Everyone Can Trade

JustForex

Rabu, 21 September 2016

View Market IHSG 21September16

Prediksi IHSG;
Program pemerintah mengenai amnesty pajak diharapkan oleh pelaku pasar dapat sesuai dengan apa yang ditargetkan sebelumnya, saat ini total harta yang telah dilaporkan (deklarasi), mencapai Rp 1.013 triliun. Rinciannya, deklarasi harta dalam negeri mencapai Rp 705 triliun dan harta luar negeri mencapai Rp 253 triliun. Dari total harta yang dilaporkan itu, sebanyak Rp 55,1 triliun direpatriasi ke Indonesia.
Selain dari faktor diatas, yang tidak kalah penting dan akan menjadi perhatian pelaku pasar, penantian keputusan dari pertemuan the Fed yang berlangsung pada 21-22 September. Jelang pertemuan the Fed, peluang kenaikan Fed Rate pada bulan September kian kecil. Saat ini peluang kenaikan tinggal tersisa 9% atau potensi kenaikan suku bunga the Fed semakin kecil. Penurunan peluang terjadi seiring rilis penjualan ritel Agustus yang mengalami penurunan 0,3% dibanding bulan sebelumnya. Penurunan penjualan ritel ini merupakan pertama kalinya dalam kurun waktu lima bulan terakhir sekaligus menunjukkan penurunan kemampuan beli masyarakat AS. Seiring dengan semakin kecilnya peluang kenaikan bunga diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi bursa saham global. Namun, jelang keputusan the Fed sentimen yang muncul dari pasar global dapat membawa IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif, jika menguat pun hanya terbatas.

Perspektif tenikal
Support Level : 5288/5274/5250
Resistance Level : 5326/5350/5364
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down to up

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

BJBR: Trading Buy
 Close 1665, TP 1690
 Boleh buy di level 1655-1665
 Resistance di 1690 & support di 1615
 Waspadai jika tembus di 1615
 Batasi resiko di 1600

BBNI: Trading Buy
 Close 5450, TP 5625
 Boleh buy di level  5400-5450
 Resistance di 5625 & support di 5375
 Waspadai jika tembus di 5375
 Batasi resiko di 5325

KLBF : Trading Buy
 Close 1725, TP 1740
 Boleh buy di level  1715-1725
 Resistance di 1740 & support di 1690
 Waspadai jika tembus di 1690
 Batasi resiko di 1680

BBTN:  Trading Buy
 Close 1900, TP 1945
 Boleh buy di level  1880-1900
 Resistance di 1945 & support di 1880
 Waspadai jika tembus di 1880
 Batasi resiko di 1870

SGRO:  Trading Buy
 Close 1910, TP 2030
 Boleh buy di level  1890-1910
 Resistance di 2030 & support di 1850
 Waspadai jika tembus di 1850
 Batasi resiko di 1830

LPPF:  Trading Buy
 Close 18900, TP 19350
 Boleh buy di level  18800-18900
 Resistance di 19350 & support di 18625
 Waspadai jika tembus di 18625
 Batasi resiko di 18550

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
AKRA, FASW, JPFA, WSKT, WTON, ICBP, PTPP

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 20-Sep-16
 Crude Oil-(barel) US$43.15  (-0.15)
 Gold-(troy oz) US$1,315.09  (1.96)
 Nickel-(ton) US$10,150.00  (425.00)
 Tin-(ton) US$19,350.00  (250.00)
 Coal (Newc)/ton US$71.25  (8.85)
 CPO Mal/ton* MYR2,884.50 (51.00)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,145.00 (-7.00)
*running

Agenda hari ini  - Rabu, 21 September 2016
RUPSLB
• ARTI – RUPSLB

Rights Issue
·   BRNA, ratio 100:29, harga 1000, cum 21 Sep’16, ex  22 Sep’16

Economic Calendar:
• data neraca perdagangan Jepang bulan Agustus 2016
• hasil meeting BoJ, pengumuman suku bunga dan kebijakan moneter
• konperensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda
• data Public Sector Net Borrowing Inggris bulan Agustus 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 16 September 2016


VAS
HEADLINE NEWS

Astra International (ASII) akan membagikan dividen interim tahun buku yang berakhir 31 Desember 2016 kepada para pemegang sahamnya. Nilai dividen per saham sebesar Rp55 per lembar yang akan didistribusikan pada 21 Oktober 2016 mendatang. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 26 dan 27 September 2016 sedangkan di pasar tunai 29 dan 30 September 2016 dengan DPS hingga 29 September 2016.

Semen Baturaja (SMBR) mencatat penjualan semen sebanyak 962.461 ton pada periode Januari-Agustus 2016 atua naik 4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Penjualan meningkat karena kenaikan konsumsi semen khususnya pada semester II/2016 seiring dengan meningkatkanya aktivitas pembangunan. Perseroan menargetkan hingga akhir tahun penjualan semen sebesar 1,7 juta ton. Selain itu, perseroan mengincar laba usaha Rp373,35 miliar atau naik 16% dibandingkan tahun lalu.

Waskita Karya (WSKT) kembali mengucurkan pinjaman kepada anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) dengan kepemilikan 99,99%. Perseroan memberikan pinjaman total Rp233.647.768.000 kepawa WTR. Pinjaman itu nantinya akan diserahkan ke anak usaha WTR yakni PT Jasamarga Semarang Batang guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol.

BFI Finance (BFIN) melakukan penawaran obligasi berkelanjutan III Tahap I Tahun 2016 yang merupakan bagian dari penawaran obligasi berkelanjutan III senilai Rp5 triliun. Nilai penawaran obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2016 sebesar Rp1 triliun yang terdiri dari tiga seri. Seri A memiliki tenor 370 hari dan seri B dengan tenor 3 tahun dan seri C dengan pokok 5 tahun dimana nilai nominal dan bunga belum ditentukan.

Tifa Finance (TIFA) memperoleh pinjaman dari Bank JTrust (BCIC) pada 19 September 2016. Nilai fasilitas kredit modal kerja tersebut berupa kredit Executing Multifinance senilai Rp 100 miliar dengan jangka waktu penarikan 12 bulan terhitung mulai tanggal efektif fasilitas kredit. Kredit ini dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 105% dari outstanding fasilitas.

Radana Bhaskara Finance (HDFA) meraih komitmen pendanaan dari Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) pada 19 September 2016. Nilai pinjaman mencapai Rp 150 miliar dengan jangka waktu maksimal 36 bulan sejak tanggal penarikan. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tagihan atau piutang pembiayaan sebesar 100% dari total jumlah pokok fasilitas kredit yang masih terutang atau outstanding. Pinjaman perbankan itu guna menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pembiayaan.

Golden Energy Mines (GEMS) memperoleh persetujuan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada awal September 2016 untuk menambah produksi tambang yang berada di Kalimantan Selatan menjadi sebesar 7,5 juta ton per tahun atas area konsesinya seluas 24.100 hektar milik PT Borneo Indobara (BIB). Pada tahun 2015 produksi batu bara sebesar 6,3 juta ton per tahun. Didukung dengan infrastruktur transportasi dan bongkar muat barang yang baik, GEMS mengharapkan peningkatan produksi menjadi 12 juta ton per tahun pada tahun 2017. Area konsesi BIB merupakan cadangan batu bara terbesar di dalam GEMS, dengan estimasi 1,78 miliar ton cadangan batubara. GEMS juga memiliki dua area konsesi lainnya, yaitu di Jambi dan di Kalimantan Tengah dengan estimasi cadangan batu bara masing-masing sebesar 256 MT dan 77 MT.

Bank of India Indonesia (BSWD) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 1.200.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham. Perseroan belum dapat menetapkan periode pelaksanaan karena belum ada pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana hasil rights issue ini akan memperkuat struktur modal dalam jangka panjang yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha dan peningkatan nilai investasi bagi pemegang saham perseroan.

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) telah siap melakukan pembayaran bunga obligasi ke-15 untuk obligasi II tahun 2012 seri B. Nilai pembayaran bunga obligasi sebesar Rp 4.200.000.000. Perseroan akan melalukan pembayaran melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia. Obligasi II Jaya Ancol Tahun 2012 seri B ini memiliki tingkat bunga 8,4% per tahun dan berjangka waktu 4 tahun.

Kalbe Farma (KLBF) dan anak usahanya yaitu PT Kreatif Media Karya telah membentuk perusahaan patungan pada 19 September 2016 dengan nama PT Medika Komunika Teknologi. Perusahaan patungan itu akan bergerak dalam bidang kesehatan berteknologi digital. Kepemilikan perseroan dan anak usahanya masing-masing sebesar 50%.

Tigaraksa Satria (TGKA) menambah jumlah pinjaman kepada anak usahanya yaitu PT Blue Gas Indonesia pada 9 September 2016 sebesar Rp 140 miliar dari semula Rp 20 miliar menjadi Rp 160 miliar. Selain itu juga dilakukan perubahan perhitungan bunga pinjaman oleh perseroan. PT Blue Gas akan menggunakan dana pinjaman tersebut guna melakukan pembayaran atas sebagian hutang jangka pendek tanpa harus mengganggu modal kerja.

Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) membukukan total pembiayaan baru (new booking) sebesar Rp 19,6 triliun sejak awal tahun hingga Agustus 2016, setara dengan 61%-65% dari target booking Adira hingga akhir tahun 2016 sebesar Rp 30 triliun-Rp 32 triliun. Pembiayaan sepeda motor masih menjadi kontributor utama dengan total booking Rp 11,1 triliun. Penyumbang terbesar kedua dari pembiayaan kendaraan roda empat sebesar Rp 8 triliun. Sisanya sebesar Rp 50 miliar disumbang dari pembiayaan elektronik. Pembiayaan hingga Agustus masih turun 3% YoY karena penjualan otomotif baik roda dua maupun roda empat menurun. Terlebih pada segmen kendaraan komersial. Saat ini pembiayaan kendaraan roda empat ADMF masih di dominasi oleh segmen komersial sebesar 70%. Perseroan berharap produk x-treme car yang telah diluncurkan pada semester I 2016 bisa efektif menambah pendapatan pada semester II 2016. Adira juga mengefektifkan kerja sama yang telah terjalin dengan Alfamart sebagai outlet pembayaran angsuran. Selain itu Adira memperkokoh kerja sama dengan diler-diler roda dua dan roda empat.

Sarana Menara Nusantara (TOWR) mempercepat pelunasan utang sebesar USD 90 juta atau sekitar Rp 1,18 triliun. Utang yang dilunasi itu merupakan fasilitas pinjaman sindikasi yang berasal dari 6 perbankan yang akan jatuh tempo pada 19 November 2019. Kreditur tersebut terdiri dari BNP Paribas, Credit Suisse AG, CIMB Bank Berhad Singapura, Standard Chartered Bank, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd dan JPMorgan Chase Bank. Dana untuk pelunasan utang itu berasal dari kas internal perseroan. Pinjaman ini ditandatangani pada 20 November 2014 melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan Protelindo Finance B.V. Usai pelunasan utang ini, rasio Net Debt to Ebitda perseroan turun dari sebelumnya 2,1 kali menjadi 1,8 kali.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured