Prediksi IHSG;
BI
perkirakan bahwa defisit neraca transaksi berjalan pada tahun ini
meningkat jadi 2,6% dari produk domestik bruto. Menurut BI, kondisi
tersebut belum membahayakan kondisi
perekonomian nasional. Meski, sejauh ini BI sudah menyikapi sejumlah
kebijakan fiskal dengan menerbitkan beberapa monetary policy. BI
berharap otoritas fiskal dan moneter bisa menciptakan perimbangan
kebijakan dalam merespons perlambatan dunia. Dengan perimbangan
kebijakan moneter dan fiskal dalam merespons ketidakpastian global itu
diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang
berkesinambungan. Di sisi lain BI, tetap akan mengendalikan inflasi
untuk menjaga iklim usaha agar tetap kompetitif. Namun,
pasar global yang kembali tertekan pada Selasa dan pasar Asia diawal
pembukaan hari ini berada di zona negatif ditambah minimnya isentif
pasar dalam negeri, IHSG masih rentan terkoreksi.
Perspektif tenikal
Support Level : 4833/4812/4801
Resistance Level : 4865/4875/4897
Major Trend : Down
Pattern : Down
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
GGRM: Trading Buy
Close 61150,
TP 61950
Boleh buy di level 61000-61150
Resistance di 61950
& support di 59550
Waspadai jika tembus di 59550
Batasi resiko di 59450
PTPP: Trading Buy
Close 3935,
TP 4030
Boleh buy di level
3925-3935
Resistance di 3960
& support di 3890
Waspadai jika tembus di 3890
Batasi resiko di 3880
PWON : Trading Buy
Close 520,
TP 535
Boleh buy di level
510-520
Resistance di 535
& support di 505
Waspadai jika tembus di 505
Batasi resiko di 500
MDLN: Trading Buy
Close 414,
TP 430
Boleh buy di level 410-414
Resistance di 430
& support di 400
Waspadai jika tembus di 400
Batasi resiko di 398
DILD: Trading Buy
Close 540,
TP 565
Boleh buy di level 530-540
Resistance di 565
& support di 520
Waspadai jika tembus di 520
Batasi resiko di 510
SRIL: Trading Buy
Close 298,
TP 310
Boleh buy di level 295-298
Resistance di 310
& support di 290
Waspadai jika tembus di 290
Batasi resiko di 288
Ket. TP
: Target Price
SMMT, MEDC, BBTN, ADHI, AKRA, BHIT.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 23-Mar-16
Crude Oil-(barel)
US$41.18 (-0.27)
Gold-(troy
oz) US$1,233.65 (-14.65)
Nickel-(ton)
US$8,790.00 (20.00)
Tin-(ton)
US$17,105.00 (205.00)
Coal
(Newc)/ton US$51.75 (-10.65)
CPO
Mal/ton* MYR2,623.00 (11.00)
Foreign Exchange
*running
Agenda hari ini -
Kamis, 24 Maret 2016
RUPSLB
• AISA-RUPSLB
• LPKR-RUPST
• BBTN-RUPST
Economic Calendar:
• European Central Bank (ECB) economic bulletin
• Pidato anggota FOMC James Bullard
• Data Durable Goods Orders AS bulan Pebruari 2016
• Data Jobless Claims AS per 18 Maret 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Delta
Dunia Makmur Tbk (DOID) membukukan kerugian sebesar US$8,30 juta per
Desember 2015 dibandingkan laba pada tahun 2014 sebesar US$16,30 juta.
Pendapatan turun menjjadi US$565,61
juta dari tahun sebelumnya yang sebesar US$607,42 juta. Kerugian juga
diakibatkan oleh kenaikan beban lain-lain jadi US$50,51 juta
dibandingkan beban lain-lain tahun sebelumnya yang US$17,19 juta.
Indosat
(ISAT) masih membukukan kerugian hingga Desember 2015 sebesar Rp1,31
triliun dibandingkan kerugian di periode sama tahun sebelumnya yang Rp2
triliun. Sementara itu, pendapatan
naik menjadi Rp26.76 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun
sebelumnya sebesar Rp24,08 triliun. Namun, perseroan mencatatkan
kenaikan beban lain-lain menjadi Rp4,14 triliun dari beban lain-lain
tahun sebelumnya sebesar Rp2,61 triliun.
Wintermars
Offshore (WINS) mencatatkan kerugian sebesar US$5,69 juta per Desember
2015 dibandingkan dengan laba pada tahun sebelumnya sebesar US$21,71
juta. Pendapatan usaha turun
tajam menjadi US$99,91 juta dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang
US$176,91 juta.
Bank
Rakyat Indonesia (BBRI), membagikan dividen kepada para pemegang saham
sebesar 30% dari total laba bersih perseroan di tahun 2015 yang mencapai
Rp25,2 triliun. Besaran dividen
yang dibagikan mencapai Rp7,61 triliun atau setara Rp311,66 per saham.
Pembagian dividen akan mengikuti aturan yang ada di Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) selambat-lambatnya 30 hari setelah RUPS digelar.
Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR), membagikan dividen
kepada para pemegang saham tercatat sebesar 60% dari total laba bersih
tahun 2015 yang senilai Rp1,38 triliun.
Dividen yang akan dibagikan perseroan kepada pemegang saham sekitar
Rp828 miliar atau setara Rp84,8 per saham.
Express
Transindo Utama (TAXI) berencana memasuki bisnis periklanan tahun ini.
TAXI akan memajang sekitar seratus videotron di armada taksi miliki
perusahaan pada Kuartal IV 2016.
Ekspansi ke bisnis non inti ini diharapkan bisa mendiversifikasi sumber
pendapatan perusahaan yang hingga saat ini didominasi dari taksi
regular. Videotron yang akan dipasang berukuran 50 cm x 90 cm. Investasi
untuk satu videotron diperkirakan mencapai Rp60
juta. Oleh karena itu, pengadaan untuk seratur videotron diperkirakan
mencapai Rp6 miliar.
Siloam
Hospitals International (SILO) optimistis dapat mengoperasikan tujuh
hingga delapan rumah sakit baru pada tahun ini guna menaikkan laba
bersih agar meningkat 50%. Tahun ini,
pendapatan perusahaan ditargetkan naik 25% dari Rp4,14 triliun menjadi
Rp5,17 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh beroperasinya tujuh
hingga delapan rumah sakit baru sehingga total rumah sakit SILO mencapai
28 unit.
Siloam
Hospitals International (SILO) merencanakan bisnis yang ekspansif.
Melalui estimasi modal (capital expenditure) sebesar US$100 juta-US$110
juta, SILO berencana mengoperasikan
tujuh hingga delapan rumah sakit baru yang berlokasi di Bogor, Bangka
Belitung, Jember, Lubuh Lingau, Yogyakarta, Labuan Bajo, Baubau dan
Sorong. Seluruh rumah sakit baru SILO berdiri di atas aset tanah dan
bangunan milik induk usaha, Lippo Karawaci (LPKR).
Dari capex sebesar US$100 juta-US$110 juta, sekitar US$60 juta-70 juta
berasal dari kas internal perusahaan. Adapun sisanya akan dipinjamkan
oleh induk usaha SILO.
Fitch
Ratings Indonesia, menilai tiga perusahaan yang peringkatnya diturunkan
adalah Sinar Mas Agro Resources (SMAR), PT Ivo Mas Tunggal dan PT Sawit
Mas Sejahtera. Pada saat bersamaan,
Fitch juga menegaskan peringkat obligasi jangka panjang SMAR senilai Rp1
triliun yang jatuh tempo pada 2017 dan 2019 pada level AA(idn).
Peringkat nasional AA mencerminkan ekspektasi akan risiko gagal bayar
yang relative rendah terhadap perusahaan atau obligasi
yang diterbitkan di negara yang sama. Fitch menurunkan peringkat ketiga
perusahaan itu karena terjadi peningkatan leverage Golden Agri Resources
disebabkan tekanan harga komoditas hingga 2017. Rendahnya harga minyak
kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan hilirisasi
yang dilakukan perusahaan itu membuat tekanan pada arus kas dan leverage
keuangan Golden Agri.
Asahimas
Flat Glass (AMFG) optimistis kondisi ekonomi tahun ini yang
diproyeksikan lebih baik dari tahun lalu dapat mendorong utilisasi
kapasitas produksi sehingga dapat mendongkrak
kinerja. Tingkat utilisasi kapasitas produksi kaca lembaran tahun lalu
baru sekitar 90%, sedangkan utilisasi kapasitas produksi kaca otomotif
pada 2015 baru mencapai kisaran 80%. Saat ini, AMFG mengoperasikan tiga
pabrik.
Asahimas
Flat Glass (AMFG) menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% sama
dengan kisaran proyeksi pertumbuhan ekonomi. Sebagai upaya untuk
menaikkan kinerja dari segi produk,
AMFG akan menambah varian dengan menghadirkan warna dan ukuran baru.
Saat ini, produk-produk yang menopang kinerja adalah kaca yang mempunyai
nilai tambah seperti coated glass, mirror dan kaca otomotif. Selain
itu, AMFG akan meningkatkan kontribusi ekspor.
Tahun lalu, ekspor berkontribusi sekitar 42% terhadap pendapatan dan
sisanya didominasi penjualan domestik.
PT
Ciputra Residence, anak usaha Ciputra Development (CTRA) mendapat
pinjaman dari International Finance Corporation sebesar US$30 juta atau
sekitar Rp391 miliar untuk pembangunan
perumahan di Indonesia. Keseluruhan dana tersebut akan digunakan untuk
membangun perumahan hijau murah kelas menegah.
Bank
Woori Saudara (SDRA) berencana membagi dividen sebesar Rp 8/lembar
saham. Adapun total besaran dividen Rp 40,5 miliar. Besaran dividen itu
setara 15,3 persen dari total laba
bersih SDRA Tahun buku 2015 sebesar Rp 265,23 miliar. Besaran dividen
pay out tersebut lebih kecil ketimbang tahun buku 2014 yang sebesar 20
persen dari laba bersih tahun 2014 Rp 138,07 miliar. Madyantoro
menjelaskan sisa laba tahun ini sebesar lima persen
di peruntukan untuk cadangan dan 80 persen diperuntukan sebagai laba
ditahan. Dalam RUPST pagi ini juga memutuskan perombakan jajaran
manajemen, dimana posisi Presiden Direktur di isi oleh Park Tae Dong,
mantan kepala Kawasan Asia Woori Bank itu mengantikan
Madyantoro Purbo. Sementara Madyantoro menduduki posisi Wakil Presiden
Direktur.
Bank
Mandiri (BMRI) memperkuat ekspansi bisnis perseroan dengan
mengembangkan layanan nasabah di Timor Leste. Masyarakat Timor Leste,
kini dapat menggunakan layanan Mandiri Mobil
dan EDC untuk memudahkan transaksi keuangan, saat melakukan setoran,
tarik uang tunai maupun membayar di toko atau merchant. Mandiri Mobil
adalah mobil yang berisi sarana untuk mendapatkan layanan perbankan,
termasuk ATM, dan dapat ditemui di mana saja tanpa
harus pergi ke cabang. Sedangkan Mandiri EDC (Electronic Data Capture)
adalah mesin gesek yang dapat menerima transaksi kartu pada merchant
atau outlet. Pengembangan layanan tersebut merupakan komitmen kuat Bank
Mandiri dalam berekspansi di Timur Leste, untuk
mengoptimalkan dukungan terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan
kesejahteraan Timor Leste.
Penjualan
Indo Acidatama (SRSN) per Desember 2015 naik 12,42 persen menjadi
Rp531,57 miliar dibandingkan penjualan periode sama tahun sebelumnya
yang Rp472,83 miliar. Laporan keuangan
perseroan Rabu menyebutkan beban pokok meningkat jadi Rp417,14 miliar
dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp376,49 miliar dan laba kotor
naik jadi Rp114,43 miliar dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya yang
Rp96,34 miliar. Namun naiknya beban usaha menjadi
Rp80,47 miliar dari Rp58,99 miliar menjadi salah satu penyebab turunnya
laba usaha menjadi Rp35,52 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang
Rp40,01 miliar. Laba sebelum pajak tambah turun menjadi Rp20,71 miliar
dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp30,05
miliar usai beban keuangan naik menjadi Rp14,80 miliar dari Rp9,96
miliar.
Bank
Tabungan Negara (BBTN) telah melakukan pembayaran melalui sistem C-BEST
atas bunga ke-38 Obligasi XII BTN Tahun 2006. Jumlah bunga gross
sebesar Rp31.875.000.000 yang terdiri
dari bunga netto Rp31.306.367.708,33 dan pajak bunga obligasi
Rp568.632.291,67. Seperti diketahui nilai pokok obligasi sebesar
Rp1.000.000.000.000 dengan tingkat bunga 12,75 persen per tahun dimana
69 pihak yang berhak atas pembagian bunga ini.
Bali Towerindo (BALI)
meraih kenaikan laba bersih sebesar 35,65 persen per Desember
2015 menjadi Rp120,79 miliar per Desember 2015 dibandingkan laba bersih
periode sama tahun sebelumnya yang Rp89,05 miliar. Pendapatan usaha naik
jadi Rp170,48 miliar dibandingkan dengan pendapatan usaha tahun
sebelumnya yang Rp136,52 miliar. Beban pokok pendapatan
menjadi Rp46,88 miliar dibandingkan beban pokok tahun sebelumnya yang
Rp35,15 miliar. Laba bruto meningkat jadi Rp123,59 miliar dari laba
bruto tahun sebelumnya yang Rp101,37 miliar. Laba usaha naik jadi
Rp86,67 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang
Rp77,66 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak naik jadi Rp164,16 miliar
dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp122,54 miliar.
Tower Bersama Infrastructure (TBIG)
meraih kenaikan laba bersih sebesar 104 persen
hingga periode Desember 2015 menjadi Rp1,42 triliun dibandingkan laba
bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp700,74 miliar karena manfaat
pajak yang tercatat Rp355,83 miliar dari beban pajak tahun sebelumnya
Rp688,99 miliar. Laporan keuangan perseroan
Rabu menyebutkan pendapatan naik jadi Rp3,42 triliun dibandingkan
pendapatan tahun sebelumnya yang Rp3,30 triliun dimana beban pokok turun
jadi Rp408,91 miliar dari Rp509,82 miliar. Laba kotor naik menjadi
Rp2,97 triliun dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya
yang Rp2,79 triliun. Sedangkan laba usaha naik jadi Rp2,66 triliun dari
laba usaha tahun sebelumnya Rp2,50 triliun. Beban lain-lain bersih naik
jadi Rp1,57 triliun dibandingkan beban lain-lain bersih tahun sebelumnya
yang Rp1,07 triliun dan laba sebelum pajak
turun jadi Rp1,08 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang
Rp1,43 triliun.
Asuransi Bina Dana Arta (ABDA)
meraih pertumbuhan laba bersih 55,89 persen di sepanjang
tahun 2015 menjadi Rp268,56 miliar dibandingkan laba bersih periode sama
tahun sebelumnya yang Rp172,27 miliar. Pendapatan perseroan tercatat
tumbuh 16,75 persen menjadi Rp1,37 triliun dari pendapatan tahun Rp1,18
triliun terutama karena naiknya hasil investasi.
Peningkatan hasil investasi ini terutama diperoleh dari keuntungan
penjualan saham Maskapai Reasuransi Indonesia dan
Buana Finance masing-masing
sebesar Rp. 108,97 miliar dan Rp. 25,64 miliar. Sedangkan total beban
naik 10,84 persen
menjadi Rp1,09 triliun dari total beban tahun sebelumnya yang Rp992,35
miliar membuat laba sebelum pajak tumbuh 47,82 persen menjadi Rp2778,97
miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp188,73 miliar.
Bank
Yudha Bhakti (BBYB) akan melakukan right issue atau Penawaran Umum
Terbatas I sebanyak-banyaknya 2.500.000.000 lembar saham dengan harga
nominal Rp100 per lembar. Dalam prospektus
perseroan yang diperoleh Rabu disebutkan bahwa harga pelaksanaan
Rp115-150 per lembar sehingga dana yang bisa diraih mencapai
Rp287.500.000.000 sampai Rp375.000.000.000. Setiap pemegang lima saham
yang namanya tercatat pada 13 Mei 2016 mempunyai empat HMETD
dimana satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru perseroan. Selain
itu juga dalam PUT I ini akan diterbikan sebanyak-banyaknya 880.000.000
waran seri I yang merupakan 35 persen dari jumlah modal dengan harga
pelaksanaan antara Rp115-Rp150 dengan nilai
yang bisa diraih Rp101.200.000.000 hingga Rp132.000.000.000. Gozco
Capital selaku pemegang saham utama perseroan telah menyatakan
kesanggupannya untuk melaksanakan hak yang dimilikinya untuk membeli
saham baru yang diterbitkan dalam rangka PUT I. Cum dan ex
di pasar reguler/negosiasi 10-12 Mei 2016 dan di pasar tunai 13-16 Mei
2016 dengan periode perdagangan 17-23 Mei 2016.











0 comments:
Posting Komentar