Rabu, 31 Agustus 2016
Valbury Asia Securities
VIEW MARKET
Prediksi IHSG;
Pergerakan indeks saham global sempat tertahan lajunya oleh spekulasi kenaikan Fed Fund Rate (FFR ) pada September 2016, di tambah dengan perlambatan ekonomi Cina yang berkontribusi atas lesunya ekonomi dunia saat ini. Spekulasi rencana kenaikan FFR pada September 2016 menyebabkan ketidakpastian global dan gejolak di pasar.
Selain itu kekhawatiran akan dampak kenaikan FFR atas capital outflow dari Indonesia diharapkan dapat diredam denga program tax amnesty. Hingga Agustus 2016 uang tebusan program tax amnesty mencapai Rp 2,62 triliun atau sekitar 1,6% dari target Rp 165 triliun dan nilai pernyataan harta mencapai Rp 126 triliun. Meski realisasi penerimaan dana repatriasi dari program tax amnesty masih rendah saat ini, tetapi dalam jangka menengah-panjang diharapkan program ini bisa membawa masuk kembali dana dari luar Indonesia. Hal itu dikaitkan dengan rencana pertukaran informasi berkenaan dengan keperluan perpajakan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara mitra atau yurisdiksi mitra.
Investor diperkirakan akan mengantisipasi laju inflasi Indonesia bulan Agustus. Bank Indonesia (BI) perkirakan terjadi deflasi pada indeks harga konsumen pada Agustus 2016. Menyusul, survey yang dilakukan BI hingga pekan ke tiga Agustus, dengan hasil harga konsumen di Indonesia terjadi deflasi 0,06% mom. Meski demikian ruang penurunan suku bunga acuan oleh BI diperkirakan terbatas, mengingat spekulasi kenaikan FFR dan data ekonomi AS dinilai belum terlalu solid serta belum optimalnya realisasi penerimaan dana tax amnesty, hal ini membuat potensi IHSG untuk menguat hanya terbatas pada hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 5336/5311/5285
Resistance Level : 5388/5414/5440
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNTR: Trading Buy
Close 18700, TP 19050
Boleh buy di level 18600-18700
Resistance di 19050 & support di 18000
Waspadai jika tembus di 18000
Batasi resiko di 17900
ADRO: Trading Buy
Close 1135, TP 1155
Boleh buy di level 1125-1135
Resistance di 1155 & support di 1090
Waspadai jika tembus di 1090
Batasi resiko di 1080
BMRI : Trading Buy
Close 11275, TP 11575
Boleh buy di level 11200-11275
Resistance di 11575 & support di 11125
Waspadai jika tembus di 11125
Batasi resiko di 11075
ASII: Trading Buy
Close 8075, TP 8200
Boleh buy di level 8000-8075
Resistance di 8200 & support di 7975
Waspadai jika tembus di 7975
Batasi resiko di 7900
WSKT: Trading Buy
Close 2780, TP 2810
Boleh buy di level 2770-2780
Resistance di 2810 & support di 2740
Waspadai jika tembus di 2740
Batasi resiko di 2730
ROTI: Trading Buy
Close 1570, TP 1585
Boleh buy di level 1560-1570
Resistance di 1585 & support di 1545
Waspadai jika tembus di 1545
Batasi resiko di 1535
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ICBP, ACES, SSIA, SRIL, RALS, PWON, BMTR.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 30-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$47.35 (0.37)
Gold-(troy oz) US$1,320.13 (-3.37)
Nickel-(ton) US$9,810.00 (-35.00)
Tin-(ton) US$18,890.00 (140.00)
Coal (Newc)/ton US$66.95 (4.55)
CPO Mal/ton* MYR2,823.00 (-8.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,268.00 (1.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 31 Agustus 2016
RUPSLB
• LPKR- RUPSLB
• ISAT- RUPSLB
Rights issue
BMAS, ratio 64:10, price 340, cum 30 Aug’16, ex31 Aug’16
Economic Calendar:
• data Industrial Production Jepang bulan Juli 2016 (Preliminary)
• data Retail Sales Jerman bulan Juli 2016
• data jumlah pencari kerja di Jerman bulan Agustus 2016
• data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan Agustus 2016
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Agustus 2016
• data Pending Home Sales AS bulan Juli 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 26 Agustus 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mencatat penurunan rugi yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp51,40 miliar hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan rugi yang diderita Rp138,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp4,77 triliun naik dari pendapatan Rp4,27 triliun periode hingga Juni tahun lalu.
