Prediksi IHSG;
Hasil dari rapat Federal Reserve AS pada Rabu akhirnya memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga the Fed tidak berubah, namun memberikan isyarat yang lebih jelas mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun ini. The Fed dalam FOMC meeting kemarin memutuskan untuk mempertahankan Fed rate di level 0%-0,25%. Komite kebijakan The Fed mengatakan jika potensi untuk menaikkan suku bunga telah semakin menguat meskipun mereka masih ingin melihat bukti lebih lanjut dari perkembangan ekonomi. Komite kebijakan The Fed juga mengatakan jika risiko yang dihadapi perekonomian sejauh ini masih terkendali.
Sedangkan sentimen dari dalam negeri, terkait dengan program amnesty pajak yang tengah di upayakan oleh pemerintah agar sesuai dengan apa yang di targetkan sebelumnya. Dalam hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons masukan dari publik yang meminta agar Presiden Joko Widodo memperpanjang masa amnesti pajak.
Sementara ini perkembangan dari statistik amnesty pajak, total harta yang dilaporkan dalam program pengampunan pajak atau tax amnesty telah menyentuh Rp 1.133,77 triliun hingga hari kemarin, Rabu, 21 September 2016. Jumlah harta dilaporkan oleh 100.227 wajib pajak yang telah melaporkan surat pernyataan harta (SPH). Deklarasi dalam negeri mencapai Rp 777 triliun dan deklarasi luar negeri telah mencapai Rp 298 triliun. Sementara itu, repatriasi telah mencapai Rp 58,7 triliun. Adapun jumlah uang tebusan yang berasal dari wajib pajak yang telah menyerahkan SPH tersebut mencapai Rp 27,16 triliun.
Sentimen positif pasar dari keputusan the Fed, dan program pemerintah berkenaan dengan amnesty pajak, dapat kembali membawa IHSG melaju ke zona hijau pada hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 5296/5249/5223
Resistance Level : 5369/5395/5441
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
INDF: Trading Buy
Close 8600, TP 8725
Boleh buy di level 8550-8600
Resistance di 8725 & support di 8375
Waspadai jika tembus di 8375
Batasi resiko di 8300
UNVR: Trading Buy
Close 44975, TP 45175
Boleh buy di level 44850-44975
Resistance di 45175 & support di 44550
Waspadai jika tembus di 44550
Batasi resiko di 44450
ADHI : Trading Buy
Close 2470, TP 2490
Boleh buy di level 2460-2470
Resistance di 2490 & support di 2440
Waspadai jika tembus di 2440
Batasi resiko di 2420
JSMR: Trading Buy
Close 4860, TP 4930
Boleh buy di level 4840-4860
Resistance di 4930 & support di 4730
Waspadai jika tembus di 4730
Batasi resiko di 4710
KAEF: Trading Buy
Close 2310, TP 2410
Boleh buy di level 2290-2310
Resistance di 2410 & support di 2120
Waspadai jika tembus di 2120
Batasi resiko di 2100
SMRA: Trading Buy
Close 1720, TP 1790
Boleh buy di level 1700-1720
Resistance di 1790 & support di 1655
Waspadai jika tembus di 1655
Batasi resiko di 1645
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BBTN, ASRI, AKRA, TOTL.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 21-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$44.95 (0.90)
Gold-(troy oz) US$1,319.77 (4.91)
Nickel-(ton) US$10,310.00 (160.00)
Tin-(ton) US$19,475.00 (125.00)
Coal (Newc)/ton US$71.65 (9.25)
CPO Mal/ton* MYR2,913.50 (29.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,136.50 (-8.50)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 22 September 2016
RUPSLB
• AGRO – RUPSLB
• BIPI – RUPST
Rights Issue
· BRNA, ratio 100:29, harga 1000, cum 21 Sep’16, ex 22 Sep’16
Economic Calendar:
• hasil meeting FOMC , statement dan suku bunga dan Proyeksi ekonomi
• konperensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Janet Yellen
• bulletin ekonomi ECB
• data Jobless Claims AS per 16 September 2016
• pidato presiden ECB Mario Draghi
• pidato anggota MPC BoE Jon Cunliffe
• data Existing Home Sales AS bulan Agustus 2016
• indeks kepercayaan konsumen zona Euro versi Eurostat September 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Astra Agro Lestari (AALI) akan membagikan dividen interim sebesar Rp99 per lembar untuk tahun buku 2016 pada 17 Oktober 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 27 dan 28 September 2016 dan di pasar tunai 30 September dan 3 Oktober 2016 dengan DPS hingga 30 September 2016.
Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) mengalami penurunan penjualan bersih menjadi Rp204,91 miliar hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan penjualan bersih Rp535,23 miliar di akhir periode 30 Juni 2015. Rugi tahun berjalan sebesar Rp221,45 miliar usai meraih laba tahun berjalan Rp49,66 miliar hingga akhir Juni tahun lalu.
Surya Semesta Internusa (SSIA) melalui anak usahanya PT Surya Internusa Hotels membuka hotel baru di Lampung yakni Batiqa Hotel Manajemen yang merupakan business hotel unit keenam. BATIQA Hotels akan memasuki market dengan mencari lokasi strategis berpotensi bisnis, di kota-kota besar maupun di wilayah second tier yang ada di Indonesia.
Semen Indonesia (SMGR) menyatakan pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah, telah mencapai 96% dan ditargetkan mampu beroperasi pada akhir tahun ini. Perseroan optimistis pembangunan pabrik dapat selesai 100% dalam 1-2 bulan ke depan. Setelah itu, tahap yang akan dilakukan adalah pre-commisioning dan commisioning. SMGR sedang menyelesaikan pembangunan dua pabrik semen terintegrasi di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung VI, Padang, Sumatera Barat dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton per tahun. Kedua proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada akhir 2016.
Setelah mengakuisisi penuh kepemilikan Jakarta Garden City (JGC) dari Keppel Land Singapore, Modernland Realty (MDLN) melalui anak usahanya Mitra Sindo Sukses mulai merencanakan pengembangan sisa lahan 250 ha dari total 370 ha. Lahan seluas 120 ha di JGC sudah selesai dikembangkan. Untuk itu, sisa lahan rencananya digunakan untuk pembangunan kawasan hunian berupa rumah tapak dan apartemen serta kawasan komersial seperti gedung perkantoran dan tempat hiburan.
Sarana Menara Nusantara (TOWR) menargetkan rasio pinjaman utang bersih terhadap EBITDA yang disetahunkan sebesar 1,8 kali pada tahun ini. Perseroan tengah menurunkan rasio utang dengan mempercepat pelunasan utang. TOWR sudah melunasi fasilitas pinjaman senilai USD 90 juta pada Agustus 2016 yang sesungguhnya jatuh tempo pada 2019.
Manajemen Surya Toto Indonesia (TOTO) memperkirakan kinerja pendapatan hingga tahun ini mengalami penurunan sekitar 5-6%. Penurunan terjadi karena imbas perlambatan ekonomi nasional beberapa waktu lalu. Perseroan juga memperkirakan laba tahun ini akan terkoreksi seiring dengan biaya yang bertambah. Namun, TOTO akan mempertahankan laba bersih minimal di kisaran 10% dari total pendapatan.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berkomitmen mempertahankan fokus bisnis ke kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar 73%. Sisanya sekitar 27% kredit disalurkan ke korporasi. Perseroan terus memperkuat pelayanan ke sektor usaha mikro dengan memacu pembiayaan sektor tersebut dan mendorong pemanfaatan teknologi terbaru untuk meningkatkan pelayanan.
Waskita Karya (WSKT) memberikan pinjaman kepada anak usahanya, yaitu PT Waskita Toll Road sebesar Rp 233,64 miliar untuk pembebasan lahan di proyek tol Batang--Semarang. Waskita Toll Road akan menggunakan pinjaman tersebut untuk PT Jasa Marga Semarang Batang, anak usaha Waskita Toll Road dengan porsi pemilikan 40%. Berdasarkan Perpres No.20/2015, pengadaan tanah bisa ditalangi oleh badan usaha yang memerlukan tanah untuk pembangunan proyek. Waskita juga telah mendapat pinjaman jangka pendek dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk pembiayaan dana talangan pengadaan tanah.
Astra International (ASII) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 55 per saham untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2016. Cum dividen interim di pasar regular dan negosiasi pada 26 September 2016. Cum dividen interim di pasar tunai 29 September 2016. Pelaksanaan pembayaran dividen interim pada 21 Oktober 2016.
Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) berencana merilis obligasi dalam 2 seri senilai Rp 300 miliar pada 22-26 September 2016. Jaya Ancol akan menawarkan obligasi seri A senilai Rp 250 miliar bertenor 3 tahun dengan tingkat kupon 8,1%. Sedang seri B senilai Rp 50 miliar dengan tingkat bunga 8,2% bertenor 5 tahun. Kupon yang ditawarkan Jaya Ancol merupakan batas bawah dari yang ditawarkan pada masa penawaran awal masing-masing 8,1%--8,6% untuk seri A dan 8,2%--8,% untuk seri B. Dalam masa penawaran awal, obligasi Jaya Ancol juga mencatat kelebihan permintaan sebanyak 2,5 kali atau Rp 805 miliar. Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pengembangan dengan porsi 60% sedangkan sisanya untuk pengembangan bisnis properti.
Acset Indonusa (ACST) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 11 per saham pada 14 Oktober 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 27 dan 28 September 2016, sedangkan cum dan ex di pasar tunai pada 30 September dan 3 Oktober 2016 dengan DPS hingga 30 September 2016.
Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menggandeng PT Bank NTB dan Bank Jatim (BJTM) untuk memberikan kemudahan layanan transaksi kepada para pengguna jasa kepelabuhanan. Tujuan kerja sama tersebut untuk mempercepat dan memudahkan kelancaran transaksi pembayaran jasa kepelabuhanan antara Pelindo III dengan pengguna jasanya melalui "host to host system", guna meningkatkan kinerja usaha dengan prinsip saling menguntungkan.
Anak usaha Golden Energy Mines (GEMS) yakni PT Kuansing Inti Makmur telah mengambilalih porsi saham minoritas di PT Era Mitra Selaras (EMS) dari Glenfield Capital Inc. Dengan nilai akuisisi USD 37 juta. EMS adalah perusahaan yang memiliki area tambang di Sumatera Selatan dan Sumatera Barat dengan total cadangan batubara terbukti sebesar 68 juta ton. Dana akuisisi tersebut berasal dari kas internal perseroan.
Surya Semesta Internusa (SSIA) melalui anak usahanya yaitu PT Surya Internusa Hotel membuka hotel baru dengan nama Batiqa di Lampung berkapasitas 108 kamar. Perseroan masih membuka peluang untuk melakukan ekspansi hotel baru ke kota-kota yang memiliki potensi kegiatan bisnis, baik di kota besar maupun kota lapis kedua. Hingga saat ini Hotel Batiqa yang dimiliki Surya Internusa tersebar di Karawang, Cikarang, Cirebon. Secara keseluruhan total kamar Hotel Batiqa yang dikelola Surya Internusa mencapai 773 kamar. Strategi pengembangan yang dijalankan SSIA yaitu melakukan acquisition ataupun lease terhadap lahan yang berpotensi untuk dibangun hotel. Peseroan juga membuka peluang kerja sama dengan investor maupun mitra untuk mengembangkan bisnis hotel melalui perusahaan patungan, sewa jangka panjang, maupun jasa manajemen hotel.
Garuda Indonesia (GIAA) melakukan transaksi afiliasi dengan salah satu anak perusahaan yakni PT General Maintenance Facility (GMF) AeroAsia. Keduanya melakukan kerja sama untuk sewa mesin pesawat CFM56-3 ESN 858619. Garuda tidak lagi mengoperasikan pesawat B737-classic, sehingga mesin tipe CFM56-3 ESN 858619 tidak dibutuhkan. Pada saat yang sama, GMF membutuhkan mesin tersebut untuk kegiatan operasionalnya. Transaksi ini termasuk transaksi perseroan dengan perusahaan terkendali yang saham atau modalnya dimiliki paling kurang 99% perseroan.
Ooredoo Asia Pte Ltd., pemilik mayoritas Indosat Ooredoo (ISAT) yang berlokasi di Doha, Qatar, memastikan Indonesia masih menjadi pasar potensial bagi mereka. Melalui Indosat, Ooredoo melihat Indonesia menjadi pasar strategis dan terbesar bagi jaringan bisnis Ooredoo di negara lain, sehingga Indonesia memberikan pengaruh jangka panjang dan prospektif bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan. Ooredoo mengonfimasi tidak memiliki niat menjual setiap kepemilikannya dalam bisnis.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memanggil 3 bank nasional yang memiliki induk usaha bank asal Singapura, aitu, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank UOB Indonesia dan Bank OCBC NISP (NISP). Pemanggilan itu dilakukan agar bank di Indonesia itu terus berkomunikasi dengan induk untuk mengajak wajib pajak Warga Negara Indonesia di Singapura berpartisipasi dalam program amnesti pajak. Ketiga bank itu disebutkan sudah melakukan komunikasi yang intens dengan induk usaha di Singapura terkait pengampunan pajak dengan melakukan sosialisasi di Singapura.
Cita Mineral Investindo (CITA) akan menerbitkan surat utang atau notes dengan nilai maksimum USD 30 juta. CITA akan menerbitkan surat utang dengan bunga 2,8% per tahun dan jangka waktu 2 tahun sejak tanggal penerbitan surat utang. Tujuan penggunaan dana untuk modal kerja dan refinancing. Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC Ltd) akan bertindak sebagai agen penghitungan. CITA menargetkan kapasitas pabrik ini mencapai 1 juta ton per tahun. CITA mengoperasikan smelter ini melalui anak usahanya, yaitu PT Well Harvest Wining Alumina Refinery (WHW). Pertengahan tahun 2016 perseroan ini sudah mengoperasikan smelter grade alumina (SGA) tahap I di Kalimantan Barat dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. Selama periode Juni–Desember 2016, SGA Well Harvest akan memproduksi 600.000 ton alumina. Total kebutuhan bijih bauksit selama periode ini sekitar 1,8 juta ton. Smelter ini menelan investasi USD 1,15 miliar. CITA disebutkan juga mulai membukukan pendapatan.
MNC Bank International (BABP) menargetkan total aset di kisaran Rp 14 triliun pada tahun 2016. Perseroan juga menargetkan penyaluran kredit di kisaran Rp 8 triliun-Rp 8,5 triliun dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 7 triliun. Untuk mengejar target tersebut, perseroan masih fokus untuk menyalurkan kredit ke sektor properti. Saat ini masih banyak proyek-proyek pembangunan properti telah masuk ke dalam pipeline. MNC Bank juga masih fokus untuk pengembangan penyaluran kredit di sektor konsumer. Pada sektor ini ada 4 jenis kredit yakni mortgage, multi finance, kartu kredit dan implant banking.
PT. Aneka Gas Industri menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% pada tahun 2016 dari tahun 2015 sebesar Rp 1,4 triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp 48 miliar. Hingga pertengahan tahun 2016, perseroan membukukan pendapatan Rp 815 miliar, naik 25% YoY.
Beberapa anak BUMN tengah mempersiapkan initial public offering (IPO), yaitu PT. Tugu Pramata Indonesia, PT. HK Realtindo, PT. Krakatau Daya Listrik, PT. PP Peralatan, serta lainnya. Saat ini Tugu Pratama dan HK Realtindo sudah memulai persiapan menuju IPO. Rencananya anak BUMN di bidang kontraktor bisa mulai IPO kuartal III dan IV, sedangkan non kontraktor bisa masuk kuartal II. PT. Tugu Pratama, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang asuransi umum, menargetkan perolehan dana IPO sekitar USD 220 juta dengan melepas saham hingga 40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. PT. Tugu Pratama akan menggunakan dana hasil IPO untuk ekspansi di sektor ritel.
Pemerintah menyatakan akan ada banyak anak usaha dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public pada tahun 2017. Salah satunya adalah PT HK Realtindo yang berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di semester I 2017 dengan melepas sekitar 30%-35% saham ke publik. Target dana yang dihimpun sebesar Rp 1,4 triliun. Dana IPO itu di antaranya akan digunakan untuk membiayai modal kerja, mengakuisisi beberapa proyek properti dan pembelian lahan. Untuk mempercepat pertumbuhan, perseroan akan mengakuisisi yang sudah memiliki izin, yaitu di Surabaya dan Jakarta. Nilai akuisisi itu sekitar Rp 2,5 triliun. Selain didukung pendanaan dari IPO, juga didukung dari penerbitan medium term notes (MTN) sebesar Rp 600 miliar dan melalui pembiayaan mezanin sebesar Rp 250 miliar. PT HK Realtindo merupakan anak usaha PT Hutama Karya, sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang bisnis konstruksi dan kontraktor umum.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mendorong emiten-emiten yang sudah didelisting untuk aktif kembali di pasar modal alias relisting guna mendorong kapitalisasi pasar. Ada 8 mantan emiten yang sudah memenuhi panggilan BEI untuk melakukan relisting.
Hasil dari rapat Federal Reserve AS pada Rabu akhirnya memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga the Fed tidak berubah, namun memberikan isyarat yang lebih jelas mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun ini. The Fed dalam FOMC meeting kemarin memutuskan untuk mempertahankan Fed rate di level 0%-0,25%. Komite kebijakan The Fed mengatakan jika potensi untuk menaikkan suku bunga telah semakin menguat meskipun mereka masih ingin melihat bukti lebih lanjut dari perkembangan ekonomi. Komite kebijakan The Fed juga mengatakan jika risiko yang dihadapi perekonomian sejauh ini masih terkendali.
Sedangkan sentimen dari dalam negeri, terkait dengan program amnesty pajak yang tengah di upayakan oleh pemerintah agar sesuai dengan apa yang di targetkan sebelumnya. Dalam hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons masukan dari publik yang meminta agar Presiden Joko Widodo memperpanjang masa amnesti pajak.
Sementara ini perkembangan dari statistik amnesty pajak, total harta yang dilaporkan dalam program pengampunan pajak atau tax amnesty telah menyentuh Rp 1.133,77 triliun hingga hari kemarin, Rabu, 21 September 2016. Jumlah harta dilaporkan oleh 100.227 wajib pajak yang telah melaporkan surat pernyataan harta (SPH). Deklarasi dalam negeri mencapai Rp 777 triliun dan deklarasi luar negeri telah mencapai Rp 298 triliun. Sementara itu, repatriasi telah mencapai Rp 58,7 triliun. Adapun jumlah uang tebusan yang berasal dari wajib pajak yang telah menyerahkan SPH tersebut mencapai Rp 27,16 triliun.
Sentimen positif pasar dari keputusan the Fed, dan program pemerintah berkenaan dengan amnesty pajak, dapat kembali membawa IHSG melaju ke zona hijau pada hari ini
Perspektif tenikal
Support Level : 5296/5249/5223
Resistance Level : 5369/5395/5441
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
INDF: Trading Buy
Close 8600, TP 8725
Boleh buy di level 8550-8600
Resistance di 8725 & support di 8375
Waspadai jika tembus di 8375
Batasi resiko di 8300
UNVR: Trading Buy
Close 44975, TP 45175
Boleh buy di level 44850-44975
Resistance di 45175 & support di 44550
Waspadai jika tembus di 44550
Batasi resiko di 44450
ADHI : Trading Buy
Close 2470, TP 2490
Boleh buy di level 2460-2470
Resistance di 2490 & support di 2440
Waspadai jika tembus di 2440
Batasi resiko di 2420
JSMR: Trading Buy
Close 4860, TP 4930
Boleh buy di level 4840-4860
Resistance di 4930 & support di 4730
Waspadai jika tembus di 4730
Batasi resiko di 4710
KAEF: Trading Buy
Close 2310, TP 2410
Boleh buy di level 2290-2310
Resistance di 2410 & support di 2120
Waspadai jika tembus di 2120
Batasi resiko di 2100
SMRA: Trading Buy
Close 1720, TP 1790
Boleh buy di level 1700-1720
Resistance di 1790 & support di 1655
Waspadai jika tembus di 1655
Batasi resiko di 1645
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BBTN, ASRI, AKRA, TOTL.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 21-Sep-16
Crude Oil-(barel) US$44.95 (0.90)
Gold-(troy oz) US$1,319.77 (4.91)
Nickel-(ton) US$10,310.00 (160.00)
Tin-(ton) US$19,475.00 (125.00)
Coal (Newc)/ton US$71.65 (9.25)
CPO Mal/ton* MYR2,913.50 (29.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,136.50 (-8.50)
*running
Agenda hari ini - Kamis, 22 September 2016
RUPSLB
• AGRO – RUPSLB
• BIPI – RUPST
Rights Issue
· BRNA, ratio 100:29, harga 1000, cum 21 Sep’16, ex 22 Sep’16
Economic Calendar:
• hasil meeting FOMC , statement dan suku bunga dan Proyeksi ekonomi
• konperensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Janet Yellen
• bulletin ekonomi ECB
• data Jobless Claims AS per 16 September 2016
• pidato presiden ECB Mario Draghi
• pidato anggota MPC BoE Jon Cunliffe
• data Existing Home Sales AS bulan Agustus 2016
• indeks kepercayaan konsumen zona Euro versi Eurostat September 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Astra Agro Lestari (AALI) akan membagikan dividen interim sebesar Rp99 per lembar untuk tahun buku 2016 pada 17 Oktober 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 27 dan 28 September 2016 dan di pasar tunai 30 September dan 3 Oktober 2016 dengan DPS hingga 30 September 2016.
Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) mengalami penurunan penjualan bersih menjadi Rp204,91 miliar hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan penjualan bersih Rp535,23 miliar di akhir periode 30 Juni 2015. Rugi tahun berjalan sebesar Rp221,45 miliar usai meraih laba tahun berjalan Rp49,66 miliar hingga akhir Juni tahun lalu.
Surya Semesta Internusa (SSIA) melalui anak usahanya PT Surya Internusa Hotels membuka hotel baru di Lampung yakni Batiqa Hotel Manajemen yang merupakan business hotel unit keenam. BATIQA Hotels akan memasuki market dengan mencari lokasi strategis berpotensi bisnis, di kota-kota besar maupun di wilayah second tier yang ada di Indonesia.
Semen Indonesia (SMGR) menyatakan pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah, telah mencapai 96% dan ditargetkan mampu beroperasi pada akhir tahun ini. Perseroan optimistis pembangunan pabrik dapat selesai 100% dalam 1-2 bulan ke depan. Setelah itu, tahap yang akan dilakukan adalah pre-commisioning dan commisioning. SMGR sedang menyelesaikan pembangunan dua pabrik semen terintegrasi di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung VI, Padang, Sumatera Barat dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton per tahun. Kedua proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada akhir 2016.
Setelah mengakuisisi penuh kepemilikan Jakarta Garden City (JGC) dari Keppel Land Singapore, Modernland Realty (MDLN) melalui anak usahanya Mitra Sindo Sukses mulai merencanakan pengembangan sisa lahan 250 ha dari total 370 ha. Lahan seluas 120 ha di JGC sudah selesai dikembangkan. Untuk itu, sisa lahan rencananya digunakan untuk pembangunan kawasan hunian berupa rumah tapak dan apartemen serta kawasan komersial seperti gedung perkantoran dan tempat hiburan.
Sarana Menara Nusantara (TOWR) menargetkan rasio pinjaman utang bersih terhadap EBITDA yang disetahunkan sebesar 1,8 kali pada tahun ini. Perseroan tengah menurunkan rasio utang dengan mempercepat pelunasan utang. TOWR sudah melunasi fasilitas pinjaman senilai USD 90 juta pada Agustus 2016 yang sesungguhnya jatuh tempo pada 2019.
Manajemen Surya Toto Indonesia (TOTO) memperkirakan kinerja pendapatan hingga tahun ini mengalami penurunan sekitar 5-6%. Penurunan terjadi karena imbas perlambatan ekonomi nasional beberapa waktu lalu. Perseroan juga memperkirakan laba tahun ini akan terkoreksi seiring dengan biaya yang bertambah. Namun, TOTO akan mempertahankan laba bersih minimal di kisaran 10% dari total pendapatan.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berkomitmen mempertahankan fokus bisnis ke kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar 73%. Sisanya sekitar 27% kredit disalurkan ke korporasi. Perseroan terus memperkuat pelayanan ke sektor usaha mikro dengan memacu pembiayaan sektor tersebut dan mendorong pemanfaatan teknologi terbaru untuk meningkatkan pelayanan.
Waskita Karya (WSKT) memberikan pinjaman kepada anak usahanya, yaitu PT Waskita Toll Road sebesar Rp 233,64 miliar untuk pembebasan lahan di proyek tol Batang--Semarang. Waskita Toll Road akan menggunakan pinjaman tersebut untuk PT Jasa Marga Semarang Batang, anak usaha Waskita Toll Road dengan porsi pemilikan 40%. Berdasarkan Perpres No.20/2015, pengadaan tanah bisa ditalangi oleh badan usaha yang memerlukan tanah untuk pembangunan proyek. Waskita juga telah mendapat pinjaman jangka pendek dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk pembiayaan dana talangan pengadaan tanah.
Astra International (ASII) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 55 per saham untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2016. Cum dividen interim di pasar regular dan negosiasi pada 26 September 2016. Cum dividen interim di pasar tunai 29 September 2016. Pelaksanaan pembayaran dividen interim pada 21 Oktober 2016.
Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) berencana merilis obligasi dalam 2 seri senilai Rp 300 miliar pada 22-26 September 2016. Jaya Ancol akan menawarkan obligasi seri A senilai Rp 250 miliar bertenor 3 tahun dengan tingkat kupon 8,1%. Sedang seri B senilai Rp 50 miliar dengan tingkat bunga 8,2% bertenor 5 tahun. Kupon yang ditawarkan Jaya Ancol merupakan batas bawah dari yang ditawarkan pada masa penawaran awal masing-masing 8,1%--8,6% untuk seri A dan 8,2%--8,% untuk seri B. Dalam masa penawaran awal, obligasi Jaya Ancol juga mencatat kelebihan permintaan sebanyak 2,5 kali atau Rp 805 miliar. Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pengembangan dengan porsi 60% sedangkan sisanya untuk pengembangan bisnis properti.
Acset Indonusa (ACST) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 11 per saham pada 14 Oktober 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 27 dan 28 September 2016, sedangkan cum dan ex di pasar tunai pada 30 September dan 3 Oktober 2016 dengan DPS hingga 30 September 2016.
Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menggandeng PT Bank NTB dan Bank Jatim (BJTM) untuk memberikan kemudahan layanan transaksi kepada para pengguna jasa kepelabuhanan. Tujuan kerja sama tersebut untuk mempercepat dan memudahkan kelancaran transaksi pembayaran jasa kepelabuhanan antara Pelindo III dengan pengguna jasanya melalui "host to host system", guna meningkatkan kinerja usaha dengan prinsip saling menguntungkan.
Anak usaha Golden Energy Mines (GEMS) yakni PT Kuansing Inti Makmur telah mengambilalih porsi saham minoritas di PT Era Mitra Selaras (EMS) dari Glenfield Capital Inc. Dengan nilai akuisisi USD 37 juta. EMS adalah perusahaan yang memiliki area tambang di Sumatera Selatan dan Sumatera Barat dengan total cadangan batubara terbukti sebesar 68 juta ton. Dana akuisisi tersebut berasal dari kas internal perseroan.
Surya Semesta Internusa (SSIA) melalui anak usahanya yaitu PT Surya Internusa Hotel membuka hotel baru dengan nama Batiqa di Lampung berkapasitas 108 kamar. Perseroan masih membuka peluang untuk melakukan ekspansi hotel baru ke kota-kota yang memiliki potensi kegiatan bisnis, baik di kota besar maupun kota lapis kedua. Hingga saat ini Hotel Batiqa yang dimiliki Surya Internusa tersebar di Karawang, Cikarang, Cirebon. Secara keseluruhan total kamar Hotel Batiqa yang dikelola Surya Internusa mencapai 773 kamar. Strategi pengembangan yang dijalankan SSIA yaitu melakukan acquisition ataupun lease terhadap lahan yang berpotensi untuk dibangun hotel. Peseroan juga membuka peluang kerja sama dengan investor maupun mitra untuk mengembangkan bisnis hotel melalui perusahaan patungan, sewa jangka panjang, maupun jasa manajemen hotel.
Garuda Indonesia (GIAA) melakukan transaksi afiliasi dengan salah satu anak perusahaan yakni PT General Maintenance Facility (GMF) AeroAsia. Keduanya melakukan kerja sama untuk sewa mesin pesawat CFM56-3 ESN 858619. Garuda tidak lagi mengoperasikan pesawat B737-classic, sehingga mesin tipe CFM56-3 ESN 858619 tidak dibutuhkan. Pada saat yang sama, GMF membutuhkan mesin tersebut untuk kegiatan operasionalnya. Transaksi ini termasuk transaksi perseroan dengan perusahaan terkendali yang saham atau modalnya dimiliki paling kurang 99% perseroan.
Ooredoo Asia Pte Ltd., pemilik mayoritas Indosat Ooredoo (ISAT) yang berlokasi di Doha, Qatar, memastikan Indonesia masih menjadi pasar potensial bagi mereka. Melalui Indosat, Ooredoo melihat Indonesia menjadi pasar strategis dan terbesar bagi jaringan bisnis Ooredoo di negara lain, sehingga Indonesia memberikan pengaruh jangka panjang dan prospektif bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan. Ooredoo mengonfimasi tidak memiliki niat menjual setiap kepemilikannya dalam bisnis.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memanggil 3 bank nasional yang memiliki induk usaha bank asal Singapura, aitu, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank UOB Indonesia dan Bank OCBC NISP (NISP). Pemanggilan itu dilakukan agar bank di Indonesia itu terus berkomunikasi dengan induk untuk mengajak wajib pajak Warga Negara Indonesia di Singapura berpartisipasi dalam program amnesti pajak. Ketiga bank itu disebutkan sudah melakukan komunikasi yang intens dengan induk usaha di Singapura terkait pengampunan pajak dengan melakukan sosialisasi di Singapura.
Cita Mineral Investindo (CITA) akan menerbitkan surat utang atau notes dengan nilai maksimum USD 30 juta. CITA akan menerbitkan surat utang dengan bunga 2,8% per tahun dan jangka waktu 2 tahun sejak tanggal penerbitan surat utang. Tujuan penggunaan dana untuk modal kerja dan refinancing. Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC Ltd) akan bertindak sebagai agen penghitungan. CITA menargetkan kapasitas pabrik ini mencapai 1 juta ton per tahun. CITA mengoperasikan smelter ini melalui anak usahanya, yaitu PT Well Harvest Wining Alumina Refinery (WHW). Pertengahan tahun 2016 perseroan ini sudah mengoperasikan smelter grade alumina (SGA) tahap I di Kalimantan Barat dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. Selama periode Juni–Desember 2016, SGA Well Harvest akan memproduksi 600.000 ton alumina. Total kebutuhan bijih bauksit selama periode ini sekitar 1,8 juta ton. Smelter ini menelan investasi USD 1,15 miliar. CITA disebutkan juga mulai membukukan pendapatan.
MNC Bank International (BABP) menargetkan total aset di kisaran Rp 14 triliun pada tahun 2016. Perseroan juga menargetkan penyaluran kredit di kisaran Rp 8 triliun-Rp 8,5 triliun dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 7 triliun. Untuk mengejar target tersebut, perseroan masih fokus untuk menyalurkan kredit ke sektor properti. Saat ini masih banyak proyek-proyek pembangunan properti telah masuk ke dalam pipeline. MNC Bank juga masih fokus untuk pengembangan penyaluran kredit di sektor konsumer. Pada sektor ini ada 4 jenis kredit yakni mortgage, multi finance, kartu kredit dan implant banking.
PT. Aneka Gas Industri menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% pada tahun 2016 dari tahun 2015 sebesar Rp 1,4 triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp 48 miliar. Hingga pertengahan tahun 2016, perseroan membukukan pendapatan Rp 815 miliar, naik 25% YoY.
Beberapa anak BUMN tengah mempersiapkan initial public offering (IPO), yaitu PT. Tugu Pramata Indonesia, PT. HK Realtindo, PT. Krakatau Daya Listrik, PT. PP Peralatan, serta lainnya. Saat ini Tugu Pratama dan HK Realtindo sudah memulai persiapan menuju IPO. Rencananya anak BUMN di bidang kontraktor bisa mulai IPO kuartal III dan IV, sedangkan non kontraktor bisa masuk kuartal II. PT. Tugu Pratama, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang asuransi umum, menargetkan perolehan dana IPO sekitar USD 220 juta dengan melepas saham hingga 40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. PT. Tugu Pratama akan menggunakan dana hasil IPO untuk ekspansi di sektor ritel.
Pemerintah menyatakan akan ada banyak anak usaha dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public pada tahun 2017. Salah satunya adalah PT HK Realtindo yang berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di semester I 2017 dengan melepas sekitar 30%-35% saham ke publik. Target dana yang dihimpun sebesar Rp 1,4 triliun. Dana IPO itu di antaranya akan digunakan untuk membiayai modal kerja, mengakuisisi beberapa proyek properti dan pembelian lahan. Untuk mempercepat pertumbuhan, perseroan akan mengakuisisi yang sudah memiliki izin, yaitu di Surabaya dan Jakarta. Nilai akuisisi itu sekitar Rp 2,5 triliun. Selain didukung pendanaan dari IPO, juga didukung dari penerbitan medium term notes (MTN) sebesar Rp 600 miliar dan melalui pembiayaan mezanin sebesar Rp 250 miliar. PT HK Realtindo merupakan anak usaha PT Hutama Karya, sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang bisnis konstruksi dan kontraktor umum.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mendorong emiten-emiten yang sudah didelisting untuk aktif kembali di pasar modal alias relisting guna mendorong kapitalisasi pasar. Ada 8 mantan emiten yang sudah memenuhi panggilan BEI untuk melakukan relisting.











0 comments:
Posting Komentar