Everyone Can Trade

JustForex

Senin, 26 September 2016

View Market IHSG 26September16

Prediksi IHSG;
Keputusan yang di ambil oleh otoritas moneter AS yang mempertahankan suku bunga the Fed dalam pertemuannya beberapa waktu lalu, selian mempertimbangan dari kondisi ekonomi global yang belum pulih, juga kondisi dari ekonomi Amerika Serikat (AS) itu sendiri yang belum stabil. Namun, keputusan yang diambil oleh the Fed tersebut mendorong pasar saham global bergerak positif. Jika melihat ekonomi AS teranyar memang belum menunjukan perbaikan atas ekonomi AS ini, seperti halnya Konsumen properti AS pada bulan lalu kembali mengurangi pembeliannya dengan asumsi adanya kenaikan harga seiring keterbatasan persediaan.
Di pihak lainnya ekonomi global masih memperlihatkan perlambatan, seperti tercermin dari Indeks pembelian sektor manufaktur, jasa dan bisnis zona euro  tetap belum bergerak positif selama bulan September lalu, seperti yang tercermin oleh  gabungan dari indeks pembelian tersebut (PMI) yang turun ke level terendah dalam 20 bulan terakhir.
Sentimen dari dalam negeri yang tetap menjadi perhatian pelaku pasar, mengenai perkembangan dari amnesti pajak. Uang tebusan dari hasil Program Amnesti Pajak per tanggal 25 September 2016 mencapai Rp 42,2 triliun yang berasal dari surat pernyataan harta yang dilaporkan. Peningkatan uang tebusan amnesty pajak ini, sebagai katalis positif bagi pasar. Dan setidaknya dalam pekan ini perkembangan dari tax amnesty dapat menjadi katalis bagi IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikan di pekan ini. Mengingat sentiment  amnesti pajak ini membawa apresiasi bagi IHSG pekan lalu.

Perspektif tenikal
SInyalemen pergerakan IHSG dari perspektif teknikal masih mengkonfirmasikan positif dari sejumlah indikator. Sinyal tersebut terkonfirmasi dari indikator MACD dan Stochastic yang mengisyaratkan pola positif bagi pergerakan IHSG dalam pekan ini. Demikian halnya sinyal dari MA5 dan MA20 konfimasinya positif bagi iHSG.

Support Level : 5367/5345/5334
Resistance Level : 5400/5411/5433
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

SMGR: Trading Buy
 Close 10400, TP 10725
 Boleh buy di level 10300-10400
 Resistance di 10725 & support di 10225
 Waspadai jika tembus di 10225
 Batasi resiko di 10150

INTP: Trading Buy
 Close 18150, TP 18375
 Boleh buy di level  18000-18150
 Resistance di 18375 & support di 17675
 Waspadai jika tembus di 17675
 Batasi resiko di 17600

BDMN : Trading Buy
 Close 4000, TP 4030
 Boleh buy di level  3990-4000
 Resistance di 4030 & support di 3930
 Waspadai jika tembus di 3930
 Batasi resiko di 3910

ADRO:  Trading Buy
 Close 1210, TP 1230
 Boleh buy di level  1190-1210
 Resistance di 1230 & support di 1190
 Waspadai jika tembus di 1190
 Batasi resiko di 1170

NRCA:  Trading Buy
 Close 515, TP 530
 Boleh buy di level  500-515
 Resistance di 530 & support di 482
 Waspadai jika tembus di 482
 Batasi resiko di 480

SMBR:  Trading Buy
 Close 1660, TP 1700
 Boleh buy di level  1640-1660
 Resistance di 1700 & support di 1600
 Waspadai jika tembus di 1600
 Batasi resiko di 1580

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
PTBA, ASII, INDF, WSKT, BBTN, ACST, BMTR, ISAT,

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 23-Sep-16
 Crude Oil-(barel) US$45.59  (-0.73)
 Gold-(troy oz) US$1,336.38  (-0.70)
 Nickel-(ton) US$10,660.00  (310.00)
 Tin-(ton) US$19,485.00  (185.00)
 Coal (Newc)/ton US$71.50  (9.10)
 CPO Mal/ton* MYR2,899.00 (-7.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,081.00 (7.00)
*running

Agenda pekan ini : 26- 30 September 2016
RUPSLB
·   SQMI – RUPST - 26-Sep-16
·   MEDC – RUPSLB - 26-Sep-16
·   HEXA – RUPST - 27-Sep-16
·   RIGS – RUPST - 27-Sep-16
·   BEKS – RUPSLB - 28-Sep-16
·   EXCL – RUPSLB - 29-Sep-16
·   CNTX – RUPST - 30-Sep-16
·   CNTB – RUPST - 30-Sep-16
·   KPIG – RUPSLB - 30-Sep-16
·   BCAP – RUPSLB - 30-Sep-16
·   BMTR – RUPSLB - 30-Sep-16
·   MNCN – RUPSLB - 30-Sep-16
·   ELTY – RUPST - 30-Sep-16
·   BHIT            – RUPSLB - 30-Sep-16
·   INTD – RUPSLB - 30-Sep-16

Dividend
·   ASII, cash dividend 55.00, cum 26 Sep’16, ex 27 Sep’16
·   AALI, cash dividend 99.00, cum 27 Sep’16, ex 28 Sep’16
·   ACST, cash dividend 11.00, cum 27 Sep’16, ex 28 Sep’16
·   UNTR, cash dividend 143.00, cum 28 Sep’16, ex 29 Sep’16

Economic Calendar:
Senin, 26 September 2016:
·   indeks kepercayaan bisnis Jerman versi IFO bulan September 2016
·   pidato chairman SNB Thomas Jordan
·   pidato presiden ECB Mario Draghi
·   data New Home Sales AS bulan Agustus 2016

Selasa, 27 September 2016:
·   notulen meeting BoJ tanggal 28-29 Juli 2016
·   data M3 Money Supply kawasan Euro bulan Agustus 2016
·   indeks harga perumahan AS versi Standard & Poor bulan Juli 2016
·   indeks kepercayaan konsumen AS bulan September 2016

Rabu, 28 September 2016:
·   indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan September 2016
·   data Durable Goods Orders AS bulan Agustus 2016
·   pidato anggota FOMC James Bullard
·   data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 23 September 2016

Kamis, 29 September 2016:
·   pidato anggota FOMC Esther George
·   pidato gubernur BoJ Haruhiko Kuroda
·   data jumlah pencari kerja di Jerman bulan September 2016
·   data Net Lending to Individuals di Inggris bulan Agustus 2016
·   data Preliminary Consumer Price Index Jerman bulan September 2016
·   data Gross Domestic Product AS kwartal ke 2 tahun 2016 (Final)
·   data Jobless Claims AS per 16 September 2016
·   data neraca perdagangan AS bulan Agustus 2016
·   pidato anggota FOMC Jerome Powell
·   data Pending Home Sales AS bulan Agustus 2016

Jum’at, 30 September 2016:
·   pidato ketua The Fed Janet Yellen
·   data National CPI Jepang bulan Agustus 2016
·   data Industrial Production Jepang bulan Agustus 2016 (Preliminary)
·   indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan September 2016
·   data GDP Inggris kwartal ke 2 tahun 2016 (Final)
·   data Current Account Inggris kwartal ke 2 tahun 2016
·   data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan September 2016
·   data GDP Canada bulan Juli 2016
·   data Core Personal Consumption Expenditure Price Index AS Agustus 2016
·   data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Agustus 2016
·   indeks kepercayaan konsumen AS bulan September 2016 (Final)


VAS
HEADLINE NEWS

Barito Pasific (BRPT) berhasil meraih laba sebesar US$49,30 juta hingga periode 30 Juni 2016 usai menderita rugi sebesar US$2,01 juta pada periode 30 Juni tahun lalu. Pendapatan bersih naik menjadi US$895,51 juta dibandingkan pendapatan bersih US$810,42 juta.

Astra Graphia (ASGR) akan membagikan dividen interim tunai kepada pemegang sahamnya sebesar Rp27 per saham pada 17 Oktober 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 29 dan 30 September 2016 dan di pasar tunai 4 dan 5 Oktober 2016 dengan DPS hingga 4 Oktober 2016.

Elnusa (ELSA) membukukan pertumbuhan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 9,20%n hingga 30 Juni 2016 menjadi Rp144,89 miliar dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp132,68 miliar. Sementara itu, pendapatan turun menjadi Rp1,71 triliun hingga Juni 2016 dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,80 triliun.

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) mendapatkan fasilitas modal kerja dari Bank DKI dimana penandatanganan fasilitas ini dilakukan pada 22 September lalu. Nilai fasilitas modal kerja tersebut mencapai Rp300 miliar. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi mengingat Pemda DKI menjadi pemegang saham kedua perusahaan ini.

Bank Harda Internasional (BBHI) akan menggelar rights issue atau Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). perseroan akan mengeluarkan 1.000.000.000 saham baru namun harga dan perbandingan masih akan dibahas kemudian.

Chandra Asri Petrochemical (TPIA), hingga akhir tahun ini memproyeksi perolehan laba bersihnya bakal mencapai sekitar US$250 juta dan raihan pendapatan di angka US$1,7 miliar. Proyeksi tersebut seiring komitmen perseroan dalam melanjutkan pengoperasian dan inisiatif penghematan biaya dalam upaya meningkatkan kinerja lebih lanjut. Perseroan juga bakal fokus pada penguatan operasional dan keuangan untuk memberi nilai tambah lebih tinggi pada para stakeholders sekaligus berkontribusi atas pertumbuhan industri petrokimia secara nasional.

Chandra Asri Petrochemical (TPIA )menargetkan 50% pasar polietilena (PE) tanah air dengan pembangunan pabrik PE terbaru di Cilegon, Banten, pada pertengahan tahun depan. Saat ini perseroan melakukan process design package (PDP) dan pembangunan pabrik memakan waktu dua tahun sampe dengan 2,5 tahun dan mulai beroperasi pada 2019. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 400 ribu ton per tahun dan memakai teknologi Unipol PE Process milik perusahaan asal Amerika Serikat, Univation Technologies LLC.

Bank Mandiri (BMRI) akan menggabungkan produk-produk perbankan dalam jaringan (daring/internet banking) dalam satu aplikasi platfrom yang akan diluncurkan pada triwulan IV 2016. Menurut perseroan tujuan dari penggabungan produk internet banking untuk meningkatkan efisiensi dari biaya operasional. Selain itu, perseroan juga akan menggabungkan uang elektronik (e-money) dengan kartu debet. Namun, penggabungan "e-money" dan kartu debet, kata Rohan, belum akan dilakukan tahun ini.

Lautan Luas (LTLS) telah menggabungkan beberapa anak usahanya ke dalam salah satu anak usahanya yang lain pada 21 September 2016. Beberapa anak perusahaan yakni PT Metabisulphite Nusantara (META) yang berkedudukan di Gresik, PT White Oil Nusantara yang berada di Gresi (WON) serta PT Dunia Kimia Jaya (DKJ) yang berada di DKI dimerger, dimana DKH menjadi perusahaan penerima merger. Efektif 1 Januari 2017, modal dasar dan modal disetor DKJ menjadi Rp 84.500.000.000 dengan komposisi 99,95% perseroan dan Indrawan Masrin 1%. Penggabungan ini guna melakukan efisiensi pengelolaan sumber daya dalam anak perusahaan perseroan.

