Prediksi IHSG;
Ben Bernanke, Ketua The Fed periode sebelumnya, memprediksi The Fed belum akan mengambil kebijakan kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Para petinggi The Fed diprediksi akan lebih berhati-hai dalam memprediksi masa depan, baik pertumbuhan ekonomi mau pun kebijakan suku bunga. Hal itu menyusul kesalahan prediksi para petinggi The Fed yang mengantisipasi pertumbuhan ekonomi AS akan kuat, sementara tingkat pengangguran AS dan suku bunga acuan akan tinggi. Oleh karenanya investor akan lebih melihat data ekonomi sebagai panduan kebijakan suku bunga, dibandingkan pernyataan para petinggi The Fed.
Sentimen global tersebut masih ditambah oleh hasil survei Ifo Institute, yang menjadi barometer sentimen ekonomi global, bahwa tingkat keyakinan pada situasi dan prospek ekonomi global jatuh ke level terendah dalam 3 tahun. Indeks sentimen dari World Economic Survey turun 4,5 poin menjadi 86 pada 3Q 2016.
Sementara bursa saham Indonesia hari ini menanti data neraca pembayaran kuartal II 2016. Sentimen negatif global dan antisipasi data ekonomi akan menyebabkan bursa saham bergerak volatil dengan potensi melanjutkan penurunan.
Perspektif tenikal
Support Level : 5392/5366/5334
Resistance Level : 5451/5483/5509
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BSDE: Trading Buy
Close 2330, TP 2380
Boleh buy di level 2310-2330
Resistance di 2380 & support di 2290
Waspadai jika tembus di 2290
Batasi resiko di 2280
ASRI: Trading Buy
Close 565, TP 590
Boleh buy di level 555-565
Resistance di 590 & support di 550
Waspadai jika tembus di 550
Batasi resiko di 540
SMRA : Trading Buy
Close 1925, TP 1970
Boleh buy di level 1815-1925
Resistance di 1970 & support di 1850
Waspadai jika tembus di 1850
Batasi resiko di 1830
TLKM: Trading Buy
Close 4280, TP 4330
Boleh buy di level 4270-4280
Resistance di 4330 & support di 4240
Waspadai jika tembus di 4240
Batasi resiko di 4230
MPPA: Trading Buy
Close 1905, TP 1955
Boleh buy di level 1895-1905
Resistance di 1955 & support di 1845
Waspadai jika tembus di 1845
Batasi resiko di 1835
ISSP: Trading Buy
Close 264, TP 274
Boleh buy di level 261-264
Resistance di 274 & support di 254
Waspadai jika tembus di 254
Batasi resiko di 252
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BKSL, ROTI, RALS, POLY, WSKT.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 11-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$41.48 (-0.23)
Gold-(troy oz) US$1,345.13 (-1.41)
Nickel-(ton) US$10,860.00 (80.00)
Tin-(ton) US$18,550.00 (135.00)
Coal (Newc)/ton US$66.30 (3.90)
CPO Mal/ton* MYR2,586.50 (24.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,102.50 (-10.50)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 12 Agustus 2016
Stock Split
· MYRX, ratio 1:5, cum 12 Aug’16, ex 15 Aug’16
Right Issue
· POOL, ratio 1:7, price 250, cum 12 Aug’16, ex 15 Aug’16
Economic Calendar:
• data Industrial Production China bulan Juli 2016
• data Preliminary GDP Jerman kuartal ke 2 tahun 2016
• data Flash GDP kawasan Euro kuartal ke 2 tahun 2016
• data Industrial Production kawasan Euro bulan Juni 2016
• data Retail Sales AS bulan Juli 2016
• data Producer Price Index (PPI) AS bulan Juli 2016
• indeks kepercayaan konsumen AS Agustus 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Salim Ivomas (SIMP) membukukan penjualan sebesar Rp6,71 triliun hingga periode Juni tahun 2016 turun tipis dari penjualan Rp6,79 triliun periode Juni tahun sebelumnya. Perseroan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat didistribusi ke pemilik entitas induk naik jadi Rp172,41 miliar dari Rp126,85 miliar karena mencatatkan kepentingan non pengendali sebesar Rp40,93 miliar plus dibandingkan minus Rp30,92 miliar.
PP London Sumatera Indonesia (LSIP) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 63,52 persen hingga Juni 2016 menjadi Rp112,64 miliar dibandingkan laba bersih Rp308,85 miliar periode sama tahun sebelumnya. Penurunan laba bersih diakibatkan penjualan turun menjadi Rp1,65 triliun dari penjualan Rp2,07 triliun pada periode Juni tahun sebelumnya.
Wijaya Karya (WIKA) berencana menambah modal anak usahanya yang bergerak di sektor properti, Wika Realty, pada akhir 2016. Suntikan modal tersebut untuk pembebasan tanah yang akan dilakukan oleh Wika Realty. Wika Realty akan menggarap transit of development di kawasan Walini, Kabupaten Bandung yang terletak tidak jauh dari lokasi proyek Jakarta-Bandung yang digarap WIKA. Setelah penyuntikan modal tersebut, Wika Realty berencana melakukan IPO saham pada akhir 2016 atau selambat-lambatnya pada awal 2017.
Sentul City (BKSL) berencana membangun proyek mixed use seluas 200 ha tahun depan. Pembangunan akan dilakukan melalui Group 70 Indonesia, perusahaan patungan antara perseroan dan pengembang properti asal AS, Group 70 International. Proyek ini akan ada office commercial dan residensial. BKSL memegang kepemilikan mayoritas di perusahaan patungan tersebut.
Intiland Development (DILD) memanfaatkan momen kebijakan pengampunan pajak untuk meningkatkan penjualan produk properti dari enam proyeknya di Surabaya. Keenam proyek tersebut ditargetkan menyumbang pendapatan Rp 1,2 triliun pada semester II-2016.
Dharma Satya Nusantara (DSNG) melalui anak usahanya, Dharma Sejahtera Nusantara, menggandeng Daiken Corporation, Marufuji Kenzai Indonesia, dan Suseta Daiken Indonesia, membangun pabrik pengolahan kayu di Surabaya. Pabrik pengolahan tersebut dibangun melalui perusahaan patungan yang dibentuk keempat perusahaan tersebut, yaitu Daiken Dharma Indonesia (DDI). Pabrik DDI tersebut memproduksi produk pintu.
PP London Sumatera Indonesia (LSIP) mengalami penurunan laba bersih sebesar 63,52% YoY hingga Juni 2016 menjadi Rp 112,64 miliar. Penjualan turun menjadi Rp 1,65 triliun dari Rp 2,07 triliun pada Juni tahun sebelumnya.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) meluncurkan aplikasi life finance bernama Jenius bagi kalangan masyarakat pengguna aktif smartphone. Dari riset, perencanaan, hingga peluncuran aplikasi Jenius, perseroan telah mengeluarkan biaya investasi Rp 500 miliar. Dengan Jenius, setiap orang dapat membuat sendiri rekening bank berbasis aplikasi, dan mendapat kartu debit atas rekening aplikasi ini.
Bank MNC Internasional (BABP) tidak menetapkan tenggat waktu tertentu kapan rencana akuisisi terhadap bank BUKU I atau II paling lambat direalisasikan. Perseroan berencana mengakuisisi bank kecil untuk memperdalam ceruk bisnisnya di segmen kredit konsumer. Cara ini ditempuh sebagai upaya BABP untuk memacu pertumbuhan bisnis secara anorganik. Perseroan dalam hal ini sangat berhati-hati dalam memilih calon bank tersebut.
Segmen kredit kendaraan bermotor (KKB) menjadi penopang kredit bagi Grup Bank Mandiri (BMRI). Bank Mandiri ikut berpartisipasi pada penyelenggaraan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) agar kredit otomotif terus bergulir. Bank Mandiri telah mengucurkan KKB senilai Rp 19 triliun untuk pembiayaan kredit pemilikan kendaraan bermotor, tumbuh 21,4% YoY. Pembiayaan tersebut disalurkan untuk kepemilikan mobil dan untuk membiayai kepemilikan sepeda motor.
Bank Negara Indonesia (BBNI) menambah kantor wilayah baru, yaitu Kantor Wilayah Yogyakarta dan Kantor Wilayah Malang karena luasnya area yang harus dikelola dan perlunya penajaman bisnis di Propinsi Jawa Tengah, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Jawa Timur. Pembukaan Kantor Wilayah Yogyakarta dan Malang tersebut dilaksanakan sebagai salah satu langkah strategis BNI dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang sangat berpotensi melaju lebih pesat di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Modernland Realty (MDLN) masih optimis target pra penjualan lahan yang ditetapkan sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2016 dapat tercapai. Saat ini MDLN tengah dalam proses negosiasi penjualan lahan seluas 15 ha dengan beberapa investor. Negosiasi lahan tersebut ditargetkan bisa diputuskan di kuartal III 2016. Investor yang sedang dijajaki tersebut sebagian besar bergerak di sektor manufaktur. Hingga akhir Juli 2016 MDLN baru membukukan pra penjualan (marketing sales) dari sektor industrial seluas 12,5 ha. Lahan tersebut dijual ke perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan medical.
PP Properti (PPRO) akan mendorong penjualan apartemen di segmen menengah dan menengah ke bawah untuk memenuhi target prapenjualan atau marketing sebanyak Rp 2,6 triliun. Pada 13 Agustus 2016 perseroan akan meluncurkan menara keempat apartemen Grand Kamala Lagoon, Bekasi yang berisi sekitar 900 unit. Untuk mendorong penjualan, perseroan akan memberikan subdisi bunga kredit sebesar 2,9% kepada konsumen selama satu tahun. Selain itu PPRO juga mendorong penjualan di proyek Gunung Putri Aquare. PPRO telah menjual 588 unit menara pertama. Sedang menara kedua berkapasitas 865 unit dan telah terjual sekitar 50%. Manajemen memperkirakan penjualan properti akan mulai meningkat di September 2016. Daya beli masyarakat diharapkan meningkat menyusul penurunan bunga kredit dan pelonggaran kebijakan kredit properti.
Horizon Internusa Persada, anak usaha Surya Semesta Internusa (SSIA) menerbitkan mandatory covertible notes sebesar Rp 21 miliar dan akan jatuh tempo pada Juli 2018. Perseroan akan menyerap surat utang yang diterbitkan Horizon sebanyak Rp 6,57 miliar yang bisa dikonversi mejadi 799.975 saham Horizon. Saat ini Surya Internusa memiliki 3,2 juta saham Horizon atau 40% dari total saham. Transaksi afiliasi ini diharapkan membuat Horizon bisa mendapat pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya. Saat ini Horizon mengelola situs e-commerce travelio.com dan aplikasi HelloLio by Travelio. Keduanya melayani pemesanan tiket, hotel, dan jasa perjalanan wisata. Hingga akhir tahun Travelio ditargetkan bisa meningkatkan rekanan hotel hingga 162%.
Mitra Pemuda (MTRA) meraih pendapatan usaha per Juni 2016 menjadi Rp 137,91 miliar, turun dari sebelumnya Rp 157,73 miliar. Laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 9,78 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 10,44 miliar.
Vale Indonesia (INCO) menghabiskan dana untuk kegiatan eksplorasi bulan Juli 2016 sebesar USD 470.530,97. Daerah eksplorasi dilakukan pada daerah-daerah di dalam kontrak karya di Blok Soroako, SulSel, Blok Kahadopi Sulteng dan Blok Pomalaa Sulteng. Eksplorasi memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 untuk program spasi 25 m di Bukit Konde Central dan Bukit Ferrary dan pengurukan lintasan ERT Geofisika di Bukit Konde Central. Eksplorasi dilakukan oleh PT Vale Indonesia bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan tiga kontraktor.
Arpeni Ocean Pratama Lines (APOL) menutup anak usahanya di Panama yaitu Paramount Star Shipping S.A. karena sudah tidak beroperasi sejak tahun 2015. Perusahaan ini dimiliki Arpeni sepenuhnya melalui Grand Bulk Shipping Limited.
Graha Layar Prima (BLTZ) meraih Rp 650 miliar dari penerbitan saham sebanyak 99,31 juta saham baru kelas C yang ditawarkan pada harga Rp 6.550 per saham melalui mekanisme Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I 2016 atau rights issue. Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD I ini akan digunakan untuk melunasi utang yang dimiliki perseroan sejumlah maksimum Rp 250 miliar sebagai upaya untuk meningkatkan posisi keuangan perseroan. Selebihnya akan digunakan untuk ekspansi perseroan dalam bentuk belanja modal untuk pembangunan bioskop baru dan atau perbaikan dari bioskop yang telah ada. Bertindak sebagai pembeli siaga adalah CJ CGV Co, Ltd. dalam rights issue ini. CJ CGV Co, Ltd. adalah multiplex cinema chain terbesar di Korea Selatan dan telah memiliki cabang di berbagai negara seperti Cina, Turki, Vietnam, United States dan Myanmar. Saat ini CJ CGV Co. Ltd. telah memiliki 347 bioskop dengan 2.679 layar.
Ben Bernanke, Ketua The Fed periode sebelumnya, memprediksi The Fed belum akan mengambil kebijakan kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Para petinggi The Fed diprediksi akan lebih berhati-hai dalam memprediksi masa depan, baik pertumbuhan ekonomi mau pun kebijakan suku bunga. Hal itu menyusul kesalahan prediksi para petinggi The Fed yang mengantisipasi pertumbuhan ekonomi AS akan kuat, sementara tingkat pengangguran AS dan suku bunga acuan akan tinggi. Oleh karenanya investor akan lebih melihat data ekonomi sebagai panduan kebijakan suku bunga, dibandingkan pernyataan para petinggi The Fed.
Sentimen global tersebut masih ditambah oleh hasil survei Ifo Institute, yang menjadi barometer sentimen ekonomi global, bahwa tingkat keyakinan pada situasi dan prospek ekonomi global jatuh ke level terendah dalam 3 tahun. Indeks sentimen dari World Economic Survey turun 4,5 poin menjadi 86 pada 3Q 2016.
Sementara bursa saham Indonesia hari ini menanti data neraca pembayaran kuartal II 2016. Sentimen negatif global dan antisipasi data ekonomi akan menyebabkan bursa saham bergerak volatil dengan potensi melanjutkan penurunan.
Perspektif tenikal
Support Level : 5392/5366/5334
Resistance Level : 5451/5483/5509
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down
TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :
BSDE: Trading Buy
Close 2330, TP 2380
Boleh buy di level 2310-2330
Resistance di 2380 & support di 2290
Waspadai jika tembus di 2290
Batasi resiko di 2280
ASRI: Trading Buy
Close 565, TP 590
Boleh buy di level 555-565
Resistance di 590 & support di 550
Waspadai jika tembus di 550
Batasi resiko di 540
SMRA : Trading Buy
Close 1925, TP 1970
Boleh buy di level 1815-1925
Resistance di 1970 & support di 1850
Waspadai jika tembus di 1850
Batasi resiko di 1830
TLKM: Trading Buy
Close 4280, TP 4330
Boleh buy di level 4270-4280
Resistance di 4330 & support di 4240
Waspadai jika tembus di 4240
Batasi resiko di 4230
MPPA: Trading Buy
Close 1905, TP 1955
Boleh buy di level 1895-1905
Resistance di 1955 & support di 1845
Waspadai jika tembus di 1845
Batasi resiko di 1835
ISSP: Trading Buy
Close 264, TP 274
Boleh buy di level 261-264
Resistance di 274 & support di 254
Waspadai jika tembus di 254
Batasi resiko di 252
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BKSL, ROTI, RALS, POLY, WSKT.
(Disclaimer ON)
Commodities Price: 11-Aug-16
Crude Oil-(barel) US$41.48 (-0.23)
Gold-(troy oz) US$1,345.13 (-1.41)
Nickel-(ton) US$10,860.00 (80.00)
Tin-(ton) US$18,550.00 (135.00)
Coal (Newc)/ton US$66.30 (3.90)
CPO Mal/ton* MYR2,586.50 (24.00)
Foreign Exchange
USD/IDR* 13,102.50 (-10.50)
*running
Agenda hari ini - Jumat, 12 Agustus 2016
Stock Split
· MYRX, ratio 1:5, cum 12 Aug’16, ex 15 Aug’16
Right Issue
· POOL, ratio 1:7, price 250, cum 12 Aug’16, ex 15 Aug’16
Economic Calendar:
• data Industrial Production China bulan Juli 2016
• data Preliminary GDP Jerman kuartal ke 2 tahun 2016
• data Flash GDP kawasan Euro kuartal ke 2 tahun 2016
• data Industrial Production kawasan Euro bulan Juni 2016
• data Retail Sales AS bulan Juli 2016
• data Producer Price Index (PPI) AS bulan Juli 2016
• indeks kepercayaan konsumen AS Agustus 2016
VAS
HEADLINE NEWS
Salim Ivomas (SIMP) membukukan penjualan sebesar Rp6,71 triliun hingga periode Juni tahun 2016 turun tipis dari penjualan Rp6,79 triliun periode Juni tahun sebelumnya. Perseroan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat didistribusi ke pemilik entitas induk naik jadi Rp172,41 miliar dari Rp126,85 miliar karena mencatatkan kepentingan non pengendali sebesar Rp40,93 miliar plus dibandingkan minus Rp30,92 miliar.
PP London Sumatera Indonesia (LSIP) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 63,52 persen hingga Juni 2016 menjadi Rp112,64 miliar dibandingkan laba bersih Rp308,85 miliar periode sama tahun sebelumnya. Penurunan laba bersih diakibatkan penjualan turun menjadi Rp1,65 triliun dari penjualan Rp2,07 triliun pada periode Juni tahun sebelumnya.
Wijaya Karya (WIKA) berencana menambah modal anak usahanya yang bergerak di sektor properti, Wika Realty, pada akhir 2016. Suntikan modal tersebut untuk pembebasan tanah yang akan dilakukan oleh Wika Realty. Wika Realty akan menggarap transit of development di kawasan Walini, Kabupaten Bandung yang terletak tidak jauh dari lokasi proyek Jakarta-Bandung yang digarap WIKA. Setelah penyuntikan modal tersebut, Wika Realty berencana melakukan IPO saham pada akhir 2016 atau selambat-lambatnya pada awal 2017.
Sentul City (BKSL) berencana membangun proyek mixed use seluas 200 ha tahun depan. Pembangunan akan dilakukan melalui Group 70 Indonesia, perusahaan patungan antara perseroan dan pengembang properti asal AS, Group 70 International. Proyek ini akan ada office commercial dan residensial. BKSL memegang kepemilikan mayoritas di perusahaan patungan tersebut.
Intiland Development (DILD) memanfaatkan momen kebijakan pengampunan pajak untuk meningkatkan penjualan produk properti dari enam proyeknya di Surabaya. Keenam proyek tersebut ditargetkan menyumbang pendapatan Rp 1,2 triliun pada semester II-2016.
Dharma Satya Nusantara (DSNG) melalui anak usahanya, Dharma Sejahtera Nusantara, menggandeng Daiken Corporation, Marufuji Kenzai Indonesia, dan Suseta Daiken Indonesia, membangun pabrik pengolahan kayu di Surabaya. Pabrik pengolahan tersebut dibangun melalui perusahaan patungan yang dibentuk keempat perusahaan tersebut, yaitu Daiken Dharma Indonesia (DDI). Pabrik DDI tersebut memproduksi produk pintu.
PP London Sumatera Indonesia (LSIP) mengalami penurunan laba bersih sebesar 63,52% YoY hingga Juni 2016 menjadi Rp 112,64 miliar. Penjualan turun menjadi Rp 1,65 triliun dari Rp 2,07 triliun pada Juni tahun sebelumnya.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) meluncurkan aplikasi life finance bernama Jenius bagi kalangan masyarakat pengguna aktif smartphone. Dari riset, perencanaan, hingga peluncuran aplikasi Jenius, perseroan telah mengeluarkan biaya investasi Rp 500 miliar. Dengan Jenius, setiap orang dapat membuat sendiri rekening bank berbasis aplikasi, dan mendapat kartu debit atas rekening aplikasi ini.
Bank MNC Internasional (BABP) tidak menetapkan tenggat waktu tertentu kapan rencana akuisisi terhadap bank BUKU I atau II paling lambat direalisasikan. Perseroan berencana mengakuisisi bank kecil untuk memperdalam ceruk bisnisnya di segmen kredit konsumer. Cara ini ditempuh sebagai upaya BABP untuk memacu pertumbuhan bisnis secara anorganik. Perseroan dalam hal ini sangat berhati-hati dalam memilih calon bank tersebut.
Segmen kredit kendaraan bermotor (KKB) menjadi penopang kredit bagi Grup Bank Mandiri (BMRI). Bank Mandiri ikut berpartisipasi pada penyelenggaraan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) agar kredit otomotif terus bergulir. Bank Mandiri telah mengucurkan KKB senilai Rp 19 triliun untuk pembiayaan kredit pemilikan kendaraan bermotor, tumbuh 21,4% YoY. Pembiayaan tersebut disalurkan untuk kepemilikan mobil dan untuk membiayai kepemilikan sepeda motor.
Bank Negara Indonesia (BBNI) menambah kantor wilayah baru, yaitu Kantor Wilayah Yogyakarta dan Kantor Wilayah Malang karena luasnya area yang harus dikelola dan perlunya penajaman bisnis di Propinsi Jawa Tengah, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Jawa Timur. Pembukaan Kantor Wilayah Yogyakarta dan Malang tersebut dilaksanakan sebagai salah satu langkah strategis BNI dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang sangat berpotensi melaju lebih pesat di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Modernland Realty (MDLN) masih optimis target pra penjualan lahan yang ditetapkan sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2016 dapat tercapai. Saat ini MDLN tengah dalam proses negosiasi penjualan lahan seluas 15 ha dengan beberapa investor. Negosiasi lahan tersebut ditargetkan bisa diputuskan di kuartal III 2016. Investor yang sedang dijajaki tersebut sebagian besar bergerak di sektor manufaktur. Hingga akhir Juli 2016 MDLN baru membukukan pra penjualan (marketing sales) dari sektor industrial seluas 12,5 ha. Lahan tersebut dijual ke perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan medical.
PP Properti (PPRO) akan mendorong penjualan apartemen di segmen menengah dan menengah ke bawah untuk memenuhi target prapenjualan atau marketing sebanyak Rp 2,6 triliun. Pada 13 Agustus 2016 perseroan akan meluncurkan menara keempat apartemen Grand Kamala Lagoon, Bekasi yang berisi sekitar 900 unit. Untuk mendorong penjualan, perseroan akan memberikan subdisi bunga kredit sebesar 2,9% kepada konsumen selama satu tahun. Selain itu PPRO juga mendorong penjualan di proyek Gunung Putri Aquare. PPRO telah menjual 588 unit menara pertama. Sedang menara kedua berkapasitas 865 unit dan telah terjual sekitar 50%. Manajemen memperkirakan penjualan properti akan mulai meningkat di September 2016. Daya beli masyarakat diharapkan meningkat menyusul penurunan bunga kredit dan pelonggaran kebijakan kredit properti.
Horizon Internusa Persada, anak usaha Surya Semesta Internusa (SSIA) menerbitkan mandatory covertible notes sebesar Rp 21 miliar dan akan jatuh tempo pada Juli 2018. Perseroan akan menyerap surat utang yang diterbitkan Horizon sebanyak Rp 6,57 miliar yang bisa dikonversi mejadi 799.975 saham Horizon. Saat ini Surya Internusa memiliki 3,2 juta saham Horizon atau 40% dari total saham. Transaksi afiliasi ini diharapkan membuat Horizon bisa mendapat pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya. Saat ini Horizon mengelola situs e-commerce travelio.com dan aplikasi HelloLio by Travelio. Keduanya melayani pemesanan tiket, hotel, dan jasa perjalanan wisata. Hingga akhir tahun Travelio ditargetkan bisa meningkatkan rekanan hotel hingga 162%.
Mitra Pemuda (MTRA) meraih pendapatan usaha per Juni 2016 menjadi Rp 137,91 miliar, turun dari sebelumnya Rp 157,73 miliar. Laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 9,78 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 10,44 miliar.
Vale Indonesia (INCO) menghabiskan dana untuk kegiatan eksplorasi bulan Juli 2016 sebesar USD 470.530,97. Daerah eksplorasi dilakukan pada daerah-daerah di dalam kontrak karya di Blok Soroako, SulSel, Blok Kahadopi Sulteng dan Blok Pomalaa Sulteng. Eksplorasi memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 untuk program spasi 25 m di Bukit Konde Central dan Bukit Ferrary dan pengurukan lintasan ERT Geofisika di Bukit Konde Central. Eksplorasi dilakukan oleh PT Vale Indonesia bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan tiga kontraktor.
Arpeni Ocean Pratama Lines (APOL) menutup anak usahanya di Panama yaitu Paramount Star Shipping S.A. karena sudah tidak beroperasi sejak tahun 2015. Perusahaan ini dimiliki Arpeni sepenuhnya melalui Grand Bulk Shipping Limited.
Graha Layar Prima (BLTZ) meraih Rp 650 miliar dari penerbitan saham sebanyak 99,31 juta saham baru kelas C yang ditawarkan pada harga Rp 6.550 per saham melalui mekanisme Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I 2016 atau rights issue. Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD I ini akan digunakan untuk melunasi utang yang dimiliki perseroan sejumlah maksimum Rp 250 miliar sebagai upaya untuk meningkatkan posisi keuangan perseroan. Selebihnya akan digunakan untuk ekspansi perseroan dalam bentuk belanja modal untuk pembangunan bioskop baru dan atau perbaikan dari bioskop yang telah ada. Bertindak sebagai pembeli siaga adalah CJ CGV Co, Ltd. dalam rights issue ini. CJ CGV Co, Ltd. adalah multiplex cinema chain terbesar di Korea Selatan dan telah memiliki cabang di berbagai negara seperti Cina, Turki, Vietnam, United States dan Myanmar. Saat ini CJ CGV Co. Ltd. telah memiliki 347 bioskop dengan 2.679 layar.











0 comments:
Posting Komentar