Everyone Can Trade

JustForex

Kamis, 18 Agustus 2016

View Market IHSG 18Agustus16

Prediksi IHSG;
Para pemangku kebijakan otoritas moneter Amerika Serikat (AS) dalam menentukan kenaikan suku bunga bulan Juli menunjukan perbedaan pandangan dalam rilis notulen FOMC. Dua pejabat bank sentral AS memilih untuk menaikkan suku bunga di bulan Juli, sementara yang lainnya berpendapat lebih baik menunggu lebih banyak data-data ekonomi. Sementara itu, mayoritas para pembuat kebijakan juga ingin melihat dan yakin inflasi akan naik menuju target 2%, setelah selama 4 tahun di bawah target tersebut. Pejabat lainnya melihat pasar tenaga kerja AS hampir pulih sepenuhnya dan suku bunga dapat dinaikan segera. Hasil notulensi tersebut menunjukkan kemungkinan suku bunga dinaikkan bulan September, namun The Fed juga tidak akan menaikkan suku bunga hingga tercapainya konsesus yang kuat mengenai outlook pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja, dan inflasi. Optimis kenaikan suku bunga the fed akan tertunda, mendorong bursa saham AS ditutup menguat pada Rabu. Namun kenaikan indeks Wall Street tidak diikuti pasar Asia pada hari Kamis ini. Indeks saham bursa utama Asia pada pembukaan perdagangan Kamis di buka dalam teritorial negatif.
Sedangkan dari dalam negeri, pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam pidato Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Pemerintah proyeksikan tingkat pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,2-5,6% dalam RAPBN 2017. Angka ini meningkat dari penetapan target ekonomi dalam APBN-P 2016 sebesar 5,1%. Program amnesti pajak yang sedang berjalan dapat memberikan respon positif bagi kinerja ekonomi nasional. Kendati, pencapaian uang tebusan dan jumlah harta deklarasi serta repatriasi dari program pengampunan pajak (tax amnesty) yang masih minim.
Optimistis atas tax amnesty, mulai di batasi oleh pencapaiannya yang masih minim dari yang ditargetkan oleh pemerintah sebelumnya. Ditambah dengan kondisi dari pasar saham Asia pada pembukaan hari ini dibuka untuk sementara berada di teritorial negatif, diperkirakan kian memberatkan bagi laju IHSG untuk bergerak ke zona hijau pada perdagangan saham hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level : 5348/5324/5309
Resistance Level : 5387/5401/5425
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

PTPP: Trading Buy
 Close 4440, TP 4490
 Boleh buy di level 4420-4440
 Resistance di 4490 & support di 4360
 Waspadai jika tembus di 4360
 Batasi resiko di 4340

WSKT: Trading Buy
 Close 2800, TP 2840
 Boleh buy di level  2780-2800
 Resistance di 2840 & support di 2730
 Waspadai jika tembus di 2730
 Batasi resiko di 2710

BBNI : Trading Buy
 Close 5800, TP 5850
 Boleh buy di level  5750-5800
 Resistance di 5850 & support di 5700
 Waspadai jika tembus di 5700
 Batasi resiko di 5650

MPPA:  Trading Buy
 Close 2060, TP 2100
 Boleh buy di level  2040-2060
 Resistance di 2100 & support di 1975
 Waspadai jika tembus di 1975
 Batasi resiko di 1965

KAEF:  Trading Buy
 Close 1500, TP 1570
 Boleh buy di level  1480-1500
 Resistance di 1570 & support di 1410
 Waspadai jika tembus di 1410
 Batasi resiko di 1400

AISA:  Trading Buy
 Close 2040, TP 2070
 Boleh buy di level  2030-2040
 Resistance di 2070 & support di 2000
 Waspadai jika tembus di 2000
 Batasi resiko di 1980

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
ADHI, WIKA, BBTN, SMGR, WTON

(Disclaimer ON)

Commodities Price: 16-Aug-16
 Crude Oil-(barel) US$46.06  (0.32)
 Gold-(troy oz) US$1,350.81  (11.36)
 Nickel-(ton) US$10,510.00  (205.00)
 Tin-(ton) US$18,240.00  (45.00)
 Coal (Newc)/ton US$67.60  (5.20)
 CPO Mal/ton* MYR2,699.00 (83.50)

                                                                                                                                                                          
Foreign Exchange
 USD/IDR* 13,085.00 (-5.00)
*running

Agenda hari ini  - Kamis, 18 Agustus 2016
RUPSLB
• INPP - RUPSLB

Economic Calendar:
• pidato anggota FOMC James Bullard
• notulen meeting FOMC tanggal 27-28 Juli 2016
• data Current Account kawasan Euro bulan Juni 2016
• data Retail Sales Inggris bulan Juli 2016
• data CPI kawasan Euro bulan Juli 2016 (Final)
• notulen meeting European Central Bank (ECB) tanggal 21 Juli 2016
• data Jobless Claims AS per 12 Agustus 2016
• indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Agustus 2016
• pidato anggota FOMC William Dudley


VAS
HEADLINE NEWS

Jasa Marga (JSMR) melakukan investasi sebesar Rp 5 triliun untuk membangun jalan tol Manado-Bitung sepanjang 39 kilometer yang saat ini dalam proses pembebasan lahan. Perseroan mengupayakan di akhir tahun sudah mulai jalan. Sementara dari 0-14 kilometer akan dikerjakan langsung oleh pemerintah dengan anggaran dari APBN. Sedangkan 14-39 kilometer akan dikerjakan langsung oleh Jasa Marga dengan investasi sebesar Rp 5 triliun. Pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo menginginkan Jalan tol Manado-Bitung selesai di tahun 2018. Perseroan berharap akhir tahun 2016 pembebasan lahan bisa mencapai 75%, sehingga pembangunan tol bisa segera dilakukan mengingat target selesai tahun 2018. Pembangunan jalan tol Manado-Bitung dari 0-7 kilometer sudah 92% selesai.

Kinerja penjualan mobil Astra International (ASII) mengalami kenaikan 8,4% YoY sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini menjadi 310.569 unit. Dalam hal ini, pangsa pasar mengalami kenaikan dari 50% menjadi kisaran 52% dari total pasar domestik 594.514 unit. Selama Juli, penjualan mobil perseroan mencapai 37.108 unit, meningkat 60,5% YoY. Adapun untuk motor, perseroan melalui Astra Honda Motor membukukan penjualan 2,36 juta unit sepanjang Januari-Juli 2016 dengan pangsa pasar sebanyak 72%.

Intiland Development (DILD) menyiapkan tiga proyek properti senilai Rp 4 triliun sebagai aset dasar untuk menerbitkan dana investasi real estate (DIRE). Tiga proyek tersebut adalah Intiland Tower Jakarta dan Surabaya, serta South Quarter Tower. Dua properti perseroan yang menjadi aset dasar DIRE memiliki tingkat okupansi sebesar 90%, sedangkan satu properti lainnya masih dalam tahap pengembangan dengan tingkat okupansi sekitar 45%. Sementara itu, DILD mengejar perolehan marketing sales senilai Rp 1,5 triliun pada semester II-2016.

Surya Semesta Internusa (SSIA) tengah mencari mitra strategis untuk mengerjakan proyek pembangunan komplek perkantoran, apartemen, dan hotel senilai Rp 5,5 triliun. Sesuai rencana, pembangunan tahap pertama akan dilakukan pada 2017 dengan nilai investasi mencapai Rp 1,5 triliun. Selanjutnya, perseroan akan membangun proyek tahap kedua dengan perkiraan nilai proyek sebesar Rp 4 triliun. Sebesar 70% dari total bangunan merupakan gedung perkantoran. Dengan bermitra, SSIA akan menjadi pemegang saham mayoritas.

Indosat (ISAT) melangsungkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) I tahap IV senilai Rp 3,46 triliun pada kisaran kupon 7.5%-9,15%. PUB surat utang tersebut terdiri dari emisi obligasi Rp 3,17 triliun dan sukuk ijarah Rp 288 miliar. Seluruh hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pelunasan utang, sedangkan hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk pembayaran biaya hak penggunaan frekuensi kepada pemerintah. Perseroan mengejar level porsi utang valas terhadap total utang di bawah 10%.

Samudera Indonesia (SMDR) berencana mengakuisisi operator terminal baru untuk meningkatkan terminal baru bisnis terminal peti kemas perseroan. Akuisisi tersebut akan dilakukan melalui Samudera Terminal Indonesia (STI), subholding yang menaungi bisnis terminal peti kemas. Dengan sudah terkonsolidasinya lima terminal perseroan di STI, perseroan siap mengembangkan bisnis terminal dengan mencari proyek-proyek baru dan akuisisi serta meningkatkan kapasitas terminal.

Bank CIMB Niaga (BNGA) berencana menerbitkan obligasi pada tahun ini untuk menyerap dana repatriasi dari program tax amnesty. Sementara itu, pada tahun ini, perseroan menargetkan dana pihak ketiga tumbuh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit. Hal ini untuk mengoptimalkan simpanan yang sudah ada dan menjaga LDR di kisaran 95%.

Provident Agro (PALM) menjual empat anak usaha di sektor perkebunan senilai Rp2,67 triliun. Empat anak usaha yang dilego adalah PT Global Kalimatan Makmur (GKM), PT Semai Lestari (SML), PT Nusaraya Permai (NRP), dan PT Saban Sawit Subur (SSS). Transaksi akan dilakukan dengan nilai perusahaan final (enterprise value final) dikurangi kewajiban pengurang yang akan ditentukan maksimal 3 hari kerja sebelum 31 Agustus 2016. Secara keseluruhan, enterprise value final mencapai Rp2,67 triliun.

PT Taspen mengincar saham anak usaha Waskita Karya (WSKT), yaitu PT Waskita Toll Road yang tengah dalam proses divestasi. Taspen berminat melakukan partisipasi ekuitas di Waskita Toll Road sebagai bagian dari dukungan perusahaan tersebut terhadap rencana pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol Indonesia. WSKT menargetkan rencana divestasi Waskita Toll Road selesai pada akhir 2016. Target dana diincar oleh WSKT mencapai sekitar Rp4-5 triliun.

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mengumumkan kemitraan dengan firma investasi global Kohlberg Kravis Roberts & Co (KKR) senilai USD 80 juta. Japfa akan memakai dana ini untuk memenuhi permintaan pasar atas unggas dan protein yang terus meningkat. KKR tertarik untuk berinvestasi di bidang agrikultur karena permintaan bahan makanan berkualitas dari kelas menengah. Praktik agrikultur sudah berubah secara drastis dengan adanya kemajuan teknologi serta perubahan demografis, seperti meningkatnya kelas menengah yang mendorong peningkatan permintaan untuk bahan makanan berkualitas.

Bank MNC Internasional (BABP) hingga kini belum mendapatkan pasangan untuk diakuisisi karena terkendala masalah harga yang pas. Calon mitra punya kepentingan untuk mendapatkan harga yang tinggi. Harga yang ditawarkan calon-calon pasangan MNC berkisar 4x price to book value perbankan. Bank MNC mengklaim sudah menyiapkan sejumlah rencana kerja ketika berhasil menjaring partner akuisisi. Salah satunya melalui akuisisi diharapkan upaya naik kelas ke BUKU III. Perseroan memperkirakan pada tahun 2019 atau 2020 aset perseroan sudah naik menjadi Rp 30 triliun–Rp 40 triliun dan modal Rp 5 triliun melalui jalan organik maupun anorganik. Atas rencana akuisisi ini Bank MNC tidak hanya memperoleh dana dari induk usaha tetapi juga dengan cara melepas sebagian sahamnya atau right issue guna mendapatkan dana sekitar Rp 500 miliar dari pasar modal untuk mendanai akuisisi dan menambah modal inti.

Bank BRI Agro (AGRO) berencana melakukan penambahan modal melalui right issue. Pelaksanaan right issue ditargetkan pada November 2016 atau setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Right issue diharapkan meningkatkan modal yang ditempatkan dan disetor penuh sebesar 38,9% dengan menerbitkan 4,46 miliar saham pada harga Rp 100 per saham. Selain right issue, BRI Agro juga berencana untuk penerbitan waran seri II yang tidak akan melebihi 35% dari jumah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Hal ini agar menyesuaikan dengan aturan OJK No 32/POJK.04/2015. Jika pemegang saham tidak melakukan haknya, maka saham yang dimiliki akan terdilusi sebesar 25,33% dari saham awal. BRI Agro akan menggunakan seluruh dana hasil right issue untuk memperkuat struktur permodalan, sehingga mendukung ekspansi kredit. Hal ini sejalan dengan pengembangan bisnis dan antisipasi masa depan.

PT Anugerah Berkah Madani (ABMA Land), pengembang properti, menawarkan harga saham perdana di kisaran Rp 800 - 1.250 per saham dengan melepas 3.333.330.000 saham baru atau sebanyak - banyaknya 25% dari saham Perseroan melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). ABMA Land telah mendapat pernyataan pre-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diperoleh pada 15 Agustus 2016 dan masa penawaran awal akan dilangsungkan pada tanggal 16-25 Agustus 2016. Saham ABMA direncanakan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 September 2016. ABMA Land telah menunjuk beberapa Penjamin Emisi Efek. Diantaranya, PT CIMB Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT RHB Securities Indonesia. Rencananya sekitar 87% dari dana hasil emisi akan digunakan untuk mendukung rencana ekspansi Perseroan, yaitu sekitar 75% untuk akuisisi lahan, sekitar 12,5% pengembangan berbagai proyek Grup ABMA Land yang sedang berjalan. Perseroan akan menggunakan sebagian dana untuk pembelian tanah di beberapa wilayah seperti Jabodetabek, Cilegon Surabaya. Sebesar 12,5% untuk pengembangan proyek seperti Nifarro Park (Jakarta), Royal Betawi (Tangerang), Samala Park (Cilegon), Eat CBD, Tanjung Layar Lagoon (Makassar), North CBD (Jakarta) dan The Simpruq Signature (Jakarta). Sekitar 12,5% dana hasil IPO akan dipakai untuk pelunasan sebagian pinjaman Perseroan. Saat ini ABMA Land tengah mengembangkan 7 proyek secara bertahap. Total taksiran awal untuk mengembangkan 7 proyek tersebut mencapai Rp 48,79 triliun.

PT Anugerah Berkah Madani (ABMA Land) menargetkan pendapatan Rp 1,2 triliun hingga akhir tahun 2016 atau meningkat 234,16% dari pendapatan tahun 2015 sebesar Rp 359,1 miliar. Proyeksi pendapatan meningkat seiring pengakuan pendapatan dari proyek-proyek yang telah terjual, atau terjadi lonjakan proyeksi pendapatan tahun 2016. Pendapatan naik drastis karena perseroan sedang menggarap 4 proyek. Perseroan akan mengakui pendapatan secara bertahap dari prapenjualan di proyek Nifarro Park, Royal Betawi dan The Kahyangan. Per Maret 2016 total prapenjualan perseroan mencapai Rp 762,56 miliar. Laba perseroan pada tahun 2016 ditargetkan mencapai Rp 440 miliar atau sepuluh kali lipat dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2015 sebesar Rp 41,7 miliar.

Pemerintah telah menunjuk 19 perusahaan efek dan 18 manajer investasi sebagai gateway atau pintu masuk dana repatriasi hasil pengampunan pajak. Dana repatriasi diharapkan masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di kuartal IV 2016. Hingga 16 Agustus 2016, dana repatriasi baru mencapai Rp 1,03 triliun, Deklarasi luar negeri Rp 3 triliun, deklarasi dalam negeri Rp 23 triliun dan tebusan pajak Rp 551 miliar. Dana repatriasi yang mengalir ke pasar modal belum ada, sebab pelaku program pengampunan pajak masih memetakan asetnya. Namun diproyeksikan pada kuartal IV 2016 dana repatriasi akan mulai masuk ke pasar modal.

Pemerintah mengusulkan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,3%, laju inflasi 4,0%, nilai tukar rupiah Rp 13.300 per USD dan harga minyak mentah Indonesia USD 45 per barel. Penetapan asumsi ekonomi makro itu memperhitungkan seluruh dinamika yang ada dan tantangan yang dihadapi. Prospek perekonomian global diperkirakan akan membaik, meskipun harus bekerja keras menghadapi ketidakpastian yang bersumber dari perlambatan ekonomi di berbagai negara berkembang serta prospek pemulihan ekonomi negara-negara maju yang belum sesuai harapan. Terkait asumsi laju inflasi tahun 2017, Presiden mengatakan penguatan konektivitas nasional diproyeksikan mampu menciptakan efisiensi sistem logistik nasional sehingga hal ini dapat mendukung terciptanya stabilitas harga komoditas.

Pemerintah menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2017 sebesar Rp 1.737,6 triliun dengan mengacu pada tema kebijakan fiskal pada 2017 dan strategi yang mendukungnya. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan direncanakan sebesar Rp 1.495,9 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2017 ditargetkan sebesar Rp 240,4 triliun meskipun menghadapi tantangan yang cukup berat dengan masih rendahnya harga beberapa komoditas pertambangan, seperti minyak bumi dan batubara. Sementara belanja negara dalam RAPBN tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp 2.070,5 triliun, yang terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.310,4 triliun dan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 760 triliun. Dengan berbagai agenda dan sasaran pembangunan itu, maka kebijakan fiskal tahun 2017 masih bersifat ekspansif yang terarah untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan defisit anggaran RAPBN 2017 ditargetkan sebesar Rp 332,8 triliun atau 2,41% dari PDB
Share:

0 comments:

Posting Komentar

BITCOIN

3d live stats

3D Live Statistics

L I V E !

I N F O

Konsultasi Trading Forex Profit Konsisten
Info Detail :
A N D Y
Call : 0851 0524 8838
WA : 0821 6313 0884
BBM : 544C7785

Andy ND. Diberdayakan oleh Blogger.
[blogger]

Breaking

JustForex

Top Featured