Prediksi IHSG;
Paskah the Fed mempertahankan kenaikan suku bunga tidak berubah dalam jangka pendek, kendati memberikan isyarat dapat menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini, seiring dengan membaiknya pasar tenaga kerja lebih lanjut. Namun seiring meredanya atas sentimen the Fed diperkirakan rally kenaikan bagi saham global dapat tertahan pada hari ini. Sentimen ini, diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan bagi indeks bursa saham Indonesia pada hari ini.
Sentimen dari dalam negeri masih terbilang positif, yakni berkenaan dengan persepsi publik terhadap pelaksanaan program amnesti pajak yang mulai optimis, Meski, indikatornya tampaknya bukan pada soal besaran angka-angka yang akan diperoleh, tetapi usaha keras yang dilakukan atas program amnesti pajak yang dilakukan pemerintah berupa kesadaran dari tokoh-tokah yang menjadi lokomotif bagi kepercayaan untuk mengikuti amnesti pajak ini. Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah pengusaha kelas kakap dan sejumlah taipan ke Istana. Ekspektasi atas pasar global hari ini rentan terjadi profit taking, namun pasar saham Indonesia diperkirakan bergerak mixed, untuk peluang kenaikan masih cukup terbuka pada hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 5362/5344/5319
Resistance Level : 5405/5430/5448
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down to up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
INCO: Trading Buy
Close 2840, TP 2900
Boleh buy di level 2820-2840
Resistance di 2900 & support di 2740
Waspadai jika tembus di 2740
Batasi resiko di 2720
KAEF: Trading Buy
Close 2500, TP 2560
Boleh buy di level 2480-2500
Resistance di 2560 & support di 2380
Waspadai jika tembus di 2380
Batasi resiko di 2370
GGRM : Trading Buy
Close 65125, TP 65425
Boleh buy di level 65075-65125
Resistance di 65425 & support di 64650
Waspadai jika tembus di 64650
Batasi resiko di 64550
BBRI: Trading Buy
Close 12075, TP 12325
Boleh buy di level 12025-12075
Resistance di 12325 & support di 12025
Waspadai jika tembus di 12025
Batasi resiko di 11950
MPPA: Trading Buy
Close 1885, TP 1905
Boleh buy di level 1875-1885
Resistance di 1905 & support di 1850
Waspadai jika tembus di 1850
Batasi resiko di 1830
PWON: Trading Buy
Close 680, TP 700
Boleh buy di level 670-680
Resistance di 700 & support di 660
Waspadai jika tembus di 660
Batasi resiko di 650
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ACST, TOTL, BBTN, BDMN, BMTR, ADRO
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 22-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$45.74 (0.40)
Gold-(troy oz) US$1,332.65 (-0.97)
Nickel-(ton) US$10,350.00 (40.00)
Tin-(ton) US$19,300.00 (-175.00)
Coal (Newc)/ton US$72.65 (10.25)
CPO Mal/ton* MYR2,906.50 (-7.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,074.00 (-63.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 23 September 2016
RUPSLB
• MLBI – RUPSLB
Economic Calendar:
• indeks Flash Manufacturing dan Services PMI Perancis bulan September 2016
• indeks Flash Manufacturing dan Services PMI Jerman bulan September 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI dan Services PMI zona Euro September 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI AS versi Markit bulan September 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) melakukan Penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp5 triliun yang merupakan bagian dari total penerbitan Obligasi Berkelanjutan I senilai Rp14 triliun. Obligasi ini terdiri dari seri A dengan nominal Rp1,1 triliun dengan bunga 7,95% per tahun berjangka 5 tahun, sedangkan seri B bernominal Rp1,50 triliun berbunga 8,50% dan berjangka 7 tahun serta seri C bernominal R2,4 triliun berbunga 8,65% dan jangka waktu 10 tahun.
Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) berniat untuk melakukan Penawaran Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) V senilai total Rp329 miliar. Dalam PUT V ini perseroan akan mengeluarkan saham baru sebanyak 17.934.032.671 lembar saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp18,35 termasuk melakukan kompensasi hak tagih GRIL yang masih tersisa. Penggunaan dana hasil PUT V seluruhnya akan digunakan perseroan untuk ekspansi bisnis perseroan khususnya penyaluran kredit untuk pembayaran kewajiban perseroan.