Capitalinc Investment (MTFN) telah melanjutkan rencana divestasi 9.175.650 saham atau sebesar 5% atau seluruh kepemilikannya pada PT Aetra Air Tangerang (AAT) sebagai anak perusahaan pada 21 September 2016 dengan nilai transaksi mencapai Rp 3.930.000.000 kepada PT Water Utilities Indonesia (WUI). Dari hasil penjualan saham tersebut, perseroan dapat melakukan pembayaran utang atas kewajibannya kepada PT Recapital Advisors serta perseroan dibebaskan dari segala kewajiban berkaitan dengan seluruh kewajiban AAT kepada krediturnya.

Modernland Realty (MDLN) mengejar target penjualan Rp 4,2 triliun sampai akhir tahun 2016. Padahal hingga semester I 2016 pendapatan MDLN mencapai Rp 1,1 triliun. Salah satu kontribusi pendapatan berasal dari penjualan lahan industri. Saat ini Modernland tengah menanti finalisasi pembelian lahan industri di Cikande seluas 15 ha oleh sebuah perusahaan. Perseroan mengklaim dari awal tahun sampai 22 September 2016, penjualan properti di Jakarta Garden City (proyek residensial perseroan) sudah mencapai Rp 500 miliar. Sampai akhir tahun 2016 perseroan menargetkan bisa mencapai Rp 800 miliar. Perseroan optimis target tersebut bisa tercapai karena saat ini tengah membicarakan dengan salah satu investor untuk pembelian sekitar 200 unit rumah di proyek tersebut. Harga rumah tersebut sekitar Rp 1 miliar. Secara  bertahap Modernland akan membangun proyek perumahan baru lagi di Jakarta Garden City paling cepat akhir tahun 2016.

Sejumlah BUMN konstruksi tetap optimis meraih pendapatan sesuai target meski pemerintah mengalihkan alokasi sebagian anggaran proyek konstruksi pada tahun 2016 ke tahun 2017 akibat penghematan anggaran. Kontribusi proyek konstruksi pemerintah terhadap pendapatan Waskita Karya (WSKT) kurang dari 20%. Dengan demikian pendapatan perseroan tidak terganggu akibat efisiensi anggaran pemerintah.

Data Otoritas Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah kredit macet di sektor pertambangan Indonesia hampir dua kali lipat pada Juli 2016 dibandingkan Juli 2015. Gross non-performing loans (NPL) sektor pertambangan Indonesia naik untuk bulan ke empat menjadi 6,77% dari total kredit pertambangan bulan Juli 2016 dibandingkan 3,82% Juli 2015. Secara keseluruhan jumlah tersebut mewakili 3,18% dari total kredit perbankan atau naik dari 2,70% di tahun sebelumnya. Namun jumlah itu masih di bawah 5% yang dipersyaratkan oleh OJK yang menjadi indikator kesehatan perbankan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan pemerintah hingga akhir tahun 2016 siap menerbitkan 2 sampai 3 paket kebijakan ekonomi lagi.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 September 2016 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 5,25% menjadi 5%. Sedang suku bunga deposit facility (DF) turun 25 bps menjadi 4,25% dan lending facility (LF) diturunkan sebesar 25 bps dari 6,00% menjadi sebesar 5,75%.

Gubernur Bank Indonesia memproyeksikan jika ada kenaikan listrik pada tahun 2017, maka laju inflasi tetap akan mencapai target 4% ± 1% atau sesuai asumsi pada RAPBN 2017. Tapi BI memperkirakan jika listrik nanti disesuaikan bisa berdampak 0,8%–1,1% pada inflasi di 2017.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan laju inflasi tahun 2018 mencapai 3,5% ± 1%. Guna mencapai proyeksi tersebut, BI akan melihat sejumlah faktor pendukungnya di tahun 2017. Tim pengendali inflas, melihat ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti pada tahun 2017, antara lain terkait minimnya penerbangan ke beberapa daerah yang menyebabkan biaya angkutan udara meningkat.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured