25-50bps yang
disesuaikan dengan sektor bisnis. Penurunan tersebut selain
menyelaraskan dengan turunnya suku bunga
acuan, juga untuk mendorong perekonomian Indonesia. Melalui suku bunga
rendah, diharapkan mampu meningkatkan fungsi intermediasi perseroan.
Kinerja BMRI tidak akan terpengaruh oleh penerapan suku bunga rendah ini
karena perseroan juga mendorong peningkatan
sumber dana murah.
Bank
Woori Saudara Indonesia 1906 (SDRA) akan membagikan dividen tunai
sebesar Rp 40,58 miliar atau Rp 8 per saham atau 15,3% dari laba bersih
tahun buku 2015. Cum
dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah 31 Maret 2016 dan pasar
tunai 5 April 2016. Tanggal pembayaran dividen tunai adalah 27 April
2016.
Bank
MNC Internasional (BABP) membukukan laba bersih sebesar Rp 8,17 miliar
pada 2015 dari rugi sebesar Rp 54,55 miliar tahun lalu. Pendapatan bunga
naik menjadi Rp
950,52 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 760,69 miliar.
Anabatic
Technologies (ATIC), melalui anak usahanya Emporia Digital, bekerja
sama dengan perusahaan e-commerce terbesar di dunia, Alibaba, untuk
mengembangkan usahanya
di bidang e-commerce. Perseroan akan membantu usaha kecil menengah (UKM)
Indonesia dalam mengembangkan usahanya di dalam negeri maupun ke luar
negeri. Saat ini, penetrasi pasar e-commerce di Indonesia masih di bawah
10% dari total potensi yang ada. Keuntungan
perseroan dari kerja sama dengan Alibaba selain sebagai chanel partner,
adalah melalui pembangunan platform dan digital marketingnya.
Lippo
Karawaci (LPKR) akan membagikan dividen tahun buku 2015 sebesar Rp80
miliar atau Rp3,51 per saham. Hal ini setara dengan imbal hasil sebesar
0,34% terhadap harga
per lembar saham Rp1.035 pada 30 Desember 2015. Pendapatan LPKR tahun
2015 mencapai Rp8,9 triliun atau relatif menurun dibandingkan tahun
sebelumnya. Perseroan membukukan EBITDA dan laba bersih sebesar Rp2,2
triliun dan Rp535 miliar. Kerugian selisih kurs yang
belum terealisasi sebesar Rp155 miliar serta tertundanya penjualan aset
ke REITS merupakan kontributor utama penurunan laba bersih di tahun
2015.
Dua
anak perusahaan MNC Group akan melakukan Penambahan Modal Tanpa HMETD
(private placement) yakni MNC Kapital (BCAP) dan Media Nusantara Citra
(MNCN). BCAP akan mengeluarkan
saham baru sebanyak-banyaknya 20.247.000 saham atau 0,43% dari seluruh
saham BCAP dengan nominal Rp100. Perseroan akan menggelar RUPSLB pada 3
Mei untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham. Sedangkan MNCN akan
mengeluarkan saham baru sebanyak-banyaknya 285.521.770
saham perseroan atau sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah seluruh saham
yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.
MNC
Sky Vision (MSKY) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa HMETD
(private placement) sebanyak-banyaknya 706.388.600 saham atau
sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah
seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor perseroan. Saham-saham
yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut adalah saham atas nama
dengan nilai nominal yang sama dengan nilai nominal saham-saham
Perseroan yang telah dikeluarkan. Dana yang diperoleh
akan digunakan Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan
keuangan Perseroan dimana diharapkan Perseroan dapat memperoleh
pertumbuhan basis pelanggan yang berkelanjutan dengan melakukan
pengembangan konten dan peningkatan kapasitas penambahan kanal
seiring dengan kemajuan teknologi.
Midi
Utama Indonesia (MIDI) membukukan penurunan laba bersih sebesar 3,7%
per Desember 2015 menjadi Rp140,51 miliar atau Rp48,75 per saham
dibandingkan laba bersih
periode sama tahun sebelumnya yang Rp145,94 miliar atau Rp50,63 per
saham. Meski pendapatan perseroan meningkat menjadi Rp7,17 triliun dari
tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,94 triliun, namun beban pokok juga
naik jadi Rp5,38 triliun dari tahun sebelumnya Rp4,52
triliun. Laba bruto meningkat menjadi Rp1,78 triliun dari laba bruto
tahun sebelumnya yang Rp1,42 triliun. Laba usaha meningkat menjadi
Rp325,93 miliar dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya yang Rp283,03
miliar. Naiknya biaya keuangan menjadi Rp139,52 miliar
dari biaya keuangan sebelumnya Rp95,96 miliar membuat laba sebelum pajak
turun menjadi Rp182,56 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya
Rp184,87 miliar.
Perusahaan
Gas Negara (PGAS) menargetkan fasilitas Unit Regasifikasi dan
Penampungan Terapung atau "Floating Storage and Regasification Unit"
(FSRU) Lampung dapat menyalurkan
delapan kargo gas alam cair (LNG) pada 2016. Mulai awal April hingga
akhir 2016, FSRU Lampung yang dikelola anak usaha PT. PGN LNG Indonesia
akan menerima LNG dari Kilang Tangguh, Papua. Dari awal April hingga
akhir tahun, FSRU Lampung akan menerima dan menyalurkan
delapan kargo atau setara 1,1 juta meter kubik LNG.
