Prediksi IHSG;
Belum pulihnya ekonomi global menjadi tantangan berat bagi laju pergerakan indeks bursa saham Dunia. Pasar masih mencemaskan kondisi dari perekonomian negara utama dunia,. Rilis data perekonomian terbaru Cina masih memperlihatkan perlambat kinerja ekonominya. Produksi industri negara ini hanya tumbuh 6,0% yoy di bulan Juli, atau lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,2%. Sementara investasi aset tetap turun menjadi 8,1%, di bulan Juli, dari bulan sebelumnya 9,0%. Penjualan ritel turun menjadi 10,2% dari sebelumnya 10,6%, dengan ekspektasi 10,5%.
Kondisi dari perkeonomian global yang tidak menentu, memicu lembaga keuangan internasional untuk memberikan pernyataan sinya peringatan kepada otoritas moneter Eropa. International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bank sentral Eropa untuk lebih fokus pada kebijakan pelonggaran kuantitatif dibandingkan kebijakan pemangkasan suku bunga. European Central Bank (ECB) akan mengadakan rapat moneter bulan depan dengan ekspektasi akan ada stimulus baru yang diluncurkan untuk mengatasi dampak negatif dari Brexit ke zona Euro.
Perlambatan ekonomi global juga telah mengakibatkan kondisi dari perekonimian Jerman terganggu. Pertumbuhan ekonomi Jerman kuartal II tahun ini melambat di bawah ekspektasi pelaku pasar.
Sedangkan dari dalam negeri, sempat sebelumnya kebijakan tax amnesty mendapat respon luar biasa dari pelaku pasar, karena berharap kebijakan ini dapat mendorong bagi pertumbuan ekonomi Indonesia. Namun, sudah berjalan hampir satu bulan, realisasi program pengampunan pajak (tax amnesty) baru mencapai 0,3% dari target pemerintah untuk bisa menambah penerimaan negara tahun ini sebesar Rp165 triliun. sejak pendaftaran program amnesti pajak dibuka pada 18 Juli lalu hingga hari ini, total harta yang dideklarasikan untuk ikut program pengampunan pajak sebesar Rp21,8 triliun.
Pencapaian dari program tax amnesty dalam sebulan dibawah dari harapan, dapat memicu kekhawatiran program ini tidak mencapai dari ditarget yang ditetapkan sebelumnya. Selain itu faktor ekternal kondisi pertumbuhan ekonomi yang dicapai negara maju menunjukan perlambatan semakin meningkatkan kecemasan palaku pasar, sentimen ini dapat menghambat bagi laju IHSG di pekan ini.
Perspektif tenikal
Kegagalan IHSG tembus fractal up line di level 5476, menjadi sinyal momentum down reversal bagi indeks untuk menguji level 5215. Konfirmasi negatif bagi IHSG juga tercermin dari indikator MACD maupun Stochatics. Demikian dengan lagging indicator baik MA5 dan MA20, terindikasi IHSG dalam sinyal pelemahan
Support Level : 5346/5315/5263
Resistance Level : 5429/5480/5511
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BBRI: Trading Buy
Close 11950, TP 12150
Boleh buy di level 11750-11950
Resistance di 12150 & support di 11750
Waspadai jika tembus di 11750
Batasi resiko di 11350
BMRI: Trading Buy
Close 11075, TP 11325
Boleh buy di level 10850-11075
Resistance di 11325 & support di 10850
Waspadai jika tembus di 10850
Batasi resiko di 10375
PTPP : Trading Buy
Close 4280, TP 4430
Boleh buy di level 4200-4280
Resistance di 4430 & support di 4200
Waspadai jika tembus di 4200
Batasi resiko di 3970
WIKA: Trading Buy
Close 3140, TP 3260
Boleh buy di level 3080-3140
Resistance di 3260 & support di 3080
Waspadai jika tembus di 3080
Batasi resiko di 2900
INCO: Trading Buy
Close 2620, TP 2670
Boleh buy di level 2570-2620
Resistance di 2670 & support di 2570
Waspadai jika tembus di 2570
