Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 24 Maret 2016

View Market IHSG 24Maret16

Prediksi IHSG;
BI perkirakan bahwa defisit neraca transaksi berjalan pada tahun ini meningkat jadi 2,6% dari produk domestik bruto. Menurut BI, kondisi tersebut belum membahayakan kondisi perekonomian nasional. Meski, sejauh ini BI sudah menyikapi sejumlah kebijakan fiskal dengan menerbitkan beberapa monetary policy. BI berharap otoritas fiskal dan moneter bisa menciptakan perimbangan kebijakan dalam merespons perlambatan dunia. Dengan perimbangan kebijakan moneter dan fiskal dalam merespons ketidakpastian global itu diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang berkesinambungan. Di sisi lain BI, tetap akan mengendalikan inflasi untuk menjaga iklim usaha agar tetap kompetitif. Namun, pasar global yang kembali tertekan pada Selasa dan pasar Asia diawal pembukaan hari ini berada di zona negatif ditambah minimnya isentif pasar dalam negeri, IHSG masih rentan terkoreksi.
Perspektif tenikal
Support Level : 4833/4812/4801
Resistance Level : 4865/4875/4897
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
GGRM: Trading Buy
 Close 61150, TP 61950
 Boleh buy di level 61000-61150
 Resistance di 61950 & support di 59550
 Waspadai jika tembus di 59550
 Batasi resiko di 59450
PTPP: Trading Buy
 Close 3935, TP 4030
 Boleh buy di level  3925-3935
 Resistance di 3960 & support di 3890
 Waspadai jika tembus di 3890
 Batasi resiko di 3880
PWON : Trading Buy
 Close 520, TP 535
 Boleh buy di level  510-520
 Resistance di 535 & support di 505
 Waspadai jika tembus di 505
 Batasi resiko di 500
MDLN:  Trading Buy
 Close 414, TP 430
 Boleh buy di level  410-414
 Resistance di 430 & support di 400
 Waspadai jika tembus di 400
 Batasi resiko di 398
DILD:  Trading Buy
 Close 540, TP 565
 Boleh buy di level  530-540
 Resistance di 565 & support di 520
 Waspadai jika tembus di 520
 Batasi resiko di 510
SRIL:  Trading Buy
 Close 298, TP 310
 Boleh buy di level  295-298
 Resistance di 310 & support di 290
 Waspadai jika tembus di 290
 Batasi resiko di 288
Ket.  TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
SMMT, MEDC, BBTN, ADHI, AKRA, BHIT.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 23-Mar-16
 Crude Oil-(barel) US$41.18  (-0.27)
 Gold-(troy oz) US$1,233.65  (-14.65)
 Nickel-(ton) US$8,790.00  (20.00)
 Tin-(ton) US$17,105.00  (205.00)
 Coal (Newc)/ton US$51.75  (-10.65)
 CPO Mal/ton* MYR2,623.00 (11.00)
                                                                                                                                                                           
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,182.50 (-1.50)
*running 
Agenda hari ini  - Kamis, 24 Maret 2016
RUPSLB
• AISA-RUPSLB
• LPKR-RUPST
• BBTN-RUPST
Economic Calendar:
• European Central Bank (ECB) economic bulletin
• Pidato anggota FOMC James Bullard
• Data Durable Goods Orders AS bulan Pebruari 2016
• Data Jobless Claims AS per 18 Maret 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) membukukan kerugian sebesar US$8,30 juta per Desember 2015 dibandingkan laba pada tahun 2014 sebesar US$16,30 juta. Pendapatan turun menjjadi US$565,61 juta dari tahun sebelumnya yang sebesar US$607,42 juta. Kerugian juga diakibatkan oleh kenaikan beban lain-lain jadi US$50,51 juta dibandingkan beban lain-lain tahun sebelumnya yang US$17,19 juta.
Indosat (ISAT) masih membukukan kerugian hingga Desember 2015 sebesar Rp1,31 triliun dibandingkan kerugian di periode sama tahun sebelumnya yang Rp2 triliun. Sementara itu, pendapatan naik menjadi Rp26.76 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp24,08 triliun. Namun, perseroan mencatatkan kenaikan beban lain-lain menjadi Rp4,14 triliun dari beban lain-lain tahun sebelumnya sebesar Rp2,61 triliun.