Multi
Bintang Indonesia (MLBI) membukukan penurunan laba sebesar 37,49% per
Desember 2015 menjadi Rp496,71 miliar dibandingkan laba periode
sebelumnya yang sebesar
Rp794,71 miliar. Penjualan bersih menjadi Rp2,69 triliun turun
dibandingkan penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp2,98 triliun.
Beban pokok penjualan turun jadi Rp1,3 triliun dari beban pokok tahun
sebelumnya yang Rp1,18 triliun dan laba kotor turun jadi
Rp1,56 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp1,80 triliun.
Laba sebelum pajak turun makin dalam menjadi Rp675,57 miliar dari laba
sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp1,07 triliun salah satunya karena
naiknya rugi lain-lain bersih menjadi Rp220,75
miliar dari Rp3,62 miliar tahun sebelumnya.
Multi
Bintang Indonesia (MLBI) mengaku masih menunda rencana investasi
perluasan pabrik bir meski perseroan telah menyiapkan dana sekitar Rp
635 miliar. Penundaan tersebut
dikarenakan menunggu kepastian dari kebijakan yang dibuat oleh Menteri
Perdagangan. Kebijakan itu terkait pelarangan penjualan minuman
beralkohol golongan A untuk minimarket dan pengecer lainnya.
XL
Axiata (EXCL) meluncurkan produk berlabel INFINET, yakni sebuah layanan
mobile broadband 4G LTE untuk solusi bisnis bagi Usaha Kecil dan
Menengah (UKM). Ini dilakukan
selaras dengan upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan bisnis. Ini
juga upaya kami dalam mengembangkan inovasi layanan dalam menyediakan
berbagai solusi yang mendukung tumbuh kembangnya UKM. Layanan tersebut
merupakan sebuah bentuk dukungan kepada UKM
melalui ketersediaan akses internet berkecepatan tinggi 4G LTE dengan
kuota besar.
RUPSLB
Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) menyetujui pergantian salah satu
Komisaris Perseroan. Pa Ridha diganti oleh Pa Jaka. Mundurnya Pa Ridha
karena hal pribadi.
Pelayanan
Bina Buana Raya (BBRM) bukukan penurunan pendapatan 2015 sebesar 27,60%
YoY menjadi US$24,57 juta dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya
US$33,95 juta.
Beban langsung naik jadi US$29 juta dibandingkan beban langsung tahun
sebelumnya yang US$27,11 juta dan rugi kotor diderita US$4,43 juta dari
laba kotor tahun sebelumnya yang US$6,83 juta. Rugi usaha naik tajam
menjadi US$24,19 juta dari tahun sebelumnya US$4,01
juta. Salah satunya karena kenaikan beban lainnya menjadi US$17,63 juta
dari US$473,78 ribu. Rugi sebelum pajak tercatat US$27,34 juta dari
tahun sebelumnya laba sebesar US$665,17 ribu. Sedangkan rugi tahun
berjalan dicatat US$27,65 juta dari laba tahun sebelumnya
yang US$39,81 ribu.
Panca
Global Securities (PEGE) bukukan kenaikan laba bersih sebesar 6% per
Desember 2015 menjadi Rp23,13 miliar dibandingkan laba bersih periode
sama tahun sebelumnya
yang Rp21,80 miliar. Pendapatan usaha juga naik tipis mnejadi Rp24,17
miliar dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp23,24 miliar dan
laba kotor tercatat Rp25,77 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang
Rp24,05 miliar. Laba sebelum pajak tercatat
sama yakni Rp25,77 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang
Rp24,05 miliar.
Mitra
Pinasthika Mustika (MPMX) bukukan penurunan laba bersih sebesar 41,51%
per Desember 2015 menjadi Rp284,94 miliar dibandingkan laba bersih
periode sama tahun sebelumnya
yang Rp487,18 miliar. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan,
pendapatan neto naik tipis jadi Rp16,64 triliun dari pendapatan neto
tahun sebelumnya yang Rp16,07 triliun dan beban pokok naik jadi Rp14,34
triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp13,76
triliun. Laba kotor naik jadi Rp2,29 triliun dari laba kotor tahun
sebelumnya yang Rp2,31 triliun. Namun beban usaha naik jadi Rp1,76
triliun dari beban usaha tahun sebelumnya Rp1,50 triliun membuat laba
usaha turun jadi Rp712,71 miliar dari laba usaha tahun
sebelumnya yang Rp867,94 miliar. Laba sebelum pajak juga turun menjadi
Rp501,41 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp698,95
miliar.
Bentoel
International Investama (RMBA) bukukan penurunan rugi bersih per
Desember 2015 menjadi Rp1,63 triliun dibandingkan rugi bersih periode
sama tahun sebelumnya
yang Rp2,25 triliun karena manfaat pajak yang diraih Rp300,01 miliar
dari beban pajak tahun sebelumnya Rp563,45 miliar. Pendapatan bersih
naik jadi Rp16,81 triliun dibandingkan pendapatan bersih tahun
sebelumnya yang Rp14,48 triliun. Beban pokok naik jadi Rp15,09
triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp12,86 triliun dan laba
bruto meningkat jadi Rp1,71 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya
yang Rp1,62 triliun. Beban usaha relatif stabil menjadi Rp2,57 triliun
dibandingkan tahun sebelumnya dan rugi usaha
tercatat turun jadi Rp856,98 miliar dibandingkan rugi usaha tahun
sebelumnya yang Rp944,45 miliar. Kenaikan beban keuangan jadi Rp1,08
triliun dari beban keuangan tahun sebelumnya yang Rp745,21 miliar
membuat rugi sebelum pajak naik jadi Rp1,94 triliun dibandingkan
rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp1,68 triliun.











0 comments:
Posting Komentar