Batasi resiko di 2470
AISA: Trading Buy
Close 1975, TP 2030
Boleh buy di level 1920-1975
Resistance di 2030 & support di 1920
Waspadai jika tembus di 1920
Batasi resiko di 1815
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
NIKL, ADRO, ULTJ, PWON, KRAS, BBNI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 12-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$43.66 (0.17)
Gold-(troy oz) US$1,336.69 (-2.01)
Nickel-(ton) US$10,735.00 (-125.00)
Tin-(ton) US$18,340.00 (-210.00)
Coal (Newc)/ton US$67.85 (5.45)
CPO Mal/ton* MYR2,583.00 (-3.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,117.50 (14.50)
*running
Agenda pekan ini - 15 – 20 Agustus 2016
RUPST/LB
· SIAP - RUPST/LB - 15-Aug-16
· IKBI - RUPST - 16-Aug-16
· INPP - RUPSLB - 18-Aug-16
· WOMF - RUPSLB - 19-Aug-16
Stock Split
· MYRX, ratio 1:5, cum 12 Aug’16, ex 15 Aug’16
Right Issue
POOL, ratio 1:7, price 250, cum 12 Aug’16, ex 15 Aug’16
Economic Calendar:
Senin, 15 Agustus 2016:
· data Preliminary GDP Jepang kwartal ke 2 tahun 2016
· indeks Empire State Manufacturing AS bulan Agustus 2016
· indeks pasar perumahan AS bulan Agustus 2016
Selasa, 16 Agustus 2016:
· data Consumer Price Index (CPI) dan PPI Inggris bulan Juli 2016
· data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Juni 2016
· data CPI AS bulan Juli 2016
· data Building Permits dan Housing Starts di AS bulan Juli 2016
· data Industrial Production AS bulan Juli 2016
Rabu, 17 Agustus 2016:
· indeks upah rata-rata di Inggris bulan Juni 2016 (3m/y)
· data Jobless Claims Inggris bulan Juli 2016
· data tingkat pengangguran di Inggris bulan Juni 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 12 Agustus 2016
Kamis, 18 Agustus 2016:
· pidato anggota FOMC James Bullard
· notulen meeting FOMC tanggal 27-28 Juli 2016
· data Current Account kawasan Euro bulan Juni 2016
· data Retail Sales Inggris bulan Juli 2016
· data CPI kawasan Euro bulan Juli 2016 (Final)
· notulen meeting European Central Bank (ECB) tanggal 21 Juli 2016
· data Jobless Claims AS per 12 Agustus 2016
· indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Agustus 2016
· pidato anggota FOMC William Dudley
Jum’at, 19 Agustus 2016:
· data All Industries Activity Jepang bulan Juni 2016
· data PPI Jerman bulan Juli 2016
· data Public Sector Net Borrowing Inggris bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Surya Semesta Internusa (SSIA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2016 dengan jumlah pokok Rp1 triliun. Penerbitan ini adalah bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan I SSIA dengan target Rp2 triliun. Obligasi tahap I ini akan terdiri dari dua seri yakni seri A yang berjangka waktu 3 tahun dan seri B berjangka waktu 5 tahun. Pefindo memberikan peringkat idA untuk obligasi ini.
Astra Otoparts (AUTO) menerbitkan medium term note (MTN) I senilai Rp 800 miliar dalam dua seri, yaitu seri A senilai Rp 450 miliar dengan kupon tetap 8,3% per tahun berjangka waktu 1 tahun dan akan jatuh tempo 16 Agustus 2017; serta, seri B senilai Rp 350 miliar dengan kupon tetap 9% per tahun dengan tenor 3 tahun dan akan jatuh tempo 11 Agustus 2019. Permintaan MTN diprediksi meningkat seiring masuknya dana repatriasi tax amnesty. AUTO mengalokasikan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 637,5 miliar, atau lebih rendah 25% dari anggaran capex tahun 2015 yang mencapai Rp 850 miliar. Hal itu karena manajemen akan berhati-hati dalam menyiasati kondisi ekonomi di tahun 2016.
Jasa Marga (JSMR) akan menaikkan target nilai penerbitan obligasi menjadi Rp 4 triliun dari rencana semula Rp 3 triliun. Surat utang tersebut ditargetkan terbit pada kuartal I-2017. Penggalangan dana tersebut akan menjadi fokus perseroan setelah rights issue senilai Rp 1,79 triliun pada kuartal IV-2016. JSMR membutuhkan cukup banyak pendanaan eksternal untuk mendanai ekspansi ruas tol. Saat ini, perseroan bersama Nindya Karya tengah mengikuti tender ruas tol baru yakni Cileunyi-Sumedang-Dawuan sepanjang 32,6 km. Nilai investasi proyek tersebut sekitar Rp 10-12 triliun dan JSMR berencana menjadi pengendali dengan kepemilikan 55%.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan merealisasikan kerja sama co-branding dengan bank swasta dan bank pembangunan daerah (BPD) tahun ini. Co-branding kartu tersebut meliputi penandatanganan kerja sama untuk uang elektronik berlogo BRIzzi dan kartu kredit.
Delta Dunia Makmur (DOID) akan menunda kegiatan eksplorasi tambang batubara pada dua anak usahanya hingga kondisi pasar membaik sehingga hanya fokus pada jasa kontraktor. Hal ini tergantung pada pergerakan pasar batubara. Perseroan telah memperoleh kontrak berjalan senilai USD 1,6 miliar hingga 2019. Sementara itu, DOID menetapkan target konservatif untuk produksi batubara tahun ini sebesar 33,2 juta ton, sama dengan tahun lalu.
Catur Sentosa Adiprana (CSAP) meresmikan outlet Mitra10 ke-23 di Rajabasa, Lampung. Ekspansi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan memacu segmen ritel. Outlet Mitra10 Lampung memiliki selling space seluas 3.300 m2 di lahan seluas 4.730 m2 dengan total investasi Rp 30 miliar. Adapun target penjualan dari superstore ini mencapai Rp 6 miliar hingga dengan akhir tahun. Tahun ini, CSAP berencana membuka tiga outlet Mitra10 setelah Lampung. Hal ini guna menopang target penjualan segmen ritel modern yang ditargetkan mencapai Rp 2,3 triliun pada akhir tahun.
Megapolitan Developments (EMDE) mulai melakukan persiapan pembangunan apartemen Cinere Terrace Suites yang berada di kawasan terintegrasi dan terpadu Centro Cinere di wilayah Cinere. Persiapan tersebut ditandai dengan penunjukkan Adhi Persada Gedung sebagai kontraktor Cinere Terrace Suites.
Garuda Indonesia (GIAA) menargetkan dalam waktu dekat tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) mencapai di kisaran 90%. Hal ini karena tren yang terus membaik dan didukung dengan disediakannya area parkir khusus pesawat Garuda di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memenangkan gugatan terhadap kebakaran hutan dan lahan di konsesi PT National Sago Prima (NSP), anak usaha Sampoerna Agro (SGRO). Amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghukum NSP untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 319,17 miliar dari tuntutan sebesar Rp 319,17 miliar dan melakukan tindakan pemulihan sebesar Rp 753 miliar dari tuntutan Rp 753,75 miliar. Dengan demikian NSP harus membayar total Rp 1,07 triliun. Selain itu NSP juga harus membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 50.000 setiap hari atas keterlambatan pelaksanaan putusan dan membayar biaya perkara sebesar Rp 462.000.
Bank MNC Internasional (BABP) tidak menetapkan tenggat waktu tertentu rencana akusisi terhadap bank BUKU I atau II paling lambat direalisasikan. Bank MNC hendak mengakuisisi bank kecil dengan BUKU I atau maksimal BUKU II untuk memperdalam ceruk bisnisnya di segmen kredit konsumer. Hal ini ditempuh sebagai upaya perseroan memacu pertumbuhan bisnis secara anorganik.
Kerjasama Indosat OOredoo (ISAT) dan XL Axiata (EXCL) berbagi jaringan untuk 4G LTE melalui MORAN (Multi Operator Radio Access Network) ingin ditingkatkan melalui Multi Operator Core Network (MOCN) yang memungkinkan penggunaan frekuensi dan efisiensi investasi. Struktur MOCN lebih hemat biaya dan memiliki spektrum frekuensi lebih besar dibanding MORAN. ISAT saat ini masih menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 Tahun 2000 yang mengatur penyelenggaraan telekomunikasi dan Peraturan 53 Tahun 2000 tentang frekuensi dan orbit satelit.
XL-Axiata (EXCL) membangun jaringan fiber optik (FO) di berbagai daerah wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya FO untuk backbone di Kalimantan sejauh sekitar 900 km yang menghubungkan Banjarmasin dengan Balikpapan. Pada tahun 2016 proyek pembangunan FO yang masih berjalan antara lain di Kalimantan untuk jaringan backbone sepanjang 900 km dan Hut Fiberisasi, atau ekspansi FO backbone di Jawa sepanjang 170 km, pembangunan FO untuk jaringan LTE di Jawa 153 km, Sumatera 37 km, serta di Bali-Lombok- Sumbawa, Sulawesi, dan Kalimantan. XL juga membangun FO joint construction 130 km di Kalimantan. Selain itu perseroan memodernisasi jaringan FO yang telah berusia belasan tahun yang memerlukan upgrade sepanjang kurang lebih 200 km di Jawa. Hingga saat ini total panjang FO yang dimiliki XL 40 ribu km. Sekitar 12% di antaranya merupakan FO yang berada di bawah laut. Proyek yang masih berjalan tahun 2016, antara lain ada di wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali-Lombok-Sumbawa, Sulawesi, dan Jawa. Jaringan FO milik XL juga menjangkau wilayah perbatasan negara, antara lain di sekitar Batam- Dumai, perbatasan dengan Singapura dan Malaysia. XL juga memiliki jaringan FO yang terhubung langsung dengan jaringan internasional, yaitu di Batam-Dumai-Malaka (Malaysia), Batam-Singapura, Batam-Sungai Rengit- Kuala Lumpur (Malaysia).
Bank Negara Indonesia (BBNI) menargetkan menambah 2.500 pengguna kartu kredit untuk korporasi atau BNI Corporate Card hingga akhir tahun 2016. Perseroan menargetkan jumlah pengguna BNI Corporate Card sebanyak 6.500 kartu. Rata-rata transaksi kartu kredit BNI sebesar Rp 1,1 juta per "ticket size" dan 50% lebih merupakan pengguna kartu kelas gold dan platinum.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan mulai 12 Januari 2017 hanya mineral hasil pemurnian yang diizinkan keluar dari Indonesia. Dengan begitu mineral hasil pengolahan atau konsentrat dan mineral mentah dilarang untuk diekspor. Ketentuan larangan ekspor mineral konsentrat dan mineral mentah tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM No. 1 Tahun 2014.
Bank Indonesia (BI) meyakini inflasi pada akhir tahun tahun 2016 mencapai 3,2%. Rendahnya inflasi ini diyakini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Bahkan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV 2016 akan lebih baik dibandingkan kuartal I dan II 2016. Jika tercapai, maka inflasi tahunan 2016 akan lebih rendah dari inflasi tahunan 2015 sebesar 3,35%.
Belum pulihnya ekonomi global menjadi tantangan berat bagi laju pergerakan indeks bursa saham Dunia. Pasar masih mencemaskan kondisi dari perekonomian negara utama dunia,. Rilis data perekonomian terbaru Cina masih memperlihatkan perlambat kinerja ekonominya. Produksi industri negara ini hanya tumbuh 6,0% yoy di bulan Juli, atau lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,2%. Sementara investasi aset tetap turun menjadi 8,1%, di bulan Juli, dari bulan sebelumnya 9,0%. Penjualan ritel turun menjadi 10,2% dari sebelumnya 10,6%, dengan ekspektasi 10,5%.
Kondisi dari perkeonomian global yang tidak menentu, memicu lembaga keuangan internasional untuk memberikan pernyataan sinya peringatan kepada otoritas moneter Eropa. International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bank sentral Eropa untuk lebih fokus pada kebijakan pelonggaran kuantitatif dibandingkan kebijakan pemangkasan suku bunga. European Central Bank (ECB) akan mengadakan rapat moneter bulan depan dengan ekspektasi akan ada stimulus baru yang diluncurkan untuk mengatasi dampak negatif dari Brexit ke zona Euro.
Perlambatan ekonomi global juga telah mengakibatkan kondisi dari perekonimian Jerman terganggu. Pertumbuhan ekonomi Jerman kuartal II tahun ini melambat di bawah ekspektasi pelaku pasar.
Sedangkan dari dalam negeri, sempat sebelumnya kebijakan tax amnesty mendapat respon luar biasa dari pelaku pasar, karena berharap kebijakan ini dapat mendorong bagi pertumbuan ekonomi Indonesia. Namun, sudah berjalan hampir satu bulan, realisasi program pengampunan pajak (tax amnesty) baru mencapai 0,3% dari target pemerintah untuk bisa menambah penerimaan negara tahun ini sebesar Rp165 triliun. sejak pendaftaran program amnesti pajak dibuka pada 18 Juli lalu hingga hari ini, total harta yang dideklarasikan untuk ikut program pengampunan pajak sebesar Rp21,8 triliun.
Pencapaian dari program tax amnesty dalam sebulan dibawah dari harapan, dapat memicu kekhawatiran program ini tidak mencapai dari ditarget yang ditetapkan sebelumnya. Selain itu faktor ekternal kondisi pertumbuhan ekonomi yang dicapai negara maju menunjukan perlambatan semakin meningkatkan kecemasan palaku pasar, sentimen ini dapat menghambat bagi laju IHSG di pekan ini.
Perspektif tenikal
Kegagalan IHSG tembus fractal up line di level 5476, menjadi sinyal momentum down reversal bagi indeks untuk menguji level 5215. Konfirmasi negatif bagi IHSG juga tercermin dari indikator MACD maupun Stochatics. Demikian dengan lagging indicator baik MA5 dan MA20, terindikasi IHSG dalam sinyal pelemahan
Support Level : 5346/5315/5263
Resistance Level : 5429/5480/5511
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BBRI: Trading Buy
Close 11950, TP 12150
Boleh buy di level 11750-11950
Resistance di 12150 & support di 11750
Waspadai jika tembus di 11750
Batasi resiko di 11350
BMRI: Trading Buy
Close 11075, TP 11325
Boleh buy di level 10850-11075
Resistance di 11325 & support di 10850
Waspadai jika tembus di 10850
Batasi resiko di 10375
PTPP : Trading Buy
Close 4280, TP 4430
Boleh buy di level 4200-4280
Resistance di 4430 & support di 4200
Waspadai jika tembus di 4200
Batasi resiko di 3970
WIKA: Trading Buy
Close 3140, TP 3260
Boleh buy di level 3080-3140
Resistance di 3260 & support di 3080
Waspadai jika tembus di 3080
Batasi resiko di 2900
INCO: Trading Buy
Close 2620, TP 2670
Boleh buy di level 2570-2620
Resistance di 2670 & support di 2570
Waspadai jika tembus di 2570
Batasi resiko di 2470
AISA: Trading Buy
Close 1975, TP 2030
Boleh buy di level 1920-1975
Resistance di 2030 & support di 1920
Waspadai jika tembus di 1920
Batasi resiko di 1815
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
NIKL, ADRO, ULTJ, PWON, KRAS, BBNI
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 12-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$43.66 (0.17)
Gold-(troy oz) US$1,336.69 (-2.01)
Nickel-(ton) US$10,735.00 (-125.00)
Tin-(ton) US$18,340.00 (-210.00)
Coal (Newc)/ton US$67.85 (5.45)
CPO Mal/ton* MYR2,583.00 (-3.50)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,117.50 (14.50)
*running
Agenda pekan ini - 15 – 20 Agustus 2016
RUPST/LB
· SIAP - RUPST/LB - 15-Aug-16
· IKBI - RUPST - 16-Aug-16
· INPP - RUPSLB - 18-Aug-16
· WOMF - RUPSLB - 19-Aug-16
Stock Split
· MYRX, ratio 1:5, cum 12 Aug’16, ex 15 Aug’16
Right Issue
POOL, ratio 1:7, price 250, cum 12 Aug’16, ex 15 Aug’16
Economic Calendar:
Senin, 15 Agustus 2016:
· data Preliminary GDP Jepang kwartal ke 2 tahun 2016
· indeks Empire State Manufacturing AS bulan Agustus 2016
· indeks pasar perumahan AS bulan Agustus 2016
Selasa, 16 Agustus 2016:
· data Consumer Price Index (CPI) dan PPI Inggris bulan Juli 2016
· data neraca perdagangan kawasan Euro bulan Juni 2016
· data CPI AS bulan Juli 2016
· data Building Permits dan Housing Starts di AS bulan Juli 2016
· data Industrial Production AS bulan Juli 2016
Rabu, 17 Agustus 2016:
· indeks upah rata-rata di Inggris bulan Juni 2016 (3m/y)
· data Jobless Claims Inggris bulan Juli 2016
· data tingkat pengangguran di Inggris bulan Juni 2016
· data persediaan minyak mentah untuk industri di AS per 12 Agustus 2016
Kamis, 18 Agustus 2016:
· pidato anggota FOMC James Bullard
· notulen meeting FOMC tanggal 27-28 Juli 2016
· data Current Account kawasan Euro bulan Juni 2016
· data Retail Sales Inggris bulan Juli 2016
· data CPI kawasan Euro bulan Juli 2016 (Final)
· notulen meeting European Central Bank (ECB) tanggal 21 Juli 2016
· data Jobless Claims AS per 12 Agustus 2016
· indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan Agustus 2016
· pidato anggota FOMC William Dudley
Jum’at, 19 Agustus 2016:
· data All Industries Activity Jepang bulan Juni 2016
· data PPI Jerman bulan Juli 2016
· data Public Sector Net Borrowing Inggris bulan Juli 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Surya Semesta Internusa (SSIA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2016 dengan jumlah pokok Rp1 triliun. Penerbitan ini adalah bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan I SSIA dengan target Rp2 triliun. Obligasi tahap I ini akan terdiri dari dua seri yakni seri A yang berjangka waktu 3 tahun dan seri B berjangka waktu 5 tahun. Pefindo memberikan peringkat idA untuk obligasi ini.
Astra Otoparts (AUTO) menerbitkan medium term note (MTN) I senilai Rp 800 miliar dalam dua seri, yaitu seri A senilai Rp 450 miliar dengan kupon tetap 8,3% per tahun berjangka waktu 1 tahun dan akan jatuh tempo 16 Agustus 2017; serta, seri B senilai Rp 350 miliar dengan kupon tetap 9% per tahun dengan tenor 3 tahun dan akan jatuh tempo 11 Agustus 2019. Permintaan MTN diprediksi meningkat seiring masuknya dana repatriasi tax amnesty. AUTO mengalokasikan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 637,5 miliar, atau lebih rendah 25% dari anggaran capex tahun 2015 yang mencapai Rp 850 miliar. Hal itu karena manajemen akan berhati-hati dalam menyiasati kondisi ekonomi di tahun 2016.
Jasa Marga (JSMR) akan menaikkan target nilai penerbitan obligasi menjadi Rp 4 triliun dari rencana semula Rp 3 triliun. Surat utang tersebut ditargetkan terbit pada kuartal I-2017. Penggalangan dana tersebut akan menjadi fokus perseroan setelah rights issue senilai Rp 1,79 triliun pada kuartal IV-2016. JSMR membutuhkan cukup banyak pendanaan eksternal untuk mendanai ekspansi ruas tol. Saat ini, perseroan bersama Nindya Karya tengah mengikuti tender ruas tol baru yakni Cileunyi-Sumedang-Dawuan sepanjang 32,6 km. Nilai investasi proyek tersebut sekitar Rp 10-12 triliun dan JSMR berencana menjadi pengendali dengan kepemilikan 55%.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan merealisasikan kerja sama co-branding dengan bank swasta dan bank pembangunan daerah (BPD) tahun ini. Co-branding kartu tersebut meliputi penandatanganan kerja sama untuk uang elektronik berlogo BRIzzi dan kartu kredit.
Delta Dunia Makmur (DOID) akan menunda kegiatan eksplorasi tambang batubara pada dua anak usahanya hingga kondisi pasar membaik sehingga hanya fokus pada jasa kontraktor. Hal ini tergantung pada pergerakan pasar batubara. Perseroan telah memperoleh kontrak berjalan senilai USD 1,6 miliar hingga 2019. Sementara itu, DOID menetapkan target konservatif untuk produksi batubara tahun ini sebesar 33,2 juta ton, sama dengan tahun lalu.
Catur Sentosa Adiprana (CSAP) meresmikan outlet Mitra10 ke-23 di Rajabasa, Lampung. Ekspansi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan memacu segmen ritel. Outlet Mitra10 Lampung memiliki selling space seluas 3.300 m2 di lahan seluas 4.730 m2 dengan total investasi Rp 30 miliar. Adapun target penjualan dari superstore ini mencapai Rp 6 miliar hingga dengan akhir tahun. Tahun ini, CSAP berencana membuka tiga outlet Mitra10 setelah Lampung. Hal ini guna menopang target penjualan segmen ritel modern yang ditargetkan mencapai Rp 2,3 triliun pada akhir tahun.
Megapolitan Developments (EMDE) mulai melakukan persiapan pembangunan apartemen Cinere Terrace Suites yang berada di kawasan terintegrasi dan terpadu Centro Cinere di wilayah Cinere. Persiapan tersebut ditandai dengan penunjukkan Adhi Persada Gedung sebagai kontraktor Cinere Terrace Suites.
Garuda Indonesia (GIAA) menargetkan dalam waktu dekat tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) mencapai di kisaran 90%. Hal ini karena tren yang terus membaik dan didukung dengan disediakannya area parkir khusus pesawat Garuda di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memenangkan gugatan terhadap kebakaran hutan dan lahan di konsesi PT National Sago Prima (NSP), anak usaha Sampoerna Agro (SGRO). Amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghukum NSP untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 319,17 miliar dari tuntutan sebesar Rp 319,17 miliar dan melakukan tindakan pemulihan sebesar Rp 753 miliar dari tuntutan Rp 753,75 miliar. Dengan demikian NSP harus membayar total Rp 1,07 triliun. Selain itu NSP juga harus membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 50.000 setiap hari atas keterlambatan pelaksanaan putusan dan membayar biaya perkara sebesar Rp 462.000.
Bank MNC Internasional (BABP) tidak menetapkan tenggat waktu tertentu rencana akusisi terhadap bank BUKU I atau II paling lambat direalisasikan. Bank MNC hendak mengakuisisi bank kecil dengan BUKU I atau maksimal BUKU II untuk memperdalam ceruk bisnisnya di segmen kredit konsumer. Hal ini ditempuh sebagai upaya perseroan memacu pertumbuhan bisnis secara anorganik.
Kerjasama Indosat OOredoo (ISAT) dan XL Axiata (EXCL) berbagi jaringan untuk 4G LTE melalui MORAN (Multi Operator Radio Access Network) ingin ditingkatkan melalui Multi Operator Core Network (MOCN) yang memungkinkan penggunaan frekuensi dan efisiensi investasi. Struktur MOCN lebih hemat biaya dan memiliki spektrum frekuensi lebih besar dibanding MORAN. ISAT saat ini masih menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 Tahun 2000 yang mengatur penyelenggaraan telekomunikasi dan Peraturan 53 Tahun 2000 tentang frekuensi dan orbit satelit.
XL-Axiata (EXCL) membangun jaringan fiber optik (FO) di berbagai daerah wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya FO untuk backbone di Kalimantan sejauh sekitar 900 km yang menghubungkan Banjarmasin dengan Balikpapan. Pada tahun 2016 proyek pembangunan FO yang masih berjalan antara lain di Kalimantan untuk jaringan backbone sepanjang 900 km dan Hut Fiberisasi, atau ekspansi FO backbone di Jawa sepanjang 170 km, pembangunan FO untuk jaringan LTE di Jawa 153 km, Sumatera 37 km, serta di Bali-Lombok- Sumbawa, Sulawesi, dan Kalimantan. XL juga membangun FO joint construction 130 km di Kalimantan. Selain itu perseroan memodernisasi jaringan FO yang telah berusia belasan tahun yang memerlukan upgrade sepanjang kurang lebih 200 km di Jawa. Hingga saat ini total panjang FO yang dimiliki XL 40 ribu km. Sekitar 12% di antaranya merupakan FO yang berada di bawah laut. Proyek yang masih berjalan tahun 2016, antara lain ada di wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali-Lombok-Sumbawa, Sulawesi, dan Jawa. Jaringan FO milik XL juga menjangkau wilayah perbatasan negara, antara lain di sekitar Batam- Dumai, perbatasan dengan Singapura dan Malaysia. XL juga memiliki jaringan FO yang terhubung langsung dengan jaringan internasional, yaitu di Batam-Dumai-Malaka (Malaysia), Batam-Singapura, Batam-Sungai Rengit- Kuala Lumpur (Malaysia).
Bank Negara Indonesia (BBNI) menargetkan menambah 2.500 pengguna kartu kredit untuk korporasi atau BNI Corporate Card hingga akhir tahun 2016. Perseroan menargetkan jumlah pengguna BNI Corporate Card sebanyak 6.500 kartu. Rata-rata transaksi kartu kredit BNI sebesar Rp 1,1 juta per "ticket size" dan 50% lebih merupakan pengguna kartu kelas gold dan platinum.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan mulai 12 Januari 2017 hanya mineral hasil pemurnian yang diizinkan keluar dari Indonesia. Dengan begitu mineral hasil pengolahan atau konsentrat dan mineral mentah dilarang untuk diekspor. Ketentuan larangan ekspor mineral konsentrat dan mineral mentah tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM No. 1 Tahun 2014.
Bank Indonesia (BI) meyakini inflasi pada akhir tahun tahun 2016 mencapai 3,2%. Rendahnya inflasi ini diyakini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Bahkan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV 2016 akan lebih baik dibandingkan kuartal I dan II 2016. Jika tercapai, maka inflasi tahunan 2016 akan lebih rendah dari inflasi tahunan 2015 sebesar 3,35%.











0 comments:
Posting Komentar