Wintermars Offshore (WINS) mencatatkan kerugian sebesar US$5,69 juta per Desember 2015 dibandingkan dengan laba pada tahun sebelumnya sebesar US$21,71 juta. Pendapatan usaha turun tajam menjadi US$99,91 juta dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang US$176,91 juta.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI), membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar 30% dari total laba bersih perseroan di tahun 2015 yang mencapai Rp25,2 triliun. Besaran dividen yang dibagikan mencapai Rp7,61 triliun atau setara Rp311,66 per saham. Pembagian dividen akan mengikuti aturan yang ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selambat-lambatnya 30 hari setelah RUPS digelar.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR), membagikan dividen kepada para pemegang saham tercatat sebesar 60% dari total laba bersih tahun 2015 yang senilai Rp1,38 triliun. Dividen yang akan dibagikan perseroan kepada pemegang saham sekitar Rp828 miliar atau setara Rp84,8 per saham.
Express Transindo Utama (TAXI) berencana memasuki bisnis periklanan tahun ini. TAXI akan memajang sekitar seratus videotron di armada taksi miliki perusahaan pada Kuartal IV 2016. Ekspansi ke bisnis non inti ini diharapkan bisa mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan yang hingga saat ini didominasi dari taksi regular. Videotron yang akan dipasang berukuran 50 cm x 90 cm. Investasi untuk satu videotron diperkirakan mencapai Rp60 juta. Oleh karena itu, pengadaan untuk seratur videotron diperkirakan mencapai Rp6 miliar.
Siloam Hospitals International (SILO) optimistis dapat mengoperasikan tujuh hingga delapan rumah sakit baru pada tahun ini guna menaikkan laba bersih agar meningkat 50%. Tahun ini, pendapatan perusahaan ditargetkan naik 25% dari Rp4,14 triliun menjadi Rp5,17 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh beroperasinya tujuh hingga delapan rumah sakit baru sehingga total rumah sakit SILO mencapai 28 unit.
Siloam Hospitals International (SILO) merencanakan bisnis yang ekspansif. Melalui estimasi modal (capital expenditure) sebesar US$100 juta-US$110 juta, SILO berencana mengoperasikan tujuh hingga delapan rumah sakit baru yang berlokasi di Bogor, Bangka Belitung, Jember, Lubuh Lingau, Yogyakarta, Labuan Bajo, Baubau dan Sorong. Seluruh rumah sakit baru SILO berdiri di atas aset tanah dan bangunan milik induk usaha, Lippo Karawaci (LPKR). Dari capex sebesar US$100 juta-US$110 juta, sekitar US$60 juta-70 juta berasal dari kas internal perusahaan. Adapun sisanya akan dipinjamkan oleh induk usaha SILO.
Fitch Ratings Indonesia, menilai tiga perusahaan yang peringkatnya diturunkan adalah Sinar Mas Agro Resources (SMAR), PT Ivo Mas Tunggal dan PT Sawit Mas Sejahtera. Pada saat bersamaan, Fitch juga menegaskan peringkat obligasi jangka panjang SMAR senilai Rp1 triliun yang jatuh tempo pada 2017 dan 2019 pada level AA(idn). Peringkat nasional AA mencerminkan ekspektasi akan risiko gagal bayar yang relative rendah terhadap perusahaan atau obligasi yang diterbitkan di negara yang sama. Fitch menurunkan peringkat ketiga perusahaan itu karena terjadi peningkatan leverage Golden Agri Resources disebabkan tekanan harga komoditas hingga 2017. Rendahnya harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan hilirisasi yang dilakukan perusahaan itu membuat tekanan pada arus kas dan leverage keuangan Golden Agri.