Wijaya Karya (WIKA) menetapkan harga penerbitan saham baru rights issue melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) berkisar Rp1.525-Rp2.505 per lembar yang akan dilaksanakan akhir Oktober 2016. Aksi korporasi tersebut merupakan tindak lanjut dari persetujuan dalam mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4 triliun yang akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek dan infrastruktur perseroan yang kini telah melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Garuda Indonesia (GIAA) memperkirakan dapat membukukan keuntungan USD 25 juta pada Triwulan III 2016 setelah sebelumnya mengalami kerugian pada Semester I 2016 sebesar USD 63,2 juta. Salah satu faktor pendorong bagi leba perseroan ini, menyusul transaksi tiket yang mulai meningkat memasuki akhir tahun atau masa musim ramai atau peak season.
United Tractors (UNTR) akan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2016 sebesar Rp 143 per saham pada 17 Oktober 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 28 dan 29 September 2016 dan di pasar tunai 3 dan 4 Oktober 2016 dengan DPS hingga 3 Oktober 2016.
Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan pertumbuhan tahunan komitmen kredit infrastruktur hingga Agustus 2016 sebesar 40,2% atau menjadi Rp 92,8 triliun. Perseroan mengucurkan kredit infrastruktur mayoritas untuk sektor transportasi sebesar Rp 36,4 triliun, antara lain untuk pembangunan bandara, pelabuhan serta kereta api, seperti untuk pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Sedangkan proyek infrastruktur lain yang didanai Bank Mandiri antara lain proyek pembangkit tenaga listrik sebesar Rp 28,7 triliun, pembangunan jalan tol Rp 15,3 triliun dan sektor telekomunikasi Rp 12,5 triliun. Proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai bank Mandiri, sebagian besar bersifat tahun jamak. Oleh karena itu proses pencairan kredit infrastruktur mengikuti perkembangan dari realisasi masing-masing proyek infrastruktur. Dari nilai komitmen Rp 92,8 triliun, pinjaman yang sudah dicairkan sebesar Rp 49,4 triliun atau meningkat sekitar 19% YoY.
XL Axiata (EXCL) memperkuat jaringan di sebagian besar wilayah Sulawesi sebagai komitmen untuk membangun Indonesia khususnya di bagian timur. Wilayah Sulawesi akan menjadi tujuan pembangunan setelah Jawa. Perseroan melakukan pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik, pembangunan jaringan 4G LTE dan pemanfaatan spektrum frekuensi 900 MHz untuk layanan 3G di wilayah tersebut. Perseroan menilai Sulawesi adalah daerah yang memiliki potensi besar untuk pasar layanan telekomunikasi dan data ke depan. Kota-kota di Sulawesi makin menggeliat, seiring dengan pembangunan berbagai sarana infrastruktur. Jaringan XL di Sulawesi telah menjangkau 58 kabupaten yang tersebar di 4 provinsi. Saat ini jumlah total BTS yang ada di seluruh Sulawesi mencapai lebih dari 1.850 unit, dengan 40% diantaranya merupakan BTS 3G dan 4G. Jaringan backbone fiber optic (FO) sepanjang total 4.150 km telah menopang layanan data untuk sekitar 1,2 juta pelanggan. Sekitar 23% pelanggan di pulau itu merupakan pelanggan layanan Data, yang menuntut jaringan yang berkualitas.
Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) berencana melakukan penggabungan nilai saham atau reverse stock terhadap seluruh saham yang telah dikeluarkan. Setiap 10 saham dengan nominal Rp 100 per saham akan mengalami perubahan menjadi 1 saham dengan nominal Rp 1.000 (rasio 10 : 1). Dalam reverse stock ini bertindak sebagai pembeli siaga saham yang kurang dari satuan perdagangan (odd lot) adalah PT Danataman Makmur. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa yang pada 31 Oktober 2016. Perseroan berharap rerverse stock akan membuat proses restrukturisasi utang berjalan dengan baik sehingga posisi keuangan menjadi lebih baik.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BRI Agroniaga (AGRO) menyetujui rencana penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak-banyaknya 4.465.150.218 saham yang ditawarkan melalui penambaham modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Penerbitan saham baru tersebut menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar. Rights issue ini merupakan langkah perseroan untuk menuju BUKU III di akhir tahun 2018. Dalam rights issue ini Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan mengeksekusi semua haknya dalam mekanisme HMETD sebesar 87,23%. RUPS juga menyetujui penerbitan Waran Seri II dan pelaksanaan penambahan modal. Waran ini akan dilakukan dalam enam bulan setelah rights issue. Efektif pelaksanaan penambahan modal HMETD tersebut diperkirakan pada 22 November 2016. Rights issue dan waran ini akan meningkatkan modal yang ditempatkan dan disetor penuh sekitar 38,9%.
Garuda Indonesia (GIAA) menargetkan transaksi penjualan tiket Rp 386 miliar selama penyelenggaraan pameran perjalanan atau Garuda Travel Fair (GATF) Fase II 2016 di 18 kota di Indonesia. Perseroan menargetkan transaksi penjualan di Jakarta sebesar Rp 225 miliar dan 80.000 pengunjung. Perseroan menargetkan tingkat keterisian (load factor) penumpang dari pameran tersebut bisa naik 3%-4% dari kondisi normal pada musim sepi (low season) yang hanya 75%. Target keseluruhan transaksi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan GATF Fase I 2016, yaitu Rp 350 miliar dan di Jakarta, Rp 179 miliar dengan 69.000 pengunjung.
Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) menyatakan akan melanjutkan ekspansi pabrik pengolahan beras di Kabupaten Sidrap dan Bone, Sulawesi Selatan masing-masing dua pabrik. Pembangunannya akan dimulai semester II 2017 dari semula akan dibangun tahun 2016. Kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas sekitar 240.000 ton beras per tahun. Pembangunan pabrik itu membutuhkan investasi sekitar Rp 600 miliar. Pada tahun 2018 pabrik tersebut diperkirakan baru bisa beroperasi.
Surya Toto Indonesia (TOTO) akan melakukan pemecahan nilai saham atau stock split dengan rasio 1:10 untuk meningkatkan likuiditas saham. Aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
Pembangunan perluasan gudang dan pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) Wismilak Inti Makmur (WIIM) di Bojonegoro masih sesuai yang direncanakan. Pembangunan pabrik itu sudah mencapai 80%. Perseroan menargetkan pada akhir tahun 2016 pabrik itu sudah dapat beroperasi secara komersial. Pembangunan pabrik ini memakan biaya Rp 20 miliar dari dana capex yang disiapkan Rp 70 miliar. Dengan adanya pelebaran gudang ini, produksi rokok SKT WIIM bisa meningkat 20% menjadi 900 juta – 1 miliar batang per tahun. Saat ini dengan produksi rokok WIIM mencapai 832- 844 juta rokok SKT per tahun dari gudang di Surabaya dan Kertosono. WIIM menargetkan peningkatan penjualan 25% dengan kenaikan volume penjualan 15% YoY.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap melakukan evaluasi 3 bulan untuk harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Evaluasi ini akan menjadi penetapan harga BBM pada 1 Oktober 2016. Dengan melihat harga minyak dunia dan setelah melakukan perhitungan semua faktornya, maka harga BBM jenis premium turun dan solar naik pada 1 Oktober 2016. Rencananya Kementerian ESDM akan melakukan perhitungan pada 25 September 2016.
Bank Indonesia (BI) menyatakan sistem keuangan tetap stabil dengan ketahanan sistem perbankan terjaga. Pada Juli 2016 rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 22,9% dan rasio likuiditas (AL/DPK) berada pada level 20,8%. Sementara rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) mengalami peningkatan menjadi sebesar 3,2% (gross) atau 1,5% (net).