Timah (TINS) membukukan rugi periode berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp32,87 miliar hingga periode 30 Juni 2016 usai meraih laba Rp5,02 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan usaha turun menjadi Rp2,81 triliun dibandingkan pendapatan usaha Rp3,21 triliun pada periode Juni tahun lalu.
Adaro Energy (ADRO) memperoleh laba bersih sebesar USD 123 juta sepanjang semester I-2016 atau naik 3% YoY. Adapun pendapatan perseroan turun 16% YoY menjadi USD 1,17 miliar pada semester I-2016. Penurunan pendapatan terjadi karena harga jual rata-rata batubara turun 17% YoY, sedangkan volume penjualan tergolong stabil yaitu sebanyak 27,1 juta ton. Sementara itu, sepanjang semester I-2016, ADRO telah membayar pinjaman bank sebesar USD 69 juta, serta mengurangi utang bersih sebesar 32% YoY menjadi USD 702 juta.
Bumi Resources (BUMI) melalui Bumi Resources Investment (BRI) menjual 50% saham Leap Forward Resources Ltd kepada Smart Alliance Ltd dan Oceanpro Investments. Nilai transaksinya sebesar USD 90 juta. Dampak transaksi ini adalah berkurangnya aset perseroan dan sebagian utang perseroan kepada salah satu kreditor, Axis Bank Ltd cabang Hong Kong. Untuk melaksanakan transaksi ini, BUMI telah memperoleh consent dari pengurus perseroan dalam penundaan kewajiban pembayaran utang.
Aneka Tambang (ANTM) mengumumkan bahwa seiring dengan perkembangan industri smelter nasional serta adanya permintaan bijih nikel dalam negeri, perseroan telah melakukan penjualan bijih nikel untuk memenuhi kebutuhan bahan baku smelter pengolahan nikel pihak ketiga domestik. Pada semester I-2016, penjualan bijih nikel domestik ANTM mencapai 644.125 wmt, dibandingkan 2015 sebanyak 46.751 wmt. Penjualan bijih nikel di dalam negeri juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 4,56 triliun, naik 45,57% dari belanja modal tahun lalu. Dari nilai tersebut, Rp 2,19 triliun digunakan untuk pemenuhan hardware dan software penunjang operasional dan bisnis perusahaan, sisanya untuk belanja modal non teknologi informasi (TI). Belanja modal untuk TI menjadi salah satu prioritas karena perseroan ingin mengoptimalkan teknologi perbankan yang bertujuan untuk memberikan layanan kepada nasabah.
Waskita Beton Precast diperkirakan memperoleh dana sebesar Rp 5,16 triliun dari hasil IPO saham. Harga IPO Waskita Precast dikabarkan hampir menyentuh batas atas dari kisaran yang ditetapkan Rp 400-500 per saham, yakni Rp 490 per saham. Perseroan tidak menurunkan atau menambah jumlah saham yang dilepas, tetap 10,5 miliar saham baru, setara 40% dari modal disetor
Pembangunan Perumahan (PTPP) akhirnya merealisasikan pembentukan dua anak usaha baru yaitu PP Energi dan PP Infrastruktur yang disiapkan untuk mengelola aset induk usaha. Dua perusahaan itu telah didirikan di mana salah satu dasar hukumnya adalah akte pendirian perusahaan. PTPP selaku induk usaha telah memberi penyertaan modal kepada dua anak usaha baru tersebut. Masing-masing nilai penyertaan tersebut sebesar 12.375 saham atau mewakili 99% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dua perusahaan tersebut senilai Rp12,37 miliar. Pembentukan usaha patungan itu turut menunjang kegiatan usaha perseroan di mana perseroan akan memperoleh recurring income dari penyertaan tersebut sehingga memperkuat keuangan perseroan, tidak ada dampak hukum, dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha emiten. Selain PTPP, pemegang saham perusahaan itu antara lain adalah Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangun Perumahan.
Puradelta Lestari (DMAS) menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan dua unit pabrik sewa pada Oktober 2016. Perseroan juga siap menambah portofolio investasi lainnya guna mendorong pendapatan berulang. Saat ini perseroan telah membengun dua unit pabrik sewa seluas 1.068 m2 per unit. Kedua unit pabrik sewa telah terisi dengan durasi sewa selama tiga tahun. Sementara dua unit lagi akan selesai dalam 1-2 bulan ini. Adapun tarif sewa sebesar Rp75.000 per m2 per bulan di luar biaya pemeliharaan. Dengan kata lain, dalam tiga tahun perseroan bisa meraih pendapatan dari satu unit sewa sebanyak Rp961,2 juta per tahun.
Kertas Basuki Rachmat Indonesia (KBRI) memproyeksikan kontribusi ekspor dapat mencapai 50% terhadap total pendapatan di tahun ini. Target tersebut seiring dengan baiknya permintaan dari luar negeri. Pada tahun lalu, 75% penjualan berasal dari pasar domestik dan sisanya ekspor.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Pertamina Gas tidak akan membentuk anak usaha baru dalam proyek pipa gas ruas Duri-Dumai di Riau. Kedua perseroan tersebut masih melakukan pembicaraan agar bisa melakukan kegiatan secara efisien.
Sekawan Intipratama (SIAP) mencetak rugi bersih sebesar Rp5,95 miliar hingga periode 31 Maret 2016 meningkat dibandingkan rugi bersih Rp2,30 juta pada periode sama tahun lalu. Pendapatan naik tajam menjadi Rp21,98 miliar dari pendapatan Rp48,22 juta periode Maret tahun lalu
Fajar Surya Wisesa (FASW) akan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2016 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp24 per saham pada 15 September 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 5 dan 6 September 2016 sedangkan di pasar tunai 8 dan 9 September 2016 dengan DPS hingga 8 September 2016.
Pembangunan Perumahan (PTPP) membentuk perusahaan patungan dengan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP) pada 29 Agustus 2016 bernama PT Pembangunan Perumahan Energi (PP Energi). Perusahaan patungan ini adalah perseroan terbatas yang bergerak di bidang energi. Nilai penyertaan saham PTPP dalam PP Energi sejumlah 12.375 saham atau mewakili 99% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor PP Energi atau Rp 12.375.000.000 dan sisanya YKKPP. Pembentukan perusahaan patungan ini guna menunjang kegiatan utama perusahaan PTPP, dimana perseroan akan meraih recurring income dari penyertaan ini.
PP Properti (PPRO) telah menggunakan Rp 600 miliar atau separuh dari alokasi belanja modal untuk pembangunan pusat perbelanjaan dan ekspansi usaha. Perseroan mengalokasikan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 1,2 triliun yang berasal dari penerbitan obligasi dan medium term notes. Sebagian untuk membeli lahan dan membangun mall. Belanja modal yang digunakan untuk membangun pusat perbelanjaan tahun 2016 telah terserap Rp 250 miliar. Dua pusat perbelanjaan yang dibangun berlokasi di proyek Grand Kamala Lagoon, Bekasi dan Grand Sungkono Lagoon, Surabaya. Luas area sewa bersih yang akan dibangun di GKL mencapai 20.000 m2, sedangkan di GSL seluas 25.000 m2. Dua pusat perbelanjaan ini diharapkan selesai pada tahun 2017. Perseroan juga menggunakan dana penerbitan obligasi untuk mengakuisisi 55% saham PT Wisma Seratus Sejahtera.
PP Properti (PPRO) melakukan pembelian 49.500 saham PT Wisma Seratus Sejahtera (WSS) atau sebesar 55% milik WSS dengan harga per saham Rp 1 juta, sehingga total nilai transaksi aksi akuisisi tersebut mencapai Rp 49,5 miliar. Akuisisi ini merupakan salah satu bagian dari rencana ekspansi PPRO untuk terus mendorong kinerja PPRO. Aksi ini juga merupakan bagian dari rencana pembangunan apartemen di jalan Margonda, Depok Jawa Barat, yang akan menyasar pasar mahasiswa. Ekspansi anorganik ini sekaligus melengkapi rencana pengembangan secara organik melalui proyek-proyek unggulan yang dimiliki perseroan, antara lain Payon Amartha Semarang, Amartha View Semarang, Pavillion Permata 2 Surabaya, Grand Kamala.
XL Axiata (EXCL) menambah investasi USD 8 juta atau setara dengan Rp 106,04 miliar untuk mendukung penyelenggaraan layanan 4G LTE di Kota Makassar seiring dengan potensi pengguna layanan data yang menunjukkan peningkatan. Investasi yang dikucurkan tersebut lebih banyak terserap untuk penyediaan perangkat lunak maupun keras bagi tower BTS perseroan yang ditingkatkan kapasitasnya menjadi berteknologi 4G LTE, sedangkan selebihnya untuk pengadaan tower baru. Layanan tersebut akan diterapkan secara efektif pada September 2016 yang dimulai dengan penguatan infrastruktur BTS berteknologi 4G. Perseroan menargetkan menara Base Transceiver Station (BTS) bertekonologi 4G LTE di Makassar sebanyak sekitar 250 unit yang diproyeksikan mampu menjangkau pelanggan yang tidak hanya terkonsentrasi di Makassar, tetapi juga daerah penyangga meliputi Sungguminasa dan Maros. Penyelenggaran 4G LTE di Makassar direncanakan juga menggunakan spectrum 1800 Mhz selebar 15Mhz atau serupa dengan kota-kota lainnya yang mana secara teknis merefarming spectrum 1800Mhz dari 2G ke LTE. Operator lain telah terlebih dahulu menyediakan layanan serupa yakni Telkomsel, anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM); Indosat Ooredoo (ISAT); Tri Indonesia serta Smartfren (FREN).
Modern Internasional (MDRN) membukukan penjualan bersih Rp 455,27 miliar hingga Juni 2016 turun dibandingkan sebelumnya Rp 662,53 miliar. Perseroan mencatatkan rugi periode berjalan Rp 52,42 miliar dari sebelumnya membukukan laba periode berjalan Rp 15,11 miliar.
Sumber Energi Andalan (ITMA) mencatatkan kenaikan laba periode berjalan per Juni 2016 menjadi USD 7,40 juta dibandingkan sebelumnya USD 7,27 juta. Pendapatan naik tipis menjadi USD 33,92 ribu dari sebelumnya USD 32,85 ribu.
AFP melepas sebanyak 4,82 miliar saham Puradelta Lestasi (DMAS) pada 24 Agustus 2016 di harga Rp 250 per saham. Tujuan dari transaksi itu adalah guna meningkatkan saham publik dan likuiditas perdagangan saham DMAS. Dengan pelepasan tersebut, kepemilikan saham AFP International berkurang menjadi 25,965 miliar saham atau mewakili 53,87% dari total saham DMAS.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Unilever Indonesia (UNVR) menyetujui perubahan susunan anggota Direksi Perseroan yang efektif berlaku 1 September 2016. RUPSLB menerima dengan baik pengunduran diri dan pengangkatan Direktur Perseroan.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, menyebutkan pertumbuhan kredit perbankan hingga semester II 2016 sudah mencapai 7%-8%. Hingga akhir tahun 2016, BI memprediksi pertumbuhan kredit berada di kisaran 7%-9%. Perkembangan kredit saat ini tumbuh tinggi sejak awal tahun 2016. Kenaikan pertumbuhan kredit hingga semester II 2016 didukung oleh masih rendahnya harga komoditas yang juga berimbas kepada kenaikan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah.
Valbury Asia Securities
VIEW MARKET
Prediksi IHSG;
Pergerakan indeks saham global sempat tertahan lajunya oleh spekulasi kenaikan Fed Fund Rate (FFR ) pada September 2016, di tambah dengan perlambatan ekonomi Cina yang berkontribusi atas lesunya ekonomi dunia saat ini. Spekulasi rencana kenaikan FFR pada September 2016 menyebabkan ketidakpastian global dan gejolak di pasar.
Selain itu kekhawatiran akan dampak kenaikan FFR atas capital outflow dari Indonesia diharapkan dapat diredam denga program tax amnesty. Hingga Agustus 2016 uang tebusan program tax amnesty mencapai Rp 2,62 triliun atau sekitar 1,6% dari target Rp 165 triliun dan nilai pernyataan harta mencapai Rp 126 triliun. Meski realisasi penerimaan dana repatriasi dari program tax amnesty masih rendah saat ini, tetapi dalam jangka menengah-panjang diharapkan program ini bisa membawa masuk kembali dana dari luar Indonesia. Hal itu dikaitkan dengan rencana pertukaran informasi berkenaan dengan keperluan perpajakan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara mitra atau yurisdiksi mitra.
Investor diperkirakan akan mengantisipasi laju inflasi Indonesia bulan Agustus. Bank Indonesia (BI) perkirakan terjadi deflasi pada indeks harga konsumen pada Agustus 2016. Menyusul, survey yang dilakukan BI hingga pekan ke tiga Agustus, dengan hasil harga konsumen di Indonesia terjadi deflasi 0,06% mom. Meski demikian ruang penurunan suku bunga acuan oleh BI diperkirakan terbatas, mengingat spekulasi kenaikan FFR dan data ekonomi AS dinilai belum terlalu solid serta belum optimalnya realisasi penerimaan dana tax amnesty, hal ini membuat potensi IHSG untuk menguat hanya terbatas pada hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 5336/5311/5285
Resistance Level : 5388/5414/5440
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
UNTR: Trading Buy
Close 18700, TP 19050
Boleh buy di level 18600-18700
Resistance di 19050 & support di 18000
Waspadai jika tembus di 18000
Batasi resiko di 17900
ADRO: Trading Buy
Close 1135, TP 1155
Boleh buy di level 1125-1135
Resistance di 1155 & support di 1090
Waspadai jika tembus di 1090
Batasi resiko di 1080
BMRI : Trading Buy
Close 11275, TP 11575
Boleh buy di level 11200-11275
Resistance di 11575 & support di 11125
Waspadai jika tembus di 11125
Batasi resiko di 11075
ASII: Trading Buy
Close 8075, TP 8200
Boleh buy di level 8000-8075
Resistance di 8200 & support di 7975
Waspadai jika tembus di 7975
Batasi resiko di 7900
WSKT: Trading Buy
Close 2780, TP 2810
Boleh buy di level 2770-2780
Resistance di 2810 & support di 2740
Waspadai jika tembus di 2740
Batasi resiko di 2730
ROTI: Trading Buy
Close 1570, TP 1585
Boleh buy di level 1560-1570
Resistance di 1585 & support di 1545
Waspadai jika tembus di 1545
Batasi resiko di 1535
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
ICBP, ACES, SSIA, SRIL, RALS, PWON, BMTR.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 30-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$47.35 (0.37)
Gold-(troy oz) US$1,320.13 (-3.37)
Nickel-(ton) US$9,810.00 (-35.00)
Tin-(ton) US$18,890.00 (140.00)
Coal (Newc)/ton US$66.95 (4.55)
CPO Mal/ton* MYR2,823.00 (-8.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,268.00 (1.00)
*running
Agenda hari ini - Rabu, 31 Agustus 2016
RUPSLB
• LPKR- RUPSLB
• ISAT- RUPSLB
Rights issue
BMAS, ratio 64:10, price 340, cum 30 Aug’16, ex31 Aug’16
Economic Calendar:
• data Industrial Production Jepang bulan Juli 2016 (Preliminary)
• data Retail Sales Jerman bulan Juli 2016
• data jumlah pencari kerja di Jerman bulan Agustus 2016
• data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan Agustus 2016
• data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Agustus 2016
• data Pending Home Sales AS bulan Juli 2016
• data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 26 Agustus 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mencatat penurunan rugi yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp51,40 miliar hingga periode 30 Juni 2016 dibandingkan rugi yang diderita Rp138,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp4,77 triliun naik dari pendapatan Rp4,27 triliun periode hingga Juni tahun lalu.
Timah (TINS) membukukan rugi periode berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp32,87 miliar hingga periode 30 Juni 2016 usai meraih laba Rp5,02 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan usaha turun menjadi Rp2,81 triliun dibandingkan pendapatan usaha Rp3,21 triliun pada periode Juni tahun lalu.
Adaro Energy (ADRO) memperoleh laba bersih sebesar USD 123 juta sepanjang semester I-2016 atau naik 3% YoY. Adapun pendapatan perseroan turun 16% YoY menjadi USD 1,17 miliar pada semester I-2016. Penurunan pendapatan terjadi karena harga jual rata-rata batubara turun 17% YoY, sedangkan volume penjualan tergolong stabil yaitu sebanyak 27,1 juta ton. Sementara itu, sepanjang semester I-2016, ADRO telah membayar pinjaman bank sebesar USD 69 juta, serta mengurangi utang bersih sebesar 32% YoY menjadi USD 702 juta.
Bumi Resources (BUMI) melalui Bumi Resources Investment (BRI) menjual 50% saham Leap Forward Resources Ltd kepada Smart Alliance Ltd dan Oceanpro Investments. Nilai transaksinya sebesar USD 90 juta. Dampak transaksi ini adalah berkurangnya aset perseroan dan sebagian utang perseroan kepada salah satu kreditor, Axis Bank Ltd cabang Hong Kong. Untuk melaksanakan transaksi ini, BUMI telah memperoleh consent dari pengurus perseroan dalam penundaan kewajiban pembayaran utang.
Aneka Tambang (ANTM) mengumumkan bahwa seiring dengan perkembangan industri smelter nasional serta adanya permintaan bijih nikel dalam negeri, perseroan telah melakukan penjualan bijih nikel untuk memenuhi kebutuhan bahan baku smelter pengolahan nikel pihak ketiga domestik. Pada semester I-2016, penjualan bijih nikel domestik ANTM mencapai 644.125 wmt, dibandingkan 2015 sebanyak 46.751 wmt. Penjualan bijih nikel di dalam negeri juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 4,56 triliun, naik 45,57% dari belanja modal tahun lalu. Dari nilai tersebut, Rp 2,19 triliun digunakan untuk pemenuhan hardware dan software penunjang operasional dan bisnis perusahaan, sisanya untuk belanja modal non teknologi informasi (TI). Belanja modal untuk TI menjadi salah satu prioritas karena perseroan ingin mengoptimalkan teknologi perbankan yang bertujuan untuk memberikan layanan kepada nasabah.
Waskita Beton Precast diperkirakan memperoleh dana sebesar Rp 5,16 triliun dari hasil IPO saham. Harga IPO Waskita Precast dikabarkan hampir menyentuh batas atas dari kisaran yang ditetapkan Rp 400-500 per saham, yakni Rp 490 per saham. Perseroan tidak menurunkan atau menambah jumlah saham yang dilepas, tetap 10,5 miliar saham baru, setara 40% dari modal disetor
Pembangunan Perumahan (PTPP) akhirnya merealisasikan pembentukan dua anak usaha baru yaitu PP Energi dan PP Infrastruktur yang disiapkan untuk mengelola aset induk usaha. Dua perusahaan itu telah didirikan di mana salah satu dasar hukumnya adalah akte pendirian perusahaan. PTPP selaku induk usaha telah memberi penyertaan modal kepada dua anak usaha baru tersebut. Masing-masing nilai penyertaan tersebut sebesar 12.375 saham atau mewakili 99% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dua perusahaan tersebut senilai Rp12,37 miliar. Pembentukan usaha patungan itu turut menunjang kegiatan usaha perseroan di mana perseroan akan memperoleh recurring income dari penyertaan tersebut sehingga memperkuat keuangan perseroan, tidak ada dampak hukum, dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha emiten. Selain PTPP, pemegang saham perusahaan itu antara lain adalah Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangun Perumahan.
Puradelta Lestari (DMAS) menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan dua unit pabrik sewa pada Oktober 2016. Perseroan juga siap menambah portofolio investasi lainnya guna mendorong pendapatan berulang. Saat ini perseroan telah membengun dua unit pabrik sewa seluas 1.068 m2 per unit. Kedua unit pabrik sewa telah terisi dengan durasi sewa selama tiga tahun. Sementara dua unit lagi akan selesai dalam 1-2 bulan ini. Adapun tarif sewa sebesar Rp75.000 per m2 per bulan di luar biaya pemeliharaan. Dengan kata lain, dalam tiga tahun perseroan bisa meraih pendapatan dari satu unit sewa sebanyak Rp961,2 juta per tahun.
Kertas Basuki Rachmat Indonesia (KBRI) memproyeksikan kontribusi ekspor dapat mencapai 50% terhadap total pendapatan di tahun ini. Target tersebut seiring dengan baiknya permintaan dari luar negeri. Pada tahun lalu, 75% penjualan berasal dari pasar domestik dan sisanya ekspor.
Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Pertamina Gas tidak akan membentuk anak usaha baru dalam proyek pipa gas ruas Duri-Dumai di Riau. Kedua perseroan tersebut masih melakukan pembicaraan agar bisa melakukan kegiatan secara efisien.
Sekawan Intipratama (SIAP) mencetak rugi bersih sebesar Rp5,95 miliar hingga periode 31 Maret 2016 meningkat dibandingkan rugi bersih Rp2,30 juta pada periode sama tahun lalu. Pendapatan naik tajam menjadi Rp21,98 miliar dari pendapatan Rp48,22 juta periode Maret tahun lalu
Fajar Surya Wisesa (FASW) akan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2016 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp24 per saham pada 15 September 2016. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 5 dan 6 September 2016 sedangkan di pasar tunai 8 dan 9 September 2016 dengan DPS hingga 8 September 2016.
Pembangunan Perumahan (PTPP) membentuk perusahaan patungan dengan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP) pada 29 Agustus 2016 bernama PT Pembangunan Perumahan Energi (PP Energi). Perusahaan patungan ini adalah perseroan terbatas yang bergerak di bidang energi. Nilai penyertaan saham PTPP dalam PP Energi sejumlah 12.375 saham atau mewakili 99% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor PP Energi atau Rp 12.375.000.000 dan sisanya YKKPP. Pembentukan perusahaan patungan ini guna menunjang kegiatan utama perusahaan PTPP, dimana perseroan akan meraih recurring income dari penyertaan ini.
PP Properti (PPRO) telah menggunakan Rp 600 miliar atau separuh dari alokasi belanja modal untuk pembangunan pusat perbelanjaan dan ekspansi usaha. Perseroan mengalokasikan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 1,2 triliun yang berasal dari penerbitan obligasi dan medium term notes. Sebagian untuk membeli lahan dan membangun mall. Belanja modal yang digunakan untuk membangun pusat perbelanjaan tahun 2016 telah terserap Rp 250 miliar. Dua pusat perbelanjaan yang dibangun berlokasi di proyek Grand Kamala Lagoon, Bekasi dan Grand Sungkono Lagoon, Surabaya. Luas area sewa bersih yang akan dibangun di GKL mencapai 20.000 m2, sedangkan di GSL seluas 25.000 m2. Dua pusat perbelanjaan ini diharapkan selesai pada tahun 2017. Perseroan juga menggunakan dana penerbitan obligasi untuk mengakuisisi 55% saham PT Wisma Seratus Sejahtera.
PP Properti (PPRO) melakukan pembelian 49.500 saham PT Wisma Seratus Sejahtera (WSS) atau sebesar 55% milik WSS dengan harga per saham Rp 1 juta, sehingga total nilai transaksi aksi akuisisi tersebut mencapai Rp 49,5 miliar. Akuisisi ini merupakan salah satu bagian dari rencana ekspansi PPRO untuk terus mendorong kinerja PPRO. Aksi ini juga merupakan bagian dari rencana pembangunan apartemen di jalan Margonda, Depok Jawa Barat, yang akan menyasar pasar mahasiswa. Ekspansi anorganik ini sekaligus melengkapi rencana pengembangan secara organik melalui proyek-proyek unggulan yang dimiliki perseroan, antara lain Payon Amartha Semarang, Amartha View Semarang, Pavillion Permata 2 Surabaya, Grand Kamala.
XL Axiata (EXCL) menambah investasi USD 8 juta atau setara dengan Rp 106,04 miliar untuk mendukung penyelenggaraan layanan 4G LTE di Kota Makassar seiring dengan potensi pengguna layanan data yang menunjukkan peningkatan. Investasi yang dikucurkan tersebut lebih banyak terserap untuk penyediaan perangkat lunak maupun keras bagi tower BTS perseroan yang ditingkatkan kapasitasnya menjadi berteknologi 4G LTE, sedangkan selebihnya untuk pengadaan tower baru. Layanan tersebut akan diterapkan secara efektif pada September 2016 yang dimulai dengan penguatan infrastruktur BTS berteknologi 4G. Perseroan menargetkan menara Base Transceiver Station (BTS) bertekonologi 4G LTE di Makassar sebanyak sekitar 250 unit yang diproyeksikan mampu menjangkau pelanggan yang tidak hanya terkonsentrasi di Makassar, tetapi juga daerah penyangga meliputi Sungguminasa dan Maros. Penyelenggaran 4G LTE di Makassar direncanakan juga menggunakan spectrum 1800 Mhz selebar 15Mhz atau serupa dengan kota-kota lainnya yang mana secara teknis merefarming spectrum 1800Mhz dari 2G ke LTE. Operator lain telah terlebih dahulu menyediakan layanan serupa yakni Telkomsel, anak usaha Telekomunikasi Indonesia (TLKM); Indosat Ooredoo (ISAT); Tri Indonesia serta Smartfren (FREN).
Modern Internasional (MDRN) membukukan penjualan bersih Rp 455,27 miliar hingga Juni 2016 turun dibandingkan sebelumnya Rp 662,53 miliar. Perseroan mencatatkan rugi periode berjalan Rp 52,42 miliar dari sebelumnya membukukan laba periode berjalan Rp 15,11 miliar.
Sumber Energi Andalan (ITMA) mencatatkan kenaikan laba periode berjalan per Juni 2016 menjadi USD 7,40 juta dibandingkan sebelumnya USD 7,27 juta. Pendapatan naik tipis menjadi USD 33,92 ribu dari sebelumnya USD 32,85 ribu.
AFP melepas sebanyak 4,82 miliar saham Puradelta Lestasi (DMAS) pada 24 Agustus 2016 di harga Rp 250 per saham. Tujuan dari transaksi itu adalah guna meningkatkan saham publik dan likuiditas perdagangan saham DMAS. Dengan pelepasan tersebut, kepemilikan saham AFP International berkurang menjadi 25,965 miliar saham atau mewakili 53,87% dari total saham DMAS.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Unilever Indonesia (UNVR) menyetujui perubahan susunan anggota Direksi Perseroan yang efektif berlaku 1 September 2016. RUPSLB menerima dengan baik pengunduran diri dan pengangkatan Direktur Perseroan.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, menyebutkan pertumbuhan kredit perbankan hingga semester II 2016 sudah mencapai 7%-8%. Hingga akhir tahun 2016, BI memprediksi pertumbuhan kredit berada di kisaran 7%-9%. Perkembangan kredit saat ini tumbuh tinggi sejak awal tahun 2016. Kenaikan pertumbuhan kredit hingga semester II 2016 didukung oleh masih rendahnya harga komoditas yang juga berimbas kepada kenaikan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah.











0 comments:
Posting Komentar