           
Asahimas Flat Glass (AMFG) optimistis kondisi ekonomi tahun ini yang diproyeksikan lebih baik dari tahun lalu dapat mendorong utilisasi kapasitas produksi sehingga dapat mendongkrak kinerja. Tingkat utilisasi kapasitas produksi kaca lembaran tahun lalu baru sekitar 90%, sedangkan utilisasi kapasitas produksi kaca otomotif pada 2015 baru mencapai kisaran 80%. Saat ini, AMFG mengoperasikan tiga pabrik.
Asahimas Flat Glass (AMFG) menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% sama dengan kisaran proyeksi pertumbuhan ekonomi. Sebagai upaya untuk menaikkan kinerja dari segi produk, AMFG akan menambah varian dengan menghadirkan warna dan ukuran baru. Saat ini, produk-produk yang menopang kinerja adalah kaca yang mempunyai nilai tambah seperti coated glass, mirror dan kaca otomotif. Selain itu, AMFG akan meningkatkan kontribusi ekspor. Tahun lalu, ekspor berkontribusi sekitar 42% terhadap pendapatan dan sisanya didominasi penjualan domestik.
PT Ciputra Residence, anak usaha Ciputra Development (CTRA) mendapat pinjaman dari International Finance Corporation sebesar US$30 juta atau sekitar Rp391 miliar untuk pembangunan perumahan di Indonesia. Keseluruhan dana tersebut akan digunakan untuk membangun perumahan hijau murah kelas menegah.
Bank Woori Saudara (SDRA) berencana membagi dividen sebesar Rp 8/lembar saham. Adapun total besaran dividen Rp 40,5 miliar. Besaran dividen itu setara 15,3 persen dari total laba bersih SDRA Tahun buku 2015 sebesar Rp 265,23 miliar. Besaran dividen pay out tersebut lebih kecil ketimbang tahun buku 2014 yang sebesar 20 persen dari laba bersih tahun 2014 Rp 138,07 miliar. Madyantoro menjelaskan sisa laba tahun ini sebesar lima persen di peruntukan untuk cadangan dan 80 persen diperuntukan sebagai laba ditahan. Dalam RUPST pagi ini juga memutuskan perombakan jajaran manajemen, dimana posisi Presiden Direktur di isi oleh Park Tae Dong, mantan kepala Kawasan Asia Woori Bank itu mengantikan Madyantoro Purbo. Sementara Madyantoro menduduki posisi Wakil Presiden Direktur.
Bank Mandiri (BMRI) memperkuat ekspansi bisnis perseroan dengan mengembangkan layanan nasabah di Timor Leste. Masyarakat Timor Leste, kini dapat menggunakan layanan Mandiri Mobil dan EDC untuk memudahkan transaksi keuangan, saat melakukan setoran, tarik uang tunai maupun membayar di toko atau merchant. Mandiri Mobil adalah mobil yang berisi sarana untuk mendapatkan layanan perbankan, termasuk ATM, dan dapat ditemui di mana saja tanpa harus pergi ke cabang. Sedangkan Mandiri EDC (Electronic Data Capture) adalah mesin gesek yang dapat menerima transaksi kartu pada merchant atau outlet. Pengembangan layanan tersebut merupakan komitmen kuat Bank Mandiri dalam berekspansi di Timur Leste, untuk mengoptimalkan dukungan terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan Timor Leste.
Penjualan Indo Acidatama (SRSN) per Desember 2015 naik 12,42 persen menjadi Rp531,57 miliar dibandingkan penjualan periode sama tahun sebelumnya yang Rp472,83 miliar. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan beban pokok meningkat jadi Rp417,14 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp376,49 miliar dan laba kotor naik jadi Rp114,43 miliar dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya yang Rp96,34 miliar. Namun naiknya beban usaha menjadi Rp80,47 miliar dari Rp58,99 miliar menjadi salah satu penyebab turunnya laba usaha menjadi Rp35,52 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp40,01 miliar. Laba sebelum pajak tambah turun menjadi Rp20,71 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp30,05 miliar usai beban keuangan naik menjadi Rp14,80 miliar dari Rp9,96 miliar.
Bank Tabungan Negara (BBTN) telah melakukan pembayaran melalui sistem C-BEST atas bunga ke-38 Obligasi XII BTN Tahun 2006. Jumlah bunga gross sebesar Rp31.875.000.000 yang terdiri dari bunga netto Rp31.306.367.708,33 dan pajak bunga obligasi Rp568.632.291,67. Seperti diketahui nilai pokok obligasi sebesar Rp1.000.000.000.000 dengan tingkat bunga 12,75 persen per tahun dimana 69 pihak yang berhak atas pembagian bunga ini.
Bali Towerindo  (BALI) meraih kenaikan laba bersih sebesar 35,65 persen per Desember 2015 menjadi Rp120,79 miliar per Desember 2015 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp89,05 miliar. Pendapatan usaha naik jadi Rp170,48 miliar dibandingkan dengan pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp136,52 miliar. Beban pokok pendapatan menjadi Rp46,88 miliar dibandingkan beban pokok tahun sebelumnya yang Rp35,15 miliar. Laba bruto meningkat jadi Rp123,59 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp101,37 miliar. Laba usaha naik jadi Rp86,67 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp77,66 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak naik jadi Rp164,16 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp122,54 miliar.
Tower Bersama Infrastructure  (TBIG) meraih kenaikan laba bersih sebesar 104 persen hingga periode Desember 2015 menjadi Rp1,42 triliun dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp700,74 miliar karena manfaat pajak yang tercatat Rp355,83 miliar dari beban pajak tahun sebelumnya Rp688,99 miliar. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan pendapatan naik jadi Rp3,42 triliun dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang Rp3,30 triliun dimana beban pokok turun jadi Rp408,91 miliar dari Rp509,82 miliar. Laba kotor naik menjadi Rp2,97 triliun dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya yang Rp2,79 triliun. Sedangkan laba usaha naik jadi Rp2,66 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp2,50 triliun. Beban lain-lain bersih naik jadi Rp1,57 triliun dibandingkan beban lain-lain bersih tahun sebelumnya yang Rp1,07 triliun dan laba sebelum pajak turun jadi Rp1,08 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp1,43 triliun.
Asuransi Bina Dana Arta  (ABDA) meraih pertumbuhan laba bersih 55,89 persen di sepanjang tahun 2015 menjadi Rp268,56 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp172,27 miliar. Pendapatan perseroan tercatat tumbuh 16,75 persen menjadi Rp1,37 triliun dari pendapatan tahun Rp1,18 triliun terutama karena naiknya hasil investasi. Peningkatan hasil investasi ini terutama diperoleh dari keuntungan penjualan saham  Maskapai Reasuransi Indonesia  dan  Buana Finance  masing-masing sebesar Rp. 108,97 miliar dan Rp. 25,64 miliar. Sedangkan total beban naik 10,84 persen menjadi Rp1,09 triliun dari total beban tahun sebelumnya yang Rp992,35 miliar membuat laba sebelum pajak tumbuh 47,82 persen menjadi Rp2778,97 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp188,73 miliar.
Bank Yudha Bhakti (BBYB) akan melakukan right issue atau Penawaran Umum Terbatas I sebanyak-banyaknya 2.500.000.000 lembar saham dengan harga nominal Rp100 per lembar. Dalam prospektus perseroan yang diperoleh Rabu disebutkan bahwa harga pelaksanaan Rp115-150 per lembar sehingga dana yang bisa diraih mencapai Rp287.500.000.000 sampai Rp375.000.000.000. Setiap pemegang lima saham yang namanya tercatat pada 13 Mei 2016 mempunyai empat HMETD dimana satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru perseroan. Selain itu juga dalam PUT I ini akan diterbikan sebanyak-banyaknya 880.000.000 waran seri I yang merupakan 35 persen dari jumlah modal dengan harga pelaksanaan antara Rp115-Rp150 dengan nilai yang bisa diraih Rp101.200.000.000 hingga Rp132.000.000.000. Gozco Capital selaku pemegang saham utama perseroan telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan hak yang dimilikinya untuk membeli saham baru yang diterbitkan dalam rangka PUT I. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi 10-12 Mei 2016 dan di pasar tunai 13-16 Mei 2016 dengan periode perdagangan 17-23 Mei 2016.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured