Prediksi IHSG;
Penurunan
harga minyak mentah dunia mendorong Pemerintah Indonesia akan melakukan
penyesuaian terhadap harga BBM yang rencana pada bulan April.
Penyesuaian harga BBM
diperkirakan dapat menekan angka inflasi dan berpeluang positif bagi
pasar modal Indonesia. Dampak inflasi ini akan memberikan ruang besar
bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan. Apalagi beberapa negara maju
juga memberlakukan kebijakan suku bunga rendah.
Sentimen dari pasar global, indeks Wall Street ditutup variatif pada
Selasa. Sementara itu, pasar Asia diawali di buka variatif hari ini.
Penurunan BBM bisa berdampak positif bagi pasar kedepannya. Namun
sentimen pasar global terbilang kurang menarik dapat
mendorong IHSG bergerak mixed, meski menguat peluangnya pun hanya
terbatas
Perspektif tenikal
Support Level : 4831/4806/4778
Resistance Level : 4884/4911/4937
Major Trend : Down
Pattern : Down to up
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BMRI: Trading Buy
Close 10300,
TP 10500
Boleh buy di level 10200-10300
Resistance di 10500
& support di 10200
Waspadai jika tembus di 10200
Batasi resiko di 10150
AKRA: Trading Buy
Close 7225,
TP 7325
Boleh buy di level
7175-7225
Resistance di 7325
& support di 7125
Waspadai jika tembus di 7125
Batasi resiko di 7050
ACES : Trading Buy
Close 855,
TP 900
Boleh buy di level
845-855
Resistance di 900
& support di 840
Waspadai jika tembus di 840
Batasi resiko di 830
BSDE: Trading Buy
Close 1865,
TP 1900
Boleh buy di level 1855-1865
Resistance di 1900
& support di 1835
Waspadai jika tembus di 1835
Batasi resiko di 1825
MNCN: Trading Buy
Close 2200,
TP 2230
Boleh buy di level 2175-2200
Resistance di 2230
& support di 2145
Waspadai jika tembus di 2145
Batasi resiko di 2135
TARA: Trading Buy
Close 635,
TP 640
Boleh buy di level 630-635
Resistance di 640
& support di 630
Waspadai jika tembus di 630
Batasi resiko di 625
Ket. TP
: Target Price
SMRU, BWPT, WSKT, PTPP, SMMT.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 22-Mar-16
Crude Oil-(barel)
US$41.54 (0.02)
Gold-(troy
oz) US$1,252.06 (8.37)
Nickel-(ton)
US$8,770.00 (110.00)
Tin-(ton)
US$16,900.00 (0.00)
Coal
(Newc)/ton US$52.00 (-10.40)
CPO
Mal/ton* MYR2,612.00 (21.50)
Foreign Exchange
*running
Agenda hari ini -
Rabu, 23 Maret 2016
RUPSLB
• BJBR-RUPST
• SDRA-RUPST/LB
• BBRI-RUPST
• LPCK-RUPST
Economic Calendar:
• Data New Home Sales AS bulan Pebruari 2016
• Data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 18 Maret 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Tower
Bersama Infrastructure (TBIG) membukukan kenaikan laba bersih sebesar
104% hingga periode Desember 2015 menjadi Rp1,42 triliun dibandingkan
laba bersih periode sama tahun sebelumnya
yang Rp700,74 miliar. Kenaikan laba tersbut dikarenakan adanya manfaat
pajak yang tercatat Rp355,83 miliar dari beban pajak tahun sebelumnya
Rp688,99 miliar. Pendapatan naik jadi Rp3,42 triliun dibandingkan
pendapatan tahun sebelumnya yang Rp3,30 triliun.
Bali
Towerindo (BALI) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 35,65% per
Desember 2015 menjadi Rp120,79 miliar per Desember 2015 dibandingkan
laba bersih periode sama tahun sebelumnya
yang Rp89,05 miliar. Sementara itu, pendapatan usaha naik jadi Rp170,48
miliar dibandingkan dengan pendapatan usaha tahun sebelumnya yang
Rp`136,52 miliar.
Indofood
Sukses Makmur (INDF) meningkatkan kepemilikan saham di anak usahanya PT
Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Indofood menambah sebanyak 4.900.000
lembar saham dari tanggal 11
sampai 18 Maret 2016. Rata-rata harga pembelian sebesar Rp410,58 per
lembar saham dengan total nilai transaksi Rp2.011.849.200. Dengan
demikian kepemilikan saham perseroan di SIMP meningkat menjadi
1.034.315.000 lembar saham atau sekitar 6,67 persen dari jumlah
saham beredar SIMP. Adapun tujuan dari transaksi pembelian ini adalah
investasi.
PT
Krakatau Semen Indonesia, perusahaan patungan Krakatau Steel (KRAS)
dengan Semen Indonesia (SMGR) yang mengolah slag sisa fasilitas blast
furnace menjadi bahan baku semen akan
berproduksi pada Desember 2016. Blast furnace yang dimiliki Krakatau
Posco dengan kapasitas 3 juta ton setahun menghasilkan slag sekitar
700.000 ton dengan kepemilikan saham KRAS sebesar 49% dan SMGR 51%.
Nilai investasi pembangunan grinding blast furnace slag
di Cilegon sebesar Rp475 miliar dan cement mill senilai Rp600 miliar.
Slag merupakan produk sampingan blast furnace yang dapat menjadi bahan
penolong dalam pembuatan semen dan dapat mengurangi penggunaan klinker
yang pengolahannya mahal sehingga SMGR dapat
memaksimalkan profitabilitas. Adapun, fasilitas cement mill di Cilegon
berkapasitas produksi 1,6 juta ton semen per tahun. Kendati fasilitas
bertambah, pengoperasian pabrik ini tidak memperbesar kapasitas produksi
SMGR, karena berfungsi mendekati pasar Jawa
Barat.
Modernland
Realty (MDLN) berencana meluncurkan empat klaster rumah tapak baru di
kuartal II/2016 untuk menaikkan pendapatan prapenjualan atau marketing
sales yang ditargetkan mencapai
Rp3 triliun tahun ini. Empat klaster yang akan diluncurkan berlokasi di
proyek Jakarta Garden City, kawasan pemukiman dengan luas 370 hektare.
Adapun, profil pembeli property yang menggunakan fasilitas KPR di MDLN
mencapai 50%. Oleh karena itu, penurunan bunga
kredit diharapkan dapat mendorong penjualan property.
PP
Properti (PPRO) berencana menggalang dana lewat penerbitan surat hutang
sebesar Rp900 miliar dalam bentuk obligasi dan medium term notes (MTN).
Penerbitan obligasi akan dilakukan
sebelum Juni 2016. Jumlah emisi yang akan diterbitkan mencapai Rp600
miliar dengan tenor lima tahun. Sementara itu, penerbitan MTN
direncanakan berlangsung pada kuartal IV/2016 dengan jumlah emisi
sebesar Rp300 miliar dan tenor tiga tahun. Dana yang dihimpun
dari penerbitan surat hutang akan digunakan untuk modal kerja dengan
porsi 33%. Selain itu, sisanya untuk refinancing dan penyertaan modal
perusahaan patungan dengan porsi sama rata.
Semen
Baturaja (SMBR) mengincar laba usaha senilai Rp373,75 miliar pada tahun
ini, atau meningkat 16% dibandingkan dengan Rp323,26 miliar pada 2015.
Sementara itu, penjualan ditargetkan
mencapai Rp1,69 triliun pada 2016, atau meningkat 16% dibandingkan
Rp1,46 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja penjualan diperkirakan
dapat tercapai berkat target volume penjualan sebesar 1,75 juta ton pada
2016. Sumatera Selatan sebagai pangsa pasar utama
perusahaan dianggap masih memiliki ruang untuk pertumbuhan dalam sektor
infrastruktur seiring dengan beragam proyek yang akan ada di daerah
tersebut, spserti persiapan Asian Games 2018 dan proyek pemerintah
provinsi Sumatera Selatan di sektor transportasi,
energi dan lainnya.
Bank
Bukopin (BBKP) memperkirakan pada tahun ini simpanan deposito masih
mendominasi komposisi dana pihak ketiga perusahaan. Saat ini komposisi
dana murah (CASA) yang terdiri dari
tabungan dan giro berada di sekitar angka 33%. Tahun lalu, porsi CASA
telah berada di level lebih dari 40%. Naun, dikarenakan ekonomi
melambat, masyarakat memilih untuk menyimpan uang di bank dalam bentuk
deposito. Selain itu, likuiditas bank sempat mengetat
sehingga suku bunga deposito naik yang mengakibatkan porsi CASA turun.
Tower
Bersama Infrastructure (TBIG) meraih kenaikan laba bersih sebesar 104
persen hingga periode Desember 2015 menjadi Rp1,42 triliun dari Rp700,74
miliar di 2014 karena manfaat
pajak yang tercatat Rp355,83 miliar dari beban pajak tahun sebelumnya
Rp688,99 miliar. Pendapatan naik menjadi Rp3,42 triliun dibandingkan
pendapatan sebelumnya Rp3,30 triliun di 2014. Laba kotor naik menjadi
Rp2,97 triliun pada 2015 dari Rp2,79 triliun di
2014. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp1,08 triliun pada 2015 dari
Rp1,43 trliun di 2014. Adapun, total aset per Desember 2015 mencapai
Rp22,79 triliun atau meningkat dari total aset per Desember 2014 yang
mencapai Rp21,63 triliun.
Bali
Towerindo (BALI) meraih kenaikan laba bersih sebesar 35,65 persen per
Desember 2015 menjadi Rp120,79 miliar per Desember 2015 dibandingkan
laba bersih 2014 sebesar Rp89,05 miliar.
Pendapatan usaha naik menjadi Rp170,48 miliar dibandingkan tahun
sebelumnya sebesar Rp136,52 miliar. Laba bruto meningkat menjadi
Rp123,59 ,o;oar daro Rp101,37 di 2014. Laba usaha naik menjadi Rp86,67
miliar di 2015 dari Rp77,76 miliar di 2014. Total aset per
Desember 2015 mencapai Rp1,20 triliun meningkat dibandingkan total aset
per Desember 2015 sebesar Rp808,76 miliar.
Wijaya
Karya (WIKA) akan menyuntik dana secara bertahap senilai Rp 4,03
triliun kepada Pilar Sinergi BUMN Indonesia, selaku pemegang saham
Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), penyelenggara
megaproyek High Speed Railway (HSR) Jakarta-Bandung. Penyertaan modal
dilakukan selama periode 2016-2019. Dikarenakan transaksi peningkatan
modal ini termasuk kategori transaksi material, WIKA wajib memperoleh
persetujuan pemegang saham. Sesuai rencana, perseroan
akan menyelenggarakan RUPST pada 28 April 2016, dengan agenda meminta
persetujuan transaksi yang dilakukan dengan skema business to business
tersebut.
Hingga
pekan kedua Maret 2016, Wijaya Karya (WIKA), telah memperoleh kontrak
baru Rp 4,67 triliun, setara 8,49% dari target kontrak baru 2016 sebesar
Rp 52,26 triliun.
Citra
Marga Nusaphala Persada (CMNP) memperoleh penilaian teratas untuk
tender proyek jalan tol Serpong-Balaraja dari panitia pelelangan
pengusahaan tol Badan Pengatur Jalan Tol
(BPJT). Sedangkan pemrakarsa proyek, Bumi Serpong Damai (BSDE),
menempati peringkat dua. Apabila konsorsium BSDE keberatan dengan hasil
penilaian pelelangan tersebut, panitia memberikan kesempatan kepada BSDE
untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada
Kepala BPJT.
Rimo
International Lestari (RIMO) akan melakukan rights issue sebanyak 28,39
miliar saham. Rasio ditetapkan 2:167 dengan harga penawaran Rp 265.
RUPSLB akan diselenggarakan pada
28 Maret 2016. Cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi adalah 4 April
2016.
Terkait
adanya unjuk rasa pengemudi angkutan umum pada hari selasa (22/03),
Blue Bird (BIRD) siap tindak para pengemudi yang terbukti melakukan
tindakan yang tidak dibenarkan secara
hukum dalam demonstrasi yang terjadi. Perseroan sendiri memahami akan
adanya beberapa pengemudi yang juga tergabung dalam Paguyuban Pengemudi
Angkutan Darat, yang ikut menyampaikan aspirasinya. Namun jika
melanggar, sanksi tegas telah disiapkan dari skorsing
hingga pemecatan.
Bukaka
Teknik (BUKK) melalui anak usahanya PT Bukaka Mandiri Sejahtera (BMS)
telah mengambilalih 51% saham dalam PT Mitra Karya Agung Lestari (MKAL).
Akta jual beli dilakukan dihadapan
Charles S.H Notaris di Palu dengan pemegang saham MKAL. BMS telah
sepakat untuk membeli dan menerima pengalihan saham dengan total
11.092.500 saham dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh
penuh oleh para pemegang saham MKAL. Adapun harga jual beli
tersebut senilai Rp1.109.250.000. Adapun sumber dana yang digunakan
dalam transaksi ini berasal dari perseroan. Tujuan dari transaksi ini
guna mendukung rencana perseroan dalam bisnis di bidang smelter.
Bank
Pembangunan Daerah Jabar Banten (BJBR) menggencarkan budaya menabung di
kalangan pelajar melalui Simpanan Pelajar (Simpel) dan melakukan kerja
sama dengan sejumlah sekolah di
Jabar dan Banten. Penabung pemula dari usia pelajar memang belum banyak,
baru 20 hingga 30%. Untuk mendukung program yang digulirkan OJK yakni
Simpanan Pelajar, BJTM melaluian sosialisasi sekaligus mengajak pelajar
untuk bisa menabung sejak dini, serta mengajarkan
kepada pelajar agar bisa juga mengelola keuangan.
Bank
Tabungan Negara (BBTN) mencatatkan kinerja tahun 2015 dengan hasil
memuaskan mulai menuai hasil. Tingkat kepercayaan pada lembaga ini mulai
meningkat. Ini dapat dilihat dari
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang telah meningkatkan
peringkat BTN dari sebelumnya idAA menjadi idAA+ atau Double A Plus.
Meningkatnya rating BTN dari Pefindo ini menunjukkan kepercayaan pasar
atas korporasi termasuk surat utang yang diterbitkan
BTN selama ini.
XL
Axiata (EXCL) meluncurkan layanan video streaming "Tribe" dengan harga
terjangkau yang menawarkan berbagai keunggulan baik dari sisi materi
video maupun kualitas jaringan. Kehadiran
internet cepat 4G LTE di Indonesia telah mendorong peningkatan tuntutan
masyarakat atas layanan data yang komplit dan berkualitas tinggi, salah
satu layanan data yang saat ini paling diinginkan masyarakat adalah
video streaming. Visi dari XL untuk meluncurkan
layanan "Tribe" adalah menyediakan layanan entertainment berkualitas
kepada para penggunanya. Dengan dukungan jaringan XL 4G LTE berkecepatan
tinggi, kini kebutuhan pelanggan dan masyarakat untuk bisa menyaksikan
tayangan film, serial, dan siaran olahraga bermutu
kapan saja dan di mana saja bisa terpuaskan secara terjangkau. Melalui
Tribe itu juga, XL bisa mengimplementasikan dukungan untuk memajukan
industri film nasional.
Modernland
Realty (MDLN) mengalami kenaikan laba bersih per Desember 2015 sebesar
23,65% menjadi Rp873,42 miliar dibandingkan laba bersih periode sama
tahun sebelumnya yang Rp706,35
miliar. Pendapatan naik menjadi Rp2,96 triliun dibandingkan pendapatan
tahun sebelumnya yang Rp2,84 triliun. Sementara total beban pokok
pendapatan naik jadi Rp1,28 triliun dari Rp1,24 triliun dan laba bruto
tercatat sebesar Rp1,67 triliun meningkat dari laba
bruto tahun sebelumnya yang Rp1,59 triliun. Laba usaha juga terkerek
naik jadi Rp1,44 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp1,11
triliun dan laba sebelum pajak menjadi Rp960,10 miliar dari laba sebelum
pajak tahun sebelumnya Rp714,21 miliar. Sedangkan
total aset per Desember 2015 tercatat Rp12,84 triliun naik dari total
aset per Desember 2014 yang Rp10,35 triliun.
Multi
Indocitra (MICE) pada 18 Maret 2016 lalu telah menambah bagian untuk
ketiga kalinya dan menyetor penuh tambahan modal ke anak usahanya.
Setoran dilakukan dengan uang tunai
kepada PT Citra Makmur Ritailindo (CMR) entitas anak baru perseroan.
Setoran yang dilakukan melalui kas perusahaan sejumlah nominal
Rp999.666.667 atau mewakili 1.999 saham atau 99,97% dari total saham
CMR. Status CMR kini sudah berjalan secara komersial.
Sumber
Alfa Trijaya (AMRT) telah memberikan pinjaman pada bulan Maret ini
kepada anak usahanya PT Sumber Trijaya Lestari (STL). Pinjaman diberikan
sebanyak-banyaknya Rp50.000.000.000
berdasarkan perjanjian pada 18 Maret 2016. Fasilitas pinjaman hanya
dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja PT STL. Pinjaman
yang ditarik berdasarkan fasilitas pinjaman tersebut akan dikenakan
bunga 10% per tahun dan wajib dibayarkan kembali oleh
STL selambat-lambatnya 31 Desember 2016. Perseroan merupakan pemegang
saham utanag sekaligus pemegang saham pengendali STL dengan kepemilikian
99,9% dari modal disetor STL.