Paskah the Fed mempertahankan kenaikan suku bunga tidak berubah dalam jangka pendek, kendati memberikan isyarat dapat menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini, seiring dengan membaiknya pasar tenaga kerja lebih lanjut. Namun seiring meredanya atas sentimen the Fed diperkirakan rally kenaikan bagi saham global dapat tertahan pada hari ini. Sentimen ini, diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan bagi indeks bursa saham Indonesia pada hari ini.
Sentimen dari dalam negeri masih terbilang positif, yakni berkenaan dengan persepsi publik terhadap pelaksanaan program amnesti pajak yang mulai optimis, Meski, indikatornya tampaknya bukan pada soal besaran angka-angka yang akan diperoleh, tetapi usaha keras yang dilakukan atas program amnesti pajak yang dilakukan pemerintah berupa kesadaran dari tokoh-tokah yang menjadi lokomotif bagi kepercayaan untuk mengikuti amnesti pajak ini. Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah pengusaha kelas kakap dan sejumlah taipan ke Istana. Ekspektasi atas pasar global hari ini rentan terjadi profit taking, namun pasar saham Indonesia diperkirakan bergerak mixed, untuk peluang kenaikan masih cukup terbuka pada hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 5362/5344/5319
Resistance Level : 5405/5430/5448
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down to up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
INCO: Trading Buy
Close 2840, TP 2900
Boleh buy di level 2820-2840
Resistance di 2900 & support di 2740
Waspadai jika tembus di 2740
Batasi resiko di 2720
KAEF: Trading Buy
Close 2500, TP 2560
Boleh buy di level 2480-2500
Resistance di 2560 & support di 2380
Waspadai jika tembus di 2380
Batasi resiko di 2370
GGRM : Trading Buy
Close 65125, TP 65425
Boleh buy di level 65075-65125
Resistance di 65425 & support di 64650
Waspadai jika tembus di 64650
Batasi resiko di 64550
BBRI: Trading Buy
Close 12075, TP 12325
Boleh buy di level 12025-12075
Resistance di 12325 & support di 12025
Waspadai jika tembus di 12025
Batasi resiko di 11950
MPPA: Trading Buy
Close 1885, TP 1905
Boleh buy di level 1875-1885
Resistance di 1905 & support di 1850
Waspadai jika tembus di 1850
Batasi resiko di 1830
PWON: Trading Buy
Close 680, TP 700
Boleh buy di level 670-680
Resistance di 700 & support di 660
Waspadai jika tembus di 660
Batasi resiko di 650
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ACST, TOTL, BBTN, BDMN, BMTR, ADRO
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 22-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$45.74 (0.40)
Gold-(troy oz) US$1,332.65 (-0.97)
Nickel-(ton) US$10,350.00 (40.00)
Tin-(ton) US$19,300.00 (-175.00)
Coal (Newc)/ton US$72.65 (10.25)
CPO Mal/ton* MYR2,906.50 (-7.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,074.00 (-63.00)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 23 September 2016
RUPSLB
• MLBI – RUPSLB
Economic Calendar:
• indeks Flash Manufacturing dan Services PMI Perancis bulan September 2016
• indeks Flash Manufacturing dan Services PMI Jerman bulan September 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI dan Services PMI zona Euro September 2016
• indeks Flash Manufacturing PMI AS versi Markit bulan September 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Bank Mandiri (BMRI) melakukan Penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp5 triliun yang merupakan bagian dari total penerbitan Obligasi Berkelanjutan I senilai Rp14 triliun. Obligasi ini terdiri dari seri A dengan nominal Rp1,1 triliun dengan bunga 7,95% per tahun berjangka 5 tahun, sedangkan seri B bernominal Rp1,50 triliun berbunga 8,50% dan berjangka 7 tahun serta seri C bernominal R2,4 triliun berbunga 8,65% dan jangka waktu 10 tahun.
Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) berniat untuk melakukan Penawaran Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) V senilai total Rp329 miliar. Dalam PUT V ini perseroan akan mengeluarkan saham baru sebanyak 17.934.032.671 lembar saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp18,35 termasuk melakukan kompensasi hak tagih GRIL yang masih tersisa. Penggunaan dana hasil PUT V seluruhnya akan digunakan perseroan untuk ekspansi bisnis perseroan khususnya penyaluran kredit untuk pembayaran kewajiban perseroan.
Wijaya Karya (WIKA) menetapkan harga penerbitan saham baru rights issue melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) berkisar Rp1.525-Rp2.505 per lembar yang akan dilaksanakan akhir Oktober 2016. Aksi korporasi tersebut merupakan tindak lanjut dari persetujuan dalam mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4 triliun yang akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek dan infrastruktur perseroan yang kini telah melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Garuda Indonesia (GIAA) memperkirakan dapat membukukan keuntungan USD 25 juta pada Triwulan III 2016 setelah sebelumnya mengalami kerugian pada Semester I 2016 sebesar USD 63,2 juta. Salah satu faktor pendorong bagi leba perseroan ini, menyusul transaksi tiket yang mulai meningkat memasuki akhir tahun atau masa musim ramai atau peak season.
United Tractors (UNTR) akan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2016 sebesar Rp 143 per saham pada 17 Oktober 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 28 dan 29 September 2016 dan di pasar tunai 3 dan 4 Oktober 2016 dengan DPS hingga 3 Oktober 2016.
Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan pertumbuhan tahunan komitmen kredit infrastruktur hingga Agustus 2016 sebesar 40,2% atau menjadi Rp 92,8 triliun. Perseroan mengucurkan kredit infrastruktur mayoritas untuk sektor transportasi sebesar Rp 36,4 triliun, antara lain untuk pembangunan bandara, pelabuhan serta kereta api, seperti untuk pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Sedangkan proyek infrastruktur lain yang didanai Bank Mandiri antara lain proyek pembangkit tenaga listrik sebesar Rp 28,7 triliun, pembangunan jalan tol Rp 15,3 triliun dan sektor telekomunikasi Rp 12,5 triliun. Proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai bank Mandiri, sebagian besar bersifat tahun jamak. Oleh karena itu proses pencairan kredit infrastruktur mengikuti perkembangan dari realisasi masing-masing proyek infrastruktur. Dari nilai komitmen Rp 92,8 triliun, pinjaman yang sudah dicairkan sebesar Rp 49,4 triliun atau meningkat sekitar 19% YoY.
XL Axiata (EXCL) memperkuat jaringan di sebagian besar wilayah Sulawesi sebagai komitmen untuk membangun Indonesia khususnya di bagian timur. Wilayah Sulawesi akan menjadi tujuan pembangunan setelah Jawa. Perseroan melakukan pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik, pembangunan jaringan 4G LTE dan pemanfaatan spektrum frekuensi 900 MHz untuk layanan 3G di wilayah tersebut. Perseroan menilai Sulawesi adalah daerah yang memiliki potensi besar untuk pasar layanan telekomunikasi dan data ke depan. Kota-kota di Sulawesi makin menggeliat, seiring dengan pembangunan berbagai sarana infrastruktur. Jaringan XL di Sulawesi telah menjangkau 58 kabupaten yang tersebar di 4 provinsi. Saat ini jumlah total BTS yang ada di seluruh Sulawesi mencapai lebih dari 1.850 unit, dengan 40% diantaranya merupakan BTS 3G dan 4G. Jaringan backbone fiber optic (FO) sepanjang total 4.150 km telah menopang layanan data untuk sekitar 1,2 juta pelanggan. Sekitar 23% pelanggan di pulau itu merupakan pelanggan layanan Data, yang menuntut jaringan yang berkualitas.
Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) berencana melakukan penggabungan nilai saham atau reverse stock terhadap seluruh saham yang telah dikeluarkan. Setiap 10 saham dengan nominal Rp 100 per saham akan mengalami perubahan menjadi 1 saham dengan nominal Rp 1.000 (rasio 10 : 1). Dalam reverse stock ini bertindak sebagai pembeli siaga saham yang kurang dari satuan perdagangan (odd lot) adalah PT Danataman Makmur. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa yang pada 31 Oktober 2016. Perseroan berharap rerverse stock akan membuat proses restrukturisasi utang berjalan dengan baik sehingga posisi keuangan menjadi lebih baik.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BRI Agroniaga (AGRO) menyetujui rencana penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak-banyaknya 4.465.150.218 saham yang ditawarkan melalui penambaham modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Penerbitan saham baru tersebut menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar. Rights issue ini merupakan langkah perseroan untuk menuju BUKU III di akhir tahun 2018. Dalam rights issue ini Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan mengeksekusi semua haknya dalam mekanisme HMETD sebesar 87,23%. RUPS juga menyetujui penerbitan Waran Seri II dan pelaksanaan penambahan modal. Waran ini akan dilakukan dalam enam bulan setelah rights issue. Efektif pelaksanaan penambahan modal HMETD tersebut diperkirakan pada 22 November 2016. Rights issue dan waran ini akan meningkatkan modal yang ditempatkan dan disetor penuh sekitar 38,9%.
Garuda Indonesia (GIAA) menargetkan transaksi penjualan tiket Rp 386 miliar selama penyelenggaraan pameran perjalanan atau Garuda Travel Fair (GATF) Fase II 2016 di 18 kota di Indonesia. Perseroan menargetkan transaksi penjualan di Jakarta sebesar Rp 225 miliar dan 80.000 pengunjung. Perseroan menargetkan tingkat keterisian (load factor) penumpang dari pameran tersebut bisa naik 3%-4% dari kondisi normal pada musim sepi (low season) yang hanya 75%. Target keseluruhan transaksi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan GATF Fase I 2016, yaitu Rp 350 miliar dan di Jakarta, Rp 179 miliar dengan 69.000 pengunjung.
Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) menyatakan akan melanjutkan ekspansi pabrik pengolahan beras di Kabupaten Sidrap dan Bone, Sulawesi Selatan masing-masing dua pabrik. Pembangunannya akan dimulai semester II 2017 dari semula akan dibangun tahun 2016. Kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas sekitar 240.000 ton beras per tahun. Pembangunan pabrik itu membutuhkan investasi sekitar Rp 600 miliar. Pada tahun 2018 pabrik tersebut diperkirakan baru bisa beroperasi.
Surya Toto Indonesia (TOTO) akan melakukan pemecahan nilai saham atau stock split dengan rasio 1:10 untuk meningkatkan likuiditas saham. Aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
Pembangunan perluasan gudang dan pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) Wismilak Inti Makmur (WIIM) di Bojonegoro masih sesuai yang direncanakan. Pembangunan pabrik itu sudah mencapai 80%. Perseroan menargetkan pada akhir tahun 2016 pabrik itu sudah dapat beroperasi secara komersial. Pembangunan pabrik ini memakan biaya Rp 20 miliar dari dana capex yang disiapkan Rp 70 miliar. Dengan adanya pelebaran gudang ini, produksi rokok SKT WIIM bisa meningkat 20% menjadi 900 juta – 1 miliar batang per tahun. Saat ini dengan produksi rokok WIIM mencapai 832- 844 juta rokok SKT per tahun dari gudang di Surabaya dan Kertosono. WIIM menargetkan peningkatan penjualan 25% dengan kenaikan volume penjualan 15% YoY.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap melakukan evaluasi 3 bulan untuk harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Evaluasi ini akan menjadi penetapan harga BBM pada 1 Oktober 2016. Dengan melihat harga minyak dunia dan setelah melakukan perhitungan semua faktornya, maka harga BBM jenis premium turun dan solar naik pada 1 Oktober 2016. Rencananya Kementerian ESDM akan melakukan perhitungan pada 25 September 2016.
Bank Indonesia (BI) menyatakan sistem keuangan tetap stabil dengan ketahanan sistem perbankan terjaga. Pada Juli 2016 rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 22,9% dan rasio likuiditas (AL/DPK) berada pada level 20,8%. Sementara rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) mengalami peningkatan menjadi sebesar 3,2% (gross) atau 1,5% (net).











0 comments:
Posting Komentar