Matahari
Putra Prima (MPPA) mengalami penurunan laba bersih sebesar 66,96%
hingga Desember 2015 menjadi Rp182,99 miliar atau Rp34 per saham
dibandingkan dengan laba bersih periode
sama tahun sebelumnya yang Rp554,01 miliar atau Rp103 per saham.
Penjualan bersih mencatat kenaikan menjadi Rp13,93 triliun dibandingkan
penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp13,59 triliun. Beban pokok juga
naik jadi Rp11,57 triliun dari Rp11,23 triliun
dan laba bruto relatif sama menjadi Rp2,35 triliun dengan tahun
sebelumnya. Perbedaan terjadi usai beban penjualan naik tajam menjadi
Rp249,47 miliar dari beban penjualan tahun sebelumnya yang Rp71,84
miliar dan turunnya penghasilan lain-lain menjadi Rp206
juta dari penghasilan lain-lain tahun sebelumnya Rp86,76 miliar. Laba
usaha turun tajam menjadi Rp268,62 miliar dibandingkan laba usaha tahun
sebelumnya yang Rp711,66 miliar sedangkan laba sebelum pajak tercatat
Rp233,04 miliar turun dari laba sebelum pajak
tahun sebelumnya yang Rp730,84 miliar.
Gowa
Makassar Tourism Development (GMTD) akan membagikan dividen tunai
kepada pemegang sahamnya sebesar Rp45 per saham pada 21 April 2016
mendatang. Berdasarkan hasil keputusan RUPS
Tahunan pada 18 Maret 2016 lalu hal itu sudah diputuskan dimana total
nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp4.569.210.000. Adapun cum dan ex
dividen di pasar reguler/negosiasi pada 28 dan 29 Maret 2016 dan di
pasar tunai pada 31 Maret dan 1 April 2016 dengan
DPS hingga 31 Maret 2016. Perusahaan pada 2015 lalu meraup laba bersih
Rp118,89 miliar dengan total penjualan mencapai Rp303,34 miliar.
Trisula
International (TRIS) mencatat penjualan bersih sebesar Rp859,74 miliar
hingga periode Desember 2015 naik dibandingkan penjualan bersih tahun
sebelumnya yang Rp746,82 miliar.
Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan beban pokok penjualan naik
jadi Rp639,37 miliar dari Rp557,96 miliar membuat laba kotor naik jadi
Rp220,36 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp188,86 miliar.
Sementara laba usaha tercatat Rp60,42 miliar
naik dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp53,52 miliar. Laba sebelum
pajak perseroan diraih sebesar Rp50,16 miliar meningkat dibandingkan
laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp48,44 miliar. Sementara laba telah
dampak penyesuaian performa atas transaksi
restrukturisasi entitas pengendali tercatat Rp37,44 miliar naik tipis
dari laba tahun sebelumnya yang Rp36,52 miliar.
Mahaka
Radio Integra (MARI) hingga periode Desember 2015 mencatat laba bersih
sebesar Rp32,21 miliar meningkat 98,34% dibandingkan laba bersih periode
sama tahun sebelumnya yang
Rp16,24 miliar. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan,
pendapatan bersih naik jadi Rp101,99 miliar dari pendapatan bersih tahun
sebelumnya yang Rp95,05 miliar. Sementara laba operasi diraih Rp50,48
miliar dari laba operasi tahun sebelumnya yang Rp38,96
miliar. Sementara laba sebelum pajak tercatat Rp50,73 miliar meningkat
dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp39,25 miliar.
Anak
usaha Dyandra Internasional (DYAN) yakni PT Griya Multi Investama (GMI)
telah mengambil keputusan untuk menjual seluruh sahamnya di PT Graha
Multi Utama (GMU) dan Griya Nusa
Kencana (GNK) pada 21 Maret 2016. Jumlah saham yang dijual mencapai
25.200.412 saham dimana saham tersebut dijual kepada Yos Hartanto
Effendi. Selain itu GMI juga menjual sebanyak 2.520 saham di Griya Nusa
Kencana kepada Benny Sudrajat. Harga transaksi penjualan
saham GMU sebesar Rp39.468.612.113 dan harga transaksi penjualan saham
GNK senilai Rp3.940.525. Transaksi ini menurut Rina bukan transaksi
afiliasi karena kedua pihak pembeli tidak mempunyai hubungan dengan
perseroan dan entitas anak.











0 comments:
Posting Komentar